Detik-detik kehancuran entitas ZIONIST

Regim Zionist yang selama ini merasa dapat berbuat semena-mena, menipu, merampok, membunuh baik perorangan dan masal semua di kemas atas nama 'peace' - kemanusiaan, sehingga DUNIA hanya dapat melihat dengan samar...

Setelah kejahatan, demi kejahatan dilakukan, masih juga sebagian wilayah di belahan bumi ini, masih belum melihat...sampai kemarin ketika mereka menyerang jelas-jelas rakyat sipil yang akan menolong rakyat Palestina yang telah berabad-abad telah di jajah di rampas hak nya sehabis-habisnya, tetapi lembaga dunia yang seharusnya bertindak masih ragu untuk menyalahkan Israel yang didukung oleh para setan besar - Amerika, Inggris dan sekutunya . Para Aktivis yang sangat berani, berlayar menuju Gaza dengan kesadaran penuh akan tindakan brutal Israel yang telah meneror sebelumnya.... Seluruh mata sekarang telah melihat sendiri...tidak ada alasan untuk membiarkan kejadian sadis yang di lakukan oleh regim Zionist ini. Sifat-sifat asli yang ada di diri mereka, terkuak dengan jelas, dan menunjukan bagaimana sesungguhnya mereka....rakyat Palestina telah mengetahui , karena mereka mendapatkan hal seperti itu 'on the daily basis'...dunia masih juga diam , karena belum jelas terlihat...
sekarang sebagian rakyat dunia yang mengatasnamakan gerakan kemanusiaan, membawa bantuan kemanusiaan, pun di perlakukan seperti yang biasa mereka lakukan pada rakyat Palestina....Jadi tidak ada alasan mereka untuk berlagak tidak melihat, tidak peduli.....

Regim Zionist yang berakal lemah ini....tidak tahu bahwa semakin dia melakukan kejahatan semakin dia terpuruk .....segala yang dilakukan sekecil apapun pasti berbekas dan akan menjadi bukti apa yang telah kita kerjakan.... mereka berpikir, mereka dapat terus menerus menipu dunia dengan kosmetik murah dan rethorika menarik... " sedalam- dalamnya bangkai di kuburkan, baunya pasti akan tercium juga "

Konsekuensi dari pekerjaan buruknya akan di nikmatinya...kehancuran telah membayanginya....bertambah aksi-aksi gilanya semakin bertambah dekat kehancuran entitas dirinya.....

Wahai Yang MAHA KUASA, Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Melihat setiap perilaku, Wahai Yang Maha PEMBALAS DENDAM bagi mereka yang telah berbuat berlebihan...Wahai SEBAIK-BAIKNYA MAKAR....kami serahkan semua urusan ini kepadaMU, kami telah lelah melihat setiap kejahatan yang telah dilakukan oleh regim Zionist ini yang semakin hari semakin menggila.....JANJIMU pasti BENAR...DUNIA ini hanya akan diwarisi oleh mereka yang BERTAKWA...Wahai Yang Maha Cepat Menjawab doa-doa yang terdzalimi... hancurkanlah musuh-musuhMU....percepatlah kemendatangan HujjahMU...persiapkan kami untuk ada di barisan Al Hujjah atfs....al ajal al ajal ya Maulaya ya Shahib al Zaman....shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum.... ADRIKNA YA MAHDI

Liberation...

Tak terasa kita telah berada di akhir zaman...anehnya, semakin di kekinian zaman ini semakin kita terbelenggu oleh 'gadget-gadget' teknologi. Di satu sisi memang sangat praktis, segala sesuatu tinggal 'push botton' dan ' your wish come to true'... sampai-sampai apabila alat tersebut tak ada di dekat kita, kita sepertinya kehilangan segalanya....Pasti pernah mengalami, ketika Hand Phone kita tertinggal...waduh..rasanya tidak dapat konsentrasi...karena banyak catatan dan nomor-nomor penting di dalamnya, yang kita sangat tergantung padanya. Sepertinya 'end of the world' aja...padahal dahulu ketika Hand Phone belum ada, kita biasa-biasa saja tanpanya, dapat menjalani hidup dengan tenang .... Masya Allah...ternyata semakin kita bergantung pada apapun selainNYA, dampaknya luar biasa...entah itu benda mati, makhluk hidup, teman dekat, the loved one, apapun dan siapapun apabila kita sudah mempunyai kecenderungan tergantung kepada 'nya', maka kita harus segera menyadarinya dan mengambil 'sikap'...

