Adakah kado untuk Sang Mesiah - Penutup para Nabi saww



Rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan padaMU ya Rabb, yang telah mengirimkan Utusan Teragung dan Termulia, kekasihMu, al Mustafa saww - Muhammad ibn Abdillah, yang dengannya (saww) , kami dapat merasakan cahayaMU, berhias kasih sayangMU. 

Selamat pada kalian semua para waliMU terutama Wali Amr Muslimin - al Hujjat atfs - al Qaim al MAHDI ibn Hasan al Askari as, pada mu ya Washi Muhammad saww, al Imam Ali as, dan istri termuliamu ya Ali, sayidatul Nisa il alamin - penghulu wanita surga Fatimah Az Zahra, juga pada ibunda Az Zahra - istri teragung dan tersuci Rasulullah saww, wanita terbaik sejagat ini, sayidah Khadijah al Kubra binti Khuwalid, serta para cucumu yang disucikan Sang Pembawa Keadilan & Penjaga Agama Allah SWT.... Rasa bahagia, haru dan bangga sekaligus malu pada mu ya Rasulullah saww atas peringatan akan lahirmu - wujud suci al Mustafa Sang Penyelamat Umat Tuhan, Engkau yang telah dengan ridha dan tanpa pamrih menjaga ajaran Tuhanmu, hingga nyawa sucimu serta keluargamu harus menjadi bayarannya. 

Maafkanlah kami yang belum bisa selalu menyenangkan hatimu apalagi membuatmu bangga akan perilaku kami yang terus menerus membuat hatimu luka...cahayaNYA yang telah Engkau kobarkan pada bumi inilah yang menolong kami dapat sedikit demi sedikit membawa kami berjalan terus di jalanNYA walau kami sering terjatuh, tetapi kami terus berusaha bangun untuk dapat menapaki jalanmu ya kekasih Allah, hamba teragung, penutup para Nabi saww... Seluruh jagat raya ini bershalawat padamu ya Rasulullah...Engkaulah kabar gembira pada setiap diri yang 'sadar' dan 'hidup' ya Rahmatan lil alamin.... Mengingatmu berarti berdekatan dengan Rabbal alamin...mencintai Ahlul Baytmu berarti menyenangkan hatimu dan Rabbmu... dan memusuhi musuh-musuh Allah SWT adalah bagian dari iman dan cara untuk menghormatimu .

Perilaku seorang pecinta yang akan berbuat apa yang sang Kekasih inginkan dan membenci apapun yang Sang Kekasih larang untuk melakukannya...bersama kaum tertindas - mustadafin berarti bersama denganmu ya Rasulullah, itulah yang Engkau selalu ingatkan umatmu - " jadilah orang yang bermanfaat untuk sesamamu " , yakni setelah mengetahui segala macam teori tentang teologi, semua harus berujung pada perbuatan yang membawa kita saling mengasihi sesama, saling menghargai , saling menasihati & saling menjaga kehormatan sesama...karena itulah tantangan segala masalah yang ada... sekarang kita masih sibuk dengan menyakiti sesama, mencoreng nama baik, menghina satu sama lain , semuanya berujung kerusakan demi 'ego' kita, yang dalam ilmu teologi berarti kita telah men'dua'kan Tuhan alias syirik... 

Pertanyaan untuk kita semua...apakah kita sudah menyenangkan hati Sang Kekasih Allah, penutup para Nabi saww? di hari kelahiran Yang Teragung & Termulia, Insan Kamil utusan Allah - Muhammad ibn Abdullah saww , adakah kado yang kita telah persembahkan untuk beliau saww?? 

