Musuh yang terselubung ( III )
Sepertinya sudah menjadi hal yang universal, bahwa tolok ukur suatu kesuksesan dalam hidup ini, terletak pada yang terlihat oleh mata indrawi, sesuatu benda padat, yang termateri. Apabila, kita tidak memiliki sesuatu yang telah menjadi standard umum itu, kita bukan termasuk stereo type itu, sehingga kita menjadi seorang yang di'luar kebiasaan' itu 'like an alien'. Pada saat yang sama, mereka mengetahui bahwa dalam keyakinan mereka, akan ada Hari, dimana mereka akan ditanya apa yang mereka miliki di dunia ini harus dipertanggung jawabkan, dan mereka sadar bahwa yang sangat di perhitungkan nanti bukan 'banyaknya materi' melainkan 'sesuatu yang tak terindrai yang bernama 'ketakwaan' pada YANG MEMINTA TANGGUNG JAWAB tersebut.
Paradigma kaum materialis dan imperialis ini, telah merusak pada setiap individu-individu yang 'berkeyakinan'ini hingga ke sumsum tulang punggung mereka. Mereka, kaum ini, memang bekerja sangat keras sekali untuk menanamkan paradigma tersebut pada setiap individu di muka bumi ini.
Sehingga kita tidak diberikan peluang sedikitpun untuk mengelak. Mereka rela berkerja keras dengan mengorbankan harta dan jiwa mereka demi tercapainya tujuan mereka, merusak 'mindset' individu untuk menyembah selain TUHAN Yang MENCIPTA ALAM SEMESTA INI DENGAN SEISINYA.
Dengan fitrah yang diberikanNYA, mereka berbuat semaksimal mungkin. Mereka paham betul dengan doktrin 'pengulangan' yang bertubi-tubi, indra kita, seperti mata,telinga, yang di dengar dan dilihat itu akan masuk ke lubuk hati dan menjadikan kita 'patuh' pada apa yang di doktrinkan, sehingga kita akan menjadi bagian dari yang kita yakini itu. Ini hukum alam, karena ini berlaku juga pada 'kebaikan' atau 'pengobatan'( dalam memperbaiki diri= tazkia al nafs) .
Media informasi, adalah 'wahana' mereka yang tersukses dalam program 'doktrinasi nilai-nilai mereka'. Lihatlah setiap diri kita yang telah teracuni tanpa kita menyadarinya, itulah senjata ampuh mereka, yang sangat halus dan lembut bagaikan krim penghalus muka. Kita telah menjadi 'addict' pada nilai-nilai mereka dan menjadikan segala sesuatunya dari mereka sebagai tolok ukur .
Mereka telah menerusakan, ideologi dan 'mesin-mesin bani Umayah', yang mengapa Sayidina Husain bin Ali as bangkit di Karbala. Yang mengapa kaum tersebut berusaha keras mencoba untuk melenyapkan ingatan kita pada peristiwa KARBALA, serta menjauhkan kita dengan Imam-Imam suci keturunan Nabi Muhammad saww.
Apabila kita menarik benang merah dari semuanya itu, sangatlah sederhana, bahwa fitrah yang ada pada diri kita hanya mempunyai dua kecenderungan saja, yaitu pada yang Hak dan Batil. Mana yang dominan dalam diri kita akan tercermin dalam setiap keputusan sikap kita dalam keseharian hidup. Yang mana yang kita asah, yang mana yang kita sering dengar dan lihat, karena dengan seringnya dan berulang-ulang kalinya kita mendengar dan melihat itu akan menjadi bagian dari diri kita.
Keimanan tentu sangat berperan untuk menentukan kemana kita akan menuju ( pada yang hak atau yang batil?? ). Keimanan kita memang sering fluktuatif....oleh karenannya Tuhan selalu menyuruh berdoa, mengingatNYA sesering mungkin juga, untuk memperkuat tentara Ilahiah dalam diri kita supaya tidak terperangkap oleh rayuan gombal tentara setan dalam diri kita.
Oleh karenannya semboyan 'Kullu yaumin Ashuro wa kullu ardin Karbala' adalah sesuatu yang hakiki, karena memang setiap hari kita harus berperang melawan musuh terselubung diri kita ini agar kita selalu berjuang dan harus mengorbankan diri kita di jalanNYA agar kita dapat mengalahkan semua tentara setan dalam diri kita yang pasti membawa kita pada jurang yang mengerikan.
Tetapi sekali lagi kita akan selalu diberi jebakan yang tak terlihat, karena setan membungkusnya dengan sesuatu yang indah dan menarik, mempesona yang membuat kita berpikir dua atau beberapa kali untuk meninggalkan ajakannya. Berhati-hatilah akan panah-panah 'cupid' yang akan terus tertuju pada kita sehingga kita menjadi temannya setan. Nauzubillah...Karena setan-setan zaman ini telah didandani secantik mungkin...Tujuan hakiki setan dari dulu adalah menjauhkan kita dari jalan Tuhan dan membuat kita nantinya menyesal..
Sejarah juga mencatat bahwa Umar ibn Saat (laknat Allah untuknya) , tak pernah merasakan tinggal di istana yang dijanjikan Yazid walau hanya sehari..Semua yang berasal dari 'batil' akan menjerumuskan kita ke jurang jahanam, dan sebaliknya yang berasal dari yang 'hak' pasti membawa kepadaNYA...Pilihan ada di tangan kita...Allah menunjukan dengan sejelas-jelasnya.... Adrikna Ya MAHDI....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...
-
Seorang Nasrani bertanya pada Imam Muhammad al Bagir as : "Siapakah Muslim yang sebenarnya? Imam menjawab : " Orang yang lidahnya ...

No comments:
Post a Comment