Tak perlu di sebut contoh-contohnya, kita semua pasti mengalami ketergantungan kita pada 'sesuatu'. Bahkan ada yang makanan saja harus yang 'tertentu' sesuai kebiasaan, belum benda-benda yang kita pakai dalam keseharian...itu pun adalah ketergantungan kepada selainNYA...karena 'hawa nafsu ' itu sekecil apapun apabila di biasakan menjadi bagian dari diri kita, akan menjadi 'makar'...dan hidup kita semakin lama akan semakin tergantung kepadanya...Kita mungkin tidak menganggap 'serius' atau 'penting' ketergantungan kita pada hal-hal yang BIASA kita konsumsi atau 'pakai', sebaliknya menganggap sangat 'enteng' hal-hal yang demikian...padahal segala ketergantungan itu akan di mulai dari yang sedikit, kecil ...

Keahlian seseorang dalam mengelola hawa nafsunya adalah sebenar-benarnya TAUHID (la ila Ha illallah )dan tidak ada konflik di dalamnya. Mengelola hawa nafsu, adalah tujuan untuk apa kita hidup di dunia. Oleh karena itu pulalah para Nabi Allah di utus, untuk mengingatkan manusia akan hawa nafsunya yang harus dapat di kelola dengan baik ( menyempurnakan akhlak manusia ), agar dapat hidup selamat di dunia dan di akhirat.
Tazkia al Nafs( purification of Nafs ) adalah jembatan dan alat untuk dapat meraih kemenangan manusia, untuk menjadi manusia yang sejati 'khalifah Allah' di muka bumi ini. 'Purification of soul' sangat di butuhkan apabila kita ingin menujuNYA Sang Maha Suci. Jiwa yang merdeka, adalah jiwa yang terbebas dari segala hawa nafsu yang 'rendah' yang 'relatif' yang sementara, yang akhirnya akan hancur...

Secara fitrah, jiwa manusia tak pernah ingin di kekang, di belenggu . Islam memperkenalkan konsep 'kebebasan diri' ini, sehingga 'diri' tersebut dapat melambung tinggi menujuNYA - menyempurnakan 'diri'nya , dapat mengeksplorasi potensi-potensi fitrah yang ada di dalam dirinya. Untuk itulah sangat fundamental bagi manusia untuk mengenal dirinya, agar dia dapat mengaktualisasikan potensi-potensi besar yang ada di dalam dirinya, sehingga manusia dapat meraih kemenangan selama hidup di alam dunia ini juga telah baik mempersiapkan dirinya untuk hidup di alam berikutnya....wallahualam bishawab.....Allahuma shali ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajjil farajahom.. ADRIKNA YA MAHDI

My hurting heart's bleeding....Ya ZAHRA



Kusampaikan rasa duka cita dari lubuk hati yang terdalam kepada Shahib al Ashr wal Zaman atfs, atas syahidnya ( 2nd riwayat )Sayidatul Nisa il alamin - Fatimah Az Zahra as binti Muhammad.

Rasulullah saw : " Fatimah adalah dariku, Barang siapa membuatnya marah, berarti dia membuatku marah, barang siapa membuatnya senang dan bahagia, maka dia membuatku senang dan bahagia "

Putri Rasul saw tercinta ini, harus menanggung segala derita, fitnah serta perampasan hak wilayah Imam Zamannya & hak pribadi dirinya - hak warisnya. Beliau as bangkit dan dengan lantangnya menolak segala pelanggaran yang dilakukan umat ayahnya yang pada saat itu Rasulullah saw belum di kuburkan. 

Derita bertubi-tubi ini berakhir dengan syahadahnya seorang putri Nabi Mulia saw yang mendapatkan julukan dari Allah SWT - sayidatul Nisa il alamin - pemimpin wanita surga sejagat raya dan 9 julukan yang lain. Julukan-julukan tersebut tentunya sesuai dengan pribadi agung yang disandang beliau as. 

Adapun julukan-julukan tersebut : Al-Shidiqah, Al Mubarakah, At-Thahirah, Az - Zakiyah, Al Muhadatsh, Ar Ridhiah, Al Mardiah, Az Zahra, Al Batul.

Sejak kecil beliau as setelah menjadi yatim atas kepergian ibunda tercintanya Sayidah Khadijah Al Qubra as, beliau as yang mengurus ayahnya - nabi agung nan mulia Rasulullah saw. Sayidah Fatimah kecillah yang menjadi penghibur ayahnya dalam menjalani tugas yang berat, dengan tangan mungilnya beliau membersihkan kotoran2 yang di lemparkan oleh kafir jahiliyah pada ayahnya, membalut luka ayahnya sambil terisak-isak penuh dengan kecintaan. 

Oleh karenanya, Allah memberikan julukan atas beliau as - Ummu Abiha. Rasul saw sangat mencintai putrinya ini bukan hanya hubungan biologis antara anak dan ayah saja tetapi beliau as adalah seorang wanita suci dimana kedudukan beliau as sangatlah tinggi , tak akan ada yang dapat menjelaskan lebih sempurna kecuali Allah SWT & RasulNYA. 