Maafkan kami ya Rasulullah... kami berjanji akan selalu berusaha walau sedikit untuk dapat membuatmu senang...sinarilah diri-diri kami dengan CahayaNYA , dan maafkanlah kami yang bisanya hanya meminta...menuntut hak kami dan melalaikan kewajiban kami...selalu memohon syafaatmu - ya pemberi syafaat umat....dari lubuk hati yang paling dalam...terimalah shalawat yang tak berujung & terindah untukmu ya Kekasih Allah....shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum...adrikna ya MAHDI

Mengenal 'DIRI'


"Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya" 
( Imam Ali as )

Imam Ali as ketika mengatakan pernyataan diatas, beliau as ingin kita untuk mempelajari apa yang ada di dalam diri kita, agar kita mengetahui lalu mengenal diri kita dengan sesungguh-sungguhnya agar kita dapat mengenal SIAPA Sang Pencipta diri kita ini, sehingga ketika kita mengenal diri kita , kita akan mengenal Sang Pencipta Alam Semesta ini. Karena, di dalam diri kita sendiri adalah bagian dari alam semesta yang sangat luas ini. Menurut Imam Ali as ada 4 macam 'NAFS'- JIWA yang ada di dalam diri kita :

1. Vegetatif Nafs - Jiwa Nabati
Jiwa ini berasal dari 4 unsur : tanah, air, udara dan api ; Bahan-bahannya terdiri dari bahan dasar makanan yang kita konsumsi ; Tindakannya : tumbuh & berkembang

2. Animal Nafs /Jiwa Hewani - sense of animalistic - sensuality
Jiwa ini berasal dari : galaxy dan bintang ; Bahan-bahannya terdiri dari makanan yang kita konsumsi ; Tindakannya : gerakan- motion, syahwat, dominasi , kegelapan & ke tidak adilan

3. Human Nafs/Jiwa Insani - Insan/manusia
Jiwa ini berasal dari : Ma'arif - the real knowledge (Aql) - from the neighbourhood of Allah ; Bahan-bahannya terdiri dari : intelectual acknowledgment - learning with deep understanding ; Tindakannya : Ma'arif Rabani - knowledge of Allah(Ma'rifatullah)

4. Divine Nafs/Jiwa Ilahiyah ( Divine Universal ) - Insan Kamil - the One who knows anything ; Para Maksumin a.s.


Yang biasa kita sebut fitrah adalah potensi probabilitas yang ada pada diri kita. Jiwa tumbuh-tumbuhan(vegetatif) dan hewani - keduanya TIDAK memerlukan 'usaha' atau 'ikhtiar' dari diri kita, itu akan menjalankan fungsinya sendiri ( takwini ). tetapi untuk jiwa Insani agar kita dapat menjadi INSAN , kita harus ikhtiar untuk menjadikannya seperti apa yang Sang Pencipta inginkan, jadi tergantung kekuatan atau kemauan kita untuk dapat mengendalikan nafs-nafs dibawahnya untuk dapat mencapai 'MA'ARIF RABANI/MA'ARIFATULLAH '. Kita baru akan menjadi manusia - Insan , apabila segala tindakan kita hanya untuk mendekatkan diri padaNYA, untuk mengenalNYA (Tasyri'i). Sebagaiman semua proses yang ada di bumiNYA harus tunduk pada hukumNYA- hukum sebab akibat ( sunnat al Allah )

Oleh karenanya, manusia baru dapat berada dalam posisi INSAN, ketika dirinya dapat mengendalikan nafs-nafs rendahnya- hewaniyah terutama untuk selalu dalam keadaan 'seimbang' atau 'tidak melebihi porsinya' alias ADIL. Dalam proses penyempurna diri sebagai Insan - manusia harus tunduk pada hukum sebab akibat - hukum tasyri'i ( inilah yang dinamakan AGAMA). Agama inilah yang mengatur manusia agar dapat selalu 'on track' dalam kaidah hukum-hukumNYA sehingga dapat selamat menujuNYA dan sesuai dengan yang telah di designNYA - menjadi INSAN ( berhasil mengaktualisasikan potensi2 kemanusiaannya yang ada )

Begitu juga para Insan Kamil ( para utusanNYA - KhalifahNYA ) yang terus menaiki tingkatan puncak sehingga diri mereka mencapai 'Nafs Ilahiyah', dimana potensi-potensi dirinya total teraktualisasikan pada tingkatan jiwa Insaniyah - sehingga wujud mereka telah 'menjadi' seperti sifat-sifat Tuhannya - berakhlak Tuhan ( karena sifat2NYA telah termanifestasi dalam diri-diri mereka ).  

