with ALLAH helps....


Dalam setiap kejadian yang ada di sekitar kita, sungguh kita akan merasakan bahwa campur tangan Sang Pemilik Alam Semesta selalu tampak nyata. Bagi setiap diri yang 'sadar', pasti dapat merasakannya...lain halnya dengan diri yang 'tidur', apapun akan diukur berdasarkan kaca mata diri pribadinya, keinginan dirinya...apabila terlihat tidak sesuai dengan keinginan diri, maka Tuhanlah yang salah, dirinya tidak pernah merasakan kepuasan, selama itu tidak memenuhi keinginan dirinya, dan tidak sesuai dengan apa yang direncanakannya. Itulah fitrah diri kita yang cenderung hanya melihat 'diri' sebagai tolok ukur dari segalanya....pertanyaannya, lalu dimanakah Tuhan Sang Maha Pencipta?....pada saat yang sama kita sangat mengetahui bahwa diri kita ini tidak datang dengan sendirinya...tetapi, melalui suatu proses Penciptaan....dari tidak ada menjadi ada...dari suatu yang kotor menjadi suatu yang sempurna dengan jiwa yang suci..sayangnya, kesucian jiwa makin lama makin berlumut tebal akibat dorongan diri yang cenderung pada hawa nafsu yang jauh dari keinginan Sang Kholik Pencipta diri ini....Memang tidak mudah untuk selalu dalam keadaan 'sadar' akan hal yang sangat fundamental ini...Tak ada jalan lain selain kembali menyucikan jiwa yang telah kotor, kembali menjadikan jiwa seperti yang pernah Allah ciptakan...dengan menyesali segala perbuatan yang membuat kita jauh dari 'asal'nya ( sesuai kehendakNYA ) dengan memperbanyak memohon ampunanNYA...beristigfar...Bersyukur kita telah memulai hari pertama di bulan Rajab....dimana bulan ini adalah bulannya Allah...bulan dimana kita dianjurkan untuk memperbanyak ber'istigfar'..menyadari segala kesalahan yang telah membuat kita jauh dariNYA..kembali padaNYA ...Sungguh Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...selalu memberi kesempatan pada para pelanggar perintahNYA dengan adanya bulan-bulan suci , yang mana manusia diwajibkan untuk kembali padaNYA...dalam keadaan 'asal' nya , dia dilahirkan....Hanya dengan pertolonganMU ya ALLAH kami diberi kekuatan untuk selalu 'sadar' untuk dapat selalu kembali padaMU..dengan segala penyesalan...mengakui segala kekurangan...hanya dengan pertolonganMU ya ALLAH...dimanapun kami berada...Engkaulah adalah satu-satuNYA yang mampu membantu kami yang sangat lemah ini....AmpunanMU yang sangat luas yang kami harapkan dari kekotoran jiwa yang selama ini jauh dariMU....kami kembali ya ALLAH...ridhaMU dalam segala tindakan kami ini akan senantiasa menolong kami.....Selamat datang bulan nan suci nan Mulia....bulanMU ya ALLAH....pertemukan kami pada bulan berikutnya Syaban dan Ramadhan...agar kami selalu dapat menyempurnakan diri dengan menyucikan diri hina dan kotor ini....Insya Allah...Dengan segala kerendahan hati, memohon maaf lahir dan batin pada siapapun yang membaca...tulisan-tulisan ini, adalah bagian dari pelajaran yang telah saya terima dari para guru dan teman-teman..semua ini tidak lain hanyalah dalam rangka penyempurnaan diri, penyucian diri menuju Sang KEKASIH dengan berusaha untuk dapat berkhidmat pada Shahib al Zaman atfs...al MAHDI ibn HASAN al MUNTHADHOR atfs... tentu pada akhirnya untuk meraih keridhaanNYA....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum......ADRIKNA ya MAHDI

Honesty....such a lonely world


Sepertinya suatu harga yang mahal untuk menjadikan diri sebagai seorang yang 'jujur' ... sudah menjadi suatu penyakit rupanya di negeri ini bahkan di seluruh dunia....menjadikan diri seperti 'yang lain', seolah benci pada diri aslinya....sehingga terbentuk kebiasaan berpura-pura untuk menjadi 'orang lain' yang ada dalam angan-angannya. 

Hal ini sayangnya, sudah dianggap sesuatu yang biasa... mereka bahkan berlomba untuk menjadi 'seorang lain' yang mereka idamkan. Terlihat dari ketidak konsistennya dalam mengklaim siapa dirinya...tergantung dimana dia berada....mungkin seperti 'bunglon'...atau dapat juga karena berangan-angan ingin menjadi sesuatu atau seseorang yang terlalu susah untuk menjadikan dirinya seperti itu...maka segala cara akan digunakan, untuk dapat seperti angan-angannya atau dengan menjadikan dirinya sesuai dengan tuntutan publik, sehingga dipaksakanlah dirinya untuk memuaskan orang lain itu.... sehingga dirinya kadang tersiksa dengan ketidak jujuran dirinya sendiri...

Penyakit ini sudah banyak menjangkit diri-diri yang tidak puas akan keberadaan dirinya....tentu ini karena mereka tidak mengenal dirinya....Ironisnya mereka tidak pernah mengenal dirinya lagi dan menganggap diri yang mereka harus lakoni itu sebagai hakikat dirinya....sehingga penyakitnya tidak dapat terdeteksi...dan dirinya sibuk mengkopi pribadi-pribadi yang di gemari masyarakat dan dirinya berlomba menjadi bagian dari mereka....dengan segala cara....banyak yang harga dirinya pun digadaikan demi menjadi seseorang yang dia ingini.... 

Penyakit mengeksplor hawa nafsu demi memenuhi ego dirinya....sungguh sangat membudaya....Sedihnya ini menjangkit di negera-negara yang beragama...yang sesungguhnya diharuskan untuk menjadi dirinya sendiri dengan terus mengenal dirinya sehingga dia dapat mengenal Tuhannya....

Terlihat simpel dan kecil...tetapi ini sangat berbahaya untuk dirinya....bagaimana tidak...seorang yang tidak kenal dirinya pasti tidak mengenal Tuhannya berarti jalur dirinya semakin jauh dariNYA, tahukah kemana mereka akan pergi setelah ini semua??? Kita semua tahu kita berasal dariNYA dan akan kembali padaNYA...Tidak mengenal Tuhan dikarenakan cara berpikir yang eror. 