Rasulullah , apabila Fatimah datang berkunjung padanya, beliau saw akan bangkit dari duduknya dan mencium tangan putrinya. Tentu buat orang yang tidak memahami, terutama pada zaman jahilah itu dimana kaum hawa tak 'direken' kedudukannya, tindakan Rasul saw itu dianggap suatu yang mengagetkan dan aneh. Rasul saw yang mulia ingin menerangkan pada saat itu betapa tingginya kedudukan Sang Putri tercintanya itu. Sayidah Fatimah as adalah pendukung setia Rasul saw dalam menjalani tugas kenabiannya ( saw ).

Beliau as pun pembela Wilayah Kepemimpinan setelah Rasul saw, Imam Ali as. Pada saat itu beliau bangkit menyampaikan khutbah terkenalnya pasca wafat ayahnya dalam keadaan sakit setelah rumah beliau as di gerebek paksa hingga beliau as sakit dan terluka berat. Tetapi demi membela hak Imam Zamannya, beliau as bangkit dan segala keadaan tentang diri dan anak2nya di korbannya demi tegaknya agama yang masih baru lahir itu, yang jubahnya telah di koyak seperti juga tubuh beliau as yang suci .
Janin pada tubuh suci beliau as pun, syahid karena dorongan benda keras.

Derita seorang maksumin putri nabi Agung Islam ini, sungguh tiada akhir. Hingga kini masih dapat kita rasakan pengaruh besar dari di koyaknya jubah agama pasca wafat Rasulullah saw . Kejahilan umat Islam dari dulu hingga kini masih terus berlangsung dan ini lah yang dimanfaatkan oleh para musuh Islam yang ingin menihilkan Islam dari muka bumi ini.

Janji Allah pasti benar. KEBERNARAN tak mungkin dapat di pendam , di kubur sedalam apapun pasti akan bangkit lagi kepermukaan...Ya Rabbal Zahra, bihaqi Fatimah wa Abiha, Baliha wa Baniha, percepatlah kemendatangan Sang Penegak KEADILAN, Sang Pembawa bendera KEBENARAN, hancurkan lah para munafikun, musuh-musuhMU sehingga keadilan dapat ditegakan. Berikan lah taufik dan hidayahMU pada kami dan orang-orang jahiliyah agar dapat merasakan CahayaMU yang berada di balik awan. Al ajal al ajal ya Maulaya ya Shabib al Zaman ....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

Seputar Berita dunia...


Kabar berita dunia semakin panas...
Semakin kita mengamati semakin jelas bahwa cerita di dunia ini
hanya ada dua kubu.. kubu mazlum dan kubu thagut
kelompok yang di zalimi haknya dan yang mendzalim hak yang lain
Semua berputar di sekitar hawa nafsu, nafsu syahwat & nafsu angkara murka
Semua nafsu-nafsu itu yang membuahkan kerusakan di muka bumi ini.

Keinginan untuk menguasai dunia ini, menjajah, memperbudak, merampok, membunuh,
berpura-pura baik demi mempertahankan nafsu syahwat- kerakusan ingin mempunyai
segalanya di dunia ini, merasa bebas berbuat dan berkehendak dan merasa dunia
ini milik dirinya...terus menerus mengeksplor hawa nafsu demi kepuasan diri.
Tak mengerti bahwa hawa nafsunya tak mungkin dapat terpuaskan dan dirinya tak
akan mungkin dapat puas, apabila dia merasa dunia ini miliknya dan segalanya
dapat dikendalikan oleh dirinya, dan disinipun dia salah besar ternyata, dia tak dapat mengendalikan lagi hawa nafsunya. Karena hawa nafsu itu akan menjadi 'makar', sangat jahat dan membuat kita terus menerus 'nagih' addicted dan tak terkendali hingga dirinya hancur, bermula dari satu kejahatan ke kejahatan yang berikutnya, dia terus akan memperbudak diri-diri yang lemah dan tak dapat mengendalikan dirinya akan keinginan sementaranya itu.

Begitulah awal dan akar dari segala kerusakan di muka bumi ini.

Palestina, hingga kini terus terjajah, dan teraniaya, Israel menjajah dengan semena-mena, bukan saja hak mereka diambil tetapi dihina dan di aniaya. Setiap hari rumah-rumah orang Palestina di Gaza dan sekarang di tepi Barat & Yerusalem Timur di hancurkan , alasannya mereka santai saja menjawab, kita ingin membuat perumahan baru untuk rakyat Israel. Apabila ada yang protes, mereka halau saja dengan gas airmata, atau kalo sudah bosan , mereka bunuh saja , atau sering kali di tangkapi, dan dianiaya. Kejadian itu terus menerus setiap hari... negara2 yang mengaku menganut paham demokrasi, bukan saja diam malah kemarin Obama akan membiayai lagi nuklir Israel.

