Be your SELF....
Sering sekali kita takut untuk dinilai buruk oleh seseorang atau masyarakat apabila kita mengerjakan sesuatu. Dari mulai penampilan kita hingga perilaku kita. Sehingga kita akan disibukakan untuk berpenampilan dan berperilaku sesuai dengan yang orang atau masyarakat sekitar kita inginkan agar mendapatkan persetujuan dari mereka.
Apalagi untuk sesorang yang kita sayangi, baik itu keluarga, teman maupun komunitas sekitar kita. Ini sudah menjadi 'fitrah' manusia untuk dapat memberikan yang terbaik pada yang lain. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat positif. Asalkan semua itu dikerjakan dengan 'ketulusan serta kejujuran' diri, bukan hanya sekedar ingin mendapatkan pujian atau persetujuan dari orang lain.
Selama ini dilakukan terhadap manusia, tentu sangat mudah, karena manusia hanya melihat apa yang kita tampilkan saja, hanya sebatas 'lahiriah'nya saja. Untuk mengejar kesempurnaan lahiriah, di zaman sekarang ini, banyak sekali fasilitasnya untuk kita semua dapat tampil sempurna. Tetapi, sampai berapa lama, kita dapat menampilkan bentuk-bentuk lahiriah ini, karena ini adalah sesuatu yang tidak abadi. Dan anehnya, kita manusia selalu senang dan berkerja sekeras mungkin untuk dapat mendapatkan kesan lahiriah yang sempurna, dengan mengorbankan 'kebebasan'nya ( dengan berbohong pada dirinya, dengan berpura-pura untuk menjadi seperti yang orang lain inginkan).
Kepura-puraan dan kebohongan pada dirinya ini akan terakumulasi hingga menjadi topeng-topeng diri yang dipakai untuk dapat berada di lingkungan yang dia inginkan agar ia 'dianggap' sebagai 'komunitas' yang dia pilih.
Sekarang, marilah kita bertanya, apakah kita pernah takut bagaimana bentuk penampilan kita di depan SANG MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA ini???
Mengapa kita tidak memperlakukan yang sama dengan yang kita biasa lakukan untuk makhluk-makhluk ciptaanNYA???
Manakah yang lebih pantas untuk kita mendapatkan persetujuan akan penampilan dan perlakuan kita??? Bedanya hanya karena makhluk-makluk itu melihat kita dengan mata indra kita sedangkan ALLAH SWT tak terlihat oleh mata indra kita, bukan??
Disinilah, kita harus percaya pada ALLAH SWT dengan keyakinan yang sempurna. Karena sungguh aneh bin ajaib, bila kita mengaku percaya akan Tuhan tapi pada waktu yang sama sering 'mengelabui'NYA.
Memang sebaiknya kita harus mendapatkan persetujuan dari makhluk juga Tuhan. Dengan kita berusaha keras untuk dinilai baik untuk Allah , otomatis kepada manusia pun kita akan melakukan yang sama, karena hukum dari Allah harus di jalankan melalui makhluk-makhlukNYA.
Karena apabila kita sedang berbohong pada makhlukNYA , otomatis kita sedang membohongiNYA. Juga sebaliknya, apabila kita sedang menyayangi makhlukNYA, berarti kita sedang menyayangiNYA.
Semoga kita dapat menjadikan diri kita sesuai dengan yang disetujuiNYA, diridhaiNYA....Adrikna ya Mahdi....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
Musuh yang terselubung ( III )
Sepertinya sudah menjadi hal yang universal, bahwa tolok ukur suatu kesuksesan dalam hidup ini, terletak pada yang terlihat oleh mata indrawi, sesuatu benda padat, yang termateri. Apabila, kita tidak memiliki sesuatu yang telah menjadi standard umum itu, kita bukan termasuk stereo type itu, sehingga kita menjadi seorang yang di'luar kebiasaan' itu 'like an alien'. Pada saat yang sama, mereka mengetahui bahwa dalam keyakinan mereka, akan ada Hari, dimana mereka akan ditanya apa yang mereka miliki di dunia ini harus dipertanggung jawabkan, dan mereka sadar bahwa yang sangat di perhitungkan nanti bukan 'banyaknya materi' melainkan 'sesuatu yang tak terindrai yang bernama 'ketakwaan' pada YANG MEMINTA TANGGUNG JAWAB tersebut.
Paradigma kaum materialis dan imperialis ini, telah merusak pada setiap individu-individu yang 'berkeyakinan'ini hingga ke sumsum tulang punggung mereka. Mereka, kaum ini, memang bekerja sangat keras sekali untuk menanamkan paradigma tersebut pada setiap individu di muka bumi ini.
Sehingga kita tidak diberikan peluang sedikitpun untuk mengelak. Mereka rela berkerja keras dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka demi tercapainya tujuan mereka, merusak 'mindset' individu untuk menyembah selain TUHAN Yang MENCIPTA ALAM SEMESTA INI DENGAN SEISINYA.
Dengan fitrah yang diberikanNYA, mereka berbuat semaksimal mungkin. Mereka paham betul dengan doktrin 'pengulangan' yang bertubi-tubi, indra kita, seperti mata,telinga, yang di dengar dan dilihat itu akan masuk ke lubuk hati dan menjadikan kita 'patuh' pada apa yang di doktrinkan, sehingga kita akan menjadi bagian dari yang kita yakini itu. Ini hukum alam, karena ini berlaku juga pada 'kebaikan' atau 'pengobatan'( dalam memperbaiki diri= tazkia al nafs) .
