Duka cita mendalam kami sampaikan pada Hujjah Allah terakhir atas kejadian yang ditimpakan pada Nabi penutup kekasih Allah Muhammad ibn Abdillah saww.
Kejadian demi kejadian yang kita alami akhir-akhir ini , sangatlah menyayat hati. Bagaimana tidak, di hampir seluruh belahan dunia ini kita menyaksikan berbagai pelanggaran demi pelangaran kemanusiaan yang telah direncanakan dan diatur sedemikian rupa atas nama demokrasi, kemanusiaan, dan agama. Yang ujung2nya adalah menyerang kaum Muslimin dan agama Islam pada khususnya.
Jelas sudah wajah-wajah mereka yang sesungguhnya, wajah binatang buas yang berbadan manusia, tersenyum manis seolah mereka datang untuk membantu, menolong bangsa2 yang tertindas menggunakan badan2 International yang berbendera demokrasi, kemanusiaan dan agama.
Hak-hak setiap bangsa kian hari kian teraniaya. Hak sebagai manusia pun di rampas, tanah2 air mereka di rampok sehingga mereka terusir, aset-aset bangsa2 yang dikalahkan secara langsung dan tidak langsung dirampas, jati diri bangsa2 terjajah itupun di gantikan dengan model yang mereka ciptakan. Agama dan budaya2 mereka pun di nistakan dengan gaya hidup liar dan tak berperikemanusiaan.
Nabi kami tercinta dan keluarganya pun di hinakan mereka.....Ya ALLAH, kami mengadu padaMU, betapa sakitnya hati ini, sungguh hal ini telah mendidihkan darah kami yang begitu sangat mencintai Nabi kami Muhammad saww , yang setiap hari kami kirimkan salawat padanya ,yang setiap harinya kami ingat dan agungkan , yang setiap harinya kami mencoba mencontoh perilakunya, yang setiap harinya diri kami , kami medoakan agar dapat mendapatkan ridhaNYA...
Tahukah , wahai musuh2 Allah, keberadaan bumi ini beserta seluruh isinya ada itu berkat keberadaan Muhammad saww Sang kekasih Allah Sang Pencipta Alam Semesta ini, kalian pun dapat menghirup udara ini berkat kasih sayangNYA atas permintaan Muhammad saw Sang Nabi Allah . Cinta kami pada Nabi kami Muhammad saw lebih dari cinta pada diri kami sendiri dan keluarga kami.
Kesombongan dan kedunguan kalian wahai musuh2 Allah yang membuat mata hati kalian buta sehingga tidak dapat merasakan lagi indahnya kebaikan. Apakah kalian rela ibu2 kalian atau siapapun yang kalian cintai dari keluarga kalian yang kalian cintai di cela dan di hinakan? JAWABLAH pertanyaan ini!!!! Untuk kami Nabi Muhammad saww jauh lebih berharga dari pada apapun yang ada di dunia ini dan seisinya , kecintaan pada beliau saww lebih dari pada kecintaan pada diri kami sendiri dan keluarga kami. Nyawa kami yang paling berharga di dunia ini pun tak ada apa2nya dibandingkan dengan kecintaan kami pada beliau saww.
TeTAPI, kami tidak akan bertindak kriminal seperti yang kalian lakukan pada kami. Karena ajaran agama kami yang telah di ajarkan oleh Nabi tercinta kami Muhammad saww untukselalu bertindak dengan kasih sayang, berdialog dengan indah dan elok , sambil menyamakan persepsi , tidak dengan menghina apalagi dengan menyerang. Karena itu jauh dari ajaran yang diajarkan beliau saww. Islam mengajarkan kami untuk menjadi MANUSIA bukan binatang buas seperti yang kalian lakukan pada banyak kaum muslimin di dunia ini. TETAPI KAMI MENUNTUT KEADILAN.....YA KEADILAN....SIAPAPUN YANG MENYAKITI RASULULLAH SAWW BERARTI MENYAKITI ALLAH ....SEBELUM DI ADILI DI ALAM SANA , MEREKA HARUS DIADILI DI MUKA BUMI INI!!!! YA ALLAH....HANCURKAN MEREKA PARA MUSUH2 MU YA RABB AL MUHAMMAD....
Oleh karena itu, KAMI MENOLAK DAN TIDAK MENERIMA NABI KAMI DI HINAKAN!!!!
KAMI PERINGATKAN PADA KALIAN WAHAI SETAN2 BESAR!!! BERTINDAKLAH SESUAI DENGAN APA YANG KALIAN INGIN ORANG LAIN BERTINDAK PADA KALIAN!!!
MENGAKU BANGSA YANG BERADAB, TUNJUKANLAH ...APAKAH MENGHINA MANUSIA TERMULIA DI MUKA BUMI INI , ADALAH TINDAKAN BANGSA YANG BERADAB???
LAKNAT ALLAH PADA PARA DZALIMIN DARI AWAL HINGGA AKHIR ZAMAN...
ALLAHUMMA SHALI ALA MUHAMMAD WA ALI MUHAMMAD WA AJIL FARAJAHUM
ADRIKNA YA MAHDI
KONFLIK SURIAH BUKAN PERTARUNGAN SUNNI-SYIAH Sebuah Momen Simpul Menuju Tatanan Dunia Baru?
Agaknya kita mesti kritis dan berhati-hati menyikapi konflik Suriah yang telah menjadi sebuah isu global yang panas dalam 17 bulan terakhir. Hendaknya kita jangan sampai turut bermain dalam gendang yang dimainkan oleh musuh-musuh peradaban Islam dan kemanusiaan, yang sejak awal mengarahkannya ke konflik sektarianisme antara Sunni dan Syiah atau bahkan Islam versus Kristen. Inilah yang dikehendaki Zionis dan AS/Barat, yakni mengadu domba umat Islam atau sesama umat beragama.
Apa yang terjadi di Suriah secara genealogis sama sekali tidak ada hubungannya dengan isu Sunni-Syiah. Fakta yang sangat nyata adalah pendukung Assad berasal dari kaum Sunni (komponen terbesar), Alawiyyin, Syiah, Kristen Ortodoks, dan minoritas lainnya. Sementara penentang Assad awalnya juga beragam meski kemudian ketika mereka bersenjata didominasi oleh jaringan jihadis global kaum ekstrimis Salafi-Wahabi. Setelah 17 bulan berlalu, Barat dan antek-antek regionalnya (Arab Saudi, Qatar, Turki) gigit jari, gemas, dan akhirnya putus asa karena ekspektasi mereka gagal total.
Pertama, mereka berharap terjadi defeksi/pembelotan besar-besaran tentara Suriah yang 80% adalah penganut Sunni. Kedua, mereka meramal, sebagaimana dugaan pemberontak, Aleppo bisa menjadi "Bengazi" nya Suriah, yi, menjadi pusat gerakan pemberontakan mengingat 90% penduduknya adalah Sunni atau kabilah-kabilah Arab yang Sunni. Ternyata, di luar ekspetasi mereka, banyak penduduk Aleppo yang menentang pemberontak, tidak hanya secara politis tapi juga secara militer. Alhasil, kedua ekspektasi ini tak kunjung datang dan sirna. Hal itulah diantaranya yang membuat Presiden Perancis Hollande sampai kehilangan akal sehat dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang seakan masih memperlakukan Suriah sebagai koloninya.
Pertama, mereka berharap terjadi defeksi/pembelotan besar-besaran tentara Suriah yang 80% adalah penganut Sunni. Kedua, mereka meramal, sebagaimana dugaan pemberontak, Aleppo bisa menjadi "Bengazi" nya Suriah, yi, menjadi pusat gerakan pemberontakan mengingat 90% penduduknya adalah Sunni atau kabilah-kabilah Arab yang Sunni. Ternyata, di luar ekspetasi mereka, banyak penduduk Aleppo yang menentang pemberontak, tidak hanya secara politis tapi juga secara militer. Alhasil, kedua ekspektasi ini tak kunjung datang dan sirna. Hal itulah diantaranya yang membuat Presiden Perancis Hollande sampai kehilangan akal sehat dengan mengeluarkan kata-kata kasar yang seakan masih memperlakukan Suriah sebagai koloninya.
Jadi, bukti di lapangan tidak menunjukkan secara substansial adanya peran Sunni-Syiah dalam menggelorakan kerusuhan di Suriah. Saya katakan 'secara substansial' karena secara aksidental, kaum pemberontak Salafi dan majikan mereka (Arab Saudi, Qaar, Turki, AS/Inggris/Perancis) yang menggaji dan mempersenjatai mereka berusaha menggunakan isu Sunni-Syiah untuk memprovokasi kaum Sunni Suriah, dan juga sekaligus digunakan oleh jaringan global Wahabi untuk merusak persaudaraan Islam seperti yang terjadi di tanah air kita (catatan: saya kerap menemukan orang-orang yang memaki Syiah dengan alasan apa yang mereka imajinasikan sebagai 'pembantaian Sunni oleh Syiah' di Suriah).
Jadi, provokasi Wahabi ini telah berdampak buruk di negeri kita; sementara rakyat Suriah sendiri, yang mengalami langsung konflik yang terjadi, hampir tak terpengaruh oleh agitasi Wahabi ini. Kita berharap mudah-mudahan rakyat Suriah -apapun mazhab dan agamanya- tetap tak terpengaruh oleh hasutan ini dan berdoa semoga mereka segera keluar dari penderitaan yang berkepanjangan ini.
Jadi, provokasi Wahabi ini telah berdampak buruk di negeri kita; sementara rakyat Suriah sendiri, yang mengalami langsung konflik yang terjadi, hampir tak terpengaruh oleh agitasi Wahabi ini. Kita berharap mudah-mudahan rakyat Suriah -apapun mazhab dan agamanya- tetap tak terpengaruh oleh hasutan ini dan berdoa semoga mereka segera keluar dari penderitaan yang berkepanjangan ini.
Lalu, apa yang sesungguhnya terjadi di Suriah? Jenis konflik apa yang berlangsung di negeri klasik, yang merupakan tempat pertemuan sejumlah peradaban dan agama-agama dunia ini?
Memang sulit mengidentifikasi dan membuat kategorisasi mengenai kerusuhan di Suriah. Ia jelas bukan konflik Sunni-Syiah. Ia juga bukan konflik pro-demokrasi dan pro-kerajaan (seperti di Bahrain) mengingat pendukung pemberontak Suriah adalah justru monarki-monarki absolut, yang sama sekali tidak punya legitimasi untuk berbicara tentang demokrasi. Sejumlah pemimpin Iran membaca kerusuhan Suriah ini sebagai skenario yang diciptakan oleh AS/Barat untuk menyelamatkan eksistensi Zionis Israel yang kini dicekam ketakutan menyusul lahirnya Islamic Awakening (istilah Iran) atau Arab Spring (istilah Barat).
Mungkin kita bisa juga membuat kategorisasi lain; semisal bahwa konflik Suriah adalah pertarungan nasionalisme-sosialisme Arab (Suriah kini menjadi satu-satunya negara Arab yang berdaulat, tidak tunduk kepada Barat) melawan sekutu kapitalisme global. Rusia (pewaris komunisme Uni Soviet) dan China (komunisme-nasionalis) hingga detik ini masih sangat kuat mendukung pemerintah Suriah. Atau dimungkinkan juga untuk mengidentifikasi bahwa konflik Suriah merupakan sebuah titik balik kurva perubahan dari tatanan dunia lama (paradigma mekanistik) ke tatanan dunia baru (paradigma holistik) yang ditandai oleh kesalinghubungan yang organis di antara titik-titik kejadian di planet ini.
