Be cautions of your big enemy



Saat Rasulullah saww baru saja pulang dari medan perang, beliau yang mulia saww berkata : " kita baru kembali dari jihad kecil dan sekarang kita kembali berperang melawan jihad akbar ". Berperang melawan musuh external yang nyata itu lebih mudah dari pada melawan musuh internal yang ada dalam diri kita yang kita tidak menganggapnya sebagai musuh, karena manusia merasa itu bagian dari dirinya. Padahal musuh yang ada dalam dirinya lah yang paling dapat menghancurkan dirinya, sehingga manusia menderita secara mental tanpa dia sendiri mengetahuinya. 

Bersyukurlah, bila yang menyadari dirinya terjangkit penyakit jiwa akibat terus menerus mengikuti kehendak diri yang sangat liar - hawa nafsu yang memenjarakan dirinya. Kita selalu menyangka bahwa musuh itu harus orang lain dan tidak dekat dengan diri kita. Tetapi apabila kita mencoba menelusuri ke dalam diri kita, betapa banyak sekali sifat-sifat diri kita yang kita benci. 

Dalam ilmu psikologi dinyatakan, bahwa diri manusia akan cenderung membenci sesuatu yang sebetulnya yang dibencinya itu ada pada dirinya sendiri. Misalnya, kita tahu bahwa diri kita tidak berani dalam keadaan gelap sendirian, maka dia secara tidak sadar selalu membenci orang yang penakut. Dan dia tentunya tidak suka berteman dengan seorang penakut seperti dirinya. 

Apabila dia menyadari kekurangan dirinya, ini sudah plus poin, tinggal dia harus melawan bagaimana menanggulangi kekurangannya itu. Yang berbahaya, yang dia tahu akan kekurangannya tetapi selalu mencoba menyangkalnya dan menutupinya sehingga marah apabila ada yang mengingatkan akan kekurangan dirinya. Dan yang paling berbahaya lagi adalah yang tidak mengetahui bahwa dirinya mempunyai kekurangan dan merasa dirinya tidak bermasalah sehingga kekurangan dirinya itu sudah menjadi sifat dirinya dan dia menganggapnya suatu yang wajar dan baik-baik saja...nauzubillah. 

Manusia tipe terakhir ini yang dalam Al Qur'an disebut, bahwa Allah SWT telah menutup mata hatinya sehingga sudah tidak dapat lagi melihat cahayaNYA, senang dalam keadaan gelap, sempit dan sesak. Dan ini akan tercerminkan dalam segala perilaku hidupnya, sehingga dia sangat mencintai dirinya, apapun harus untuk dirinya terlebih dahulu, kepentingan dirinya menjadi segalanya. Manusia seperti ini, bukan berarti dia tidak pernah melakukan ibadah-ibadah ritual agama yang di wajibkan kepadanya. Jadi penyakit kejiwaan ini tidak pandang bulu, akan menjangkiti siapapun baik yang tidak beriman atau yang beriman lemah . 

Dirinya menjadi terpenjara dengan 'image dirinya', dan segala kesenangan dirinya. Dia begitu memanjakan apa yang dia sukai, sehingga tak dapat hidup tanpa "nya" , harus seperti yang dia sukai, apabila tidak ada atau yang dia sukai dan cintai diambil dari dirinya, maka dirinya akan lemah dan menjadi 'pemarah' , dan yang paling parah, dia marah pada Allah yang dia sangka harus selalu memberikan segala yang dia mau. 

Mulailah dengan komplain pada Allah, bagaimana bisa saya sudah banyak beribadah, shalat, tahajud, dan bersedekah , tetapi mengapa diri saya tidak diberikan yang saya mau. Inna lillahi...begitulah sikap kebanyakan manusia yang sangat tergantung pada keinginan dirinya, dan parahnya itu semua - keinginan dirinya itu , hanya akan sesuatu yang 'relatif', seputar kebendaan dan ketidak abadian saja. 

Musuh dalam diri ini yang harus di diteksi, sedini mungkin, agar dapat terselamatkan, dan terobati. Semua kita mempunyai penyakit-penyakit dalam diri kita. Hanya diri kita yang tahu yang sesungguhnya, penyakit-penyakit kita. Alangkah lebih mudahnya, apabila kita telah menditeksi penyakit-penyakit kita , lalu kita berusaha untuk menyembuhkan penyakit-penyakit kita sesuai dengan keadaannya masing-masing. 

Imam Khomeini ra telah menulis buku 40 hadis, untuk menolong jiwa-jiwa kita yang pesakitan ini agar kembali sembuh, sehingga dapat mengenali Allah - Sang Pencipta diri ini - sehingga pada saat beribadah, kita sangat tahu siapa yang kita hadapi dan sembah. Imam Khomeini ra menyebutnya dengan "ubudiah". Karena selama kita tidak mengenalNYA atau mengetahui siapa diri kita, maka kita akan menganggap sesuatu itu milik kita, kita dapat bebas berbuat sesuai keinginan kita, berperilaku 'asal' tak peduli pada 'adab' yang telah ditetapkanNYA, menganggap apa yang kita perbuat tak ada 'bekas'nya & tidak ada yang mencatat. 

Kenalilah musuh-musuh kita yang ada di dalam diri kita. Iblis keluar dari kerajaan surga karena mempunyai sifat dengki & ujub pada nabi Adam as. Ini adalah pelajaran berharga yang harus selalu kita ingat agar tidak menapak tilasi jejak iblis terkutuk itu. Ibadah iblis yang ratusan tahun menjadi hangus tak berarti hanya karena mempunyai sifat ujub & dengki yang ada pada dirinya dan akibatnya selamanya di neraka jahanam.