Media informasi, adalah 'wahana' mereka yang tersukses dalam program 'doktrinasi nilai-nilai mereka'. Lihatlah setiap diri kita yang telah teracuni tanpa kita menyadarinya, itulah senjata ampuh mereka, yang sangat halus dan lembut bagaikan krim penghalus muka. Kita telah menjadi 'addict' pada nilai-nilai mereka dan menjadikan segala sesuatunya dari mereka sebagai tolok ukur .
Mereka telah menerusakan, ideologi dan 'mesin-mesin bani Umayah', yang mengapa Sayidina Husain bin Ali as bangkit di Karbala. Yang mengapa kaum tersebut berusaha keras mencoba untuk melenyapkan ingatan kita pada peristiwa KARBALA, serta menjauhkan kita dengan Imam-Imam suci keturunan Nabi Muhammad saww.
Apabila kita menarik benang merah dari semuanya itu, sangatlah sederhana, bahwa fitrah yang ada pada diri kita hanya mempunyai dua kecenderungan saja, yaitu pada yang Hak dan Batil. Mana yang dominan dalam diri kita akan tercermin dalam setiap keputusan sikap kita dalam keseharian hidup. Yang mana yang kita asah, yang mana yang kita sering dengar dan lihat, karena dengan seringnya dan berulang-ulang kalinya kita mendengar dan melihat itu akan menjadi bagian dari diri kita.
Keimanan tentu sangat berperan untuk menentukan kemana kita akan menuju ( pada yang hak atau yang batil?? ). Keimanan kita memang sering fluktuatif....oleh karenannya Tuhan selalu menyuruh berdoa, mengingatNYA sesering mungkin juga, untuk memperkuat tentara Ilahiah dalam diri kita supaya tidak terperangkap oleh rayuan gombal tentara setan dalam diri kita.
Oleh karenannya semboyan 'Kullu yaumin Ashuro wa kullu ardin Karbala' adalah sesuatu yang hakiki, karena memang setiap hari kita harus berperang melawan musuh terselubung diri kita ini agar kita selalu berjuang dan harus mengorbankan diri kita di jalanNYA agar kita dapat mengalahkan semua tentara setan dalam diri kita yang pasti membawa kita pada jurang yang mengerikan.
Tetapi sekali lagi kita akan selalu diberi jebakan yang tak terlihat, karena setan membungkusnya dengan sesuatu yang indah dan menarik, mempesona yang membuat kita berpikir dua atau beberapa kali untuk meninggalkan ajakannya. Berhati-hatilah akan panah-panah 'cupid' yang akan terus tertuju pada kita sehingga kita menjadi temannya setan. Nauzubillah...Karena setan-setan zaman ini telah didandani secantik mungkin...Tujuan hakiki setan dari dulu adalah menjauhkan kita dari jalan Tuhan dan membuat kita nantinya menyesal..
Sejarah juga mencatat bahwa Umar ibn Saat (laknat Allah untuknya) , tak pernah merasakan tinggal di istana yang dijanjikan Yazid walau hanya sehari..Semua yang berasal dari 'batil' akan menjerumuskan kita ke jurang jahanam, dan sebaliknya yang berasal dari yang 'hak' pasti membawa kepadaNYA...Pilihan ada di tangan kita...Allah menunjukan dengan sejelas-jelasnya.... Adrikna Ya MAHDI....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
Musuh yang terselubung ( II )
Setiap kita menginginkan sesuatu, seperti makanan favorit atau baju atau apapun yang bersifat 'kesenangan/kesukaan' kita, dimanapun itu kita akan kejar untuk mendapatkannya.
Tahukah, bahwa saat itu, kita sedang menghamba serta memanjakan hawa nafsu kita dengan terus harus menurutinya, padahal dirumah masih banyak makanan yang mungkin tidak termakan atau baju yang masih layak pakai, tetapi demi merespons hawa nafsu kita, kita harus pergi ketempat tertentu yang rasanya atau modelnya sudah menjadi ukuran selera kita dan kita sudah menjadi 'addict' padanya.
Kita sering mengartikan 'hawa nafsu' dengan pengertian yang sangat sempit, yang paling terbayang hanyalah pada seksual, atau kemarahan. Sementara, kita tahu betul dan paham bahwa itu termasuk 'dosa' besar, dengan bergantung kepada selain Allah, karena kita sebelumnya telah katakan bahwa menghamba pada hawa nafsu kita termasuk perbuatan 'syirik'??.
Terkadang kita hampir putus asa, bagaimana bisa segala sesuatu yang kita sukai dapat terperangkap menjadi perbuatan syirik, karena sudah menjadi fitrah diri kita, selalu ingin mementingkan diri serta memuja diri kita (egosentris)....tetapi kita dilarang untuk berputus asa dari rahmatNYA.
Banyak mempelajari kehidupan para wali Allah adalah 'bisharah' ( kabar gembira) bagi kaum yang berfikir.
" Semua pekerjaan orang beriman adalah baik, tetapi mereka harus mengganti 'ego' nya dengan Allah" .