Ini dikarenakan 'pengetahuan yang utuh tentang Tuhannya' sehingga apa yang ada pada diri mereka itu sudah berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah Tuhan.

Apabila kita masih belum mengenal diri kita - sebagai INSAN, maka kita dengan sendirinya masih berkutat di alam vegetatif dan hewani...karena jiwa2 tersebut hanya mengalir begitu saja dengan sendirinya , tanpa adanya 'pengendalian'. 

Manusia - INSANIYAH akan mengaktualisasikan segala potensi dirinya sesuai dengan yang seharusnya - sebagai INSAN ( MA'RIFAT RABANI ) , dia tidak akan 'stuck' di nafs hewaninya saja ( tindakan hewan; makan, minum, tidur, syahwat, berkembang biak, bekerja untuk memenuhi syahwatnya )

Ini mungkin yang dimaksud Imam Ali as agar kita mengenal Tuhannya, karena hanya INSAN yang dapat mengenal Sang Penciptanya. Sedangkan tumbuh-tumbuhan dan hewan hanya menjalani sesuatu yang mereka inginkan - 'goes with the flow' aja ini adalah statement alam hewani??? so we need to be careful!! if we wanna a be a real HUMAN.

Tentunya untuk menjadi INSAN, kita harus dengan sadar dan taat akan hukum-hukum Tuhan- mengikuti prosedurNYA- undang-undangNYA- peraturanNYA - tunduk dan paham akan sistem penciptaan ( sunatullah - hukum sebab akibat ), tidak hanya dengan keinginan kita saja, yang belum tentu dan kebanyakan bertentangan dengan keinginan Tuhan- Sang Maha Pencipta Alam Semesta ini.....wallahualam bishwawab...

Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.

Seluruh Alam Semesta Berduka...


Kusampaikan rasa duka yang sangat dalam atas syahidnya PENGHULU ALAM SEMESTA, KEKASIH MULIA- Sang Utusan terakhirNYA - junjungan kita yang Agung & Mulia - Nabi MUHAMMAD saww dan juga sang cucundanya tercinta pengulu pemuda surga al HASAN ibn ALI al Mutjtaba as...Addhomallahu ujuurona wa ujuurokum..pada Yang Mulia IMAM ZAMAN atfs.

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun
Manusia tersuci dan termulia di alam jagat ini harus meninggalkan dunia yang fana ini menuju SANG KEKASIH NAN SEJATINYA - ALLAH SWT setelah menjalankan tugas mulianya di alam fana ini selama 23tahun. Beliau saww telah meninggalkan DUA PESAN PUSAKA yang sangat berharga : Kitab Allah ( Al QURAN ) & itrahnya - AhlulBayt as, yang keduanya apabila di ikuti akan membawa keselamatan dan sebaliknya apabila meninggalkan salah satu dari keduanya, maka akan tersesat. Kenyataannya, setelah wafatnya beliau saww, para keturunan Rasulullah saww yang mulia ini malah dengan sengaja di perangi dan di bunuh. Imam Hasan al Mujtaba as sang cucu tercintanya syahid pada tanggal yang sama dengan kakek terkasihnya - 28 Safar .
Assalamu alaika ya Rasulullah...Assalamu alaika ya Imam Hasan....inna tawajahna wa tawasalna bikum illallah wa qadamnaka wa baina yaidai..

Sungguh kami semua berduka atas musibah besar yang kami alami selama ribuan abad ini, sehingga kami menjadi yatim-yatim yang sangat kehilangan figur-figur mulia panutan setiap diri.... mereka telah memisahkan kami dengan CAHAYA-CAHAYA NYA yang sangat kami membutuhkan akan keHANGATanNYA dalam setiap langkah hidup kami...ALLAH AZZA WAJALA Yang Maha Pengasih & Penyayang berjanji akan selalu menerangiNYA pada setiap diri yang mencintai dan metaati setiap Nur al WAHIDinNYA.... Ya Allah, kami memohon bukakan hijab-hijab diri ini yang selalu menghalangi CAHAYAMU menyinari diri ini, sungguh kami ya RABB sangatlah kehilangan KEKASIHMU MUHAMMAD ibn ABDULLAH & para keturunannya yang KAU sucikan... karena berkat mereka lah kami dapat merasakan apa yang kami rasakan ini...sungguh suatu yang tak ternilai dan tak sebanding dengan apapun yang telah kami dapatkan sehingga tak dapat diungkapan dengan kata-kata...jangan pisahkan kami dengan mereka para kekasihMU itu barang seditikpun ya RABB, kami sungguh sangat membutuhkan mereka.. Sampaikan rasa duka kami yang terdalam untuk mereka, Sayidah Khadijah al Qubra as, Imam Ali as, Sayidah Fatimah AZ ZAHRA as dan keturunan beliau as yang suci, terutama al Muthador al Qaim atfs....atas syahidnya al MUSTAFA saww & sang cucunda al HASAN al Mujtaba as.... shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum ... ADRIKNA YA MAHDI

