Feeling at ease....


Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya membuat umat Islam selamat"

Begitu banyaknya di negeri ini yang mengaku kaum Muslimin, tetapi pada saat yang sama banyak kaum Muslimin yang tercederai oleh lidah-lidah sesama muslim. Saling memfitnah sudah hal yang biasa....padahal dalam kesehariannya selalu bersimbolkan Islam, minimal seminggu sekali mendengarkan Firman-firman Allah SWT, tetapi si LIDAH tak dapat ditahan, terus berbicara yang tidak penting dan berakhir dengan ghibah serta fitnah..Puluhan tahun hadir di pengajian....lidah tetap tak terdidik...apakah puasanya dari sejak kecil hanya puasa lahir hanya menahan lapar dan dahaga?? kelihatannya banyak dari kita yang tidak naik kelas...dari sejak kecil hingga hampir menenemui ajalnya, pengetahuan tentang yang paling dasarpun tidak pernah berkembang....apakah tidak pernah mendengar Sayidah Mariam as pernah tidak berbicara pada saat melakukan nazarnya ketika datang kembali ke kampung halamannya membawa putranya Isa as..semua ini untuk mendekatkan diri pada Rabb nya, sehingga segala sesuatunya diserahkan akan keputusanNYA.
Kenyataan yang ada disekitar kita, pada saat ada yang sedang berbicarapun , sibuk berbicara sehingga mengganggu orang sekitarnya yang sedang mendengarkan si pembicara....tetapi karena selalu cenderung mengeksplor nafsu keinginannya semata, tidak merasa mengganggu dan apabila menerima teguran akan langsung mengemukakan nafsu amarahnya terdahulu dari pada berfikir bahwa dirinya tidaklah sendirian dan sedang berada di tempat umum, yang kaidah mementingkan yang lain dari dirinya harus diutamakan. Tak merasa dirinya sedang mengganggu ketenangan orang yang datang ketempat itu untuk mengambil manfaat dari si pembicara...Pengetahuan yang sempit akan hal-hal seperti pernyataan diatas, mereka berfikir hanya ada dalam peperangan atau di luar sana yang jauh dari lingkungan kesehariannya.....yang anehnya mereka itu yang paling rajin mengikuti pengajian di berbagai tempat...sehingga selalu apa yang ada pada pernyataan-pernyataan yang di dengarnya hanya sebagai pernyataan semata......jadi apa sesungguhnya yang sudah dipelajari di pengajian apalagi di kajian-kajian yang sering didatangi?...datang ke suatu tempat dan belajar bukan berarti semata-mata otomatis kita menjadi seperti yang kita dapati di pelajaran itu.... apabila hanya mengejar pahala saja, pasti dapat...tetapi yang dinginkan Allah SWT adalah dapat mengamalkan apa-apa yang sudah dipelajari, tentunya ini dapat diraih setelah memahami apa yang telah dipelajari dan diresapi sehingga pengetahuan yang di dapat itu menjadi bagian dari dirinya. Tentu itu setelah adanya pemahaman yang utuh serta latihan-latihan diri dengan mempraktekan ilmu tersebut hingga pada akhirnya akan menjadi bagian dari diri. Dan ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah. Oleh karenanya ilmu yang dipelajari itu tidak hanya sebatas pada TEORI semata, harus ada perwujudan dari apa yang diketahuinya. Karena apabila demikian itu bukannlah ajaran ISLAM....Imam Ali as dalam Nahjul Balaghahnya mengatakan :
" Semakin bijak seseorang, semakin sedikit bicaranya "

Pernahkan kita melihat para urafa, alim sibuk berbicara , mereka bicara pada saat memberikan ceramah-ceramah saja, pada saat diperlukan. Dan orang dengan sendirinya akan mendatanginya untuk mendapatkan nasihatnya.Memberikan rasa aman pada setiap orang yang ada disekelilingnya adalah sejatinya seorang Mukmin. Wallahualam bishawab....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna ya MAHDI

The Follower of Zaenab binti Ali....


Syahidnya seorang wanita pemberani Marwa Shaberi di dalam gedung pengadilan Dresden, Jerman akibat di tikam 18 kali dalam keadaan hamil muda oleh seorang Islamophobia berkebangsaan Jerman asal Rusia sungguh mengguncang dunia Islam, tetapi tidak ada komentar satupun dari para petinggi Eropa maupun Amerika?? Inilah kenyataan.... Masih ingat seorang wanita Iran yang tertembak satu kali di dadanya hingga tewas oleh para perusuh tak dikenal yang kemungkinan adalah antek Inggris atau Amerika...Langsung seluruh petinggi Eropa hingga presiden Amerika Obama turut berkomentar dengan tudingan pemerintah Iran tidak menghargai harga sebuah nyawa??? Sekarang seorang muslimah yang sedang berjuang melawan haknya dan terbunuh dengan mengenaskan...tak satupun dari mereka berkomentar???...APA DI BALIK SEMUA INI.... Yang jelas, wajah-wajah KEBOHONGAN dan KEMUNUNFIKAN telah terlihat pada mereka yang tidak berpihak pada KEBENARAN...