Sebuah ucapan dari seorang 'muwahid', syekh Rajab Ali Khayyath ( semoga Allah merahmati ruhnya yang mulia ). Beliau seorang yang selalu mempraktekan konsep Tauhid dalam keseharian hidupnya hingga akhir hayat hidupnya. Apapun yang dilakukannya hanyalah karena Allah, dan beliau sering sekali mengingatkan murid-muridnya akan hal itu; seperti : " engkau ingin menjadi baik tetapi karena dirimu sendiri! cobalah menjadi baik karena Allah".
Dengan keistiqamahannya dalam berTauhid, seorang seperti Syekh Rajab Ali Khayyath diberikan kelebihan yang luar biasa oleh Allah SWT dengan dapat mengetahui batas-batas yang halus antara tauhid dan syirik. Pekerjaan syekh Rajab Ali Khayyath ini hanyalah seorang penjahit (= khayyat dalam bahasa Parsi ) dan tidak pernah mengenyam pendidikan di Hauzah-hauzah ilmiah, tetapi berkat kebersihan hatinya serta ketulusan amalnya juga konsistensinya dalam berTauhid, beliau dapat mencapai maqam yang puncak, dimana para pelajar-pelajar agama sangat mendambakannya.
Pelajaran yang kita dapatkan disini, adalah, tidaklah mustahil buat siapun untuk dapat mencapai maqam yang tinggi, walau tidak melewati suatu institusi atau tempat-tempat yang formal. Dengan berAqidah yang benar, dengan ketulusan dan tekad yang kuat dan konsistensi untuk selalu ingin berkhidmat untuk Allah, akan mendekatkan kita padaNYA.
Syekh pun sering berkata : " Kami ( saya) terus menangani masalah orang dan Allah menangani masalah kita ". Sungguh indah, apabila kita dapat memahami dan menjalankan nasihat-nasihat yang datang dari para wali Allah ini. Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad....
Musuh yang terselubung ( I )
"Dan Kami tidak mengutus rasul sebelummu melainkan Kami wahyukan kepadanya, 'Sesungguhnya tidak ada tuhan selain AKU maka sembahlah AKU "
(QS. Al Anbiya:25 )
Itulah pesan pertama setiap utusan Allah dimuka bumi ini, sehingga menjadi dasar dan landasan untuk beragama. Setiap kita yang menempuh jalan spiritual, harus memulai perjalanannya dari kalimat TAUHID, La illaha illa Allah - tidak ada Tuhan selain Allah.
Kebanyakan dari kita menganggap kalimat Tauhid yang sepertinya simpel ini, hanya 'take it for granted' saja. Tidak dianggap sesuatu yang begitu serius, karena siapapun yang hanya mengaku tanpa memasukannya ke hati, adalah pekerjaan yang mudah. Pengklaiman akan sesuatu belum dapat terlihat, sampai saatnya dia harus membuktikannya. Biasanya akan terbukti, apakah klaimnya itu benar atau tidak, pada saat manusia mendapatkan ujian atau cobaan. Sama seperti, kita sekolah atau kuliah, kita mendengarkan, mencatat, memahami, tetapi dosen atau guru kita baru akan mengetahui yang sebenarnya ketika kita diberi soal-soal ulangan atau ujian, barulah terlihat siapa yang lulus dan tidak.
Sayangnya dalam pelajaran dasar spiritual ini, jarang yang ingin menilai dirinya sendiri, karena pelajaran spritual ini baru berhasil bila telah diamalkan dan terlihat dalam segala perbuatan kita. Keyakinan akan Tuhan yang Esa, atau para teolog mengatakannya monotheisme, sangatlah mudah untuk di katakan ataupun diklaim, tapi masih kebanyakan kita secara tidak sadar telah menyandingkan Tuhan dengan yang lain, bahkan dengan diri kita sendiri.
Lawan dari Tauhid adalah syirik, kita hanya menganggap syirik itu menyembah selain Allah seperti 'berhala'atau patung-patung yang diceritakan pada cerita nabi Ibrahim as. Terkadang, atau lebih sering kita beribadahpun untuk diri kita sendiri dan ketika kita merasa telah 'shaleh' , sehingga merasa diri kita lebih dari yang lain, maka timbulah perasaan-perasaan ( ana khairum min hu/ha ), sekecil itupun bagi para ahli irfan sudah termasuk syirik, yang diperkuat lagi perbuatan itu jelas dicatat di kitab suci Al Qur'an....
Allah Maha Mengetahui segala sifat-sifat yang ada pada makhlukNYA, dan dengan itu pula derajat iblis yang rajin beribadah (selama 6000 tahun) itu terlempar jauh ke dasar neraka... Lagi-lagi kita selalu terperangkap dalam keyakinan yang kita yakini sendiri. Kesadaran untuk selalu mengingatNYA setiap saat dan pada setiap tarikan nafas kita, pada saat kita mengerjakan apapun di bumiNYA ini, memang akan mempengaruhi keyakinan kita akan Tauhid.
Imam Khomeini ra, seorang zahid agung dan ahli bashirah, pernah berkata : "Induk semua berhala adalah berhala nafsumu sendiri ( syahwat); jika berhala besar dan setan yang kuat ini tidak dihancurkan, maka tidak akan ada jalan kepadaNYa".
Terdengar seperti gampang-gampang susah, tapi Masya Allah sekiranya seorang manusia menang atas berhala besar ini, maka dia telah meraih kemenangan yang tertinggi.