Dalam riwayat ada sekelompok orang yang mengadu pada Amir al Mukminin Ali bin Abi Thalib as, tentang seorang yang sangat acuh tak acuh pada shalat....Yang menarik adalah jawaban Imam Ali as, dengan kembali bertanya : " Bagaimanakah cara berpikir orang itu? " ( baca : cara pandang dunia nya )

Lain halnya dengan mencoba meniru 'figur teladan' yang diwajibkan Allah SWT untuk mengikuti segala yang dilakukan oleh para WALINYA. Tentu tak dapat disamakan disini, dalam hal ini tidak ada kepura-puraan, tetapi berusaha untuk menjadikan diri seperti yang diinginkanNYA, seperti diriNYA...sifat-sifat itu harus tercerap dalam dirinya...dan menjadi bagian dari dirinya...ini adalah suatu kejujuran dan ini adalah sifat para Wali ALLAH...Sayidah Fatimah Az Zahra as mendapatkan julukan Shiddiqah....begitu juga Imam Ali as As Shiddiq...karena dalam diri mereka telah tercerap sifat tersebut shg apabila kita mencoba mengikuti para Ma'sumin dan 'act accordingly', bertindak tanduk sesuai seperti mereka, itulah yang sangat di inginkan oleh Allah SWT. Dan ini sangat berbeda dengan being 'pretentious'

Semoga kita terus menerus memperbaiki diri2 kita dengan terus menerus mencoba mengenali para Wali Allah ( Aimah a.s ) sehingga kita secara perlahan dan pasti akan menapak tilasi apa yang telah mereka jalankan dan contohkan, sehingga dalam keseharian kita akan tercermin apa yang telah mereka ajarkan dan contohkan pada Umat Nabi Mulia terakhir Muhammad ibn Abdillah saww....Wallahualam bishwab...Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajilfarajahum....Adrikna YA MAHDI

What a Phenomena.....


Sekarang ini, banyak kita melihat suatu fenomena yang membuat bulu kuduk merinding...karena semakin orang yang 'merasa' dirinya 'baik' yang mana dirinya selalu berada serta beraktifitas di lingkungan keagamaan, malah lebih 'materialistik' dari orang-orang yang berada diluar lingkungan yang tidak beraktifitas keagamaan... Datang ketempat-tempat suci dengan segala simbol keagamaan, tetapi apakah yang dilakukannya 'benar' untuk Tuhannya?? atau untuk dirinya sendiri karena tidak ada aktifitas lain selain datang ketempat-tempat itu, dan apakah dirinya siap berkorban untuk agamanya?? Segala tindakan perbuatan terekflesi oleh apa tujuan-tujuan kita....tanyakan pada mereka apakah siap membela Islam?? Sementara di luar sana...orang-orang yang mereka sebut...tak bertuhan...egois...buktinya...misalnya...mereka berbondong-bondong menjadi sukarela berkorban untuk Palestina...mereka serahkan waktu, harta dan jiwanya untuk dapat menolong orang-orang yang teraniaya......ironiknya orang-orang yang sering mendapat pencerahan agama, mendengar firman-firman Tuhan di negara Islam seperti Indonesia ini, untuk keluar meneriakan ketidak adilan saja...tidak ada waktu, dengan berbagai alasan...apalagi berkorban untuk agamanya...terkadang untuk kepentingan dirinya saja seperti program tazkia saja harus di himbau...itupun tidak menarik perhatiannya...ironik sekali karena mereka sebetulnya mencintai dirinya tetapi bukan pada hakikat yang sesungguhnya....hanya mentrasfer uang untuk kegiatan agama itu hal kecil sekali...siapapun bisa, tetapi komitmen itu terlihat dengan keberadaannya ditengah kaum teraniaya, partisipasi dalam setiap aktifitas sosial dimana kaum tertindas harus dibantu....Bandingkanlah...mereka yang tidak pernah mendengar firman-firman Tuhan dan jarang berdoa...bisa dengan instannya bangkit membantu yang teraniaya....tidak melihat warna kulit, agama ataupun negara??? Dan itu sesungguhnya yang di firmankan Tuhan !!! padahal mereka tidak pernah dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu....Dan yang dengan sengaja datang mendengarkan firman-firman Tuhan itu apabila saatnya harus dan diperintahkan untuk bangkit...mereka berpikir dua tiga sampai lima kali??? Gejala apakah ini...Semakin lama mereka mempelajari dan mendalami agama , semakin mereka bergaya materialistik lebih dari orang yang dari dulu bergaya materialistik...semakin mereka mendekati gaya hidup hedonism??? Inalillahi wa inalillahi rajiun...dan sebaliknya orang yang tadinya hidup dalam keadaan hedonism berubah menjadi 'zuhud'....
Sungguh ironik...Daya tarik dunia teryata lebih besar bagi orang yang mempelajari dan mendalami agama... Pertanyaannya adalah siapapun dia tidak dapat dilihat dari dimana dia beraktifitas...tetapi pada apa yang telah dia perjuangkan dalam hidupnya...dan yang tak terlihat adalah niat masing-masing diri pada apa yang dia lakukan...hanya Allahlah yang tahu...wallahualam bishawab
Untuk bercermin...dengarlah Rasulullah saww ...
Abi al -Bujaj- sahabat Nabi saww- berkata : " Suatu hari Nabi saww merasa lapar, lalu beliau meletakan sepotong kerikil di perutnya dan mengatakan: " Ketahuilah! Betapa banyak orang yang kenyang perutnya dan rapi pakaiannya di dunia, tetapi dia akan kelaparan dan telanjang di akhirat. Betapa banyak orang yang memuliakan nafsunya, padahal dia menghinakan dirinya. Betapa banyak orang yang menghinakan nafsunya, padahal dia memuliakan dirinya. Betapa banyak orang yang tenggelam menikmati sesuatu yang telah dijanjikan Allah melalui RasulNYA, namun dia di sisi Allah tidak mendapat bagian apapun. Ketahuilah bahwa 'upaya ke surga' bagai mendaki bukit terjal yang bertebing cadas dan 'upaya ke neraka' bagai melangkah di jalan mulus dan disenangi nafsu. Betapa banyak nafsu sekejap di dunia yang justru mengakibatkan kesengsaraan berkepanjangan di akhirat "

Demikianlah, orang yang berjalan diatas tanah yang keras, terjal dan menaiki tebing-tebing berbatu seakan melawan arus gravitasi, sedangkan orang yang berjalan di tanah yang mulus seakan berserah diri pada arus gravitasi...Inilah perbedaan antara 'kinerja surga' dan 'kinerja neraka'....wallahualam bishawab...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna YA MAHDI

Salam hangat untukmu Ya Yabna Zahra....


