BE what you supposed to BE
" Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan lupa tentang siapa dan apa dirinya" ( QS. al Hasyr: 19 )
Siapapun yang tidak menyertakanNYA dalam keseharianNYA, pasti akan jauh dariNYA, dan sebagai kosekuensinya, segala pekerjaannya pun tidak sesuai dengan keinginanNYA. Lihatlah dunia sekarang ini, dimana-mana selalu terjadi kenistaan, ketidak adilan, kebohongan, kekacauan, kejahatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.. itulah akibat dari melupakanNYA dalam segala tindak tanduk kita dalam melangkah di BumiNYA.
Manusia selalu disibukan dengan kedudukan, penampilan luarnya, popularitas dirinya, keinginan hawa nafsunya, semua hanya seputar memenuhi kebutuhannya yang harus dipenuhi tanpa menurut aturan dan Undang-undang Allah SWT yang termaktub dalam kitab suciNYA. Manusia telah merasa dirinya seperti tuhan dapat berdiri sendiri dan mengatur dirinya sesuai dengan keinginan hawa nafsunya semata. Mereka berlomba-lomba untuk menonjolkan diri mereka masing-masing sesuai dengan ukuran yang dibuat oleh dirinya dan kelompoknya. Anak-anak remaja mudah tertipu dengan kata-kata indah dan janji-janji muluk dari para perusak moral dari pagi hingga malam, mereka mengkonsumsi apa yang disajikan manusia-manusia tak bertanggung jawab itu.
Tayangan-tayangan TV tak mendidik dan majalah-majalah penuh iklan dari pada isinya menjadi santapan rutin kaum muda, generasi penerus bangsa. Orang tua mereka pun sibuk meng-update diri dengan berkomitmen total pada dunia, yang dimata mereka terlihat cantik, lincah dan penuh pesona itu. Berlomba menjadi eksekutif, si ibu berlomba mengkopi boneka-boneka barby tak peduli berapapun harganya, sehingga tampil terlihat seperti yang ada di majalah yang dikonsuminya...si ayah menjaga image dengan membangun egonya lewat posisi jabatan sehingga dapat terlihat seperti Donald Trumph dan yang semacamnya....tentunya si anak diurus oleh baby sitter lulusan perusahaan dadakan yang hanya perlu uang dan tempat tinggal mewah sehingga, pendidikan 'bagaimana' mendidik anak hanya praktek langsung dan tentunya sesuai dengan latar belakang baby sitter tersebut...kaum ibu hanya melahirkan dan selanjutnya diserahkan pada para pembantu rumah tangga 'terdidik'itu. Mereka di'sayang' dengan segala kebutuhan sesaat mainan mahal, baju bermerek dsb...yang anak sesungguhnya inginkan adalah bermain dengan sang ibu dan mendapatkan perhatian penuhnya dengan pendidikan yang sesuai dengan ketentuanNYA...
Mereka sungguh hanya peduli dengan penampilan luar , kesehatan badan, kecantikan luar, bagaimana dapat terlihat up to date, tapi pernahkah terpikir oleh kita bahwa itu semua tidaklah abadi?? Kesehatan jiwa, diri kita banyak yang tidak peduli...karena 'lagi-lagi' tak terlihat....dan sesungguhnya kesehatan jiwa/diri inilah yang abadi dan akan membawa kita pada kebahagiaan yang hakiki...
Oleh karenanya, mulailah kita lebih peduli pada kesehatan jiwa/diri kita dan hindarilah segala yang akan merusaknya....Sadarlah bahwa, musuh-musuh Islam bekerja keras untuk menghancurkan jiwa kita dengan menyajikan segala hiburan-hiburan tak bermoral dan tak berpendidikan itu yang terbukti telah merusak mental dan diri generasi muda dan manusia itu. Mereka giat mempromosikan kesehatan dan kecantikan lahir saja... Kita di didik oleh mereka untuk berpenampilan menarik secara fisik dan sepertinya dosa apabila kita tidak berpenampilan seperti yang di standardkan mereka, seperti; berbadan kurus, langsing dan penuh pesona mengikuti mode...Banyak gadis muda dan para ibu yang menjadi sakit dan frustasi karena tidak dapat memenuhi persyaratan diatas....mereka menyiksa fisik mereka dengan hanya memakan satu buah apel sehari untuk dapat menjadi bagian dari masyarakat yang 'up to date' tersebut. Bergaya seperti para bintang yang hidupnya terlihat indah, padahal kebanyakan dari mereka berakhir dengan bunuh diri atau 'drug addict', karena tidak dapat menahan dirinya untuk berlomba seperti yang masyarakat inginkan???? Inilah penyakit jiwa yang terjadi ditengah masyarakat kita dan dunia secara umum?? They try to get the approval from 'makhluk'??? Nauzubillah....Masyarakat yang kita takuti untuk terlihat burukpun tak akan banyak berbuat dan peduli apabila kita sedang mendapat masalah .
Cegahlah mengkonsumsi yang merusak mata, telinga yang nanti akan diajukan pertanggung jawabannya kelak, apa yang kita lihat dan dengar akan menjadi bagian dari diri kita. Musuh senang menyajikannya karena ada permintaan dari kita....hukum marketingpun berlaku...'tak ada barang bila tak ada permintaan'..Buanglah jauh-jauh kebiasaan kita mengkonsumsi sesuatu yang merusak diri kita....telitilah apa yang akan kita lihat, makan, dengar...semua ini akan sangat menentukan nasib diri kita semua....jangan kita lupa pada tujuan kita diciptakan ke dunia ini, dan siapa dan dari mana asal diri kita...
Allah Sang Kholik tak akan ciptakan manusia, jin dan yang lainnya melainkan untuk menyembahNYA ( baca: mengenalNYA- marifatullah )..Wallahuallam bishawab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad...wa ajil farajahum....Adrikna ya Mahdi
To accomplish HIS Mission
Banyak sekali tanda-tanda akan kemenangan agama Muhammad saww....yang akan mengobati derita Az Zahra as akan hak warisnya - tanah Fadak, kesabaran Amiril Mukminin Ali as hak Wilayahnya yang telah direbut, darah-darah dan jiwa-jiwa suci Al Hasan as & Husain as beserta keluarganya tertumpah oleh mereka yang tidak mempercayai KEBENARAN agama Allah, dan hanya menggunakan agama Allah sebagai tumpuan keinginan hawa nafsunya semata bukan untuk menegakan ajaran ALLAH SWT.
Orang-orang bodoh itu telah memadamkan cahaya-cahaya ALLAH satu persatu, tetapi ALLAH yang MAHA BERENCANA tidak akan membiarkan dunia gelap tanpa cahaya....sungguh tak masuk akal Allah YANG MAHA PENGASIH & MAHA PENYAYANG itu membiarkan tangan-tangan kotor menodai dunia CiptaanNYA....Kita semua telah jenuh dan muak dengan kebodohan , ketidak adilan , kecurangan , kekejaman , keserakahan , kebohongan yang terus menerus di dengungkan oleh media-media dunia...Kita semua sangat menginginkan kedamaian , kesejahteraan, keadilan , kejujuran ditebarkan di muka bumi ini...Naluri fitrah kita berkata demikian, ingin ada perubahan yang nyata....
Semua sangat mendambakan kedatangan Sang RATU ADIL...kita ingin mengetahui siapa Sang Ratu Adil tersebut. ALLAH Sang KHOLIK pasti akan menolong dunia ini dengan mendatangkan Sang Ratu Adil, seorang utusanNYA yang suci, maksum dan akan membawa bendera 'the GLOBAL JUSTICE' from East to the West...
Semua sangat mendambakan kedatangan Sang RATU ADIL...kita ingin mengetahui siapa Sang Ratu Adil tersebut. ALLAH Sang KHOLIK pasti akan menolong dunia ini dengan mendatangkan Sang Ratu Adil, seorang utusanNYA yang suci, maksum dan akan membawa bendera 'the GLOBAL JUSTICE' from East to the West...
Untuk itu semua dari kita harus mengenalnya, siapa beliau as tersebut, dan yang jelas beliau as berbeda dengan kita yang serba terbatas, dan beliau as adalah WALI Allah dimuka bumi ini. WALI berarti segala tindak tanduknya sesuai dengan keinginan ALLAH SWT semata, MANIFESTASI ALLAH di muka bumi ini. Semua dari barat dan Timur , agama apapun sangat mendambakan kedatangannya....
Ini semua diperlukan persiapan-persiapan yang mendasar. Keseriusan kita mendambakan kedatangannya harus dibuktikan dengan "penantian aktif" dari masing-masing diri dengan berusaha 'to be accesable' untuk mendapatkan petujuknya( remember He is the WALI of ALLAH...our IMAM of our time )
Oleh karena itu untuk menyambut kedatangannya, kita masing-masing diri ini mempunyai tugas untuk membantu mempercepat kedatangannya, seperti antara lain :
Oleh karena itu untuk menyambut kedatangannya, kita masing-masing diri ini mempunyai tugas untuk membantu mempercepat kedatangannya, seperti antara lain :
Umum : bangun kesatuan umat ( jangan berpecah belah, rapatkan barisan ), aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan sosial demi membantu umat, hadiri kelas/seminar yang membahas tentangnya, membeli dan mempelajari buku tentang beliau as, memperkenalkan akan kedatangan Sang Ratu Adil pada khalayak .
Khusus :
1. Mengenal siapa beliau as , kenal bukan hanya sekedar tahu ( kenal secara detail siapa beliau as )
2. Mulai membersihkan diri kita masing-masing ( cek to do at 'heaven spa' https://emarachman.blogspot.com/2009/02/heaven-spa.html ) - tazki al nafs, ma'rifat al nafs. Kenali diri kita dengan baik, maka kita akan mengenal Allah SWT dengan baik pula.
3. Banyak mendoakan beliau as : i.e doa al faraj, shalawat dengan diakhiri 'wa ajil farajahum', berziarah pada keluarganya
Imam Zaman atfs yang akan menyelesaikan segala tugas-tugas yang telah dibebankan pada para nabi as dan kakek2nya dari Rasulullah hingga ayah tercintanya al Hasan al Askari as, yang belum tergenapi. Juga kasus tanah Fadak, hak sayidah Fatimah Az Zahra yang pernah direbut yang katanya pernah dikembalikan oleh Dinasti Abbasiyah...Tanah Fadak, bukan hanya 2 atau 5 ha tanah, tetapi dari Spanyol hingga perbatasan daratan Cina !!! Sayidah Fatimah Az Zahra as seorang yang sangat dermawan dan hidup sangat sederhana pada masa hidupnya serta selalu mementingkan orang lain dari pada diri dan keluarganya ( sehingga turun QS Al Insan ayat 8 yang ditujukan untuk Keluarga Sayidah Fatimah as yang disepakati oleh semua mufasir), sangatlah mustahil apabila tanah itu untuk pribadi diri beliau as yang suci itu....