Silahturahmi = Ghibah??
Menarik mendengar percakapan-percakapan di sekitar kita yang untuk dapat berkongkow-kongkow dengan teman-temannya menggunakan istilah bersilahturahmi, kan sudah lama tak ketemu dan ini dijadikan ajang reunian katanya...Tentunya untuk terlihat 'gaul' mereka harus hadir dengan alasan tadi, bersilahturahmi, menyambung tali persaudaraan katanya. Adapun hadist Rasulullah saww yang menguatkan tindakan mereka itu , untuk memperpanjang umur , kita dianjurkan untuk selalu terus bersilaturahmi. Tentu apapun yang dianjurkan kekasih Allah itu Sang nabi terakhir saww , pasti baik, tapi apa makna sesungguhnya.... terkadang kita terlalu terburu-buru untuk mendefinisikan sesuatu atau menyimpulkan sesuatu itu.. Semua anjuran dari Nabi Agung Muhammad saww dan para waliNYA pasti akan menghantarkan kita pada kebaikan yang hakiki. Apabila setelah anjuran itu kita ikuti dan berdampak buruk pada diri kita terutama jiwa kita, tentu ada kesalahan pada memaknainya serta menjalankannya. Sayangnya anjuran yang sebetulnya untuk kita saling mengingatkan akan 'kebesaran Allah' dan saling menasihati supaya berjalan di jalanNYA, sudah tak tampak lagi, yang ada hanyalah mereka saling memamerkan diri masing-masing dan lebih parah lagi memburuk-burukan orang-orang yang tidak mereka sukai dan merendahkan mereka yang dibawah mereka dengan alasan masing-masing. Apakah itu yang dianjurkan seorang utusan Allah?? Setiap diri ini yang merasa tinggal di bumiNYA, harus mengenal undang-undangNYA, ada hak dan kewajiban, ada 'rewards & punishment'. Apabila kita berkumpul sehingga menyebabkan kita lalai dari mengingatNYA, dan menjadikan diri kita sekutuNYA, apakah itu manfaat silahturahmi?? Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, apakah dengan berkumpul di caffee dengan teman-teman, makan-makan menu favorite, kita sedang ingat padaNYA, dan apakah obrolan yang kita bicarakan itu menyebut-nyebut namaNYA atau mengagung-agungkan diri kita karena sudah berbuat A-Z ??
Apakah dengan menanyakan kabar masing-masing diri lalu kita tidak menyebut-nyebut keburukan seseorang yang mungkin banyak tidak sesuai atau sependapat dengan kita???
Apakah kita tahu bahwa berghibah itu lebih buruk dari pada berzinah, dosanya lebih besar 70x lipat dari pada berzinah di Baitullah. Apa itu ghibah, ghibah adalah membicarakan sesuatu berita tentang seseorang di belakangnya, yang tidak disukainya, jika dia mendengarnya. Jika berita tentangnya itu benar, maka disebut ghibah, jika tidak benar disebut fitnah. Ini berita sesungguhnya, oleh karena itu untuk membentuk karakter seorang muslim ( seperti nasihatnya ayatullah Khomeini ) , kita tidak boleh banyak bicara, maksudnya, untuk tidak mudah tergelincir pada 'ghibah' . Karena bila kita hanya mendengarkan dan kita berada ditempat dibicarakannya 'ghibah' itu , sama dengan kita meng'ghibah'. Apabila kita ada disuatu tempat seperti itu hendaknya kita menghindar atau bersikap memberhentikan pembicaraan itu, bila kita ada disitu dan diam saja, itu namanya kita menyetujui akan hal itu dan kita sama dengan si peng'ghibah' itu sendiri. ( untuk detailnya , hendaknya membaca 40 hadist Imam Khomeini bab GHIBAH ) .
So, apakah kita masih ingin berkumpul-kumpul dengan mengatas namakan silaturahmi atau bergaul?? . Tentu selama kita dalam pertemuan-pertemuan itu selalu saling mengingatkan diri kita akan Allah , Rasul saww dan para waliNYA dan saling menasihati satu sama lain ( seperti dalam surat Al Asr- demi waktu ) , kita diharuskan untuk bersilahturahmi....
Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad....
LIBERTY....