Rasulullah saww : " Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah, bersikap setia kepada para Wali Allah dan berlepas dari musuh-musuh Allah"

Seorang Ruhullah al Musawi-Khomeini ra sang pendiri Republik Islam Iran, telah menunjukkan dengan jelas pada dunia, sikap tegasnya kepada siapa beliau ra berpegang teguh dan dengan siapa beliau ra berlepas diri.....
Kunci keberhasilan diri beliau ra tidak lain dan tidak bukan adalah berpegang teguh pada dua pusaka wasiat Rasulullah saww : AL QURAN & AHLUL BAYT as...Setiap ucapan dan tindakannya tidak akan pernah jauh dari kedua pusaka tersebut...seorang Arif tentu sangat memperhitungkan akan setiap ucapan yang akan dikatakannya dan setiap tindakan yang akan dikerjakannya dan semua harus sesuai dengan kehendakNYA, sehingga bicaranya menjadi nasihat dan tindakannya menjadi contoh...siapapun yang melihat Imam Khomeini ra baik itu musuh maupun pencintanya , pasti dalam hatinya ada ketertarikan pada sang Imam ra, karena dalam dirinya terpencar cahayaNYA, karena dirinya telah termanifestasi AsmaNYA, karena beliau ra telah berhasil menghancurkan ego dirinya sehingga tidak ada lagi kehendak dirinya.....sungguh itu adalah pemandangan terindah dalam menatap sang Kekasih...menatap wajahnya adalah ibadah...ini adalah kata-kata para Imam Suci as....Ya Khomeini...tataplah kami yang masih berlumuran noda ini....sungguh kami sangat kehilanganmu.....Engkau sungguh tak tergantikan....Ya Allah....rahmatilah ruh mulia Imam Khomeini ra...wangikanlah kubur beliau ra dan sampaikanlah salam hangat kami serta kecintaan kami untuk beliau ra....Ya Yabna Zahra....liriklah kami disini....doakan kami agar dapat mengikuti nasihat dan petunjukmu.....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.....Adrikna ya MAHDI

the Holy Grail ....FATIMAH binti MUHAMMAD saww




Di negeri kita yang mayoritasnya beragama Islam dan mengaku Nabi Muhammad saww utusan Allah, kenyataannya, masih banyak yang tidak mengetahui tentang siapa saja, keluarga Nabi Muhammad saww, terutama putri Beliau saww dari istri tercintanya Sayidah Khadijah as yaitu Sayidah Fatimah Az Zahra as.

Sayidah Khadijah as yang suci nan mulia telah dipilih Allah untuk menyimpan ruh suci seorang bidadari berwujud manusia yang darinya akan diturunkannya para WALI ALLAH yang akan mengurus urusanNYA di muka bumi ini. Para ahlul kitab agama samawi sangat paham tentang ini....oleh karenanya seperti seorang Dan Brown dalam buku best sellernya the Holy Grail dan the Da Vinci Code, berusaha mengangkat inti dari cerita kitab suci samawi itu... Bahwa Sang Mesiah yang menikah dengan putri bangsawan dan mempunyai seorang putri yang akan menurunkan putra-putra pilihan Tuhan yang akan mengurusi urusan Tuhannya di dunia ini. Maka dari itu jiwa sang putri - the holy grail- ini sangat terancam, karena pasukan setan pasti selalu akan menghancurkan apapun dari al HAQ - sang Kebenaran.


Dunia ini akan diliputi dengan kejahatan, karena sang pembawa panji kebenaran , putra-putra pilihan Tuhan yang berjumlah 12 akan terus di buru dan dibunuh, hingga hanya satu lagi yang terakhir dan segera diangkat ke Arsy Tuhan untuk diselamatkan....dan apabila waktunya tiba sang Putra pilihan Tuhan putri sang Mesiah itu akan di tampilkan di muka bumi ini dengan membawa panji Kebenaran sehingga bumi ini akan diliputi dengan keamanan dan kenyamanan kembali seperti yang Tuhan inginkan.


Semua ini tertera pada kitab suci ajaran Samawi, seperti; Taurat dan Injil, kitab sebelum Al Quran...Oleh karenanya para ahli kitab mengetahui benar akan berita ini bahkan mereka dalam Al Quran pun disebutkan bahwa mereka itu kenal sang Mesiah itu lebih dari anaknya sendiri.....Jadi untuk mengetahui kebenaran, kita sangat dianjurkan, sebagaimana di perintahkanNYA untuk mengimani kitab-kitab suci sebelum Al Quran.


Karena Al Quran, kitab terakhir yang akan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya yang telah banyak di simpangkan oleh sebagian pengikut-pengikutnya....yang tergiur pada keindahan dunia dan tidak istiqamah pada keimanannya. Mereka terus mencoba dan memaksakan untuk dapat menerapkan konsep ajaran agama samawi yang telah kukuh  dan tak dapat dirubah itu, dengan mengganti figur-figurnya agar terlihat klop dengan konsep orisinilnya....


Tak diragukan lagi berpegang pada yang BENAR dan mengikuti yang orisinil sangat diwajibkan...tetapi tentunya ini memerlukan ilmu , serta hati yang bersih sehingga keimanan kita menebal dan kita akan termasuk yang selamat serta akan menaiki Bahtera Nuh - Safinat al Najat-


Pada saat Muhammad saww - Sang Muwahid - berkhalwat di gua Hira selama 40 hari seperti Allah telah memerintahkannya melalui malaikat Jibril. Selama masa uzlahnya itu Jibril selalu memberikan makanan dari Surga dan ketika waktunya telah habis 40 hari, Rasul saww kembali kerumahnya untuk menemui istri tercintanya Sayidah Khadijah as. Seperti biasa Sang Rasul saww akan melaksanakan shalat tepat waktu, tetapi pada saat itu Jibril datang memerintahkan kekasihNYA untuk langsung mendatangi istrinya...Allah sendiri yang mengatur untuk membawa benih Fatimah Az Zahra...


