Stop hurting my Maula....


Hembusan angin sepoy sepoy dari pantai yang berpasir putih, halus lembut bak kulit yang rajin terawat dengan krem-krem merek buatan Paris.. Terasa indah dan nyaman merasuk pada jiwa yang tenang. Sementara panas yang menyengat terasa sampai ke dasar kulit hingga mengakibatkan perubahan warna pada kulit sebelumnya...Apapun yang langsung berhubungan dengan badan atau zhahir kita akan menimbulkan efek pada jiwa atau batin kita...ketika jari kita terkena duri, maka jari tangan kita akan terasa sakit dan mengeluarkan darah. Diri alias jiwa atau ruh kita tidak berdarah tetapi dapat merasakan sakit yang ditanggung oleh badan atau zhahir kita..

Sekarang kita melihat disekeliling kita, di alam dunia ini, segala kesemarawutan terjadi dimana-mana, segala sesuatu tidak diatur dan ditempatkan pada tempatnya yang layak... tanah-tanah di gali hingga tak dapat lagi dijadikan serapan di kala hujan lebat datang, hutan-hutanpun demikian ditebang hingga tak dapat menahan air hujan yang deras, binatang-binatang yang seharusnya hidup di tempat yang sesuai dengan karakter binatang itu di pindahkan, bahkan di habiskan hingga hampir punah, tumbuh-tumbahan telah di cerabuti hingga tak terlihat keindahannya terkadang di guyur bukan dengan air tetapi dengan cairan yang dapat mematikan pertumbuhanannya. Manusia sudah menganiaia lingkungan sekaligus diri-diri mereka sendiri.... mereka bahkan saling membunuh hanya urusan sepele dan tidak penting, hanya karena ingin melampiaskan hawa nafsunya yang tak terkendali...Sungguh ini gambaran yang menyeramkan dan ini lebih seram dari monster-monster film kartun buatan Walt Disney...

Begitulah gambaran dunia yang Sang Kholik ciptakan untuk kemaslahatan makhlukNYA, tetapi makhluk yang diberi aset AKAL malah dengan sengaja merusak ciptaanNYA yang sesungguhnya di ciptakan untuk keselamatan dirinya....Sungguh tak tahu malu dan tak tahu terima kasih makhluk yang bernama manusia ini...ya bukan manusia , karena hakikat seorang manusia itu pasti akan menganggungkan aset Tuhan yang bernama AKAL dan itulah yang membedakan manusia denga hewan atau makhluk rendah lainnya yang menjijikkan.... tetapi sungguh makhluk yang diberi akal ini jarang sekali menggunakan aset tertingginya..... Menyakitkan...yang sungguh sangat menyakitkan adalah bahwa Sang Wali Allah- hujjah Allah yang tinggal satu ini - harus menanggung beban dari kejahilan makhluk dimana hujjah2NYA telah ditampakan sangat jelas.... Beliau atfs adalah ruh dari bumiNYA ini....bagaimana membayangkan sakitnya Sang Ruh Suci ini setiap saat menanggung perilaku nista dan hina dari umat-umat kakeknya yang mengaku-ngaku berbaiat pada agama kakeknya Rasulullah saww....Ya Hujjatullah ala Khalkihi.... kami sungguh tak tahu diri ... ampunkanlah diri-diri hina ini yang selalu membuatmu bersedih...berikan kemampuan pada kami untuk dapat selalu membuatmu tersenyum  dengan bersegera menyibukkan diri utk mengaktualisasikan segala potensi diri yang ada sehingga dapat membantumu walau hanya dengan setetes air atau debu yang tak berarti.... 

Di bulan suci nan mulia ini...mohonkanlah ampunan kami dan hantarkan kami pada bulan suci berikutnya Ramadhan sehingga kami dapat terus memohon ampun, bertobat dan bersyukur dan mendapatkan Lailatul Qadr...Ya Shahibul Tadbir.... berikanlah kelayakan pada kami untuk dapat berkhidmat padamu....liriklah kami dan angkatlah kami bersamamu..... kuatkan tekad kami untuk dapat mempersiapkan kedatanganmu...berikan kami kemampuan untuk dapat berbuat dan menyenangkanmu...kami sungguh merindukanmu....derita mu adalah deritaku...sungguh aku ingin merasakan berada di dalam pemerintahanmu... merasakan kebersamaan denganmu...tarikan nafasmu berada di udara yang sama dengan tarikan nafasku ...salam hormat yang setingggi-tingginya kusampaikan untukmu ya Baqiatullah fil Ardhi.....Adrikna ya MAHDI....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Who's can handle the TRUTH...