Dalam ajaran kita, jelas bahwa setiap perbuatan kita yang sekecil apapun akan dan harus dipertanggung jawabkan...baik di dunia maupun di akhirat...
Jadi mempersiapkan segala kepentingan infrastruktur kedatangan Imam Zaman atfs ( yang masih hidup dan sedang ghaib ) ini, akan sangat menyenangkan hati Rasulullah saww , Sayidah Fatimah Az Zahra as serta para Imam Maksumin as. Be aware of it !!! KNOW HIM deeply!!! Engange your self with HIM...do not hurt Him .
Jangan biarkan diri kita seperti penduduk Kufah yang mengetahui al Husain sebagai Imam Zamannya tetapi meninggalkan Sang Imam sendirian di Karbala beserta keluarganya...jangan menyerahkan Muslim bin Aqil pada Ubaidillah ibn Ziyad??? Belajar dari sejarah....janganlah kita mengaku beriman pada Imam kita tetapi pada saat yang sama kita tidak berbuat apa-apa untuk nya???
Don't be too late...setiap persiapan harus dilakukan sebelum kejadian !!!
Di bulan kelahiran Nabi Penutup, Rasul Mulia , MUHAMMAD saww, kirimkanlah bingkisan indah untuk beliau saww, persembahkan 'cadaux' tercantik untuknya...at least sesuatu yang dapat membuatnya tersenyum....
Senyumlah wahai Kekasih Allah...terimalah rasa bahagia kami akan hari lahirnya CAHAYA diatas CAHAYA..RAHMATUN LIL ALAMIN ...sampaikan rasa syukur kami padaNYA, bagaimana kami tanpamu ya Rasulullah ..... I MISS YOU SO MUCH....Ya Allah tambahkan setiap detik, setiap saat keCINTAan kami pada kekasihMU, Rasulullah saww dan AhlulBaytnya yang suci...bantulah kami untuk mendapatkan kelayakan menjadi pembantu cucundamu tercinta yang terakhir...al MAHDI atfs....
Al ajal al Ajal...ya Maulaya ya Shahib al Zaman... Adrikna ya MAHDI!!! Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....
ISLAM the Super POWER
Janji ALLAH PASTI benar. Apapun rencana musuh untuk menghancurkan Islam, menghapuskan KEBENARAN dari muka bumi ini, tentulah hanyalah mimpi! Para penipu berbadan Demokrasi itu lama kelamaan akan tercium bau bohongnya dan ALLAH Sang KHOLIK akan membuka aib-aib mereka perlahan namun PASTI. Siapa yang dapat mengalahkan SANG PENCIPTA ALAM SEMESTA ini???? Mereka sungguh Pemimpi dan pengkhayal yang nyata!!. Apapun yang mereka rencanakan, ALLAH lah sebaik-baiknya perencana. Kejadian 9/11 yang penuh dengan teori-teori konspirasinya, malah membuka peluang orang-orang Barat sana untuk mengetahui tentang ISLAM. Tercatat, di Amerika sana, penjualan kitab suci Al Qur'an dan buku-buku tentang Islam setelah kejadian tersebut melejit sehingga menjadi best seller, dan laku keras. Ini menambah wawasan dan pengetahuan mereka tentang Islam...
Apakah ini bukan suatu Marketing dan Public Relation yang sukses buat Islam?? Lalu mereka mencoba menghina nabi Agung kita Muhammad saww yang Mulia, dengan itu bertambahlah daftar list para pembaca buku yang ingin mengetahui siapa sebenarnya nabi Agung nan Mulia itu?? Juga, ketika makam dari cucu nabi Agung Muhammad saaw - Imam Hasan Al Askari as dan Imam Al Hadi as di Samara Irak di bom, sebagian orang Irak yang tadinya tidak mengenal siapa mereka, akhirnya mengetahui bahwa ada cucu-cucu nabi Muhammad saww disana. Dan akhirnya berita itu menyebar keseluruh dunia dan 'find out' bahwa di Samara ada makam cucunda Rasulullah saaw yang bernama Hasan Al Askari as dan Ali Al Hadi al Naqi as.... apakah itu bukan PR??? Lalu di kubah mesjid Samara yang di bom itu, katanya tempat 'bersembunyi'nya Imam Mahdi atfs putra dari Hasan Al Askari as, dan akhirnya mereka bertanya-bertanya dan ingin mengetahui siapa Imam Mahdi as dan mengapa bersembunyi disana?? So, dengan kejahatan musuh yang akan memberangus Islam - Kebenaran , mereka malah di buat oleh ALLAH SWT untuk mempromosikan siapa figur-figur suci tersebut, yang sesungguhnya adalah keturunan suci Rasulullah saww yang kita semua di wajibkan untuk mengetahui mereka alaihisalam ajmain...
Kejadian GAZA - Palestina ini juga sebenarnya puncak dan sudah saatnya, dunia mengetahui yang SESUNGGUHNYA, siapa yang BENAR dan siapa yang JAHAT?? Apakah ini semua bukan suatu rencana ALLAH SWT??? Oleh karena itu, kita diharuskan untuk selalu bersabar dan bertawakal, atas segala kejadian yang kita hadapi. Tidak ada yang harus kita 'andalkan' di dunia ini kecuali ALLAH SWT SANG MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA ini !!!!
Sungguh bodoh , apabila kita berharap dan mengandalkan makhluk-makhlukNYA yang PASTI akan hancur dan kembali padaNYA..Ujian-ujian yang diberikannya akan menjadikan kita lebih dekat padaNYA, dan itulah keIMANan..Keimanan seseorang akan teruji apabila telah lulus dan teruji, maka akan menjadikan dia semakin dekat denganNYA. Siapa yang tidak ingin dekat denganNYA??? Semua yang datang dariNYA adalah PASTI dan BENAR, itulah satu-satunya jalan yang harus kita lalui untuk dapat dekat denganNYA, meyakini hal tersebut.
Jelaslah RENCANA ALLAH SWT adalah sebaik-baiknya RENCANA.
Sekarang, sudah saatnya , kita yang mengaku beragama ISLAM, harus terus bangkit dan tampil cantik dihadapan musuh-musuh Allah itu, dengan keyakinan dan keimanan yang benar.Tampilkan Islam pada diri kita, perkenalkan Islam pada dunia... Berpeganglah hanya pada taliNYA. Tampil dengan penuh percaya diri akan KEYAKINAN kita padaNYA. KEBENARAN itu PASTI MENANG. Dunia sekarang, telah melihat ISLAM sebagai sesuatu yang 'valuable'. Saatnya, kita berbicara banyak tentang ISLAM, agama samawi yang diajarkan oleh para nabi , dari nabi Adam hingga Rasul Mulia terakhir, penutup para Nabi Muhammad saww.
Sudah menjadi tugas seorang pemeluk agama ISLAM ini untuk menyiarkan agama suci nan Mulia ini pada dunia. Dimulai dari diri kita, sebagai pemeluk Islam yang benar dengan keyakinan yang kokoh.
Be proud of ISLAM, be proud of being a muslim. Untuk menjadi bangga, kita memang harus mengkokohkan keIMANan kita dengan ilmu yang memadai. Terus mencari dan terus yakin bahwa JANJI ALLAH pasti BENAR dan KEBENARAN PASTI lah yang MENANG. Masing-masing diri ini, mempunyai kewajiban untuk mempertahankan dan menolong ISLAM dan berbuat untuk ISLAM (tidak untuk diri sendiri atau organisasi yang mengatas namakan Islam)
Tujuan kita menjadi aktivis Islam hanya untuk ISLAM. Jangan campur adukan kepentingan pribadi dengan kepentingan ISLAM. Kepentingan ISLAM hanyalah untuk ALLAH SWT semata tidak ada yang lain. Banyak kita melihat yang menjadikan ISLAM sebagai sarana mereka untuk meraih kedudukan dirinya di masyarakat. Juga kita yang mengaku aktivis-aktivis ISLAM, terkadang akhirnya menjadikan 'being Activist' nya yang menjadi tujuan utama , hingga yang dipentingkannya berkumpul-kumpulnya, akhirnya lupa tugas utama Islam seperti mengakhirkan shalat, membicarakan orang-orang??? saling berlomba dengan dengan akitvis lain, dan ingin lebih menonjol??? sehingga saling berlomba untuk mengangkat nama masing-masing diri???
Apakah ini yang dinamakan aktivis ISLAM?? Bekerja untuk ISLAM adalah dengan saling melengkapi dan membantu untuk tujuan yang SAMA, yang SATU yaitu kepentingan UMAT . Jadi mungkin, harus lah masing-masing diri mengecek dan recek, apakah keinginan beraktivitas itu untuk diri sendiri atau ISLAM.
Lihatlah, seorang top activist tingkat tinggi sekaliber IMAM KHOMEINI ra. Apabila beliau ra (semoga ruh mulianya selalu mendapatkan rahmatNYA) menginginkan namanya yang menjadi besar, mengapa pada saat-saat yang sangat momentum ketika para jurnalis seluruh dunia ingin meliput pernyataannya, beliau ra tiba-tiba menunda dan pergi menghilang untuk mengerjakan SHALAT ??, karena shalat adalah tujuan ISLAM yang wajib dilakukan(sebaiknya pada awal waktu). Beliau ra tidak peduli dengan namanya akan disebut atau tidak, yang ada padanya hanyalah taklif total pada ISLAM!!! yang menjadi tugas utama kewajiban beliau ra pada Allah SWT.
Pemimpin sekaliber Imam Khomeini ra adalah penerus jejak Rasulullah saww dan pengikutnya yang sangat setia, dan beliau ra benar-benar mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Imam Ali as pada saat perang Shifin, Imam Ali as ditengah-tengah perang, melakukan gencatan senjata untuk dapat mendirikan shalat tepat waktu.
Pada saat itu pamannya Abbas pun bertanya, mengapa sedang dalam keadaaan perang harus mendahulukan shalat, beliau as menjawab : " kita ini berperang untuk mempertahankan shalat!!", karena shalat adalah kewajiban dalam Islam. Begitu pula Imam Husain as melakukan shalat 'khauf' pada saat berperang di Karbala, sehingga banyak dari para sahabat setianya yang syahid pada saat itu.
Begitulah ISLAM, yang indah, selalu mendahulukan yang utama. Teladanilah para WALI dan AULIA ALLAH, mereka contoh-contoh nyata yang patut kita teladani. Dengan kegigihan mereka pada ISLAM pun mereka BERHASIL mengangkat nama ISLAM. Kita wajib meneruskan perjuangan mereka yang mulia itu. Ini adalah tugas...be aware of it..Dunia bukanlah untuk bermain-main, disini hanya untuk berjuang untuk membangun tempat kita nanti yang abadi disana.... Wallahuallam bishawab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna Ya MAHDI....
Ya Aba Muhammad....HASAN al ASKARI as terimalah dukaku

Assalamualaika ya Aba Muhammad....
