Where are the follower of Lady Zainab as...



Assalamualaiki ya binta Amiril Mukminin...
Assalamualaiki ya binta Fathima Az Zahra ...
Assalamualaiki ya Sayidah Zainab.....

Di zaman dimana Islam selalu di serang karena keterbelakangan kaum perempuannya....haruslah disanggah tuduhan tak berdasar itu.... Mungkin sebelum kita mengkritik ke luar sebaiknya kita mengkritik ke dalam...


Kebanyakan para penyampai berita agama baik itu ulama atau para da'i jarang sekali yang mengangkat tentang figur perempuan-perempuan dalam Islam...mungkin karena pemahaman sejarah yang sempit dan juga pemahaman sejarah yang telah tercampur dengan politik sehingga tidak di angkat ke permukaan karena tekanan-tekanan sang Tiran yang tidak menginginkan KEBENARAN ditampilkan ...Dalam sisi lain , tentunya kita sebagai muslimin wajib untuk memperkenalkan siapa figur-figur perempuan teladan dalam Islam....Islam tidak hanya menganggap perempuan-perempuan pilihan itu terbaik di suatu negara mana atau di benua mana, tetapi di seantero jagat raya, dan ini di pilih langsung oleh Allah SWT. Tentunya tolok ukurnya adalah dari segi Ilahiah - kesucian dan ketakwaannya...Ada 4 wanita teladan alam semesta yang telah dicatat sejarah dalam semua kalangan adalh : Sayidah Khadijah as binti Khuwalid istri tercinta Rasulullah saww, Sayidah Fatimah Az Zahra as binti Muhammad saww, Sayidah Mariam binti Imran ibunda nabi Isa as dan sayidah Asiyah binti Muzahim istri Firaun. Dan penghulunya adalah Fatimah Az Zahra binti Muhammad saww, putri nabi Muhammad saww & Sayidah Khadijah as, beliau as adalah perempuan surga dan wanita terbaik sejagat raya ini hingga akhir zaman...Beliaulah as, perempuan pertama yang akan masuk surga....


Sekarang kita mengangkat seorang putri dari penghulu perempuan surga ini dan pilihan Allah SWT dan ayahnya adalah pemuda pilihan Allah washi dari Rasul terakhir Muhammad saww - Ali bin Abi Thalib dan kakeknya sendiri adalah kekasih Allah Muhammad bin Abdullah, kakak-kakaknya adalah penghulu pemuda surga, pemuda-pemuda terbaik seantero dunia pilihan Allah SWT- Hasan bin Ali as & Husain bin Ali as ( QS 33:33) . 


Dialah sayidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib. Beliau diberi gelar Alimah Ghair Mualimah, di karenakan pengetahuannya yang luar biasa tanpa guru. Tentunya guru disini karena beliau as tidak mempunyai guru khusus dan sengaja belajar pada seorang guru. 


Sayidah Zainab as adalah seorang autodidak yang ada dilingkungan madrasah kenabian. Beliau as juga di juluki Baligah & Fashihah, yaitu seorang yang fasih dalam berbicara dan sangat lancar dalam mengungkapkan apa yang di maksud dengan artikulasi yang luar biasa. 


Inilah cerminan dari lingkungan pendidikan yang beliau as peroleh dari sejak lahir hingga wafatnya...Sejarah juga mencatat bahwa beliau as selalu bersama dan mendampingi ibunda tercintanya Sayidah Fatimah Az Zahra as pada pidato beliau as tentang tanah Fadak, pada saat itu Sayidah Zaenab as masih berumur 4 tahun. Tetapi pada saat beliau as dihadapan tiran Yazid bin Muawiyah yang telah membunuh al Husain as kakak dan anak-anak serta keluarga beliau as, Sayidah Zainab sangat fasih berbicara tentang apa yang telah ibunda tercintanya khotbahkan . Ini menunjukan daya ingat Sayidah Zaenab as yang luar biasa.


Selama hidupnya di Madinah, sayidah Zaenab as sangatlah aktif berperan dalam masyarakat sekitarnya. Beliau as mengajarkan tentang pendidikan agama Islam dan al Quran pada para perempuan di Madinah. Walau dia seorang istri dari Abdullah bin Jaffar At Thayar seorang yang berada, tetapi beliau as hidup dengan kesederhanaan dan jauh dari kemewahan..


Seperti ayahnya Ali as , sayidah Zaenab as tidak takut pada kematian dan terus bangkit melawan penjajah- tiran, karena itulah dasar dari ajaran Islam dimana seorang muslim harus berani melawan ketidak adilan yang ada dimuka bumi ini. 


Terlihat ketika beliau berhadapan dengan Yazid, seluruh kata-kata dan kalimat yang terlontar darinya adalah ungkapan-ungkapan Al Quran yang sarat dengan nasihat dan hikmah yang membuat musuh-musuh Islam tak berdaya....Sayidah Zaenab as juga sangat aktif menceritakan tentang peristiwa Karbala, sehingga hingga kini kita dapat mengetahui bagaimana peristiwa Karbala tersebut, beliau as pun yang mempelopori adanya Majelis A'aaza untuk memperingati para syuhada di Karbala terutama kakak tercinta beliau as - Sayidina Husain as - pengulu para syuhada. 