  
Secara Fitrah manusia adalah makhluk yang sangat mengagungkan nilai-nilai suci Sang Maha Penciptanya...Manusia selalu ingin sesuatu yang baik, benar dan nyaman. Manusia selalu memilih sesuatu yang terbaik untuk dapat mengarungi kehidupannya. 

Dengan itu manusia berusaha selalu untuk mendapatkannya.... Kenyataannya, mengapa banyak manusia yang jauh dari nilai-nilai kebaikan itu apalagi nilai Kebenaran? Ditengah perjalanannya mencari sesuatu yang terbaik untuk dirinya, manusia harus berinteraksi dengan yang berada di sekelilingnya, pada saat inilah manusia banyak mendapatkan masukan-masukan informasi yang sesungguhnya jauh dari nilai-nilai yang baik untuk dirinya, karena di sana banyak juga orang yang dengan sengaja mengajak yang lainnya untuk bersebrangan dengan nilai-nilai fitrah dirinya.  

Diri-diri yang tergiur dengan sesuatu yang 'instan tanpa proses' ini biasanya yang terjebak dengan masukan-masukan yang terdengar 'baik' & 'benar'. Diri yang akalnya telah di kalahkan oleh raganya itulah yang menyambut segala nilai-nilai 'semu' itu , sehingga dengan spontan menjadi bagian dari komunitas yang menyukai yang semu, samar-samar dan karena mudah untuk dijalani, mereka menjadikan sesuatu yang 'samar' itu menjadi nilai dirinya. 

Dan ini jelas telah jauh dari fitrah diri yang semula yang berasal dari Rabb nya, Sang Kholik yang memberinya sesuatu yang murni dan baik. Segala yang samar dan semu tentunya berasal dari kegelapan, sehingga lupalah siapa diri yang sebenarnya.

Dan tumbuhlah komunitas-komunitas yang lupa diri. Komunitas yang 'semu' dan lupa diri inilah yang mendominasi kehidupan kita, dan ini sudah menjadi suatu bisinis yang sangat menguntungkan bagi diri-diri yang memuja kesemuan...makin jauh dari diri aslinya , makin merasa beruntunglah diri-diri itu, sehingga diciptakannya lah figur-figur semu untuk di teladani....seperti para selebritis, film-film yang menghantarkan 'diri-diri lupa diri' itu ke alam 'semu'nya. Segala sesuatu yang murni dan berasal Sang Maha Pencipta, fitrah diri 'kebaikan & kebenaran' lambat laun hilang dan menjadi 'out dated' - ketinggalan zaman. 

Tetapi karena Sang Maha Pencipta itu KEBENARANNYA tidak dapat di hilangkan begitu saja, karena DIA lah YANG MAHA PERKASA lagi MAHA PENYAYANG...nilai-nilai KEBENARAN masih banyak pendukungnya....diri-diri yang 'bangkit' dan 'sadar' alhamdulillah masih banyak. Mereka sepertinya lenyap dari permukaan bumi ini, karena banyaknya tekanan-tekanan dan kekuatan yang dengan sengaja ingin menghancurkan itu begitu dahsyatnya....maka sering kita tak mendengarnya karena hanya sebatas desah-desahan suara-suara parau... Inilah kehidupan yang sesungguhnya...perang melawan kejahatan yang disengaja untuk menjauhkan diri-diri lemah dan tertidur untuk mengikuti jalan para penyimpang jalan Tuhan, penyembah hawa nafsu sesaat, penipu yang ulung. 