Lihatlah dunia , untuk menyambut inagurasi seorang presiden Tyran yang mengatas namakan demokrasi, dan cinta damai dan kemanusiaan itu mereka berduyun-duyun untuk menyaksikannya, malah kaum muslim negeri ini pun begitu sibuk membicarakannya dan berusaha untuk dapat hadir disana???MasyaAllah?? Coba perhatikan!! apakah ada satu patah katapun dari mulut seorang Obama itu kata yang menyinggung tentang pembantaian sekutunya Israel di Gaza, sungguh kontradiksi apa yang dia katakan, dia berbicara tentang anak-anak dan wanita-wanita di Amrerika yang kehilangan haknya dan dia berjanji akan merubahnya, karena itu nilai yang dia junjung tinggi, tapi pada saat yang sama dia tidak peduli dengan kejadian di negara belahan lain?? Sungguh aneh, Amerika yang biasanya dan sudah menjadi karakter negara tersebut untuk selalu ingin mencampuri urusan negara lain, sampai ke dalam-dalamnya , tiba-tiba tidak melihat kejadian besar kemanusiaan yang telah membantai 1300 orang dalam waktu 22 hari???? Saya sangat heran bila ada orang yang masih punya 'hope' malah mengandalkan pada seorang Obama yang pada kampanyenya telah menjanjikan 'perubahan' ?? Buat saya tolok ukurnya terlihat jelas bagaimana pendapatnya tentang kasus pembantaian di Gaza...bila dia seorang yang jujur pada dirinya, dan seorang presiden dan pemimpin yang mempunyai nurani, pada malam inagurasinya (setelah dia 'silent' for the rest of the 22nd day) pasti akan menyebut tentang peristiwa horor di Gaza walau hanya dengan sepatah kata, tetapi inilah kenyataan yang ada pada negara Amerika itu, siapapun presidennya, tetapi KEBIJAKSANAAN negaranya TETAP SAMA....Saya mengharap, kaum muslim untuk membuka mata , sadarlah siapa yang anda ikuti...apa karena Amerika negara Adidaya dan kalian anggap 'cool'??? Atau anda percaya pada hati nurani anda sendiri...Sekarang era MERDEKA...berfikirlah secara merdeka, jadikanlah diri anda merdeka , jangan sekali-kali menjadikan diri anda budak selain Allah....
Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad...Adrikna ya Mahdi...
You are HIS employee ( III )
" Seburuk-buruknya orang adalah yang melepaskannya akhiratnya demi dunianya "Perkataan ini terucap dari mulut suci al Husain ibn Ali as yang tentu berasal dari kakeknya Rasulullah saww dan ayahnya Ali bin Abi Thalib as. Ucapan ini akan mengingatkan kita yang sibuk dan sangat giat bekerja hanya untuk atasan kita atau kehidupan dunianya dan melupakan Tuhannya yang memberikan dia kemampuan untuk bekerja di dunia ini. Dengan kita bekerja untuk dapat mencukupi kebutuhan hidup kita di dunia ini juga adalah bagian dari kita bekerja untuk Tuhan.Tuhan menyuruh itu, karena rizkinNYA harus diraih dengan bekerja di dunia ini. Disini kita hanya selalu diingatkan bahwa segala kegiatan yang kita lakukan di dunia ini harus untuk Tuhan walaupun pada kenyataanya kita bekerja pada seseorang atau suatu perusahaan.Tetapi apakah kita sudah mensyukuri nikmatNYA dengan terus menerus mengingatNYA dalam setiap keadaaan, karena tidak ada di dunia ini yang dapat bergerak tanpa seizinNYA. Daun yang jatuh dari pohonnya , yang ditiup angin, itu semua atas kehendakNYA. Atasan kita yang memberi kita pekerjaan dan penghasilan, bertindak semua atas kehendak dan izinNYA. Apabila atasan kita memberi kita jabatan yang tinggi, itu semua karena usaha kita, Tuhan pun berperan dalam hal tersebut, tetapi pada saat yang samaTuhan pun menguji kita apakah kita bersyukur padaNYA atau hanya memuji-muji pada atasan kita yang segala kebutuhannya juga datangnya dari Tuhan. Disinilah dapat kita lihat perbedaan orang-orang yang berfikir yang menggunakan akalnya dengan baik dengan orang yang hanya bekerja untuk dunia. Akal tertinggi adalah akal yang tunduk akan perintah Sang Kholik, perhatikanlah para Nabi utusan Tuhan , mereka adalah yang mempunyai akal yang paling sempurna sehingga mereka sangat memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan yang membantu Tuhannya, kedudukan dan jabatan di dunia untuk mereka adalah kecil, mereka sudah mendapatkan kedudukan langit. Kedudukan dunia hanya diperolehnya sekedar untuk dapat menjalankan pekerjaaan dari Tuhan yaitu mendidik umat-umatNYA kejalan yang diridhaiNYA serta menjalankan amal ma'ruf dan nahi munkar demi keselarasan dunia ini.
Segala tindak tanduk para kekasih Allah ini selaras dan berada di jalanNYA, mereka bekerja keras untuk dapat selalu memperbaiki tabiat-tabiat buruk yang ada pada setiap diri manusia. Bahaya dan ancaman dari para pembangkang tidak akan menyurutkan niat-niat suci mereka atau mundur untuk mencari perlindungan dari para Tyran bahkan nyawa-nyawa suci mereka dipersembahkan demi mencapai tujuan suci Tuhannya. Kita pun dalam bekerja diperusahaan akan bekerja mati-matian dan rela mengorbankan apa saja termasuk keluarga demi jalannya atau hidupnya serta tujuan perusahaan kita....Coba bandingkan?? Apakah kita tidak seharusnya bekerja untuk Tuhan lebih keras dan rela berkorban untuk kehilangan apapun untuk misi Tuhan kita . Kita selalu akan memberikan yang terbaik untuk dapat di nilai baik oleh atasan kita, lalu apakah kita telah melakukan yang sama untuk Tuhan kita? mempersembahkan yang terbaik dari apa yang telah Tuhan berikan pada kita, baik itu akal, pikiran dan semua harta yang kita miliki??
