The Importance of Brushing the Teeth in ISLAM

Brushing the teeth not only helps one look better and feel healthier, but also it pleases God. The religious leaders of Islam emphasized on this fact and suggested their followers to brush their teeth too. According to Prophet Muhammad, “If you brush your teeth before saying your prayers, that prayer is better than seventy five prayers one says without brushing his teeth.”‌ Imam Sadiq said, “When you wake up at night to say your prayers, brush your teeth. Because an angel comes down and puts its mouth on yours and takes with it every word you say to the heavens. Therefore, it is better if your breath and words smell nice.”‌ In the Mesbah Al-Shari’a book, Imam Sadegh quoted from Prophet Muhammad, “Brushing the teeth not only cleans the mouth, but also pleases God.”‌ One of the things that Prophet Muhammad never forgot to do was brushing his teeth. If you think about it, you will find out that brushing the teeth has many different advantages. Still, a sane person knows that brushing teeth is a physical act and improves the health in one’s body only and in order to purify the soul too, they need to pray to God, to worship Him, and to ask Him to forgive the sins they have committed. Prophet Muhammad said that brushing the teeth was like a means that awakened the souls; teeth are made clear and white with the aim of chewing the food and helping the digestion, but they become dirty and damaged by chewing the food. When people clean their teeth with a toothbrush, it is like they are sending away the sins from their heart by thinking about God. Once one’s heart loses its clearance because of the sins, they should repent and clean it just like they brush their teeth. Imam Sadiq said, “Brushing the teeth has 12 characteristics. It’s the tradition of Prophet Muhammad, it clears the mouth, improves the eye sight, pleases God, purifies the mouth, cures oral diseases, strengthens the gums, increases the appetite, sends away the phlegm, improves the memory, adds to the virtues, and pleases the angels.”‌ Prophet Muhammad also recommended people to brush their teeth, while he actually meant that they should purify their soul. Those who are wise enough to understand these words, are rewarded by the knowledge of God, and no punishment is more severe than being distanced from God. Brushing the teeth is one of the pleasant things a Muslim could do and it has been talked about in many different sayings. Prophet Muhammad said that he would have made it obligatory for the people to brush their teeth if it had not been difficult for them. It has been recommended to Muslims to brush their teeth especially before they say their prayers, as such a prayer is rewarded much more than one that is said without brushing the teeth. Translated by: Sadroddin Musawi @ Tebyan.net

Indahnya perbedaan...

Masalah manusia yang mengaku diri mereka modern dan independent , adalah mereka lupa satu hal yang paling fundamental yaitu mereka itu hidup di tengah masyarakat, dan suatu masyarakat itu sangat heterogen.

Menyamakan suatu pendapat pada masyarakat yang mempunyai latar belakang yang masing-masing berbeda, adalah suatu mimpi buruk. Filosofi negara kita tercinta Indonesia, yaitu " BHINEKKA TUNGGAL IKA " , adalah suatu turunan dari ajaran agama Islam yang sangat Universal. Tidak ada tempat di dunia ini, dimanapun kita berada yang dapat kita temukan sesuatu yang sama.

Oleh karenanya sidik jari setiap manusia tidak ada yang sama, bahkan pada si kembar sekalipun. Dan Apabila Tuhan Sang Pencipta Seluruh Makhluk Alam Semesta ini ingin membuat suatu kaum sama, itu sangatlah mudah, tetapi DIA Sang Maha Kuasa menginginkan lain, menginginkan kita satu sama lain untuk saling mengenali setiap perbedaan dan pada saat yang sama menghargai perbedaan tersebut dengan kasih sayang. Allah dalam kitab suciNYA selalu mengatakan bahwa, DIA ciptakan semua makhluk dan cipttaanNYA selalu berpasang-pasangan bahkan untuk buah-buah, tumbuh-tumbuhan.

Manusia dari berbagai bangsa untuk saling mengenal. Dengan sendirinya, hasilnya pasti suatu yang baru dan bentuk yang baru walau itu dari jenis yang sama. Jadi sangatlah aneh, apabila manusia-manusia yang menamakan dirinya modern, tiba-tiba ingin memaksakan pendapatnya untuk bergaya hidup seperti yang mereka rancang. Manusia yang lemah ini , sepandai-pandainya yang di ciptakannya tidak akan abadi. Satu-satunya yang abadi di alam ciptaanNYA adalah Sang Ultimatum Alam Semesta ini, apapun keputusanNYA adalah untuk menjaga kelestarian bumiNYA yang diciptakanNYA untuk makhluk-makhlukNYA.