Pada saat hari syahidnya seorang pejuang Karbala putri Ali bin Abi Thalib as & Fatimah Az Zahra as, cucu dari Rasulullah saww dan adik kandung dari Hasan bin Ali as & Husain bin Ali as, di belahan Eropa sana, telah ada seorang pengikut Sayidah Zaenab binti Ali as yang sedang berjuang mempertahankan haknya sebagai seorang muslimah berakhir dengan kesyahidan.....
Semoga Allah SWT merahmati ruhnya dan menjadikan putranya ( yang menyaksikan kejadian tersebut ) seorang yang shaleh seperti ibundanya dan mengikuti jejak para wanita suci keturunan Rasulullah saww...
* mohon kirimkan shalawat dan al Fatihah untuk Marwa Shaberi
Assalamualaiki ya binta Ali.... Assalamualaiki ya binta Zahra.... kasihanilah para muslimah di manapun mereka berada, agar menyadari tugas dan kewajibannya sebagai muslimah mengikuti jejak langkahmu ya Zaenab...mengibarkan bendera ISLAM hingga titik darah yang penghabisan.... seorang Marwa Shaberi telah berhasil mengikuti langkahmu... Semoga syahidnya Marwa Shaberi menggugah kita kaum muslimah untuk selalu berada di jalanNYA dan mengibarkan bendera ISLAM dimanapun kalian berada... Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farjahum... Adrikna Ya MAHDI

check this out

http://www.youtube.com/watch?v=PMF-PVT4YcQ
http://www.youtube.com/watch?v=E6awMnBX3yE

Lonely Heart...


Terasa sekali, ketika melihat orang yang kita pernah'kenal', terkejut melihat adanya perubahan pada diri kita... terlintas di wajahnya yang menatap penuh dengan pertanyaan..Tetapi, anehnya, apabila perubahan itu kearah perubahan 'ukhrawi' (bukan 'duniawi'), seolah terjadi KESALAHAN BESAR telah terjadi pada diri orang itu....karena tidak sesuai dengan arus kehidupan yang ada... dan apabila perubahan itu dengan bertambah nilai materi, seperti, dari biasa-biasa saja menjadi 'kaya', dari punya motor menjadi mobil, dari gemuk menjadi kurus, dari rumah kecil ke rumah besar....tentu ini menjadi pujian dan acungan jempol dan itulah 'kesuksesan'. Hampir semua orang berpendapat demikian...'wah dia jadi maju...hebat...prestasilah yang disandangnya.. Penilaian ini bukan berarti tidak bagus...tentu ini suatu prestasi, apabila semua hasil usaha halalnya dan jelas apa maunya orang tersebut...Apabila perubahan seperti yang terjadi yang pertama... ini akan banyak menimbulkan berbagai pertanyaan karena tidak sesuai dengan 'gaya hidup' kebanyakan, dan memang kehidupan materinya sering menjadi lebih sederhana dari sebelumnya, lebih sedikit atau kecil dari sebelumnya, lebih mengacuhkan akan kebutuhan-kebutuhan sementara itu, atau dengan kata lain tidak menjadikannya sebagai prioritas lagi, yang penting buatnya adalah 'cukup' dan berbuat sesuatu untuk yang 'memerlukan' ...Tentu sikap ini berdasarkan keputusan-keputusan yang matang dan telah di telaah sebelumnya....tetapi apa respon sekitarnya, adalah kecaman dan menganggapnya 'set back'... Barometer hidup saja sudah dibatasi dan di streo type kan, sehingga barangsiapa yang tidak seperti kebanyakan, maka dia telah mengalami'set back' alias ketinggalan zaman , mundur ke zaman jahiliah... sesungguhnya siapa yang kembali ke zaman jahiliah itu??? seandainya mereka 'TAHU'...

Apabila di ukur dari kaidah 'MASLOW' orang memang harus cukup dengan kebutuhan dasar dulu baru dapat bergeser ke kebutuhan yang lebih tinggi seperti spritual...harusnya dari sini mereka bisa mengetahui...padahal sesungguhnya kebutuhan dasar itu adalah 'fitrah' yang bagi setiap diri harus TAHU siapa dirinya dan dari mana dia berasal.. Kaidah-kaidah dari Barat memang terlihat 'benar', tetapi apabila di teliti lebih dalam seperti Maslow katakan, sepertinya orang yang belum mendapatkan kebutuhan-kebutuhan dasar( makan, minum, berkeluarga dlsbnya) tidak akan dapat mencapai tingkatan kemanusiaan atau spiritual?? sepintas sepertinya benar , karena di Barat orang-orang seperti Bill Gate, karena sudah 'mentok' prestasi keduniaannya, maka terlintas oleh untuk menolong orang-orang tidak mampu.. lalu bagaimana dengan orang seperti Madame Theresa?? Kebanyakan pemikir Barat terbentur pada Hukum nonkontradiksi dan ini jelas error...
Kembali ke masalah diatas, opini kebanyakan dengan melihat 'perubahan' dalam diri orang selalu dari kaca mata 'matrialistik', selalu berhubungan dengan 'kuantitas', popularitas...apabila kebalikannya maka itu dianggap 'set back'...Anehnya orang-orang tidak suka adanya perubahan yang 'bukan materi' ini, bahkan orang-orang yang merasa dekat dengan kita....kita sungguh dapat merasakan bagaimana reaksi mereka terhadap adanya perubahaan itu.... sepertinya orang-orang itu lebih senang ketika kita JAUH dari Tuhan kita dari pada jauh dari 'kesenangan' mereka ... Inna lillahi..begitulah kenyataan yang ada .... melihat orang yang sedang KEMBALI adalah tabu?? tetapi ini bukan saja terjadi pada yang 'tidak mengenal TUHAN', bahkan yang merasa tahu tentang TUHAN, apabila ada yang lebih cepat jalan kembalinya.... mereka sepertinya 'risi' ada ketidak sukaan tampil dalam wajahnya??? aneh?? bukan?? sepertinya lebih senang melihat orang dalam keadaan 'stagnan'...harus di bawah dirinya??? PENYAKIT HATI ini....ternyata lebih banyak terdapat di kalangan yang mengaku mengenal TUHAN...bagaimana dengan bunyi ayat suci Al Quran di surat Al Mulk ayat 2 ?? Wallahualam bishawab....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA ya MAHDI

Looking back......