Assalamualaika ya Hasan ibn Ali....
Assalamualaika ya Hasan ibn Ali Zaki al Askari...
Assalamualaika yabna Rasulullah....Ya Hujatullah ala khalkihi...Ya sayidana Ya Maulana....Kami haturkan rasa duka cita kami atas syahidnya putra Rasul saww al Hasan al Askari as...Ya Rasulullah kami berduka, Ya Amiril Mukminin as kami berduka, Ya Fatimah Az-Zahra as kami berduka, Ya Al Hasan al Mujtaba as kami berduka, Ya Al Husain as Syahid as kami berduka, Ya Al Sajad as kami berduka, Ya Ilmiyin nabiyin al Bagir as kami berduka, Ya Jaf'ar ibn Muhammad al Shadiq as kami berduka, Ya Musa ibn Ja'far al Kazim as kami berduka, Ya Ali ibn Musa ar Ridha as kami berduka, Ya Muhammad ibn Ali al Jawad as kami berduka, Ya Ali ibn Muhammad al Hadi as kami berduka, Ya Muhammad ibn Hasan al MAHDI atfs kami berduka...Ya Sayidah Narjis Khatun as kami berduka...Ya Sayidah Hakima ibn Muhammad al Jawad as kami berduka...
Terimalah duka kami ya wali ALLAH...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....
* 8 Rabiul Awal 1430H
Actively support the Mazlum's nation

Pidato Rahbar dalam Konferensi Internasional mendukung Rakyat Palestina
Bismillahirrahmanirrahim
Selamat datang di Republik Islam Iran saya ucapkan kepada seluruh tamu, ulama, pemikir, politikus dan pejuang di Konferensi Internasional Mendukung Rakyat Palestina ke-4. Jenjang waktu konferensi ini dengan konferensi sebelumnya yang diselenggarakan tanggal 15-17 Rabiul Awwal 1427 Hijriah Qamariah di Tehran telah terjadi berbagai peristiwa penting dan menentukan yang mentransparansikan lebih jernih masalah Palestina dan kewajiban kita di hadapan masalah ini sebagai prinsip dunia Islam.
Satu peristiwa penting adalah kekalahan menakjubkan militer dan politik Rezim Zionis Israel menghadapi muqawama Islami dalam perang 33 hari Lebanon pada tahun 1427 HQ dan kegagalan hina Rezim Zionis Israel di perang 22 hari serta kejahatannya terhadap rakyat dan pemerintah sah Palestina di Gaza.
Kini rezim penjajah selama beberapa dekade berhasil menunjukkan citra menakutkan dan mitos tak terkalahkan militer dan persenjataannya dengan bantuan militer dan politik Amerika, telah dua kali kalah dari para pejuang muqawama yang menyandarkan dirinya pada Allah dan rakyat ketimbang senjata dan mesin-mesin perang. Rezim Zionis Israel kalah sekalipun telah melakukan latihan, persiapan militer, bantuan luas badan-badan intelijen dan dukungan tanpa henti Amerika, sejumlah negara Barat dan kerjasama sebagian munafikin dunia Islam. Rezim penjajah kini tengah menuju kehancurannya, tertelungkup dalam kebinasaan dan ketidakmampuannya menghadapi gelombang kokoh kesadaran Islam.
Di sisi lain, segala kejahatan dalam peristiwa bersejarah Gaza yang dilakukan oleh para kriminal Zionis Israel mulai dari pembantaian luas rakyat sipil, penghancuran rumah-rumah masyarakat, melobangi dada anak-anak yang masih menyusui, pengeboman terhadap sekolah-sekolah dan masjid, menggunakan bom-bom fosfor dan sejumlah senjata non konvensional lainnya, menutup jalur lewatnya makanan, obat-obatan, bahan bakar dan kebutuhan pokok rakyat selama hampir dua tahun dan berbagai kejahatan lainnya. Semua ini membuktikan naluri kebinatangan dan kejahatan para pemimpin rezim haram Zionis Israel tidak berbeda dengan awal dekade tragedi Palestina. Politik, kebinatangan dan kekejaman Rezim Zionis Israel yang menciptakan tragedi Deir Yassin dan Sabra Shatila, politik dan kekejaman yang sama itu pula yang menguasai benak dan hati keji para tagut yang menguasai rezim ini. Tentu saja kali ini kejahatan mereka dilakukan dengan memanfaatkan teknologi modern yang membuat skala kejahatan mereka lebih luas dan keji.
Siapa pun yang masih berkhayal akan tak terkalahkannya Rezim Zionis Israel yang menyerukan slogan “realistis” dan melakukan normalisasi dan menyerah di hadapan penjajah dan siapa pun yang punya fantasi batil bahwa generasi kedua dan ketiga para politikus Rezim Zionis Israel tidak menanggung kejahatan generasi pertama mereka dan berharap dapat hidup tenang di samping mereka kini harus memahami kesalahannya. Karena pertama, gelombang kesadaran umat Islam dan kemenangan tunas muqawama Islam berhasil membongkar kedok palsu, kelemahan dan ketidakmampuan rezim penjajah. Dan kedua, naluri agresi dan tak tahu malu atas kejahatan para pemimpin rezim ini sama dengan dekade awal. Setiap kali merasa mampu, tidak tanggung-tanggung mereka akan melakukan kejahatan.
Kini 60 tahun berlalu dari penjajahan Palestina. Selama ini pula semua alat kekuasaan materi telah diserahkan untuk melayani para penjajah; dana, senjata, teknologi, dukungan politik dan diplomasi hingga jaringan raksasa imperatur media. Sekalipun usaha setan telah dilakukan sedemikian luas dan menakjubkan, tapi para penjajah dan pendukungnya bukan hanya tidak mampu menyelesaikan masalah legitimasi Rezim Zionis Israel, bahkan semakin lama masalah ini menjadi lebih kompleks.
Ketidakmampuan media Barat dan Rezim Zionis Israel dan negara-negara pendukung Zionis Israel menghadapi, bahkan pertanyaan dan penelitian terkait holocaust yang menjadi alasan pendudukan Palestina merupakan tanda kegoncangan dan ketidakjelasan. Kini kondisi Rezim Zionis Israel dalam sejarah hitamnya semakin buruk di tengah opini dunia dan pertanyaan mengenai sebab kemunculannya semakin serius. Aksi protes yang tak pernah terjadi sebelumnya, gelora dunia mulai dari Asia Timur hingga Amerika Latin menentang rezim ini, aksi unjuk rasa di 120 negara dunia termasuk Eropa dan Inggris yang menjadi tempat kelahiran asli pohon keji dan pembelaan terhadap muqawama Islam Gaza dan muqawam Islam Lebanon dalam perang 33 hari menunjukkan bahwa tengah tercipta muqawama internasional anti Rezim Zionis Israel yang selama 60 tahun lalu tidak pernah seperti ini, serius dan masal. Dapat dikatakan bahwa muqamawa Islam Lebanon dan Palestina mampu menyadarkan hati nurani dunia.
Ini sebuah pelajaran besar. Pelajaran bagi musuh umat Islam yang ingin menciptakan pemerintah dan rakyat haram dengan kekerasan dan aksi penumpasan agar dengan berjalannya waktu menjadi kenyataan yang tak dapat diingkari. Mereka ingin menormalisasikan masalah ini dengan memaksakan secara zalim rezim ini kepada dunia Islam. Ini juga pelajaran bagi umat Islam, khususnya para pemuda pemberani yang hati nuraninya telah sadar bahwa mereka harus tahu perjuangan mengembalikan hak yang telah dinistakan tidak lenyap begitu saja dan janji Allah benar adanya ketika berfirman:
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanyalah Allah". dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. 22: 39-40)
Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. (QS. 3: 9)
Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. (QS. 22: 47)
(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (QS: 30: 6)
Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (QS: 14: 47)
Mana ada janji yang lebih jelas dari janji Allah ketika berfirman:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (QS. 24: 55)
Kesalahan besar cara berpikir sebagian orang tentang masalah Palestina adalah sebuah negara bernama Israel telah berdiri sejak enam puluh tahun. Ini sebuah kenyataan dan harus diakui. Saya tidak tahu mengapa mereka tidak mau mengambil pelajaran dari sejumlah kenyataan lain yang ada di depan mata mereka? Bukankah negara Balkan, Kaukasus, negara-negara Asia Barat Daya telah menemukan kembali jati dirinya setelah delapan puluh tahun kehilangan jati dirinya dan menjadi bagian dari Uni Soviet?
Mengapa Palestina sebagai bagian dari dunia Islam tidak bisa menemukan kembali identitas islami dan arabinya? Mengapa pemuda-pemuda Palestina yang terhitung sebagai pemuda-pemuda Arab yang paling cerdas dan paling heroik tidak bisa merealisasikan kehendaknya atas kenyataan kejam ini?
Kesalahan besar cara berpikir lainnya dengan menyatakan perundingan sebagai satu-satunya jalan untuk menyelamatkan bangsa Palestina! Berunding dengan siapa? Berunding dengan rezim penjajah, arogan dan sesat yang tidak mengenal prinsip apa pun kecuali kekerasan? Apa yang didapatkan oleh orang-orang yang menghibur dirinya dengan permainan dan penipuan ini?
Apa yang mereka dapatkan dari Rezim Zionis Israel dengan nama pemerintahan otonomi, selain hanya sebuah penghinaan dan kenistaan belaka. Karena pertama, pengakuan terhadap kekuasaan rezim penjajah telah dibayar mahal kira-kira dengan seluruh Palestina.
Kedua, pemerintahan setengah tertawan dan bohongan ini sendiri juga telah diinjak-injak dengan alasan yang tidak jelas. Pengepungan Yasir Arafat di gedung kepemimpinannya di Ramallah dan berbagai macam penghinaan dan pelecehan padanya adalah sebuah masalah yang tidak mungkin dilupakan.
Ketiga, baik pada masa Arafat maupun khususnya setelah masa Arafat perlakuan Rezim Zionis Israel terhadap para pejabat pemerintahan otonomi seperti perlakuan terhadap kepala-kepala polisi yang tugasnya adalah mengintai dan menangkap para pejuang Palestina dan memblokade informasi dan kepolisian mereka. Dengan cara inilah Rezim Zionis menebar dendam kesumat di tengah-tengah kelompok-kelompok Palestina dan mengadu domba mereka.
Keempat, sedikit hasil yang diraih Palestina itu juga berkat jihad para pejuang dan muqawama para pria dan wanita pemberani yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Bila berbagai intifada tidak ada, hasil yang sedikit ini pun tidak bakal diberikan kepada mereka, sementara para pemimpin klasik Palestina selalu berusaha untuk mengikuti keinginan Rezim Zionis.