Apabila kita sangat menyayangi diri kita dalam arti yang sebenarnya, seharusnya kita harus marah pada diri kita, karena lemahnya diri kita yang tidak dapat melawan keinginan diri sehingga melanggar keinginan Tuhan. Kadang kita marah pada orang lain dan marah ketika orang-orang itu mengingatkan kita akan penyakit yang ada pada diri kita. Seharusnya kita berterima kasih pada mereka itu, karena apabila tidak ada yang mengingatkan, diri kita yang lemah tak sanggup mengakui kekurangan kita. Imam Khomeini ra, seorang Ayatullah besar saja, masih menyebut dirinya masih perlu nasihat orang lain...lalu bagaimana kita yang masih jauh dari kebaikan tidak ingin dan tidak suka akan nasihat dari seorang yang dia anggap lebih rendah dari dirinya.

Jangan-jangan kita berpenyakit sama seperti si iblis yang merasa dirinya lebih tinggi derajatnya dari Nabi Adam as. 

Kenapa kita tidak marah pada diri kita, karena sangat cepat mengalah pada hawa nafsu kita? Untuk inilah para nabi Allah di utus dalam rangka mengingatkan diri-diri manusia yang selalu cenderung akan keinginan dirinya sehingga mengabaikan keinginan Tuhannya, yang sebenarnya adalah untuk kepentingan diri kita sendiri. So, cacilah diri kita sendiri, kuatkan diri demi keinginanNYA, curhatlah hanya padaNYA, karena hanya DIA yang tahu dan akan menerima segala kekurangan kita dan akan memberikan jalan untuk dapat selalu berjalan menujuNYA dengan selamat. Dan Allahlah Sang Penutup Aib, Maha Pengampun dan Pemberi petunjuk....

Wallahualam bishawab....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum...ADRIKNA ya MAHDI

Muharram ohh Muharram


Assalamu allaika ya Aba Abdillah...Memasuki tahun baru Islam - Muharram 1431H... perasaan aneh beraneka ragam muncul silih berganti, sedih, malu, marah, kesal...silih berganti. Perasaan sedih melanda hati yang merasakan derita keluarga Rasulullah saww atas peristiwa yang pernah terjadi di Karbala, sehingga mengorbankan cucunda Nabi Mulia saww demi tegaknya ajaran suci Islam yang telah terus menerus di nodai semenjak Rasulullah saww wafat. Pengorbanan demi Sang KEKASIH yang dilakukan al Husain ibn Ali as, harus di tempuh oleh Wali Allah demi membangunkan jiwa-jiwa yang tertidur lelap. Peristiwa-peristiwa sebelumnya, seperti perampasan otoritas Tuhan yang mengakibatkan syahidnya putri tercinta Rasulullah Fatimah Az-Zahra as, pembodohan umat Muhammad saww dan pemecah belah kaum muslimin yang baru mengenal Islam oleh tyran pencinta dunia , hingga timbullah kelompok yang mangatas namakan Tuhan dan kitab suci Al Quran - Khawarijz yang membunuh Washi Muhammad saww terpilih - Ali bin Abi Thalib as. Pengganti Ali yaitu putranya Hassan bin Ali as pun di khianati setelah melakukan perjanjian damai demi menjaga agama yang baru seumur jagung itu oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan pengikut al Hassan ibn Ali as yang lemah imannya. Tidak ada jalan lain yang harus ditempuh setelah 50 tahun Nabi Mulia Muhammad saww wafat, dengan peristiwa monumental di Karabala demi menyelematkan agama agung yang membawa kebenaran dan kebahagian sejati. Siapapun dia yang tidak dapat melihat 'pembeda' antara HAK & BATIL antara HUSAIN bin ALI as dengan Yazid bin Muawiyah di medan Karbala, sungguh suatu kejanggalan.... putra Nabi Allah Muhammad saww telah di bunuh oleh putra pencinta dunia , penoda agama dan pembunuh keluarga nabi saww??? Masih kah ada yang meragukan KEBENARAN.... hanya jiwa-jiwa yang teselamatkan yang akan dapat melihat ini. Tetapi tidak hanya di situ... ketika Allah telah memberikan hidayat dengan melihat pada kebenaran, ada tugas lain yang harus kita jalani. Berjalan di jalan sang Kekasih- jalan al Husain ibn Ali as dan membenci serta memusuhi pihak-pihak serta nilai-nilai yang di benci oleh Husain bin Ali as. Belumlah lengkap apabila kita hanya mengaku mencintai tanpa berperilaku seperti yang kita cintai dan berlepas diri dari hal-hal yang di benci oleh sang kekasih. Pikiran yang normal pasti akan membenarkannya. Mengaku mencintai dan menjadi pengikut al Husain as tidak lah sekedar rajin mengikuti ritual-ritual semata. Jalan Kekasih memang tidak dapat ditempuh dengan hanya semudah itu, apakah patut pengorbanan Al Husain yang begitu agung dan besar itu hanya di klaim dengan tangisan-tangisan seputar Muharram tanpa pembuktian perilaku yang pernah di jalankan sang Kekasih?? Tentu ini bukan hanya jihad-jihad kecil hanya dengan pergi ke medan perang tetapi berjuang melawan hawa nafsu diri. Apabila kita masih tetap seperti kita di tahun Muharram yang lalu, masih tetap belum dapat membuang sifat-sifat buruk pada diri, masih belum dapat mencontoh secara keseluruhan pribadi-pribadi agung nan mulia yang ada pada peristiwa Karbala, masih senang pada sesuatu yang di benci Al Husain as... Berarti kita belum memulai perjalanan menuju jalan yang ditunjuk oleh Al Husain as, sebaliknya kita hanyalah seperti para pengaku pencinta Al Husain as yang mengundang Al Husain as ke Kufah, lalu meninggalkan nya ketika ada sedikit ancaman atau belum dapat merelakan yang kita cintai, harta & jiwa kita. Perenungan inilah yang di inginkan al Husain bin Ali as pada acara peringatan musibah Karbala, sebagai resolusi diri untuk berbaiat pada Al Husain as. Sungguh inilah yang Al Husain dambakan dari pencintanya, menghidupkan nilai-nilai luhur Islami yang dibawa kakek tercintanya pada keseharian kita ... KULLU YAUMIN ASYURA WA KULLU ARDIN KARBALA. SETIAP HARI ADALAH ASYURA DAN SETIAP BUMI-TEMPAT ADALAH KARBALA.
Perbaharuilah baiat-baiat kita pada putra Nabi Agung saww ini!!! Semoga Allah mengkukuhkan taufikNYA pada hamba-hamba yang hina dan lemah ini agar dapat terus berada di jalan al Husain as. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang masih terus menerus mengikuti hawa nafsu hina ini dan belum dapat menegakan nilai-nilai yang di bawa Al Husain as, Ya Allah, jangan hinakan diri ini lagi, sungguh kami malu terhadap Al Husain as , kami yang masih terus menerus menyakiti al Husain dengan perilaku buruk kami...Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk dapat memperbaiki segala yang buruk dalam diri ini dan gantilah dengan segala kebaikan dariMU...Demi putra kesayangan AZ Zahra as, berikanlah kami syafaat Al Husain as dan leluhur dan saudara al Husain as yang mulia, dan demi cucu Al Husain as yang akan menegakan keadilan di muka bumi ini dan menebus darah al Husain as - Al MAHDI atfs, jadikanlah kami insan yang sesungguhnya sehingga dapat menjadi pengikut-pengikut beliau yang sejati serta mendapatkan kelayakan untuk dapat menolongnya pada saat keghaibannya ini.....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum...Assalamu allaika ya Aba Abdillah.....Ya Rasulullah , Ya Ali, Ya Fatimah, Ya Hassan , Ya Ali ibn Husain, Ya Muhmmad ibn Ali, Ya Ja'far ibn Muhammad, Ya Musa ibn Ja'far, Ya Ali ibn Musa , Ya Muhammad ibn Ali, Ya Ali ibn Muhammad, Ya Hassan ibn Ali, Ya Muhammad ibn Hassan, sungguh ku ucapkan rasa bela sungkawa yang paling dalam ... ADRIKNA YA MAHDI LABBAIKA YA HUSAIN!