Perilaku Amerika, Inggris dan sekutunya itu sudah makin menjadi, semakin disengaja.
Baru-baru ini diadakan konferensi untuk meng non aktifkan senjata2 nuklir militer, tetapi dengan sengaja Obama bukannya menyuruh Israel menghancurkan senjata2 nuklirnya tetapi malah menyuplai dana lagi untuk kepentingan nuklir militer Israel.
Juga Netanyahu dan Liebermann dengan sengaja, menyatakan bahwa Israel akan terus membangun perumahan di daerah yang jelas melanggar peraturan International, karena itu daerah Palestina, malah mereka bilang Yerusalem Timur akan menjadi ibukota Israel. Pelanggaran2 peraturan International setiap hari di langgar, tetapi tidak ada satu institusi dunia internationalpun yang berani melarang Israel??? Sungguh keterlaluan...jelas kita tahu mereka semua di pihak siapa???

Afganisthan, Pakistan yang daerahnya dikuasai Amerika dan sekutunya, hampir setiap hari membunuh rakyat sipil, tetapi apa yang terjadi?? Dengan pretext murahannya 'mencari Osama bin Laden si teroris'. Presidennya Karzai malah berkunjung ke Washington dan berterima kasih atas semua jasa2 mereka???? Logika apa kiranya ini?

Sementara, Presiden Ahmadinejad kemarin dalam pidatonya pada rakyatnya menasihati Amerika dengan tegasnya berkata menyuruh Amerika dan sekutunya untuk hengkang dari Irak, Afganishtan dan Pakistan....begitu juga dengan kasus Palestina, Mahmud Abbas yang selalu wara wiri dengan Israel dan zionis regim seolah tak pernah mendengar segala penderitaan rakyat Palestina yang tiap hari dibunuh dan dianiaya...ya jelas karena dia pemimpin boneka zionist dan tentu memusuhi HAMAS yang terpilih oleh rakyat Palestina melalui pemilihan umum, bukan oleh regim zionist.

Jadi mereka menjual negaranya untuk kepentingan diri sebagai pemimpin korup terhina itu , tak peduli rakyat miskin , hina , teraniaya...

Jepang sudah mulai bangkit, mereka menolak base camp US army di negaranya, Karzygistan juga mengusir presidennya yang bersekutu dengan regim zionist - NATO, yang menolak keberadaan US base camp di negaranya.

Turki mulai melihat Palestina dan gigih membela hak rakyat Palestina, dan mulai menjalin hubungan erat dengan Iran, dan mengakui hak nuklir damai Iran. Syria pun mengambil sikap yang sama dan sekaligus mempererat hubungannya dengan Libanon.
Iran yang di fitnah setiap saat, semakin banyak kawannya di kawasan Timur Tengah, juga di Amerika Latin dan Afrika. Hugo Chaves, dengan tegas mengecam Amerika dan sekutunya yang akan memberikan sanksi terhadap Iran.

Dengan semakin kerasnya tekanan yang di berikan pada Iran, negara Republik Islam ini malah semakin berjaya dan tampil menunjukan kebolehannya di bidang Militer, Teknoologi & Budaya yang dianggap sebelumnya terbelakang , kecuali budaya, mereka memiliki budaya yang sangat tinggi.

Inggris telah menjalani Pemilu dan dimenangkan oleh partai yang sangat kuat mendapat dukungan dari regim Zionist. Inggris akan semakin berkekuatan dalam mendukung regim zionist Israel. Tetapi di Jerman - Merkel yang sangat pro Zionist sudah tidak populer lagi, mudah2an dia tak terpilih lagi tetapi jangan sampai seperti yang terjadi di Inggris, semakin hancur...

Dunia ini milikNYA, sepandai-pandainya manusia berencana tetapi keputusanNYA lah yang menentukan....Allah SWT lah sebaik-baiknya 'makar'. Janji ALLAH SWT PASTI datang dan BENAR...bahwa Dunia ini akan diwariskan pada orang-orang yang bertaqwa - mereka yang bersama dengan KEBENARAN .....wallahualam bishawab.
Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum
ADRIKNA YA MAHDI

Stand up of your value

" Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar " ( QS At-Taubah : 119 )