Ataukah berunding dengan Amerika dan Inggris sebagai pelaku dosa terbesar dalam mewujudkan dan mendukung gumpalan kanker ini? Sebelum menjadi mediator mereka sejatinya adalah pendukung satu pihak yang bertikai. Pemerintah Amerika tidak pernah menghentikan dukungan tanpa syaratnya terhadap Rezim Zionis bahkan kejahatan-kejahatan nyatanya antara lain dalam kejahatan terakhir yang terjadi di Gaza. Bahkan Presiden baru Amerika berkuasa dengan slogan pembaruan dalam politik pemerintah Bush, menyatakan dukungan mutlaknya terhadap keamanan Rezim Zionis Israel. Yakni melindungi teroris negara, melindungi kezaliman dan arogansi, melindungi pembantaian ratusan laki-laki, perempuan dan anak-anak Palestina dalam 22 hari. Ini artinya jalan menyimpang periode Bush, tidak kurang.
Berunding dengan lembaga-lembaga yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga merupakan pilihan mandul lainnya. PBB dalam contoh kecil seperti masalah Palestina ketahuan belangnya. Dewan Keamanan PBB suatu hari dengan cepat mengakui pendudukan Palestina oleh kelompok-kelompok teroris. DK PBB berperan utama dalam kemunculan dan berlanjutnya kezaliman sejarah. Setelah itu selama beberapa dekade di hadapan pembersihan etnis, pengungsian masyarakat, kejahatan perang dan berbagai kejahatan lainnya Rezim Zionis Israel, Dewan Keamanan PBB memilih bungkam. Bahkan ketika Majelis Umum PBB sepakat menyebut Zionis sebagai rezim rasis, bukan saja DK PBB tidak menyetujuinya, dalam aksi mereka mengambil sikap 180 derajat dari keputusan itu. Negara-negara arogan dunia punya kekuatan sebagai anggota tetap DK PBB dan memanfaatkan PBB sebagai alat politik mereka.
Hasilnya, bukan hanya Dewan Keamanan PBB tidak membantu terciptanya keamanan dunia, namun di mana saja pengertian-pengertian seperti HAM, demokrasi dan semacamnya yang menjadi alat ketamakan dan hegemoni akan dipakai untuk menutupi tipuan dan kebohongan mereka dalam melakukan aksi-aksi ilegal.
Menyelamatkan Palestina tidak akan didapatkan dengan meminta pertolongan PBB, kekuatan-kekuatan hegemoni dan utamanya Rezim Zionis Israel. Jalan keselamatan hanya dengan resistensi dan muqawama, dengan persatuan bangsa Palestina dan kalimat tauhid yang menjadi khazanah tak terbatas gerakan jihad.
Pilar-pilar muqawama dari satu sisi adalah kelompok-kelompok pejuang Palestina dan rakyat mukmin dan muqawim Palestina baik di dalam maupun di luar Palestina dan di sisi lain, pemerintah dan umat Islam di seluruh dunia, khususnya ulama, cendekiawan, elit politk dan akademisi.
Bila dua pilar kokoh ini berada pada tempatnya, tak pelak hati nurani yang sadar dan pemikiran-pemikiran tidak akan musnah oleh daya tarik propaganda imperatur media istikbar dan Zionis. Di setiap pojok dunia manusia akan berlomba-lomba membantu mereka yang benar dan terzalimi dan lembaga-lembaga istikbar akan dilanda topan pemikiran, perasaan dan aksi.
Contoh hakiki dari kenyataan ini kita saksikan sepanjang hari-hari terakhir muqawama di Gaza. Tangisan seorang Barat yang menjadi ketua organisasi bantuan kemanusiaan internasional yang ditayangkan oleh media audio visual, pernyataan solidaritas para aktivis organisasi-organisasi bantuan kemanusiaan, aksi unjuk rasa besar-besaran rakyat di jantung negara-negara Eropa dan kota-kota di Amerika, langkah berani beberapa kepala negara di Amerika Latin, dan semuanya menunjukkan bahwa dunia non muslim secara keseluruhan belum menyerah di tangan para pembuat kejahatan dan fasad yang disebut Al-Quran dengan nama setan. Hingga saat ini medan untuk pawai kebenaran masih terbuka.
Benar, muqawama dan kesabaran mujahidin dan rakyat Palestina serta dukungan dan bantuan di segala bidang kepada mereka dari seluruh negara-negara Islam akan mampu menghancurkan mantera setan penjajah Palestina. Energi besar umat Islam mampu menyelesaikan berbagai masalah dunia Islam di antaranya masalah serius dan segera Palestina.
Kini ucapan saya kepada kalian, saudara dan saudari muslim di seluruh dunia dan kepada semua hati nurani yang sadar di seluruh negara dan bangsa. Berusahalah dan hancurkan mantera kebal kejahatan Rezim Zionis Israel. Para pemimpin politik dan militer rezim penjajah yang terlibat dalam tragedi Gaza diseret ke meja hijau. Para pejabat politik dan militer rezim penjajah harus diadili!
Bila para penjahat diadili, tidak mudah bagi mereka yang punya keinginan dan kegilaan untuk melakukan kejahatan. Membiarkan para pelaku kejahatan besar dengan sendirinya menjadi faktor dan pemicu kejahatan lain. Bila umat Islam setelah perang 33 hari Lebanon dan tragedi dahsyat itu menindaklanjuti secara serius untuk mengadili para pelakunya. Bila tuntutan legal setelah terbantainya sebuah iring-iringan pengantin di Afganistan, setelah kejahatan Blackwater di Irak, setelah terbongkarnya kejahatan militer Amerika di Abu Ghuraib dan lain-lain, hari ini kita tidak akan menyaksikan Karbala di Gaza.
Kita; negara dan umat Islam dalam berbagai masalah tidak melakukan kewajiban sesuai hukum akal dan keadilan. Hasilnya seperti yang kita saksikan hari ini.
Patut disayangkan betapa sebagian negara dan politikus dunia asing dengan kategori moral dan keputusan hati nurani. Bagi mereka pembantaian lebih dari 1.350 orang dan mencederai sekitar 5.500 orang tak bersenjata dan kebanyakan anak-anak selama 22 hari di Gaza tidak membangkitkan perasaan apa pun. Keamanan Rezim Zionis Israel sang penjagal menjadi sesuatu yang dikultuskan dan harus dilindungi. Sementara mereka yang dizalimi; baik itu pemerintah yang dipilih oleh suara mayoritas rakyat Palestina atau dari rakyat yang memilih pemerintah, akan menjadi tertuduh dan dikecam. Inilah hukum sitem politik yang tidak punya hubungan dengan akhlak, hati nurani dan keutamaan. Negara-negara seperti ini ketika menyaksikan kebencian yang begitu mendalam opini umum terhadap mereka, tanpa mau berkaca melihat sebab aslinya yang tampak jelas malah kembali melanjutkan politiknya. Dengan demikian roda yang ternoda ini terus berputar.
Saudara dan saudari yang mulia di seluruh dunia Islam! Belajarlah dari pengalaman!
Kini umat Islam berkat kesadaran Islam sejatinya memiliki kekuatan yang sangat besar. Kunci solusi berbagai masalah negara-negara Islam ada di tangan tekad dan persatuan kelompok agung ini. Dan masalah Palestina merupakan masalah paling mendesak dunia Islam.
Terkadang kita mendengar orang berkata, “Palestina adalah masalah Arab.” Apa makna dari ungkapan ini? Bila maksudnya adalah Arab punya rasa kekeluargaan yang lebih dekat dan siap memberikan pelayanan dan berjuang lebih aktif, ini adalah satu sikap yang patut dihargai dan kami mengucapkan selamat. Namun bila maksudnya adalah sebagian kepala negara-negara Arab tidak memberikan perhatian atas permintaan tolong rakyat Palestina dan masalah penting seperti tragedi Gaza malah bekerjasama dengan musuh penjajah dan zalim dan kepada pihak lain yang tidak bisa tenang karena panggilan kewajiban malah diteriaki, mengapa kalian membantu Gaza?!
Dalam kondisi yang semacam ini tidak ada satu pun seorang muslim dan Arab pemberani yang hati nuraninya sadar mau menerima ucapan seperti ini. Siapa saja tidak akan memaafkan bahkan mencela orang yang mengucapkan kalimat yang demikian. Ini tepat sekali logika Akhzam yang memukul ayahnya. Bila ada orang yang ikut campur, ia akan berteriak mengapa ia ikut campur. Setelah itu anaknya ikut memukuli kakeknya. Kejadian ini kemudian dijadikan peribahasa dalam bahasa Arab:
ان بني رملوني بالدم شينشينة اعرفها من اخزم
Membantu rakyat Palestina di segala bidang dan mendukung mutlak mereka adalah kewajiban kifa’i bagi seluruh umat Islam. Negara-negara yang mengkritik Republik Islam Iran dan sebagian negara Islam lainnya karena membantu Palestina, seharusnya mereka yang membantu dan mendukung rakyat Palestina, sehingga kewajiban Islam terbebaskan dari pundak yang lain. Bila tidak punya keinginan, kemampuan dan keberanian, lebih baik menggantikan sikap mengkritik dan aksi merusak dengan menghargai langkah bertanggung jawab dan berani pihak lain.
Para hadiri yang terhormat
Kalian yang hadir dalam konferensi ini adalah para pemikir dalam masalah Palestina. Kewajiban historis kita hari ini tidak untuk mengulangi ceramah dan teori masa lalu yang tidak mampu berbuat apa-apa, tapi mengajukan berbagai jalan keluar demi membebaskan Palestina dari kezaliman Rezim Zionis Israel. Usulan kami sebuah solusi logis sesuai dengan demokrasi yang menjadi logika semua pemikiran dunia. Usulan kami adalah seluruh mereka yang berhak atas tanah air Palestina, baik itu muslim, Kristen atau Yahudi, dalam sebuah referendum memilih struktur pemerintahannya dan semua orang Palestina yang bertahun-tahun sabar menahan sulitnya menjadi pengungsi juga harus ikut dalam referendum ini. Dunia harus tahu bila mereka tidak menerima solusi ini berarti mereka tidak konsekuen dengan demokrasi yang selalu digembar-gemborkan dan ini merupakan ujian lain bagi mereka.
Ujian mereka sebelumnya juga di Palestina ketika mereka menolak hasil pemilu Tepi Barat Sungai Jordan dan Gaza yang berujung pada terbentuknya pemerintah Hamas. Mereka adalah orang-orang yang menerima demokrasi bila hasilnya sesuai dengan keinginannya. Mereka aslinya adalah agresor dan petualang. Bila berbicara mengenai perdamaian tidak lebih dari kebohongan dan kelicikan.
Kini rekonstruksi Gaza adalah masalah paling penting Palestina. Pemerintah Hamas yang dipilih mayoritas rakyat Palestina, semangat dan perlawanannya mampu mengalahkan Reziom Zionis Israel dan titik paling cemerlang dari sejarah seratus tahun terakhir Palestina harus menjadi pusat aktivitas yang berkaitan dengan rekonstruksi. Sudah selayaknya saudara-saudara Mesir membuka jalan bagi masuknya bantuan dan mempersilahkan negara-negara dan umat Islam melaksanakan kewajiban pentingnya.