The 3 things that make your enemies fear....





Ada 3 hal penting yang membuat musuh-musuh Allah SWT sangat takut pada ajaran inti yang dianut oleh mazhab Ja'fari, yaitu tentang ke IMAMAH an yang tidak di yakini oleh mazhab2 Islam yang lain. 

Oleh karenanya penganut mazhab Ja'fari inilah yang paling di takuti oleh regim zionis. Dalam mazhab Ja'fari yang biasa disebut SYIAH, kepemimpinan alias IMAMAH adalah merupakan salah satu rukun atau pilar dari KEIMANAN yang wajib di taati . Adapaun kaum syiah meyakini rukun Iman itu : TAUHID , KEADILAN , NUBUWAT ( KENABIAN ), IMAMAH ( KEPEMIMPINAN ) dan MA'AD    ( HARI KEBANGKITAN ). 

Karena kepemimpinan pasca wafatnya Nabi Terakhir MUHAMMAD saww adalah sesuatu yang harus ada, dan itu telah ditunjuk sebelumnya sebelum beliau saww wafat. Sebagaimana telah sering dijelaskan dan termaktub dalam firmanNYA bahwa bumi ini tak akan pernah  kosong dari hujjahNYA .

Regim Zionis tahu betul betapa mereka dalam keadaan 'bahaya', apabila ada suatu kaum yang menguak keborokan mereka dengan mengusung tinggi nilai-nilai KEBENARAN yang sangat mereka takuti.

Sungguh mereka sangat alergi dengan sesuatu yang HAQ- BENAR itu, karena akan menghalangi segala keinginan hawa nafsu mereka yang rendah yang ingin menguasai dunia ini dengan prinsip 'dajal' mereka -  menghancurkan tatanan sistem penciptaan Tuhan.

Mereka ingin mengganti prinsip KEADILAN dengan prinsip ' yang hanya menguntungkan pihak mereka dan siapapun yang menghalangi niatan mereka akan mereka basmi apapun caranya....' nauzubillah...sejarah telah mencatat, yang demikian itu telah dilakukan oleh para penguasa dzalim sejak pasca wafatnya Rasulullah saww. Dari Abu Sufyan , Muawiyah , Yazid - Bani Umayah , Bani Abbas , hingga sekarang regim zionist. Mereka tahu sebenarnya mana yang benar, tetapi masalah mereka mereka tidak mau patuh akan kebenaran itu, di karenakan sifat tamak , rakus, dan hasud yang pada dasarnya rasa cinta dunia dan ingin menguasai dunia sesuai keinginan mereka.

Sejarah pun berulang.....Imam Husain as mengorbankan jiwanya yang suci serta keluarganya untuk menebus keboborokan moral yang mematikan jiwa-jiwa yang tertidur. Pengorbanan Imam Husain as adalah pendobrak jiwa-jiwa yang tertidur, dan membangkitkan semangat perjuangan demi menegakkan kebenaran - al HAQ yang merupakan prinsip utama dari ajaran Allah SWT.

Kepercayaan -kepercayaan ini yang sangat musuh takutkan , sehingga dalam bentuk apapun mereka akan menghancurkan kepercayaan-kepercayaan yang dianut mazhab Syiah ini , seperti :

1. Imam Husain as : kepercayaan kepada Imam Husain as akan menghidupkan jiwa-jiwa yang telah lelap tertidur dan berdampak adanya kebangkitan akan membela agama Tuhan yang ESA (Ketauhidan) - menentang segala bentuk penjajahan dan menjujung tinggi nilai-nilai KEADILAN.