Kita mendapatkan pelajaran, sehingga dapat mengetahui kenapa Al Husain as membawa para perempuan Bani Hasyim di Karbala, adalah untuk mengibarkan bendera Islam, dimana Islam masih terus ada dan tersebar dengan perjuangan para perempuan dengan bertahan terhadap segala ancaman musuh dengan terus memperjuangkan ajaran Islam, menceritakan kebenaran.


Jadi peran para perempuan dalam Islam sangatlah penting dan essential sekali, yang mana Islam tak akan mungkin bisa bertahan tanpa perempuan-perempuan pemberani yang shalehah dan penuh takwa seperti Zaenab binti Ali as, seorang perempuan suci Bani Hasyim.


Oleh karena itu hanyalah omong kosong, apabila banyak kalangan menuduh perempuan Islam terbelakang dan tidak berpendidikan?? dan perempuan di kekang tidak boleh dan dapat keluar rumah untuk berkarya??? 


Sayidah Zaenab as dan yang lainnya adalah bukti nyata bahwa kaum perempuan Islam selalu berada di barisan terdepan dalam berjuang dan mempertahankan Islam. 


Ingatkah Sayidah Sumayah, beliaulah syahidah pertama dalam memperjuangkan ajaran Islam, dengan keyakinan yang total pada ajaran Islam. 


Ajaran Islam yang mana yang membuat perempuannya jahil dan terbelakang?? Jelaslah, sejak di zaman Rasulullah, perempuan selalu berperan aktif dalam mengembangkan ajaran Ilahiah ini, karena seorang perempuan terlahir sebagai seorang pendidik, mana mungkin seorang pendidik tidak berpengetahuan??....


Sesungguhnya sangatlah aneh apabila sekarang banyak para muslimah yang hanya duduk berdandan di rumah tidak berbuat apa-apa dan nasibnya hanya ditentukan oleh orang lain, atau suaminya??? Sekali lagi ajaran Islam yang mana, yang menyuruh perempuan duduk termanggu tak berdaya??....


Rasulullah saww dan keluarganya yang suci tidak pernah mendidik demikian....Para perempuan Bani Hasyim dan para pengikutnya selalu ada di medan terdepan dalam hal apapun...karena itulah yang diajarkan Rasulullah saww yang mulia pada kaum perempuan...aktif, cerdas, dapat mengartikulasikan pendapatnya dan pengetahuannya dengan lancar..kalau tidak buat apa ada seorang perempuan seperti Sayidah Zaenab as dan yang lainnya....mereka keluar rumah bukan untuk nampang kekayaan suaminya menyebar fitnah atau menggunjing dengan alasan 'ngafe'...tetapi untuk menyampaikan berita-berita yang diperlukan Islam, untuk kemajuan Islam, mendidik manusia untuk mengetahui Islam ( the TRUTH )..Sekali lagi ajaran Islam yang mana??...Dimanakah para pengikut Zaenab as?? Semoga segera muncul kembali Zaenab- Zaenab di permukaan bumi ini .... Adrikna ya MAHDI


Seperti para pendahulunya, Sang Putri Ali as ini mengakhiri hidupnya syahid di tangan para tiran yang sangat membenci keluarganya ( Keluarga kenabian Muhammad saww dan keturunannya )..... Assalamualaiki ya Sayidah Zaenab binti Ali bin Abi Thalib...doakan kami agar dapat mengikuti jejak langkahmu....gabungkan kami dengan perempuan-perempuan seperti sayidah Zaenab as ya ALLAH.....shalawat ala Muhammada wa aali Muhammad addada ma ahhata bihi ilmuka wa ajil farajahum.....Adrikna ya MAHDI


Shalawat ma surat al Fatihah.....Assalamualaiki ya Baligah ya Zaenab binti Ali......

The VALUE of YOU...




" Nilai seseorang sesuai dengan kadar tekadnya, ketulusannya sesuai dengan kadar kemanusiannya, keberaniannya sesuai dengan kadar penolakannya terhadap kejahatan, kesucian hati nuraninya sesuai dengan kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya "
(Imam Ali as
)


Hanya dari mencermati kalimat diatas kita sudah dapat melihat siapa seseorang itu....Sekarang, kita semua dapat mencek dan ricek, apakah ada nilai-nilai itu pada diri pemimpin yang anda calonkan atau idolakan....ini adalah barometer untuk menilai setiap diri, baik itu untuk melihat siapa diri kita atau siapa orang yang ada disekitar kita, juga siapa orang yang kita inginkan untuk menjadi pemimpin negeri kita??....

Mungkin tekadnya sudah ada bahkan sangat nekad, tetapi ...bagaimana dengan ketulusannya yang kita lihat dari kadar kemanusiannya?? bagaimana dia peduli pada nilai-nilai kemanusiaan, bagaimana dia memperlakukan pembantunya misalnya, ini yang sangat minim sampai pada bagaimana dengan kepeduliannya pada umat??. Lebih dalam lagi bagaimana dengan penolakannya pada kejahatan?? apakah bersekongkol dengan penghianat bangsa atau pengacau umat?? 

Lebih jauh lagi adalah kadar kepekaannya akan kehormatan dirinya??? yang dapat menentukan sucikah hati nuraninya?? bagaimana sampai ada yang hingga menjual dirinya untuk ingin dipilih?? ....

Tolok ukur yang sangat jelas dan mudah untuk dapat mengenal siapa sebenarnya diri- diri ini....

Wallahualam bishawab... Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

HOPE to change...



" Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri " ( QS Ar Ra'du : 11 )

Rethorika yang selalu di dengung-dengungkan oleh para politisi atau para calon pemimpin adalah kata" change " atau 'perubahan' . Tentu kita melihatnya sebagai suatu yang positif, ada kebaikan dan adanya secercah harapan di dalamnya....Harapan akan adanya perubahan ini yang menyebabkan kita kadang langsung percaya tanpa menyadari dan berpikir lebih dalam, siapa yang mengajak kita pada perubahan itu, karena kita harus tahu akan dibawa kemana diri kita ini oleh pemimpin itu??

Menginginkan suatu perubahan adalah sikap yang baik dan tentunya perubahan itu harus kepada kesempurnaan, yang dimana kita semua akan menuju kepadaNYA. Untuk itu kita selalu dihadapkan pada tantangan yang menguji diri kita apakah kita nantinya akan menjadi pemenang atau pecundang...Sikap kritis dan selalu menginginkan yang terbaik adalah suatu fitrah manusia, yang sayangnya manusia melupakan fitrah ini atau tak mendengar apa kata hatinya itu. Ini semua karena kita semua sibuk dengan urusan-urusan diri kita yang jauh dari ridhaNYA. Kita sepertinya hanya hanyut dengan persoalan diri masing-masing dan sepertinya 'acuh' pada masalah sekitar kita. Sikap acuh dan tidak peduli ini adalah suatu penyakit yang harus diobati....karena tendesi ketidak pedulian pada masyarakat sekitar kita berarti kedudukan kita itu jauh dibawah kemampuannya sebagai 'manusia'. Selama kita hidup di bumiNYA, kita tentu banyak menghadapi tantangan...misalnya kematian itu adalah tantangan, oleh karena itu kita berusaha untuk sehat, ada gerakan pada diri kita untuk mempertahankan diri kita supaya tidak mati dengan misalnya memakan makan yang sehat, pergi ke dokter bila sakit. Dokter tak mungkin pernah ada apabila tidak pernah ada penyakit...jadi sesuatu yang terlihat 'horor' atau buruk itu sebenarnya adalah pemacu diri kita untuk dapat menuju pada yang lebih baik dari keadaan semula. Kita belajar, pergi ke sekolah karena kita tidak mau menjadi orang bodoh. Jadi sesuatu yang dianggap buruk seperti kematian, penyakit, kesalahan itu sesungguhnya 'baik' karena telah memacu diri kita untuk menjadi 'sempurna'. Saya teringat dulu ketika bekerja di Mercedes-Benz, CEO nya berkata bahwa, "kita bersyukur dengan adanya BMW, karena dengan adanya BMW kita semakin berhasil menjadi yang terbaik...". Begitulah musuh dan segala yang kita benci itu adalah 'baik' selama itu, dapat menggerakan kita pada kesempurnaan. Dengannya ALLAH SWT menciptakan setan untuk menggerakan manusia menuju kepadaNYA. Supaya manusia dapat bertobat dan dapat kembali kepadaNYA. Karena ALLAH SWT ingin juga memanifestasikan nama-nama JALAL NYA pada alam semesta ini selain nama-nama JAMAL NYA. DIA lah yang MAHA PEMAAF, yang MEMATIKAN, yang MENGHUKUM, yang MENGHANCURKAN....

Kesadaran akan perubahan itu adalah suatu langkah awal yang baik asalkan diikuti dengan ilmu pengetahuan tentang apa yang kita inginkan, tentunya keingingin kita harus sesuai dengan keinginganNYA. Pengetahuan tentang kemampuan diri kita sebagai manusia multi dimensional adalah essential. Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang sempurna dan Allah sangat memuliakan 'bani Adam' ini. Oleh karenanya mengetahui akan kekuatan yang ada pada diri kita sangatlah dibutuhkan untuk dapat mengenal siapa diri kita sehingga kita akan mengenal Tuhan kita- Sang Kholik yang Menciptakan diri kita.. Diri kita ini adalah perpaduan kombinasi dari nama-namaNYA, tinggal nama yang mana yang kita akan selalu aktualisasikan... Para Nabi & Imam as adalah manifestasi sempurna ALLAH SWT oleh karena nya mereka disebut Insan Kamil. Ini dikarenakan, mereka telah berhasil dan selalu mengaktualisasikan semua nama-namaNYA. Islam datang untuk itu, kita diharuskan mencontoh mereka, para Nabi dan Imam as. Itulah 'akhlak' dalam Islam. Para Wali Allah seperti Imam Khomeini ra telah berhasil mencontoh para utusanNYA, beliau ra oleh karenanya menulis buku 40 hadis, untuk menyadarkan kita semua bahwa manusia adalah makhluk sempurna ciptaan ALLAH yang mana manusia diharuskan untuk menyadari kemampuan-kemampuan dirinya untuk dapat menjadi 'khalifahNYA di bumiNYA'.

