Honesty....such a lonely world


Sepertinya suatu harga yang mahal untuk menjadikan diri sebagai seorang yang 'jujur' ... sudah menjadi suatu penyakit rupanya di negeri ini bahkan di seluruh dunia....menjadikan diri seperti 'yang lain', seolah benci pada diri aslinya....sehingga terbentuk kebiasaan berpura-pura untuk menjadi 'orang lain' yang ada dalam angan-angannya. 

Hal ini sayangnya, sudah dianggap sesuatu yang biasa... mereka bahkan berlomba untuk menjadi 'seorang lain' yang mereka idamkan. Terlihat dari ketidak konsistennya dalam mengklaim siapa dirinya...tergantung dimana dia berada....mungkin seperti 'bunglon'...atau dapat juga karena berangan-angan ingin menjadi sesuatu atau seseorang yang terlalu susah untuk menjadikan dirinya seperti itu...maka segala cara akan digunakan, untuk dapat seperti angan-angannya atau dengan menjadikan dirinya sesuai dengan tuntutan publik, sehingga dipaksakanlah dirinya untuk memuaskan orang lain itu.... sehingga dirinya kadang tersiksa dengan ketidak jujuran dirinya sendiri...

Penyakit ini sudah banyak menjangkit diri-diri yang tidak puas akan keberadaan dirinya....tentu ini karena mereka tidak mengenal dirinya....Ironisnya mereka tidak pernah mengenal dirinya lagi dan menganggap diri yang mereka harus lakoni itu sebagai hakikat dirinya....sehingga penyakitnya tidak dapat terdeteksi...dan dirinya sibuk mengkopi pribadi-pribadi yang di gemari masyarakat dan dirinya berlomba menjadi bagian dari mereka....dengan segala cara....banyak yang harga dirinya pun digadaikan demi menjadi seseorang yang dia ingini.... 

Penyakit mengeksplor hawa nafsu demi memenuhi ego dirinya....sungguh sangat membudaya....Sedihnya ini menjangkit di negera-negara yang beragama...yang sesungguhnya diharuskan untuk menjadi dirinya sendiri dengan terus mengenal dirinya sehingga dia dapat mengenal Tuhannya....

Terlihat simpel dan kecil...tetapi ini sangat berbahaya untuk dirinya....bagaimana tidak...seorang yang tidak kenal dirinya pasti tidak mengenal Tuhannya berarti jalur dirinya semakin jauh dariNYA, tahukah kemana mereka akan pergi setelah ini semua??? Kita semua tahu kita berasal dariNYA dan akan kembali padaNYA...Tidak mengenal Tuhan dikarenakan cara berpikir yang eror. 

Dalam riwayat ada sekelompok orang yang mengadu pada Amir al Mukminin Ali bin Abi Thalib as, tentang seorang yang sangat acuh tak acuh pada shalat....Yang menarik adalah jawaban Imam Ali as, dengan kembali bertanya : " Bagaimanakah cara berpikir orang itu? " ( baca : cara pandang dunia nya )

Lain halnya dengan mencoba meniru 'figur teladan' yang diwajibkan Allah SWT untuk mengikuti segala yang dilakukan oleh para WALINYA. Tentu tak dapat disamakan disini, dalam hal ini tidak ada kepura-puraan, tetapi berusaha untuk menjadikan diri seperti yang diinginkanNYA, seperti diriNYA...sifat-sifat itu harus tercerap dalam dirinya...dan menjadi bagian dari dirinya...ini adalah suatu kejujuran dan ini adalah sifat para Wali ALLAH...Sayidah Fatimah Az Zahra as mendapatkan julukan Shiddiqah....begitu juga Imam Ali as As Shiddiq...karena dalam diri mereka telah tercerap sifat tersebut shg apabila kita mencoba mengikuti para Ma'sumin dan 'act accordingly', bertindak tanduk sesuai seperti mereka, itulah yang sangat di inginkan oleh Allah SWT. Dan ini sangat berbeda dengan being 'pretentious'

Semoga kita terus menerus memperbaiki diri2 kita dengan terus menerus mencoba mengenali para Wali Allah ( Aimah a.s ) sehingga kita secara perlahan dan pasti akan menapak tilasi apa yang telah mereka jalankan dan contohkan, sehingga dalam keseharian kita akan tercermin apa yang telah mereka ajarkan dan contohkan pada Umat Nabi Mulia terakhir Muhammad ibn Abdillah saww....Wallahualam bishwab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajilfarajahum....Adrikna YA MAHDI

No comments:

Post a Comment