Mungkin kita bisa juga membuat kategorisasi lain; semisal bahwa konflik Suriah adalah pertarungan nasionalisme-sosialisme Arab (Suriah kini menjadi satu-satunya negara Arab yang berdaulat, tidak tunduk kepada Barat) melawan sekutu kapitalisme global. Rusia (pewaris komunisme Uni Soviet) dan China (komunisme-nasionalis) hingga detik ini masih sangat kuat mendukung pemerintah Suriah. Atau dimungkinkan juga untuk mengidentifikasi bahwa konflik Suriah merupakan sebuah titik balik kurva perubahan dari tatanan dunia lama (paradigma mekanistik) ke tatanan dunia baru (paradigma holistik) yang ditandai oleh kesalinghubungan yang organis di antara titik-titik kejadian di planet ini.
Apapun identifikasi dan kategorisasi yang dibuat, yang harus ditegaskan adalah bahwa "konflik di Suriah" (bedakan dengan "konflik Suriah") tidak terkait dengan pertarungan Sunni-Syiah. Ini yang paling penting kita garisbawahi. "Konflik di Suriah" artinya sebuah peristiwa konflik yang melibatkan kepentingan semua kelompok di dunia dengan menggunakan tanah Suriah.
Tentu saja, istilah Sunni-Syiah yang saya pakai di sini mengacu kepada pengertian sebagai identitas kelompok, sebagai kata benda, sebagaimana umumnya dipahami. Akan berbeda halnya bila istilah Sunni-Syiah dimaknai sebagai kata kerja/sifat. Shah Iran Pahlevi dan para pengikutnya yang kini tinggal di AS tercatat sebagai penganut Syiah dalam pengertian identitas dan kata benda, akan tetapi mereka penentang keras gagasan keadilan dan peradaban Islam. Sebaliknya, tak sedikit kaum Sunni atau bahkan umat beragama lain, yang menyuarakan keadilan dan perlawanan terhadap arogansi dan dominasi kapital.
Nah, sekalipun identitas Bashar Assad tidak diketahui persis apakah Sunni atau Syiah (dan menurut saya, ini tidak relevan), kita bisa membacanya dalam kategorisasi kata kerja melalui pertanyaan berikut: Apa yang telah dia lakukan selama ini dalam perlawanan bersama rakyat Palestina dan Lebanon terhadap kepongahan dan penindasan Zionis/Barat?
La hawla wa la quwwata illa billah
Wassalam
Husain Heriyanto
Introducing SAYYID HASSAN NASRULLAH - The Leader of the Lebanese Resistance
The leader of the Muqawama is little known , he is known for scaring the Israelis and looking after his people and defending the country and securing the safety of the borders .The Israelis know very well that they cannot mess with him .He is the only Arab who succeeded into driving them out of the country and introduce
d them to their own weakness and cowardice and this the Israelis cannot forget nor forgive, the whole world saw them defeated and withdrawing shamefully while the Resistance was celebrating the victory.
The man who hardly sleeps and seldom eats and spends his nights over a thin cover on the floor , does not interrupt his prayers except to cater to political matters and resumes his prayers after that , has been wearing the same pair of shoes for many years, has never enjoyed any present sent to him by the friends of the Resistance but hurries to distribute all to the ones who deserve them most . On one rare occasion , responding to an official invitation to a banquet to honor the Lebanese orphans , Sayyed Hassan greeted the politicians from far and then approached the orphans to greet them personally one by one and left the official table where wealthy contributors where sitting to join the orphans in their meal.
This is Sayyed Hassan Nasrullah , this is the terrorist the International Infamous Court is tracking , this is the liberator of the country , the great sacrificer whose eldest son died on the battlefield ground , this is the man of great austerity , the lover of his country , the dedicated leader of his people , of all people ; God bless him and preserve him and support him with all his might ; all the International Infamous Courts on earth will not affect our strong willed leader who said many a times that even if he were offered the sun in one hand and the moon in the other, he will never forsake the act of Resistance , NEVER. This is no fairy tale and no fantasy , this is truth and this is reality , we have seen this with our own eyes and we have heard it with our own ears and we have felt it in our whole heart
The man who hardly sleeps and seldom eats and spends his nights over a thin cover on the floor , does not interrupt his prayers except to cater to political matters and resumes his prayers after that , has been wearing the same pair of shoes for many years, has never enjoyed any present sent to him by the friends of the Resistance but hurries to distribute all to the ones who deserve them most . On one rare occasion , responding to an official invitation to a banquet to honor the Lebanese orphans , Sayyed Hassan greeted the politicians from far and then approached the orphans to greet them personally one by one and left the official table where wealthy contributors where sitting to join the orphans in their meal.
This is Sayyed Hassan Nasrullah , this is the terrorist the International Infamous Court is tracking , this is the liberator of the country , the great sacrificer whose eldest son died on the battlefield ground , this is the man of great austerity , the lover of his country , the dedicated leader of his people , of all people ; God bless him and preserve him and support him with all his might ; all the International Infamous Courts on earth will not affect our strong willed leader who said many a times that even if he were offered the sun in one hand and the moon in the other, he will never forsake the act of Resistance , NEVER. This is no fairy tale and no fantasy , this is truth and this is reality , we have seen this with our own eyes and we have heard it with our own ears and we have felt it in our whole heart
by Daniel Mabsout
SIARAN PERS AHLULBAIT INDONESIA - Kasus SAMPANG
“ Nak, jangau kau menaruh dendam pada pembunuh bapak. Sayangi mereka karena hidup dalam kegelapan dan kebodohan.” (Wasiat Muhammad Hasyim bin Masyhuri, 50, warga Syiah di Nangkrenang, Sampang, di detik-detik terakhir hayatnya kepada putranya Muhaimin Hamama. Muhammad Hasyim, kerap disapa Hamama, meninggal dengan usus terburai dan luka sayatan di punggung. Dia jadi korban keberingasan setelah berupaya menyelamatkan keluarganya dari amukan massa. Dia mati dengan meninggalkan seorang istri dan enam orang anak. Muhaimin, putra tertuanya, saat ini masih berusia 15 tahun.)
JAKARTA, 31 AGUSTUS – Untuk pertama kalinya dalam sejarah Republik Indonesia, organisasi induk warga Syiah mengajukan sikap sekaligus tuntutan resmi ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Tragedi Berdarah Sampang, sebuah isyarat besarnya harapan mereka pada komitmen dan kesungguhan pemerintah untuk menegakkan keadilan yang sobek oleh kegelapan atas nama agama.
Meletus pada 26 Agustus, Tragedi Berdarah Sampang ditandai dengan penyerbuan terencana atas kediaman sekitar 600 orang warga Syiah yang menetap di tiga dusun di Kecamatan Omben, Sampang, Madura. Berbagai kesaksian menggabarkan kawanan penyerbu maju dengan clurit, parang dan bom molotov. Tak ada yang bisa membendung. Polisi Sampang, meski telah mendengar rencana penyerangan itu, kalah dalam jumlah. Cerita selebihnya adalah fakta getir: dalam hitungan jam, keberingasan kawanan itu menewaskan satu orang, melukai belasan orang lainnya. Beberapa di antara korban luka masih terbaring kritis di rumah sakit hingga kini. Laporan dari lapangan juga menyebutkan kalau kawanan penyerang membakar puluhan rumah warga Syiah lepas menjarah habis isinya – termasuk ternak sapi yang menjadi andalan kehidupan warga yang umumnya petani. Sementara itu, hingga hari ini, Brimob dan TNI masih bekerja keras mengevakuasi ratusan warga yang terpaksa bersembunyi di hutan-hutan seputaran desa dengan bekal seadanya karena ketakutan.
Syiah, kata Ketua Umum Ahlul Bait Indonesia, Hasan Alaydrus, sudah lama menjadi bagian dalam kehidupan sederhana dan bersahaja orang-orang di Sampang. “Masalah memang ada saja, tapi tak pernah berakhir hingga kekerasan apalagi pembunuhan,” katanya. Eskalasi kebencian dan penyerangan, kata Hasan Alaydrus lagi, mulai menggejala lepas munculnya fatwa sesat Syiah oleh MUI Jatim pada 2007 dan fatwa serupa datang dari PWCU Sampang tak lama setelahnya. “Ini diperparah oleh segelintir muballigh yang menyalakan api kebencian atas Syiah, termasuk menyebut kalau orang Syiah halal darahnya, wajib „dikarungi‟,” kata Hasan menyesalkan hukum tak pernah ditegakkan pada para penyebar kebencian itu.
DEWAN PENGURUS PUSAT
Lebih jauh, Hasan Alaydrus berpendapat fatwa sesat Syiah dan laku memalukan sebagian penceramah di Jawa Timur itu janggal dari sisi manapun. Dia bilang MUI Pusat dan Kementrian Agama tak pernah mengeluarkan fatwa sesat atas Syiah. “Di negara-negara lain, Syiah tak pernah difatwakan sesat. Bahkan di Arab Saudi tak pernah muncul fakta serupa.”
Di Sampang pada Desember 2011, fatwa sesat dan provokasi anti Syiah menemukan bentuk awalnya: teror dan pembakaran mesjid, pesantren dan rumah warga Syiah pada 26 Desember 2011. Jika ini saja sudah memilukukan, lebih gelap fakta bahwa lepas kejadian itu, justru korban teror dan kekerasan, dalam hal ini Ustadz Tajul Muluk, pimpinan warga Syiah di Sampang, yang dimejahijaukan oleh polisi di Sampang. Pengadilan di Madura belakangan menjatuhkan hukuman dua tahun penjara untuk Tajul. Hakim berkesimpulan Tajul mendakwahkan Al Qur’an palsu, sebuah putusan sesat mengingat hingga persidangan berakhir tak pernah ada bukti Tajul memiliki Al Quran palsu seperti yang dituduhkan.
Sementara itu, Ketua Dewan Syura ABI, Umar Shahab, mengungkap harapan agar semua pihak bahu-membahu menutup lembar perselisihan mazhab Islam. Umar mengatakan, dalam KTT OKI terakhir di Arab Saudi, Raja Abdullah, menawarkan kesediaan dan meminta semua negara Islam memfasilitas dialog antar mazhab, di mana Syiah menjadi bagian di dalamnya. “Sungguh tragis di saat negara-negara lain berjuang menutup jurang perbedaan, Sampang justru berdarah-darah,” katanya.
Terkait semua itu, Sekretaris Jenderal Ahlul Bait Indonesia, Ahmad Hidayat, menyebut organisasi, dalam satu-dua hari kedepan, bakal bersurat ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Surat memuat sikap dan tuntutan organisasi dan kami berharap pemerintah menaruh perhatian serius pada tragedi berdarah ini dan mengupayakan penegakan keadilan sesegera mungkin agar tak ada lagi tragedi serupa di masa datang,” katanya menyebut surat yang sama juga ditujukan ke Kementrian Agama, Kementrian Sosial, MUI, Kepolisian Republik Indonesia dan Badan Intelijen Negara.
DEWAN PENGURUS PUSAT
SIKAP AHLULBAIT INDONESIA (ABI)
1. Meminta pemerintah mengupayakan dengan segera dialog dan pencabutan fatwa sesat Syiah yang terbukti menjadi pemicu lahirnya kebencian dan keberingasan ekstrim yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.
2. Meminta pemerintah bekerja keras memulihkan hak-hak korban, termasuk membangun kembali rumah-rumah mereka yang hancur, mengganti harta benda yang dijarah, serta memberikan jaminan perlindungan dan keamanan sehingga warga Syiah di Sampang bisa kembali hidup normal di kampung sendiri.