Jika engkau mengklaim menjadi pemimpin karena hasil musyawarah, mengapa mereka yang tak terelakan penting untuk diajak musyawarah tidak hadir dalam musyawarah?

Jika engkau menganggap diri memilki kelebihan atas lawan-lawanmu karena ikatan keluarga, maka ada seseorang yang lebih besar haknya untuk lebih dekat dengan Nabi Suci saww.

Sungguh aneh! Orang bisa mengemban jabatan khalifah bila dia adalah sahabat Nabi Suci saww, namun kenapa orang yang memiliki ikatan persahabatan dan ikatan kekeluargaan dengan Nabi Suci saww tidak bisa?
* cuplikan dari Nahjul Balaghah

YA ALI.... Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA ya MAHDI

The fortunate Lady call FATIMAH


Fatimah binti Assad, masih dari garis keturunan Bani Hasyim ia berasal...menikah dengan sesama keturunan Bani Hasyim, pemuka suku Bani Hasyim putra Abdul Mutalib Sang Penjaga Rumah Allah - Ka'bah, sibling dari ayah Nabi Mulia Muhammad saww, Abdullah ...dia bernama Abu Thalib. Fatimah binti Assad dan Abu Thalib adalah orang tua angkat Nabi Mulia Muhammad saww. Muhammad bin Adullah bin Abdul Muthalib di besarkan di keluarga Abu Thalib dengan kasih sayang dari seorang ibu pengganti yang bernama Fatimah binti Assad , yang untuk Nabi Mulia saww sudah seperti ibu kandungnya sendiri. Sejak dari masa kanak-kanak setelah ditinggalkan oleh ibu tercinta Aminah pada usia 6 tahun dan kakek tercintanya Abdul Muthalib, Rasulullah saww tinggal dan dibesarkan oleh pamannya Abu Thalib. Abu Thalib ra & Fatimah binti Assad pasangan yang shaleh dan muwahid ini telah mendidik dan membesarkan Nabi Agung penutup dengan penuh kasih sayang, bahkan lebih dari pada anak-anaknya sendiri....Keluarga Abu Thalib yang Muwahid sebagaimana keturunannya dari Nabi Ismail as telah mengetahui betapa keponakannya itu adalah seorang yang mulia dan warisan kenabian yang dari keberadaannya telah membawa kedamaian di hati setiap yang menatap dan bersamanya. Pada suatu hari, Fatimah merasakan rasa aneh di tubuhnya yang sedang mengandung tua...beliau dengan petunjukNYA bangkit dan berjalan menuju KABAH melaksanakan thawaf untuk mengingatNYA...dan ketika bayi di dalam kandungannya menunjukan tanda-tanda kelahiran, Fatimah berdoa pada Rabbnya, agar jangan mempermalukannya apabila ia harus melahirkan di sekitar KABAH....lalu tiba-tiba pinggir Kabah ( yang kita kenal dengan Ruku Yamani) terbuka dan menarik Fatimah binti Assad kedalamnya...disitulah Sang Putra Kabah ALI bin ABI THALIB lahir ke dunia, pada bulan ALLAH ( 13 RAJAB )dan di rumah ALLAH....Raut muka bahagia terhias di wajah Fatimah , dia belum pernah merasakan sebahagia hari itu....bayi yang keluar dari rahimnya begitu tampan dalam keadaan memuji Rabbnya...Abu Thalib begitu khawatir akan ketidak hadiran istri tercintanya yang sedang hamil tua...tetapi jauh di lubuk hatinya dia merasakan ketenangan, dan ia pun bersama anak pamannya Muhammad bin Abdullah mencari Fatimah binti Assad...Yang menarik Fatimah binti Assad tidak masuk pintu Kabah tetapi ujung Kabah itu seperti retak terbuka lalu setelah Fatimah masuk kembali tertutup seperti sedia kala, sehingga tidak ada yang dapat masuk selain beliau. Sejarah mencatat dua atau tiga hari setelah berada di dalam Kabah, ia pun keluar menggendong bayi mungil nan tampan dengan izin Allah, dan di depan Kabah telah ada Rasulullah saww dan Abu Thalib. Beliau disambut oleh kedua lelaki yang dicintainya....Lalu yang pertama menggendong di pangkuannya adalah Rasullah saww, dan Rasulullah memberikan ujung jarinya pada mulut Ali kecil...dan Ali as pun begitu menikmatiknya hingga dahaganya terpuaskan....Itulah Ali as Sang Singa Allah, lahir di dalam KABAH di bulan suci Rajab dan dari ketika lahir sudah dalam dekapan dan didikan Nabi Allah Muhammad bin Abdullah serta di asuh dan dibesarkan di rumah Rasulullah saww. Sedemikian dekatnya hubungan antara Ali dan Nabi Allah saww. Betapa mulianya seorang wanita seperti Fatimah binti Assad yang mempunyai keturunan seperti Ali as dan anak asuh seperti Muhammad saww....Di saat ia akan menghembuskan nafasnya yang terakhir....beliau memohon Rasulullah yang mengurus jenazahnya dan karena beliau sangat takut apabila pada saat di padang Masyar manusia akan berjalan dalam keadaan telanjang, maka Rasul saww yang mengetahui kekhawatiran ibu angkatnya itu, Rasul saww yang mulia membungkus jenazah Fatimah binti Assad dengan jubahnya dan sebelum di masukan ke liang lahat, Rasulullah saww sengaja berbaring di lahatnya . Rasul saww tidak ingin ibu yang telah mengasuh, mendidik dan memberikan kasih sayang yang besar padanya terhimpit di liang lahat...karena tanahpun tidak akan menjepit apapun yang telah disentuh oleh KEKASIH ALLAH saww..Lalu pada saat ditanya di alam kubur...Rasulpun membimbing Fatimah....ketika ditanya oleh Malaikat tentang Imamnya....Rasul dari atas tiba-tiba berbicara putramu Ali bukan Aqil...karena pada saat itu Fatimah menjawab putraku (saja )...lalu Rasul membimbing ALI bukan Aqil ( Aqil adalah saudara ALI ).....Begitulah putri Assad istri Abu Thalib pembesar suku Quraish dan ibunda tercinta dari Sang Putra Kabah- ALI bin ABI THALIB mengahkiri hidupnya....begitu indahnya....siapapun yang berbuat baik terhadap para WALI dan KEKASIH ALLAH, tentu ganjarannya sangatlah tinggi....Assalamualaiki ya Fatimah binti Assad...ya ummul Ali....kami memohon syafaatmu nanti ....engkau yang sangat di muliakan ALLAH....Selamat atas putramu ya Fatimah....ALLAH telah menjadikan ALI WALI ALLAH dan IMAM untuk seluruh alam semesta ini....Selamat atas kemuliaanmu yang telah diberikan kepercayaan ALLAH melahirkan seorang putra KABAH ALI bin ABI THALIB, IMAM kaum mukminin.......YA ALI....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....ADRIKNA ya MAHDI....