Sekarang ini, banyak yang kita dapati nilai-nilai yang berlaku di dunia ini, berbanding terbalik dengan nilai-nilai yang kita yakini - imani. Tantangan dan ujian dalam berprinsip pada nilai KEBENARAN selalu di uji. Kekuatan iman dan ajaran yang kita yakini semakin terus di uji, sehingga Sang Pemilik Alam Semesta ini, akan dapat melihat siapa dari hambaNYA yang paling bertaqwa dan SETIA akan nilai-nilai yang telah diturunkan kepada para NabiNYA yang suci. Pernyataan setiap diri tak dapat begitu saja di benarkan setelah teruji kebenarannya. Ucapan dan pengakuan lisan sungguh bukan ukuran. Dalam Nahjul Balagah - bab Mukminin - ciri-ciri seorang Mukmin adalah tidak dapat hanya di lihat dari banyaknya amal kebaikan yang di kerjakan, seperti dilihat dari shalatnya, shalat malamnya, sedekahnya, puasanya, hajinya. Tetapi yang merupakan ciri mukminin adalah ucapannya yang benar, dapat menjaga amanah yang di berikan padanya. Tentunya seorang mukmin tak akan berbohong, selalu menjalani amanat yang di bebankannya dan akan selalu menepati janjinya. Tak ada suatu ucapannya yang tidak sesuai dengan kenyataan. Oleh karenanya, sangat sulit kita menemukan seorang mukmin sejati di sekitar kita.

Kebanyakan muslimin mendapat kesulitan untuk setia berpegang teguh pada nilai-nilai yang 'katanya' di yakininya. Sedikit saja dia berhadapan dengan gejolak gelombang kehidupan 'sekarang', dia secara pasrah terbawa oleh arus, sehingga berbaur dengan nilai-nilai yang dia sebenarnya sangat tahu itu bertolak belakang dengan keyakinan yang dianutnya. Tetapi karena , takut, entah itu kehilangan teman, jabatan, harta, kedudukan, image, dan lain sebagainya, maka dia akan tunduk dan seolah lupa akan keyakinannya dan melepaskan begitu saja sambil 'beristigfar'. Dia baru merasa aman dan tetap menjalankan keimanannya ketika dia berada di mesjidnya saja atau lingkungan pengajiannya saja.

Dilema ini, terus menerus membayangi seorang yang mengaku 'mukmin' di akhir zaman ini. Keadaan kehidupannya sangat jauh dari apa yang seharusnya di jalani sesuai dengan keyakinannya. Dunia semakin memojokannya pada dilema ini, apakah dia harus mengikuti gaya hidup sekuler atau berada di lingkungannya saja tanpa ada perubahan baik itu untuk dirinya ataupun sekitarnya.

Seorang mukmin yang setia pada keyakinannya, akan tetap maju tampil bersama yang lainnya di zaman yang di hadapinya tidak malu akan keyakinan yang di anutnya, apalagi memohon maaf pada sekitarnya karena perbedaan yang di yakininya. Tampil meyakinkan percaya diri dengan kecantikan iman yang diyakininya sebagai alternatif -tidak sekular dan tidak mojok di kandang sendiri, berbaur dengan masyarakat tetapi membawa sesuatu yang berbeda. Dia harus menjadi magnet, karena setiap KEBENARAN itu sangat 'attractive', tidak mudah tunduk pada hal yang biasa, yang relatif dan 'kebanyakan'.

Mengacu pada ayat di atas, bahwa kita harus bersama orang-orang yang benar, adalah para Imam as pilihan Allah SWT . Believing to the UNSEEN is the power of self. Seorang pengikut setia tak mungkin punya perasaan TAKUT akan apa yang terjadi pada dirinya. Dan tetap terus berpegang teguh pada keimanannya. Apabila, kita masih malu akan keyakinan yang dianut, masih takut akan cobaan yang akan dihadapi , maka setiap kita , diri-diri ini, harus merubah diri, karena setiap 'MUNTAZHIR' akan selalu memperbaiki dirinya hingga dia merasa aman dimana pun dia berada, karena dia akan selalu bersama orang-orang yang BENAR... wallahualam bishawab....shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

It's Time....


" Dan sesungguhnya, alam akhirat itu adalah benar-benar alam kehidupan "
( QS Al Ankabut : 64 )


Di alam akhirat inilah maujud hidup yang hakiki. Kebanyakan dari kita, merasa marah dan tersinggung, serta merasa takut apabila ada sesorang berbicara tentang alam akhirat. Padahal, alam akhiratlah sesungguhnya alam kehidupan. Lho kok bisa?

Ayat Al Quran di surat An Ankabut diatas, jelas menyatakan itu, tanpa harus berusaha mencari makna tafsir atau takwil dari ahlinya. Ya, tentu untuk lebih detailnya harus.
Tetapi jelas, al Quran selalu mengingatkan kita, bahwa alam dunia ini adalah alam transisi, dimana kita di haruskan berbuat untuk mempersiapkan alam berikutnya.
Salah total, apabila , orang menyangka, orang-orang yang religius hanya menyibukan diri di pojokan mesjid, sibuk berdoa dan tidak pernah berbaur untuk masyarakat. Justru, apabila dia berbuat demikian , sungguh dia sangat tidak religius dan bukan seorang ahli ibadah. Lho kok bisa?