3. Meminta pemerintah mengesampingkan gagasan relokasi warga karena hal itu sama saja memberi kemenangan dobel bagi para provokator Tragedi Berdarah Sampang.
4. Meminta pemerintah melibatkan warga Syiah di Sampang dalam setiap musyawarah terkait hak-hak mereka, yang dalam hal ini diwakili oleh ABI.
5. Meminta pemerintah menghentikan semua bentuk kriminalisasi atas warga Syiah, termasuk atas terpindana dua tahun penjara Tajul Muluk.
6. Meminta pemerintah menindak dan mengadili kawanan penyerang di Sampang serta otak di balik tragedi berdarah itu.
Jakarta, 31 Agustus 2012 M
13 Syawal 1433 H
DEWAN PENGURUS PUSAT
AHLULBAIT INDONESIA
HASSAN ALAYDRUS AHMAD HIDAYAT
KETUA UMUM SEKRETARIS JENDERAL
DEWAN PENGURUS PUSAT
PIDATO Lengkap Sayid Ali Khamanei- Pemimpin Tertinggi Republik Islam IRAN di KTT GNB ke 16 - Tehran
Pidato Lengkap Rahbar di KTT GNB Ke-16 Tehran
بسماللّهالرّØÙ…نالرّØÛŒÙ…
الØÙ…د للّÙ‡ ربّ العالمین Ùˆ الصّلاة Ùˆ السّلام على الرّسول الأعظم الأمین Ùˆ على اله الطّاهرین Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ المنتجبین Ùˆ على جمیع الأنبیاء Ùˆ المرسلین.
Saya mengucapkan selamat datang kepada Anda para tamu yang mulia, para pemimpin dan delegasi negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) dan para peserta lainnya di konferensi besar internasional ini.
Kita berkumpul di sini dengan hidayah dan pertolongan Allah Swt, memberikan kembali kehidupan baru kepada gerakan yang dibentuk enam dekade lalu berkat keawasan dan penguasaan atas kondisi serta keberanian sejumlah pemimpin politik yang peduli dan bertanggung jawab, sesuai dengan tuntutan masa dan situasi dunia saat ini.
Para tamu kami dari berbagai wilayah geografi jauh dan dekat berkumpul di sini dan milik berbagai bangs adan etnis serta memiliki keyakinan, budaya, sejarah, dan warisan yang beragam, akan tetapi seperti yang ditekankan oleh Ahmad Soekarno, salah satu pendiri gerakan ini di Konferensi—yang terkenal—Bandung pada 1955, bahwa prinsip pembentukan GNB, bukan kesatuan geografis, etnis atau agama, melainkan persatuan itu sendiri. Di hari itu, negara-negara anggota GNB sangat membutuhkan sebuah ikatan yang mampu melindungi mereka dari dominasi jaringan kekuatan adidaya dan hegemonis; sekarang dengan perkembangan dan kemajuan sarana hegemoni, tuntutan tersebut tetap ada.
Saya ingin mengungkapkan fakta lain:
Islam mengajarkan bahwa manusia dengan keragaman etnis, bahasa dan budaya, memiliki fitrah yang setara yang menyeru mereka pada kesucian, keadilan, kebajikan, solidaritas dan kerjasama, dan watak kebersamaan ini yang jika dapat selamat melintasi keinginan menyimpang, maka ia dapat membimbing manusia kepada tauhid, makrifat zat Allah Swt.
Ini adalah hakikat terang yang sedemikian memiliki kapasitas yang mampu membentuk pilar dan pondasi masyarakat yang bebas, mulia, maju dan adil, serta meresapkan pancaran spiritualitas ke seluruh aktivitas materi dan duniawi manusia, dan dapat mewujudkan sorga dunia sebelum sorga yang dijanjikan Allah Swt. Dan dalam fakta kolektif dan menyeluruh yang dapat membentuk ikatan kerjasama persaudaraan bangsa-bangsa yang dari sisi lahiriyah, jejak historis dan geografis tidak memiliki kemiripan satu sama lain.
Setiap kali kerjasama internasional berdasarkan pada ikatan seperti ini, maka hubungan antarnegara bukan berdasarkan kekhawatiran, ancaman atau ketamakan, dan kepentingan sepihak atau mediasi oknum-oknum pengkhianat, melainkan berasaskan pada prinsip kepentingan kolektif yang benar, dan lebih tinggi dari itu, kepentingan kemanusiaan, yang dapat melegakan jiwa mereka yang sadar dan opini rakyat mereka.
Sistem ideal ini berada di titik yang berlawanan dengan sistem imperialisme yang dalam beberapa abad terakhir kekuatan kolonial Barat dan sekarang negara-negara arogan dan agresor Amerika Serikat, sebagai pengklaim, penyebar luas, dan pionir dalam hal ini.
Para tamu yang mulia!
Sekarang tujuan utama Gerakan Non-Blok setelah enam dekade berlalu dan tetap hidup dan tegak berdiri; adalah tujuan-tujuan seperti anti-penjajahan, independensi politik, ekonomi dan budaya, tidak berkomitmen pada kutub-kutub kekuatan, serta peningkatan solidaritas dan kerjasama antarnegara anggota. Fakta-fakta dunia saat ini sangat jauh dari tujuan-tujuan tersebut, akan tetapi tekad bersama dan upaya menyeluruh untuk melalui fakta-fakta tersebut dan dalam mencapai tujuan, meski penuh kendala, akan tetapi sangat memberikan harapan dan hasil.
Di masa lalu yang tidak begitu jauh, kita menyaksikan kegagalan politik era Perang Dingin dan unilateralisme setelahnya. Dengan menimba pelajaran dari pengalaman bersejarah itu, kita sedang bergerak menuju sistem global baru dan Gerakan Non-Blok dapat dan harus menunjukkan peran barunya. Sistem (baru) tersebut harus berdasarkan partisipasi komprehensif serta kesetaraan hak bangsa-bangsa. Solidaritas dan kerjasama kita negara-negara anggota GNB ini, merupakan tuntutan utama dalam membentuk sistem itu.
Untungnya, prospek transformasi dunia, mengindikasikan sebuah sistem multi-dimensional yang di dalamnya, kutub-kutub kekuatan kuno menyerahkan posisinya kepada sekelompok negara, kebudayaan dan peradaban yang beragam dan memiliki berbagai tuntutan ekonomi, sosial dan politik. Berbagai peristiwa besar yang kita saksikan dalam tiga dekade terakhir, semuanya menunjukkan munculnya kekuatan-kekuatan baru yang dibarengi dengan pelemahan kekuatan-kekuatan (adidaya) kuno. Peralihan kekuasaan secara gradual ini, memberikan kesempatan kepada negara-negara Gerakan Non-Blok untuk memainkan pengaruh penting dan proporsional di kancah global dan mempersiapkan sebuah manajemen yang adil dan menyeluruh di tingkat dunia. Kita negara-negara anggota GNB, dalam periode lama dan dengan keragaman pandangan serta kecenderungan, mampu melestarikan solidaritas dan hubungan kita demi tujuan kolektif dan keberhasilan ini bukan masalah sederhana dan sepele. Ikatan ini dapat menjadi bekal menuju sebuah sistem yang adil dan berprikemanusiaan.
Kondisi dunia saat ini, mungkin menjadi kesempatan yang tidak akan terulang lagi untuk GNB. Pernyataan kami bahwa ruang kontrol dunia tidak boleh ditangani dengan diktatorisme segelintir negara Barat. Partisipasi demokratis global di sektor manajemen internasional harus dapat diwujudkan dan dijamin. Inilah tuntutan semua negara yang secara langsung maupun tidak langsung telah atau sedang menderita kerugian akibat interferensi sejumlah negara arogan.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki struktur dan kinerja yang tidak logis dan adil serta benar-benar tidak demokratis; Ini adalah diktatorismenyata dan sebuah kondisi kuno, ditolak, dan kadaluarsa. Dengan penyalahgunaan metode keliru ini, Amerika Serikat dan sekutunya dapat memaksakan kesewenag-wenangannya kepada dunia di balik kedok nilai-nilai tinggi. Mereka mengatakan bahwa hak asasi manusia yang menginginkan kepentingan Barat, mereka mengatakan demokrasi, dan menggulirkan intervensi militer ke berbagai negara dengan alasan tersebut, mereka mengungkapkan pemberantasan terorisme, serta menyerang warga tak berdaya di desa dan kota-kota dengan bom-bom dan senjata mereka. Di mata mereka, kemanusiaan dibagi menjadi dua kategori, kelas pertama dan kelas kedua atau ketiga. Nyawa manusia di Asia, Afrika dan Amerika Latin sangat murah dan adapun nyawa di Amerika Serikat dan Eropa sangat murah. Keamanan Amerika Serikat dan Eropa sangat penting, adapun keamanan umat manusia lainnya tidak penting. Penyiksaan dan teror jika dilakukan oleh Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan antek-antek mereka legal dan sepenuhnya dapat dimaklumi. Penjara-penjara rahasia mereka di berbagai penjuru dunia menjadi saksi perlakuan buruk dan tidak manusiawi para sipir penjara terhadap para tahana yang tidak memiliki pengacara dan dipenjara tanpa melalui proses hukum. Baik dan buruk sepenuhnya relatif dan didefinisikan secara sepihk. Kepentingan-kepentingan mereka dipaksakan kepada bangsa-bangsa dunia dengan mengatas namakan ketentuan internasional. Dengan menggunakan jaringan medianya, mereka memperkuat pernyataan mereka dengan memperkenalkan sebagai "masyarakat internasional, serta mengubah kebohongan menjadi kejujuran, kebatilan menjadi kebenaran, kezaliman menjadi upaya penegakan keadilan, dan dalam menyikapi setiap pernyataan benar yang mengungkap penipuannya, mereka melabelnya sebagai kebohongan serta menilai setiap tuntutan sah sebagai kenakalan."
Rekan-rekan!
Kondisi yang cacat dan penuh cela ini tidak boleh berlanjut. Semua pihak telah lelah menghadapi struktur internasional yang keliru ini. Gerakan 999 persen warga di Amerika Serikat dalam melawan sentra-sentra kekayaan dan kekuasaan di negara itu, serta protes warga negara-negara Eropa Barat terhadap politik ekonomi pemerintahan mereka juga menunjukkan habisnya kesabaran rakyat menghadapi kondisi ini. Kondisi yang tidak logis ini harus disembuhkan.
Hubungan kokoh, logis, dan komprehensif negara-negara anggota GNB dapat memberikan pengaruh besar dan esensial dalam menemukan penawar tersebut.
Para hadirin yang mulia!
Perdamaian dan keamanan internasional adalah salah satu isu vital dunia saat ini dan pemusnahan senjata bencana pemusnah massal merupakan tuntutan mendesak dan seruan universal. Di dunia sekarang ini, keamanan merupakan tuntutan bersama di mana tidak ada ruang untuk diskriminasi. Mereka yang menimbun senjata anti-kemanusiaan di gudang senjata tidak berhak untuk menyatakan diri sebagai penegak keamanan global. Tidak diragukan lagi, itu tidak akan mewujudkan keamanan bagi diri mereka sendiri. Sangat disayangkan sekali negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar tidak punya niat serius dan tulus untuk memusnahkan senjata mematikan itu dari doktrin militer mereka dan mereka masih menganggap senjata tersebut sebagai instrumen yang menghalau ancaman dan sebagai standar penting dalam mendefinisikan politik dan posisi internasional mereka. Perspektif seperti ini harus ditolak dan dikutuk.