The Peak of Sacrifice



" Sesungguhnya ini adalah ujian yang nyata. Dan KAMI menebusnya dengan sembelihan yang 'agung' "( QS 37 : 106 - 107 )

Ketika Nabi Ibrahim as di perintahkan menyembelih putra kesayangannya Nabi Ismail as, Allah SWT menggantikan putranya dengan seekor kambing, sehingga Nabi Ismail as terselamatkan. 

Dan kedua Nabi Allah tersebut telah lulus dalam ujian yang di berikan oleh Allah SWT, karena keduanya mematuhi perintahNYA, walau pada akhirnya tidak ada yang di korbankan. Sekarang pertanyaan kita, siapakah yang Allah SWT maksudkan dalam surat Ash Shaaffaat ayat 107 yang Allah SWT tebus dengan sembelihan yang 'agung'. Pada kasus Nabi Ibrahim as, ternyata Nabi Ismail as tetap selamat , dan di gantikan dengan seekor kambing. 

Apakah ada seekor kambing yang agung , karena dalam kasus tersebut tidak disebut-sebut lagi kambing tersebut, apabila kambing tersebut dinyatakan agung. Mufasir dari kalangan syiah yang sumber aslinya tentu dari Rasulullah saww mengatakan bahwa sembelihan yang agung itu adalah apa yang terjadi pada putra kekasih Allah - Rasulullah saww & Ali bin Abi Thalib as - al HUSAIN ibn ALI as yang telah di sembelih oleh musuh Allah yang mengaku beragama Islam di padang Karbala.

Al Husain ibn Ali as adalah puncak dari pengorbanan dalam sejarah manusia umumnya dan sejarah Islam khususnya. Demi tegaknya ajaran Islam dan langgengnya agama kebenaran Islam, Husain ibn Ali as rela mengorbankan dirinya yang suci serta keluarganya serta para sahabatnya yang setia di padang Karbala. Nabi Ibrahim as pun menangisi al Husain putra suci dari keturunan Nabi Ismail as.

Assalamualaika ya Aba Abdillah Husain ibn Ali .... Ya Yabna Rasulullah...Ya Yabna Fatimah Az Zahra, di hari raya agung ini, kami memohon agar mendapatkan kebaikan di dunia ini serta syafaatmu di akhirat nanti...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil faraajahum....adrikna ya MAHDI

Show me to the real ONE...



Ketika kita bercermin, terlihat guratan garis-garis kerut pada wajah yang dulunya tak ada... terlihat beberapa rambut berwarna putih menyemarakan pada warna rambut yang asli.. bentuk tubuh sudah tak seperti dulu, terlihat agak kendur karena tak banyak berolah raga seperti dulu....what's the heck... itulah tanda kehidupan, semua berubah kearah kesempurnaan... 

itulah hukum alam , tidak ada seorang pun yang dapat menghindar darinya.... buat sebagian heran dengan menyebut proses tersebut proses kesempurnaan?? karena sesuatu yang statis, diam tak bergerak dan tak berubah itu namanya kematian... suatu proses alamiah yang jarang orang mensyukurinya... aneh memang kebanyakan orang berpikir selalu berlawanan dengan 'hukum alam ' yang Sang Kholik Alam Semesta telah ciptakan untuk makhlukNYA.

Makhluk yang bernama manusia, memang sangat unik. Mereka sangat senang pada sesuatu yang 'relatif' yang tidak abadi... hidupnya hanya di sibukan hanya untuk mengejar yang 'relatif'.. berebut kedudukan, jabatan , padahal mereka tahu persis itu semua hanya bertahan beberapa tahun saja, lalu sesudah itu ia pun akan tergantikan dengan yang lain yang lebih kompeten , menginginkan suami atau istri yang cantik dan ganteng... itu pun akan bertahan berapa lama, kecantikan dan kegantengan itu hanya terlihat beberapa tahun saja, rumah, mobil dan harta kekayaan yang mendukung posisi dirinya, apakah itu akan terus berada di sisi kita? dalam sekejap pun semua akan hilang apabila terjadi suatu musibah, gempa, tsunami misalnya.... 