Berikanlah yang terbaik dari yang kita miliki untuk atasan tertinggi kita- TUHAN SANG MAHA PENCIPTA & PEMBERI RIZKI serta MAHA PENGAMPUN....Adapun Firman Tuhan mengatakan ' kita baru dikatakan beriman apabila kita telah memberikan sesuatu yang kita cintai' .....semoga Allah mengampuni segala dosa kita yang masih mementingkan kepentingan diri sendiri dari pada kepentinganNYA.. Adrika ya MAHDI.....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
You are HIS employee ( II )

Tuhan dalam kitab suciNYA telah menjamin rizki seluruh makhluk-makhluk ciptaanNYA di alam semesta ini tak terkecuali. Tetapi, apakah kita hanya duduk menunggu dan rizki itu datang pada diri kita, tentunya harus ada perbuatan dari diri kita untuk meraihnya. Pada saat yang sama kita juga mempunyai tanggung jawab atas rizki yang telah diberikan pada kita, baik itu 'waktu' sekalipun....apakah waktu yang Tuhan berikan pada kita digunakakan untuk bekerja untukNYA, seperti berbuat kebaikan di muka bumiNYA dan melestarikan serta menjaga apa yang sudah diberikan pada kita, dan apakah yang kita perbuat itu sesuai dengan ketentuan-ketentuanNYA yang telah dibawa oleh para Nabi-nabiNYA serta wali-waliNYA di muka bumi ini. Atau kita berbuat kebaikan menurut keinginan kita dan kemauan kita sesuai dengan standard dan kepentingan kita semata?? Oleh karenanya , tidak ada seorang manusiapun yang terlepas dari hukum yang telah ditentukan Tuhan Sang Pencipta dan Pengatur Alam Semesta ini. Sangatlah logis, apabila kita tinggal di bumiNYA, kita terkena oleh peraturan-peraturan yang ditentukanNYA, apabila kita taati tentu keuntungan ada pada kita dan apabila kita langgar tentu kerugian ada di tangan kita. Tuhan tidak merugi sama sekali. Sekarang, apabila kita telah sadar akan kedudukan kita di dunia ini dan tugas yang diberikan pada diri kita, karena segala kehidupan kita hanya tergantung padaNYA, lalu apa yang akan kita lakukan??
Sementara kita yang bekerja pada seseorang atau perusahaan atau institusi tertentu, kita akan bekerja semaksimal mungkin supaya dapat meraih jabatan yang tinggi, penghasilan yang terus bertambah untuk menjamin kehidupan kita? Untuk meraih kedudukan dunia kita rela berkorban demi kedudukan yang tinggi. Untuk yang menciptakan diri kita dan pemberi rizki yang nyata dan tak pernah henti, apakah kita melakukan yang sama?? Kedudukan tinggi disisi atasan kita apakah sama dengan kedudukan tinggi di sisi Tuhan?? Tentu tidak...siapapun tahu akan hal itu....Apakah kita mengira kita nanti tidak mendapatkan laporan atas pekerjaan-pekerjaan dan perbuatan kita selama ini?? Dalam setiap perusahaan, setiap tahun atau semester atau kuartal kita akan di nilai oleh atasan kita , apakah kita layak untuk naik pangkat atau tidak, bukankah begitu?? Apakah kita berpikir Tuhan, nabiNYA dan waliNYA tidak akan melakukan yang sama seperti atasan kita?? Segala pekerjaan di kantor kita, sangatlah menunujukan kedudukan kita di masyarakat dan di mata keluarga kita, begitu juga kedudukan kita dimata Tuhan, sangatlah tergantung pada pekerjaan kita atau pengabdian kita padaNYA. Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini akan membantu kita untuk mengetahui seperti apa kedudukan kita dimata Sang Maha Pencipta?? Kenalilah tujuan mengapa kita berada di bumiNYA, tidak ada yang paling berharga dan paling mulia di dunia ini kecuali mendapatkan kelayakan kita berada di sisiNYA, keridhaanNYA atas apa yang kita kerjakan untuk berjalan di bumiNYA. Janganlah jual diri kita yang Tuhan telah memuliakannya dengan harga murah pada dunia yang sementara. Hiduplah secara terhormat , lebih baik mati terhormat dari pada hidup dengan penuh kehinaan!!
Itulah ajaran Tuhan Pencipta Alam Semesta ini yang telah diturunkan pada para Nabi serta dilanjutkan oleh WaliNYA di muka bumi ini. Karena itulah mereka di utus di bumiNYA. Jadilah orang yang merdeka!! Labbaika ya Husain !!! Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
You are HIS employee ( I )
Untuk mengisi waktu hidupnya di dunia ini , setiap manusia pasti akan melakukan sesuatu baik itu untuk dirinya atau orang lain. Semua itu dilakukannya untuk dapat melanjutkan kehidupan di dunia ini. Masing-masing diri akan menggunakan seluruh kemampuan yang telah diberikan oleh Tuhannya baik itu berupa akal, pikiran dan tenaganya untuk dapat terus hidup. Dengan ilmu yang di dapatnya, manusia tahu bagaimana cara terbaik untuk dapat bertahan hidup.
Bekerja adalah kata yang biasa digunakan untuk manusia yang berusaha untuk dapat mempertahankan hidupnya, baik itu bekerja di rumah atau pun di luar rumah, baik itu bekerja untuk dirinya sendiri atau bekerja untuk orang lain. Banyak dari kita yang bekerja di suatu perusahaan dan mereka akan keluar rumah setiap hari melakukan tugas-tugas dan pada akhir bulan mereka akan mendapatkan upah yang di dapatnya sesuai dengan tenaga yang diberikannya pada perusahaannya tersebut.
Pekerjaan yang dilakukannya tentu sesuai dengan perjanjian pertama antara dirinya sebagai si pekerja dan si pemberi kerja atau perusahaan dimana dia bekerja itu. Dalam proses bekerja itu tentu ada syarat-syarat yang di berikan perusahaan itu pada kita yang bekerja, dan dengan kita bekerja pada perusahaan tersebut tentu kita sudah menyepakati syarat-syarat dan perjanjian serta peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan tersebut. Kita pun menyadari apabila kita bekerja dengan giat dan membantu perusahaan itu sesuai dengan misi dan visi perusahaan itu , kita pasti akan mendapat bonus yang menggiurkan , begitu juga sebaliknya apabila kita mengecewakan atau tidak sesuai dengan janji yang kita sepakati pertama pada perusahaan dimana kita bekerja kita akan menanggung resikonya.
Melanggar peraturan perusahaan ataupun kelalaian dalam mencapai target perusahaan yang telah kita berjanji untuk melakukannya tentu akan menjadi resiko kita dan kemungkinan terburuk kita akan dikeluarkan dari perusahaan tersebut. Dan kita akan keluar dengan keadaan terhina karena ulah kita yang lalai dan tidak memegang janji.
Proses tersebut sudah menjadi ketetapan umum dan semua dari kita mengetahui dengan baik. Bila kita memasuki atau bekerja pada suatu institusi pasti tahap pertama harus ada kesepakatan bersama bagaimana kita dapat mencapai tujuan dari institusi tersebut. Dan kita akan menyanggupinya dengan berjanji untuk dapat membantu institusi tersebut mencapai visi misinya dengan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan. Kita akan berusaha sekuat tenaga bekerja siang dan malam menunjukan 'performance' kita pada institusi tersebut untuk dapat meng 'goal' kan visi institusi tersebut dan bila tercapai kita sendiri yang akan mendapatkan bonus-bonus yang telah dijanjikan institusi tersebut. Semua dari kita sadar bahwa bekerja untuk institusi yang kita mendapatkan penghasilan bulanan untuk dapat mempertahankan hidup atau hidup lebih nyaman itu , kita akan bekerja keras agar perusahaan atau institusi itu terus bersama kita dengan mempekerjakan kita hingga kita dan keluarga kita bisa dapat tetap hidup nyaman. Dapat di bilang hidup kita sudah tergantung pada perusahaan atau institusi dimana kita bekerja.
Tetapi, mengapa kita sering lupa, bahwa kita sesungguhnya adalah juga pekerja dari Sang Pencipta Alam Semesta ini, karena kita ada di bumiNYA, tinggal di bumiNYA, bergantung padaNYA . Bukankah kita setiap hari berdoa untuk selalu mendapatkan rizkiNYA, untuk dapat menjalankan hidup dengan tenang dan nyaman?? Bandingkan, pengorbanan yang anda lakukan dengan pengorbanan yang anda berikan pada institusi atau perusahaan dimana anda bekerja?? Apakah menurut anda perusahaan atau institusi dimana anda bekerja itu yang mutlak pemberi rizki anda??
Semua yang anda dapatkan dari perusahaan atau insitusi atau orang yang memberikan anda rizki itu semua datangnya dari Sang Maha Pencipta dan Pengatur Alam Semesta, bukankah begitu?? Tetapi, kenapa kita lebih mengabdi pada perusahaan atau institusi atau orang yang memberikan kita pekerjaan dari pada Sang pemberi Rizki Sumber Pemberi dunia ini. Atasan-atasan anda masih mengharapkan balasan, kadang pujian untuk mempekerjakan anda, tetapi Tuhan Sang Maha Pemurah sama sekali tidak mengharapkan apa-apa dari kita, DIA hanya menginginkan kita selamat untuk dapat hidup di kehidupan abadi nanti, keuntungan hanya ada pada yang menjalankan perintahNYA dan menjauhkan laranganNYA.
Siapapun kita adalah pekerja , 'even' seorang yang merasa' tidak' bekerja untuk yang ada di dunia ini, anda sesungguhnya harus bekerja untuk Tuhan yang telah memberikan kalian kehidupan dengan menjalankan segala yang diperintahkanNYA dan menjauhkan segala yang dilarangNYA dengan sebaik-baiknya...karena anda adalah pekerja Tuhan dan anda wajib melakukannya, sebagaimana anda bekerja pada orang lain atau institusi tertentu, ada syarat-syaratnya ada peraturannya ada bonusnya ada hukumannya.
Pelajarilah apa syarat-syarat dan peraturanNYA dengan baik supaya anda selamat hidup di bumiNYA karena hanya itu yang diinginkanNYA....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
Leader's letter to Hamas

Leader's letter to Hamas Fri, 16 Jan 2009 18:54:23 GMT
Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei'The following is the Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei's letter to Hamas leader Ismail Haniya in which the Leader praises the bravery of resistance fighters in the Gaza Strip. In the Name of God the Compassionate and the Merciful To the Hamas leader Ismail Haniya "Peace be unto you and so may the mercy of Allah and His blessings" The 20-day perseverance of you, the courageous resistance fighters and the people of Gaza against one of the most atrocious war crimes in the history of the world has hoisted the flag of glory overhead the Islamic Ummah. You have proven that Muslim hearts filled with confidence in God and the Day of Judgment, which will not bow to oppression, can create such heroism that will bring the arrogant powers of the world and their well-equipped armies to their knees. The army, which you have managed with your perseverance to keep outside Gaza City for the past 20 days, is the same army that took large portions of three Arab states in just six days. You must be proud of your unshakable faith in God almighty and his promises, of your courage, patience and sacrifices, as today, the whole of the Muslim world is proud of it. Your resistance has brought shame on the US, the Zionist regime and their supporters in the United Nations and in certain Islamic countries. Today, not only Muslim nations, but also many European and American nations have acknowledged your righteousness. In our eyes, you are victorious today and with the continuation of your resistance, you will further bring shame to the enemy. You must remember that "Your Lord has not forsaken you, nor has He become displeased," and that "Soon your Lord will give you so that you shall be well pleased," God willing. But even so the atrocities committed in Gaza and the death of innocent Palestinians, especially the children, has deeply saddened us. Our entire nation is in mourning because of the crimes committed by the occupiers of Palestine which are broadcast from our television channels everyday. I pray to God for a speedy victory. As God almighty never goes back on his promises and has said "And surely Allah will help him who helps His cause; most surely Allah is Strong, Mighty" and "Those who strive, strive for their own good"…. Those among the Arab world who have committed treachery must know that a fate no better than that of the Jewish people involved in the battle of the clans will befall them, as God almighty has said "He also brought down their allies among the people of the scripture from their secure positions." The nations of the world stand beside the people and resistance fighters of Gaza. Any government that goes against the will of its nation will further distance itself from its people and the fate of such government is obvious. They must remember that the Commander of the Faithful Ali ibn Abi Talib has said "Living a life of defeat is death and a death with dignity is life." I salute you and the resistance fighters of Gaza and the oppressed and resistant people of Gaza. Aside from the Islamic Republic of Iran's efforts to aid you, which we have viewed it as our duty, I pray for you day and night. I wish you patience and victory from God almighty. "Peace be unto you and unto every pious person and so may be the mercy of Allah and His blessings" Seyyed Ali Khamenei HN/HGH
Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei'The following is the Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei's letter to Hamas leader Ismail Haniya in which the Leader praises the bravery of resistance fighters in the Gaza Strip. In the Name of God the Compassionate and the Merciful To the Hamas leader Ismail Haniya "Peace be unto you and so may the mercy of Allah and His blessings" The 20-day perseverance of you, the courageous resistance fighters and the people of Gaza against one of the most atrocious war crimes in the history of the world has hoisted the flag of glory overhead the Islamic Ummah. You have proven that Muslim hearts filled with confidence in God and the Day of Judgment, which will not bow to oppression, can create such heroism that will bring the arrogant powers of the world and their well-equipped armies to their knees. The army, which you have managed with your perseverance to keep outside Gaza City for the past 20 days, is the same army that took large portions of three Arab states in just six days. You must be proud of your unshakable faith in God almighty and his promises, of your courage, patience and sacrifices, as today, the whole of the Muslim world is proud of it. Your resistance has brought shame on the US, the Zionist regime and their supporters in the United Nations and in certain Islamic countries. Today, not only Muslim nations, but also many European and American nations have acknowledged your righteousness. In our eyes, you are victorious today and with the continuation of your resistance, you will further bring shame to the enemy. You must remember that "Your Lord has not forsaken you, nor has He become displeased," and that "Soon your Lord will give you so that you shall be well pleased," God willing. But even so the atrocities committed in Gaza and the death of innocent Palestinians, especially the children, has deeply saddened us. Our entire nation is in mourning because of the crimes committed by the occupiers of Palestine which are broadcast from our television channels everyday. I pray to God for a speedy victory. As God almighty never goes back on his promises and has said "And surely Allah will help him who helps His cause; most surely Allah is Strong, Mighty" and "Those who strive, strive for their own good"…. Those among the Arab world who have committed treachery must know that a fate no better than that of the Jewish people involved in the battle of the clans will befall them, as God almighty has said "He also brought down their allies among the people of the scripture from their secure positions." The nations of the world stand beside the people and resistance fighters of Gaza. Any government that goes against the will of its nation will further distance itself from its people and the fate of such government is obvious. They must remember that the Commander of the Faithful Ali ibn Abi Talib has said "Living a life of defeat is death and a death with dignity is life." I salute you and the resistance fighters of Gaza and the oppressed and resistant people of Gaza. Aside from the Islamic Republic of Iran's efforts to aid you, which we have viewed it as our duty, I pray for you day and night. I wish you patience and victory from God almighty. "Peace be unto you and unto every pious person and so may be the mercy of Allah and His blessings" Seyyed Ali Khamenei HN/HGH
Hidup Palestina!!!

Kemenangan selalu berada pada pihakNYA......Kebenaran selalu akan terlihat walaupun setan terus berusaha untuk menenggelamkannya....Tersenyumlah wahai HUSAIN ku.....Engkaupun tahu Islam pasti menang, sekarang umat kakekmu di Gaza , Palestina sana telah membuktikan pada dunia, bahwa bendera kebenaran ada di tangan agama Muhammad saww...
klik here :
klik here :
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...