Pada akhirnya, tepat bila saya memuliakan kembali kenangan syuhada perang 22 hari yang darahnya menjadikan Gaza dan Palestina sebagai kemuliaan Islam dan Arab, sekaligus memohon ampunan dosa dan rahmat kepada mereka. Saya juga mengucapkan salam kepada seluruh syahid Palestina, Lebanon, Irak, Afganistan dan seluruh syuhada Islam dan juga kepada ruh suci Imam Khomeini ra.
Saya memohon kepada Allah agar Islam dan umat Islam menjadi mulia, semakin dekatnya umat Islam satu dengan lainnya dan dunia Islam semakin sadar. [islammuhammadi/sl/leader]
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sayyid Ali Khamenei
'HEAVEN Spa'
Badan kita akan merasa 'gerah', apabila kita seharian telah beraktifitas, apalagi aktifitas tersebut berada di luar rumah.
Tentunya, kita akan bersegera membersihkan badan kita dengan aktifitas yang kita namakan 'mandi'. Maka perasaan pun berubah, kita merasakan segar dan merasa nyaman.
Ini adalah salah satu aktifitas rutin seorang manusia yang telah biasa dilakukakannya, tanpa harus ada pemaksaan .
Ada juga orang yang memang 'malas' mandi, dan itu memang diluar kebiasaan. Tetapi pada umumnya setiap diri, ingin dalam keadaan bersih dan suka dengan yang namanya kebersihan. Lingkungan bersih, akan memberikan rasa nyaman dan tentram. Begitu juga badan kita yang bersih, akan memberikan kesenangan pada diri kita dan orang-orang yang ada disekitar kita.
Sesungguhnya tidak banyak berbeda antara badan atau lahiriah kita, dengan batin kita yang bersih, yang akan memberikan kenyamaan dan ketentraman jiwa kita dan sekitar kita. Manfaatnya selalu ada pada diri kita sendiri juga lingkungan kita.
Secara fitrah manusia selalu ingin membersihkan diri baik itu lahir maupun batin. Tetapi, sayangnya, kebanyakan manusia hanya senang dan 'concern' pada sesuatu yang lahiriah saja. Mereka begitu 'concern' pada penampilan fisik saja. Tandanya seperti hampir semua teman apabila bertemu yang dikomentari pertama adalah fisik alias badan kita. Tambah gemuk, jadi kurusan, tambah cantik dsb....Jarang mereka berkomentar, tentang kualitas dari batin atau jiwa kita. Karena batin kita memang tak terindrai oleh panca indra kita. Oleh karenanya, manusia terdorong hanya 'concern' atau memperhatikan bentuk-bentuk lahiriah saja, yang dapat terindrai.
Tetapi sayang seribu sayang, kita semua mengetahui bahwa 'kematian' itu sesuatu yang PASTI, dan akan mendatangi siapapun tak terkecuali. Sungguh sayang seribu sayang juga, bahwa badan kita yang wangi dan kita jaga setiap hari apabila kita mati, akan menjadi bangkai yang nantinya bau dan habis termakan oleh cacing-cacing tanah serta kalajengking yang kita sekarang jijik untuk melihatnya...Justru yang akan 'awet' dan abadi dan menghadap Tuhan kita adalah batin atau jiwa kita alias ruh nya saja. Bentuk ruh itupun akan sesuai dengan bagaimana kita membersihkan ruh atau batin kita pada saat kita hidup di dunia.
Semakin bersih 'dirinya' ( ruh kita) semakin cantik penampilan kita dihadapan Sang Kholik. Dalam hal membersihkan badan (lahir) kita, banyak cara yang harus kita tempuh, ada yang dengan 'lulur spa' ada yang di'body scrub' dan banyak lagi, kita akan mencoba semua demi menjadi 'bersih' dan sehat, bukan. Adapun untuk membersihkan batin (ruh/jiwa) kita, kita pun harus menempuh berbagai cara atau tips untuk dapat selalu dalam keadaan 'bersih'.
Seperti kita semua ketahui, bahwa panca indera kita nanti akan bersaksi dihadapanNYA; mata kita akan ditanya, apakah kita selalu melihat sesuatu yang disukaiNYA atau dilarangNYA, kuping, mendengar sesuatu yang diridhaiNYA atau dibenciNYA, mulut, apakah berbicara yang diperintahkanNYA atau menyakitkanNYA, tangan dan kaki juga sama, apakah digunakan untuk menjalankan perintahNYA atau melakukan yang dikutukNYA. Semua akan bersaksi dan semua anggota badan ini yang kita di suruh bergerak menujuNYA, akan bersaksi, apakah benar berjalan menujuNYA atau menjauh dari jalanNYA, bahkan bumi yang kita injak pun akan bersaksi.
Oleh karenanya, kita diharuskan selalu membersihkan yang ada di batin kita, dan SADAR serta ALERT selalu dengan tujuan kita berada di bumiNYA. Untuk itulah 'pembersihan jiwa' dan taubat adalah resep ampuh untuk menjaga 'keindahan' serta 'kecantikan' batin ( jiwa) kita. Oleh karenanya, Allah memberikan kita AKAL untuk selalu menyadari akan pentingnya 'pembersihan jiwa' ini.
Apa yang ada di diri kita adalah 'ilmu pengetahuan dan amal' yang kita ketahui dan telah kita kerjakan.Itulah yang menjadikan diri kita seperti diri kita sekarang, makanya kita harus selalu mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk dapat membentuk diri kita agar dapat tampil cantik di hadapanNYA.
Amal disini, bukan hanya aktifitas fisik tetapi ilmu pengetahuan yang telah melekat pada diri kita juga, sehingga kita ber'acting' seperti yang kita ketahui sekaligus menjalankannya ( misalnya, sifat rajin= kita belum disebut rajin apabila kita belum bertingkah laku 'rajin', walaupun kita paham apa itu rajin. Jadi sesuatu yang kita sering melakukannya, sehingga kita menjadi seperti apa yang kita telah kerjakan tersebut).
Semua yang kita lihat dan dengar akan terrekam dalam indra kita, sehingga apabila itu sering dilakukan, akan menjadi bagian dari diri kita, baik itu yang baik maupun yang buruk. Oleh karenanya 'dengan aset yang Allah berikan pada kita yaitu AKAL, kita harus menyeleksi, mana yang membawa kita padaNYA mana yang sebaliknya .
Adapun tips untuk membersihkan jiwa kita yang Insya Allah akan mendekatkan kita padaNYA :
1. Mulailah untuk melupakan keburukan & kekurangan serta dosa-dosa yang ada pada orang lain, berkonsentrasilah hanya pada kekurangan , keburukan dan dosa-dosa diri kita. Berhentilah berbicara tentang orang lain. Stop berghibah!!
2. Percaya dan katakan pada diri kita selalu bahwa orang lain lebih baik dari diri kita
3. Cek dan 'update' pengetahuan diri kita, tentang hal-hal yang penting terutama yang di maksud dengan'GHAIB' i.e. tentang ; Allah, Tauhid, Nubuah, Imammah, Kitab suci, Malaikat, Surga, Neraka, Kiamat dsb. Perhatikan dan lihat serta konfirm pada Alim Ulama, apakah pengetahuan kita itu sudah 'benar' tentang hal-hal yang 'ghaib' itu , atau masih sesuai dengan 'khayal' kita.
4. Mulailah untuk menghilangkan 'imaginasi'/khayal' tentang hal-hal 'ghaib' seperti diatas dengan bertanya pada ahlinya- Alim Ulama untuk mendapatkan pengetahuan yang 'benar' (kros cek apakah pengetahuan 'ghaib' yang kita ketahui sudah sesuai dengan makna yang sesungguhnya, i.e; gambaran tentang Kenabian, apakah para nabi itu maksum/suci atau sama seperti diri kita dapat berbuat kesalahan-nauzubilah , atau Allah SWT mempunyai tangan dan kaki?? - belajar kritis dan selalu bertanya pada yang ahli)
5. Pikirkanlah selalu tentang kematian dan kunjungi makam-makam sesering mungkin, sehingga akan menghilangkan angan-angan panjang kita.
6. Ingatlah selalu Imam Zaman atfs sebanyak dan sesering mungkin dimanapun kita berada, ini cara terbaik dalam proses pembersihan diri ( that's why to get to know HIM profoundly is a MUST, not only knows His name )
7. Selalu bersemangat dalam belajar serta bersungguh-sungguh memahami sesuatu itu, jangan hanya belajar di kelas atau di majelis taklim saja, lalu merasa puas dengan pengetahuan kita itu. Kita harus memahami dengan pendalaman pengetahuan dari kacamata Tauhid (kemanunggalanNYA), sehingga kita dapat merasakannya pada diri kita pengetahuanNYA dan dapat menularkan pada sekitar kita.
8. Luangkan waktu 20 menit dari 24 jam yang ada pada setiap harinya, dengan duduk menghadap kiblat ( sebelum subuh ), untuk merenung - berkonsentrasi pada suatu spesifik issue. Pilih topik yang baik untuk berkonsentrasi.
(* the no1-8 tips from tebyan net from lecturer Saeed Bassam- New Zealand with title Ma'rifat al Nafs - Thaharat of khiyal)
Wallahualam bishawab...Kenalilah Imam Zaman atfs!!! be curious of who HE is?? don't be late...keep knowing deeply and searching ...remember... hadist Nabi saww : Barang siapa meninggal tanpa mengenal Imam Zamannya, maka dia akan mati dalam keadaaan 'jahiliah'... be aware of how important the ma'rifah of Imam Zaman atfs for all of us !!!! so your choice is in your hand!!! Adrikna ya MAHDI...Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum
the POWER of LOVE

Ditengah badai fitnah dan tekanan-tekanan kezaliman yang melanda dunia ini, ada suatu harapan yang sangat menyejukan jiwa bagi setiap diri yang mendambakan 'cahaya'NYA. Kekuatan yang sangat tak terkendali dari setiap jiwa yang 'hanya' menginginkan yang 'sejati', yang 'hakiki'. Kegetiran diri dengan melihat buruk rupa wajah dunia yang makin terpuruk dan teraniyaya, tak dapat dibandingkan dengan besarnya harapan dan cinta para pencinta sejati. Sehingga kegetiran itu hanya dianggap sebagai penghubung antara dia dengan Sang Kekasih. Setiap tekanan dan kezaliman yang dirasakannya malah menambah kekuatan dan keyakinannya pada Sang Kekasih.
Ini bukannya hanya dongeng semata, tetapi kenyataan yang terjadi di negara-negara Islam yang penuh tekanan dengan tuduhan agama 'teroris'. Semakin para tyran itu ingin menghina dan menghapuskan Islam dari muka bumi ini, menjauhkan para pengikutnya dari ajaran Islam, semakin Islam berkembang pesat di seantero dunia. Pengikutnya semakin banyak bahkan dari kalangan sekuler Barat sekalipun.
