
Allah SWT dalam salah satu firmanNYA menyatakan kita dilarang shalat dalam keadaan mabuk. Apabila kita mengartikan mabuk itu meminum khamar, ini memang arti yang paling rendah - karena khamar dalam ilmu fiqh itu haram, bagaimana orang yang melakukan sebuah tindakan haram melakukan shalat? Tentu, makna yang lebih nyata lagi adalah kebanyakan manusia ini, mabuk oleh kenikmatan duniawi , sehingga sering dia lalai dan lupa diri.
Dan ayat yang lain Allah SWT pun memperingati orang yang shalat namun dalam keadaan lalai (QS 107 : 4-5)
Rasulullah saww yang mulia pun pernah berkata dalam hadisnya, bahwa kebanyakan manusia di dunia ini, hanya tertidur, dan baru akan bangun ketika sudah di alam kubur.
Sungguh kita selama ini seperti mayat-mayat hidup, yang wujud zhahirnya saja manusia , tetapi 'tamasul' kita mungkin binatang yang sesuai dengan karakater binatang yang kita mempunyai kemiripan dengannya, bagi yang dapat melihat batin yang ada pada diri kita, karena dengan kelalaian kita yang sedang menikmati berbagai nikmat Allah, kita dibuatnya'mabuk', sehingga ruh/jiwa kita mentransform wujud-wujud 'kebintangan' yang sedang kita perankan...inna lillahi... Oleh karena itu untuk mengetahui apakah kita ini dalam keadaan 'bangun' atau 'tidur', sangat sulit untuk terditeksi oleh diri sendiri, hanya para urafa yang telah mencapai maqam tertentu. Tetapi, apabila suara hati nurani = suara Tuhan sudah tak terdengar lagi, sehingga hidup kita hanya disibukan oleh hal-hal yang berbau materi saja, hendaknya kita segera mengambil tindakan.
Supaya kita tetap 'alert' & 'awake', kita harus berusaha membersihkan diri kita serta memperbaiki diri dengan mempraktekan kehidupan spiritual kita sesuai dengan ketentuanNYA. Adapun resep dari salah seorang ulama, dimana Insha Allah apabila kita mempraktekan amalan di bawah ini akan mem'bangunkan' kita dari tidur nyenyak , sehingga kita selalu dalam keadaan 'sadar' , dan selalu mengingat Allah SWT serta selalu dalam lindunganNYA :
1. Membaca Al Qur'an - kitab Allah, setelah shalat wajib ( min 50 ayat )
2. Membaca Dzikir nabi Yunus pada saat di dalam ikan paus : "La ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minal dzalimin" ( 100 - 400 x )
3. Menjauhi perbuatan maksiat ( ini menjadi pra syarat dari semuanya, karena mana mungkin kita yang ingin membersihkan diri, pada saat yang sama berbuat maksiat
4. Melakukan amalan-amalan yang wajib
5. Muraqabah - introspeksi diri tentang apa yang sudah kita kerjakan, memohon ampun apabila kita melanggar ataupun berbuat yang tidak di ridhaiNYA, selalu beristigfar
6. Shalatlah di awal waktu
7. Mengetahui apa tujuan hidup. Seperti, untuk apa kita diciptakan dan akan kembali kemana kita nanti, apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk akhirat kita
8. Ma'rifat ALLAH SWT - Mengenal Allah SWT adalah sebaik-baiknya ibadah. Kenalilah Allah melalui makhluk ciptaanNYA, pelajari tentang apa itu akhirat, alam barzah, dan Al Quran-kitab Allah, serta semua yang berhubungan denganNYA .
9. Memberikan adab pada jiwa - nafs kita dengan menahan lapar di siang hari... puasa lebih baik tetapi apabila tidak , makanlah secukupnya , belajar menahan lapar, ini sangat baik untuk jiwa kita
Apabila kita melaksanakan ke sembilan resep yang diatas berarti kita sedang bertanggung jawab kepada Allah SWT. Sebaiknya dilakukan selama 30 hari berturut turut(tidak ada jeda)agar membawa dampak pada jiwa kita. Insha Allah , setelah itu akan ada perubahan dalam diri kita, misalnya dapat 'melihat' serta merasakan nikmat Allah, dan kita akan membenci segala kebatilan serta menghindar dari segala yang bentuk kemaksiatan. Tentunya, masih banyak resep-resep yang lainnya. Intinya, selalu berusaha mengenali diri atau jiwa kita, karena dengan mengenal diri kita, berarti kita telah mengenalNYA, dan akan menjadi'tahu diri'. Dan , dengan mengenalNYA berarti kita juga akan cepat mengenal Imam Zaman kita, dimana kita wajib mengenalinya, apabila kita mengimaninya.
DOSA adalah musuh terjahat jiwa kita, oleh karena itu bangunlah dari tidur nyenyak.. ingatlah DIA dalam setiap keadaan dan jauhilah apa yang DIA larang... siapa lagi kalau bukan kita yang sangat menyayangi diri/ jiwa kita, kalau bukan diri kita sendiri. Wallahu alam bishawab
Mohonlah pertolonganNYA - pertolongan Imam Zaman atfs agar kita selalu terjaga dari yang tidak di ridhaiNYA... shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum .. ADRIKNA ya MAHDI