Muharram ohh Muharram


Assalamu allaika ya Aba Abdillah...Memasuki tahun baru Islam - Muharram 1431H... perasaan aneh beraneka ragam muncul silih berganti, sedih, malu, marah, kesal...silih berganti. Perasaan sedih melanda hati yang merasakan derita keluarga Rasulullah saww atas peristiwa yang pernah terjadi di Karbala, sehingga mengorbankan cucunda Nabi Mulia saww demi tegaknya ajaran suci Islam yang telah terus menerus di nodai semenjak Rasulullah saww wafat. Pengorbanan demi Sang KEKASIH yang dilakukan al Husain ibn Ali as, harus di tempuh oleh Wali Allah demi membangunkan jiwa-jiwa yang tertidur lelap. Peristiwa-peristiwa sebelumnya, seperti perampasan otoritas Tuhan yang mengakibatkan syahidnya putri tercinta Rasulullah Fatimah Az-Zahra as, pembodohan umat Muhammad saww dan pemecah belah kaum muslimin yang baru mengenal Islam oleh tyran pencinta dunia , hingga timbullah kelompok yang mangatas namakan Tuhan dan kitab suci Al Quran - Khawarijz yang membunuh Washi Muhammad saww terpilih - Ali bin Abi Thalib as. Pengganti Ali yaitu putranya Hassan bin Ali as pun di khianati setelah melakukan perjanjian damai demi menjaga agama yang baru seumur jagung itu oleh Muawiyah bin Abu Sufyan dan pengikut al Hassan ibn Ali as yang lemah imannya. Tidak ada jalan lain yang harus ditempuh setelah 50 tahun Nabi Mulia Muhammad saww wafat, dengan peristiwa monumental di Karabala demi menyelematkan agama agung yang membawa kebenaran dan kebahagian sejati. Siapapun dia yang tidak dapat melihat 'pembeda' antara HAK & BATIL antara HUSAIN bin ALI as dengan Yazid bin Muawiyah di medan Karbala, sungguh suatu kejanggalan.... putra Nabi Allah Muhammad saww telah di bunuh oleh putra pencinta dunia , penoda agama dan pembunuh keluarga nabi saww??? Masih kah ada yang meragukan KEBENARAN.... hanya jiwa-jiwa yang teselamatkan yang akan dapat melihat ini. Tetapi tidak hanya di situ... ketika Allah telah memberikan hidayat dengan melihat pada kebenaran, ada tugas lain yang harus kita jalani. Berjalan di jalan sang Kekasih- jalan al Husain ibn Ali as dan membenci serta memusuhi pihak-pihak serta nilai-nilai yang di benci oleh Husain bin Ali as. Belumlah lengkap apabila kita hanya mengaku mencintai tanpa berperilaku seperti yang kita cintai dan berlepas diri dari hal-hal yang di benci oleh sang kekasih. Pikiran yang normal pasti akan membenarkannya. Mengaku mencintai dan menjadi pengikut al Husain as tidak lah sekedar rajin mengikuti ritual-ritual semata. Jalan Kekasih memang tidak dapat ditempuh dengan hanya semudah itu, apakah patut pengorbanan Al Husain yang begitu agung dan besar itu hanya di klaim dengan tangisan-tangisan seputar Muharram tanpa pembuktian perilaku yang pernah di jalankan sang Kekasih?? Tentu ini bukan hanya jihad-jihad kecil hanya dengan pergi ke medan perang tetapi berjuang melawan hawa nafsu diri. Apabila kita masih tetap seperti kita di tahun Muharram yang lalu, masih tetap belum dapat membuang sifat-sifat buruk pada diri, masih belum dapat mencontoh secara keseluruhan pribadi-pribadi agung nan mulia yang ada pada peristiwa Karbala, masih senang pada sesuatu yang di benci Al Husain as... Berarti kita belum memulai perjalanan menuju jalan yang ditunjuk oleh Al Husain as, sebaliknya kita hanyalah seperti para pengaku pencinta Al Husain as yang mengundang Al Husain as ke Kufah, lalu meninggalkan nya ketika ada sedikit ancaman atau belum dapat merelakan yang kita cintai, harta & jiwa kita. Perenungan inilah yang di inginkan al Husain bin Ali as pada acara peringatan musibah Karbala, sebagai resolusi diri untuk berbaiat pada Al Husain as. Sungguh inilah yang Al Husain dambakan dari pencintanya, menghidupkan nilai-nilai luhur Islami yang dibawa kakek tercintanya pada keseharian kita ... KULLU YAUMIN ASYURA WA KULLU ARDIN KARBALA. SETIAP HARI ADALAH ASYURA DAN SETIAP BUMI-TEMPAT ADALAH KARBALA.
Perbaharuilah baiat-baiat kita pada putra Nabi Agung saww ini!!! Semoga Allah mengkukuhkan taufikNYA pada hamba-hamba yang hina dan lemah ini agar dapat terus berada di jalan al Husain as. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami yang masih terus menerus mengikuti hawa nafsu hina ini dan belum dapat menegakan nilai-nilai yang di bawa Al Husain as, Ya Allah, jangan hinakan diri ini lagi, sungguh kami malu terhadap Al Husain as , kami yang masih terus menerus menyakiti al Husain dengan perilaku buruk kami...Ya Allah, berikanlah kami kekuatan untuk dapat memperbaiki segala yang buruk dalam diri ini dan gantilah dengan segala kebaikan dariMU...Demi putra kesayangan AZ Zahra as, berikanlah kami syafaat Al Husain as dan leluhur dan saudara al Husain as yang mulia, dan demi cucu Al Husain as yang akan menegakan keadilan di muka bumi ini dan menebus darah al Husain as - Al MAHDI atfs, jadikanlah kami insan yang sesungguhnya sehingga dapat menjadi pengikut-pengikut beliau yang sejati serta mendapatkan kelayakan untuk dapat menolongnya pada saat keghaibannya ini.....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa aajil farajahum...Assalamu allaika ya Aba Abdillah.....Ya Rasulullah , Ya Ali, Ya Fatimah, Ya Hassan , Ya Ali ibn Husain, Ya Muhmmad ibn Ali, Ya Ja'far ibn Muhammad, Ya Musa ibn Ja'far, Ya Ali ibn Musa , Ya Muhammad ibn Ali, Ya Ali ibn Muhammad, Ya Hassan ibn Ali, Ya Muhammad ibn Hassan, sungguh ku ucapkan rasa bela sungkawa yang paling dalam ... ADRIKNA YA MAHDI LABBAIKA YA HUSAIN!

No comments:

Post a Comment