Sudah barangtentu, Rasul yang Mulia saww begitu menyayangi dan begitu hormat pada Fatimah as, ini bukan hanya sekedar hubungan antara seorang ayah terhadap anaknya...tetapi lebih dari itu..dengan demonstratifnya, Rasulullah saww menunjukan bagaimana rasa hormat yang tinggi dan cinta beliau saww pada putrinya Az Zahra as.


Sejarah mencatat, ketika Rasulullah saww melihat Fatimah as datang, beliau saww bangkit dari duduknya dan mencium tangan Fatimah as. 


Semua tindakan Rasul saww sudah pasti mengandung makna yang juga pesan dari Allah, penghormatan pada Fatimah as ini untuk menegaskan pada umat Muhammad saww bahwa Fatimah Az Zahra as ini mempunyai kedudukan dan maqam maknawi yang khusus. Hadits beliau saww pun menegaskan lagi : " Setelah aku, putriku ini adalah sebagai teladan dan rujukan untuk kalian semua "

.... Tetapi sungguh apa yang terjadi???? setelah Rasul saww wafat??? kebanyakan dari umat-umat Muhammad saww seolah lupa dan tak peduli dengan hadits Rasulullah saww ini..belum saja jasad suci itu dikebumikan...mereka sudah berencana....dan sejak itulah keluarga Muhammad sang Nabi Agung nan Mulia Kekasih Allah ini terus menerus dikhianati dan dianiaya...jubah agama Muhammad saww telah dirubah....Az Zahra as tak dapat diam, beliau as yang berhati halus, lembut dan maksum ini bangkit dan terus berjuang hingga titik darah sucinya yang terakhir. Beliau as berusaha mencegah kejahatan umat Ayahnya yang tak tahu diri dan jahil itu yang telah merubah Islam pada ajaran yang mereka sukai, dengan menghancurkan bangunan indah Islam dimana dengan darah-darah suci para syuhada Badar, Uhud, Hunain dan Khaibar telah ditegakan....


Itulah derita Fatimah Az Zahra as sang Putri Nabi....belum lagi kepemimpinan suaminya Sang Singa Allah, Ali bin Abi Thalib as telah direbut ....Sayidah Fatimah as bangkit, keluar rumah...berceramah di mesjid-mesjid...bicara dengan tegas dan lugas tentang ajaran Islam yang sesungguhnya. Walaupun beliau as telah dianiaya dan di sakiti oleh perampok kepemimpinan suaminya pada saat itu...pada saat berkhotbah beliau as, tidak ada sepatah katapun keluhan, apalagi mengadu tentang apa yang telah dideritanya, bagaimana para perampok itu menganiaya beliau as...beliau hanya berbicara tentang makna Tauhid, dan segala keadilan yang telah diajarkan Islam.


Fatimah as bangkit dan menuntut hak nya dan melaksanakan kewajibannya. 


Menuntut hak beliau as tentang warisan satu-satunya dari ayahnya - Tanah Fadak dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang makmum dari Imam Zamannya yaitu Ali bin Abi Thalib as...pada saat itu beliau bangkit sebagai pembela dan penolong Imamnya bukan Ali as sebagai suaminya...Beliau as walau dalam keadaan sakit karena telah dianiaya, bangkit keluar memberikan pengertian kepada masyarakat sekitar Madinah tentang hak dan kewajibannya.

Kewajibannya menaklukan rasa sakit ditubuh yang telah dianiaya, ditinggalkannya anak-anak balitanya dan segala urusan dirinya demi membela Imam Zamannya - Ali bin Abi Thalib as . 


Dengan ini Rasulullah saww telah berpesan pada kita semua bahwa Sayidah Fatimah Az Zahra as - putri beliau saww mempunyai kedudukan yang sangat tinggi di mata Allah SWT dan RasulNYA. 

Sayidah Fatimah as telah mencontohkan bahwa, kita semua mempunyai tugas dan kewajiban terhadap Imam Zamannya serta wajib mengorbankan seluruh kemampuan kita untuk dapat membantu serta menolong Imam Zamannya dengan mengedepankan Imamnya diatas segalanya; termasuk anak, istri, suami apalagi urusan pribadi diri kita. Itulah makna dibalik semua tindakan Fatimah binta Muhammad saaw , Sayidat al Nisa ilalamin....semua perbuatan kita hanya untuk kepentingan ISLAM dengan fisabilillah... Pesan yang paling penting juga, pada peristiwa itu adalah agar kita bertanya serta bercermin pada diri kita bahwa pada saat itu baru setelah wafat sang Utusan Allah Muhammad saww, HAQ Islam telah didzalimi....oleh karena itu setiap diri wajib bangkit membelanya dan mengembalikan al HAQ pada tempatnya....


Wallahuallam bishawab......Ya Mumtahanat....Ya Fatimah binti Muhammad...Ya Qurata aini Rasulillah...Ya shawjati Amiril Mukminin...Ya ummul Hasan wal Husain.....Ya Sayidatana Ya Maulatana...Inna tawajahna wa tawasalna biki ilallah wa qadamnaki baina yaidai hajatina...Ya Wajihatan indallah Ishfailana indallah....


Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum.

Ber DZIKIR dalam setiap keadaan




Rasulullah saww selalu memerintahkan kita untuk selalu ingat pada Sang Maha Pencipta Allah Azawajalla dalam setiap keadaan. BerDZIKIR ini sungguh akan memperkuat tali hubungan kita dengan Allah SWT.
Oleh karenanya, untuk merealisasikan hubungan dengan Allah SWT, seorang mukmin harus mempersiapkannya ....





dalam setiap ketakutan menyebut La ilahaillah
dalam setiap kegelisahan dan keresahan menyebut Masya Allah
dalam setiap kesenangan menyebut Syukron lillah
dalam setiap kenikmatan menyebut Alhamdulillah
dalam setiap dosa menyebut Astagfirullah
dalam setiap yang menganggumkan menyebut Subhanallah
dalam setiap musibah menyebut Innalillahi wa inna illaihi rojiun
dalam setiap kesulitan menyebut Hasbiyallah
dalam setiap musuh menyebut I'tashamtu billah
dalam setiap qadha dan qadhar menyebut Tawakaltu ilallah
dalam setiap ketaatan dan kemaksiatan menyebut Laahaula wala quwata illa billah

Dzikir-dzikir ini dibaca dalam setiap keadaan sebagaimana diatas sebanyak minimum 10 kali , 100 kali atau lebih semampunya.