Untuk dapat merubah suatu masyarakat, pertama kita harus merubah diri kita sendiri. Bagaimana mungkin para pemimpin yang menyerukan perubahan, tetapi diri nya sendiri tidak berubah, cara pandangnya tidak berubah...Banyak kita tahu, orang-orang yang mendengung-dengungkan perubahan seperti anti korupsi, pada saat dia menjabat dia sendiri yang korupsi...Kenapa ini dapat terjadi?? karena dalam diri orang tersebut, sesungguhnya dia tidak merubah pandangannya, nafs nya. Kita pun apabila cara pandangan kita sama dengan para tiran atau zionist misalnya, kita pun sesungguhnya setuju dengan mereka dan mungkin apabila kita menjadi pemimpin akan sama seperti mereka. Perubahan itu harus ada dalam diri kita. Apabila dalam keseharian kita, kita suka memakai barang orang tanpa sepengetahuan yang punya, atau meminjam sesuatu dan tidak dikembalikan, apakah kita juga tidak melakukan korupsi?? Ini adalah ketidak adilan. Walau itu suatu yang kecil tetapi kita telah mengidap penyakit itu....lalu bagaiman bila kita menjadi pemimpin?? padahal secara lisan kita benci pada ketidak adilan, korupsi atau yang lainnya...Apabila kita telah berhasil melawan nafs kita untuk merubah diri kita hingga keakar-akarnya...maka kita mempunyai tendensi untuk dapat merubah masyarakat sekitar kita dan layak untuk mencalonkan sebagai pemimpin...dan itulah orang-orang yang pemberani, karena mereka telah berhasil melawan nafsnya serta membersihkannya...
Itulah ajaran ISLAM yang begitu indah dan sangat memuja KEADILAN....Wallahu alam bishawab. Semoga di negeri ini masih ada yang demikian....ADRIKNA ya MAHDI....al ajal al ajal ya MAULAYA ...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad addada ma ahhatta bihi ilmuka wa ajil farajahum

AKAL



Rasullah saww bersada : " Akal terbagi menjadi 3 bagian, dan barang siapa menyandangnya maka sempurnalah akalnya, dan yang tidak, maka sesungguhnya dia tidak berakal. Adapun ketiga bagian tsb adalah: 1. Makrifat yang benar tentang Allah SWT
2. Ketaatan yang mutlak kepada Allah SWT
3. Kesabaran yang mendalam untuk menjalankan perintahNYA
"

Sangat banyak hadits-hadits yang menjelaskan tentang akal. Karena sesungguhnya, akal adalah sesuatu yang sangat vital pada setiap diri untuk dapat selalu berada pada kebaikan dan mencapai kebahagian yang sejati. Rasulullah saww : " Sesungguhnya seluruh kebaikan hanya dimengerti oleh akal "

Dengan penjelasan hadits-hadits tentang akal, membuat setiap mata terbuka, bahwa banyak yang kita lihat sekarang, seperti orang-orang yang mengklaim dirinya berakal, mereka menjadi terkenal dan menjabat posisi puncak. Pertanyaannya adalah, apakah sebenarnya mereka itu berakal?? Kenyataannya, justru sangat ironis apabila kita benar-benar mengamati yang terjadi di sekitar kita itu, dengan melihat dari makna yang sesungguhnya....Para kriminal eksekutif yang berdasi, tanpa tedeng aling-aling berbuat jauh dari ketentuan Allah SWT...keunggulan rethorika mereka yang memukau pada mayat-mayat hidup yang selalu tidur, dan dapat menghipnotis jasad-jasad tertidur itu, sehingga yang jelas 'salah' dan 'menyimpang' telah dianggap 'biasa', 'layak' bahkan 'benar'. Dunia telah mati....bagaimana bisa melihat kejahatan zionist Israel, Amerika, Inggris dan antek-anteknya itu dianggap 'biasa'....Peristiwa Gaza, Palestina...dianggap oleh mereka yang mengaku'berakal' dan juga masih banyak dari kita yang menyalahkan Hamas - Palestina?? Padahal mereka tahu, bangsa yang terjajah yang mempunyai 'akal' pasti akan bangkit melawan, tetapi gerakan kebangkitan perlawanannya mereka dianggap 'teroris'??, sedang mereka yang jelas merebut hak suatu bangsa, merampok tanah air, membunuh rakyat sipil , dianggap layak, biasa bahkan benar???? Politisi negara-negara Eropa & Amerika yang terkenal intelektual, berdarah aristokrat...dengan keyakinan yang kukuh membela israel dan melaknat Hamas??

Itulah, manusia apabila hanya melihat sesuatu dari sisi 'penampilan luar' , orang-orang Israel walaupun maling dan perampok karena berpenampilan 'eksekutif' di bela dan dimaklumi, lain halnya dengan para pejuang yang justru mempunyai harga diri sehingga harus melawan untuk diri dan bangsanya yang di aniaya...mereka otamatis bernampilan seperti militan dengan senjata selalu ditangan...dan itulah yang di 'highlight'pada media barat, sehingga mereka menyebutnya sebagai teroris...Padahal mereka yang disebut teroris oleh kaum zionist itu, sungguh yang menjalankan perintah Tuhannya, sabar akan kehendakNYA....Bangsa kita disini, karena sudah mengadopsi kultur 'zionist' jadi ikut2an, padahal mereka yang seharusnya membantu dan membela saudara muslimnya...ya...tetapi di negaranya sendiri mereka banyak telah mendzalimi sesama saudara muslimnya...jadi no wonder...lah...