Tentulah, ini karena ajaran Islam adalah ajaran yang sangat sesuai dengan 'fitrah' manusia. Semua manusia dimanapun mereka berada, pasti ingin menuju 'cahaya'. Tidak ada manusia yang 'normal' dan 'merdeka' yang ingin menuju pada kegelapan. Cahaya Ilahi hanyalah satu-satunya jalan menuju kesempurnaanNYA, yang dibawakan oleh para nabi dan wali-wali pilihanNYA. Nabi penutup terakhir MUHAMMAD bin ABDULLAH saww adalah manusia sempurna yang ditunjuk untuk membawa misi mulia, memperbaiki umat sekaligus membawa mereka dari gelap menuju 'cahaya'.
Hanya diri-diri yang merdeka dan berakal lah yang akan menyambut ajakan para Kekasih Allah tersebut. Mereka sungguh meyakini bahwa untuk menuju CAHAYA tidak ada jalan lain dengan mengikuti dan menyambut ajakan para pilihanNYA yang ada dimuka bumi ini, yang sifat-sifat mereka telah termaktub di dalam kitab suci terakhir yang merupakan mukjizat Baginda Rasul Muhammad saww.
Perhatikanlah para peziarah makam Nabi Muhammad saww dan keturunan pilihanNYA, mereka rela sehingga apapun di korban untuk dapat sampai dan berdekatan dengan Sang Kekasih. Diri mereka hampir tidaklah diperhatikan, terkadang mereka berjalan beratus-ratus KM dan tantangan apapun mereka pikul dengan dada terbuka, tak banyak dari mereka yang mengorbankan jiwanya, hanya untuk dapat berdekatan dengan manusia-manusia suci pilihanNYA. Karbala, yang begitu sangat berbahaya buat para penziarah Al Husain bin Ali as dan keluarganya, tetapi jumlah pengunjung kian hari, kian tahun terus bertambah. Arbain tahun ini mengumpulkan 10 juta pengunjung, walau banyak dari mereka yang syahid terbunuh oleh orang-orang jahil yang terbelenggu. Semua itu karena mereka 'sadar' bahwa apapun untuk menujuNYA akan ditempuh. Nabi Muhammad saww dan keluarga sucinya adalah jalan menujuNYA, jalan cahaya . Tekanan, siksaan tak berarti apa-apa dibanding berjumpa dan mempersembahkan diri-dirinya untuk Sang KEKASIH. Mereka bagaikan laron-laron yang membakarkan diri mereka menuju api 'cahaya'. Itulah KEMENANGAN yang sesungguhnya. Musuh yang bodoh akan terus menumpas Islam, tetapi apakah mereka berhasil memadamkan semangat-semangat para pencinta??? Ya Rasulullah....mungkin engkau sedih dan sering menangis melihat kekacauan dunia ini....tetapi tersenyumlah wahai KEKASIH...engkau menyaksikan sendiri betapa para pencinta sejatimu semakin menggelora menunjukan kecintaannya padamu ya Rasulullah , pada Ahlul Baytmu yang engkau wajibkan kami untuk mencintai mereka seperti mencintaimu....Engkau pun berkata, kecintaan padamu dan keluarga sucimu akan mendekatkan kami padamu dan sangat memberatkan timbangan kami nanti....karena amalan kami sangatlah akan mengecewakanmu...hanya gelora cinta kami ya Rasulullah yang akan terus menerus kami nyalakan untuk dapat bertemu denganmu di Al Kautsar sana....Ya Nabi Allah...Ya Muhammad....hati ini sangat merindukanmu....semoga kerinduan kami yang sangat mendalam dapat terobati dengan kehadiran al Mahdi al Muthazhar atfs.....Beri kami kekuatan diri ya Rasulullah untuk dapat mempersiapkan kehadiran Sang Kekasih atfs...Ya Mahdi, sampaikan rindu dan duka citaku yang mendalam untuk yang tercinta Rasulullah saww, Imam Hasan al Mujtaba as, Imam Ali ar Ridha as....Assalamualaika ya habib Allah, Assalamualaika ya Nur Allah, ...Assalamualaika ya Syafaat umati...Assalamualaika ya Muhammada ibn Abudullah, Assalamuaalaika ya Al Hasan ibn Ali al Mujtaba, Assalmualaika ya Ali ibn Musa ar Ridha......Assalamualaika ya al Qaim al Mahdi atfs...
Al ajal al ajal ya Maulaya ya Shahib al Zaman..Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajaum...
Refleksi DIRI

Terlalu sering saya mendengar pernyataan-pernyataan di sekitar kita, yang sesungguhnya hanya ingin membenarkan hasrat keinginannya untuk tetap tidak menjalankan peraturan yang telah ditetapkan. Memang telah menjadi fitrah manusia, untuk menghamba pada hawa nafsunya dan membela diri untuk membenarkan apa yang di yakininya menurut pandangannya. Untuk itulah para Nabi dan Wali Allah SWT datang diutus ke bumi ini. Adapun peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta itu untuk menjaga keharmonisan manusia agar dapat hidup selaras dengan alam sekitarnya.
Manusia sendiri pun membuat peraturan-peraturan untuk dapat hidup aman dan tentram, sehingga tatanan masyarakat terlahir masyarakat yang sehat dan bermoral. Untuk masalah ini, mereka setuju dan sangat patuh pada peraturan yang ada. Dan, apabila banyak yang melanggar, terjadilah kerusakan tatanan tadi, contoh peraturan lalu lintas yang sering kita saksikan setiap hari. Rambu-rambu lalu lintas, apabila tidak ada atau dilanggar, sudah terbayangkan apa yang terjadi. Semua ingin lebih dulu, tidak ada yang mau mengalah dan saling menyalahkan. Kita sangat sadar, apabila tatanan itu dirusak, maka rusak pulalah rasa tentram dan aman yang telah direncanakan oleh pencipta peraturan.
Formula ini pun, kita jalankan untuk menjalankan peraturan-peraturan Tuhan yang tertulis di Kitab suciNYA. Allah Sang Kholik, Sang Pencipta, Pengatur seluruh Alam Semesta ini sangat tahu sedetail-detailnya akan kebutuhan makhluk-makhlukNYA, dan cara mengatur alam semesta ini agar terjadi keharmonisan serta keamanan di bumiNYA.
Bagaimana tidak, daun yang jatuhpun Allah mengetahuiNYA, karena DIA lah yang memegang kunci-kunci dari rahasia-rahasia yang GHAIB ( QS 6 : 59 ). Dengan itu pula ALLAH sang KHOLIK sangat berhak untuk menentukan dan memerintahkan makhluk-makhluk untuk tunduk dan patuh padaNYA. Untuk menjaga peraturan-peraturanNYA itu yang terdapat di dalam kitab suciNYA dan mengawasi peraturan-peraturanNYA tersebut, Allah pasti mengandalkan makhluk-makhluk terpilihNYA untuk dijadikan sebagai WaliNYA di muka bumi ini. Wali-wali pilihanNYA yang ditunjuk sendiri oleh DIRINYA itu pasti sangat kompeten dan kredibel untuk mengetahui segala macam persoalan yang ada, dan yang pasti akan terjadi di bumi ini. Dan mereka itu karena pilihanNYA berarti harus mempunyai sifat-sifatNYA, seperti sempurna & suci dari segala kotoran dosa dan kesalahan ( QS 33:33), karena apabila pilihNYA itu pernah berbuat dosa, bagaimana kita dapat mengikuti mereka.Siapapun tidak ingin mempunyai pemimpin yang sama atau lebih rendah darinya. Jadi jelas, mereka para utusanNYA haruslah berbeda dari kita dan mereka lah manifestasiNYA di bumi ini. Mereka-mereka itu lah para nabi dan waliNYA. Dan selama bumi ini masih ada, Allah SWT tidak mungkin meninggalkan makhlukNYA tanpa pemimpin. Bayangkan lagi, apabila di dalam suatu perusahaan atau negara tanpa pemimpin, maka sudah kita ketahui apa yang akan terjadi. Jangankan manusia, binatangpun, seperti burung apabila bermigrasi, selalu ada pemimpinnya di depan yang memimpin pasukannya; semut, ikan salmon, lebah, kuda, semua selalu terlihat beriringan dengan pemimpin di depannya. Allah SWT lebih peduli dari pada para petinggi negara atau pemimpin perusahaan, bahkan lebih peduli dan sayang dari pada seorang ibu pada anaknya. Allah dengan IlmuNYA yang MAHA MENGETAHUI tentu akan memilih manusia-manusia pilihanNYA yang diperlukan di bumi ini( QS 6: 124).
Di zaman sekarang ini, dimana manusia mengaku dirinya telah 'beradab', tidak ingin diatur, ingin bebas, tetapi sangat menuntut keamanan dan ketertiban umum?? Lihatlah, betapa kontradiksinya manusia 'civilized' ini. Nilai kebebasan dan demokrasi lah yang di usung tinggi tetapi pada saat yang sama, tidak ingin 'ribet' dengan aturan-aturan yang tidak sesuai dengan dirinya, sehingga mereka selalu membuat baru peraturan-peraturan yang hanya sesuai untuk diri mereka sendiri dan kelompoknya?? Inilah penyakit masyarakat di zaman ini!!! Apabila kebebasannya terganggu ( yakni dia tidak dapat mengerjakan sesuai dengan keinginan nafsunya sendiri, tidak peduli akan kepentingan umum ), maka mereka akan marah sehingga menjadi merasa terancam dan akan balas mengancam. Sungguh absurd, dengan perilaku mereka yang demikian, mereka merasa dirinya 'beradab'??? Bukankah, manusia beradab itu yang akan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku dengan kesadaran sendiri dan pengetahuannya, tanpa pemaksaan??