Seorang arif - yang berilmu pengetahuan, akan disebut berilmu karena dia telah mengaplikasikan ilmunya pada khalayak, oleh karenanya dia menjadi dikenal melalui ilmu pengetahuannya, baik itu berupa pertemuan2 dengan masyarakat maupun lewat tulisan-tulisannya. Karena ilmu pengetahuan itu berkembang, tentu membutuhkan dirinya untuk mengetahui secara praktis, bagaimana yang sesungguhnya terjadi. Ajaran Agama, di kalangan pemikir sekular, hanya dibutuhkan pada saat dia dalam kesusahan saja. Tetapi, sesungguhnya, agama adalah 'manual guide' dalam kehidupan keseharian kita. Jadi sangatlah praktikal, bukan sekedar teori yang hanya di bahas di mesjid dan tempat2 kajian - pengajian, pesantren dsb, tetapi harus terlihat dan teraplikasi dalam setiap kehidupan keseharian kita.

Seorang yang religius adalah seorang yang akan aktif mengaplikasikan ajaran yang di anut dan di yakininya dalam kehidupan sehari-harinya. Semakin tinggi ilmunya, semakin banyak perbuatannya untuk masyarakat sekitarnya. Contoh nyata , Imam Khomeini ra, seorang arif dan marja besar , karena ilmu pengetahuannya yang mumpuni, ia dapat mendirikan negara Islam Iran, yang telah terbukti selama 31 tahun ini, makin berjaya, dan kian hari kian membakar semangat tiap rakyat Iran yang terus berbuat menuju kejayaan negaranya dan memerdekakan setiap diri-diri rakyatnya. Mereka semangat berbuat serta berlomba dalam kebaikan sesuai yang dianjurkan Al Quran. Mereka telah memahami apa makna sebenarnya dari ayat diatas. Masing-masing diri sibuk berbuat mempersiapkan diri untuk kehidupan yang berikutnya, sehingga, di alam dunia ini juga bermanfaat. Semakin religius seseorang , sesungguhnya akan memicu pada kebangkitan diri dalam berbuat kebaikan untuk kesejahteraan hidup dunianya sekaligus akhiratnya. Mengembangkan potensi masing-masing diri untuk mempercantik bentuk diri barzah dan akhiratnya, yang sangat bermanfaat untuk alam dunianya sekaligus alam berikutnya.

Perbuatan sia-sia dan merusak tentu tidak akan di kerjakan oleh seorang arif - yang berpengetahuan. Setitik kesia-siaan, dampaknya sungguh sangat merugikan yang bersangkutan. Jadi seorang ahli akhirat, hidupnya pasti bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya untuk alam dunia, dan dia tentu akan indah bentuk akhiratnya, sehingga ketika menghadap Tuhannya, dia tampil indah, kerennnn...

So, I think it's time for me especially and for all of us, doing something useful for others. Tentunya dengan niat mendekatkan diri padaNYA, tidak dengan niat2 yang dapat merusak amal itu sendiri....wallahualam bishawab...

Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

The 'manifestation' of Sayidah Zaenab binti Ali as


Congratulations on the birth anniversary of the brave woman on earth - the messenger of Hussaini revolution - Sayidah Zainab binti Ali as
The real follower of her whose characters is also a symbol of :

Resistance against oppression
Strong ethics & morals
Propagation of the Real Islam
Truthfullness
Unshakeable belief



Here are the exclusive news from Islamtimes

Facts about Sayyed Hassan Nasrallah, mentioned for the first time
(Islam Times) - He was born poor, lived poor, and will die poor. His inheritance left for his children: a gun and a history full of victories. He is the Secretary General of Hezbollah, the Leader Sayyed Hassan Nasrallah.
Who visited him in the year 1992, will find when visiting him in the year 1993, subsequent years, and even this year, that he wears the same shoes and that his Seiko hand watch, which has been replaced two years ago by the same brand hand watch, is no more than nineteen dollars. Sayyed Hassan donates all the precious gifts sent to him from oversea, from the rich people and visitors, to the “men”, because he believes that they deserve more than him such gifts (that could be sold).

When Kofi Annan visited him in the year 2000, Sayyed Nasrallah ordered a cappuccino and a bottle of Perrier for him, because he knows what he likes and desires. This was the first message to Kofi Annan stating that his mission is impossible, with a man who cares about the full details of his life and his preferable drink.

When he attended a graduation ceremony for the shooting session of the party’s girls, he was still “the party’s military official in Beirut”, it is said that he did not raise his head because of being shy, though he is so strict with those who fail to accomplish their resisting work well.

Sayyed Nasrallah does not hesitate any day to apologize. For instance, he has once apologized to a Lebanese lawyer, who has been arrested on suspicion of being an agent because of his relationship with foreign suspicious dignitaries. After it was later discovered that the said man did not have any security relationship with them, Sayyed Nasrallah told him, “I am the one responsible for this, you will get what you deserve until you are satisfied, if the oral apology, and the cup of black tea mixed with hot water are not enough”.