Yang ada hanyalah diri kita yang di dalamnya ada potensi-potensi diri yang unik yang Tuhan Alam Semesta ini berikan padanya... dan itulah sesungguhnya harga atau nilai seorang manusia, yang ada di dalam 'aql' nya, intelektualnya, itulah diri mereka yang sebenarnya, yang walaupun tertimpa musibah tak akan hilang, dia tetap melekat pada orang itu... merugilah manusia yang tidak menghiraukan apa yang ada dalam dirinya, potensi-potensi yang ada dalam dirinya, karena itulah bekal yang Sang Kholik berikan pada setiap diri bernama manusia....

apabila 'harta karun yang tersembunyi' itu di gali, di kenali, di angkat ke permukaan dirinya, maka dia akan mengenal dirinya, dan ini berarti dia sedang mengenali Tuhannya.... 

Dan inilah yang abadi... kemanapun kita pergi selalu kita bawa dan ini pula senjata kita dalam mengarungi lautan kehidupan yang penuh liku-liku dan membahayakan... kekuatan inilah yang Sang Kholik bekali pada setiap diri untuk dapat berjalan menujuNYA dengan selamat.

Ya Allah... berikanlah kami kekuatan untuk dapat menemukan diri-diri kami yang sesungguhnya... Perlihatkan kami pada yang sesungguhnya.... karena denganNYA lah kami akan bersamaMU dan selamat menuju jalanMU... shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum... ADRIKNA YA MAHDI

To LOVE YOU is the ultimate joyous


When your name is mentioned, my heart is pumping so fast
When your name is read , tear in my eyes are slowly drops
Then when I read what you have done for the humanity, my book is become wet
Your action is an idol, a patron for every human being...so noble, so wonderful....There is nothing else in this world could be compared with such a higher level as YOU
Oh my Maulaya....YOU are sooo beautiful, so inspiring , so alive, how could I live without YOU....please never leave me even in second... I really really need YOU....always...miss you always... YOU know what I feel, as I am trying to feel YOU also inside me.....help me to be always feel you.... please take the curtain out that make me could not feel and see YOU.... there is nothing else in these world as important as YOU...as a worthy as YOU....my nothingness so helpless without YOU...YOU make me exist.. My LOVE, please make me manifest YOU as much as possible.... This undescribing feeling ..longing to reach you.... carees me, please ..so my heart will feel the joy and feel at ease all the times... kindly please accumulate YOUR LOVE in every second of my breath and in every step I move...I swear to the great Creator that to LOVE YOU is the ultimate of joyous... kindly accept my love please, I beg you My Maulaya........ shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum....adrikna ya MAHDI

Know well your destination...




Ketika kita berencana untuk berpergian ke suatu kota atau negara, tentunya banyak pekerjaan yang harus kita persiapkan demi terwujudnya rencana kita tersebut. 

Pertama kita harus mengetahui terlebih dahulu kota atau negara tujuan itu dengan pasti, kemudian kita pun harus mengetahui bagaimana kita menuju kota atau negara tersebut. Jalan mana yang akan kita tempuh, tentu disini kita memerlukan penunjuk jalan yang terbaik dan terkini. Setelah itu kita akan menentukan pilihan, bagaimana agar kita dapat berada di negara tujuan dengan aman. 



Dalam hal ini kita pasti memilih kendaraan yang sangat terpercaya dan terbaik , agar hati kita tentram dan yakin akan dapat selamat sampai di tujuan. Untuk mengetahui kendaran yang terbaik dan terpercaya tentunya dibutuhkan pengetahuan yang baik serta informasi yang maksimal agar tidak kecewa nantinya.

Begitu pula kita di alam dunia ini,haruslah mengetahui tujuan dari keberadaan kita disini. Setelah mengetahui akan kemana kita nantinya, tentunya kita harus melakukan persiapan demi tercapainya tujuan tersebut dan pastinya ingin aman dan selamat sampai di tujuan, untuk itu kita akan memilih pemandu jalan yang terbaik, yang paling berilmu pengetahuan tentang seluk beluk kehidupan di alam sini maupun di alam tujuan akhir tersebut.

Sungguh celakalah, bila kita tidak mengetahui tujuan dari keberadaan kita di dunia ini, karena ini sangat mempengaruhi segala sikap dan tindakan kita dalam keseharian kehidupan ini. Hidupnya hanya di habiskan untuk memenuhi kepentingan di alam dunia ini. Sedangkan faktanya, bahwa kehidupan di alam dunia ini hanyalah sementara dan yang abadi adalah di alam akhirat. Oleh karenanya, pengetahuan tentang alam akhirat ini, sudah menjadi suatu kewajiban sebagaimana termaktub dalam pilar2 agama Samawi - agama Ibrahimik. 

Fakta pun menyatakan bahwa semua yang bernyawa akan menghadapi kematian dan tidak ada satu orangpun yang dapat menolongnya untuk dapat lolos dari kenyataan ini. Jadi sesungguhnya, kehidupan di alam dunia ini hanyalah untuk mempersiapkan kehidupan kita berikutnya di alam akhirat , tempat kita yang abadi. Siapapun yang menyangkal fakta ini , tentunya akan sangat sangat merugi, karena waktu kehidupan di dunia ini hanya di habiskan untuk membuatnya sengsara di alam akhirat nanti. 

Siapapun yang tidak menyadari dan memulai melangkah mengadakan perjalanan ke alam 'asal'nya, akan membuang waktu yang sangat berharga yang Sang Maha Pencipta berikan dengan sia sia belaka. Inilah sesungguhnya faktor penentu, yaitu mengetahui tujuan hidupnya secara benar dan mempersiapkan dirinya dengan usaha maksimalnya demi keselamatan dirinya di kehidupannya yang abadi.

Tujuan penciptaan adalah untuk mengenal Sang Kholik - Allah Rabb al alamin , seperti termaktub dalam QS 51:56 . Untuk dapat mengenal Sang Pencipta Alam Semesta ini, Allah mengutus para Nabi, Rasul dan Ulil Amri yang mewakilkan keberadaanNYA di alam dunia. Karena untuk mencapai tujuan, kita memerlukan penunjuk jalan untuk menujuNYA yang ditunjuk langsung oleh Allah SWT. Sehingga yang manusia harus lakukan untuk dapat menuju jalanNYA, mencari, dan mengenal secara 'dekat' penunjuk jalanNYA yang dipilih langsung olehNYA, agar dapat sampai ketujuan dengan aman dan selamat. 

Tentunya untuk mencapainya diperlukan usaha yang keras dan serius serta berpengetahuan untuk menjalankannya. Apabila kita selama ini belum menemui Sang penunjuk jalan yang di pilih oleh Allah SWT, tentu ini adalah suatu handycap kita menuju jalan yang benar yang Allah telah tentukan. Bagaimana bisa seseorang pergi ke suatu tempat tujuan tanpa 'guide'yang benar dan belum pasti akan sampai di tujuan.

Apabila telah menemukannya, kenalilah secara baik, jalinlah hubungan hingga kita dapat merasakan selalu kehadirannya dalam setiap langkah kehidupan kita. Karena dengan demikian perjalan kita menujuNYA terasa dalam bimbinganNYA, terjaga, terlindungi. Segala keputusan kita pun akan selalu berdasarkan bimbinganNYA, tentunya ini merupakan usaha yang besar dan sangat di butuhkan tekad yang sangat kuat dengan selalu memohon pertolonganNYA agar selalu terus istiqamah di jalanNYA. Pengorbanan akan keinginan diri yang seringnya akan menjerumuskan diri kita ke jalan selainNYA harus terus di perhatikan. KeinginanNYA diatas segala keinginan diri, sungguh suatu perjuangan yang dalam agama pun dianggap perbuatan yang sangat mulia - jihad al akbar - jihad al nafs.

Sungguh sangat berbahaya, apabila kita tidak mengetahui juga apa akhir dari tujuan penciptaan ini. Karena merasa sudah puas dengan yang di lakukan untuk kehidupan spiritualnya, yang sesungguhnya ia baru sampai di pertengahan jalam, belum sampai ke tujuan akhirnya, tetapi ia telah berhenti sampai di situ, ini pun suatu perbuatan yang sia-sia. Seperti merasa sudah puas dengan segala ibadah yang dilakukannya ,sehingga tidak ada peningkatan dalam mendalami dan mempelajari ilmu yang dapat mendekatkan dirinya padaNYA, mencapai tingkatan 'penyaksian'.

Wallahuallam bi shawab... Ya Allah, perkenalkanlah aku padaMU , karena apabila tak KAU perkenalkan diriMU padaku , aku tak akan mengenal RasulMU, Ya Allah , perkenalkanlah aku pada RasulMU , karena apabila tak KAU perkenalkan diriku pada RasulMU, aku tak akan mengenal HujjahMU, Ya Allah , perkenalkanlah aku pada HujjahMU, karena apabila tak KAU kenalkan diriku pada HujjahMU, aku akan tersesat dari agamaMU....shalawat ala Muhmammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum..Adrikna ya MAHDI

When the myth's being broken


The myth of pineapple in this country is completly absurd. Girls are warned to eat one of the fruits of God. This information just to brake these traditions.

Pineapple is the common name for an edible tropical plant and also its fruit. It is native to the southern part of Brazil and Paraguay.
This herbaceous perennial plant grows to 1 to 1.5 meters tall with 30 or more trough-shaped and pointed leaves 30 to 100 centimeters long, surrounding a thick stem.
The pineapple is an example of a multiple fruit: spirally-arranged flowers along the axis each produce a fleshy fruit that becomes pressed against the fruits of adjacent flowers, forming what appears to be a single fleshy fruit. Pineapple is commonly used in desserts and other types of fruit dishes, or on its own.
Pineapple is low in fat and cholesterol and rich in calcium, potassium, copper, manganese, fiber and vitamins B1, B6 and C.

Delicious
A good, juicy ripe pineapple can satisfy a sweet craving as well as any chocolate bar. In addition to being a delicious food, pineapple has many health benefits.
The obvious benefits of pineapple are all the vitamins and minerals the fruit is loaded with. Its nutrients include calcium, potassium, fiber and vitamin C. It is low in fat and cholesterol.
The benefits of pineapple can be achieved by eating fresh, canned or frozen pineapple or by drinking its juice.
One of the benefits of pineapple is that it helps build healthy bones. Pineapples are rich in manganese, a trace mineral that is needed for your body to build bone and connective tissues. Just one cup of pineapple provides 73 percent of the daily recommended amount of manganese. The benefits of pineapple can effect the growth of bones in young people and strengthen the bones of older people.

Colds & Coughs
While many people often take extra vitamin C or drink extra orange juices when they have a cold, few consider eating pineapple.
The benefits of pineapple when you have a cold or cough are the same as the benefits of orange juice, but there is an additional benefit of pineapple. Bromelain, which is found in pineapples, has been found to help suppress coughs and loosen mucus.

Medicinal Uses
Pineapple has tonic, antioxidant, anti-inflammatory and laxative properties. It helps prevent macular degeneration and improves vision.
It helps relieve rheumatoid arthritis symptoms and is good for mild to moderate osteoarthritis of the knee.
Pineapple is effective in angina because of its effect in removing arterial walls plaques.
It is good for patients with heart disease, as it lowers cholesterol and blood pressure, and prevents atherosclerosis.
Regulating the function of thyroid gland, it is effective in treating goiter. Because of its high vitamin C content, pineapple helps build and repair tissue and promotes wound healing. It also absorbs iron and synthesizes amino acids and collagen.
It helps combat memory loss, depression and melancholy. It is particularly good for women suffering from painful cramps.
Pineapple stem acts as a defense against certain types of cancer such as ovarian, breast, lung, colon and skin malignancies.

* from tebyan.net

Bangunlah wahai Pemudi Pemuda.....