Dalam keadaan 'zombi' ini, banyak dari kita yang bila diberikan cermin dirinya...tak dapat melihat kenyataan dirinya... beruntunglah yang sadar, sehingga ketika cermin itu ditatap, dia seperti di strum oleh listrik tegangan tinggi, dan teriak minta ampun....dan berusaha untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dirinya agar dapat terlihat cantik seperti dulu lagi....tentunya untuk sampai pada posisi SADAR dan KEMBALI sangat memerlukan energi yang sangat banyak dan tekad yang kuat...menyesal melihat keburukan rupa dalam bayangan kaca diri itu, ingin kembali seperti aslinya dulu.....sungguh indah dapat kembali seperti 'wajah aslinya' - diri aslinya...  

Mengenal diri adalah titik balik manusia dapat kembali kepadaNYA dengan selamat... dapat mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada pada diri untuk menjadi diri yang asli adalah nikmat yang tak terhingga...wallahualam bishawab....ADRIKNA ya MAHDI....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

What a world....


Perasaan ini penuh dengan rasa yang berganti-ganti...senang, sedih, kesal, gemes, benci, marah terus selalu bergantian....hidup di dunia ini memang membuat kita selalu merasakan segala rasa yang Allah SWT ciptakan dan itu bagian dari peran kita untuk dapat selalu 'hidup', tinggal bagaimana kita harus mengolahnya dengan cerdik sehingga segalanya berjalan seiring dengan skenario Tuhan. Masalahnya manusia jarang yang memahami apa sesungguhnya skenario Tuhan pada dirinya, sehingga karena kesalah pahamannya manusia sering menganiaya dirinya sendiri sambil menyalahkan Tuhan...beruntunglah bagi yang segera menyadari bahwa dirinya telah terbawa arus perasaannya sendiri dan berusaha untuk lebih mengenal siapa diri yang sebenarnya. Pencapaian pengenalan diri ini sangatlah esensial dalam menjalani hidup ini...suatu perjalanan yang sangat menentukan keberhasilan setiap diri untuk dapat selamat sampai di tujuan, tentunya setelah melewati masa-masa percobaan dan berhasil lulus dalam setiap ujiannya....sungguh melelahkan ...tetapi seperti kata pepatah peribahasa kita : " bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian " . Kenyataannya yang banyak dijalani, manusia lebih memilih sebaliknya....inilah sumber dari segala kesesatan, karena segalanya harus serba 'instan' , seperti banyak iklan2 yang menawarkan kurus dalam beberap minggu hanya dengan menelan pil diet dijamin langsing tanpa harus berolah raga....iklan2 ini yang keliatannya tidak masuk akal tetapi sangat laku dan mereka berlomba membelinya...inilah gambaran manusia pada saat ini...seperti yang kehilangan AKAL mereka di paksa untuk mempercayai kata-kata iklan, pernyataan-pernyataan absurd...sehingga akal tak perlu di gunakan , fungsi akal telah di bunuh hidup2 dengan tagline2 yang menjanjikan...Kontradiksinya, apabila ada seruan-seruan yang berbau 'agama' atau bersifat spiritual, biasanya sering dipertanyakan...mulailah mereka mencoba berpikir dan sayangnya selalu di dominasi dengan keinginan dirinya, hawa nafsunya sehingga selalu tampak bias.