2. Imam MAHDI atfs : kepercayaan kepada Imam ke 12 ini, atau Imam Zaman atfs membuat orang yang mempercayainya, tidak akan takut akan apapun yang menjadi rekayasa atau propaganda musuh, ie; fitnah - ancaman-ancaman terror, penyakit2 virus buatan - flu babi etc. 

Itu semua hanya bagian dari kerikil-kerikil dunia yang hanya harus disingkarkan dan pada waktu yang bersamaan terus berkeyakinan untuk dapat berjalan menuju dan menyambut kedatangan Sang Ratu Adil , sehingga kesehariannya hany disibukan untuk mempersiapkan kemendatangannya.

3. Sistem Marjaiyah : yang berjalan sekarang pasca Revolusi - sistim Wilayat al Faqih, dimana bagi yang mengimaninya akan taklid pada segala perintah Sang Marja yang  mana beliau adalah kepanjangan tangan dari Sang Imam Zaman atfs - Sang Ratu Adil itu sendiri, sehingga yang mengimaninya akan menyerahkan seluruh jiwa raganya untuk membela dan mempertahankan kepentingan Sang Pemimpinnya itu yang tentunya selaras dengan kehendakNYA demi tegaknya ajaranNYA.

Wow.... inilah yang ditakuti musuh, hingga lihatlah betapa regim zionis ini terus menerus berusaha sekuat tenaga hingga titik darah yang penghabisannya ingin menyamarkan dan menghancurkan kepecayaan-kepercayaan tersebut pada setiap pengikut mazhab syiah. 

Ada budget khusus untuk menghancurkan ini semua... Ironisnya,  semakin tinggi uang yang mereka habiskan untuk ini semua, semakin banyak orang yang mengimani akan sistim Imamah tersebut. 

Sungguh Allah SWT telah berjanji akan memenangkan siapapun yang membela serta berjuang di jalanNYA... 

Ya Allah, berikanlah ketakutan yang sangat dalam diri-diri musuhMU...dan percepatlah kemendatangan HujjahMU yang terakhir, Al MAHDI al Muthador atfs....kami sungguh sangat mengharapkannya ya Rabb...shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum.....adrikna ya MAHDI

Independent Thinking


This is the age of knowledge and information

Every day, hour, minute and every second our minds are being flooded with loads of letters, pictures and sounds.
From Metro to Sun, from FM radios to STV and iPlayer and from iPods to iPhones, we are getting tremendous amount of data,
but believe me most of it is just a spam or junk.
It has nothing to do with the entertainment, infotainment or any kind of soothing effects on us.
The only purpose is to keep us happy in our illusions- our so called comfort zones.
Their only purpose is the “total mind control”.

