Di zaman sekarang ini, manusia memasuki era yang istilahnya meraka adopsi dari Barat yaitu era moderenisasi. Dimana makna modern disini ingin mengacu pada suatu peradaban Barat yang serba dilengkapi dengan alat-alat elektronik. Manusia abad ini dipaksa sepakat bahwa bangsa yang beradab adalah bangsa yang di dalam kehidupan kesehariannya sudah menggunakan alat-alat canggih elektronik buatan Barat. Karena kebanyakan bangsa di Timur tidak pernah di beri kesempatan untuk membuat alat-alat canggih, dan karena masih selalu taat menjalankan ritual-ritual 'mistik' dalam kesehariannya, maka bangsa di Timur oleh bangsa Barat dianggap tidak atau belum beradab ASALKAN mereka mau mengkonsumsi apa yang di ditawarkan Barat baik itu budaya, maupun alat-alat elektronik yang canggih, maka dia baru dianggap beradab dan modern.
Pemaksaan akan 'istilah' ini telah di lakukan Barat sejak zaman nenek moyang mereka ketika mereka menjajah negeri-negeri di Timur ini yang kaya raya akan sumber daya alamnya. Setelah mereka menjajah dan menguasai sumber daya alam disana , mereka 'mempekerjakan' pendudukan asli hanya sebagai buruh pekerja, karena mereka enggan untuk mentransfer teknologi yang mereka punyai ( ini salah satu strategi penjajah agar penduduk jajahan terus dapat mereka kuasai dan terus bergantung pada mereka). Sesekali mereka men'training' penduduk pribumi yang mereka perkiraan akan setia dan tidak akan menuntut lebih dari yang telah mereka dapatkan dengan selalu mengingatkan mereka agar terus 'loyal' pada si penjajah Barat dengan mencukupi segala kebutuhan mereka. Tetapi posisi puncak dan ilmu teknologi tak akan turun langsung begitu saja di transfer kepada penduduk pribumi, dengan alasan yang sangat jelas. Bangsa Timur hanya sebagai maksimalnya akan dapat menjadi'pembantu-pembantu'ahli yang tidak akan pernah akan bisa melebihi bangsa Barat.
Transfer kebudayaan, dimana bangsa Timur dipaksa untuk mengkonsumsi produk-produk buatan Barat yang notabene lebih modern dari pada buatan bangsanya sendiri yang sangat sederhana dan alami itu. Gaya hidup Barat di paksa diterapkan pada bangsa Timur untuk dapat selalu menjadi budak-budak pengkonsumsi produk-produk buatan Barat yang mana bangsa Barat mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan dari situlah mereka dapat bertahan hidup. Terkadang mereka sendiri tidak mampu dan tidak pernah menggunakan produk mereka , karena mereka tahu betul apa isi dari produk tersebut. Bangsa Timur yang telah menjadi konsumtif dan haus akan segala yang datang dari negeri Barat, adalah sasaran empuk produsen Barat untuk dapat berimaginasi dan explore kreatifitas untuk memenuhi pangsa pasar Timur yang tak pernah habis. Mereka telah ketagihan dengan segala sesuatu yang datang dari negeri Barat. Apabila ada dari negeri Timur yang mulai berproduksi maka mereka akan melirik hanya dengan sebelah mata.
Sikap menganggap kecil dan remeh bangsa sendiri dan bangsa Timur adalah buah dari 'strategi bangsa Barat' untuk dapat terus mendominisi dunia. Mereka telah sukses mem'brain-washed' bangsa di Timur untuk tidak percaya diri dan merasa lebih rendah dari bangsa Barat. Rencana besar bangsa Barat ini juga telah mencerabut 'diri' dan jiwa hampir setiap bangsa di TImur untuk menjadikan diri mereka jauh diri-diri mereka sendiri. Bahkan mereka rela untuk melepas segala identitas diri mereka demi ingin dilihat menjadi seperti bangsa Barat yang selalu memproduksi barang-barang yang dipandang modern itu.
Kepercayaan yang dianut oleh bangsa Timur lama-lama ditinggalkan karena merasa sudah kadaluarsa dan tidak dibutuhkan lagi. Seorang lebih baik duduk asyik dengan FB dari pada duduk asyik menghadap Sang Maha Pencipta Alam Semesta yang dulu dan nenek moyang mereka sangat mensakralkan . Sekarang yang mereka sakralkan hanya barang-barang elektronik yang terkadang sangat tidak dapat diandalkan. Produk-produk itu hanya dapat menghantarkan diri-diri kita pada sesuatu yang tidak abadi dan sementara, tetapi entah kenapa ketergantungan manusia abad kini akan suatu produk begitu tingginya hingga rela untuk berbuat 'apapun' demi meraihnya'. Sikap tersebut tentu mengalahkan sikapnya ketika dia harus mengingat pada Sang Pencipta Alam Semesta ini yang dimatanya seolah tidak mempunyai peran apa-apa, karena tidak 'terlihat' dan tidak akan langsung memberikan segala keinginannya.
Tuhan, Sang Pencipta Alam ini yang selalu ingin memperkenalkan DIRINYA pada makhluk-makhlukNYA sampai bisa terkalahkan oleh suatu bangsa yang telah mendominasi bumiNYA dengan hal-hal yang buatNYA dan orang-orang yang taat padaNYA adalah hal yang remeh. Mereka mendominasi dunia ini dengan mengeksplor hawa nafsu semaksimal mungkin. Apapun , model apapun akan tersedia untuk memenuhi wahm2 para pencari dunia itu. Dan memang mereka lah pemenangnya. Tuhan Sang Pencipta Alam semesta hanya menyediakan potensi-potensi diri yang ada di dalam setiap diri untuk di aktualisasikan pada atribut-atibut DIRINYA, sehingga kehidupan abadinya di alam setelah ini akan indah dan jauh lebih indah dari apa yang telah di perlihatkan oleh para pecinta dunia. Diri-diri yang dapat memanifestasikanNYA akan menjadi penghias bumi ini bagi yang dapat melihatnya dengan ilmu pengetahuan langit yang tidak dimiliki oleh para pecinta dunia yang ilmunya hanya sebatas 'wahm' dan tidak abadi.
Apabila kita dapat memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh manusia yang sesuai dengan fitrah dirinya dan tunduk pada peraturan-peraturan Sang Pencipta Alam Semesta, maka sungguh akan menimbulkan kemaslahatan dari pada kehancuran dunia ini. Penjagaan akan bumiNYA dengan mentaati segala peraturanNYA dan menghindari segala yang merusak diri dan lingkungan akan membawa kita semua dalam kelanggengan hidup dan peradaban yang sangat tinggi dan jauh lebih modern.
Apakah dapat disamakan manusia yang tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dirinya dan Tuhannya sehingga dapat menghasilkan kemaslahatan umat dan saling menolong dan menghargai dengan yang kita lihat sekarang manusia yang keblinger dengan ilmu pengetahuan yang mereka gunakan hanya untuk saling merusak dan menguasai sesama manusia??
Semoga dengan kesadaran manusia sekarang akan kesalahan yang mereka adopsi akan menjadikan mereka bertaubat dan menjadi produsen-produsen yang bertanggung jawab untuk kehidupan dunianya maupun akhiratnya....wallahualam bishawab
Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum
