Be your SELF....



Sering sekali kita takut untuk dinilai buruk oleh seseorang atau masyarakat apabila kita mengerjakan sesuatu. Dari mulai penampilan kita hingga perilaku kita. Sehingga kita akan disibukakan untuk berpenampilan dan berperilaku sesuai dengan yang orang atau masyarakat sekitar kita inginkan agar mendapatkan persetujuan dari mereka.

Apalagi untuk sesorang yang kita sayangi, baik itu keluarga, teman maupun komunitas sekitar kita. Ini sudah menjadi 'fitrah' manusia untuk dapat memberikan yang terbaik pada yang lain. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat positif. Asalkan semua itu dikerjakan dengan 'ketulusan serta kejujuran' diri, bukan hanya sekedar ingin mendapatkan pujian atau persetujuan dari orang lain. 

Selama ini dilakukan terhadap manusia, tentu sangat mudah, karena manusia hanya melihat apa yang kita tampilkan saja, hanya sebatas 'lahiriah'nya saja. Untuk mengejar kesempurnaan lahiriah, di zaman sekarang ini, banyak sekali fasilitasnya untuk kita semua dapat tampil sempurna. Tetapi, sampai berapa lama, kita dapat menampilkan bentuk-bentuk lahiriah ini, karena ini adalah sesuatu yang tidak abadi. Dan anehnya, kita manusia selalu senang dan berkerja sekeras mungkin untuk dapat mendapatkan kesan lahiriah yang sempurna, dengan mengorbankan 'kebebasan'nya ( dengan berbohong pada dirinya, dengan berpura-pura untuk menjadi seperti yang orang lain inginkan). 

Kepura-puraan dan kebohongan pada dirinya ini akan terakumulasi hingga menjadi topeng-topeng diri yang dipakai untuk dapat berada di lingkungan yang dia inginkan agar ia 'dianggap' sebagai 'komunitas' yang dia pilih.

Sekarang, marilah kita bertanya, apakah kita pernah takut bagaimana bentuk penampilan kita di depan SANG MAHA PENCIPTA ALAM SEMESTA ini??? 

Mengapa kita tidak memperlakukan yang sama dengan yang kita biasa lakukan untuk makhluk-makhluk ciptaanNYA???

Manakah yang lebih pantas untuk kita mendapatkan persetujuan akan penampilan dan perlakuan kita??? Bedanya hanya karena makhluk-makluk itu melihat kita dengan mata indra kita sedangkan ALLAH SWT tak terlihat oleh mata indra kita, bukan?? 

Disinilah, kita harus percaya pada ALLAH SWT dengan keyakinan yang sempurna. Karena sungguh aneh bin ajaib, bila kita mengaku percaya akan Tuhan tapi pada waktu yang sama sering 'mengelabui'NYA.

Memang sebaiknya kita harus mendapatkan persetujuan dari makhluk juga Tuhan. Dengan kita berusaha keras untuk dinilai baik untuk Allah , otomatis kepada manusia pun kita akan melakukan yang sama, karena hukum dari Allah harus di jalankan melalui makhluk-makhlukNYA. 

Karena apabila kita sedang berbohong pada makhlukNYA , otomatis kita sedang membohongiNYA. Juga sebaliknya, apabila kita sedang menyayangi makhlukNYA, berarti kita sedang menyayangiNYA. 

Semoga kita dapat menjadikan diri kita sesuai dengan yang disetujuiNYA, diridhaiNYA....Adrikna ya Mahdi....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad

No comments:

Post a Comment