Senjata nuklir tidak menjamin keamanan, juga tidak mengkonsolidasikan kekuatan politik, melainkan ancaman bagi keamanan dan kekuatan politik. Peristiwa yang terjadi pada 1990-an menunjukkan bahwa kepemilikan senjata tersebut bahkan tidak mampu menjaga keruntuhan sebuah rezim seperti Uni Soviet. Dan sekarang kita menyaksikan sejumlah negara tertentu menghadapi gelombang ketidakamanan mematikan meski memiliki bom atom.
Republik Islam Iran menilai penggunaan senjata nuklir, kimia dan sejenisnya sebagai dosa besar dan tidak terampuni. Kami mengusulkan gagasan "Timur Tengah bebas dari senjata nuklir" dan kami berkomitmen dalam hal ini. Bukan berarti kami menepikan hak kami untuk mendayagunakan tenaga nuklir sipil dan produksi bahan bakar nuklir. Berdasarkan hukum internasional, penggunaan damai energi nuklir adalah hak setiap negara. Semua harus dapat menggunakan sumber energi yang bersih untuk berbagai tuntutan penting negara mereka dan masyarakat, tanpa harus bergantung pada pihak lain dalam mewujudkannya. Sejumlah negara Barat, mereka memiliki senjata nuklir dan yang bersalah dalam aksi ilegal ini, ingin memonopoli produksi bahan bakar nuklir. Gerakan secara diam-diam sedang bergulir untuk mengkonsolidasikan monopoli permanen atas produksi dan penjualan bahan bakar nuklir di pusat-pusat yang membawa label internasional tetapi pada kenyataannya beradai di bawah kontrol segelintir negara Barat saja.
Sebuah ironi pahit dari masa kita adalah bahwa pemerintah AS, yang memiliki stok senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya terbesar dan paling mematikan dan satu-satunya negara bersalah karena penggunaannya, saat ini ingin memegang panji penentangan terhadap proliferasi nuklir. AS dan sekutu Baratnya telah mempersenjatai rezim penjajah Zionis dengan senjata nuklir dan menciptakan ancaman besar bagi wilayah sensitif ini. Namun kelompok penipu yang sama tidak mentolerir penggunaan damai energi nuklir oleh negara-negara independen, dan bahkan menentang dengan segala kekuatannya, produksi bahan bakar nuklir untuk tujuan damai, radiofarmasi dan tujuan manusiawi lain. Alasan mereka adalah kekhawatiran produksi senjata nuklir. Dalam kasus Republik Islam Iran, mereka sendiri tahu bahwa mereka berbohong, tetapi kebohongan itu dibenarkan oleh sebuah jenis politik yang benar-benar tidka memiliki jejak spiritualitas sedikit pun. Apakah pihak yang tidak malu menciptakan ancaman nuklir di abad ke-21, akan malu ketika berbohong?
Saya menekankan bahwa Republik Islam tidak pernah mengacu senjata nuklir dan bahwa hal itu tidak akan pernah merelakan hak bangsanya untuk menggunakan energi nuklir demi tujuan damai. Moto kami adalah: "Energi nuklir untuk semua dan senjata nuklir tidak untuk siapapun." Kami menekankan masing-masing dua prinsip tersebut, dan kami tahu bahwa mematahkan monopoli sejumlah negara Barat dalam produksi energi nuklir dalam koridor Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) adalah demi kepentingan semua negara independen, termasuk para anggota Gerakan Non-Blok.
Pengalaman sukses Republik Islam dalam melawan arogansi dan tekanan komprehensif Amerika dan sekutunya telah membuktikan bahwa perlawanan dari bangsa yang bersatu dan tegas dapat mematahkan segala permusuhan dan membuka lebar jalan menuju tujuan mulianya. Kemajuan yang komprehensif yang dicapai negara kami dalam dua dekade terakhir merupakan fakta bagi kita semua untuk melihatnya, seperti yang berulang kali dibuktikan oleh para pengamat resmi internasional. Semua ini terjadi di bawah sanksi, tekanan ekonomi dan kampanye propaganda oleh jaringan yang berafiliasi dengan Amerika dan Zionisme. Sanksi, yang dinilai melumpuhkan oleh para komentator tidak masuk akal, bukan hanya tidak melumpuhkan kami, namun justru membuat langkah kami lebih mantap, meningkatkan tekad kami dan memperkuat kepercayaan diri kami terkait kebenaran analisa kami dan kemampuan bangsa kami. Berualng kali kjmi menyaksikan bantuan ilahi dengan mata kepala kami sendiri dalam menghadapi tantangan.
Para tamu terhormat!
Saya menganggap perlu untuk berbicara tentang isu yang sangat penting, yang meski berhubungan dengan wilayah kami, namun telah merambah dimensi yang lebih luas melampauinya dan mempengaruhi kebijakan global selama beberapa dekade. Isu tersebut adalah krisis tragis Palestina. Ringkasan dari masalah ini adalah bahwa berdasarkan plot mengerikan Barat dan di bawah bimbingan Inggris pada 1940-an, sebuah negara yang merdeka dengan identitas sejarah jelas yang disebut "Palestina" telah dirampas dari rakyatnya melalui penggunaan senjata, pembunuhan dan penipuan dan telah diberikan kepada sekelompok orang yang sebagian besarnya adalah imigran dari negara-negara Eropa. Perampasan besar ini- yang awalnya disertai dengan pembantaian orang-orang tak berdaya di kota dan desa-desa serta pengusiran mereka dari rumah kediaman dan tanah air mereka ke negara-negara jiran - telah berlangsung selama lebih dari enam dekade dengan bentuk kejahatan yang sama dan berlanjut hingga hari ini. Ini merupakan isu yang paling penting umat manusia.
Para pemimpin politik dan militer rezim Zionis merampas tidak mengelak dari kejahatan apapun selama ini: mulai dari membunuh warga (Palestina), menghancurkan rumah dan peternakan mereka, menangkap dan menyiksa pria dan wanita dan bahkan anak-anak mereka, menistakan dan menghina bangsa itu serta berupaya menghancurkannya agar dapat dicerna dalam perut pemakan haram rezim Zionis, hingga menyerang kamp-kamp pengungsi di dalam Palestina sendiri dan di negara-negara tetangga tempat jutaan pengungsi hidup. Nama seperti Sabra dan Shatila, Qana dan Deir Yasin telah terukir dalam sejarah wilayah kami dengan darah rakyat Palestina yang tertindas.
Bahkan sekarang setelah 65 tahun berlalu tetap bergulir kejahatan terhadap warga Palestina yang tersisa di wilayah pendudukan oleh para serigala ganas Zionis. Mereka melakukan kejahatan baru satu demi satu dan menciptakan krisis baru di wilayah tersebut. Nyaris tidak ada sehari yang terlewatkan tanpa ada laporan korban nyawa, cedera dan penangkapan para pemuda yang berdiri untuk membela tanah air dan kehormatan mereka dan memprotes penghancuran wilayah perkebunan dan rumah mereka. Rezim Zionis, yang telah melakukan pembunuhan dan menciptakan konflik dan kejahatan selama beberapa dekade dengan melancarkan perang tragis, membunuh orang, menduduki wilayah Arab dan mengorganisir terorisme yang disponsori negara di kawasan dan di dunia, melabel rakyat Palestina sebagai "teroris", orang-orang yang berdiri untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Dan jaringan media yang dimiliki oleh Zionisme dan banyak media Barat serta antek-antek bayaran mereka, mengulangi kebohongan besar yang melanggar nilai-nilai etika dan komitmen jurnalistik itu, serta para pemimpin politik yang mengklaim membela hak asasi manusia telah menutup mata di hadapan semua kejahatan dan tanpa malu mendukung bahwa rezim kriminal tersebut dan berani berperan sebagai pendukungnya.
Menurut sudut pandang kami, Palestina adalah milik rakyat Palestina dan bahwa berlanjutnya pendudukan merupakan ketidakadilan besar dan tidak dapat ditoleransi serta ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global. Semua solusi yang disarankan dan ditindaklanjuti oleh Barat serta afiliasi mereka untuk "menyelesaikan masalah Palestina" keliru dan tidak berhasil, dan akan tetap demikian di masa depan. Kami telah mengajukan sebuah solusi demokratis adil dan menyeluruh. Semua rakyat Palestina - baik yang ada di Palestina sekarang dan yang telah dipaksa mengungsi ke negara-negara lain namun tetap mempertahankan identitas sebagai warga Palestina, termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi - harus mengambil bagian dalam referendum yang diawasi secara berhati-hati, membangun kepercayaan dan memilih sistem politik negara mereka, dan semua orang Palestina yang telah menderita bertahun-tahun di pengasingan harus kembali ke negara mereka dan ambil bagian dalam proses referendum ini kemudian membantu merancang konstitusi dan menyelenggarakan pemilihan umum. Setelah itu, baru perdamaian dapat ditegakkan.
Sekarang saya ingin memberikan sedikit hati nasihat kepada para politisi Amerika yang selalu berdiri untuk membela dan mendukung rezim Zionis. Sejauh ini, rezim ini telah menciptakan masalah yang tak terhitung jumlahnya untuk Anda. Ini telah menciptakan kesan buruk bagi Anda di opini masyarakat regional, dan itu telah membuat Anda terlihat seperti kaki tangan dalam kejahatan penjajahan Zionis. Tebusan materi dan moral yang ditanggung oleh pemerintah Amerika dan rakyatnya dalam hal ini sangat mengejutkan, dan jika ini terus berlanjut, terbusan akan menjadi lebih berat di masa depan. Pikirkan tentang proposal referendum dari Republik Islam dan dengan keputusan berani, selamatkan diri kalian dari situasi mustahil saat ini. Tidak diragukan lagi, masyarakat regional dan semua pemikir independen di seluruh dunia akan menyambut langkah tersebut.
Para tamu yang terhormat!
Sekarang saya ingin kembali ke titik awal saya. Kondisi global sangat sensitif dan dunia sedang melintasi sebuah titik sejarah penting. Hal ini diharapkan akan melahirkan tatanan dunia baru. Gerakan Non-Blok, yang mencakup hampir dua pertiga dari masyarakat dunia, dapat memainkan peran poros dalam membentuk masa depan tersebut. Penyelenggaraan konferensi utama di Tehran itu sendiri merupakan peristiwa penting yang harus dipertimbangkan. Dengan penyatuan sumber daya dan kapasitas kita sebagai anggota, gerakan ini dapat menciptakan peran sejarahnya dalam menyelamatkan dunia dari ketidakamanan, perang dan hegemoni.
Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama komprehensif antar satu sama lain. Di antara kita hanya segelintir negara yang makmur dan menikmati pengaruh internasional. Sepenuhnya mungkin untuk menemukan solusi masalah melalui kerjasama ekonomi dan media dan melalui berbagai pengalaman yang membantu kita berkembang dan mencapai kemajuan. Kita perlu memperkuat tekad. Kita perlu tetap loyal pada tujuan kita. Kita tidak perlu takut kekuatan intimidator ketika mereka mengerutkan kening kepada kita dan tidak seharusnya kita senang ketika mereka tersenyum. Kita harus memperhatikan kehendak Tuhan dan hukum-hukum penciptaan sebagai dukungan kita. Kita harus belajar dari apa yang terjadi ke kamp komunis dua dekade lalu dan dari kegagalan kebijakan yang disebut "demokrasi liberal Barat" sekarang, yang tanda-tandanya dapat disaksikan oleh semua orang di jalan-jalan negara-negara Eropa dan Amerika dan dalam masalah ekonomi berkepanjangan di negara tersebut. Dan akhirnya, kita harus mempertimbangkan Kebangkitan Islam di kawasan ini dan tumbangnya diktator di Afrika Utara, yang sangat bergantung pada Amerika dan menjadi antek Zionis, sebagai kesempatan besar. Kami dapat membantu meningkatkan "produktivitas politik" Gerakan Non-Blok di pemerintahan global. Kami dapat mempersiapkan dokumen bersejarah yang bertujuan untuk membawa perubahan dalam struktur ini dan untuk menyediakan sarana-sarana administratifnya. Kami dapat merencanakan kerjasama ekonomi yang efektif dan menentukan paradigma hubungan budaya di antara kita. Tidak diragukan lagi, pembentukan sekretariat yang aktif dan bersemangat untuk organisasi ini akan memberikan bantuan besar dan signifikan dalam mencapai tujuan-tujuan ini.
Terima kasih.
(IRIB Indonesia/MZ)
بسماللّهالرّØÙ…نالرّØÛŒÙ…
الØÙ…د للّÙ‡ ربّ العالمین Ùˆ الصّلاة Ùˆ السّلام على الرّسول الأعظم الأمین Ùˆ على اله الطّاهرین Ùˆ ØµØØ¨Ù‡ المنتجبین Ùˆ على جمیع الأنبیاء Ùˆ المرسلین.
Saya mengucapkan selamat datang kepada Anda para tamu yang mulia, para pemimpin dan delegasi negara-negara anggota Gerakan Non-Blok (GNB) dan para peserta lainnya di konferensi besar internasional ini.
Kita berkumpul di sini dengan hidayah dan pertolongan Allah Swt, memberikan kembali kehidupan baru kepada gerakan yang dibentuk enam dekade lalu berkat keawasan dan penguasaan atas kondisi serta keberanian sejumlah pemimpin politik yang peduli dan bertanggung jawab, sesuai dengan tuntutan masa dan situasi dunia saat ini.
Para tamu kami dari berbagai wilayah geografi jauh dan dekat berkumpul di sini dan milik berbagai bangs adan etnis serta memiliki keyakinan, budaya, sejarah, dan warisan yang beragam, akan tetapi seperti yang ditekankan oleh Ahmad Soekarno, salah satu pendiri gerakan ini di Konferensi—yang terkenal—Bandung pada 1955, bahwa prinsip pembentukan GNB, bukan kesatuan geografis, etnis atau agama, melainkan persatuan itu sendiri. Di hari itu, negara-negara anggota GNB sangat membutuhkan sebuah ikatan yang mampu melindungi mereka dari dominasi jaringan kekuatan adidaya dan hegemonis; sekarang dengan perkembangan dan kemajuan sarana hegemoni, tuntutan tersebut tetap ada.
Saya ingin mengungkapkan fakta lain:
Islam mengajarkan bahwa manusia dengan keragaman etnis, bahasa dan budaya, memiliki fitrah yang setara yang menyeru mereka pada kesucian, keadilan, kebajikan, solidaritas dan kerjasama, dan watak kebersamaan ini yang jika dapat selamat melintasi keinginan menyimpang, maka ia dapat membimbing manusia kepada tauhid, makrifat zat Allah Swt.
Ini adalah hakikat terang yang sedemikian memiliki kapasitas yang mampu membentuk pilar dan pondasi masyarakat yang bebas, mulia, maju dan adil, serta meresapkan pancaran spiritualitas ke seluruh aktivitas materi dan duniawi manusia, dan dapat mewujudkan sorga dunia sebelum sorga yang dijanjikan Allah Swt. Dan dalam fakta kolektif dan menyeluruh yang dapat membentuk ikatan kerjasama persaudaraan bangsa-bangsa yang dari sisi lahiriyah, jejak historis dan geografis tidak memiliki kemiripan satu sama lain.
Setiap kali kerjasama internasional berdasarkan pada ikatan seperti ini, maka hubungan antarnegara bukan berdasarkan kekhawatiran, ancaman atau ketamakan, dan kepentingan sepihak atau mediasi oknum-oknum pengkhianat, melainkan berasaskan pada prinsip kepentingan kolektif yang benar, dan lebih tinggi dari itu, kepentingan kemanusiaan, yang dapat melegakan jiwa mereka yang sadar dan opini rakyat mereka.
Sistem ideal ini berada di titik yang berlawanan dengan sistem imperialisme yang dalam beberapa abad terakhir kekuatan kolonial Barat dan sekarang negara-negara arogan dan agresor Amerika Serikat, sebagai pengklaim, penyebar luas, dan pionir dalam hal ini.
Para tamu yang mulia!
Sekarang tujuan utama Gerakan Non-Blok setelah enam dekade berlalu dan tetap hidup dan tegak berdiri; adalah tujuan-tujuan seperti anti-penjajahan, independensi politik, ekonomi dan budaya, tidak berkomitmen pada kutub-kutub kekuatan, serta peningkatan solidaritas dan kerjasama antarnegara anggota. Fakta-fakta dunia saat ini sangat jauh dari tujuan-tujuan tersebut, akan tetapi tekad bersama dan upaya menyeluruh untuk melalui fakta-fakta tersebut dan dalam mencapai tujuan, meski penuh kendala, akan tetapi sangat memberikan harapan dan hasil.
Di masa lalu yang tidak begitu jauh, kita menyaksikan kegagalan politik era Perang Dingin dan unilateralisme setelahnya. Dengan menimba pelajaran dari pengalaman bersejarah itu, kita sedang bergerak menuju sistem global baru dan Gerakan Non-Blok dapat dan harus menunjukkan peran barunya. Sistem (baru) tersebut harus berdasarkan partisipasi komprehensif serta kesetaraan hak bangsa-bangsa. Solidaritas dan kerjasama kita negara-negara anggota GNB ini, merupakan tuntutan utama dalam membentuk sistem itu.
Untungnya, prospek transformasi dunia, mengindikasikan sebuah sistem multi-dimensional yang di dalamnya, kutub-kutub kekuatan kuno menyerahkan posisinya kepada sekelompok negara, kebudayaan dan peradaban yang beragam dan memiliki berbagai tuntutan ekonomi, sosial dan politik. Berbagai peristiwa besar yang kita saksikan dalam tiga dekade terakhir, semuanya menunjukkan munculnya kekuatan-kekuatan baru yang dibarengi dengan pelemahan kekuatan-kekuatan (adidaya) kuno. Peralihan kekuasaan secara gradual ini, memberikan kesempatan kepada negara-negara Gerakan Non-Blok untuk memainkan pengaruh penting dan proporsional di kancah global dan mempersiapkan sebuah manajemen yang adil dan menyeluruh di tingkat dunia. Kita negara-negara anggota GNB, dalam periode lama dan dengan keragaman pandangan serta kecenderungan, mampu melestarikan solidaritas dan hubungan kita demi tujuan kolektif dan keberhasilan ini bukan masalah sederhana dan sepele. Ikatan ini dapat menjadi bekal menuju sebuah sistem yang adil dan berprikemanusiaan.
Kondisi dunia saat ini, mungkin menjadi kesempatan yang tidak akan terulang lagi untuk GNB. Pernyataan kami bahwa ruang kontrol dunia tidak boleh ditangani dengan diktatorisme segelintir negara Barat. Partisipasi demokratis global di sektor manajemen internasional harus dapat diwujudkan dan dijamin. Inilah tuntutan semua negara yang secara langsung maupun tidak langsung telah atau sedang menderita kerugian akibat interferensi sejumlah negara arogan.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki struktur dan kinerja yang tidak logis dan adil serta benar-benar tidak demokratis; Ini adalah diktatorismenyata dan sebuah kondisi kuno, ditolak, dan kadaluarsa. Dengan penyalahgunaan metode keliru ini, Amerika Serikat dan sekutunya dapat memaksakan kesewenag-wenangannya kepada dunia di balik kedok nilai-nilai tinggi. Mereka mengatakan bahwa hak asasi manusia yang menginginkan kepentingan Barat, mereka mengatakan demokrasi, dan menggulirkan intervensi militer ke berbagai negara dengan alasan tersebut, mereka mengungkapkan pemberantasan terorisme, serta menyerang warga tak berdaya di desa dan kota-kota dengan bom-bom dan senjata mereka. Di mata mereka, kemanusiaan dibagi menjadi dua kategori, kelas pertama dan kelas kedua atau ketiga. Nyawa manusia di Asia, Afrika dan Amerika Latin sangat murah dan adapun nyawa di Amerika Serikat dan Eropa sangat murah. Keamanan Amerika Serikat dan Eropa sangat penting, adapun keamanan umat manusia lainnya tidak penting. Penyiksaan dan teror jika dilakukan oleh Amerika Serikat, rezim Zionis Israel, dan antek-antek mereka legal dan sepenuhnya dapat dimaklumi. Penjara-penjara rahasia mereka di berbagai penjuru dunia menjadi saksi perlakuan buruk dan tidak manusiawi para sipir penjara terhadap para tahana yang tidak memiliki pengacara dan dipenjara tanpa melalui proses hukum. Baik dan buruk sepenuhnya relatif dan didefinisikan secara sepihk. Kepentingan-kepentingan mereka dipaksakan kepada bangsa-bangsa dunia dengan mengatas namakan ketentuan internasional. Dengan menggunakan jaringan medianya, mereka memperkuat pernyataan mereka dengan memperkenalkan sebagai "masyarakat internasional, serta mengubah kebohongan menjadi kejujuran, kebatilan menjadi kebenaran, kezaliman menjadi upaya penegakan keadilan, dan dalam menyikapi setiap pernyataan benar yang mengungkap penipuannya, mereka melabelnya sebagai kebohongan serta menilai setiap tuntutan sah sebagai kenakalan."
Rekan-rekan!
Kondisi yang cacat dan penuh cela ini tidak boleh berlanjut. Semua pihak telah lelah menghadapi struktur internasional yang keliru ini. Gerakan 999 persen warga di Amerika Serikat dalam melawan sentra-sentra kekayaan dan kekuasaan di negara itu, serta protes warga negara-negara Eropa Barat terhadap politik ekonomi pemerintahan mereka juga menunjukkan habisnya kesabaran rakyat menghadapi kondisi ini. Kondisi yang tidak logis ini harus disembuhkan.
Hubungan kokoh, logis, dan komprehensif negara-negara anggota GNB dapat memberikan pengaruh besar dan esensial dalam menemukan penawar tersebut.
Para hadirin yang mulia!
Perdamaian dan keamanan internasional adalah salah satu isu vital dunia saat ini dan pemusnahan senjata bencana pemusnah massal merupakan tuntutan mendesak dan seruan universal. Di dunia sekarang ini, keamanan merupakan tuntutan bersama di mana tidak ada ruang untuk diskriminasi. Mereka yang menimbun senjata anti-kemanusiaan di gudang senjata tidak berhak untuk menyatakan diri sebagai penegak keamanan global. Tidak diragukan lagi, itu tidak akan mewujudkan keamanan bagi diri mereka sendiri. Sangat disayangkan sekali negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir terbesar tidak punya niat serius dan tulus untuk memusnahkan senjata mematikan itu dari doktrin militer mereka dan mereka masih menganggap senjata tersebut sebagai instrumen yang menghalau ancaman dan sebagai standar penting dalam mendefinisikan politik dan posisi internasional mereka. Perspektif seperti ini harus ditolak dan dikutuk.