Doa untuk para penentang KEBENARAN



" Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat sebelum mereka. Apakah kamu menemukan seorangpun dari mereka atau mendengar suara mereka? " (QS Maryam : 98 )

Surat ini diwahyukan di Mekah pada masa ketika kaum muslim sedang mengalami tekanan yang berat. Dengan mengingat hal ini, ayat ini merupakan penghibur bagi Nabi Muhammad saww dan kaum beriman, dan juga ancaman serta peringatan terhadap semua musuh Islam yang keras kepala.
Ayat ini mengandung arti bahwa umat-umat yang kejam ini, serta musuh-musuh kebenaran yang keras dihancurkan sedemikian rupa sehingga bahkan tidak terdengar suara yang samar-samar pun dari mereka sekarang.( tafsir Nurul Qur'an - Allamah Kamal faqih Imani, jilid 9, hal 366-367)

Imam Jafar As Shadiq as, ketika menjawab pertanyaan Jabir mengenai ayat ini, berkata : " Umat yang dihancurkan itu adalah Bani Umayah. Kamu tidak akan mendapati seorang pun dari mereka yang mempunyai harapan atau bebas dari ketakutan". Jabir mengatakan, dia bertanya apakah keadaan itu bisa terjadi dan Imam menjawab, " Itu akan terjadi segera" ( Bihar al Anwar jilid 46, hal 30)

Berkaca pada sekitar kita, dimana musuh-musuh Islam semakin menampakan wajah-wajah hina kejahatannya secara terang-terangan....Sebagaimana kita dianjurkan untuk selalu berdoa untuk keselamatan umat Islam dan selalu menjaga persatuan umat, kompak diantara sesama muslim apapun mazhabnya dan waspada akan rencana musuh...Maka marilah kita berdoa dengan doa dibawah ini :

Ya Allah! Terangilah hati kami dengan cahaya iman, dan penuhilah seluruh diri kami dengan cahaya amal-amal saleh. Masukkanlah kami ke dalam golongan para pencinta orang-orang beriman dan orang-orang saleh, khususnya penghulu orang-orang bertakwa, Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as, dan jadikanlah rasa cinta kepada kami dalam diri semua orang beriman.

Ya Allah! Masyarakat Islam kami yang besar, dengan jumlah penduduk yang banyak dan potensi material dan spritual yang melimpah, berada dalam genggaman para musuh, dan karena perpecahan mereka, mereka menjadi lemah. Kumpulkanlah mereka semua di sekitar obor iman dan amal-amal saleh!

Ya Allah! Sebagaimana Engkau menghancurkan dan memusnahkan kaum-kaum tiranik di masa dahulu sehingga tak ada suara samar-samar pun yang terdengar dari mereka, maka musnahkanlah kekekuatan-kekuatan zalim di zaman kami ini. Hilangkanlah kejahatan mereka dari kaum yang tertindas, dan jadikanlah kebangkitan orang-orang beriman melawan para penindas memperoleh kemenangan!


Kabulkanlah doa kami, Wahai TUHAN SEMESTA ALAM..


Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad....wa ajil farajahum....Al ajal Al ajal ya Maulaya...ya Shahib al ZAMAN atfs......Adrikna YA MAHDI

The sign....





" Tidak ada kesombongan yang masuk ke dalam hati seseorang melainkan kekurangan akalnya" ( Imam Muhammad Al Baqir as )

Merasa diri sebagai negara Adi kuasa, lihatlah perbuatan negara itu. Amerika Serikat yang bersekutu dengan negara-negara Eropa barat, Canada mendukung rezim Israel-zionis. KSA - raja Saudi Abdullah dan Yordania - Abdullah serta Mesir dan Palestina gadungan Mahmud Abbas, semua berbondong-bondong berkumpul dan akan berkumpul di Washington....mereka sibuk seperti cacing kepanasan , takut dengan tanda-tanda KEBENARAN, dan merencanakan akan menyerang Iran....Sebenarnya sungguh sangat tidak beralasan, alasan mereka karena Iran mempunyai tenaga nuklir yang dengan imajinasinya mereka mengandung bom atom seperti kepunyaan mereka....dan jelas Iran terbukti atas desakan ketakutan mereka dituntut untuk membuktikan bahwa tidak ada sejata nuklir yang berbahaya, dan Lembaga International yang kredibel jelas menyatakan TIDAK ditemukan sesuatu yang berbahaya.....tetapi mereka terus ketakutan sehingga hanya teriakan pada pidato-pidato presiden Iran Mahmud Ahmadinejad saja mereka bisa ketakutan hingga akan menyerang Iran??? Betapa negara Adi daya itu nyalinya sangat minim ....pengecut...Ratusan kali Iran menyatakan tidak akan menyerang siapapun...ini bukan era berperang...tetapi era DIALOG...tapi apa yang mereka kerjakan , mereka yang merasa dirinya besar, adi daya, dan beradab itu...ternyata mereka yang masih ada di era 'baheula' alias zaman dulu...dan seperti anak-anak kecil yang akalnya memang belum berkembang....jadi apabila ngambek dan takut...marah dan permintaannya harus dituruti...mereka senang mengeksplor ego mereka....lalu mereka sangking ketakutannya membabi buta menyerang sana sini...seperti wanita yang sedang datang bulan...regim zionis beserta antek-anteknya sedang sibuk mengantisipasi 'tanda-tanda KEBENARAN'...mereka bekerja keras mengatur strategi, sampai seorang pemuka agama dunia pun di gunakannya untuk tameng dan dipaksa menandatangani keabsahan negara Israel....seorang penghianat Mahmud Abbas pun sibuk bersandiwara sana sini....tetapi ujung-ujungnya sudah lah terlihat , sepak terjang dan langkah-langkah mereka yang sedang bersekutu dan untuk bersandiwara mencoba memakai topeng-topeng karnavalnya....sungguh menjijikan mereka itu....rasa malu apalagi respek pada dirinya sudah tidak ada....mereka tidak sadar bahwa mereka sedang menghancurkan diri mereka sendiri....sampai kapan rakyat dan orang-orang awam buta terus terhadap kenyataan yang terus menerus mereka sendiri yang menampakannya....semua mata dunia yang jeli telah tersorot pada tingkah laku mereka...polesan make up wajahnya yang tadinya terlihat cantik, indah , sexy, menawan sudah mulai menjadi luntur sehingga terlihatlah wajah-wajah aslinya yang buruk rupa....Mengaku pencetus negara Demokrasi dan menjadi lambang demokrasi??? dan mengaku menjadi lambang humanitarian??? menuduh negara Islam teroris?? sekarang lihatlah semua yang mereka gembor gemborkan dan yang mereka jadikan lambang tidak ada satupun tersifati dalam diri mereka?? .....Lihatlah siapa yang sebenarnya menjunjung kemanusiaan, memberantas teroris dan sangat demokrasi???......Wallahualam bishawab....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...