Amerika yang begitu jelas membela Israel dan sangat tidak membela Palestina, masih saja ada orang kita yang berharap pada bekas negara adidaya itu?? Gara-gara nama Obama yang pernah muslim itu - Husain Barak Obama, mereka berharap pada nya???? Inna lilahi?? Dimanakah akal-akal kita??Pemilu kemarin....lihatlah mereka-mereka yang mencalonkan diri, sebenarnya mereka berkorban untuk kemenangan diri mereka sendiri. Apakah kita akan dipimpin oleh hanya segelintir kelompok yang telah didoktrin oleh ideologi 'zionist'?? Mereka memang lulusan Harvard atau yang lainnya....tetapi apakah mereka 'paham' akan kehendak rakyatnya?? apakah kita tahu mau dibawa kemana kita oleh mereka??? sadarkah kita??
Kita semua merasa diri kita berakal??? tapi apakah kita berakal dengan segala perilaku kita ini??? Para Urafa juga bilang, bahwa kata-kata ilmuwan serta para intelektual tidak dapat dijadikan barometer bahwa dia berakal atau tidak....yang harus di jadikan barometer orang berAKAL adalah keTAATannya pada syariat ALLAH SWT - Sang Kholik- Sang Maha PENCIPTA ALAM SEMESTA ini....itulah akal....jadi orang berakal itu apabila dia tunduk dan patuh pada syariat yang ditentukan oleh Rabbnya...ALLAH SWT bukan karena titel atau rethorikanya.... Wallahualam....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad addada ma ahatta bihi ilmuka wa ajil farajahum....Adrikna ya MAHDI

The Inner VOICE is calling...


" Kecintaan pada dunia adalah awal dari segala keburukan "

Pemilu sudah tinggal beberapa hari lagi....Masih adakah suara hati yang masih menyeru tentang al HAQ - the TRUTH - KEBENARAN yang HAKIKI....walaupun ada siapakah yang akan mendengarnya??? Sejarah telah mencatat dan sekarang telah terbukti...berkat perjuangan, kebangkitan serta REVOLUSI yang menyeluruh mulai dari diri sendiri hingga Umah...
Dengan mengutip pidato bersejarah seorang REVOLUSIONER - Ayatullah al Uzma Ruhullah al Musawi Khomeini ra( semoga Allah menjaga serta memuliakannya selalu ) di tahun 1963 dulu, ternyata masih berlaku untuk kita sekarang ini, yang menyeru dan mengingatkan pada setiap diri bahwa kita sudah terlalu lama tertidur...sehingga tak terasa negara kita yang makmur dan gemah ripah lohji nawi ini secara tak sadar telah lama di jajah....Banyak kemiripan dengan negeri kita sekarang, oleh karena itu kita wajib belajar dari kesuksesan revolusi rakyat di Iran....hanya dari jiwa-jiwa yang sadar yang dapat menyelamatkan bangsanya dari keterlenaan yang berkepanjangan...
Sang Imam Khomeini ra tidak hanya mengucap tetapi kita semua tahu dan merasakan, bahwa beliau ra telah membuktikannya dengan aksi....karena bila kita tidak setuju pada pemerintahan tak adil itu dan kita hanya diam......kita pun dalam bahaya...Semoga kita masih mempunyai ulama atau pemimpin yang berjiwa suci seperti beliau ra untuk dapat menyelamatkan negara kita tercinta dari kungkungan 'pengaruh asing yang sangat kuat' sehingga kita begitu menghamba pada mereka yang sama sekali sesungguhnya mereka tidak peduli pada kita malah sebaliknya....simaklah pidato beliau ra dibawah ini sehingga kita dapat mengambil pelajaran dan mempunyai sikap untuk kepentingan umat:


“ Saya peringatkan Anda akan Bahaya “
( pidato bersejarah Imam Khomeini, tahun 1963 bulan Syaban – ketika Imam menentang RUU pemberian Hak-Hak Istimewa bagi warga Negara Amerika di Iran, yang kemudian menyebabkan Imam Khomeini di buang ke Turki )

Inna lillahi wa inna ilahi rajiun. Saya tidak dapat menyuarakan perasaan hati saya dan hati saya tertekan sejak mendengar permasalahan-permasalahan Iran. Tidur saya berkurang dan tidak tentram, Hati sedang tertekan, dengan tekanan yang amat berat. Saya sedang menghitung-hitung hari, kapankah maut akan datang menjemput. Iran tidak lagi mempunyai Hari Raya, karena mereka merubah hari Raya Iran menjadi hari berkabung. Rakyat berkabung, tetapi mereka bersenang-senang dan berpesta ria, di lain pihak mereka menjual kita dan menjual kemerdekaan kita. Jika saya jadi mereka, akan saya larang pesta pora ini dan saya perintahkan untuk memasang panji-panji hitam dan pengibaran bendera hitam di bubungan rumah-rumah penduduk serta di bubungan pasar.

Kebesaran kita diinjak-injak dan kebesaran Iran lenyap, juga mereka menginjak-injak kebesaran Angkatan Bersenjata Iran. Mereka membawa Rancangan Undang-Undang ke Majelis.
Pertama, bermaksud memasukan kita dalam perjanjian Wina
Kedua , berupaya mengesahkan suatu Undang-undang yang menjamin para panesahat militer Amerika berikut keluarganya, teknisi, administrative, pelayan, bahkan setiap orang yang mempunyai hubungan dengan mereka bebas dari tuntutan atas tindakan kejahatan yang dilakukan mereka. Jika pelayan Amerika membunuh marja ( ulama besar ) panutan kalian di tengah pasar atau menginjak-injak di bawah kakinya, polisi Iran tidak berhak mencegah perbuatan itu dan pengadilan Iran tidak berhak mengadilinya. Namun perkara itu harus di bawa ke Amerika untuk diselesaikan oleh tuan-tuan di sana.