Allah SWT dalam salah satu firmanNYA menyatakan kita dilarang shalat dalam keadaan mabuk. Apabila kita mengartikan mabuk itu meminum khamar, ini memang arti yang paling rendah - karena khamar dalam ilmu fiqh itu haram, bagaimana orang yang melakukan sebuah tindakan haram melakukan shalat? Tentu, makna yang lebih nyata lagi adalah kebanyakan manusia ini, mabuk oleh kenikmatan duniawi , sehingga sering dia lalai dan lupa diri.
Dan ayat yang lain Allah SWT pun memperingati orang yang shalat namun dalam keadaan lalai (QS 107 : 4-5)

Rasulullah saww yang mulia pun pernah berkata dalam hadisnya, bahwa kebanyakan manusia di dunia ini, hanya tertidur, dan baru akan bangun ketika sudah di alam kubur.
Sungguh kita selama ini seperti mayat-mayat hidup, yang wujud zhahirnya saja manusia , tetapi 'tamasul' kita mungkin binatang yang sesuai dengan karakater binatang yang kita mempunyai kemiripan dengannya, bagi yang dapat melihat batin yang ada pada diri kita, karena dengan kelalaian kita yang sedang menikmati berbagai nikmat Allah, kita dibuatnya'mabuk', sehingga ruh/jiwa kita mentransform wujud-wujud 'kebintangan' yang sedang kita perankan...inna lillahi... Oleh karena itu untuk mengetahui apakah kita ini dalam keadaan 'bangun' atau 'tidur', sangat sulit untuk terditeksi oleh diri sendiri, hanya para urafa yang telah mencapai maqam tertentu. Tetapi, apabila suara hati nurani = suara Tuhan sudah tak terdengar lagi, sehingga hidup kita hanya disibukan oleh hal-hal yang berbau materi saja, hendaknya kita segera mengambil tindakan.

Supaya kita tetap 'alert' & 'awake', kita harus berusaha membersihkan diri kita serta memperbaiki diri dengan mempraktekan kehidupan spiritual kita sesuai dengan ketentuanNYA. Adapun resep dari salah seorang ulama, dimana Insha Allah apabila kita mempraktekan amalan di bawah ini akan mem'bangunkan' kita dari tidur nyenyak , sehingga kita selalu dalam keadaan 'sadar' , dan selalu mengingat Allah SWT serta selalu dalam lindunganNYA :

1. Membaca Al Qur'an - kitab Allah, setelah shalat wajib ( min 50 ayat )

2. Membaca Dzikir nabi Yunus pada saat di dalam ikan paus : "La ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minal dzalimin" ( 100 - 400 x )

3. Menjauhi perbuatan maksiat ( ini menjadi pra syarat dari semuanya, karena mana mungkin kita yang ingin membersihkan diri, pada saat yang sama berbuat maksiat

4. Melakukan amalan-amalan yang wajib

5. Muraqabah - introspeksi diri tentang apa yang sudah kita kerjakan, memohon ampun apabila kita melanggar ataupun berbuat yang tidak di ridhaiNYA, selalu beristigfar

6. Shalatlah di awal waktu

7. Mengetahui apa tujuan hidup. Seperti, untuk apa kita diciptakan dan akan kembali kemana kita nanti, apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk akhirat kita

8. Ma'rifat ALLAH SWT - Mengenal Allah SWT adalah sebaik-baiknya ibadah. Kenalilah Allah melalui makhluk ciptaanNYA, pelajari tentang apa itu akhirat, alam barzah, dan Al Quran-kitab Allah, serta semua yang berhubungan denganNYA .

9. Memberikan adab pada jiwa - nafs kita dengan menahan lapar di siang hari... puasa lebih baik tetapi apabila tidak , makanlah secukupnya , belajar menahan lapar, ini sangat baik untuk jiwa kita

Apabila kita melaksanakan ke sembilan resep yang diatas berarti kita sedang bertanggung jawab kepada Allah SWT. Sebaiknya dilakukan selama 30 hari berturut turut(tidak ada jeda)agar membawa dampak pada jiwa kita. Insha Allah , setelah itu akan ada perubahan dalam diri kita, misalnya dapat 'melihat' serta merasakan nikmat Allah, dan kita akan membenci segala kebatilan serta menghindar dari segala yang bentuk kemaksiatan. Tentunya, masih banyak resep-resep yang lainnya. Intinya, selalu berusaha mengenali diri atau jiwa kita, karena dengan mengenal diri kita, berarti kita telah mengenalNYA, dan akan menjadi'tahu diri'. Dan , dengan mengenalNYA berarti kita juga akan cepat mengenal Imam Zaman kita, dimana kita wajib mengenalinya, apabila kita mengimaninya.

DOSA adalah musuh terjahat jiwa kita, oleh karena itu bangunlah dari tidur nyenyak.. ingatlah DIA dalam setiap keadaan dan jauhilah apa yang DIA larang... siapa lagi kalau bukan kita yang sangat menyayangi diri/ jiwa kita, kalau bukan diri kita sendiri. Wallahu alam bishawab

Mohonlah pertolonganNYA - pertolongan Imam Zaman atfs agar kita selalu terjaga dari yang tidak di ridhaiNYA... shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum .. ADRIKNA ya MAHDI

Shadow of life...



Melihat serta mengamati apa yang sedang terjadi di sekitar kita maupun apa yang terjadi di belahan bumiNYA sebelah sana.... semakin lama semakin terlihat jelas, wajah-wajah yang dulunya terlihat menarik, cantik, anggun dan sangat menggairahkan , ternyata hanya topeng yang ber make-up tebal, sekarang lama kelamaan layu, luntur, tua bangka dan menjijikan, tampaklah wajah aslinya. Tuhan telah memberitakan dalam kitab suciNYA dan terangkum dalam perkataan-perkataan NabiNYA yang Mulia serta para WashiNYA yang terpilih, bahwa " dunia ini adalah tawanan bagi yang beriman dan surga bagi para pembangkang " . Tentu, karena cara pandang dari keduanyalah, itulah yang membedakan apa arti sesungguhnya 'dunia' itu . 