" Ya Tuhanku! Jadikanlah kami berada diantara mereka yang dengan melihat tanda-tanda pertama KEBENARAN, tunduk kepadanya dan beriman."
" Ya Tuhanku! Jauhkanlah kami dari segala sifat sombong, kecongkakan dan keras kepala."
" Ya Tuhanku! Berikanlah kemenangan yang sempurna kepada tentara Islam atas kaum kafir sesegera mungkin."


note : Sungguh kami sangat berduka ya Shahib al Zaman atfs atas berpulangnya kekasihMU, syekh Ayatullah al Uzma Muhammad Taqi Bahjat ra...semoga Allah merahmati ruhnya yang suci...please recite Al Fatihah & shalawat untuk beliau ra..

Mirror Mirror on the wall...whose the most beautiful of all



Bercermin pada perkembangan negara-negara Islam di Timur Tengah khususnya Palestina dan Iran...Ketika seorang Yahudi yang berdomisili di Inggris mengikuti program sukarela ke Gaza, dia sangat terkesan akan ketulusan orang-orang di Gaza , Palestina, mereka menyambut siapa saja tanpa mendiskriminasikan apakah dia beragama yahudi atau nasrani atau siapapun yang datang ke negerinya. Helen nama sukarelawan tersebut dia seorang yahudi yang berkebangsaan Inggris. Dia juga heran bahwa mereka jauh dari seperti yang di gembor-gemborkan media barat tentang orang-orang Arab di Palestina...yang mereka sebut-sebut sebagai teroris...penduduk Gaza adalah pribadi-pribadi yang hangat bersahabat dan sangat menyambut baik tamu-tamu yang datang. 

Tidak ada keluar dari mulut mereka kutukan pada orang-orang Yahudi..mereka hanya marah dengan kejahatan regim Israel zionis. Sementara Helen ketika dia berkunjung ke Tel aviv, disana-sini ia melihat kebencian orang Israel pada orang-orang Palestina dan mereka sangat tidak peduli akan bencana yang ditimpa negara jajahannya itu....Helen sendiri sangat terkejut dan akhirnya mengetahui siapa yang berhati baik dan jahat...siapa yang tulus dan pendendam....dan sungguh tidak percaya akan media barat yang berbau propaganda dan bias terhadap Islam

Begitu juga, tentang Iran - presiden Mahmud Ahmadinejad khususnya...ada seorang jurnalis muda Canada yang aslinya dari Iran...dia terheran-heran pada pribadi Mahmud Ahmad dinejad sehingga membuatnya penasaran. Akhirnya dia berkesimpulan ingin kembali ke Iran untuk mengenal siapa sesungguhnya orang itu yang dapat membawa bangsa Iran selalu menjadi headline di surat-suran kabar dunia dan hubungannya tentu dengan nuklir dan holocoust serta selalu bicara'keras' menentang regim zionis. Singkat kata...dia diundang ke Iran untuk meliput aktivitas-aktivitas presiden Mahmud Ahmadinejad...pada saat mengamati ketika dia sedang dalam rapat kerja dengan staff nya...

Tidak ada satu katapun berbicara tentang kecaman terhadap barat, yang ada mereka asyik bekerja membenahi negaranya....aktif memproduksi yang dipentingkan rakyat Iran serta menanggulangi segala permasalahan rakyatnya...jurnalis muda ini pun heran...dan sungguh sangat berbeda dengan musuh-musuhnya (barat ) yang apabila bekerja sibuk mengurusi urusan negara-negara jajahannya serta sekutunya dan bagaimana memecah belah dan berstrategi untuk menghancurkan negara lain sementara urusan dalam negerinya sendiri terbengkalai dan hampir hancur..... dan anehnya regim zionis ini yang selalu menyebut-nyebut Iran , Palestina sebagai negara teroris atau pendukung aktif teroris??? 

Gejala apa ini?? maling meneriaki orang lain yang maling?? tabiat manusia yang jauh dari ketentuanNYA sehingga lupa akan fitrah-fitrah diri mereka...dan jadilah seperti itu....segalanya menjadi terbalik...

Banyak pelajaran yang di dapat untuk yang mau merenunginya....seperti Imam Ali as berkata : "Apabila manusia sibuk mengurusi aib-aib mereka sendiri sebenarnya mereka tidak akan ada waktu untuk melihat aib-aib orang lain". 

Tetapi memang kenyataannya kita cenderung sibuk melihat aib orang lain, urusan orang lain sehingga diri kita terlupakan dan lama-lama jatuh pada kehancuran....dan itulah yang terjadi pada diri kita dan sekitar kita... 

Astagfirullah.....wallahualam bishawab......shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum..... Adrikna ya MAHDI

The Real Patient....YA ALI




Ada pepatah kita yang berbunyi : " Sabar ada batasnya.." ada juga 
"orang sabar kekasih Tuhan " . 

Ternyata definisi kata sabar yang kita biasa pakai dan ketahui sungguh jauh berbeda dengan yang Sang Maha Pencipta sifatkan pada DIRINYA 

Bila kita mengamati manusia-manusia teladan nan sempurna pilihan Tuhan, bagaimana diri-diri mereka ber'sabar' dalam menjalani kehidupan ini, sungguh sangat menakjubkan dan akan menggerakan setiap diri yang sadar akan siapa dirinya....

Sejarah dan cerita-cerita dalam kitab suciNYA telah memberikan makna sesungguhnya dari sifat SABAR itu...Sulit untuk saya menjelaskan dengan teori dan dalil-dalil ilmiah karena bukan ahlinya...tetapi saya hanya dapat menerangkan lewat cerita sejarah seorang WALI Allah di muka bumi ini yang mencontohkan dirinya akan makna tersebut.