Bangun dari tidur nyenyak ini, memang harus di awali dengan kemauan yang sangat keras, tekad yang kuat, tidak puas pada keadaan yang ada..semakin menggali ke dalam nurani, suara hati akan teriak...bahwa KEADILAN yang ada di dunia ini telah terus menerus di hancurkan ,di nistakan....segala sesuatu tidak lagi sesuai dengan yang seharusnya...sesuatunya tidak di tempatkan pada tempatnya...ini sungguh seperti seorang dokter yang dipisahkan dengan ilmu kedokterannya....muslimin telah di pisahkan dengan budaya Islamnya??? Selain tekad yang kuat, terus berusaha mendengarkan apa kata hati nuraninya... mencoba untuk mencari yang hilang dalam diri...kembali...ambil yang telah dipaksa dicerabut dalam diri kita...'just be honest to your self'... 'be your self' ( ini slogan yang selalu saya pajang di tembok2 kamar ketika kecil ), ternyata dengan menjadi DIRI kita, kita telah memanifestasikan diriNYA.... Mungkin dahulu kita tidak paham arti-arti slogan itu...dengan berjalannya waktu dan terus mencari....kita memang sedang menujuNYA...banyak sekali yang harus kita lalui...dan tentunya tidak harus selalu menyenangkan ...setelah mempelajari para WALI ALLAH SWT tidak satupun kita temukan jalan-jalan yang menyenangkan , bahkan sebaliknya...dan itulah yang Tuhan coba terangkan melalui para WaliNYA yang tertera di dalam kitab suciNYA...karena itulah jalan menujuNYA...itulah yang sebetulnya Tuhan ingin manusia mengkaji kitabNYA, untuk menerangkan begitulah jalan menujuNYA...dengan berbagai liku-liku perjuangan hidup...tidak ada leha-leha dalam menujuNYA... bulan ini kita memasuki bulan Syaban...bulan suci yang di dedikasikan untuk Kekasih Allah Muhammad ibn Abdullah saww...hari ini adalah hari kelahiran cucunda Rasulullah saww yang telah mengorbankan jiwa, harta dan keluarganya untuk melestarikan ajaran yang telah di emban oleh kakek tercintanya, pantang hina dan memilih jalanNYA dari pada harus bersama kehinaan...Semoga di bulan suci nan mulia ini...kita dapat banyak belajar dan memahami apa makna yang telah dicontohkan oleh para WALI Allah SWT pada kita..Para wali Allah lainnya lahir di bulan suci Syaban ini seperti Ali bin Husain as, Sayidah Zaenab binti Ali as , Fadhl Abbas bin Ali as.. .semoga kita mendapatkan rahmat & magfirahNYA dengan mengenang mereka dan selalu mencintai serta taat pada apa yang di perintahkannya....Assalmualaika Ya Rasulullah...assalamualaika ya yabna Amirul Mukminin...Assalamualaika ya sayidul Syahid...Ya Husain ibn Ali as...hantarkan kami pada panggilan mu...ya Husain...cinta sejati kami tak akan padam hingga kami dipertemukan denganmu...ya Mazlum ya Husain bin Ali as.....Selamat atas kelahiran manusia-manusia pilihan Tuhan..Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....adrikna ya MAHDI

Feeling at ease....


Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya membuat umat Islam selamat"

Begitu banyaknya di negeri ini yang mengaku kaum Muslimin, tetapi pada saat yang sama banyak kaum Muslimin yang tercederai oleh lidah-lidah sesama muslim. Saling memfitnah sudah hal yang biasa....padahal dalam kesehariannya selalu bersimbolkan Islam, minimal seminggu sekali mendengarkan Firman-firman Allah SWT, tetapi si LIDAH tak dapat ditahan, terus berbicara yang tidak penting dan berakhir dengan ghibah serta fitnah..Puluhan tahun hadir di pengajian....lidah tetap tak terdidik...apakah puasanya dari sejak kecil hanya puasa lahir hanya menahan lapar dan dahaga?? kelihatannya banyak dari kita yang tidak naik kelas...dari sejak kecil hingga hampir menenemui ajalnya, pengetahuan tentang yang paling dasarpun tidak pernah berkembang....apakah tidak pernah mendengar Sayidah Mariam as pernah tidak berbicara pada saat melakukan nazarnya ketika datang kembali ke kampung halamannya membawa putranya Isa as..semua ini untuk mendekatkan diri pada Rabb nya, sehingga segala sesuatunya diserahkan akan keputusanNYA.
Kenyataan yang ada disekitar kita, pada saat ada yang sedang berbicarapun , sibuk berbicara sehingga mengganggu orang sekitarnya yang sedang mendengarkan si pembicara....tetapi karena selalu cenderung mengeksplor nafsu keinginannya semata, tidak merasa mengganggu dan apabila menerima teguran akan langsung mengemukakan nafsu amarahnya terdahulu dari pada berfikir bahwa dirinya tidaklah sendirian dan sedang berada di tempat umum, yang kaidah mementingkan yang lain dari dirinya harus diutamakan. Tak merasa dirinya sedang mengganggu ketenangan orang yang datang ketempat itu untuk mengambil manfaat dari si pembicara...Pengetahuan yang sempit akan hal-hal seperti pernyataan diatas, mereka berfikir hanya ada dalam peperangan atau di luar sana yang jauh dari lingkungan kesehariannya.....yang anehnya mereka itu yang paling rajin mengikuti pengajian di berbagai tempat...sehingga selalu apa yang ada pada pernyataan-pernyataan yang di dengarnya hanya sebagai pernyataan semata......jadi apa sesungguhnya yang sudah dipelajari di pengajian apalagi di kajian-kajian yang sering didatangi?...datang ke suatu tempat dan belajar bukan berarti semata-mata otomatis kita menjadi seperti yang kita dapati di pelajaran itu.... apabila hanya mengejar pahala saja, pasti dapat...tetapi yang dinginkan Allah SWT adalah dapat mengamalkan apa-apa yang sudah dipelajari, tentunya ini dapat diraih setelah memahami apa yang telah dipelajari dan diresapi sehingga pengetahuan yang di dapat itu menjadi bagian dari dirinya. Tentu itu setelah adanya pemahaman yang utuh serta latihan-latihan diri dengan mempraktekan ilmu tersebut hingga pada akhirnya akan menjadi bagian dari diri. Dan ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah. Oleh karenanya ilmu yang dipelajari itu tidak hanya sebatas pada TEORI semata, harus ada perwujudan dari apa yang diketahuinya. Karena apabila demikian itu bukannlah ajaran ISLAM....Imam Ali as dalam Nahjul Balaghahnya mengatakan :
" Semakin bijak seseorang, semakin sedikit bicaranya "