Senjata nuklir tidak menjamin keamanan, juga tidak mengkonsolidasikan kekuatan politik, melainkan ancaman bagi keamanan dan kekuatan politik. Peristiwa yang terjadi pada 1990-an menunjukkan bahwa kepemilikan senjata tersebut bahkan tidak mampu menjaga keruntuhan sebuah rezim seperti Uni Soviet. Dan sekarang kita menyaksikan sejumlah negara tertentu menghadapi gelombang ketidakamanan mematikan meski memiliki bom atom.
Republik Islam Iran menilai penggunaan senjata nuklir, kimia dan sejenisnya sebagai dosa besar dan tidak terampuni. Kami mengusulkan gagasan "Timur Tengah bebas dari senjata nuklir" dan kami berkomitmen dalam hal ini. Bukan berarti kami menepikan hak kami untuk mendayagunakan tenaga nuklir sipil dan produksi bahan bakar nuklir. Berdasarkan hukum internasional, penggunaan damai energi nuklir adalah hak setiap negara. Semua harus dapat menggunakan sumber energi yang bersih untuk berbagai tuntutan penting negara mereka dan masyarakat, tanpa harus bergantung pada pihak lain dalam mewujudkannya. Sejumlah negara Barat, mereka memiliki senjata nuklir dan yang bersalah dalam aksi ilegal ini, ingin memonopoli produksi bahan bakar nuklir. Gerakan secara diam-diam sedang bergulir untuk mengkonsolidasikan monopoli permanen atas produksi dan penjualan bahan bakar nuklir di pusat-pusat yang membawa label internasional tetapi pada kenyataannya beradai di bawah kontrol segelintir negara Barat saja.
Sebuah ironi pahit dari masa kita adalah bahwa pemerintah AS, yang memiliki stok senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya terbesar dan paling mematikan dan satu-satunya negara bersalah karena penggunaannya, saat ini ingin memegang panji penentangan terhadap proliferasi nuklir. AS dan sekutu Baratnya telah mempersenjatai rezim penjajah Zionis dengan senjata nuklir dan menciptakan ancaman besar bagi wilayah sensitif ini. Namun kelompok penipu yang sama tidak mentolerir penggunaan damai energi nuklir oleh negara-negara independen, dan bahkan menentang dengan segala kekuatannya, produksi bahan bakar nuklir untuk tujuan damai, radiofarmasi dan tujuan manusiawi lain. Alasan mereka adalah kekhawatiran produksi senjata nuklir. Dalam kasus Republik Islam Iran, mereka sendiri tahu bahwa mereka berbohong, tetapi kebohongan itu dibenarkan oleh sebuah jenis politik yang benar-benar tidka memiliki jejak spiritualitas sedikit pun. Apakah pihak yang tidak malu menciptakan ancaman nuklir di abad ke-21, akan malu ketika berbohong?
Saya menekankan bahwa Republik Islam tidak pernah mengacu senjata nuklir dan bahwa hal itu tidak akan pernah merelakan hak bangsanya untuk menggunakan energi nuklir demi tujuan damai. Moto kami adalah: "Energi nuklir untuk semua dan senjata nuklir tidak untuk siapapun." Kami menekankan masing-masing dua prinsip tersebut, dan kami tahu bahwa mematahkan monopoli sejumlah negara Barat dalam produksi energi nuklir dalam koridor Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) adalah demi kepentingan semua negara independen, termasuk para anggota Gerakan Non-Blok.
Pengalaman sukses Republik Islam dalam melawan arogansi dan tekanan komprehensif Amerika dan sekutunya telah membuktikan bahwa perlawanan dari bangsa yang bersatu dan tegas dapat mematahkan segala permusuhan dan membuka lebar jalan menuju tujuan mulianya. Kemajuan yang komprehensif yang dicapai negara kami dalam dua dekade terakhir merupakan fakta bagi kita semua untuk melihatnya, seperti yang berulang kali dibuktikan oleh para pengamat resmi internasional. Semua ini terjadi di bawah sanksi, tekanan ekonomi dan kampanye propaganda oleh jaringan yang berafiliasi dengan Amerika dan Zionisme. Sanksi, yang dinilai melumpuhkan oleh para komentator tidak masuk akal, bukan hanya tidak melumpuhkan kami, namun justru membuat langkah kami lebih mantap, meningkatkan tekad kami dan memperkuat kepercayaan diri kami terkait kebenaran analisa kami dan kemampuan bangsa kami. Berualng kali kjmi menyaksikan bantuan ilahi dengan mata kepala kami sendiri dalam menghadapi tantangan.
Para tamu terhormat!
Saya menganggap perlu untuk berbicara tentang isu yang sangat penting, yang meski berhubungan dengan wilayah kami, namun telah merambah dimensi yang lebih luas melampauinya dan mempengaruhi kebijakan global selama beberapa dekade. Isu tersebut adalah krisis tragis Palestina. Ringkasan dari masalah ini adalah bahwa berdasarkan plot mengerikan Barat dan di bawah bimbingan Inggris pada 1940-an, sebuah negara yang merdeka dengan identitas sejarah jelas yang disebut "Palestina" telah dirampas dari rakyatnya melalui penggunaan senjata, pembunuhan dan penipuan dan telah diberikan kepada sekelompok orang yang sebagian besarnya adalah imigran dari negara-negara Eropa. Perampasan besar ini- yang awalnya disertai dengan pembantaian orang-orang tak berdaya di kota dan desa-desa serta pengusiran mereka dari rumah kediaman dan tanah air mereka ke negara-negara jiran - telah berlangsung selama lebih dari enam dekade dengan bentuk kejahatan yang sama dan berlanjut hingga hari ini. Ini merupakan isu yang paling penting umat manusia.
Para pemimpin politik dan militer rezim Zionis merampas tidak mengelak dari kejahatan apapun selama ini: mulai dari membunuh warga (Palestina), menghancurkan rumah dan peternakan mereka, menangkap dan menyiksa pria dan wanita dan bahkan anak-anak mereka, menistakan dan menghina bangsa itu serta berupaya menghancurkannya agar dapat dicerna dalam perut pemakan haram rezim Zionis, hingga menyerang kamp-kamp pengungsi di dalam Palestina sendiri dan di negara-negara tetangga tempat jutaan pengungsi hidup. Nama seperti Sabra dan Shatila, Qana dan Deir Yasin telah terukir dalam sejarah wilayah kami dengan darah rakyat Palestina yang tertindas.
Bahkan sekarang setelah 65 tahun berlalu tetap bergulir kejahatan terhadap warga Palestina yang tersisa di wilayah pendudukan oleh para serigala ganas Zionis. Mereka melakukan kejahatan baru satu demi satu dan menciptakan krisis baru di wilayah tersebut. Nyaris tidak ada sehari yang terlewatkan tanpa ada laporan korban nyawa, cedera dan penangkapan para pemuda yang berdiri untuk membela tanah air dan kehormatan mereka dan memprotes penghancuran wilayah perkebunan dan rumah mereka. Rezim Zionis, yang telah melakukan pembunuhan dan menciptakan konflik dan kejahatan selama beberapa dekade dengan melancarkan perang tragis, membunuh orang, menduduki wilayah Arab dan mengorganisir terorisme yang disponsori negara di kawasan dan di dunia, melabel rakyat Palestina sebagai "teroris", orang-orang yang berdiri untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Dan jaringan media yang dimiliki oleh Zionisme dan banyak media Barat serta antek-antek bayaran mereka, mengulangi kebohongan besar yang melanggar nilai-nilai etika dan komitmen jurnalistik itu, serta para pemimpin politik yang mengklaim membela hak asasi manusia telah menutup mata di hadapan semua kejahatan dan tanpa malu mendukung bahwa rezim kriminal tersebut dan berani berperan sebagai pendukungnya.
Menurut sudut pandang kami, Palestina adalah milik rakyat Palestina dan bahwa berlanjutnya pendudukan merupakan ketidakadilan besar dan tidak dapat ditoleransi serta ancaman besar bagi perdamaian dan keamanan global. Semua solusi yang disarankan dan ditindaklanjuti oleh Barat serta afiliasi mereka untuk "menyelesaikan masalah Palestina" keliru dan tidak berhasil, dan akan tetap demikian di masa depan. Kami telah mengajukan sebuah solusi demokratis adil dan menyeluruh. Semua rakyat Palestina - baik yang ada di Palestina sekarang dan yang telah dipaksa mengungsi ke negara-negara lain namun tetap mempertahankan identitas sebagai warga Palestina, termasuk Muslim, Kristen, dan Yahudi - harus mengambil bagian dalam referendum yang diawasi secara berhati-hati, membangun kepercayaan dan memilih sistem politik negara mereka, dan semua orang Palestina yang telah menderita bertahun-tahun di pengasingan harus kembali ke negara mereka dan ambil bagian dalam proses referendum ini kemudian membantu merancang konstitusi dan menyelenggarakan pemilihan umum. Setelah itu, baru perdamaian dapat ditegakkan.
Sekarang saya ingin memberikan sedikit hati nasihat kepada para politisi Amerika yang selalu berdiri untuk membela dan mendukung rezim Zionis. Sejauh ini, rezim ini telah menciptakan masalah yang tak terhitung jumlahnya untuk Anda. Ini telah menciptakan kesan buruk bagi Anda di opini masyarakat regional, dan itu telah membuat Anda terlihat seperti kaki tangan dalam kejahatan penjajahan Zionis. Tebusan materi dan moral yang ditanggung oleh pemerintah Amerika dan rakyatnya dalam hal ini sangat mengejutkan, dan jika ini terus berlanjut, terbusan akan menjadi lebih berat di masa depan. Pikirkan tentang proposal referendum dari Republik Islam dan dengan keputusan berani, selamatkan diri kalian dari situasi mustahil saat ini. Tidak diragukan lagi, masyarakat regional dan semua pemikir independen di seluruh dunia akan menyambut langkah tersebut.
Para tamu yang terhormat!
Sekarang saya ingin kembali ke titik awal saya. Kondisi global sangat sensitif dan dunia sedang melintasi sebuah titik sejarah penting. Hal ini diharapkan akan melahirkan tatanan dunia baru. Gerakan Non-Blok, yang mencakup hampir dua pertiga dari masyarakat dunia, dapat memainkan peran poros dalam membentuk masa depan tersebut. Penyelenggaraan konferensi utama di Tehran itu sendiri merupakan peristiwa penting yang harus dipertimbangkan. Dengan penyatuan sumber daya dan kapasitas kita sebagai anggota, gerakan ini dapat menciptakan peran sejarahnya dalam menyelamatkan dunia dari ketidakamanan, perang dan hegemoni.
Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui kerja sama komprehensif antar satu sama lain. Di antara kita hanya segelintir negara yang makmur dan menikmati pengaruh internasional. Sepenuhnya mungkin untuk menemukan solusi masalah melalui kerjasama ekonomi dan media dan melalui berbagai pengalaman yang membantu kita berkembang dan mencapai kemajuan. Kita perlu memperkuat tekad. Kita perlu tetap loyal pada tujuan kita. Kita tidak perlu takut kekuatan intimidator ketika mereka mengerutkan kening kepada kita dan tidak seharusnya kita senang ketika mereka tersenyum. Kita harus memperhatikan kehendak Tuhan dan hukum-hukum penciptaan sebagai dukungan kita. Kita harus belajar dari apa yang terjadi ke kamp komunis dua dekade lalu dan dari kegagalan kebijakan yang disebut "demokrasi liberal Barat" sekarang, yang tanda-tandanya dapat disaksikan oleh semua orang di jalan-jalan negara-negara Eropa dan Amerika dan dalam masalah ekonomi berkepanjangan di negara tersebut. Dan akhirnya, kita harus mempertimbangkan Kebangkitan Islam di kawasan ini dan tumbangnya diktator di Afrika Utara, yang sangat bergantung pada Amerika dan menjadi antek Zionis, sebagai kesempatan besar. Kami dapat membantu meningkatkan "produktivitas politik" Gerakan Non-Blok di pemerintahan global. Kami dapat mempersiapkan dokumen bersejarah yang bertujuan untuk membawa perubahan dalam struktur ini dan untuk menyediakan sarana-sarana administratifnya. Kami dapat merencanakan kerjasama ekonomi yang efektif dan menentukan paradigma hubungan budaya di antara kita. Tidak diragukan lagi, pembentukan sekretariat yang aktif dan bersemangat untuk organisasi ini akan memberikan bantuan besar dan signifikan dalam mencapai tujuan-tujuan ini.
Terima kasih.
(IRIB Indonesia/MZ)
Keniscayaan melakukan Perjalanan
Ada hadis yang menyatakan bahwa tingkat keimanan seseorang sangatlah ditentukan dengan tingkat ma'rifat nya kepada Allah. Ya, sebagaimana hadis terkenal pula tentang diri dari Imam Ali a.s , yang mana barang siapa mengenal dirinya, berarti dia mengenal Tuhannya.
Sungguh menarik apabila kita merenungi apa makna dibalik hadis tersebut. Terkadang kita sering lebih banyak mengamati keadaan di luar diri kita dan yang jauh dari diri kita dari pada melihat diri kita sendiri. Sehingga kita sangat sulit utk mengenal siapa sesungguhnya diri kita, dan anehnya kita tidak merasa kehilangan apapun dari diri kita . Apabila ada kesalahan yang kita perbuat pun yang pertama kita salahkan pasti orang lain, sangat jarang kita ini berintrospeksi . Lain halnya apabila barang2 kita hilang kita akan berteriak bangkit dan mencarinya hingga dimanapun barang2 itu dapat ditemukan.
Sementara para Wali Allah berulang2 kali mengingatkan kita bahwasanya kita disuruh untuk mempelajari dan mengingat akan aib-aib diri kita serta kesalahan2 yang pernah kita lakukan , dengan demikian kita akan terus disibukan utk terus menyempurnakan diri kita dan tidak ada waktu lagi untuk meneliti dan mengamati kesalahan2 orang lain apalagi sibuk menggibah membuka aib2 orang lain.
Allah SWT sangat menjaga kehormatan hamba2NYA, sehingga IA selalu menutupi aib2 hambaNYA ( Allah Satar al Uyub ) , oleh karenanya IA sangat membenci hamba2NYA yang dengan sengaja menodai kehormatan hamba2Nya.
Ketika seorang hamba telah mengenal dirinya dia akan selalu dalam keadaan berhati-hati akan apa yang di kerjakannya dan akan selalu bertindak berdasarkan pada apa yang telah di gariskan dalam peraturan2NYA. Para Insan Kamil - wali2NYA di muka bumi ini begitu sangat menjaga segala tindak dan perilakunya , marahnya hanya karena marah Allah, senangnya hanya karena senangNYA, buat mereka semua jelas dan gamblang karena mereka telah mengenal Tuhannya sedemikian rupa sehingga tak mungkin mereka akan menodai dirinya ( jiwa sucinya ) . Mereka yang telah mengetahui hakikat dari segala bentuk perbuatan dan tidak hanya sekedar tahu tetapi sekaligus mereka akan mengamalkan apa yang sudah di gariskan oleh Tuhannya, sehingga semua berjalan sesuai dengan keinginanNYA.
Ini disebabkan tingkat pengenalan ( ma'rifah ) pada Sang Maha Pencipta sudah sedemikian paripurna pada diri2 Insan Kamil , sehingga sifat2 Tuhannya selalu dapat termanifestasi dalam segala tindak tanduk perilakunya.
Sementara kita yang masih dalam perjalanan menuju jalanNYA, masih sering tergelincir karena tingkat keimanan kita yang masih jauh dari yang di harapkan dan ma'rifah kita yang belum ada.
Bagaimana tidak , masalah ghibah misalnya, sudah berapa puluh kali kita telah membaca , di terangkan di beri tahu bahwa hakikat dari berghibah adalah memakan dengan menikmati bangkai saudara kita sendiri, tetapi karena keimanan kita yang lemah sekali, dan belum meyakini akan hal tsb, jadi dengan santainya kita terus menerus mengulang2 perilaku dosa tersebut dan akhirnya nauzubillah telah menjadi kebiasaan dan karakter kita yang selalu ingin bergunjing apabila melihat seseorang yang tidak sesuai dengan gaya hidup kita atau kebiasaan kita. Akibat tidak adanya ma'rifat pada Tuhan, kita telah menantang Tuhan kita dengan melakukan sesuatu yang akan merusak diri kita sendiri..... Apakah tidak ada sesuatu yang lebih bodoh dari si jahil yang tak berma'rifah dan lemah iman ini....
Seorang yang pandai , tak mungkin ingin memakan bangkai, apalagi itu dengan keinginannya sendiri serta menikmatinya....karena tidak ada keyakinan akan hadis shahih tersebut, kita seolah2 menganggap bohong atau jauh dari yang kita bayangkan sehingga terus menikmati perbuatan tercela tersebut.....Nauzubillah...
Mungkin yang paling mudah di cerna oleh akal lemah kita, seperti, mayat yang sudah tidak dapat bergerak , tetapi kita takut apabila harus ada disamping mayat yang tak berdaya itu.....Daya khiyal ( wahm ) kita memang melebihi akal sehat . Oleh karenanya, kebanyakan orang hidup dalam prasangka daya khiyalnya sehingga selalu menduga, yang sama sekali belum tentu benar dan kebanyakan salah. Dan inilah yang sangat membahayakan orang2 yang lebih percaya pada khiyal2nya yang selalu berada di alam wahmnya dari pada akal sehatnya.
Cara pandang dunia yang salah akan membuahkan kita berkutat di alam wahm dan jauh dari alam ( aql ) hakikat dimana segala Cahaya, kejelasana, kebenaran berada.
Mengenal diri kita ( ber marifat al nafs ) dengan terus menambah keimanan hanya dapat di raih dengan membersihkan semua yang semu yang ada pada diri kita, dengan bertazkia nafs , tazkia khiyal...sambil terus.mempelajari cara pandang dunia yang benar. mudah2an kita dapat beranjak dari alam yang terbawah materi, tumbuh2an dan hewan ke alam insan ( diri kita yang seharusnya ).
Perjalanan dari alam terendah hingga alam insan adalah sebuah keniscayaan agar dapat meningkatkan keimanan kita dan mengenalNYA ( ber ma'rifatullah ) . Apabila kita tidak pernah ingin melakukan perjalanan dalam diri kita, apapun yang kita lakukan hanyalah kesia2an belaka dan tak akan dapat meraih objektivitas keberadaan kita sebagai manusia , makhluk termulia yang Allah rencanakan kita untuk diciptakan.
Wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI
Sungguh menarik apabila kita merenungi apa makna dibalik hadis tersebut. Terkadang kita sering lebih banyak mengamati keadaan di luar diri kita dan yang jauh dari diri kita dari pada melihat diri kita sendiri. Sehingga kita sangat sulit utk mengenal siapa sesungguhnya diri kita, dan anehnya kita tidak merasa kehilangan apapun dari diri kita . Apabila ada kesalahan yang kita perbuat pun yang pertama kita salahkan pasti orang lain, sangat jarang kita ini berintrospeksi . Lain halnya apabila barang2 kita hilang kita akan berteriak bangkit dan mencarinya hingga dimanapun barang2 itu dapat ditemukan.
Sementara para Wali Allah berulang2 kali mengingatkan kita bahwasanya kita disuruh untuk mempelajari dan mengingat akan aib-aib diri kita serta kesalahan2 yang pernah kita lakukan , dengan demikian kita akan terus disibukan utk terus menyempurnakan diri kita dan tidak ada waktu lagi untuk meneliti dan mengamati kesalahan2 orang lain apalagi sibuk menggibah membuka aib2 orang lain.
Allah SWT sangat menjaga kehormatan hamba2NYA, sehingga IA selalu menutupi aib2 hambaNYA ( Allah Satar al Uyub ) , oleh karenanya IA sangat membenci hamba2NYA yang dengan sengaja menodai kehormatan hamba2Nya.
Ketika seorang hamba telah mengenal dirinya dia akan selalu dalam keadaan berhati-hati akan apa yang di kerjakannya dan akan selalu bertindak berdasarkan pada apa yang telah di gariskan dalam peraturan2NYA. Para Insan Kamil - wali2NYA di muka bumi ini begitu sangat menjaga segala tindak dan perilakunya , marahnya hanya karena marah Allah, senangnya hanya karena senangNYA, buat mereka semua jelas dan gamblang karena mereka telah mengenal Tuhannya sedemikian rupa sehingga tak mungkin mereka akan menodai dirinya ( jiwa sucinya ) . Mereka yang telah mengetahui hakikat dari segala bentuk perbuatan dan tidak hanya sekedar tahu tetapi sekaligus mereka akan mengamalkan apa yang sudah di gariskan oleh Tuhannya, sehingga semua berjalan sesuai dengan keinginanNYA.
Ini disebabkan tingkat pengenalan ( ma'rifah ) pada Sang Maha Pencipta sudah sedemikian paripurna pada diri2 Insan Kamil , sehingga sifat2 Tuhannya selalu dapat termanifestasi dalam segala tindak tanduk perilakunya.
Sementara kita yang masih dalam perjalanan menuju jalanNYA, masih sering tergelincir karena tingkat keimanan kita yang masih jauh dari yang di harapkan dan ma'rifah kita yang belum ada.
Bagaimana tidak , masalah ghibah misalnya, sudah berapa puluh kali kita telah membaca , di terangkan di beri tahu bahwa hakikat dari berghibah adalah memakan dengan menikmati bangkai saudara kita sendiri, tetapi karena keimanan kita yang lemah sekali, dan belum meyakini akan hal tsb, jadi dengan santainya kita terus menerus mengulang2 perilaku dosa tersebut dan akhirnya nauzubillah telah menjadi kebiasaan dan karakter kita yang selalu ingin bergunjing apabila melihat seseorang yang tidak sesuai dengan gaya hidup kita atau kebiasaan kita. Akibat tidak adanya ma'rifat pada Tuhan, kita telah menantang Tuhan kita dengan melakukan sesuatu yang akan merusak diri kita sendiri..... Apakah tidak ada sesuatu yang lebih bodoh dari si jahil yang tak berma'rifah dan lemah iman ini....
Seorang yang pandai , tak mungkin ingin memakan bangkai, apalagi itu dengan keinginannya sendiri serta menikmatinya....karena tidak ada keyakinan akan hadis shahih tersebut, kita seolah2 menganggap bohong atau jauh dari yang kita bayangkan sehingga terus menikmati perbuatan tercela tersebut.....Nauzubillah...
Mungkin yang paling mudah di cerna oleh akal lemah kita, seperti, mayat yang sudah tidak dapat bergerak , tetapi kita takut apabila harus ada disamping mayat yang tak berdaya itu.....Daya khiyal ( wahm ) kita memang melebihi akal sehat . Oleh karenanya, kebanyakan orang hidup dalam prasangka daya khiyalnya sehingga selalu menduga, yang sama sekali belum tentu benar dan kebanyakan salah. Dan inilah yang sangat membahayakan orang2 yang lebih percaya pada khiyal2nya yang selalu berada di alam wahmnya dari pada akal sehatnya.