 Perkawinan satu jenis misalnya adalah jelas-jelas melawan hukum Alam ( hukum Bumi Tuhan yang telah DIA ciptakan dengan perencanaan yang sangat matang dan sempurna ). Tuhan ciptakan makhluknya berpasang-pasangan untuk berkembang biak, bukan hanya untuk melakukan hubungan sesaat dan tanpa hasil apapun. Karena Tuhan menciptakan sesuatu dengan tujuan yang jelas dan tegas. Hal lain seperti, menghakimi manusia lain dengan pendapat sempit nya ( yang hanya di ketahuinya ) adalah suatu kejahatan dan ini adalah tindakan fitnah yang Allah SWT telah katakan bahwa 'fitnah itu adalah lebih jahat dari pembunuhan '.

Tetapi entah kenapa manusia-manusia di abad kini ini menjadi buta hati dan buta mata, tak dapat merasakan yang Benar dan yang Salah. Mereka begitu permisif dengan nilai-nilai yang di hasilkan oleh sesama makhluknya yang jelas-jelas hanya untuk kepentingan segelintir manusia itu untuk mengejar keuntungan dirinya dan kelompoknya. Lihatlah sekarang yang terjadi di negara-negara Barat dengan nilai-nilai yang mereka anut. Apa yang terjadi, krisis sosial? , krisis ekonomi ? ya terlihat demikian tetapi yang sesungguhnya akarnya berasal dari krisis spritual. Mereka tidak mempunyai iman, kepercayaan pada Sang Ultim, mereka hanya percaya pada sang penguasa mereka, yang ujung-ujungnya mengecewakan mereka.

Karena mereka pada akhirnya mengetahui bahwa mereka tengah menjadi kelinci-kelinci percobaan sang penguasa mereka. Terus menerus dalam kebohongan, kepura-pura an. Akumulasi kejahatan perilaku mereka dari mulai membohongi rakyat untuk kepentingan segelintir kelompok yang menguasai peraturan negara, hingga berujung pada kriminalitas kemanusian, pembunuhan, penyiksaan. Demokrasi yang mereka usung itu hanya tipu daya mereka untuk mengambil simpati rakyatnya. Keyakinan pada Tuhan pun terkikis dengan pertumbuhan zaman ini, karena sekali lagi si penguasa negeri yang mendikte rakyat untuk hanya patuh pada penguasa negeri saja dan melupakan semua yang ada dan pernah di ajarkan dalam fitrah mereka.

Kekosongan spiritual sungguh sangat berakibat fatal. Tidak hanya merugikan diri-diri mereka tetapi seluruh masyarakat dan umat semua. Puji Tuhan, sekarang semua lambat laun terbongkor, dan Kebangkitan rakyat terjadi dimana-mana di belahan bumiNYA. Justru ternyata, semakin manusia merasa modern ( serba canggih dgn gadget-gadget yang dpt di gunakannya ) semakin semua itu menjelimet, dan disitulah manusia memerlukan YANG MAHA TAHU, SANG ULTIM .

 Kebutuhan manusia akan agama akan sangat di dambakan bagi mereka-mereka yang jujur. Manusia tidak dapat mengatasi masalah-masalah yang njelimet yang ada manusia lainnya karena manusia sendiri dengan segala kelebihan & kekurangannya juga punya banyak masalah yang di bawanya. Meminta pertolongan sesama makhluk terkadang hanya membuat masalah baru. Keimanan seseorang pada Sang Ultim adalah sebuah keniscayaan begitu juga beriman pada Sang PerantaraNYA, yang dapat menghantarkan kita padaNYA, pada Sang Pengatur & Penentu Alam Semesta ini.

Selamat memasuki bulanNYA Sang Ultim dimana Sang PerantaraNYA pun lahir & syahid di bulan Rajab nan mulia ini. Semoga kesalahan-kesalahan dan kenaifan kita akan hakikat penciptaan alam semesta ini mendapat magfirahNYA. Salawat dan salam tercurah kepada para PerantaraNYA di bumiNYA dengan mendamba terus taufik dan hidayahNYA dalam menjalani tantangan2 yang akan di hadapi di kehidupan yang fana ini.

Salam terkhusus untuk Sang Hujjah terakhirNYA dengan mengharap segala bantuan dan kasih sayangnya untuk membantu diri yang mendamba kebaikan di dunia dan akhirat. Wallahualam bishawab