Pada saat sayidah Fatimah Az Zahra as bangkit dan menuntut akan hak warisnya - Tanah Fadak dan hak suaminya Ali bin Abi Thalib as akan kepemimpinannya, yang membuat putri Nabi Agung nan suci & mulia itu di aniaya....Imam Ali as sang Singa Allah yang Maha pemberani dan selalu menakutkan hati dan diri para musuhnya, beliau as hanya dapat diam, seolah-olah tak membela istri dan sekaligus wanita termulia dan tersuci di seantero jagat raya ini?? 

Diamnya seorang WALI ALLAH pasti ada pesan Tuhan dibaliknya....beliau as tahu betul bahwa Islam baru saja sedang tumbuh dan masih harus dijaga...jadi demi tegaknya dan langgengnya Islam agama Allah beliau as rela hak kepemimpinannya dirampas serta demi menjaga 'wahdah' persatuan Islam.....ini sungguh sulit untuk dibayangkan oleh kita di zaman sekarang yang terbiasa mendahulukan diri dan kepentingan kelompoknya tanpa peduli dampak dari tindakan kita ataupun rencana kita....inilah yang Tuhan ajarkan melalui seorang Ali bin Abi Thalib as untuk diikuti oleh siapa saja yang berwilayah padanya....tak ada sekecil apapun tindakannya yang berdasarkan hawa nafsunya apalagi kesenangan pribadi dan keluarganya...semua HARUS karena Tuhan Sang Kholik Yang segala kehendak kita dikendalikan oleh NYA...ini di contohkan lagi pada saat perang Khandak, dimana beliau as telah merubuhkan lawannya Amr ibn wud, tetapi beliau tidak jadi membunuhnya saat itu karena si musuh meludah ke wajah mulia Imam Ali as...setelah berpaling sebentar barulah Imam as membunuhnya ...ketika ditanya alasannya, Imam as menjawab pada saat dia meludah aku takut aku membunuhnya karena kemarahanku....dalam hitungan detik seorang Ali bin Abi Thalib as dapat mengendalikan nafs nya sehingga semuanya sesuai dengan aturan Tuhannya...Subhanallah....itulah para Wali Allah...mereka ikhlas dan ridha dengan segala ketentuan Allah tanpa secuilpun keluhan...

Suami Az Zahra as ini rela selama hampir 25 tahun menahan sabar demi tegaknya dan berkembangnya ajaran Islam yang sempurna....bayangkan beliau as menyaksikan istri tercintanya sekaligus wanita penghulu surga dianiaya hingga syahidnya....tetapi balasannya adalah kesyahidan yang buat seorang Ali as suatu kenikmatan puncak yang di dambakannya... sikap-sikap seperti ini hanya dapat dilakukan dan dimengerti dengan keimanan yang puncak...inilah TAUHID yang sesungguhnya....Tiada Tuhan selain Allah....apapun murah harganya untuk berjuang dan membela di jalan Allah sehingga nyawa dan diripun sebagai bayarannya....

Hal yang sama pun dilakukan oleh semua keturunannya bersabar demi terbentuknya Ukhuwah Islamiah - persatuan Islam.....ikhlas dan ridha serta mengedepankan kepentingan umat dari pada diri dan keluarganya.....so pertanyaannya...apakah kita telah mencontoh orang-orang yang kita klaim kita cintai?? kebanyakan dari kita lebih mengutamakan pendapat ataupun kepentingan diri dan keluarga kita...apakah itu yang diajarkan oleh ISLAM yang telah ditegakan oleh darah-darah suci para kekasih kita para WALI ALLAH???

Sayidah Fatimah Az Zahra as telah meminta maharnya bukan benda apalagi intan berlian seperti para wanita umumnya...beliau memintakan syafaat untuk umat kakeknya yang bermaksiat!!!!

Jadi dalam ajaran Islam , sabar itu tidak ada batasnya...disana ada keberanian, kematangan serta kesempurnaan akal...yang berakhir untuk pencapaian tujuan Ilahi...dan jelas ini memerlukan pengorbanan....dan itulah ajaran Islam

Dengan menghayati peristiwa diatas, apakah kita layak untuk diberikan syafaatnya tanpa pernah mencontoh apalagi menghormati perjuangan mereka - manusia-manusia sempurna nan suci pilihan Allah??? apakah kita telah mendahulukan kepentingan Islam diatas kepentingan diri dan keluarga...dan apakah kita sudah berkorban untuk Islam.....kita semua patut bertanya...wallahuallam bishawab

Ya Fatimah....tolonglah kami yang masih jauh dari menirumu...dan malah sering menyakiti hatimu...Ya ALLAH di bulan syahadahnya seorang kekasihMU dan wanita penghulu surga ...demi Hak Fatima, Ayahnya , suaminya dan putra-putra sucinya....ampunilah kejahilan kami ini, berikan kekuatan pada kami sehingga dapat selalu mencontoh Fatimah, Ayahnya, Suaminya dan putra-putra suci pilihanNYA, kami bertobat hingga kami dapat diberikan syafaatnya Sang Putri Suci KekasihMU MUHAMMAD, WaliMU ALI dan Para Putra ALI kekasih-kekasihMU....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...Adrikna ya MAHDI...

Now or Later.....Ya FATIMAH



Nabi Muhammad saww pernah melihat Fatimah, berkerudung kain dari kulit unta, sedang menumbuk gandum dengan tangannya dan menyusui putranya.

 Dengan air mata yang mengalir, beliau saww bersabda : " Duhai putriku, engkau segerakan kepahitan dunia demi memperoleh kemanisan akhirat ".

 Kemudian Fatimah menjawab: "Wahai Rasulullah, segala puji bagi Allah atas segala kenikmatanNYA dan terima kasih atas sgala kebaikanNYA ". Lalu Allah menurunkan ayat : " Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNYA kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas " ( QS. Adh Dhuha : 5)

Assalamualaiki ya Fatimah binti Muhammad....
Assalamualaiki ya Qurata aini Rasulillah....
Assalamualaiki ya Ummul Hasan wal Husain....
Assalamualaiki ya Sayidatul Nisa il alamin...

Begitulah seorang putri nabi Allah yang Mulia dalam kesehariannya....dengannya beliau as dijuluki 'sayidat al Nisa il alamin', banyak lagi ayat-ayat Al Qur'an yang diturunkan Allah untuk memuji akhlak mulia Sang putri Nabi penutup Muhammad saww, seperti Surat Al Kautsar, Surat Al Insan : 8 , Surat Al Qadr, Surat An Nur :35 , dan masih banyak lagi..
Sayidah Fatima Az Zahra hidupnya selalu dalam kesederhanaan...mempunyai seorang pembantu yang bernama Fidhah saja, beliau as tetap bekerja bergantian dengan pembantunya itu, sehari penuh Fidhah, besoknya Sayidah Fatimah as sehari penuh juga...