Barometer of the TRUTH..


" Wahai Ali, seorang Mukmin tak akan pernah membencimu, sementara seorang( Muslim )munafik tak akan pernah mencintaimu " : Rasulullah saww

Sekalipun aku hantam dengan pedangku ini hidung seorang Mukmin agar dia membenciku, dia tak akan membenciku. Kendatipun aku timbun segenap harta dunia di hadapan seorang ( Muslim ) munafik agar dia mencintaiku, dia tak akan mencintaiku.

Ini adalah hadis otentik Nabi Mulia nan Suci saww. Keotentikan hadis ini tak pernah diragukan ahli hadis. Diriwayatkan oleh sejumlah sahabat Nabi Suci saww seperti Abudullah bin Abbas, Imran bin Husain, Umul Mukminin Ummu Salamah. Dan lainnya seperti Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as sendiri juga meriwayatkan :

Demi DIA yang membelah benih dan menciptakan jiwa, sesungguhnya Rasulullah saww berjanji kepadaku bahwa hanya seorang Mukmin sejatilah yang akan mencintaiku, dan hanya seorang munafiklah yang akan membenciku ( Muslim, Shahih, jil. 1, hal. 60. Muslim, dalam kitabnya, menganggap cinta kepada ALI sebagai komponen dan salah satu tanda IMAN; sementara tidak suka kepada ALI dinilainya sebagai tanda kemunafikan; al-Jami ash-Shahih, jil. 5, hal 635, 643; Ibn Maja, as-Sunan, jil.1, hal. 55; an -Nasai, as-Sunan, jil.8, hal. 115-116, 117; Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, jil.1, hal 84, 95, 128; jil 6, hal. 292; Abi Hatim, Ilal al -Hadits, jil.2, hal 400; Abi Nuaim, Hilyat al-Awliya, jil. 4, hal 185; Ibn Atsir, Jami al-Ushul, jil. 9, hal.473;Majma as-Zawa'id, jil 9, hal 133; Ibn Maghazili, Manaqib Ali bin Abi Thalib, hal 190-195; al-Isti'ab, jil 3, hal 1100; Usd al-Ghabah, jil 4, hal 26; al-Ishabah, jil 2, hal 509; Tarikh Baghdad, jil 2, hal 255; jil 8, hal 417; jil. 14, hal 426; Ibn Katsir, at-Tarikh, jil.7, hal 354)

Sahabat-sahabat Nabi Suci saww biasa menguji keimanan atau kemunafikan orang Muslim dengan melihat sikap apakah dia mencintai atau tidak menyukai Amiril Mukminin- ALI bin ABI THABLIB. Abu Dzar al-Ghifari, Abu Said al-Khudri, Abdullah bin Mas'ud dan Jabir bin Abdullah mengatakan :

" Kami ( para sahabat Nabi Suci saww) biasa membedakan orang munafik dengan ketidaksukaan mereka kepada ALI bin ABI THALIB " ( at-Tarmidzi,jil 5, hal 635; al-Mustadrak, jil 3, hal 129; Hilyat al-Awliya, jil. 6, hal 294; Majama'az-Zawa'id, jil. 9, hal 123-133; Jami'al-Ushul, jil 9, hal 473; ad-Durr al-Mantsur, jil. 6, hal 66-67; Tarikh Baghdad, jil 13, hal 153; ar-Riyaz an-Nazira, jil 2, hal 214-215; al-Isti'ab, jil. 3, hal. 1110; Usd al-Ghabah, jil. 4, hal. 29-30)

* dari Nahjul Balaghah kumpulan Mutiara Hikmah ucapan Amiril Mukminin ALI bin ABI THABLIB jil. 2, hal 320-321

Assalamualaika ya Putra Ka'bah....ya Abal Hasan wal Husain...Ya Wali ALLAH...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....adrikna YA MAHDI

Lyer...... Ruler??