Pemerintah sebelum ini telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang, tetapi mereka menyembunyikannya. Pemerintah yang sekarang sedang berkuasa beberapa waktu lalu telah membawa RUU ini ke Majelis Senat. Dengan sekali ketuk, selesailah semua permasalahan. Belum lagi sempat istirahat, RUU yang telah di sahkan ini di bawa Pemerintah ke Majelis, setelah terjadi sedikit pembahasan beberapa anggota Majelis menyatakan penentangnya, tapu tetap saja RUU itu disetujui.

Tanpa rasa malu mereka mengesahkan RUU dan tanpa rasa malu juga pemerintah mendukung gagasan tersebut. Mereka menempatkan bangsa Iran bahkan lebih rendah dari seekor anjing Amerika. Jika seseorang menabrak anjing Amerika, sekalipun seorang raja Iran, pastilah akan diadili. Tetapi jika koki Amerika menginjak-injak seorang Iran yang paling di hormati maka tidak seorangpun boleh mengusiknya.
Mengapa bisa sampai terjadi demikian??
Itu karena mereka ingin mendapatkan pinjaman dari Amerika, sedangkan Amerika mengajukan syarat ini. Mereka mengajukan permohonan hutang sejumlah 200 juta dolar dan Amerika menyetujuinya, serta akan menyerahkan kepada Pemerintah Iran dalam jangka wakti lima tahun untuk belanja militer. Sementara itu Iran harus membayarnya ( mengembalikan) dalam jangka waktu sepuluh tahun senilai 300 juta dolar. Artinya, Amerika mendapatkan keuntungan dari Iran sebanyak seratus juta dolar atau 800 juta Toman Iran.

Sudah begini, masih juga mereka mau menjual Iran dan menjual kemerdekaannnya. Mereka mengganggap kita sebagai Negara jajahan dan kita diperkenalkan kepada dunia sebagai Negara yang bahkan lebih terbelakang ( primitive) dari manusia-manusia yang sebelum mengenal peradaban.
Apa yang dapat kita lakukan dengan bencana ini??
Apa yang dapat dilakukan kaum ulama dengan malapetaka ini? Ke Negara mana mereka dapat menumpahkan perasaan mereka? Bangsa lain mungkin berfikir bahwa rakyat Iran sendiri yang bersalah , yaitu mengapa sudi merendahkan martabat diri sendiri.
Mereka tidak tahu. Bukan rakyat yang melakukan ini, tetapi hal ini dilakukan oleh pemerintah Iran dan Majelis Iran. Majelis yang tidak pernah punya kaitan dengan rakyat. Rakyat Iran tidak pernah memberi suara kepada anggota Majelis, karena para ulama tingkat satu serta para marja mengharamkan pemilihan dan rakyatpun patuh pada mereka. Tetapi tetap saha pemerintah menempatkan anggota majelis itu dengan paksa.

Mereka melihat bahwa dengan adanya pengaruh kaum ulama, pemerintah tidak dapat berbuat apa-apa. Karenanya mereka berupaya menghancurkan pengaruh yang sudah melekat di hati rakyat.

Mereka paham betul, jika masih ada pengaruh kaum ulama, tidak seharipun Negara ini dibiarkan jatuh ke tangan Inggris atau Amerika, dan Israel tidak akan dibiarkan menguasai ekonomi Iran. Barang-barang Israel tidak akan dibiarkan masuk tanpa di kenakan bea. Pinjaman yang sangat membebankan rakyat itu tidak akan di loloskan. Keuangan Negara tidak akan dibiarkan kacau. Pemerintah tidak akan dibiarkan melakukan apa saja yang bertentangan dengan kepentingan rakyat. Majelis yang memalukan ini dan dipaksakan kepada rakyat tidak akan dibiarkan hidup. Laki-laki dan perempuan tidak akan di izinkan bergulat bersama-sama, seperti terjadi di Syiraz. Wanita-wanita baik tidak akan dibiarkan jatuh ke tangan pemuda-pemuda brandal. Anak laki-laki tidak akan dibiarkan pergi ke sekolah perempuan atau sebaliknya untuk melakukan kebejatan. Sejumlah orang tidak akan dibiarkan mengatasnamakan wakil rakyat atau pemerintah. Kaki tangan Amerika tidak akan dibiarkan membuat kesalahan-kesalahan fatal ini. Mereka akan mengusirnya dari Iran.

Ya, pengaruh kaum ulama memang merugikan kamu, wahai pengkhianat. Tapi tidaklah merugikan rakyat. Kamu tidak akan mampu memecah belah kaum ulama dengan permainan sandiwaramu.

