
Bulan Puasa ini, saat yang terbaik untuk bertafakur... berkontemplasi sudah sejauh mana pengetahuan yang kita ketahui kita implementasikan pada keseharian hidup kita.
Mengejar dan mengumpulkan banyak ilmu apabila niatnya hanya untuk memperoleh kepuasan diri dalam memperolehnya, sungguh hal yang tidak bermanfaat.
Karena Tuhan sungguh tidak melihat banyaknya atau hebatnya kita dengan perolehan ilmu kita, yang DIA lihat hanyalah apa yang ada di lubuk hati dan bagaimana dia berusaha untuk mengaplikasikan ilmunya pada dirinya maupun masyarakat sekelilingnya...Tuhan tidak melihat titel seseorang...atau prestige nya dia mendapat gelar... tetapi apakah yang diraihnya itu ada manfaatnya untuk dirinya dan orang lain? Ilmu itu ibarat pisau, apabila di gunakan pada tempatnya dan niatnya baik maka hasilnya pun akan baik...
Segala sesuatu yang diletakan pada tempatnya itulah KEADILAN... Keadilan inilah yang sangat fundamental dalam ajaran ISLAM, karena pada akhirnya KEADILAN inilah yang akan di tegakan oleh SANG RATU ADIL.
Kenapa sampai sedemikian harus ada yang menegakannya , karena kebanyakan dari kita sangat menganggap sepele hal yang satu ini... Adil ini BUKAN dilihat secara KUANTITAS, apabila diberikan harus sama 50:50, tetapi lebih pada kesesuaian yang di butuhkan oleh setiap diri ( yang mana tidak mungkin sama satu dan lainnya ) Contoh: seorang ibu mempunyai dua orang anak yang satu berumur 7 tahun yang lainnya 3 tahun. Seorang ibu yang adil tentu tidak mungkin memberikan sama jumlah atau jenis makanan yang diberikan pada keduanya, akan tidak adil bila si ibu memberikan porsi makanan anaknya yang 3 tahun sama dengan anaknya yang 7 tahun. Diberikan sesuai dengan kebutuhan masing2 diri itulah adil. Kitapun tidak adil pada diri kita apabila kita bertindak mengikuti keinginan orang lain atau masyarakat ( ingin di sebut 'trendy' ), sedangkan diri kita tidak layak dan patut seperti mereka...
Jadi jelas konsep harus ikut2an trend itu sungguh tidak sesuai dengan konsep keadilan dirinya.....Kebanyakan dari kita memaksakan diri kita untuk dapat berbuat, bertindak seperti pada masyarakat pada umumnya... dalam konsep Islam hanya ISLAM yang harus diikuti bukan yang lain.... semuanya dalam keseharian kita, dari bangun tidur , mandi, berpakaian, bergaul , belajar dan bermasyarakat harus sesuai dengan ajaran Islam.
Sekali lagi bulan puasa ini, saat yang tepat untuk bertafakur... sudah sejauh mana penerapan ilmu kita pada yang seharusnya kita harus laksanakan... Hanya mengikuti apa yang diperintahkanNYA, di ajarkan oleh RasulNYA dan WaliNYA... terdengar mudah , tetapi pikirkan lebih dalam lagi...tafakuri apakah kita sudah benar2 mentaatiNYA?
Seperti jawaban Ayatulah Bahjat ra pada murid2nya yang selalu bertanya bagaimana agar dapat amalan kita diterimaNYA dsb...beliau ra hanya menjawab, kalian telah mengetahui jawaban2nya, karena jawaban saya tidak ada yang baru dan menakjubkan... hanya praktekanlah apa yang kalian sudah ketahui...sudah sekian lama anda banyak ketahui tentang tafsir2 Al Quran, Hadis Nabi saww dan Aimah as, sekarang sudah sejauh mana anda mempraktekannya.... Lalu beliau ra pun menyatakan, itu karenanya mengapa AL HUJJAH SHAHIB AL ZAMAN atfs belum kembali muncul??...
Sungguh kita lah yang memperlambat kedatangan Beliau atfs dengan tidak pernah mempraktekan apa yang di katakanNYA, RasulNYA dan para Aimah as... So, bila kita sangat menginginkan kemunculan Al Mahdi atfs, berbuatlah sesuai dengan keinginganNYA ( Imam Mahdi atfs ).
Bayangkan, apabila kita yang awaw ini masih suka kesal dan greget dengan para pembangkang sunah Rasul saww, begitulah Imam Zaman atfs pada kita yang selalu membangkang ( walaupun Imam atfs jauh dari seperti kita )dan sibuk dengan ijtihadnya sendiri-sendiri....
Bagaiman kita dapat dibilang siap untuk menunggu Sang Ratu Adil, tetapi pada saat yang sama diri-diri kita masih jauh dari keadilan itu sendiri.... Wallahualam bishawab...YA MAHDI adrikna.....Bulan ampunan ini, nan suci dan mulia Ramadhan...semoga permohonan taubat dan ampunan diri ini menghantarkan kita pada perbaikan diri yang di inginkanNYA....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....Adrikna ya MAHDI