Ternyata....di negara yang sangat mengusung peradaban, dan meneriakan yel yel demokrasi serta hak-hak azasi manusia itu, mereka dipimpin oleh orang-orang yang bermasalah, terutama dalam hal moral. Cerdas secara akademik bukan berarti bermoral baik!! Dan ternyata hanya dalam segi itulah, mereka memilih kriteria pemimpinnya.... secara akademik sangat baik dan rethorikanya top, sehingga permainan kata-kata untuk meng 'goal'kan tujuan negaranya terpenuhi. Apakah harus peduli pada akibat dari keputusan-keputusannya itu? wah...tergantung untung ruginya...adapun caranya, yang penting segala keinginan negara itu tercapai. Baik ber-rethorika...sehingga kenyataan pahit dapat disulap menjadi terlihat indah dan menyenangkan kepentingan negaranya... Itulah yang kita saksikan di kancah perpolitikan dunia... Lihatlah presiden-presiden negara-negara seperti Amerika, Perancis, Italia, Jerman dan negara-negara yang bekomplot dengan Zionist Yahudi..Lieberman, Olmert, Sharon, dan menteri tingkat tingginya misalnya mempunyai kasus-kasus amoral, seperti skandal korupsi, pelecehan seksual dsb...Berlusconi, Sarkozy, GW Bush.. ini baru yang terekspos....Coba bayangkan suatu negara besar dunia yang sangat membanggakan 'kemanusiaan' katanya, dipimpin oleh para penipu , pembohong dan tak berakhlak?? Yang paling hebatnya, mereka sangat sibuk menilai negara-negara berkembang yang mereka tuduh sebagai 'teroris' tak berbudaya dan tak berpendidikan??? Akal sehat mana, yang akan percaya akan kenyataan yang ada di dunia kini...Pernyataan Obama misalnya tentang betapa mahalnya sebuah nyawa, begitu dia meneriaki Republik Islam Iran akan para protester jalanan di Teheran....ha ha ha....sangat lucu presiden negara adidaya ini...dia seorang akademik, majornya hukum.....menuduh negara orang tentang tak berkemanusiaan??? Bagaimana dengan perang-perang yang diaksikan negaranya dengan membunuh jutaan penduduk sipil tak berdosa di Irak, Pakistan dan Afganistan, Vietnam dan di dalam negerinya sendiri?? Bagaimana dengan Angkatan Laut Amerika yang dengan SENGAJA merudal pesawat sipil Iran ( Airbus) yang membunuh 300 an orang kebanyakan anak-anak dan kaum perempuan, karena pesawat itu membawa para turis Iran yang akan berlibur ke Dubai??? sampai sekarang tak ada satupun otoritas pemerintah Amerika yang meminta maaf pada Iran???? Dan bagaimana dengan serangan GAZA di Palestina yang menggunakan senjata-senjata canggih berkimia buatan negaranya dan di dukung abis oleh negaranya membunuh 1400 an orang??? HALOOOOO.....sedang tertidur lelap rupanya mereka......Bayangkan suatu negara merasa dirinya super power dipimpin oleh seorang PEMBOHONG tingkat tinggi!! dan ingin menasihati negara Republik Islam Iran yang selalu membela negara-negara tertindas dengan 'full support' untuk dapat berdiri sendiri tidak tergantung pada negara-negara perampok yang menanamakan dirinya negara cinta demokrasi....Harusnya mereka bercermin pada diri mereka...Pemilu kemarin di Iran telah menampar mereka yang bisanya hanya 'ngaku-ngaku' sebagai pengusung negara demokrasi .. Sekarang sudah zaman teknologi canggih....dalam selisih pendapatpun harus diselesaikan dengan DIALOG, tidak tergesa-gesa dengan kekerasan??? apakah itu yang namanya beradab??? tetapi kenyataannya merekalah-yang merasa 'beradab' di zaman maju ini, yang masih seperti zaman dulu kala- masih menggunakan peperangan untuk menununjukan ketidak setujuan akan sesuatu???..Apakah semuanya tidak SERBA TERBALIK??? Senang berkonferensi, katanya untuk menyelesaikan masalah....tetapi apakah mereka tidak membuang-buang waktu apabila dibenak mereka tetap berkeinginan hanya kepentingan merekalah yang harus didahulukan, yang harus dipenuhi...apabila tidak AWAS lo...gua perangin....apakah itu cara mereka menyelesaikan masalah?? Preman banget ( kalo sudah berbeda pendapat dan merusak keinginan negaranya, ke'adab'an mereka sepertinya hilang )Dimanakah klaim-klaim indah mereka tentang menghargai pendapat orang lain, sebagai penengah dalam masalah-masalah yang ada di dunia ini...sementara masing-masing negara mereka sendiri bermasalah dan diri-diri dari para pemimpinnya pun bermasalah???? Dekadensi moral ternyata tidak dihitung sebagai penghalang kedamaian itu sendiri buat mereka. Menyeramkan, untuk mereka moral amburadul tak jadi masalah untuk menjadi pemimpin... Apakah kita ingin dipimpin oleh seorang penipu, pembohong ??? sampai kapan rakyat di dunia ini dapat terus menerus ditipu....nauzubillah..... Yang sangat khas dari mereka, mereka memang lebih senang menggunakan kata 'PIECE' dari pada 'JUSTICE', sementara dalam ISLAM KEADILAN adalah segalanya!! Wallahualam bishawab....

