Tak terasa kita telah berada di akhir zaman...anehnya, semakin di kekinian zaman ini semakin kita terbelenggu oleh 'gadget-gadget' teknologi. Di satu sisi memang sangat praktis, segala sesuatu tinggal 'push botton' dan ' your wish come to true'... sampai-sampai apabila alat tersebut tak ada di dekat kita, kita sepertinya kehilangan segalanya....Pasti pernah mengalami, ketika Hand Phone kita tertinggal...waduh..rasanya tidak dapat konsentrasi...karena banyak catatan dan nomor-nomor penting di dalamnya, yang kita sangat tergantung padanya. Sepertinya 'end of the world' aja...padahal dahulu ketika Hand Phone belum ada, kita biasa-biasa saja tanpanya, dapat menjalani hidup dengan tenang .... Masya Allah...ternyata semakin kita bergantung pada apapun selainNYA, dampaknya luar biasa...entah itu benda mati, makhluk hidup, teman dekat, the loved one, apapun dan siapapun apabila kita sudah mempunyai kecenderungan tergantung kepada 'nya', maka kita harus segera menyadarinya dan mengambil 'sikap'... Tak perlu di sebut contoh-contohnya, kita semua pasti mengalami ketergantungan kita pada 'sesuatu'. Bahkan ada yang makanan saja harus yang 'tertentu' sesuai kebiasaan, belum benda-benda yang kita pakai dalam keseharian...itu pun adalah ketergantungan kepada selainNYA...karena 'hawa nafsu ' itu sekecil apapun apabila di biasakan menjadi bagian dari diri kita, akan menjadi 'makar'...dan hidup kita semakin lama akan semakin tergantung kepadanya...Kita mungkin tidak menganggap 'serius' atau 'penting' ketergantungan kita pada hal-hal yang BIASA kita konsumsi atau 'pakai', sebaliknya menganggap sangat 'enteng' hal-hal yang demikian...padahal segala ketergantungan itu akan di mulai dari yang sedikit, kecil ...
Keahlian seseorang dalam mengelola hawa nafsunya adalah sebenar-benarnya TAUHID (la ila Ha illallah )dan tidak ada konflik di dalamnya. Mengelola hawa nafsu, adalah tujuan untuk apa kita hidup di dunia. Oleh karena itu pulalah para Nabi Allah di utus, untuk mengingatkan manusia akan hawa nafsunya yang harus dapat di kelola dengan baik ( menyempurnakan akhlak manusia ), agar dapat hidup selamat di dunia dan di akhirat.
Tazkia al Nafs( purification of Nafs ) adalah jembatan dan alat untuk dapat meraih kemenangan manusia, untuk menjadi manusia yang sejati 'khalifah Allah' di muka bumi ini. 'Purification of soul' sangat di butuhkan apabila kita ingin menujuNYA Sang Maha Suci. Jiwa yang merdeka, adalah jiwa yang terbebas dari segala hawa nafsu yang 'rendah' yang 'relatif' yang sementara, yang akhirnya akan hancur...
Secara fitrah, jiwa manusia tak pernah ingin di kekang, di belenggu . Islam memperkenalkan konsep 'kebebasan diri' ini, sehingga 'diri' tersebut dapat melambung tinggi menujuNYA - menyempurnakan 'diri'nya , dapat mengeksplorasi potensi-potensi fitrah yang ada di dalam dirinya. Untuk itulah sangat fundamental bagi manusia untuk mengenal dirinya, agar dia dapat mengaktualisasikan potensi-potensi besar yang ada di dalam dirinya, sehingga manusia dapat meraih kemenangan selama hidup di alam dunia ini juga telah baik mempersiapkan dirinya untuk hidup di alam berikutnya....wallahualam bishawab.....Allahuma shali ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajjil farajahom.. ADRIKNA YA MAHDI



