Stop hurting my Maula....
Hembusan angin sepoy sepoy dari pantai yang berpasir putih, halus lembut bak kulit yang rajin terawat dengan krem-krem merek buatan Paris.. Terasa indah dan nyaman merasuk pada jiwa yang tenang. Sementara panas yang menyengat terasa sampai ke dasar kulit hingga mengakibatkan perubahan warna pada kulit sebelumnya...Apapun yang langsung berhubungan dengan badan atau zhahir kita akan menimbulkan efek pada jiwa atau batin kita...ketika jari kita terkena duri, maka jari tangan kita akan terasa sakit dan mengeluarkan darah. Diri alias jiwa atau ruh kita tidak berdarah tetapi dapat merasakan sakit yang ditanggung oleh badan atau zhahir kita..
Sekarang kita melihat disekeliling kita, di alam dunia ini, segala kesemarawutan terjadi dimana-mana, segala sesuatu tidak diatur dan ditempatkan pada tempatnya yang layak... tanah-tanah di gali hingga tak dapat lagi dijadikan serapan di kala hujan lebat datang, hutan-hutanpun demikian ditebang hingga tak dapat menahan air hujan yang deras, binatang-binatang yang seharusnya hidup di tempat yang sesuai dengan karakter binatang itu di pindahkan, bahkan di habiskan hingga hampir punah, tumbuh-tumbahan telah di cerabuti hingga tak terlihat keindahannya terkadang di guyur bukan dengan air tetapi dengan cairan yang dapat mematikan pertumbuhanannya. Manusia sudah menganiaia lingkungan sekaligus diri-diri mereka sendiri.... mereka bahkan saling membunuh hanya urusan sepele dan tidak penting, hanya karena ingin melampiaskan hawa nafsunya yang tak terkendali...Sungguh ini gambaran yang menyeramkan dan ini lebih seram dari monster-monster film kartun buatan Walt Disney...
Begitulah gambaran dunia yang Sang Kholik ciptakan untuk kemaslahatan makhlukNYA, tetapi makhluk yang diberi aset AKAL malah dengan sengaja merusak ciptaanNYA yang sesungguhnya di ciptakan untuk keselamatan dirinya....Sungguh tak tahu malu dan tak tahu terima kasih makhluk yang bernama manusia ini...ya bukan manusia , karena hakikat seorang manusia itu pasti akan menganggungkan aset Tuhan yang bernama AKAL dan itulah yang membedakan manusia denga hewan atau makhluk rendah lainnya yang menjijikkan.... tetapi sungguh makhluk yang diberi akal ini jarang sekali menggunakan aset tertingginya..... Menyakitkan...yang sungguh sangat menyakitkan adalah bahwa Sang Wali Allah- hujjah Allah yang tinggal satu ini - harus menanggung beban dari kejahilan makhluk dimana hujjah2NYA telah ditampakan sangat jelas.... Beliau atfs adalah ruh dari bumiNYA ini....bagaimana membayangkan sakitnya Sang Ruh Suci ini setiap saat menanggung perilaku nista dan hina dari umat-umat kakeknya yang mengaku-ngaku berbaiat pada agama kakeknya Rasulullah saww....Ya Hujjatullah ala Khalkihi.... kami sungguh tak tahu diri ... ampunkanlah diri-diri hina ini yang selalu membuatmu bersedih...berikan kemampuan pada kami untuk dapat selalu membuatmu tersenyum dengan bersegera menyibukkan diri utk mengaktualisasikan segala potensi diri yang ada sehingga dapat membantumu walau hanya dengan setetes air atau debu yang tak berarti....
Di bulan suci nan mulia ini...mohonkanlah ampunan kami dan hantarkan kami pada bulan suci berikutnya Ramadhan sehingga kami dapat terus memohon ampun, bertobat dan bersyukur dan mendapatkan Lailatul Qadr...Ya Shahibul Tadbir.... berikanlah kelayakan pada kami untuk dapat berkhidmat padamu....liriklah kami dan angkatlah kami bersamamu..... kuatkan tekad kami untuk dapat mempersiapkan kedatanganmu...berikan kami kemampuan untuk dapat berbuat dan menyenangkanmu...kami sungguh merindukanmu....derita mu adalah deritaku...sungguh aku ingin merasakan berada di dalam pemerintahanmu... merasakan kebersamaan denganmu...tarikan nafasmu berada di udara yang sama dengan tarikan nafasku ...salam hormat yang setingggi-tingginya kusampaikan untukmu ya Baqiatullah fil Ardhi.....Adrikna ya MAHDI....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...
-
Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya ...

No comments:
Post a Comment