Terlihat betapa penting dan essentialnya, ma'rifah pada Sang Kholik Pemilik Alam Semesta ini. Yang sangat mengherankannya memang, manusia lebih cenderung ingin mengetahui tentang diri orang lain dari pada dirinya sendiri, dan selalu percaya pada perkataan sesama manusia dari pada firman-firman Tuhan, yang menurutnya perkataan Tuhan adalah sesuatu yang 'tak nyata' alias 'ghaib' dan tak terindrai...lain halnya dengan buku-buku para pemikir yang di bacanya, tak banyak berkomentar dan langsung di percayainya, tetapi aneh bin ajaib dengan 'buku dari Tuhan' alias 'kitab suci Al Qur'an'. 

Apabila yang datang dari kitab suciNYA, mereka mencoba mendebat, membantah dan berusaha untuk menjadikan pendapatnya diatas Al Qur'an ( naazubillah ), karena merasa banyak hal yang tidak sesuai dengan keinginan dirinya, tetapi apabila buku yang di karang oleh seorang yang dia anggap 'pintar' dan berbobot, misalnya, langsung dia telan mentah-mentah dan percaya seratus persen, tanpa ingin mempertanyakan kebenaranNYA.... tetapi selagi sewaktu dia membaca kitab suciNYA, dia pun berkata, MAHA BENAR ALLAH dengan segala FirmanNYA... sungguh suatu kontrakdiksi ..dan ini terus menerus di lakukannya dalam setiap langkah kehidupannya...keinginan diri yang selalu mendorongnya untuk berbuat demikian...dan secara tidak sadar dirinya telah di kuasai musuhNYA dan musuh dirinya yang nyata, yaitu iblis alias setan terkutuk yang karenanya Nabi pertama Allah - Adam as turun ke dunia.....

Manusia sibuk meneliti sesuatu di luar dari pada dirinya, tetapi jarang yang ingin tahu siapa dirinya , apa yang ada di dalam dirinya, kenapa dirinya ada di bumiNYA, untuk apa dirinya di ciptakan, akan kemana dia setelahnya. Tetapi, anehnya lagi, manusia hanya selalu ingin memikirkan dirinya, dalam artian, 'kepemilikan' ; ini punya saya, saya harus punya ini dan itu, orang lain nanti dulu, yang dia lihat hanya dirinya sebagai pelaku jasadnya- peran diri dalam kehidupannya, siapakah aku- jawabanya selalu , aku adalah si pemilik rumah indah, pemilik mobil mewah , mempunyai istri cantik, aku adalah seorang direktur utama , penyumbang terbesar dlsb nya. 

Di akhir tahun selalu berencana, bagaimana dia 5 sampai 10 tahun ke depan dalam hidupnya, ini pun dalam rangka 'kepemilikan haknya' .... lupa bahwa dirinya bukan siapa-siapa, tak punya apa-apa, dan hidupnya hanyalah sementara saja... sementara tentang rencana hidup yang untuk selamanya dan kekal adalah di akhirat...karena tak dapat di prediksi, tak termasuk dalam perhitungan rencana hidupnya....ya hidupnya...karena akhirat, menurutnya adalah berhubungan dengan kematiaan, sehingga tak terencanakan .... padahal dirinya tahu benar bahwa KEMATIAN adalah sesuatu yang PASTI dan TAK DAPAT DIHINDARI..... nah logika nya menjadi tidak jelas....padahal dalam setiap pembicaraannya selalu berprinsip pada logika, katanya... sungguh aneh , tentunya menggunakan logika yang tidak benar, sehingga hasilnya demikian.... Apabila logika nya di gunakan dengan tepat dan benar, pasti segala perilakunya pun tidak mungkin demikian.... segalanya yang di kerjakannya , hitung-hitungannya serba terbalik....matematika langit dan bumi ternyata jauh berbeda....

Teringat ketika putri nabi tercinta Fatimah Az Zahra a.s berkata bahwa Salman al Farisi sangat kaget, tentang keadaan dirinya yang sangat serba kekurangan , lalu Rasulullah saww yang mulia berkata pada Salman al Farisi ra : " Wahai Salman, sungguh putriku berada diatas kuda tercepat".

Juga tuduhan kaum wahabi yang menyebut mazhab Syiah - syirik , karena mengagung2kan para Imamnya... JUSTRU dalam khotbahnya Sayidah Fatimah Az Zahra as , beliau as berbicara tentang falsafat syariat menjelaskan, yang diantaranya : " ....Allah menjadikan Imam sebagai penyuci jiwa dari syirik , dan menjadikan ketaatan pada Imam AB as untuk mengatur agama, serta menjadikan kepemimpinan Imam AB as sebagai jalan keselamatan dari perpecahan.... " .

Lihatlah , sungguh tuduhan wahabi (dengan cara berpikir yang 'kacau' ) dapat menghasilkan kesimpulan yang salah dan menjadikan maknanya berbanding terbalik dengan pengertian yang seharusnya... tak memahami apa arti 'tajaliat' atau manifestasi Tuhan, berarti selama ini mereka itu menyembah siapa?? Tuhan??

Kebenaran yang berabad-abad di tutup-tutupi , alhamdulillah kian lama kian terangkat ke permukaan... karena CAHAYA MATAHARI tak akan dapat tertutupi , karena fitrah alam ini sangatlah membutuhkannya. 

Bayangkan orang yang bersembunyi di gua, pada suatu saat, pasti dia akan keluar mencari secercah cahaya yang sejati, karena lilin-lilin kecil dan lentera-lentera yang di usahakan untuk mendapatkannya, pasti tak akan abadi, pada akhirnya, akan mati, entah itu karena habis atau pun rusak....

Begitu pula dengan cara berpikir yang acak dan kacau, tak mungkin dapat terus membahagiakan kehidupan seseorang.. kebutuhan akan yang ABADI jauh lebih bermanfaat bagi kesehatan jiwa kita dari pada hanya sekedar pemuas badani yang sementara....

Kejahatan rezim Zionist , yang dulunya tak terlihat dan malah terlihat menarik dan menggairahkan bagi kaum awam kebanyaka , perlahan-lahan terbukalah bau busuknya dan PASTI akan HANCUR...Marilah kita mulai menghitung hari-hari kehancuran rezim kejam zionist.... 