Saya menghormati semua ulama dan akan mencium tangan semua ulama. Jika hari itu saya mencium tangan ulama, maka hari ini juga saya akan mencium tangan semua pekerja.
Tuan-tuan! Saya peringatkan Anda akan Bahaya
Tentara Iran! Saya peringatkan Anda akan Bahaya
Politisi Iran! Saya peringatkan Anda akan Bahaya
Ulama Iran dan pemimpin-pemimpin agama Islam! Saya peringatkan Anda akan Bahaya.
Kaum ruhaniawan!, pelajar agama!, pusat-pusat pendidikan agama!, Najaf!, Qum!, Mashad!, Teheran!, Syiraz!, saya peringatkan Anda semua akan Bahaya !
Keadaan berbahaya sekali!
Nampaknya ada sesuatu di balik tabir yang kita tidak mengetahuinya. Di Majelis mereka mengatakan, jangan sampai tabir-tabir itu terkuak. Rupanya mereka merencanakan sesuatu terhadap kita.
Sesuatu yang lebih buruk apalagi yang akan mereka lakukakn ?
Adakah yang lebih buruk dari keterjajahan?
Apa lagi yang ingin mereka perbuat?
Ada apa semua ini?
Ya, apa perlunya militer dan penasehat militer Amerika bagi kamu, para penguasa. Jika negeri ini telah diduduki Amerika, mengapa kamu menyanyi begitu keras. Jika negeri ini diduduki, mengapa kamu banyak bicara tentang kemajuan. Jika para penasehat itu pelayan-pelayanmu, mengapa mereka ditempatkan lebih tinggi dari tuanmu sendiri. Perlakukanlah mereka seperti pelayan-pelayan lainnya. Jika mereka itu pekerja, perlakukan mereka seperti pekerja-pekerja dari Negara lain. Jika negeri ini memang di duduki Amerika, katakana kepada kami, sehingga kami atau mereka yang di usir dari negeri ini.
Apa yang ingin mereka lakukan?
Apa yang telah diperbuat Majelis yang tidak sah ini terhadap kita? Majelis yang penuh dari Revolusi Putih. Saya tidak tahu dimana Revolusi Putih yang di gembor-gemborkan itu.

Tuhan sebagai saksi. Saya tahu, apa yang sedang berlangsung, karena itu saya menderita. Saya tahu apa yang sedang terjadi di desa, kota-kota terpencil, dan di kota Qum yang terbelakang ini sendiri. Saya tahu betapa masyarakat kelaparan dan pertanian tidak pernah diurus.

Pikirkanlah negeri ini, Pikirkanlah bangsa ini. Jangan biarkan hutang kita bertumpuk serta tidak perlu jadi pelayan. Tentu saja dola memerlukan pelayanan. Ambil dolar itu dan pergunakanlah dengan baik, biar kami yang mengerjakannya.

Jika orang Amerika menabrak kita, kita tidak boleh protes! Tuan-tuan yang menyuruh kita bungkam itu, apakah menyuruh kita juga bungkam dalam kasus seperti ini?
Mereka menjual kita, apakah kita juga harus bungkam?
Mereka menjual kemerdekaan kita, apakah kita juga harus bungkam?
Demi Allah! Berdosa orang yang tidak mau protes
Demi Allah! Berdosa besar orang yang tidak mau berteriak
Wahai pemimpin-pemimpin Islam! Ulurkan tanganmu untuk menolong ISLAM
Wahai ulama-ulama Najaf! Ulurkan tanganmu untuk menolong ISLAM
Wahai ulama-ulama Qum! Ulurkan tanganmu untuk menolong ISLAM
ISLAM sekarang telah lenyap.
Wahai bangsa-bangsa Islam!, wahai pemimpin-pemimpin Islam!, wahai presiden-presiden negeri Islam, wahai raja-raja negeri Islam! Ulurkan tanganmu untuk menolong ISLAM
Wahai Syah Iran! Ulurkan tanganmu untuk menolong dirimu sendiri, injak Amerika. Amerika lebih buruk dari Inggris, Inggris lebih buruk dari Amerika. Soviet lebih buruk dari keduanya dan masing-masing lebih buruk serta lebih kotor dari yang lain. Hanya saja saat ini kita sedang berurusan dengan Amerika. Presiden Amerika perlu tahu, bahwa ia adalah orang yang paling di benci bangsa ini. Ia telah begitu kejam terhadap kita, Sekarang ini ia adalah musuh Al Quran dan musuh rakyat ini. Pemerintah Amerika perlu tahu , ia akan di permalukan di negeri ini.

Kasihan anggota majelis yang malang itu. Mereka berteriak: “Coba minta kepada teman baik kita Amerika supaya tidak menekan mereka, tidak menjual kita , tidak menjadikan Iran negeri jajahan mereka”. Tetapi siapa yang mau memperdulikan teriakan tersebut?

Mereka tidak pernah mengungkapkan apa isi Perjanjian Wina, bahkan pasal 32 tidak pernah di sebut sama sekali. Saya tidak tahu fasal apa itu. Bukan hanya saya yang tidak tahu, bahkan ketua majelis dan anggota majelispun tidak pernah tahu. Walaupun demikian mereka tetap menyetujui, menandatangani dan mengesahkan RUU itu. Betul ada diantara Majelis yang berterus terang tidak tahu apa isi pasal 32. Mereka adalah sekawanan orang-orang bodoh.

Mereka singkirkan satu persatu politisi dan pejabat-pejabat tinggi kita. Sekarang ini, negeri kita bukan lagi di tangan para politisi yang baik. Militer perlu sadar, sebentar lagi mereka pun satu persatu akan disingkirkan. Masih adakah harga diri tentara, jika pelayan atau koki Amerika lebih utama dari seorang jendral. Jika saya tentara, saya akan meminta berhenti. Saya tidak sanggup menerima malu ini.