" Wahai Tuhan! Hati kami memohon perlindunganMU, wajah kami berpaling kepadaMU, kedua mata kami memandang ke arahMU, kedua kaki kami melangkah ke jalanMU, sementara raga kami dengan tulus tunduk kepada perintahMU. Wahai Tuhan! Permusuhan terpendam dan dendam tersembunyi terungkap, hati sudah dipenuhi iri hati, dengki dan benci. Wahai Tuhan! Kami paparkan ke hadapanMU tentang kesulitan kami, ketidak hadiran Nabi Suci saww di tengah kami, banyak musuh, kekecewaan dan frustasi yang kami hadapi. Wahai Tuhan! Menangkan kebenaran, dan sadarkan masyarakat kami akan keadilan, kejujuran dan ketakwaan sikap kami " ( surat 15 - doa Imam Ali as setiap kali menghadapi musuh - NahjulBalaghah )

Semoga Sang RATU ADIL segera muncul....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajilfarajahum....ADRIKNA YA MAHDI

with ALLAH helps....


Dalam setiap kejadian yang ada di sekitar kita, sungguh kita akan merasakan bahwa campur tangan Sang Pemilik Alam Semesta selalu tampak nyata. Bagi setiap diri yang 'sadar', pasti dapat merasakannya...lain halnya dengan diri yang 'tidur', apapun akan diukur berdasarkan kaca mata diri pribadinya, keinginan dirinya...apabila terlihat tidak sesuai dengan keinginan diri, maka Tuhanlah yang salah, dirinya tidak pernah merasakan kepuasan, selama itu tidak memenuhi keinginan dirinya, dan tidak sesuai dengan apa yang direncanakannya. Itulah fitrah diri kita yang cenderung hanya melihat 'diri' sebagai tolok ukur dari segalanya....pertanyaannya, lalu dimanakah Tuhan Sang Maha Pencipta?....pada saat yang sama kita sangat mengetahui bahwa diri kita ini tidak datang dengan sendirinya...tetapi, melalui suatu proses Penciptaan....dari tidak ada menjadi ada...dari suatu yang kotor menjadi suatu yang sempurna dengan jiwa yang suci..sayangnya, kesucian jiwa makin lama makin berlumut tebal akibat dorongan diri yang cenderung pada hawa nafsu yang jauh dari keinginan Sang Kholik Pencipta diri ini....Memang tidak mudah untuk selalu dalam keadaan 'sadar' akan hal yang sangat fundamental ini...Tak ada jalan lain selain kembali menyucikan jiwa yang telah kotor, kembali menjadikan jiwa seperti yang pernah Allah ciptakan...dengan menyesali segala perbuatan yang membuat kita jauh dari 'asal'nya ( sesuai kehendakNYA ) dengan memperbanyak memohon ampunanNYA...beristigfar...Bersyukur kita telah memulai hari pertama di bulan Rajab....dimana bulan ini adalah bulannya Allah...bulan dimana kita dianjurkan untuk memperbanyak ber'istigfar'..menyadari segala kesalahan yang telah membuat kita jauh dariNYA..kembali padaNYA ...Sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...selalu memberi kesempatan pada para pelanggar perintahNYA dengan adanya bulan-bulan suci , yang mana manusia diwajibkan untuk kembali padaNYA...dalam keadaan 'asal' nya , dia dilahirkan....Hanya dengan pertolonganMU ya ALLAH kami diberi kekuatan untuk selalu 'sadar' untuk dapat selalu kembali padaMU..dengan segala penyesalan...mengakui segala kekurangan...hanya dengan pertolonganMU ya ALLAH...dimanapun kami berada...Engkaulah adalah satu-satuNYA yang mampu membantu kami yang sangat lemah ini....AmpunanMU yang sangat luas yang kami harapkan dari kekotoran jiwa yang selama ini jauh dariMU....kami kembali ya ALLAH...ridhaMU dalam segala tindakan kami ini akan senantiasa menolong kami.....Selamat datang bulan nan suci nan Mulia....bulanMU ya ALLAH....pertemukan kami pada bulan berikutnya Syaban dan Ramadhan...agar kami selalu dapat menyempurnakan diri dengan menyucikan diri hina dan kotor ini....Insya Allah...Dengan segala kerendahan hati, memohon maaf lahir dan batin pada siapapun yang membaca...tulisan-tulisan ini, adalah bagian dari pelajaran yang telah saya terima dari para guru dan teman-teman..semua ini tidak lain hanyalah dalam rangka penyempurnaan diri, penyucian diri menuju Sang KEKASIH dengan berusaha untuk dapat berkhidmat pada Shahib al Zaman atfs...al MAHDI ibn HASAN al MUNTHADHOR atfs... tentu pada akhirnya untuk meraih keridhaanNYA....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum......ADRIKNA ya MAHDI

Honesty....such a lonely world


Sepertinya suatu harga yang mahal untuk menjadikan diri sebagai seorang yang 'jujur' ... sudah menjadi suatu penyakit rupanya di negeri ini bahkan di seluruh dunia....menjadikan diri seperti 'yang lain', seolah benci pada diri aslinya....sehingga terbentuk kebiasaan berpura-pura untuk menjadi 'orang lain' yang ada dalam angan-angannya. 

