BE what you supposed to BE
" Mereka lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan lupa tentang siapa dan apa dirinya" ( QS. al Hasyr: 19 )
Siapapun yang tidak menyertakanNYA dalam keseharianNYA, pasti akan jauh dariNYA, dan sebagai kosekuensinya, segala pekerjaannya pun tidak sesuai dengan keinginanNYA. Lihatlah dunia sekarang ini, dimana-mana selalu terjadi kenistaan, ketidak adilan, kebohongan, kekacauan, kejahatan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.. itulah akibat dari melupakanNYA dalam segala tindak tanduk kita dalam melangkah di BumiNYA.
Manusia selalu disibukan dengan kedudukan, penampilan luarnya, popularitas dirinya, keinginan hawa nafsunya, semua hanya seputar memenuhi kebutuhannya yang harus dipenuhi tanpa menurut aturan dan Undang-undang Allah SWT yang termaktub dalam kitab suciNYA. Manusia telah merasa dirinya seperti tuhan dapat berdiri sendiri dan mengatur dirinya sesuai dengan keinginan hawa nafsunya semata. Mereka berlomba-lomba untuk menonjolkan diri mereka masing-masing sesuai dengan ukuran yang dibuat oleh dirinya dan kelompoknya. Anak-anak remaja mudah tertipu dengan kata-kata indah dan janji-janji muluk dari para perusak moral dari pagi hingga malam, mereka mengkonsumsi apa yang disajikan manusia-manusia tak bertanggung jawab itu.
Tayangan-tayangan TV tak mendidik dan majalah-majalah penuh iklan dari pada isinya menjadi santapan rutin kaum muda, generasi penerus bangsa. Orang tua mereka pun sibuk meng-update diri dengan berkomitmen total pada dunia, yang dimata mereka terlihat cantik, lincah dan penuh pesona itu. Berlomba menjadi eksekutif, si ibu berlomba mengkopi boneka-boneka barby tak peduli berapapun harganya, sehingga tampil terlihat seperti yang ada di majalah yang dikonsuminya...si ayah menjaga image dengan membangun egonya lewat posisi jabatan sehingga dapat terlihat seperti Donald Trumph dan yang semacamnya....tentunya si anak diurus oleh baby sitter lulusan perusahaan dadakan yang hanya perlu uang dan tempat tinggal mewah sehingga, pendidikan 'bagaimana' mendidik anak hanya praktek langsung dan tentunya sesuai dengan latar belakang baby sitter tersebut...kaum ibu hanya melahirkan dan selanjutnya diserahkan pada para pembantu rumah tangga 'terdidik'itu. Mereka di'sayang' dengan segala kebutuhan sesaat mainan mahal, baju bermerek dsb...yang anak sesungguhnya inginkan adalah bermain dengan sang ibu dan mendapatkan perhatian penuhnya dengan pendidikan yang sesuai dengan ketentuanNYA...
Mereka sungguh hanya peduli dengan penampilan luar , kesehatan badan, kecantikan luar, bagaimana dapat terlihat up to date, tapi pernahkah terpikir oleh kita bahwa itu semua tidaklah abadi?? Kesehatan jiwa, diri kita banyak yang tidak peduli...karena 'lagi-lagi' tak terlihat....dan sesungguhnya kesehatan jiwa/diri inilah yang abadi dan akan membawa kita pada kebahagiaan yang hakiki...
Oleh karenanya, mulailah kita lebih peduli pada kesehatan jiwa/diri kita dan hindarilah segala yang akan merusaknya....Sadarlah bahwa, musuh-musuh Islam bekerja keras untuk menghancurkan jiwa kita dengan menyajikan segala hiburan-hiburan tak bermoral dan tak berpendidikan itu yang terbukti telah merusak mental dan diri generasi muda dan manusia itu. Mereka giat mempromosikan kesehatan dan kecantikan lahir saja... Kita di didik oleh mereka untuk berpenampilan menarik secara fisik dan sepertinya dosa apabila kita tidak berpenampilan seperti yang di standardkan mereka, seperti; berbadan kurus, langsing dan penuh pesona mengikuti mode...Banyak gadis muda dan para ibu yang menjadi sakit dan frustasi karena tidak dapat memenuhi persyaratan diatas....mereka menyiksa fisik mereka dengan hanya memakan satu buah apel sehari untuk dapat menjadi bagian dari masyarakat yang 'up to date' tersebut. Bergaya seperti para bintang yang hidupnya terlihat indah, padahal kebanyakan dari mereka berakhir dengan bunuh diri atau 'drug addict', karena tidak dapat menahan dirinya untuk berlomba seperti yang masyarakat inginkan???? Inilah penyakit jiwa yang terjadi ditengah masyarakat kita dan dunia secara umum?? They try to get the approval from 'makhluk'??? Nauzubillah....Masyarakat yang kita takuti untuk terlihat burukpun tak akan banyak berbuat dan peduli apabila kita sedang mendapat masalah .
Cegahlah mengkonsumsi yang merusak mata, telinga yang nanti akan diajukan pertanggung jawabannya kelak, apa yang kita lihat dan dengar akan menjadi bagian dari diri kita. Musuh senang menyajikannya karena ada permintaan dari kita....hukum marketingpun berlaku...'tak ada barang bila tak ada permintaan'..Buanglah jauh-jauh kebiasaan kita mengkonsumsi sesuatu yang merusak diri kita....telitilah apa yang akan kita lihat, makan, dengar...semua ini akan sangat menentukan nasib diri kita semua....jangan kita lupa pada tujuan kita diciptakan ke dunia ini, dan siapa dan dari mana asal diri kita...
Allah Sang Kholik tak akan ciptakan manusia, jin dan yang lainnya melainkan untuk menyembahNYA ( baca: mengenalNYA- marifatullah )..Wallahuallam bishawab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad...wa ajil farajahum....Adrikna ya Mahdi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...
-
Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya ...

No comments:
Post a Comment