Pernahkan kita melihat para urafa, alim sibuk berbicara , mereka bicara pada saat memberikan ceramah-ceramah saja, pada saat diperlukan. Dan orang dengan sendirinya akan mendatanginya untuk mendapatkan nasihatnya.Memberikan rasa aman pada setiap orang yang ada disekelilingnya adalah sejatinya seorang Mukmin. Wallahualam bishawab....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna ya MAHDI

The Follower of Zaenab binti Ali....


Syahidnya seorang wanita pemberani Marwa Shaberi di dalam gedung pengadilan Dresden, Jerman akibat di tikam 18 kali dalam keadaan hamil muda oleh seorang Islamophobia berkebangsaan Jerman asal Rusia sungguh mengguncang dunia Islam, tetapi tidak ada komentar satupun dari para petinggi Eropa maupun Amerika?? Inilah kenyataan.... Masih ingat seorang wanita Iran yang tertembak satu kali di dadanya hingga tewas oleh para perusuh tak dikenal yang kemungkinan adalah antek Inggris atau Amerika...Langsung seluruh petinggi Eropa hingga presiden Amerika Obama turut berkomentar dengan tudingan pemerintah Iran tidak menghargai harga sebuah nyawa??? Sekarang seorang muslimah yang sedang berjuang melawan haknya dan terbunuh dengan mengenaskan...tak satupun dari mereka berkomentar???...APA DI BALIK SEMUA INI.... Yang jelas, wajah-wajah KEBOHONGAN dan KEMUNUNFIKAN telah terlihat pada mereka yang tidak berpihak pada KEBENARAN...

Pada saat hari syahidnya seorang pejuang Karbala putri Ali bin Abi Thalib as & Fatimah Az Zahra as, cucu dari Rasulullah saww dan adik kandung dari Hasan bin Ali as & Husain bin Ali as, di belahan Eropa sana, telah ada seorang pengikut Sayidah Zaenab binti Ali as yang sedang berjuang mempertahankan haknya sebagai seorang muslimah berakhir dengan kesyahidan.....
Semoga Allah SWT merahmati ruhnya dan menjadikan putranya ( yang menyaksikan kejadian tersebut ) seorang yang shaleh seperti ibundanya dan mengikuti jejak para wanita suci keturunan Rasulullah saww...
* mohon kirimkan shalawat dan al Fatihah untuk Marwa Shaberi
Assalamualaiki ya binta Ali.... Assalamualaiki ya binta Zahra.... kasihanilah para muslimah di manapun mereka berada, agar menyadari tugas dan kewajibannya sebagai muslimah mengikuti jejak langkahmu ya Zaenab...mengibarkan bendera ISLAM hingga titik darah yang penghabisan.... seorang Marwa Shaberi telah berhasil mengikuti langkahmu... Semoga syahidnya Marwa Shaberi menggugah kita kaum muslimah untuk selalu berada di jalanNYA dan mengibarkan bendera ISLAM dimanapun kalian berada... Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farjahum... Adrikna Ya MAHDI

check this out

http://www.youtube.com/watch?v=PMF-PVT4YcQ
http://www.youtube.com/watch?v=E6awMnBX3yE