Hal ini sayangnya, sudah dianggap sesuatu yang biasa... mereka bahkan berlomba untuk menjadi 'seorang lain' yang mereka idamkan. Terlihat dari ketidak konsistennya dalam mengklaim siapa dirinya...tergantung dimana dia berada....mungkin seperti 'bunglon'...atau dapat juga karena berangan-angan ingin menjadi sesuatu atau seseorang yang terlalu susah untuk menjadikan dirinya seperti itu...maka segala cara akan digunakan, untuk dapat seperti angan-angannya atau dengan menjadikan dirinya sesuai dengan tuntutan publik, sehingga dipaksakanlah dirinya untuk memuaskan orang lain itu.... sehingga dirinya kadang tersiksa dengan ketidak jujuran dirinya sendiri...

Penyakit ini sudah banyak menjangkit diri-diri yang tidak puas akan keberadaan dirinya....tentu ini karena mereka tidak mengenal dirinya....Ironisnya mereka tidak pernah mengenal dirinya lagi dan menganggap diri yang mereka harus lakoni itu sebagai hakikat dirinya....sehingga penyakitnya tidak dapat terdeteksi...dan dirinya sibuk mengkopi pribadi-pribadi yang di gemari masyarakat dan dirinya berlomba menjadi bagian dari mereka....dengan segala cara....banyak yang harga dirinya pun digadaikan demi menjadi seseorang yang dia ingini.... 

Penyakit mengeksplor hawa nafsu demi memenuhi ego dirinya....sungguh sangat membudaya....Sedihnya ini menjangkit di negera-negara yang beragama...yang sesungguhnya diharuskan untuk menjadi dirinya sendiri dengan terus mengenal dirinya sehingga dia dapat mengenal Tuhannya....

Terlihat simpel dan kecil...tetapi ini sangat berbahaya untuk dirinya....bagaimana tidak...seorang yang tidak kenal dirinya pasti tidak mengenal Tuhannya berarti jalur dirinya semakin jauh dariNYA, tahukah kemana mereka akan pergi setelah ini semua??? Kita semua tahu kita berasal dariNYA dan akan kembali padaNYA...Tidak mengenal Tuhan dikarenakan cara berpikir yang eror. 

Dalam riwayat ada sekelompok orang yang mengadu pada Amir al Mukminin Ali bin Abi Thalib as, tentang seorang yang sangat acuh tak acuh pada shalat....Yang menarik adalah jawaban Imam Ali as, dengan kembali bertanya : " Bagaimanakah cara berpikir orang itu? " ( baca : cara pandang dunia nya )

Lain halnya dengan mencoba meniru 'figur teladan' yang diwajibkan Allah SWT untuk mengikuti segala yang dilakukan oleh para WALINYA. Tentu tak dapat disamakan disini, dalam hal ini tidak ada kepura-puraan, tetapi berusaha untuk menjadikan diri seperti yang diinginkanNYA, seperti diriNYA...sifat-sifat itu harus tercerap dalam dirinya...dan menjadi bagian dari dirinya...ini adalah suatu kejujuran dan ini adalah sifat para Wali ALLAH...Sayidah Fatimah Az Zahra as mendapatkan julukan Shiddiqah....begitu juga Imam Ali as As Shiddiq...karena dalam diri mereka telah tercerap sifat tersebut shg apabila kita mencoba mengikuti para Ma'sumin dan 'act accordingly', bertindak tanduk sesuai seperti mereka, itulah yang sangat di inginkan oleh Allah SWT. Dan ini sangat berbeda dengan being 'pretentious'

Semoga kita terus menerus memperbaiki diri2 kita dengan terus menerus mencoba mengenali para Wali Allah ( Aimah a.s ) sehingga kita secara perlahan dan pasti akan menapak tilasi apa yang telah mereka jalankan dan contohkan, sehingga dalam keseharian kita akan tercermin apa yang telah mereka ajarkan dan contohkan pada Umat Nabi Mulia terakhir Muhammad ibn Abdillah saww....Wallahualam bishwab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajilfarajahum....Adrikna YA MAHDI

What a Phenomena.....


Sekarang ini, banyak kita melihat suatu fenomena yang membuat bulu kuduk merinding...karena semakin orang yang 'merasa' dirinya 'baik' yang mana dirinya selalu berada serta beraktifitas di lingkungan keagamaan, malah lebih 'materialistik' dari orang-orang yang berada diluar lingkungan yang tidak beraktifitas keagamaan... Datang ketempat-tempat suci dengan segala simbol keagamaan, tetapi apakah yang dilakukannya 'benar' untuk Tuhannya?? atau untuk dirinya sendiri karena tidak ada aktifitas lain selain datang ketempat-tempat itu, dan apakah dirinya siap berkorban untuk agamanya?? Segala tindakan perbuatan terekflesi oleh apa tujuan-tujuan kita....tanyakan pada mereka apakah siap membela Islam?? Sementara di luar sana...orang-orang yang mereka sebut...tak bertuhan...egois...buktinya...misalnya...mereka berbondong-bondong menjadi sukarela berkorban untuk Palestina...mereka serahkan waktu, harta dan jiwanya untuk dapat menolong orang-orang yang teraniaya......ironiknya orang-orang yang sering mendapat pencerahan agama, mendengar firman-firman Tuhan di negara Islam seperti Indonesia ini, untuk keluar meneriakan ketidak adilan saja...tidak ada waktu, dengan berbagai alasan...apalagi berkorban untuk agamanya...terkadang untuk kepentingan dirinya saja seperti program tazkia saja harus di himbau...itupun tidak menarik perhatiannya...ironik sekali karena mereka sebetulnya mencintai dirinya tetapi bukan pada hakikat yang sesungguhnya....hanya mentrasfer uang untuk kegiatan agama itu hal kecil sekali...siapapun bisa, tetapi komitmen itu terlihat dengan keberadaannya ditengah kaum teraniaya, partisipasi dalam setiap aktifitas sosial dimana kaum tertindas harus dibantu....Bandingkanlah...mereka yang tidak pernah mendengar firman-firman Tuhan dan jarang berdoa...bisa dengan instannya bangkit membantu yang teraniaya....tidak melihat warna kulit, agama ataupun negara??? Dan itu sesungguhnya yang di firmankan Tuhan !!! padahal mereka tidak pernah dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu....Dan yang dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu apabila saatnya harus dan diperintahkan untuk bangkit...mereka berpikir dua tiga sampai lima kali??? Gejala apakah ini...Semakin lama mereka mempelajari dan mendalami agama , semakin mereka bergaya materialistik lebih dari orang yang dari dulu bergaya materialistik...semakin mereka mendekati gaya hidup hedonism??? Inalillahi wa inalillahi rajiun...dan sebaliknya orang yang tadinya hidup dalam keadaan hedonism berubah menjadi 'zuhud'....
Sungguh ironik...Daya tarik dunia teryata lebih besar bagi orang yang mempelajari dan mendalami agama... Pertanyaannya adalah siapapun dia tidak dapat dilihat dari dimana dia beraktifitas...tetapi pada apa yang telah dia perjuangkan dalam hidupnya...dan yang tak terlihat adalah niat masing-masing diri pada apa yang dia lakukan...hanya Allahlah yang tahu...wallahualam bishawab
Untuk bercermin...dengarlah Rasulullah saww ...
Abi al -Bujaj- sahabat Nabi saww- berkata : " Suatu hari Nabi saww merasa lapar, lalu beliau meletakan sepotong kerikil di perutnya dan mengatakan: " Ketahuilah! Betapa banyak orang yang kenyang perutnya dan rapi pakaiannya di dunia, tetapi dia akan kelaparan dan telanjang di akhirat. Betapa banyak orang yang memuliakan nafsunya, padahal dia menghinakan dirinya. Betapa banyak orang yang menghinakan nafsunya, padahal dia memuliakan dirinya. Betapa banyak orang yang tenggelam menikmati sesuatu yang telah dijanjikan Allah melalui RasulNYA, namun dia di sisi Allah tidak mendapat bagian apapun. Ketahuilah bahwa 'upaya ke surga' bagai mendaki bukit terjal yang bertebing cadas dan 'upaya ke neraka' bagai melangkah di jalan mulus dan disenangi nafsu. Betapa banyak nafsu sekejap di dunia yang justru mengakibatkan kesengsaraan berkepanjangan di akhirat "

Demikianlah, orang yang berjalan diatas tanah yang keras, terjal dan menaiki tebing-tebing berbatu seakan melawan arus gravitasi, sedangkan orang yang berjalan di tanah yang mulus seakan berserah diri pada arus gravitasi...Inilah perbedaan antara 'kinerja surga' dan 'kinerja neraka'....wallahualam bishawab...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna YA MAHDI

Salam hangat untukmu Ya Yabna Zahra....


Rasulullah saww : " Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah, bersikap setia kepada para Wali Allah dan berlepas dari musuh-musuh Allah"

Seorang Ruhullah al Musawi-Khomeini ra sang pendiri Republik Islam Iran, telah menunjukkan dengan jelas pada dunia, sikap tegasnya kepada siapa beliau ra berpegang teguh dan dengan siapa beliau ra berlepas diri.....
Kunci keberhasilan diri beliau ra tidak lain dan tidak bukan adalah berpegang teguh pada dua pusaka wasiat Rasulullah saww : AL QURAN & AHLUL BAYT as...Setiap ucapan dan tindakannya tidak akan pernah jauh dari kedua pusaka tersebut...seorang Arif tentu sangat memperhitungkan akan setiap ucapan yang akan dikatakannya dan setiap tindakan yang akan dikerjakannya dan semua harus sesuai dengan kehendakNYA, sehingga bicaranya menjadi nasihat dan tindakannya menjadi contoh...siapapun yang melihat Imam Khomeini ra baik itu musuh maupun pencintanya , pasti dalam hatinya ada ketertarikan pada sang Imam ra, karena dalam dirinya terpencar cahayaNYA, karena dirinya telah termanifestasi AsmaNYA, karena beliau ra telah berhasil menghancurkan ego dirinya sehingga tidak ada lagi kehendak dirinya.....sungguh itu adalah pemandangan terindah dalam menatap sang Kekasih...menatap wajahnya adalah ibadah...ini adalah kata-kata para Imam Suci as....Ya Khomeini...tataplah kami yang masih berlumuran noda ini....sungguh kami sangat kehilanganmu.....Engkau sungguh tak tergantikan....Ya Allah....rahmatilah ruh mulia Imam Khomeini ra...wangikanlah kubur beliau ra dan sampaikanlah salam hangat kami serta kecintaan kami untuk beliau ra....Ya Yabna Zahra....liriklah kami disini....doakan kami agar dapat mengikuti nasihat dan petunjukmu.....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna ya MAHDI