Entah mengapa pula, karena merasa dirinya 'civilized', agama dan yang berhubungan dengan Tuhan itu mereka jadikan sampingan apabila dibutuhkan saja. Sehingga mereka merasa tabu untuk memegang suatu agama ( karena bertentangan dengan 'nilai kebebasan' yang di anut ), dan apabila perlu, mereka mencari sesuatu yang 'ringan' yang tidak terlalu terpaku pada peraturan yang baku, seperti 'Budha', yoga, ayuverdic dsb, yang sedikit berbau mistik dan berkesan spiritual dan ada nilai-nilai ideologinya. Pengikut agama samawi pun terpengaruh oleh mereka, sehingga menjadikan agamanya hanya untuk upacara-upacara sakral saja. Intinya, manusia beragama pun, hanya ingin menjalankan kehidupan ini yang sesuai dengan keinginan hawa nafsunya saja, tidak mau yang banyak peraturan. Apabila maupun, dia akan mengikuti yang sesuai dengan keinginannya dia saja. Apabila, melihat gejala ini, sepertinya mereka sungguh meremehkan Tuhan yang telah mengutus para nabi-nabiNYA yang berjumlah ratusan ribu itu untuk memberitakan pesan-pesan Tuhan yang sesungguhnya untuk kebaikan dari pada manusia itu sendiri. Nilai-nilai agama suci pun memudar sesuai dengan keinginan manusia. Sungguh, mereka tahu persis bahwa TUHAN itu MAHA MENGETAHUI, dan akan ada hari PENGADILAN- hari KIAMAT, dan dia tidak akan hidup selamanya.Lucunya lagi, mereka sering beragumen untuk membenarkan ketidak taatannya pada kitab suciNYA. Contoh klasik, masalah 'jilbab', tidak perlu di zaman sekarang berjilbab, yang penting hatinya, kan kita juga ingat Allah, dengan mengerjakan shalat, puasa , zakat bahkan haji. Allah kan hanya melihat hati kita, lalu mereka menuduh para pemakai jilbab yang belum paham dijadikan sebagai alasan untuk menguatkan argumennya. Allah memang melihat hati kita, tetapi tanda-tanda diri kita ini tunduk dan taat padaNYA HARUS dengan zahir kita. Karena, apabila batin kita tunduk & taat maka secara otomatis lahirpun(zahir) kita pun akan taat & tunduk pada perintahNYA. Ketaatan batin akan diikuti dengan ketaatan lahir( zahir). Gerakan hati akan terefleksi dengan perbuatan yang sesuai dengan hatinya. Kasus lain, masalah shalat, tak perlu yang penting hati selalu ingat padaNYA, dan yang lebih penting saya tidak pernah berbuat buruk dan selalu menolong orang, serta tidak pernah menzalimi orang. Sesungguhnya, dia sedang mezalimi dirinya sendiri dengan melalaikan perintahNYA, dia peduli pada orang lain tetapi lupa pada dirinya sendiri, dan dirinya lah yang perlu pertolongan. Apabila prinsip itu benar, buat apa para nabi yang suci dan shaleh masih harus tiap hari shalat bahkan bangun malam untuk shalat?? Tatanan dunia memang sudah kacau balau....karena mereka tidak percaya, apalagi mengenal baik sesuatu yang GHAIB - Allah SWT Sang Kholik Pencipta Alam Semesta dan tidak mengakui pemimpin-pemimpin pilihanNYA, sehingga karena Allah SWT tidak terlihat , mereka bebas melakukan apapun tanpa ingat bahwa akan ada hari PEMBALASAN- pada hari kiamat nanti, dan lupa bahwa mereka tidak dapat menghindar dari KEMATIAN. Secanggih-canggihnya zaman, pasti akan datang padanya kematian, yang dapat menolong dirinya hanyalah dirinya sendiri, suami, istri tercinta hanya mengantarkan sampai di kubur setelah itu mereka pun tidak lagi peduli pada kita. Bekal harta dan segala perniknya pun, hanya untuk mereka yang ditinggalkan. So, apakah akan ada yang datang menolong diantara mereka orang-orang tercinta kita, yang ada mereka akan menjadi beban kita, karena kita harus mempertanggung jawabkan mengapa kita memiliki barang-barang tersebut. Penyesalan tidak pernah datang terlebih dahulu, memang, oleh karena itu perhitungkanlah semua dari sekarang, selama masih diberi kekuatan untuk dapat hidup di bumiNYA. Menabunglah, seperti kita menabung di dunia ini, untuk bekal nanti....be smart in everything....Wallahualam bishawab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhamammad wa ajil farajahum....Adrikna ya Mahdi..
Be aware of your self

Terkadang, kita kagum pada seorang yang dapat mengerjakan sesuatu yang kita tak pernah membayangkan diri kita dapat mengerjakannya. Tetapi, tahukah anda, bahwa itu hanyalah masalah kebiasaan, sehingga akan menjadikan hal tersebut bagian dari dirinya. Sangatlah berbeda, apabila kita hanya mengetahui sesuatu, tetapi kita tidak pernah melakukannya, dan itu hanya menjadikan hal tersebut pengetahuan umum diri saja. Pernahkah, anda dalam keadaan yang sedang terdesak, sehingga anda harus melakukannya walaupun dengan terpaksa, tetapi akhirnya anda berhasil mengerjakannya. Seperti anda yang tidak pernah bangun malam, tetapi karena hobby anda menonton acara tertentu atau sepak bola dunia misalnya, anda akan dengan memaksakan diri anda untuk bangun, sehingga keinginan anda untuk menonton tercapai. Tetapi, bila itu bukan sesuatu yang anda inginkan, maka anda tidak akan memaksakan diri untuk berbuat sesuatu itu, sehingga anda hanya sekedar mengetahui saja.
Sesungguhnya ini adalah hukum alam, bahwa anda akan mengerjakan sesuatu itu apabila anda menginginkan sesuatu untuk dapat memenuhi kebutuhan anda, ada suatu dorongan yang membuat diri anda bergerak, bangkit untuk memenuhi kebutuhan anda yang anggap sebagai prioritas hidup anda.
Jadi, untuk menjadikan sesuatu itu terbiasa sehingga hal itu menjadi bagian dari diri kita, pertama, kita harus berbuat untuk mengerjakan sesuatu itu dan menjadikan sesuatu itu suatu prioritas dalam hidup kita. Seperti orang yang mengaku beragama, dia tahu sekali bahwa dia, di haruskan untuk mengerjakan sembahyang untuk mengingat pada Sang Kholik, sebagai tanda syukur. Dia pun tahu ada syarat-syaratnya untuk mengerjakan sembahyang tersebut. Disini, dia harus menentukan pilihannya, apakah sembahyang itu dianggap sebagai prioritas atau hanya sesuatu yang untuk diketahui saja. Sikap orang tersebut terhadap sesuatu itu akan selaras dengan kebutuhan dan prioritas hidupnya. Dan sikapnya terhadap sesuatu itulah yang akan menjadikan dirinya seperti itu. Inilah , yang akan membentuk karakter seseorang. Karena dengan terus menerus mengerjakan yang dia kerjakan itu, hal tersebut akan menjadi bagian dari dirinya.
Oleh karena itu, terdapat perbedaan apabila seseorang itu hanya sekedar mengkaji ilmu dan menambah ilmu dengan seseorang yang mengamalkan ilmunya yang dia telah ketahui. Seperti,misalnya, seorang meraih gelar Arsitek tetapi tidak pernah membuat rumah, dengan seorang tukang bangunan yang pekerjaan sehari-harinya membangun rumah.
Kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa untuk menjadikan sesuatu itu melekat dan menjadi bagian dari kita, haruslah dengan ilmu dan pengamalan. Apabila hanya salah satu saja, tidak akan sempurna, sehingga kita tidak menjadikan sesuatu itu bagian dalam diri kita. Karena, tujuan hakikat diri kita ini adalah menuju kesempurnaan, apabila masih setengah jadi, berarti belum jadi....( ingat perumpamaan kupu-kupu dan kepompong ). Itulah proses pembentukan karakter diri...Diri kita adalah akumulasi pengamalan dan pengetahuan selama kita hidup. Ya, kita semua berjalan menuju kesempurnaan....kenalilah diri kita sebaik-baiknya....sehingga kita dapat berjalan selamat menuju kesempurnaan. Untuk itu kita sebaiknya mengetahui krikil-krikil yang dapat menghambat jalan tersebut. Krikil-krikil itu tak lain, salah satunya adalah 'nafsu' diri ... yang sangat menjebak. Oleh karenanya Be aware with them !!! and be what you have to BE....wallahualam bishawab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....Adrikna ya Mahdi!!!
'Cadaux' for the LOVE one

Apabila kita sedang jatuh cinta, terlihat banyak sekali perubahan pada diri kita. Biasanya kita bertingkah laku di luar dari kebiasaan kita. Kata-kata yang terucap dari mulut kita hanyalah sesuatu tentang 'si dia '. Terlihat ada suatu dorongan yang begitu kuat dalam diri kita , ingin berbuat sesuatu yang dapat menyenangkannya. Ingin diri kita terlihat 'indah' di hadapannya. Oleh karena itu, kita selalu ingin mencari tahu, apa yang di inginkan dia dari kita dan apa yang dia tidak suka dari kita. Kita akan mencari banyak informasi tentang si dia, apa yang dia suka dan dia apa yang di bencinya, agar kita di sukai dan dicintainya. Agar kita tidak mengecewakannya, agar kita tidak di benci dan di jauhinya. Agar kita menjadi pilihannya. Dan secara otomatis perlahan-lahan , diri kita akan menjadi seperti dirinya. Karena, dengan kita mencintainya, otomatis kita akan mengorbankan semua kesukaan kita, demi mendapatkan apresiasi darinya sehingga kita dicintainya.Dan apapun harganya, kita akan berikan padanya. Begitu pula dengan apa yang di bencinya, kita akan menjauhkan diri kita dari segala apa yang dibencinya. Apabila ada yang berbicara buruk tentang dia, kita akan marah dan membela dia. Apalagi sampai ada yang menghinanya, kita tentu akan bangkit dan rela berkorban untuk dia...Wow, itulah tanda-tanda kita jatuh cinta padanya....sangat indah dan romantik. Setiap hari, selalu memikirkan apa yang akan di berikan padanya sebagai hadiah yang dapat membuatnya senang dan bangga pada apa yang kita berikan padanya.
Sungguh berbeda dengan keadaan kita yang tidak mencintai dia. Kita tidak perlu berbicara tentang dia, tidak perlu memikirkan dia, serta ingin di apresiasi olehnya, apalagi ingin memberikan sesuatu padanya....
Sekarang, dimanakah posisi kita dengan Tuhan kita, dengan Rasulullah saww, dengan para WaliNYA as Yang telah memberikan dan mengetahui seluruh keingingan dan kebutuhan kita. Apakah, kita telah jatuh cinta padaNYA??? Sehingga, kita telah memberikan yang terindah untukNYA??
Al Husain bin Ali as telah mempersembahkan diri sucinya bahkan keluarga dan hartanya untuk Sang KEKASIH, demi langgengnya 'Din al HAQ'. Persembahan yang terindah dan termulia yang beliau as persembahkan untuk Sang KEKASIH. Dengan 'cadaux' al Husain as, hingga sekarang kita dapat mendapatkan 'cahaya'NYA, dan keluar dari belenggu 'kebodohan'. Dengan 'cadaux' al Husain as, kita diajarkan untuk menjadi manusia yang "MERDEKA"...Ya HUSAIN...jadikanlah kami seperti yang Engkau inginkan...dan didiklah kami hanya untuk Sang KEKASIH...ajarkan kami untuk dapat selalu berjalan di jalanMU, serta bangkit melawan musuh-musuhMU dengan seluruh jiwa raga dan harta kami......'Cadaux'MU yang abadi akan selalu bergelora di hati para pencintaMU.......LABBAIKA YA HUSAIN !!!! Kami sungguh berduka atas 'cadaux' terindah al Husain bin Ali as , dan keluarga serta sahabat-sahabatnya di Karbala, Ya Muhammad, Ya Ali, Ya Fatimah, Ya Hasan, Ya Husain, Ya Ali, Ya Muhammad, Ya Jafar, Ya Musa, Ya Ali, Ya Muhammad, Ya Ali, Ya Hasan, Ya Qaim al Mahdi al Muntazhar Ya Shabib al Zaman atfs....Terimalah duka kami....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farojahum....