Here I narrate a story for you.
It’s the story of a scientific experiment on monkeys.
Monkeys love bananas as we love stories:)
Don’t be bothered it would not be as dry as it sounds and I am not gonna perform it here as well.
I am keeping it brief……
Scientists kept four monkeys in a lone room and put some bananas on a ladder. But when monkeys tried to climb ladder to get bananas – they showered them with cold water.
No monkey was allowed to climb the ladder.
After few futile efforts they gave up and even if a monkey tried to get the bananas – the rest of the monkeys would beat him. So the things got settled down.
After a while no one was daring to eat bananas.
Now, scientists replaced one monkey.
As soon he saw bananas he tried to get them but was broken down badly by the fellow three monkeys. He tried couple of time but was severally beaten by the rest.
They replaced another monkey- tried to climb the ladder to get bananas.
But was beaten by the rest of monkeys.
Interestingly the monkey who never knew that climbing the ladder would result in showering of cold water was also beating the new monkey.
They kept on replacing them and the result was the same. All the four monkeys were replaced but they were not going after the bananas anymore rather would beat anyone if one tried to.
Without knowing why they were doing this!
Their ancestors knew why; but the rest were performing just a ritual- without questioning it…
This is happening with most of us, in fact all.
Irrespective of creed and culture, countries and continents, whether we are religious or not, political or a-political, knowledgeable or ignorant; our approach has transformed into a ritualistic one.
Our eyes are open but we cannot see, our ears are sound but we cannot hear.
We move but cannot travel; cannot travel to the destiny where were initially bound to.
We have brutally wronged ourselves
.
The only way of regaining our lost pride is through thinking independently. So whats the independent thinking; but first a side note or comment; in early modern Europe a practice was started called witch-hunt.
You might have heard about it.
In this practice, women with so called mysterious activities were caught and burnt alive.
Hundreds of thousands lives were lost!
Actually these women were not doing anything superficial-but just had started questioning rituals and habitual practices.
In fact they were the independent thinkers.
The society wasn’t capable of answering their queries so they responded by quarantining them.
Beware! This can be the price of independent thinking.
But someone would say, it’s rather easy to think than wink or blink, some say if they think, their brain would shrink.
But literally it’s as easy as drink:) Isn’t the insult of our intellect, that someone else would decide rather dictate;
What we should wear? What we should eat and what to drink?
I am talking specifically about the fashion.
Whether media, cricket or football, the opportunists craft heroes and celebrities for us and then drive us crazy to wear, eat and live like them.
Result : we LOSE our all belongings and THEY get all the bounties. So I advise myself first and then to all to live a conscious and independent life. Because ; it is the conscious which distinguishes HUMAN from OTHER creatures. By THINKING and ACTING independently, we can stand higher than the angels, doing otherwise can throw us below the animals and stones
Thanks for listening and not climbing the ladder:) — consciously!

*source : islamtimes - by Ejtebaa

Because of You....


Seorang Penegak Kebenaran yang dalam hidupnya selalu memperjuangkan, berapapun harga yang harus ditempuhnya, seperti; kehilangan putra kesayangannya , jauh dari keluarganya, dibuang dari negeri kelahirannya, di fitnah habis-habisan karena propaganda politik hegemoni dunia yang terus menerus selalu ingin menghalangi adanya KEBENARAN - al HAQ di muka bumi ini. Buatnya, itu harga yang tidak seberapa dari pada harus tunduk pada kepalsuan dan kemunafikan rezim hegemoni yang ada di dunia ini , yang sekali lagi buatnya tidak bermakna sama sekali, jadi tak mungkin membuatnya gentar apalagi takut.

Apapun selainNYA, akan dia tentang, akan dia hadapi dengan caraNYA, lembut dan penuh hikmat, sehingga semua akan merasakan betapa sesuatu yand datang dariNYA, akan mencerahkan pikiran-pikiran kusut serta terhindar dari tindakan-tindakan bodoh yang merugikan dunia. Cara Sang Imam Ruhullah Musawi Khomeini ra mendirikan Revolusi ini adalah suatu terobosan yang belum ada sebelumnya, pada suatu gerakan revolusi manapun yang pernah terjadi di muka bumi ini. 

Sering kita mendengar bahwa 'suara rakyat adalah suara Tuhan' , dan inilah yang terjadi di Republik Islam Iran, suatu revolusi rakyat yang semuanya datang dengan sendirinya dari setiap hati nurani rakyat Iran karena, fitrah mereka yang menolak akan ketidak adilan yang mereka peroleh dari pemimpin mereka - seorang raja-shah zalim yang hanya total memikirkan dirinya dan menjual negaranya pada regim zionist. 

Segala kekayaan alam yang bukan miliknya - tentunya milik rakyat Iran, dia gadaikan begitu saja demi mahkota dan kedudukan kursi kerajaannya... Imam Khomeini ra telah berhasil mengusir Shah dari negerinya sendiri, karena Shah bukan saja melanggar dan merusak rakyatnya tetapi telah melampui batas, dan menantang Sang Kholik dengan tidak dapat melaksanakan amanat yang diberikan kepadanya,untuk memakmurkan rakyatnya, apalagi berkhidmat pada rakyatnya... Menghancurkan segala arogansi hegemoni dunia adalah suatu keberhasilan Imam Khomeini ra, demi memenangkan kemerdekaan fitrah diri- terbebas dari segala bentuk penjajahan... Revolusi ini bukan hanya untuk rakyat Iran, karena ini kemenangan ideologi- konsep kebebasan yang harus dimilik oleh setiap diri yang berada dan hidup di bumiNYA. Imam Khomeini ra tidak pernah membatasi kemenangan ini secara georgrafis saja, dimanapun itu suatu KEBENARAN haruslah di tegakan... 