Apabila kita merefeleksikan pada kehidupan sekarang...Masya Allah ...siapapun yang mengaku mencintai Sayidatul Nisa il alamin ini belum mampu yang dapat mengikuti beliau as....sementara kita yang bukan seorang yang suci dan mulia dan masih jauh dari itu, hidupnya masih jauh lebih enak dan nyaman dari beliau as yang seorang putri Nabi Agung nan Mulia Muhammad saww ... Apabila kita benar-benar mencermati...seorang perempuan cerdas dan mulia memang hanya menginginkan kenikmatan dan kebahagiaan yang abadi, sehingga selalu menyegerakan kepahitan di dunia untuk yang abadi...

cucunda beliau as pun Imam Jafar As Shadiq as pernah berkata : " Kita sangat mencintai dunia tanpa bisa meraih lebih banyak daripada yang telah diberikanNYA. Tidaklah seorang anak Adam mendapatkan sepenggal dari dunia, kecuali berkurang bagiannya kelak di akhirat "

So, jadi memang hanya orang-orang yang ber'akal' lah yang menunda kenikmatanNYA dengan bersabar-sabar selama hidup di dunia yang fana ini... Begitu juga Rasulullah saww pernah ditanya oleh Umar bin Khatab : " Ya Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar DIA melapangkan (rizeki) umatmu. Sungguh Allah telah melapangkan rezeki bangsa Persia dan Romawi padahal mereka tidak menyembah Allah." Kemudian Rasulullah saww bangun dari (dari pembaringannya) dan duduk lalu bersabda : "Wahai ibn Khatab, apakah engkau masih ragu? Mereka adalah kaum yang disegerakan untuk mendapatkan kemewahan-kemewahan (ukhrawi) di dalam kehidupan duniawi". 

Dalam riwayat lain, Umar menceritakan : "Aku meminta izin untuk bertemu Rasulullah saww di kebun Ummu Ibrahim. Ketika itu, beliau dalam keadaan berbaring dan meletakan sebagian anggota badannya di atas tanah. Dibawah kepalanya ada sebuah bantal yang terbuat dari daun pohon gandum. Kemudian aku mengucapkan salam pada Beliau saww, setelah itu aku duduk dan mulai bertanya :" Wahai Rasulullah engkau adalah Nabi Allah, kekasihNYA dan makhluk terbaikNYA. Kisra dan Kaisar ( Caesar ) duduk di singgasana emas yang beralaskan permadani dan sutera" . Kemudian Rasulullah saww bersabda: "Mereka adalah kaum yang disegerakan kesenangan-kesenangan yang tidak bertahan lama untuk mereka. Sedangkan kesenangan-kesenangan kita akan diberikan di akhirat nanti"

Memang ternyata segala yang terlihat wahh... di dunia ini belum tentu membawa dan mendatangkan seperti apa yang kita duga..., banyak dari kita yang ingin cepat menjadi kaya, enak, mudah dlsb....tergesa-gesa pun adalah sifat dari setan dan tentunya akan menjauhkan kita dariNYA....

Untuk itu sangatlah penting untuk mengetahui hadits-hadits shahih Rasulullah saww tentang bagaimana kehidupan mereka - yang dari keluarga kenabian itu menjalankan kesehariannya....agar kita dapat menjadikan mereka 'role model' dalam kehidupan kita....agar kita tidak tertipu oleh segala yang terlihat indah, baik, dan menggiurkan serta mudah yang ada di dunia ini...jelas apabila kita menjadikan para maksumin as sebagai contoh, tentu kita tidak mudah tertipu....terutama para ibu dan perempuan yang ada di zaman yang mengagungkan sesuatu yang serba 'wahh', enak, mudah, indah, cantik....

Mungkin sering-seringlah melihat figur-figur perempuan teladan, putri nabi Sayidah Fatimah Az-Zahra as , cucu nabi Sayidah Zaenab as dan yang lainnya...bagaimana mereka hidup dalam kesehariannya...mereka hidup serba kekurangan tetapi mereka sangatlah berkecukupan, mereka miskin secara lahir tetapi sangatlah kaya secara batin...merekalah yang cerdas yang selalu mendahulukan 'nanti'(akhirat) dibanding sekarang (dunia)...jiwa-jiwa mereka yang 'merdeka' , hati-hati mereka yang bersih suci , ruh-ruh mereka yang melambung tinggi bersama dan dekat denganNYA.....yah itulah hidup...Allah menyuruh kita untuk memilih....mana yang akan kita dahulukan....sekarang atau nanti???

Bulan ini adalah bulan syahidnya wanita suci nan Mulia Fatimah Az Zahra...kenalilah beliau as....ikutilah segala perilaku suci beliau as...karena Sayidah Fatimah adalah figur central dalam keluarga Ahlul Bayt as...apabila kita mengetahui siapa wanita suci ini... maka tentunya kita akan mencintai beliau as dengan kesungguhan hati dan apabila kita mencintainya pasti kita akan mencoba mengikuti segala perbuatannya yang tentunya akan sangat menguntungkan kita karena akan membawa kita lebih dekat padaNYA...

Karena Rasul saww pun bersabda : " Fatimah adalah buah hatiku, belahan jiwaku, barangsiapa mencintainya berarti mencintaiku dan barangsiapa menyakitinya berarti menyakitiku. Barangsiapa yang mencintaiku berarti mencintai Allah dan barangsiapa menyakitiku berarti menyakiti Allah " . 

Tanpa figur sayidah Fatimah as, tidak akan terlahir para Imam as hujjah ALLah di muka bumi ini setelah wafatnya Rasul saww...Tak akan berhenti tangan ini menulis akan keagungan serta kebesaran Sang Putri Agung Az Zahra Ummul Abiha ini...wallahualam bishawab....Bihaqi Fatima wa Abiha wa Baliha wa Banuha...berikanlah setetes rahasia yang ada di dirimu pada kami...ya putri Nabi nan Agung....ya Fatimah ya Shidiqah....Ya Sayidatul Nisa il alamin....Ya maulati Fatimah aghitsni.......

Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...ma surat al Fatihah...Adrikna ya MAHDI