Lonely Heart...


Terasa sekali, ketika melihat orang yang kita pernah'kenal', terkejut melihat adanya perubahan pada diri kita... terlintas di wajahnya yang menatap penuh dengan pertanyaan..Tetapi, anehnya, apabila perubahan itu kearah perubahan 'ukhrawi' (bukan 'duniawi'), seolah terjadi KESALAHAN BESAR telah terjadi pada diri orang itu....karena tidak sesuai dengan arus kehidupan yang ada... dan apabila perubahan itu dengan bertambah nilai materi, seperti, dari biasa-biasa saja menjadi 'kaya', dari punya motor menjadi mobil, dari gemuk menjadi kurus, dari rumah kecil ke rumah besar....tentu ini menjadi pujian dan acungan jempol dan itulah 'kesuksesan'. Hampir semua orang berpendapat demikian...'wah dia jadi maju...hebat...prestasilah yang disandangnya.. Penilaian ini bukan berarti tidak bagus...tentu ini suatu prestasi, apabila semua hasil usaha halalnya dan jelas apa maunya orang tersebut...Apabila perubahan seperti yang terjadi yang pertama... ini akan banyak menimbulkan berbagai pertanyaan karena tidak sesuai dengan 'gaya hidup' kebanyakan, dan memang kehidupan materinya sering menjadi lebih sederhana dari sebelumnya, lebih sedikit atau kecil dari sebelumnya, lebih mengacuhkan akan kebutuhan-kebutuhan sementara itu, atau dengan kata lain tidak menjadikannya sebagai prioritas lagi, yang penting buatnya adalah 'cukup' dan berbuat sesuatu untuk yang 'memerlukan' ...Tentu sikap ini berdasarkan keputusan-keputusan yang matang dan telah di telaah sebelumnya....tetapi apa respon sekitarnya, adalah kecaman dan menganggapnya 'set back'... Barometer hidup saja sudah dibatasi dan di streo type kan, sehingga barangsiapa yang tidak seperti kebanyakan, maka dia telah mengalami'set back' alias ketinggalan zaman , mundur ke zaman jahiliah... sesungguhnya siapa yang kembali ke zaman jahiliah itu??? seandainya mereka 'TAHU'...

Apabila di ukur dari kaidah 'MASLOW' orang memang harus cukup dengan kebutuhan dasar dulu baru dapat bergeser ke kebutuhan yang lebih tinggi seperti spritual...harusnya dari sini mereka bisa mengetahui...padahal sesungguhnya kebutuhan dasar itu adalah 'fitrah' yang bagi setiap diri harus TAHU siapa dirinya dan dari mana dia berasal.. Kaidah-kaidah dari Barat memang terlihat 'benar', tetapi apabila di teliti lebih dalam seperti Maslow katakan, sepertinya orang yang belum mendapatkan kebutuhan-kebutuhan dasar( makan, minum, berkeluarga dlsbnya) tidak akan dapat mencapai tingkatan kemanusiaan atau spiritual?? sepintas sepertinya benar , karena di Barat orang-orang seperti Bill Gate, karena sudah 'mentok' prestasi keduniaannya, maka terlintas oleh untuk menolong orang-orang tidak mampu.. lalu bagaimana dengan orang seperti Madame Theresa?? Kebanyakan pemikir Barat terbentur pada Hukum nonkontradiksi dan ini jelas error...
Kembali ke masalah diatas, opini kebanyakan dengan melihat 'perubahan' dalam diri orang selalu dari kaca mata 'matrialistik', selalu berhubungan dengan 'kuantitas', popularitas...apabila kebalikannya maka itu dianggap 'set back'...Anehnya orang-orang tidak suka adanya perubahan yang 'bukan materi' ini, bahkan orang-orang yang merasa dekat dengan kita....kita sungguh dapat merasakan bagaimana reaksi mereka terhadap adanya perubahaan itu.... sepertinya orang-orang itu lebih senang ketika kita JAUH dari Tuhan kita dari pada jauh dari 'kesenangan' mereka ... Inna lillahi..begitulah kenyataan yang ada .... melihat orang yang sedang KEMBALI adalah tabu?? tetapi ini bukan saja terjadi pada yang 'tidak mengenal TUHAN', bahkan yang merasa tahu tentang TUHAN, apabila ada yang lebih cepat jalan kembalinya.... mereka sepertinya 'risi' ada ketidak sukaan tampil dalam wajahnya??? aneh?? bukan?? sepertinya lebih senang melihat orang dalam keadaan 'stagnan'...harus di bawah dirinya??? PENYAKIT HATI ini....ternyata lebih banyak terdapat di kalangan yang mengaku mengenal TUHAN...bagaimana dengan bunyi ayat suci Al Quran di surat Al Mulk ayat 2 ?? Wallahualam bishawab....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA ya MAHDI

