The TEST


" Life is the most difficult Exam , many people fail because they try to copy others. Not realising that everyone has a different question paper! "  
( unknown)
 
' Hidup adalah ujian yang sulit, banyak orang gagal karena mereka mecoba mengkopi orang lain. Tanpa menyadari bahwa setiap manusia mempunyai pertanyaan ujian yang berbeda.'

Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam perbedaan satu dengan yang lainnya, bahkan si kembar sekalipun walau bentuk fisiknya sama, tetapi sidik jarinya atau karakternya pun berbeda, tidak pernah ada yang sama. Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian ilmiah sekalipun.

Keaneka ragamaan yang Tuhan ciptakan ini adalah sebuah karunia indah Sang Pencipta Alam Semesta ini.

Sungguh aneh bin ajaib, apabila kita sebagai makhluk ciptaanNYA sangat menginginkan apapun yang kita lihat di sekitar kita itu harus sama, seperti kita, harus sesuai dengan yang kita kehendaki, sementara Tuhan Sang Pencipta Seluruh alam semesta ini saja, menciptakan keragaman pada setiap ciptaanNYA.

Inilah cikal bakal penderitaan manusia, yang di ciptakannya sendiri, demi memenuhi kepuasaan egonya. Apabila kita urai satu persatu segala konflik yang terjadi di sekitar kita atau yang sedang terjadi di dunia ini , semua berasal dari penolakan manusia pada yang berbeda dari apa yang ada pada dirinya, TETAPI aneh bin ajaib pula bahwa pada saat yang sama mereka ingin sama seperti yang lain, yang mereka anggap baik sesuai dengan selera nya sehingga dia merasa bagian dari kebanyakan. Untuk hal ini pun mereka rela untuk berpura-pura menjadi seperti orang lain atau masyarakat umum.

Potret paradoks yang kita sering lihat dan alami dalam keseharian kita ini, kebanyakan akibat cara pandang dunia kita yang salah sehingga kita terus menerus di dera di keadaan 'catch 22' yang pada akhirnya saling menyalahkan tanpa ingin mengetahui akar permasalahannya.

Seperti yang di jelaskan Tuhan di dalam kitab suciNYA bahwa hidup di dunia ini adalah ujian, hanya yang lulus ujiannya saja yang akan selamat sampai ke tujuan. Dunia ini adalah tempat kita berkarya demi meraih hasil yang akan kita petik di alam sana, bukan di sini. Artinya di dunia ini, mungkin kita atau orang menganggap kita sebagai seorang pecundang atau yang seluruh kehidupannya penuh dengan penderitaan tiada akhir, tetapi yang di lihat oleh Tuhan adalah langkah perjuangan untuk dapat terus bertahan di jalanNYA, walau kebanyakan orang menentang. Inilah yang telah dicontohkan Tuhan pada para utusanNYA di muka bumi ini seperti yang di rekam di kitab suciNYA.

Apabila kita mengamati isi dari kitab suci Tuhan, semua para utusanNYA , para nabi Tuhan selalu dalam keadaan terdzalimi dan berakhir dengan keadaan terbunuh malah mengenaskan. Tetapi ajaran mereka, terus hidup hingga sekarang dan mereka masih dikenang dan di ikuti banyak pengikutnya. Kenapa ini dapat terjadi , karena apabila kita berjalan di jalanNYA dengan penuh ketulusan dan penuh pengetahuan tentang apa sesungguhnya kehidupan di dunia ini, kita akan merasa cukup dan 'content' - dengan apa yang ada pada diri kita dan akan senang apabila kita dapat memberikan sesuatu pada yang lain.

Yang dilarang dalam agama dan tidak boleh adalah membiarkan diri kita terhina tak ada perlawanan pada apa-apa yang menimpa diri kita, menerima begitu saja tanpa ada usaha keras memperbaikinya. Karena dalam kitab suciNYA , Tuhan tidak akan pernah merubah nasib hambaNYA sampai si Hamba itu merubah nasibnya sendiri.

Mengambil contoh para utusan Tuhan, dimana mereka terus mendidik umatnya dengan penuh keyakinan walau penuh dengan tantangan dan penderitaan, mereka dapat begitu tegar,  karena mereka mengetahui betul tentang apa tugas mereka dan akan janji Tuhannya, bahwa kemenangan yang hakiki itu ada di jalan Kebenaran- jalan Tuhannya. 

Sehingga hasil itu tidaklah penting di alam dunia yang sementara ini, tetapi lebih terus gigih menjalankannya dengan penuh konsisten dan penuh kesadaran bahwa yang di jalaninya itu adalah jalan kebenaran - jalan Tuhannya. Hasil yang sesungguhnya adalah bagaimana perjuangan di jalan kebenaran itu, sehingga menjadi sesuatu yang monumental dan terpatri pada setiap hati yang bersih yang mendamba kebahagiaan yang sesungguhnya.

Tentunya, apabila kita mengimani para utusan Tuhan yang Tuhan kirim ke bumiNYA untuk di jadikan contoh-contoh manusia teladan, dengan sendirinya kita akan melihat jalan mereka untuk di ikuti, bukan jalan-jalan yang mudah, instan tetapi dampaknya merugikan pihak lain yang sesungguhnya merugikan diri kita sendiri. Atau hanya mengikuti kelompok kebanyakan yang mengiming2i kebahagian sesaat.  

Imam Ali a.s : " Jalan kebenaran itu jalan yang sunyi yang mana engkau merasa kesepian "

Setiap manusia mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing yang satu sama lain tidaklah sama. Ujian kitapun berbeda dengan orang lain atau bahkan dengan keluarga kita sendiri, tidak pernah ada yang sama. Untuk itu kita tidak bisa selalu menyamakan apa yang kita punya ( bahagia atau derita ) dengan yang ada pada orang lain. Tuhan pun menyuruh kita agar berpuas akan apa yang di berikan pada kita dan berusaha selalu menyelesaikan segala masalah dengan jalan yang telah di tunjukiNYA.

Belajar dari kehidupan para utusanNYA, mereka diajarkan Tuhannya untuk mengabdi untuk kemanusian ( to serve the other human being ) dengan mendidik umatnya untuk tidak menjadi manusia yang egoistis yang hanya mementingkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya atau hanya mementingkan hawa nafsunya semata, mereka mengajarkan kita untuk menjadi pengkhidmat Tuhannya dengan tulus dan penuh pengorbanan. Ingatlah bahwa kehidupan kita yang sesungguhnya adalah di alam selanjutnya, begitu pula hasil dari perjuangan kita hanya dapat terbalas di alam sana, yang terlihat di alam ini hanyalah sebagian kecilnya saja.

Janji Tuhan sudah pasti benar dan pasti akan tergenapi. Berharaplah hanya padaNYA, cintailah Tuhan dengan mencintai sesama ciptaanNYA yang penuh dengan keragaman. Itulah ujian terindah yang Tuhan berikan pada setiap hambaNYA, agar dapat saling menghormati , saling menghargai sesama ciptaanNYA dengan penuh kasih sayang apapun latar belakangnya. Cinta padaNYA adalah sejatinya cinta yang tak akan mungkin bertepuk sebelah tangan.