Cara pandang dunia yang salah akan membuahkan kita berkutat di alam wahm dan jauh dari alam ( aql ) hakikat dimana segala Cahaya, kejelasana, kebenaran berada.
Mengenal diri kita ( ber marifat al nafs ) dengan terus menambah keimanan hanya dapat di raih dengan membersihkan semua yang semu yang ada pada diri kita, dengan bertazkia nafs , tazkia khiyal...sambil terus.mempelajari cara pandang dunia yang benar. mudah2an kita dapat beranjak dari alam yang terbawah materi, tumbuh2an dan hewan ke alam insan ( diri kita yang seharusnya ).
Perjalanan dari alam terendah hingga alam insan adalah sebuah keniscayaan agar dapat meningkatkan keimanan kita dan mengenalNYA ( ber ma'rifatullah ) . Apabila kita tidak pernah ingin melakukan perjalanan dalam diri kita, apapun yang kita lakukan hanyalah kesia2an belaka dan tak akan dapat meraih objektivitas keberadaan kita sebagai manusia , makhluk termulia yang Allah rencanakan kita untuk diciptakan.
Wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI
The Message of Ramadhan and Eid
People always think of Eid as the basis of unity. To some extent that may be true, but the question comes: unity for what? The unity in doing Eid prayers together, and that's it? No, my brothers and sisters, this is not the basis of unity. So what should be the basis of unity? The answer lies in the fasting of Ramadan and in Eid al-Fitr itself; in the issue of Fitra, a clear message of uniting in the matter of concern for the less fortunate brothers and sisters of our community, locally as well as globally. Unity lies not in eating baklava and cake with coffee together after Salatul Eid, where some people show up only once in a year. Real unity is in being concerned for the well-being of the Muslims.
The Daily Du'a of Ramadan
Let us look at the Du'a we recited during Ramadan every night, a Du'a which has come from our own Prophet Muhammad al-Mustafa (peace be upon him):
O Allah, bless the departed souls with joy and happiness.
Don't forget those who have passed away, especially those related to you – pray for their forgiveness, do good deeds on their behalf and carry out their unfulfilled obligations.
O Allah, make every poor free from need.
Now that you have been blessed by Allah, have you looked for an opportunity for being used by Allah as an intermediary in providing for others? In Du'a Sha'baniyya, Imam Sajjad (peace be upon him) teaches us to pray to Allah: "Since You have increased Your grace upon me, bless me to be charitable towards those whose sustenance You have straitened." This is, in essence, a prayer to use us as intermediaries in conveying Allah's grace to the less fortunate human beings. Imam Ja'far as-Sadiq (peace be upon him) said, "...and whenever my father used to give anything in charity, he would first put it on the hand of the beggar, then he would take it back (for a moment), kiss it, and then give it back to him. And he used to do this because charity reaches the hand of Allah before it reaches the beggar's hands."
O Allah, feed every hungry person.
Have you thought about participating in the process of helping the poor in the Muslim world – especially in Iraq where there are many Shi'a orphans and widows as result of Saddam's brutal rule, as well as the continued occupation of that land by US-led forces which further breeds insecurity created by al-Qaeda and its supporters in Jordon and Saudi Arabia? One of the signs of those who don't take the Day of Judgment seriously is that "they don't encourage (themselves as well as others) to feed the poor." (107:3)
O Allah, clothe every naked person.
What about the women and children in Darfur who suffer inhumane conditions? What do you know about the situation of the Shi'as in Afghanistan? Do you know the after-effects of the brutality of the Taliban regime upon them? Are you aware of the projects organized by Shi'a organizations to help them in Afghanistan? If not, then try to find out and do something.
O Allah, fulfill the debts of all those in debt.
Look around among your family and friends circle. If someone is really in debt because of economic circumstances, then see how you can help them; encourage them to seek counseling for debt management or see how much you can relieve them of their debts. Has your concern increased during this month?
O Allah, relieve the distress from every person who is in distress.
What about the distress of the people living in the Gaza Strip, known today to be the biggest prison on this earth? Do you think about them? Do you educate yourself about the Palestinian struggle? Have you thought of participating with groups that try to highlight the misery and distress of the Palestinians?
Are you concerned about the distress that the Iranians are going through because of the present threat against that Shia country? If the USA – against the advice of its prominent statesmen and politicians – decides to attack Iran, are you willing to join the protest movement against that war?
O Allah, return all the refugees to their homes safely.
Refugees are becoming a very common feature of this era, even in the Muslim world. Do we think about them or is our attitude like of those mentioned in the Surah Yasin: "Why should we bother – if Allah wished, He could have fed them Himself!"
O Allah, grant freedom to every innocent prisoner.
When we uttered these words or heard them or read them on the screen with its English translation on the monitors during the nightly programs at our centres, did the pictures of innocent prisoners come to our minds? What about those who are in Israeli jails? What about those likes of Maher Arar who are in secret prisons run by the USA in different parts of world? How much do we know and care about those Muslims in North America who are in jail based on the so-called security certificate where the accused or his lawyer cannot even see the evidence used against him? Do we know that prominent non-Muslims have spoken against this injustice?
O Allah, reform whatever is wrong in the affairs of the Muslims.
We probably don't have the means to bring about the change in the Ummah on a global level, but what have we done for the betterment and reformation of our own community? Do we participate in resolving community issues? If things are not working as we wish, what have we done besides complaining? We can't always get consensus on all things, but we cannot afford to ignore the ultimate goal of making this community a better one. In pursuit of becoming a God-conscious and God-fearing community, we cannot afford to abandon the most important social principle of Islam: Amr bil Ma'ruf and Nahi 'anil Munkar. Imam Ali (peace be upon him) has said in his will that if you abandon these two articles of faith, evil ones will rule over you, and then you will sit down and pray for relief – but Allah will not listen to your prayers because you abandoned Amrand Nahi.
O Allah, provide the cure for every sick person.
How do you care for those who are sick amongst your circle of friends? What about those who are sick in the community and are alone? Is there a mechanism to know about them and provide support for them?
O Allah, eliminate our poverty by Your benevolence; O Allah, change our bad situation by the grace of Your benevolence; O Allah, relieve us of our debts and make us free from need. You surely have power over everything.
The sequence of this Du'a is a message by itself – only after praying for others (the dead ones; the poor; the hungry; the naked; those in debt; those in distress; those who are away from their homes; the innocent prisoners; the Muslim Ummah at large; and the sick), the Prophet is teaching us to pray for ourselves. Build in yourselves a concern for others. We need unity in concern for those less fortunate and for our community.
This is the message of Eid al-Fitr, expressed also in the verse recited in that prayer: "Indeed success is for one who pays charity and remembers the name of his Lord and prays." This refers to the issue of paying the fitra (charity) on the day of Eid al-Fitr before going for the Eid prayers. The verse goes on, "You prefer the present life while the hereafter is better and ever-lasting. This(message) has come in the scrolls of Ibrahim and Musa." (87:14-19)
So let us unite with the Prophets, with Ibrahim and Musa, with the Prophet of Islam and the Imams of the Ahlul Bayt, and with the Present Imam (peace be upon them all) in imbibing the concern for the Ummah and fellow human beings in our hearts. This is, indeed, the true basis of unity.
Message of the Second Khutba
Once Imam Ali ibn Abi Talib said in his Khutba of Eid al-Fitr, "O people! This day is like the day of your resurrection. So consider your coming out of your homes to your places of [Eid] prayer like your coming out of the graves towards your Lord. And consider your presence in this place of prayer like the day your will be presented before your Lord [for judgment]. And consider your return to your homes like your return to your homes in the Paradise! O servants of Allah! The least that the people who fasted can expect on the last day of Ramadan is that an angel will announce: 'Good tidings, O servants of Allah, for your past sins have been forgiven; so be careful in what you do from now on.'"
Now that Imam Ali has asked us to consider that our return from the Eid prayer is like returning to our homes in the Paradise, try to maintain the spirit of Paradise in your behavior with your wife or husband, your parents, and your children.
Editor's Note: This article originally appeared in the author's Al-Furqan newsletter and has been reproduced here with permission.
* writter Sayyed Muhammad Rizvi source Islamic Insight ( 20.08.2012)
The True Followers of Imam ALI ibn Abi Thalib a.s
When Imam Ali ibn Musa Ridha (peace be upon him) was requested to make his way to the city of Toos (present-day Mashhad) and was ordered to be the heir-apparent of Mamun ar-Rashid, a group of the Shia came to see him and requested permission to enter into his presence. The Imam asked his servant who the people at the door were, to which the servant replied, "They claim that they are the Shia of Ali." The Imam did not give them permission to enter into his presence. This event continued on the second day, third day, and so on.
For a period of two months, every day they would come, ask for permission to see the Imam, to which he would not give them the permission. On the final day, this group of people told the servant, "Tell the Imam that if we are to return back to our home town after being in the city of Toos for two months, and the people ask us if we had a chance to visit the Imam or not, and we tell them that he did not give us the permission to meet him, then no one shall respect us."
The servant went to the Imam and told him what these people said, and at this point, the Imam permitted them to meet him.
After they entered into the presence of the Imam and wanted to sit, the Imam did not give them the permission to sit down. These people protested and said, "O Son of the Messenger of Allah! What have we done to you that you are acting in this way towards us?" The Imam replied to them, "You claim that you are the Shia of Ali, whereas the true Shia of Ali are people like Imam Hasan, Imam Hussain, Abu Dharr, Salman, Miqdad, and Muhammad ibn Abu Bakr.
These people replied, "We ask forgiveness, what else can we say?" The Imam replied to them, "Say that you are the lovers of Ali." When the people said this, then the Imam ordered his servant to show these people kindness. (Bihar al-Anwar, volume 65, p. 157)
These people replied, "We ask forgiveness, what else can we say?" The Imam replied to them, "Say that you are the lovers of Ali." When the people said this, then the Imam ordered his servant to show these people kindness. (Bihar al-Anwar, volume 65, p. 157)
Thus, it is clear that this claim to be a Shia is something very enormous. We see that Imam as-Sadiq (peace be upon him) has stated in relation to the characteristics of the Shia that: "Truly my companions are those people who are the strongest in Wara and who fear the punishment of Allah and who are hopeful of the reward of Allah – these are my companions."
As we know, Taqwa is a lower level of Wara, since Taqwa means that we keep away from sins, whereas Wara means that we keep away from doubtful things.
We have considered the various issues that come up around us as trivial things such that with the performance of the Tawassul, Ziyarat and Du'a, we consider ourselves as Shia. We do not wish to lower the worth and value of Tawassul and Ziyarat; however, there are many other things which must be performed, and this is what it means to be a Shia.
To be a Shia means to be self-sacrificing, to show altruism, to possess cognizance of Allah, and to be a person of piety. Our entire life, our house, our marketplace, our religious programs, our travels, our entire presence must all take on the aroma of Wilayat of the Ahlul Bayt (peace be upon them).
In these regards, we must first start with ourselves and our families and we must implement theWilayat which Imam Ridha has stated, and thus, those who make this claim that they are Shia must first ask repentance for lying! We hope that Allah gives us the ability to truly be the lovers of Allah in place of just claiming this station, such that when we claim that we are the Shia of Ali, we are in that form of a Shia that would be pleasing to Imam as-Sadiq and to Imam Ridha.
By Ayatollah Naser Makarem Shirazi
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...