Looking back......


Jika engkau mengklaim menjadi pemimpin karena hasil musyawarah, mengapa mereka yang tak terelakan penting untuk diajak musyawarah tidak hadir dalam musyawarah?

Jika engkau menganggap diri memilki kelebihan atas lawan-lawanmu karena ikatan keluarga, maka ada seseorang yang lebih besar haknya untuk lebih dekat dengan Nabi Suci saww.

Sungguh aneh! Orang bisa mengemban jabatan khalifah bila dia adalah sahabat Nabi Suci saww, namun kenapa orang yang memiliki ikatan persahabatan dan ikatan kekeluargaan dengan Nabi Suci saww tidak bisa?
* cuplikan dari Nahjul Balaghah

YA ALI.... Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA ya MAHDI

The fortunate Lady call FATIMAH


Fatimah binti Assad, masih dari garis keturunan Bani Hasyim ia berasal...menikah dengan sesama keturunan Bani Hasyim, pemuka suku Bani Hasyim putra Abdul Mutalib Sang Penjaga Rumah Allah - Ka'bah, sibling dari ayah Nabi Mulia Muhammad saww, Abdullah ...dia bernama Abu Thalib. Fatimah binti Assad dan Abu Thalib adalah orang tua angkat Nabi Mulia Muhammad saww. Muhammad bin Adullah bin Abdul Muthalib di besarkan di keluarga Abu Thalib dengan kasih sayang dari seorang ibu pengganti yang bernama Fatimah binti Assad , yang untuk Nabi Mulia saww sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Sejak dari masa kanak-kanak setelah ditinggalkan oleh ibu tercinta Aminah pada usia 6 tahun dan kakek tercintanya Abdul Muthalib, Rasulullah saww tinggal dan dibesarkan oleh pamannya Abu Thalib. Abu Thalib ra & Fatimah binti Assad pasangan yang shaleh dan muwahid ini telah mendidik dan membesarkan Nabi Agung penutup dengan penuh kasih sayang, bahkan lebih dari pada anak-anaknya sendiri....Keluarga Abu Thalib yang Muwahid sebagaimana keturunannya dari Nabi Ismail as telah mengetahui betapa keponakannya itu adalah seorang yang mulia dan warisan kenabian yang dari keberadaannya telah membawa kedamaian di hati setiap yang menatap dan bersamanya. Pada suatu hari, Fatimah merasakan rasa aneh di tubuhnya yang sedang mengandung tua...beliau dengan petunjukNYA bangkit dan berjalan menuju KABAH melaksanakan thawaf untuk mengingatNYA...dan ketika bayi di dalam kandungannya menunjukan tanda-tanda kelahiran, Fatimah berdoa pada Rabbnya, agar jangan mempermalukannya apabila ia harus melahirkan di sekitar KABAH....lalu tiba-tiba pinggir Kabah ( yang kita kenal dengan Ruku Yamani) terbuka dan menarik Fatimah binti Assad kedalamnya...disitulah Sang Putra Kabah ALI bin ABI THALIB lahir ke dunia, pada bulan ALLAH ( 13 RAJAB )dan di rumah ALLAH....Raut muka bahagia terhias di wajah Fatimah , dia belum pernah merasakan sebahagia hari itu....bayi yang keluar dari rahimnya begitu tampan dalam keadaan memuji Rabbnya...Abu Thalib begitu khawatir akan ketidak hadiran istri tercintanya yang sedang hamil tua...tetapi jauh di lubuk hatinya dia merasakan ketenangan, dan