Mengenai milad ( kelahiran ) manusia agung ini dan keyakinan tentang hakikat ini, jika manusia mengkaji dari dua aspek maka ia akan dapat menyaksikan sejumlah pengaruh besarnya sebagai berikut : Pertama, pengaruhnya dari segi kejiwaan dan spiritual dalam proses pendekatan diri kepada Allah ( taqarub) dan perjalannnya menuju kesempurnaan ( takaamul ) . Orang yang meyakini masalah ini akan lebih berpeluang menikmati wahana untuk terbang menuju ketinggian spiritual dan menjalani proses pendekatan kepada Allah SWT. Karena itu, para ruhaniwan sejati selalu menajamkan perhatiannya kepada Imam MAHDI atfs dalam bertawasul. Mereka senantiasa bertawasul kepada Beliau atfs.
Pemusatan konsentrasi spiritual kepada manusia suci yang menjadi cermin kebesaran rahmat, kekuatan, dan keadilan ALLAH SWT itu dapat menerbangkan manusia menuju ketinggian spiritual. Ini adalah satu medan luas. Siapapun yang menjalin hubungan batin, kalbu , dan jiwa dengan beliau pasti akan menikmati hasilnya. Hanya saja, perhatian kepada sumber cahaya harus dilakukan dalam bentuknya yang hakiki. Sekedar komat-kamit lidah saja tidak akan banyak membuahkan hasil. Manusia baru akan dapat menikmati hasilnya yang memuaskan jika TAWASUL nya benar-benar beranjak dari kedalaman batinnya serta di dukung oleh MAKRIFAT yang cukup akan dirinya. Ini merupakan wilayah privat seseorang dalam menjalankan proses perfeksi keruhanian.
Kedua, pengaruhnya pada konteks kehidupan sosial serta nasib umat manusia dan bangsa-bangsa. Keyakinan kepada PAHAM MAHDAWIYAH adalah suatu khazanah besar yang dapat dinikmati kekayaannya oleh setiap bangsa. Ini ibarat keadaan dalam sebuah bahtera yang dihembus badai di tengah samudera luas. Bayangkan, apa yang terjadi jika orang-orang yang ada yang dalam bahtera itu sedang kekurangan bahan makanan dan bekal untuk melanjutkan perjalanan , kemudian meyakini tidak mungkin akan menemukan pantai hingga radius ribuan kilometer? Dalam keadaan seperti ini apa mungkin mereka akan berusaha melanjutkan pelayaran? Jelas tidak mungkin, sebab yang terbayang dalam benak mereka hanyalah ajal yang segera datang menjemput sehingga mereka merasa percuma bergerak. Mereka terpasung dalam frustasi. Mereka hanya akan melanjutkan kesibukannya masing-masing. Orang yang sudah siap mati akan lebih memilih berbaring saja sampai tidak bangun lagi. Orang yang terbiasa berbuat aniaya akan menggunakan sisa waktunya untuk berbuat aniaya.
Kondisi mereka ini sangat berbeda dengan kondisi orang-orang yang YAKIN dan TAHU bahwa di sekitar mereka terdapat daratan. Mereka akan berusaha mendekati daratan itu walaupun mereka tidak tahu persis seberapa jauh jarak mereka dengan daratan itu dan sejauh mana mereka harus berbuat sesuatu untuk bisa mencapai daratan.
Inilah pentingnya peran sebuah optimisme. Seberapapun harapan tersemat dalam jiwa manusia, ancaman kematian dan celaka baginya hanyalah satu opsi yang harus di abaikan. OPTIMISME adalah energi bagi manusia untuk berusaha, bergerak, berjuang, dan bertahan hidup.
Manusia sepanjang sejarah dan kehidupan sosialnya juga seperti orang-orang yang berada di atas bahtera tersebut; teraniaya oleh kekejaman, penindasan, dan gangguan para penguasa tiran, diktator dan despotik. Optimismelah yang menggerakan mereka untuk maju berjuang. Dalam hal ini, penantian diperintahkan adalah karena adanya kepastian bahwa penderitaan tidak akan langgeng, melainkan ada batas akhirnya. Banyak orang yang masih bisa eksis dan bersemangat, dan ini adalah berkat keyakinan kepada IMAM MAHDI atfs, JURU SELAMAT yang di JANJIkan . Keyakinan tentang MAHDAWIYAH yang dimiliki kaum syiah sejak dulu sampai sekarang telah membuat mereka berhasil melintasi berbagai cobaan yang luar biasa beratnya. Dan sekarang, alhamdulillah bendera kehormatan ISLAM dan ALQURAN berkibar di tangan anda, umat Islam Syiah Iran. Keyakinan inilah yang melestarikan harapan dan perjuangan.
Oleh sebab itu, salah satu target kaum imperialis dunia dan para antek mereka adalah membasmi keyakinan yang dapat melestarikan harapan dan perjuangan di hati rakyat. Sudah berulangkali mereka berusaha memadamkan pelita ini tapi selalu gagal. Kita tahu apa yang dilakukan para imperialis dan kaum arogan dunia untuk memadamkan cahaya ini di Iran dan di berbagai belahan dunia Islam lainnya.
*Petikan pidato Ayatullah Al Uzma Sayyed Ali Khamanei di depan masyarakat Iran pd acara perayaan Milad Imam MAHDI atfs tgl 7 Jan 1996
