Ketika Awan Tebal itu tak sanggup lagi menghalang


"Aku bagaikan mentari yang berada di balik awan"
(Imam Zaman atfs)


Apabila kita yang sedang mengamati segala yang sedang terjadi di sekitar kita, segala macam perubahan yang ada di sekeliling kita, dengan cermat maka kita akan melihat adanya suatu pergerakan yang sangat dahsyat yang sedang terjadi di alam semesta ini. Perubahan baik itu yang terjadi pada makhluk hidup, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda mati lainnya ( yang konon benda mati itupun mempunyai gerakan dan bersenyawa ).

Berbagai bencana alam dari gempa bumi hingga banjir bandang, belum lagi kebakaran hutan besar-besaran yang terjadi di berbagai belahan bumiNYA, terus bergantian seolah tak akan berhenti. Hanya dengan selang beberapa bulan atau minggu kejadian itu terjadi silih berganti dengan corak dan bentuk yang berbeda. Tidak pandang bulu, baik itu di negara berkembang maupun di negara maju sekalipun.Negara-negara yang dahulunya hampir tidak pernah mengalami bencana sekarang dengan berturut berubah menjadi katastrope alam. Negara-negara maju yang biasa telah mempersiapkan bencana2 tsb, kali 'gagal' menanganinya. Murni bencana alam maupun buatan manusia....semuanya komplit terjadi dan tak terduga.

Umat Islam di belahan bumi Timur perlahan tetapi pasti satu demi satu bangkit dari tidur nyenyaknya setalah puluhan tahun ditindas oleh penguasa zalim negerinya. Mereka kompak satu sama lain, dan saling meneriakan hak-hak mereka yang selama ini di rampok semena-mena oleh regim terkutuk zionis dan antek-anteknya.

Suara rakyat meneriakan tuntutan KEADILAN yang selama ini terus menerus di injak-injak. Para penguasa itu pun terkaget-kaget melihat rakyatnya bangun dan bangkit dari tidur lelapnya, mereka hampir tak percaya bahwa akan ada gugatan terhadap diri mereka yang sekian lama asyik memperdaya rakyatnya dengan segala kebohongan masal serta menutupi fakta-fakta. Peran media masa yang mereka kuasai menyebabkan kebohongan dan kejahatan mereka tak terexpose dan sangat terlindungi dari pembicaraan publik.

Tetapi, siapa yang menyangka kebangkitan umat Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara akan sedahsyat sekarang. Para penguasa zalim pun tentu tak suka di usik-usik kursi kerajaannya dan dituntut kembali kewajiban2nya terhadap rakyat2nya. Oleh karenanya mereka para penguasa negeri tsb berusaha semaksimal mungkin untuk tetap duduk di kursi2 mereka dan siapapun yang mengusiknya akan dilawan bahkan darah-darah rakyatnys sendiri menjadi halalan toyiban. Dan, karena mereka tidak mempunyai penolong selain regim zionis, maka kesempatan emaslah untuk regim-regim terkutuk ini untuk mengambil kesempatan ini untuk merampok negeri2 yang sangat tergantung pada mereka ini dan di hadapan masyarakat dunia mereka berlagak mengusung membela rakyat-rakyat yang dizalimi oleh para pengacau negeri....padahal jelas sekali hampir seluruh dan mayoritas rakyatnya yang protes,adalah mereka yang haknya sudah lama terinjak-injak, adapun yang minoritas adalah para antek yang setia pada tuannya, dan mereka lah yang beroperasi di lapangan sebagai pembantai sesama bangsanya, mereka lebih memilih harta dan kedudukan tinggi dan iming-iming jabatan dan bayaran mahal ketimbang harus berdemo berdingin2 dan berdesak2 serta berteriak2 , resiko nyawa hilang, di culik atau dibunuh...Si minoritas inilah yang regim zionist bela seolah-olah...

Sebagaian manusia enggan berkorban untuk kepentingan masyarakat umum dan selalu mendahulukan kepentingan dan keuntungan diri-diri mereka dan keluarga nya saja.

Puji Tuhan yang Maha Agung, akhirnya pada suatu titik tertentu rakyat2 dunia akan menyerukan satu kata dan menuntut satu hal yang sama yaitu KEADILAN . Apabila diri-diri umat Islam telah dapat bersatu dengan tujuan yang satu, hati-hati mereka bersatu untuk SATU tuntutan.....insha Allah, Penguasa alam semesta ini akan mengutus utusanNYA yang terakhir ke muka bumi ini sebagaimana bumi ini telah di lumuri dengan ketidak adilan dan kejahatan yang puncak dari manusia yang jahil dan tak beriman.

Apabila, setiap umat Islam di seluruh bumi ini telah sadar , siap dan bangkit melawan kejahatan yang SATU untuk tujuan yang SATU inshaAllah kehadiran Sang Ratu Adil akan segera muncul...oleh karena itu sadarlah wahai kaum muslimin...bersatulah bersatulah...SATUKAN HATI-HATI KALIAN DAN RAPATKAN BARISAN ..LAWAN MUSUH KITA YANG SATU REGIM ZIONIS ISRAEL, AMERIKA DAN SEKUTUNYA...Mohonlah pada Penguasa alam semesta ini agar segala kejahatan dimuka bumi ini & ketidak adilan di muka bumi ini akan segera tergantikan sesuai dengan JANJI TUHAN yang PASTI...

Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Khotbah 17 - Nahjul Balaghah (kumpulan khotbah Ali ibn Abi Thalib as)


" MENGENAI ORANG-ORANG YANG MENEMPATI POSISI PENEGAK KEADILAN, NAMUN MEREKA TIDAK KOMPETEN UNTUK ITU "

Diantara umat manusia, ada dua orang yang paling di benci oleh Allah.

Yang Pertama adalah orang yang sangat mencintai dirinya. Maka dari itu orang seperti ini menyimpang dari jalan kebenaran, dan suka bicara tentang bid'ah yang keji dan mengajak orang kepada jalan kesesatan. Karena itu dia mengganggu orang-orang yang tertarik pada dirinya, dia jauh dari petunjuk orang-orang sebelum dirinya, menyesatkan orang-orang yang mengikutinya baik semasa hidupnya maupun sepeninggalannya, memikul beban dosa orang lain dan terjerat perbuatan sesatnya sendiri.

Yang Kedua adalah orang yang mendorong kebodohan. Dia berkeliaran di kalangan orang bodoh, dia tidak dapat berpikir sehat karena banyaknya kerusakan yang dilakukannya, dan dia tidak dapat melihat berbagai manfaat damai. Orang-orang yang menyerupai 'manusia' menyebut dia pakar padahal dia bukan. Pagi-pagi sekali dia keluar rumah untuk mengumpulkan berbagai barang yang kekurangannya lebih dari banyak, sampai saat dia mengatasi dahaganya dengan air tercemar dan mendapatkan barang-barang yang tak ada artinya. Di kalangan 'manusia' dia duduk sebagai hakim yang bertugas memecahkan apa pun yang membingungkan atau sulit di mengerti orang lain. Jika problem dihadapkan kepadanya, dia pun beragumen dengan argumen yang lemah, dan memberikan putusan berdasarkan argumen yang lemah ini. Dengan demikian dia terjerat dalam keraguan laksana terjerat sarang laba-laba, dia tidak tahu apakah dirinya benar atau salah. Jika dia benar, dia takut jangan-jangan dirinya salah, sedangkan kalau dia salah dia berharap dirinya benar. Dia bodoh, tersesat dalam kebodohannya dan berjalan dalam kegelapan tanpa tujuan yang jelas. Dia tidak berupaya menemukan realitas pengetahuan. Dia menebar hadis seperti angin menerbangkan dedaunan kering.

Demi Allah, dia tidak mampu memcahkan problem yang di hadapkan kepadanya, juga tidak kompeten untuk memegang posisi yang diserahkan kepadanya. Apa saja yang tidak diketahuinya, dia anggap tidak patuh diketahui. Dia tidak sadar bahwa apa yang tidak dijangkaunya, orang lain menjangkaunya.Jika dia tidak jelas dengan sesuatu, dia diam saja tentang sesuatu itu, karena dia tahu dirinya tidak tahu. Orang-orang yang telah melayang jiwanya, mereka memprotes putusannya yang tidak adil, harta pun ( yg dikuasainya dengan jalan dzalim) menggerutu tentang dia.

Aku adukan kepada Allah orang-orang yang hidup bodoh dan mati tersesat. Bagi mereka, tak ada yang lebih tidak bernilai dari pada Al-Quran, jika Al-Quran dibaca dengan pembacaan yang semestinya, juga tak ada yang lebih bernilai selain Al-Quran jika ayat-ayatnya dipindahkan dari tempatnya, juga tak ada yang lebih buruk selain kebajikan, juga tak ada yang lebih baik selain perbuatan jahat.

Note : Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib as melihat dua golongan manusia sebagai golongan yang paling di benci oleh Allah & sejahat-jahatnya manusia.
Pertama : orang-orang yang bahkan keliru pandangannya dalam masalah ajaran dasar, dan yang sibuk menebarkan kejahatan.
Kedua : orang-orang yang meninggalkan Al-Quran dan sunah dan mempermaklumkan perintah berdasarkan imajinasi mereka sendiri. Mereka menciptakan lingkaran pengikut dan pendukung mereka. dan memasyarakatkan hukum agama buatan mereka sendiri. Kekeliruan dan kesesatan orang-orang seperti itu tidak hanya milik mereka sendiri, melainkan benih kesesatan yang ditebarkan oleh mereka menghasilkan buah, dan ketika berkembang menjadi pohon besar maka dapat menjadi tempat berlindung atau oasis bagi orang-orang yang tesesat, dan ketersesatan ini pun terus saja meluas. Karena orang-orang inilah penebar kesesatan yang sesungguhnya, maka beban dosa orang lain juga dipikul mereka, serta dikatakan Al-Quran :
" Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka sendirim dan beban (lain) bersama mereka sendiri..." ( QS Al-Ankabut : 13)

*sumber altenatif khotbah ini :
- Al-Kulani, Ushul al-Kafi, I, 55
- Abu Thalib al-Makki, Qut, I, 290
- Al-Harawi, al-Jam, lihat 4,
- Ibn al- Atsir, an-Nihayah ( di bawah kh-b-t)