The Real Patient....YA ALI




Ada pepatah kita yang berbunyi : " Sabar ada batasnya.." ada juga 
"orang sabar kekasih Tuhan " . 

Ternyata definisi kata sabar yang kita biasa pakai dan ketahui sungguh jauh berbeda dengan yang Sang Maha Pencipta sifatkan pada DIRINYA 

Bila kita mengamati manusia-manusia teladan nan sempurna pilihan Tuhan, bagaimana diri-diri mereka ber'sabar' dalam menjalani kehidupan ini, sungguh sangat menakjubkan dan akan menggerakan setiap diri yang sadar akan siapa dirinya....

Sejarah dan cerita-cerita dalam kitab suciNYA telah memberikan makna sesungguhnya dari sifat SABAR itu...Sulit untuk saya menjelaskan dengan teori dan dalil-dalil ilmiah karena bukan ahlinya...tetapi saya hanya dapat menerangkan lewat cerita sejarah seorang WALI Allah di muka bumi ini yang mencontohkan dirinya akan makna tersebut.

Pada saat sayidah Fatimah Az Zahra as bangkit dan menuntut akan hak warisnya - Tanah Fadak dan hak suaminya Ali bin Abi Thalib as akan kepemimpinannya, yang membuat putri Nabi Agung nan suci & mulia itu di aniaya....Imam Ali as sang Singa Allah yang Maha pemberani dan selalu menakutkan hati dan diri para musuhnya, beliau as hanya dapat diam, seolah-olah tak membela istri dan sekaligus wanita termulia dan tersuci di seantero jagat raya ini?? 

Diamnya seorang WALI ALLAH pasti ada pesan Tuhan dibaliknya....beliau as tahu betul bahwa Islam baru saja sedang tumbuh dan masih harus dijaga...jadi demi tegaknya dan langgengnya Islam agama Allah beliau as rela hak kepemimpinannya dirampas serta demi menjaga 'wahdah' persatuan Islam.....ini sungguh sulit untuk dibayangkan oleh kita di zaman sekarang yang terbiasa mendahulukan diri dan kepentingan kelompoknya tanpa peduli dampak dari tindakan kita ataupun rencana kita....inilah yang Tuhan ajarkan melalui seorang Ali bin Abi Thalib as untuk diikuti oleh siapa saja yang berwilayah padanya....tak ada sekecil apapun tindakannya yang berdasarkan hawa nafsunya apalagi kesenangan pribadi dan keluarganya...semua HARUS karena Tuhan Sang Kholik Yang segala kehendak kita dikendalikan oleh NYA...ini di contohkan lagi pada saat perang Khandak, dimana beliau as telah merubuhkan lawannya Amr ibn wud, tetapi beliau tidak jadi membunuhnya saat itu karena si musuh meludah ke wajah mulia Imam Ali as...setelah berpaling sebentar barulah Imam as membunuhnya ...ketika ditanya alasannya, Imam as menjawab pada saat dia meludah aku takut aku membunuhnya karena kemarahanku....dalam hitungan detik seorang Ali bin Abi Thalib as dapat mengendalikan nafs nya sehingga semuanya sesuai dengan aturan Tuhannya...Subhanallah....itulah para Wali Allah...mereka ikhlas dan ridha dengan segala ketentuan Allah tanpa secuilpun keluhan...

Suami Az Zahra as ini rela selama hampir 25 tahun menahan sabar demi tegaknya dan berkembangnya ajaran Islam yang sempurna....bayangkan beliau as menyaksikan istri tercintanya sekaligus wanita penghulu surga dianiaya hingga syahidnya....tetapi balasannya adalah kesyahidan yang buat seorang Ali as suatu kenikmatan puncak yang di dambakannya... sikap-sikap seperti ini hanya dapat dilakukan dan dimengerti dengan keimanan yang puncak...inilah TAUHID yang sesungguhnya....Tiada Tuhan selain Allah....apapun murah harganya untuk berjuang dan membela di jalan Allah sehingga nyawa dan diripun sebagai bayarannya....

Hal yang sama pun dilakukan oleh semua keturunannya bersabar demi terbentuknya Ukhuwah Islamiah - persatuan Islam.....ikhlas dan ridha serta mengedepankan kepentingan umat dari pada diri dan keluarganya.....so pertanyaannya...apakah kita telah mencontoh orang-orang yang kita klaim kita cintai?? kebanyakan dari kita lebih mengutamakan pendapat ataupun kepentingan diri dan keluarga kita...apakah itu yang diajarkan oleh ISLAM yang telah ditegakan oleh darah-darah suci para kekasih kita para WALI ALLAH???

Sayidah Fatimah Az Zahra as telah meminta maharnya bukan benda apalagi intan berlian seperti para wanita umumnya...beliau memintakan syafaat untuk umat kakeknya yang bermaksiat!!!!

Jadi dalam ajaran Islam , sabar itu tidak ada batasnya...disana ada keberanian, kematangan serta kesempurnaan akal...yang berakhir untuk pencapaian tujuan Ilahi...dan jelas ini memerlukan pengorbanan....dan itulah ajaran Islam

Dengan menghayati peristiwa diatas, apakah kita layak untuk diberikan syafaatnya tanpa pernah mencontoh apalagi menghormati perjuangan mereka - manusia-manusia sempurna nan suci pilihan Allah??? apakah kita telah mendahulukan kepentingan Islam diatas kepentingan diri dan keluarga...dan apakah kita sudah berkorban untuk Islam.....kita semua patut bertanya...wallahuallam bishawab

Ya Fatimah....tolonglah kami yang masih jauh dari menirumu...dan malah sering menyakiti hatimu...Ya ALLAH di bulan syahadahnya seorang kekasihMU dan wanita penghulu surga ...demi Hak Fatima, Ayahnya , suaminya dan putra-putra sucinya....ampunilah kejahilan kami ini, berikan kekuatan pada kami sehingga dapat selalu mencontoh Fatimah, Ayahnya, Suaminya dan putra-putra suci pilihanNYA, kami bertobat hingga kami dapat diberikan syafaatnya Sang Putri Suci KekasihMU MUHAMMAD, WaliMU ALI dan Para Putra ALI kekasih-kekasihMU....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...Adrikna ya MAHDI...

No comments:

Post a Comment