* 'my special 'cadaux' for al Husain bin Ali as at the night of Arbain 20 Saffar 1430H'
LOVE, Beauty & Perfections bring to Harmony & UNITY
Semua yang ada di dunia ini akan ada, apabila ada lawannya. Kebaikan tidak mungkin kita ketahui apabila tidak ada yang namanya kejahatan. Lawan dari sesuatu itu lah yang menyebabkan kita bergerak ke arah kesempurnaan. Obat tak mungkin akan ada apabila kita tak pernah sakit. Keharusan untuk berilmu pengetahuan di karenakan oleh adanya kebodohan yang membuat manusia sengsara.
Itulah hukum yang berlaku yang diciptakanNYA untuk berlangsungnya kehidupan menuju kesempurnaanNYA. Banyak sekali contoh-contoh yang ada, yang paling jelas, seperti, manusia yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Dua lawan jenis ini tercipta untuk melestarikan kehidupan dunia ini.
Ketertarikan dari kedua lawan jenis ini harus mengarah kepada 'kesatuan' (unity). Dan semua pasti mengarah kepada elemen yang positif - menuju kesempurnaan.
Untuk dapat adanya saling tarik menarik ini, harus ada unsur kesamaan, yang dapat menyatukan (misalnya , seorang yang senang nonton, akan selalu senang berteman dengan orang yang mempunyai hoby menonton juga, agar dapat 'ngobrol' asyik dan berdiskusi tentang film yang mereka tonton).
Tetapi, semua ketertarikan itu harus pada unsur yang positif, contohnya, orang yang bodoh pun tidak mungkin senang bergaul dengan sesama orang bodoh, dia akan senang bersama dengan orang yang berilmu, karena dirinya pun menginginkan untuk menjadi seorang 'alim' ; seorang pencuri tidak akan senang apabila dia berada di komunitas dengan para pencuri, karena pasti akan was was bahwa miliknya pun akan dicuri, tentu apabila dia harus memilih, dia lebih senang bergabung dengan orang baik-baik. Karena hukum alam selalu menuju kepada kesempurnaan. Seorang yang dzalim tidak akan mau di dzalimi, dia pun ingin hidup dalam lingkungan adil, aman dan tenang.
Apa itu kedzaliman? Mungkin kebanyakan dari kita membayangkan kedzaliman itu , sesuatu yang 'horor', 'sadis' dan sebagainya, Ya, itu pun kedzaliman, tetapi itu hanyalah manifestasi dari kedzaliman itu sendiri.
Sesungguhnya, apabila kita tidak menempatkan sesuatu pada tempatnya (tidak bertindak sesuai dengan yang seharusnya, itulah kedzaliman. Menempatkan sesuatu sesuai dengan porsinya atau kebutuhannya adalah kebalikan dari kedzaliman yaitu keadilan.
Seorang perempuan yang tidak menuntut ilmu yang wajib (ilmu yang berhubungan antara dirinya dan Tuhannya), berarti dia sedang mendzalimi dirinya sendiri, karena hak dia sebagai perempuan Islam untuk mendapatkan ilmu tidak dimanfaatkannya, seorang yang mengkonsumsi makanan lebih dari porsinya, berarti dia tidak sayang pada badannya, sehingga dapat menyebabkan keracunan, karena usus di perutnya tidak sanggup menampung makanan yang di konsumsinya, dan akan mengakibatkan kelebihan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh.
Seorang yang hanya tenggelam dalam dunia khayalnya, dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan meminum yang memabukan, berarti dia sedang mendzalimi dirinya sendiri dan bersikap tidak adil pada dirinya.
Orang-orang yang terdzalimi itu sama sekali tidak merdeka, mereka terjajah dengan kebiasaan hawa nafsunya, dan mereka senantiasa memanjakan hawa nafsunya sehingga merusak dirinya sendiri ....Inilah kejahatan yang terselubung, yang secara tidak sadar kita terlena.
Mereka mengatakannya ini adalah masalah pribadi, menurut mereka orang lain tak boleh ikut campur, tetapi pada saat yang sama, mereka tidak mengenal pengaruh dari sikap tersebut. Dampak dari sikap yang demikian akan menciptakan masyarakat menjadi tak acuh pada masalah sekitarnya sehingga masyarakat itu akan semakin terpuruk . Dan terjadilah dekadensi moral. Mereka menjadi egosentris, sibuk dengan merusak diri-diri mereka, dan lebih hebatnya lagi mereka menamakan itu sebagai 'kebebasan'??
Lucunya mereka yang sudah terbius dengan paradigma tersebut, tidak menamakan itu sebagai 'kedzaliman', tetapi menamakannya sebagai 'kebebasan' berekspresi??
Islam mengajarkan bahwa kebebasan yang sesungguhnya adalah apabila kita dapat melakukan sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan kita . Dan yang sangat mengetahui segala kebutuhan kita tidak lain dan tidak bukan hanyalah Sang MAHA PENCIPTA diri kita yaitu Allah SWT. Jadi kebebasan itu adalah apabila kita mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan keinginanNYA.
Logika yang normal akan mengiyakan hukum ini bukan?
Sudah menjadi ketentuan hukum alam bahwa kita akan tertarik pada keindahan & kesempurnaan. Seperti telah kita ketahui, sesuatu yang sempurna itu haruslah datangnya dari yang MAHA SEMPURNA. Ketertarikan kita pada sesuatu yang sempurna itu akan membawa kita pada kesempurnaan itu sendiri, serta penyatuan dengan Sang Maha Sempurna. Sikap ini, mendorong kita untuk berusaha menjadi seperti yang "MAHA SEMPURNA".
Dan itulah tujuan Sang Maha Sempurna untuk membangkitkan makhlukNYA untuk berperilaku sepertiNYA. Refleksi dari meniruNYA, dengan selalu berusaha untuk meniru perilaku para nabi dan wali-waliNYA yang diutus mendidik manusia menjadi yang diinginkanNYA sesuai dengan perintahNYA.
Persamaan berperilaku dengan apa yang telah dicontohkan para nabi dan para wali Allah itu, adalah ciri dari seorang yang mengaku mencintaiNYA. Apabila kita mengaku mencintai Allah, tentu kita akan mencintai RasulNYA, dan tentu kita akan mencintai WashiNYA, dan pasti kita mencintai para AuliaNYA, kekasihNYA, Mukminin...itulah tingkatan-tingkatannya.
So, anehlah apabila kita mengaku mencintai Allah tetapi tidak mencintai WashiNYA, dan mengaku mencintai RasulNYA tetapi tidak mencintai yang dicintainya, yang kita diperintahkan untuk mencintainya.
Begitu juga apabila kita mencintai WashiNYA (A'imah as) tetapi kita tidak mencintai pengikutnya yang setia (Mukminin). Ini adalah suatu logika yang sangat mudah dipahami.
Dan bentuk dari kecintaan itu adalah dengan adanya keinginan untuk dapat meniru 'life style' mereka. Sangat tak masuk akal, apabila kita mengaku mencintainya tetapi kita berperilaku yang tidak sesuai dengan gaya hidup mereka? Ini namanya gombal only 'lip service'.
Seorang yang mencintai ingin dilihat dan diperhatikan oleh yang kita cintai, dengan cara berperilaku seperti yang mereka cintai, agar mendapatkan perhatian mereka dan apresiasi dari mereka. Apabila kita berperilaku sebaliknya berarti kita sedang menantang dan ingin dibenci oleh mereka??
Mengerjakan apa yang mereka kerjakan dan membenci apa yang mereka benci tentu itulah bentuk kecintaaan yang sesungguhnya.
Cinta pun ada tingkatannya, dari yang hanya mencintai kebenaran secara umum, hingga prinsip dari kebenaran itu sendiri.
Seseorang yang selalu berada pada kebaikan-kebenaran , kita akan menghormatinya dan mencintainya. Terlebih lagi kita akan lebih sangat mencintai & menghormati orang-orang yang selalu mempertahankan prinsip nilai -nilai kebenaran itu dengan harta, jiwa dan raganya.
Oleh karenanya, kita sangat mencintai para Nabi dan A'imah as seperti Imam Husain as di Karbala, yang mempertahankan ajaran Allah setinggi mungkin, dengan membayar diri dan keluarganya demi terjaganya prinsip kebenaran itu.
Itulah Islam, yang mempertahankan prinsip-prinsip dasar fitrah manusia yang sesungguhnya, bukan hanya nilai-nilai yang terlihat dipermukaan.
Semua prinsip dasar itu harus lah terdidik dan datang dari setiap rumah seorang yang mengaku mencintai Allah, para nabi dan WaliNYA.
Prinsip dasar ini akan sangat berpengaruh pada apa yang terjadi di masyarakat. Misalnya ; seorang yang terdidik baik di rumahnya, akan dapat menciptakan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral.
Maka dari itu, kaum perempuan sebagai pendidik fundamental, haruslah mengajarkan pendidikan dasar yang sesuai dengan keinginan Tuhan, untuk menciptakan masyarakat yang berketuhanan, adil, beradab dan berakhlak mulia. Pendidikan sekolah atau di luar rumah adalah komplimentari dari pendidikan dasar yang telah diajarkan di dalam rumah.
Seorang anak akan melihat, meniru hal-hal yang pertama di lihat di rumah. Mereka secara fitrah mencari 'role model' dalam segala perbuatannya, dan yang paling pertama di lihatnya, adalah orang tuanya, terutama ibunya. Apabila tidak mendapatkannya dirumah, tentu mereka akan mencarinya di luar rumah.
Disinilah awal dari ketimpangan, ketidak harmonisan yang akan terjadi di masyarakat. Sehingga ini adalah menjadi kewajiban yang dibebankan kepada orang tua, khususnya, kaum ibu, sebagai anggota dari masyarakat.
Semua itu ada ditangan kita wahai para kaum perempuan yang dimuliakan Allah. Mencintai berarti mendidik diri kearah kesempurnaan yang harmonis nan sejati... .
Untuk ingin dicintaiNYA, kita harus melakukan yang DIA cintai, dengan menyerupai diriNYA melalui sifat-sifatNYA yang kita kenal...Jadilah pencinta sejati, bukan 'penggombal sejati... Wallahuallam bi sawab....Allahhuma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....Adrikna Ya Mahdi
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...
-
Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya ...




