Pasukan Elang dari Sukabumi

Pagi hari kemarin, saya begitu bahagia dapat berbagi dan belajar dengan para siswa SMP Lazuardi Sukabumi. Atas undangan dan kesempatan yang diberikan Sang Maha Pengatur Alam Semesta ini melalui teman saya seorang pakar di bidang pendidikan dalam memanusiakan manusia bapak Munif Chatib.

Ketika pak Munif mengusulkan agar memberikan materi yang 'up to date', terlintas langsung di pikiran saya tentang sesuatu yang sangat dan paling 'up to date' dan terus mengobarkan api di setiap jiwa yang dahaga akan tegaknya KEADILAN di muka bumi ini - PALESTINA.

Karena menurut pandangan saya, anak-anak di usia SMP juga sangat haus akan sesuatu yang baru dan menantang, dan mereka akan terus mencari sesuatu yang baru tentang kejadian-kejadian yang ‘ajib’ di sekitarnya. Untuk mengisi kehausan mereka dan rasa ingin tahu mereka , saya memberikan topik yang sangat menantang dan akan membuka wawasan mereka tentang Palestina, suatu kontradiksi, bagaimana Palestina berada di tanah suci yang wilayahnya sangat sakral – karena ke 3 agama samawi ( Ibrahimik) menggoreskan sejarahnya di tempat tsb, pada saat yang sama bangsa Palestina ( penduduk asli disana ) terus menerus terjajah & terdzalimi sehingga menjadi symbol perlawanan kaum tertindas di abad ini.

Adapun pesan spiritual yang saya harapkan dari mereka adalah dapat menumbuhkan rasa empati dan peduli diantara para siswa pada mereka yang terdzalimi. Serta belajar untuk dapat mengidentifikasikan mana musuh , mana teman. ( kebenaran v.v. kebatilan )

Dengan metode 'movie learning' saya memutarkan film 'Jerusalem city of Heaven' pada siswa setelah sebelumnya saya terangkan tentang asal muasal berdirinya agamanya Samawi dengan silsilah dari Nabi Ibrahim as hingga ke Nabi penutup Muhammad saw.

Kemudian setelah menonton film tersebut, siswa yang berjumlah 21 anak itu dibagai menjadi empat kelompok dan setiap kelompok harus memilih nama untuk kelompoknya dengan sesuatu yang telah mereka lihat di film tersebut . Setiap kelompok harus mempresentasikan apa yang telah mereka tangkap dari film tersebut juga harus mengusulkan tindakan atau langkah apa yang akan mereka lakukan untuk bangsa Palestina. Nama2 kelompok serta tindakan yang akan mereka lakukan terhadap bangsa Palestina :

Kelompok I : Al –Shakra
For Palestine : Islam harus bersatu

Kelompok II :Dom of The Rock
For Palestine : Bantuan Kemanusian

Kelompok III : Yerusalem
For Palestine : boycott produk Israel

Kelompok IV : Tembok Ratapan
For Palestine : Hancurkan gerakan zionist Israel

Sungguh saya sangat terharu dan bahagia melihat 'output' dari berbagi dan belajar dengan para siswa SMP Lazuardi Insan Kamil ( boarding school) di Sukabumi ini. Ada satu tugas lagi bagi para siswa yaitu setiap siwa diharuskan menulis tentang apa yang mereka lihat di film tersebut dan yang tulisannya terbaik akan di berikan hadiah oleh Pak Munif Chatib. Tugas menuliskan 'essay' ini diharapkan agar setiap siswa aktif juga dalam mengemukakan pendapat dan pandangannya tentang kejadian yang ada di Palesitna setelah belajar dan melihat dari film tersebut.

Segala puji dan syukur pada Sang Empunya setiap jiwa - Allah SWT dan terima kasih saya kepada para guru dan siwa disana yang nurani kemanusiaannya masih aktif dan bergelora untuk selalu menyempurnakan diri di jalanNYA dengan kerja keras dan kerjasamanya .Terutama untuk bapak Munif Chatif & manajemen sekolah Lazuardi yang terus menerus berusaha memanusiakan manusia pada para tunas bangsa negeri ini. Semoga Allah Azzawajala selalu melindungi dan terus menurunkan rahmatNYA pada bangsa kita agar selalu dapat berjalan di jalaNYA dan lulus dalam setiap cobaan dan tantangan kehidupan ini.

Wallahualam bishawab.

