Badan kita akan merasa 'gerah', apabila kita seharian telah beraktifitas, apalagi aktifitas tersebut berada di luar rumah.
Tentunya, kita akan bersegera membersihkan badan kita dengan aktifitas yang kita namakan 'mandi'. Maka perasaan pun berubah, kita merasakan segar dan merasa nyaman.
Ini adalah salah satu aktifitas rutin seorang manusia yang telah biasa dilakukakannya, tanpa harus ada pemaksaan .
Ada juga orang yang memang 'malas' mandi, dan itu memang diluar kebiasaan. Tetapi pada umumnya setiap diri, ingin dalam keadaan bersih dan suka dengan yang namanya kebersihan. Lingkungan bersih, akan memberikan rasa nyaman dan tentram. Begitu juga badan kita yang bersih, akan memberikan kesenangan pada diri kita dan orang-orang yang ada disekitar kita.
Sesungguhnya tidak banyak berbeda antara badan atau lahiriah kita, dengan batin kita yang bersih, yang akan memberikan kenyamaan dan ketentraman jiwa kita dan sekitar kita. Manfaatnya selalu ada pada diri kita sendiri juga lingkungan kita.
Secara fitrah manusia selalu ingin membersihkan diri baik itu lahir maupun batin. Tetapi, sayangnya, kebanyakan manusia hanya senang dan 'concern' pada sesuatu yang lahiriah saja. Mereka begitu 'concern' pada penampilan fisik saja. Tandanya seperti hampir semua teman apabila bertemu yang dikomentari pertama adalah fisik alias badan kita. Tambah gemuk, jadi kurusan, tambah cantik dsb....Jarang mereka berkomentar, tentang kualitas dari batin atau jiwa kita. Karena batin kita memang tak terindrai oleh panca indra kita. Oleh karenanya, manusia terdorong hanya 'concern' atau memperhatikan bentuk-bentuk lahiriah saja, yang dapat terindrai.
Tetapi sayang seribu sayang, kita semua mengetahui bahwa 'kematian' itu sesuatu yang PASTI, dan akan mendatangi siapapun tak terkecuali. Sungguh sayang seribu sayang juga, bahwa badan kita yang wangi dan kita jaga setiap hari apabila kita mati, akan menjadi bangkai yang nantinya bau dan habis termakan oleh cacing-cacing tanah serta kalajengking yang kita sekarang jijik untuk melihatnya...Justru yang akan 'awet' dan abadi dan menghadap Tuhan kita adalah batin atau jiwa kita alias ruh nya saja. Bentuk ruh itupun akan sesuai dengan bagaimana kita membersihkan ruh atau batin kita pada saat kita hidup di dunia.
Semakin bersih 'dirinya' ( ruh kita) semakin cantik penampilan kita dihadapan Sang Kholik. Dalam hal membersihkan badan (lahir) kita, banyak cara yang harus kita tempuh, ada yang dengan 'lulur spa' ada yang di'body scrub' dan banyak lagi, kita akan mencoba semua demi menjadi 'bersih' dan sehat, bukan. Adapun untuk membersihkan batin (ruh/jiwa) kita, kita pun harus menempuh berbagai cara atau tips untuk dapat selalu dalam keadaan 'bersih'.
Seperti kita semua ketahui, bahwa panca indera kita nanti akan bersaksi dihadapanNYA; mata kita akan ditanya, apakah kita selalu melihat sesuatu yang disukaiNYA atau dilarangNYA, kuping, mendengar sesuatu yang diridhaiNYA atau dibenciNYA, mulut, apakah berbicara yang diperintahkanNYA atau menyakitkanNYA, tangan dan kaki juga sama, apakah digunakan untuk menjalankan perintahNYA atau melakukan yang dikutukNYA. Semua akan bersaksi dan semua anggota badan ini yang kita di suruh bergerak menujuNYA, akan bersaksi, apakah benar berjalan menujuNYA atau menjauh dari jalanNYA, bahkan bumi yang kita injak pun akan bersaksi.
Oleh karenanya, kita diharuskan selalu membersihkan yang ada di batin kita, dan SADAR serta ALERT selalu dengan tujuan kita berada di bumiNYA. Untuk itulah 'pembersihan jiwa' dan taubat adalah resep ampuh untuk menjaga 'keindahan' serta 'kecantikan' batin ( jiwa) kita. Oleh karenanya, Allah memberikan kita AKAL untuk selalu menyadari akan pentingnya 'pembersihan jiwa' ini.
Apa yang ada di diri kita adalah 'ilmu pengetahuan dan amal' yang kita ketahui dan telah kita kerjakan.Itulah yang menjadikan diri kita seperti diri kita sekarang, makanya kita harus selalu mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk dapat membentuk diri kita agar dapat tampil cantik di hadapanNYA.
Amal disini, bukan hanya aktifitas fisik tetapi ilmu pengetahuan yang telah melekat pada diri kita juga, sehingga kita ber'acting' seperti yang kita ketahui sekaligus menjalankannya ( misalnya, sifat rajin= kita belum disebut rajin apabila kita belum bertingkah laku 'rajin', walaupun kita paham apa itu rajin. Jadi sesuatu yang kita sering melakukannya, sehingga kita menjadi seperti apa yang kita telah kerjakan tersebut).
Semua yang kita lihat dan dengar akan terrekam dalam indra kita, sehingga apabila itu sering dilakukan, akan menjadi bagian dari diri kita, baik itu yang baik maupun yang buruk. Oleh karenanya 'dengan aset yang Allah berikan pada kita yaitu AKAL, kita harus menyeleksi, mana yang membawa kita padaNYA mana yang sebaliknya .
Adapun tips untuk membersihkan jiwa kita yang Insya Allah akan mendekatkan kita padaNYA :
1. Mulailah untuk melupakan keburukan & kekurangan serta dosa-dosa yang ada pada orang lain, berkonsentrasilah hanya pada kekurangan , keburukan dan dosa-dosa diri kita. Berhentilah berbicara tentang orang lain. Stop berghibah!!
2. Percaya dan katakan pada diri kita selalu bahwa orang lain lebih baik dari diri kita
3. Cek dan 'update' pengetahuan diri kita, tentang hal-hal yang penting terutama yang di maksud dengan'GHAIB' i.e. tentang ; Allah, Tauhid, Nubuah, Imammah, Kitab suci, Malaikat, Surga, Neraka, Kiamat dsb. Perhatikan dan lihat serta konfirm pada Alim Ulama, apakah pengetahuan kita itu sudah 'benar' tentang hal-hal yang 'ghaib' itu , atau masih sesuai dengan 'khayal' kita.
4. Mulailah untuk menghilangkan 'imaginasi'/khayal' tentang hal-hal 'ghaib' seperti diatas dengan bertanya pada ahlinya- Alim Ulama untuk mendapatkan pengetahuan yang 'benar' (kros cek apakah pengetahuan 'ghaib' yang kita ketahui sudah sesuai dengan makna yang sesungguhnya, i.e; gambaran tentang Kenabian, apakah para nabi itu maksum/suci atau sama seperti diri kita dapat berbuat kesalahan-nauzubilah , atau Allah SWT mempunyai tangan dan kaki?? - belajar kritis dan selalu bertanya pada yang ahli)
5. Pikirkanlah selalu tentang kematian dan kunjungi makam-makam sesering mungkin, sehingga akan menghilangkan angan-angan panjang kita.
6. Ingatlah selalu Imam Zaman atfs sebanyak dan sesering mungkin dimanapun kita berada, ini cara terbaik dalam proses pembersihan diri ( that's why to get to know HIM profoundly is a MUST, not only knows His name )
7. Selalu bersemangat dalam belajar serta bersungguh-sungguh memahami sesuatu itu, jangan hanya belajar di kelas atau di majelis taklim saja, lalu merasa puas dengan pengetahuan kita itu. Kita harus memahami dengan pendalaman pengetahuan dari kacamata Tauhid (kemanunggalanNYA), sehingga kita dapat merasakannya pada diri kita pengetahuanNYA dan dapat menularkan pada sekitar kita.
8. Luangkan waktu 20 menit dari 24 jam yang ada pada setiap harinya, dengan duduk menghadap kiblat ( sebelum subuh ), untuk merenung - berkonsentrasi pada suatu spesifik issue. Pilih topik yang baik untuk berkonsentrasi.
(* the no1-8 tips from tebyan net from lecturer Saeed Bassam- New Zealand with title Ma'rifat al Nafs - Thaharat of khiyal)
Wallahualam bishawab...Kenalilah Imam Zaman atfs!!! be curious of who HE is?? don't be late...keep knowing deeply and searching ...remember... hadist Nabi saww : Barang siapa meninggal tanpa mengenal Imam Zamannya, maka dia akan mati dalam keadaaan 'jahiliah'... be aware of how important the ma'rifah of Imam Zaman atfs for all of us !!!! so your choice is in your hand!!! Adrikna ya MAHDI...Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

No comments:
Post a Comment