Know well your destination...




Ketika kita berencana untuk berpergian ke suatu kota atau negara, tentunya banyak pekerjaan yang harus kita persiapkan demi terwujudnya rencana kita tersebut. 

Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu kota atau negara tujuan itu dengan pasti, kemudian kita pun harus mengetahui bagaimana kita menuju kota atau negara tersebut. Jalan mana yang akan kita tempuh, tentu disini kita memerlukan penunjuk jalan yang terbaik dan terkini. Setelah itu kita akan menentukan pilihan, bagaimana agar kita dapat berada di negara tujuan dengan aman. 



Dalam hal ini kita pasti memilih kendaraan yang sangat terpercaya dan terbaik , agar hati kita tentram dan yakin akan dapat selamat sampai di tujuan. Untuk mengetahui kendaran yang terbaik dan terpercaya tentunya dibutuhkan pengetahuan yang baik serta informasi yang maksimal agar tidak kecewa nantinya.

Begitu pula kita di alam dunia ini,haruslah mengetahui tujuan dari keberadaan kita disini. Setelah mengetahui akan kemana kita nantinya, tentunya kita harus melakukan persiapan demi tercapainya tujuan tersebut dan pastinya ingin aman dan selamat sampai di tujuan, untuk itu kita akan memilih pemandu jalan yang terbaik, yang paling berilmu pengetahuan tentang seluk beluk kehidupan di alam sini maupun di alam tujuan akhir tersebut.

Sungguh celakalah, bila kita tidak mengetahui tujuan dari keberadaan kita di dunia ini, karena ini sangat mempengaruhi segala sikap dan tindakan kita dalam keseharian kehidupan ini. Hidupnya hanya di habiskan untuk memenuhi kepentingan di alam dunia ini. Sedangkan faktanya, bahwa kehidupan di alam dunia ini hanyalah sementara dan yang abadi adalah di alam akhirat. Oleh karenanya, pengetahuan tentang alam akhirat ini, sudah menjadi suatu kewajiban sebagaimana termaktub dalam pilar2 agama Samawi - agama Ibrahimik. 

Fakta pun menyatakan bahwa semua yang bernyawa akan menghadapi kematian dan tidak ada satu orangpun yang dapat menolongnya untuk dapat lolos dari kenyataan ini. Jadi sesungguhnya, kehidupan di alam dunia ini hanyalah untuk mempersiapkan kehidupan kita berikutnya di alam akhirat , tempat kita yang abadi. Siapapun yang menyangkal fakta ini , tentunya akan sangat sangat merugi, karena waktu kehidupan di dunia ini hanya di habiskan untuk membuatnya sengsara di alam akhirat nanti. 

Siapapun yang tidak menyadari dan memulai melangkah mengadakan perjalanan ke alam 'asal'nya, akan membuang waktu yang sangat berharga yang Sang Maha Pencipta berikan dengan sia sia belaka. Inilah sesungguhnya faktor penentu, yaitu mengetahui tujuan hidupnya secara benar dan mempersiapkan dirinya dengan usaha maksimalnya demi keselamatan dirinya di kehidupannya yang abadi.

Tujuan penciptaan adalah untuk mengenal Sang Kholik - Allah Rabb al alamin , seperti termaktub dalam QS 51:56 . Untuk dapat mengenal Sang Pencipta Alam Semesta ini, Allah mengutus para Nabi, Rasul dan Ulil Amri yang mewakilkan keberadaanNYA di alam dunia. Karena untuk mencapai tujuan, kita memerlukan penunjuk jalan untuk menujuNYA yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT. Sehingga yang manusia harus lakukan untuk dapat menuju jalanNYA, mencari, dan mengenal secara 'dekat' penunjuk jalanNYA yang dipilih langsung olehNYA, agar dapat sampai ketujuan dengan aman dan selamat. 

Tentunya untuk mencapainya diperlukan usaha yang keras dan serius serta berpengetahuan untuk menjalankannya. Apabila kita selama ini belum menemui Sang penunjuk jalan yang di pilih oleh Allah SWT, tentu ini adalah suatu handycap kita menuju jalan yang benar yang Allah telah tentukan. Bagaimana bisa seseorang pergi ke suatu tempat tujuan tanpa 'guide'yang benar dan belum pasti akan sampai di tujuan.

Apabila telah menemukannya, kenalilah secara baik, jalinlah hubungan hingga kita dapat merasakan selalu kehadirannya dalam setiap langkah kehidupan kita. Karena dengan demikian perjalan kita menujuNYA terasa dalam bimbinganNYA, terjaga, terlindungi. Segala keputusan kita pun akan selalu berdasarkan bimbinganNYA, tentunya ini merupakan usaha yang besar dan sangat di butuhkan tekad yang sangat kuat dengan selalu memohon pertolonganNYA agar selalu terus istiqamah di jalanNYA. Pengorbanan akan keinginan diri yang seringnya akan menjerumuskan diri kita ke jalan selainNYA harus terus di perhatikan. KeinginanNYA diatas segala keinginan diri, sungguh suatu perjuangan yang dalam agama pun dianggap perbuatan yang sangat mulia - jihad al akbar - jihad al nafs.

Sungguh sangat berbahaya, apabila kita tidak mengetahui juga apa akhir dari tujuan penciptaan ini. Karena merasa sudah puas dengan yang di lakukan untuk kehidupan spiritualnya, yang sesungguhnya ia baru sampai di pertengahan jalam, belum sampai ke tujuan akhirnya, tetapi ia telah berhenti sampai di situ, ini pun suatu perbuatan yang sia-sia. Seperti merasa sudah puas dengan segala ibadah yang dilakukannya ,sehingga tidak ada peningkatan dalam mendalami dan mempelajari ilmu yang dapat mendekatkan dirinya padaNYA, mencapai tingkatan 'penyaksian'.

Wallahuallam bi shawab... Ya Allah, perkenalkanlah aku padaMU , karena apabila tak KAU perkenalkan diriMU padaku , aku tak akan mengenal RasulMU, Ya Allah , perkenalkanlah aku pada RasulMU , karena apabila tak KAU perkenalkan diriku pada RasulMU, aku tak akan mengenal HujjahMU, Ya Allah , perkenalkanlah aku pada HujjahMU, karena apabila tak KAU kenalkan diriku pada HujjahMU, aku akan tersesat dari agamaMU....shalawat ala Muhmammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum..Adrikna ya MAHDI

No comments:

Post a Comment