Women perceptions in West v.v Islam


Baru dengar di presstv bahwa research di Amerika menyatakan upah wanita yang bekerja selalu lebih rendah dari pria apapun level pekerjaannya. Seorang Researcher juga mengatakan bahwa setinggi apapun wanita dalam kariernya dia masih dinyatakan 'non-manegerial' dibanding lawan jenisnya yang di katagorikan termasuk dalam grup 'managerial'. Sungguh aneh, perempuan Barat, sudah diperlakukan demikian masih merasa mereka merasa sama dengan pria, dan pada saat yang sama mereka pun menuntut di persamakan haknya. Sementara dalam Islam, wanita & pria mempunyai hak yang sama dalam menuntut ilmu, tetapi dia tidak punya kewajiban mencari nafkah karena itu adalah kewajiban kaum pria..ya wanita dalam Islam dapat bekerja tetapi bukan untuk menjadi si pencari nafkah ( 'breadmaker') dalam keluarga tetapi sebagai aktualisasi dirinya agar bermanfaat di masyarakat. Dan wanita dalam Islam dapat berkarya di luar rumahnya, seperti menuntut ilmu, bekarir dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat dengan menggunakan 'hijab'. Karena keuntungan menggunakan hijab ini bukan untuk siapa2, kecuali untuk si wanita tersebut, agar dia lebih bebas mengekspresikan dirinya di depan umum ( pria2 di jalan) sehingga tidak menganggu konsentrasi satu sama lain. Dalam Islam, wanita termasuk manusia yang di muliakan Tuhannya, oleh karena itu siapapun yang memandangnya bukan karena untuk menikmati tubuhnya, tetapi untuk dapat berkomunikasi dengannya dan dalam berkomunikasi yang di lihat adalah 'pikiran-pikiran'nya bukan anggota tubuhnya. Jadi misalnya, seorang muslimah penjual barang dagangan di pasar maupun di perkantoran, karena dengan kemampuan komunikasinya dagangnya akan laris, bukan dengan menggerak2an atau memperlihatkan anggota tubuhnya, karena selain melanggar peraturan Tuhan Sang Pencipta alam semesta, dia juga terlihat murah dan hina.

Di Barat, wanita ingin dipersamakan dengan pria, dengan bekerja di tempat2 yang tidak seharusnya dia bekerja seperti di pertambangan yang membutuhkan otot. Dan mereka mengklaim dirinya bangga dapat seperti pria??? Tuhan Sang Pencipta wanita telah memuliakan dia agar dapat terlihat indah dan cantik serta terawat...bukan untuk di jadikan kuli seperti itu...

Pada saat yang sama wanita Barat memilih dan bangga dapat memakai sembarang baju yang di design oleh laki2 ( biasanya para homoseksual ) agar terlihat 'sexy' di publik, agar semua pria dapat menengok padanya....Secara logika normal..apakah kaum wanita itu sedang di perdagangkan dan di remehkan ....Tanyakan pada setiap laki2 normal, apakah dia senang istri atau pasangannya di tonton oleh kebanyakan orang? apabila jawabannya iya...maka kecemburuan thdp pasangan telah hilang di laki2 Barat/Timur?..apakah itu sesuatu yang 'normal'.... penyakit jiwa ini telah merambah keseluruh pecinta dunia ini agar mengeksplor apapun yang ada dirinya ' for sale' . Mereka kaum wanitanya tidak merasa hina sedikitpun ketika melihat para wanita penjaja sex - memakai baju minim dan merangsang kaum prianya. Sebagai sesama wanita dia sama sekali tidak terusik kewanitaanya bahwa kaumnya sedang di hinakan, di rendahkan...Pada saat yang sama, mereka tidak suka pada wanita yang selalu menjaga dirinya dari kerlingan mata para lelaki tak tahu malu...seharusnya secara natural dia merasa senang melihat wanita yang terhormat tidak ingin dilihat sembarang orang...

Bayangkan apabila dia mempunyai sesuatu yang sangat berharga - benda - seperti 'intan berlian' apakah dia akan di taruh sembarangan dan di pertontonkan pada setiap orang yang lewat di depannya???? Dalam keadaan normal, mereka pasti akan selalu menjaga dan yang akan pakai pada 'certain occasion' saja - karena dia mengganggapnya sebagai sesuatu yang sangat berharga....Begitu juga apabila dia menganggap dirinya sebagai wanita itu sangat mulia, dia tidak akan menghinakan dirinya dengan menjajakan anggota tubuhnya pada setiap orang yang lewat di depannya. Ini adalah formula jiwa/diri yang sangat mendasar...setiap tindakan kita adalah refleksi dari apa yang ada di dalam diri kita. Tuhan Sang Pencipta diri kita sangatlah tahu bagaimana memperlakukan pada setiap makhluk ciptaanNYA...Apakah kita lebih tahu dari Tuhan kita Yang telah menciptakan kita?? Sungguh apabila kita tidak mengenal diri kita , sungguh kita tidak akan pernah mengenal Tuhan kita....wallahualam bishawab.

Allahuma shali ala Muhammad wa aali Muhammmad wa ajjil farajahum
ADRIKNA YA MAHDI