Koki Amerika, mekanik, pekerja, karyawan dan seluruh keluarganya dijamin keamanannya. Tetapi ulama Islam, mubaligh, dan pengabdi Islam di usir dan di penjarakan. Pencinta-pencinta Islam di Bandar Abbas disekap dalam penjara, hanya karena mereka ulama atau pencinta ulama.

Dalam buku sejarah yang mereka susun, mereka menyatakan bahwa kesejahteraan bangsa ini terletak pada penghapusan pengaruh ulama. Itu artinya, kesejahteraan bangsa ini terletak pada penghapusan pengaruh Rasulullah saw. Tapi mengapa pengaruh Rasulullah saw harus dihapus dari bangsa ini?? Ya, mereka menginginkan ini supaya Israel dan Amerika dapat berbuat sesuka hati di negeri ini.

Sekarang ini, segala kesulitan kita berasal dari Amerika dan Israel. Israel adalah Amerika itu sendiri. Anggota majelis dan para menteri semua berasal dari Amerika, semua adalah kaki tangan Amerika. Jika bukan Amerika, mengapa mereka tidak menentang dan diam saja.

Sekarang saya berada dalam kondisi prihatin, karena itu ingatan saya tidak bekerja baik dan tidak dapat mengemukakan masalah-masalah dengan sempurna.

Pada salah satu majelis tempo dulu , dimana Sayyid Hasan Mudarris salah seorang anggotanya, Pemerintah Rusia pernah mengancam Iran, jika tidak menyetujui rencana yang mereka tawarkan
( saya tidak ingat rencana apa itu ) mereka akan menyerang Teheran lewat jalur Qazwin. Pemerintah waktu itu menekan majelis agar mengesahkan rencana itu. Seorang sejarahwan Amerika menulis : Seorang ulama dengan tongkat di tangan maju ke podium dan berkata : “ Karena kita akan dihancurkan, mengapa kita harus menandatangani sendiri kehancuran kita?”. Karena sikapnya itu, Rusia tidak dapat berbuat apa-apa.

Ini baru yang dinamakan ulama. Dengan hanya satu jari, seorang ulama yang kurus dan lemah mampu membuat Negara sekuat Rusia menarik ultimatumnya. Sekarang demikian juga, jika satu saja ada ulama di majelis yang tidak akan membiarkan hal ini terjadi maka akan terulang kembali kejadian dahulu. Karena itulah mereka berusaha menghapuskan pengaruh ulama supaya mereka bebas berkeliaran.

Ada sekian banyak masalah dan sekian banyak kebusukan yang terjadi di negeri ini, tetapi dengan kondisi pribadi saya seperti ini, tidak banyak masalah yang dapat saya kemukakan sebanyak yang saya ketahui. Tetapi kewajiban Anda menjelaskan kepada rakyat. Kewajiban rakyat memprotes hal ini, memprotes majelis dan memprotes pemerintahan, disebabkan mengapa mereka melakukan ini dan menjual kita?

Anda anggota majelis namum bukan wakil kami. Anggaplah Anda wakil kamu tetapi karena Anda berkhianat, dengan sendirinya perwakilan itu hilang dan ini adalah pengkhianatan kepada negeri!

Ya Allah! Mereka mengkhianati negeri kami, mengkhianati Islam dan mengkhianati Al Quran.

Anggota majelis yang menyetujui RUU dan para orang tua yang duduk di majelis senat telah melakukan pengkhianatan. Anggota majelis yang menyetujui RUU berkhianat kepada negera dan mereka bukan wakil rakyat. Dunia perlu tahu, mereka bukan wakil rakyat Iran.

Seandainya sebelum ini mereka adalah wakil rakyat, tetapi saya telah memecat mereka. Mereka sudah bukan lagi wakil rakyat dan segala RUU yang disahkan mereka sudah tidak berlaku lagi.

Ini sesuai dengan pernyataan konstitusi berdasarkan prinsip kedua amandemen konstitusi. Selama majelis tidak di bawah pengawasan para mujtahid, ketetapan-ketetapannya tidak sah. Dari permulaan Masyrutah, Revolusi Konstitusi, sampai sekarang ini apa pernah ada majelis berada dibawah pengawasan mujtahid?? Jika ada lima mujtahid dalam majelis ini atau cukup satu saja, ia akan membungkam mulut-mulut mereka serta tidak akan membiarkan hal ini terjadi dan ia akan menggoncangkan majelis.

Saya juga protes kepada anggota Majelis yang secara lahiriah menentang RUU. Jika mereka betul-betul menentang RUU, mengapa mereka tidak melakukan sesuatu, mengapa mereka tidak bangkit mematahkan leher boneka ini. Apakah sikap penentangan itu cukup dengan mengatakan ‘tidak setuju’ , namun tetap bertahan di tempat dan terus saja berbasa-basi.

Buatlah gaduh majelis, pergilah ke tengah-tengah majelis dan jangan biarkan majelis berjalan seperti ini serta umumkan adanya RUU. Apakah dengan mengatakan saya tidak setuju, persoalan selesai. Lihatlah sendiri hasilnya.

Kita tidak memandang peraturan yang menurut mereka telah disahkan itu sebagai peraturan, Kita tidak memandang majelis sebagai majelis. Kita tidak memandang pemerintah ini sebagai pemerintah, Mereka adalah Pengkhianat. Pengkhianat Negara!!

Ya Allah! Luruskanlah urusan kaum muslimin. Agungkan agama Islam yang suci ini dari yang mengkhianati Islam dan mengkhianati Al Quran.