ia pun bersama anak pamannya Muhammad bin Abdullah mencari Fatimah binti Assad...Yang menarik Fatimah binti Assad tidak masuk pintu Kabah tetapi ujung Kabah itu seperti retak terbuka lalu setelah Fatimah masuk kembali tertutup seperti sedia kala, sehingga tidak ada yang dapat masuk selain beliau. Sejarah mencatat dua atau tiga hari setelah berada di dalam Kabah, ia pun keluar menggendong bayi mungil nan tampan dengan izin Allah, dan di depan Kabah telah ada Rasulullah saww dan Abu Thalib. Beliau disambut oleh kedua lelaki yang dicintainya....Lalu yang pertama menggendong di pangkuannya adalah Rasullah saww, dan Rasulullah memberikan ujung jarinya pada mulut Ali kecil...dan Ali as pun begitu menikmatiknya hingga dahaganya terpuaskan....Itulah Ali as Sang Singa Allah, lahir di dalam KABAH di bulan suci Rajab dan dari ketika lahir sudah dalam dekapan dan didikan Nabi Allah Muhammad bin Abdullah serta di asuh dan dibesarkan di rumah Rasulullah saww. Sedemikian dekatnya hubungan antara Ali dan Nabi Allah saww. Betapa mulianya seorang wanita seperti Fatimah binti Assad yang mempunyai keturunan seperti Ali as dan anak asuh seperti Muhammad saww....Di saat ia akan menghembuskan nafasnya yang terakhir....beliau memohon Rasulullah yang mengurus jenazahnya dan karena beliau sangat takut apabila pada saat di padang Masyar manusia akan berjalan dalam keadaan telanjang, maka Rasul saww yang mengetahui kekhawatiran ibu angkatnya itu, Rasul saww yang mulia membungkus jenazah Fatimah binti Assad dengan jubahnya dan sebelum di masukan ke liang lahat, Rasulullah saww sengaja berbaring di lahatnya . Rasul saww tidak ingin ibu yang telah mengasuh, mendidik dan memberikan kasih sayang yang besar padanya terhimpit di liang lahat...karena tanahpun tidak akan menjepit apapun yang telah disentuh oleh KEKASIH ALLAH saww..Lalu pada saat ditanya di alam kubur...Rasulpun membimbing Fatimah....ketika ditanya oleh Malaikat tentang Imamnya....Rasul dari atas tiba-tiba berbicara putramu Ali bukan Aqil...karena pada saat itu Fatimah menjawab putraku (saja )...lalu Rasul membimbing ALI bukan Aqil ( Aqil adalah saudara ALI ).....Begitulah putri Assad istri Abu Thalib pembesar suku Quraish dan ibunda tercinta dari Sang Putra Kabah- ALI bin ABI THALIB mengahkiri hidupnya....begitu indahnya....siapapun yang berbuat baik terhadap para WALI dan KEKASIH ALLAH, tentu ganjarannya sangatlah tinggi....Assalamualaiki ya Fatimah binti Assad...ya ummul Ali....kami memohon syafaatmu nanti ....engkau yang sangat di muliakan ALLAH....Selamat atas putramu ya Fatimah....ALLAH telah menjadikan ALI WALI ALLAH dan IMAM untuk seluruh alam semesta ini....Selamat atas kemuliaanmu yang telah diberikan kepercayaan ALLAH melahirkan seorang putra KABAH ALI bin ABI THALIB, IMAM kaum mukminin.......YA ALI....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....ADRIKNA ya MAHDI....