Dasar ini pun pernah dilakukan oleh seorang Nabi Allah Ibrahim as ketika beliau as menghancurkan berhala-berhala di kuil politheis, sebagai simbol MONOTHEIS yang di perintahkan oleh Allah SWT Sang Penguasa Bumi ini.

Sungguh menakjubkan di abad 21 ini, seorang keturunan Nabi Muhammad saww  berhasil mengejawantahkan prinsip pemerintahan yang berdasarkan keTAUHIDan, dan berhasil mempersiapkan infrastruktur kepemerintahan Ilahiah, dimana kita semua sedang dalam 'penantian' sang juru selamat dari keturunan suci nya - nabi terakhir Muhammad saww - Imam Mahdi atfs - semoga Allah SWT mempercepat kemendatangannya.

Pergerakan suci Imam Husain as yang telah mengorbankan jiwanya yang suci serta keluarganya dan sahabatnya yang setia demi tegaknya KEBENARAN, telah dijadikan inspirasi berdirinya revolusi Islam Iran, yang intinya menegakan TAUHID dalam ajaran Islam serta menghimbau akan KESATUAN umat agar siap dalam menyambut keberadaan pemerintahan Ilahiah yang akan di pimpin oleh Sang Pilihan Tuhan - keturunan dari Rasulullah saww - sang nabi terakhir - Imam Muhammad al MAHDI as. 

Dalam masa keghaibannya ini, kita diharuskan mempersiapkan diri-diri kita untuk layak berada dalam kepemimpinan Al Mahdi as, serta membantu membangun infrastruktur-infrastruktur demi keberadaan pemerintahan tersebut. Tentunya di masa penantian ini seorang muwahid- mukmin akan bergegas untuk mencari serta mendapatkan kelayakan dirinya, tentunya dengan membenahi dirinya, dan tidak akan menghancurkan nilai-nilai yang telah di bangun dan di tegakkan dengan darah-darah para syuhada, yang telah mengorbankan jiwa , raga, dan harta serta keluarganya hingga darah yang penghabisan. Hari ini Ruhulah Musawai Khomeini ra kembali pulang ke tanah airnya, setelah mengalami pengasingan selama 15 tahun. 

Selamat datang wahai Ruhullah, engkaulah penerus sumber cahaya, penolong hamba-hamba yang lemah , seorang pewaris para nabi....Ya ALLAH, berikanlah taufik agar kami dapat meneruskan perjuangan beliau dan terus bersemangat menegakan al HAQ dan berlepas dari musuh-musuh Allah, serta melawan segala kemungkaran...

Assalamu alaika ya Ruhullah Khomeini, assalamu alaika ya yabna Zahra, tengoklah kami selalu agar selalu berjalan diatas rel yang telah engkau bangun, YOU ARE SO SPECIAL FOR ME ya KHOMEINI...my feet so firm to walk in His way through you....Ya ALLAH, Ya Rabb al Alamin, ENGKAU MAHA MENGETAHUI apa yang ada di setiap hati hambaMU, berikanlah TaufikMU agar kami selalu kuat dalam menjalankan tugas-tugas kami, agar kami lulus dari segala cobaan-cobaan hidup ini, dan selalu bersamaMU....kami mohon ya Rabb, jangan pernah tinggalkan kami barang sedetik pun, karena kami sangatlah lemah, miskin, hina dan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu iblis terkutuk, bi haqi Muhammad wa ali Muhammad, jayakanlah segala KEBENARAN ini ya Rabb, hancurkan pertahanan musuh-musuhMU yang setiap saat sangat mengganggu kami...ENGKAU lah sebaik-baikNYA MAKAR...ya Rabb al Alamin...shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI