
Sekarang ini, banyak kita melihat suatu fenomena yang membuat bulu kuduk merinding...karena semakin orang yang 'merasa' dirinya 'baik' yang mana dirinya selalu berada serta beraktifitas di lingkungan keagamaan, malah lebih 'materialistik' dari orang-orang yang berada diluar lingkungan yang tidak beraktifitas keagamaan... Datang ketempat-tempat suci dengan segala simbol keagamaan, tetapi apakah yang dilakukannya 'benar' untuk Tuhannya?? atau untuk dirinya sendiri karena tidak ada aktifitas lain selain datang ketempat-tempat itu, dan apakah dirinya siap berkorban untuk agamanya?? Segala tindakan perbuatan terekflesi oleh apa tujuan-tujuan kita....tanyakan pada mereka apakah siap membela Islam?? Sementara di luar sana...orang-orang yang mereka sebut...tak bertuhan...egois...buktinya...misalnya...mereka berbondong-bondong menjadi sukarela berkorban untuk Palestina...mereka serahkan waktu, harta dan jiwanya untuk dapat menolong orang-orang yang teraniaya......ironiknya orang-orang yang sering mendapat pencerahan agama, mendengar firman-firman Tuhan di negara Islam seperti Indonesia ini, untuk keluar meneriakan ketidak adilan saja...tidak ada waktu, dengan berbagai alasan...apalagi berkorban untuk agamanya...terkadang untuk kepentingan dirinya saja seperti program tazkia saja harus di himbau...itupun tidak menarik perhatiannya...ironik sekali karena mereka sebetulnya mencintai dirinya tetapi bukan pada hakikat yang sesungguhnya....hanya mentrasfer uang untuk kegiatan agama itu hal kecil sekali...siapapun bisa, tetapi komitmen itu terlihat dengan keberadaannya ditengah kaum teraniaya, partisipasi dalam setiap aktifitas sosial dimana kaum tertindas harus dibantu....Bandingkanlah...mereka yang tidak pernah mendengar firman-firman Tuhan dan jarang berdoa...bisa dengan instannya bangkit membantu yang teraniaya....tidak melihat warna kulit, agama ataupun negara??? Dan itu sesungguhnya yang di firmankan Tuhan !!! padahal mereka tidak pernah dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu....Dan yang dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu apabila saatnya harus dan diperintahkan untuk bangkit...mereka berpikir dua tiga sampai lima kali??? Gejala apakah ini...Semakin lama mereka mempelajari dan mendalami agama , semakin mereka bergaya materialistik lebih dari orang yang dari dulu bergaya materialistik...semakin mereka mendekati gaya hidup hedonism??? Inalillahi wa inalillahi rajiun...dan sebaliknya orang yang tadinya hidup dalam keadaan hedonism berubah menjadi 'zuhud'....
Sungguh ironik...Daya tarik dunia teryata lebih besar bagi orang yang mempelajari dan mendalami agama... Pertanyaannya adalah siapapun dia tidak dapat dilihat dari dimana dia beraktifitas...tetapi pada apa yang telah dia perjuangkan dalam hidupnya...dan yang tak terlihat adalah niat masing-masing diri pada apa yang dia lakukan...hanya Allahlah yang tahu...wallahualam bishawab
Untuk bercermin...dengarlah Rasulullah saww ...
Abi al -Bujaj- sahabat Nabi saww- berkata : " Suatu hari Nabi saww merasa lapar, lalu beliau meletakan sepotong kerikil di perutnya dan mengatakan: " Ketahuilah! Betapa banyak orang yang kenyang perutnya dan rapi pakaiannya di dunia, tetapi dia akan kelaparan dan telanjang di akhirat. Betapa banyak orang yang memuliakan nafsunya, padahal dia menghinakan dirinya. Betapa banyak orang yang menghinakan nafsunya, padahal dia memuliakan dirinya. Betapa banyak orang yang tenggelam menikmati sesuatu yang telah dijanjikan Allah melalui RasulNYA, namun dia di sisi Allah tidak mendapat bagian apapun. Ketahuilah bahwa 'upaya ke surga' bagai mendaki bukit terjal yang bertebing cadas dan 'upaya ke neraka' bagai melangkah di jalan mulus dan disenangi nafsu. Betapa banyak nafsu sekejap di dunia yang justru mengakibatkan kesengsaraan berkepanjangan di akhirat "
Demikianlah, orang yang berjalan diatas tanah yang keras, terjal dan menaiki tebing-tebing berbatu seakan melawan arus gravitasi, sedangkan orang yang berjalan di tanah yang mulus seakan berserah diri pada arus gravitasi...Inilah perbedaan antara 'kinerja surga' dan 'kinerja neraka'....wallahualam bishawab...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna YA MAHDI
No comments:
Post a Comment