Persiapkan diri untuk menyambut datang sinar matahari sejati yang selama ini tertutupi awan tebal.... buang jauh-jauh karat-karat dalam diri dan jiwa ini....bangkitlah untuk memperbaiki diri-diri yang telah lama bercampur dengan noda-noda' syirik', yang menjadikan diri kita tuhan-tuhan kecil...hancurkan tuhan-tuhan kecil yang ada dalam setiap diri....karena SANG RATU ADIL akan segera muncul....berlombalah untuk dapat tampil indah di hadapanNYA.....al aajal al aajal ya Maulaya ya Shabil al Zaman atfs....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

Selamat pada MU ya Baqiatullah fil Ardhin.... atas hari kelahiran kakek tercintamu Imam Ali bin Musa ar Ridha as pada 11 Dzul Qadah ... segerakanlah kemenangan agamuMU, dan hancurkanlah para musuhMU yang sudah sangat melampaui batas... sungguh kami sangat merindukan MU... sampaikan salam yang paling tinggi dan hormat pada Rasulullah saww, Sayidah Fatimah as , Imam Ali as beserta para keturunannya yang disucikan....Allahumma shali ala Muhammad wa Aali Muhammad wa aajil farajahum.....

I AM BACK.....

Wahai Tuhanku, sampai sekarang aku masih mendengar suara lembutMU, yang Engkau bisikan di hari itu di alam azzali :

" Wahai manusia aku mencintai kalian, maka cintailah AKU.

Wahai hambaKU, AKU bersumpah kepada diriKU sendiri, bahwa AKU mencintai kalian, maka bersumpahlah kalian kepadaKU, bahwa kalian mencintai AKU.

Wahai hamba-hambaKU, AKU akan mencintai kalian meskipun kalian melupakan AKU, dan kalian menambatkan hati kepada setan.

Wahai hamba-hambaKU , AKU menciptakanmu untuk mencapai kedudukan kemanusiaan yang tinggi, dan AKU telah menitipkan sebuah amanat yang besar kepada kalian.

AKU tidak pernah meninggalkan hambaKU dalam menyampaikan amanat ini ke rumah tujuan. Mengapa kalian melupakan AKU? Dan setiap hari kalian menjauh dari KU. AKU selalu memperhatikanmu, namun kalian selalu ingin berpisah dariKU. Apakah kelezatan-kelezatan dunia sedemikian manis dan menarik sehingga kalian melupakan Tuhan kalian? Walaupun kalian tenggelam dalam dosa, AKU yang akan menyelematkan kalian. AKU hanya menunggu setengah dari perhatianmu kepadaKU, sehingga AKU akan mengutus para malaikatKU untuk menolong kalian. Walaupun kalian tidak bersyukur terhadap nikmatKU , tetapi AKU akan tetap memberikan nikmatKU dengan harapan suatu saat kalian akan mengenalKU dan memalingkan wajah kalian kepada tuhan kalian. " Barang siapa yang bertaubat, lalu beriman dan melakukan perbuatan yang baik dan berjalan di jalan Hidayah, maka AKU akan mengampuninya " ( QS Thaha : 82 )

Barang siapa yang mengenal Tuhannya dan beriman kepadaNYA, maka akan mendapatkan jalan kebahagiaan. Tirai kegelapan akan tersingkap dan cahaya akan masuk ke dalam hatinya. " Mereka yang beriman dan hati-hati mereka tenang dalam mengingat ALLAH, maka ketahuilah bahwa dengan mengingat ALLAH akan menenangkan hati " (QS Ar- Radd " 28)
* cuplikan dari buku ' Semalam bersama Setan' karya Alieh Hamedani hal 197- Suara Allah

Wahai yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG...sedemikian SABAR nya , ENGKAU Wahai yang MAHA PENYABAR lagi PENYAYANG... aku datang kepadaMU ya RABB untuk memohon ampun dan bertobat atas segala kelancangan yang pernah diperbuat oleh diri hina yang tak tahu diri ini... Berikanlah aku kekuatan untuk selalu berpegang teguh di jalanMU dan selalu lulus dari segala cobaanMU , sehingga berhasil tak terpedaya dengan bisikan setan yang terkutuk...Perbanyaklah tentara Ar RAHMAN MU dalam diri ini YA ALLAH sehingga mempermudah diri lemah ini melawan setan-setan terkutuk itu.... sampai akhir nafasku, akan ku berjuang membersihkan nafs ku dan terus mendekatkan diriku padaMU, wahai YANG MAHA PENENTU & PENGATUR......Demi KekasihMU yang terkasih, MUHAMMAD saww dan Ahlul Baytnya as yang telah KAU sucikan, tolonglah diri ini agar tidak pernah berpisah denganMU serta para KEKASIH MU barang sedetik pun, berikanlah kelayakan untuk selalu dapat berdampingan dengan MU & selalu bergabung dengan para KEKASIHMU dimanapun aku berada.....Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

A Lesson for Life.....for one and all

- A Lesson for Life -
Almighty Allah says in Al Hadith al Qudsi

I wonder how a person can be happy, who is certain of death.
I wonder at a person who is certain of reckoning
(the Day of Judgement), but still accumulates wealth.
I wonder at a person who is certain of going into the grave,
but still smiles without concern.
I wonder at a person who is certain of this world's doom,
but still has tranquility in loving this world.
I wonder at a person who is certain of the hereafter and its bounties
but he still rests.
I wonder at a person, who is knowledgeable in his speech,
BUT ignorant in his heart.
I wonder at a person, who cleans him/herself with water,
But does not cleanse his heart.
I wonder at people, who look for bad points in others,
But are unaware of the same in themselves.
I wonder at a person who knows that Almighty Allah is aware of his
actions, but still commits sins.
I wonder at a person, who preaches to the people,
But does not preach to his own soul.
I wonder at a person, who knows that he/she will die alone,
Go into the grave alone & give accounts alone,
But is still totally engrossed with
people who will not be able to help him/her.

Reference: Al Hadith al Qudsi - A Word of Allah, Ansariyan