Maybe he is the only man who made Late Prime Minister Rafik Hariri take off his shoes, and sit on a simple stretched “blanket” on the floor in a modest house during dinner, which included Yogurt Cheese (labneh), olive, and nothing more.
He has an advantage of not being engaged in nepotism, i.e. giving his parents and relatives preference. According to eyewitness, even though he loved his son largely, he agreed to permit him to fight (and to martyr), and the same goes for his father, Haji Abdul Karim. This made a person in charge in a financial institution, which provides loans and is affiliated to the Hizbollah party, refuse the request of Sayyed Hassan’s father, who is absolutely poor, to intercede on behalf a borrower, who failed to meet the conditions of loan. Thus, Hajj Abdul Karim, the father of Hizbollah’s Secretary-General, the employer of that employee, left disappointed, ashamed, but without being insulted, because they were all tactful with everyone.

During one of the occasions of Ramadan, held for an orphanage at Souk Al-Raouche Al-Jadid, it was his first appearance as a Secretary-General. In fact, the invitations were sent to the attendances so that to collect donations for an orphanage that has nothing to do with the Hizbollah party. The attendances included Prime Minister Rafik Hariri, Ministers, deputies, leaders of the army, politicians, and diplomats. When Sayyed Nasrallah in person entered and passed beside the leaders, he did not stop, but greeted them from afar with his hand on his chest. However, when he arrived at the table of “poor people”, he saluted all the people sitting on the table, and sat down without paying attention to the tables of the leaders, although the supervisors invited him to sit on one of those tables. He quickly realized that he is sitting with a group of businessmen, traders and some of the brothers of major Kuwaiti traders on the same table.
It has been noted by all that he have contradictory impacts on people. When he talk with you , he makes you feel that he is greatly experienced, despite trying to hide his intelligence and self-confidence, and as well his humility, which does not hide being funny and being able to quickly recognize the class of the people present. He therefore, left that table and went to the table of the poor and needy people. This made one of the attendances say, “The man is afraid to sit with the rich people so that not to be infected”.

News about Sayyed Hassan, nicknamed ‘Abu Hadi’, is that he sleeps little and stays awake a lot, and that he has been fasting since the first day of displacing the civilians, to equal selves. (Do you remember his TV appearance with dry mouth)? Moreover, he sleeps on a blanket that covers the floor, on it he also lays for few hours. He refuses to sleep on a bed and/or even on a couch.
He is Sayyed Hassan Nasrallah, the Arab political, and number one wanted by Israel.

The leader Hassan Nasrallah negotiates in a meeting, and follows the details in another meeting. Between this and that, he reads a supplication the so-called Dua (calling upon God), which is not to be interrupted but only if there is something that needs his valuation, and then he returns back to his Dua and to perform his prayer in order to become closer to God.

People close to him say about him that he knows his personal value, but he neither enjoys this significance nor boast. He instead is afraid of such a value and of responsibility, since it is massive and requires diffidence for moments.
They also say that he has changed since the year 1992; he became more spiritual, thankful, and closer to God. He settles things related to leadership without hesitation, but he does not mind to conclude a marriage contract of a bride and a groom, for those who ask him to do so, and he jokes, blesses and uses friendly words.

Israel bombs the houses of the poor people searching for Nasrallah, and he is there on the hills and valleys of the south, carrying his shroud, taking care of the caves of the fighters and their tunnels, encouraging and coddling ‘the men of God’ in Lebanon.

The Problem of Sayyed Hassan Nasrallah is that he is affectionate more than necessary in matters related to the Lebanese people, especially his internal opponents, since they are partners in the same homeland. This is enough for the son of Jabal Amel, to partly remain friendly with people, hoping that they would stop being agents before it is too late.

One of the articles of the Lebanese journalist and political analyst Maria Maalouf, published in a newspaper. She is a television broadcaster of Al-Motawasset TV, she hosts an ongoing political program called “Bela Raqeeb” (Arabic for ‘without censorship’).

© Islam Times
Translation By Mayssa Hazimeh

Pengobatan Traditional - Batu Ginjal


Cara pengobatan traditional, selain murah juga lebih sehat dan alami. Ada juga yang menggunakan doa Asmaul Husna yang berasal dari Rasulullah dan keluarganya yang disucikan, yaitu Doa Jausan Kabir - doa no. 91 untuk menghilangkan batu ginjal.

”MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH”
Oleh Dr Lai Chiu-Nan
http://www.natural- cancer-cures. com/remove- gallstones. html


Metoda Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker. “Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama” kata Dr Chiu-Nan. “Umumnya ada penyakit lain yang mendah uluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya……Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu.

Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja.. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut (‘nek,busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.” Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut:

1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam. Jam 6 petang,telanlah satu sendok teh “Epsom salt” (magnesium sulfat, garam Inggris??) dengan segelas air hangat. Jam 8 malam lakukan hal yang sama.Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu. Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum. Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya ‘batu empedu’..

Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. “Batu-batu ini biasanya mengambang” menurut Dr Chiu-Nan.” …Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu…Banyak sekali.Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar. Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.

1. Jenis Apel sebenarnya sama, cuma saya seneng yang manis… Kemaren aku makan Apel RRC yang sering diskon kalau di supermarket harga diskon per 100 gram 800-1000 (biasaya 1600)
2. Minum/makan apel selama 1 hari 4 (rata2) lima juga boleh.
3. Sebelumnya aku minum Jus asli apel. Cuma butuh waktu untuk membuatnya.. …Akhirnya selama 5 hari aku makan apel seger dari kulkas, kulitnya aku buang. Karena apel sekarang banyak yang dikasih lapisan lilin dan terkontaminasi sama pestisida… jadi aku buang kulitya, lalu aku potong kecil..dan dimasukkan ke kulkas…jadi saat kita mau makan, apelnya masih seger dan dingin.
4. Garam Inggris beli di apotik harga Rp2.500 (Tempat obat)
5. Minyak Zaitun kalau kita ke Supermarket namanya Olive Oil, harga 25-30 ribu satu botol. Di Apotek juga ada, aku beli di sana karena dekat rumah…..Guna Jeruk agar kita tidak muntah saat minum Minyak Zaitun ..lalu aduk lagi biar tercampur dengan rata..karena minyak dan jeruk tidak bersatu atau Berat Jenisnya beda…
Sdh ada 3 Dokter suruh aku Operasi… dengan treatment ini, keluar batunya. “Orang yang hanya memikirkan diri sendiri, akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Tetapi orang yang mau memikirkan orang lain, ia akan menjadi orang besar dan mati sebagai orang besar”.

http://www.natural- cancer-cures. com/remove- gallstones. html

Renungan - Khotbah 187 - Nahjul Balaghah , Amirul Mukminin ALI bin ABI THALIB as


Perihal fluktuasi waktu ( kejahatan yang akan terjadi, dan ketiadaan jalan halal mencari rezeki )

Semoga ayah dan ibuku syahid untuk segelintir orang yang nama-nama mereka termasyhur di langit namun tidak di kenal di bumi. Antisipasilah apa yang akan merundung kalian, seperti kemalangan, terputusnya hubungan persaudaraan, dan tampilnya orang-orang yang rendah derajat, kualitas atau nilai mereka. Ini akan terjadi ketika serangan pedang lebih menyenangkan bagi seorang Mukmin ketimbang mendapatkan satu dirham secara halal. Ini akan terjadi* ketika balasan bagi si peminta-minta melebihi balasan bagi si pemberi. Ini akan terjadi ketika kalian mabuk bukan karena minum, namun karena harta dan kemakmuran ; kalian bersumpah dan berbicara bohong bukan karena terpaksa. Ini akan terjadi ketika kesedihan , kecemasan , dan kesulitan melukaimu seperti pelana melukai onok unta. Sampai kapan kemalangan dan kesengsaraan ini akan berlangsung, seberapa jauh harapan ( untuk selamat dari semua itu )?

Wahai manusia, lepaskan tali kekang kuda yang membawa di atas punggungnya beban tangan-tangan ( yaitu dosa-dosa ) mu, jangan tinggalkan pemimpin ( IMAM ) kalian, kalau tidak, maka kalian akan menyalahkan dirimu sendiri atas perbuatan-perbuatanmu sendiri. Jangan menjatuhkan diri ke dalam api yang menyala-nyala di depanmu ; jauhilah jalan-jalannya, dan tinggalkan pertengahan jalannya. Karena, demi jiwaku, orang Mukmin itu akan mati dalam kobaran apinya, sementara orang lain akan selamat dalam kobaran apinya.

Aku ada di tengah kalian, seperti pelita di tengah kegelapan. Barangsiapa masuk bersamanya, maka dia akan mendapat penerangan darinya. Karena itu dengarkan, Wahai manusia, jagalah ia , dan perhatikan selalu dengan telinga hatimu agar kalian memahami.

* pada masa itu (sekarang masih sama), pahala bagi si peminta-minta yang mengambil lebih besar dibanding pahala bagi si pemberi, karena jalan si kaya untuk mendapatkan rezeki adalah jalan haram, sehingga apapun rezeki yang di dermakan si kaya, maka tujuannya adalah untuk dirinya, kemunafikan, dan mencari nama, karena itu, dia tidak berhak mendapat pahala, sementara si miskin yang menerima pemberian karena di paksa kemiskinan dan ketakberdayaannya, lalu membelanjakannya dengan cara yang benar, maka dia layak mendapatkan pahala yang lebih besar.

Shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum....adrikna YA MAHDI

Eating your dead brother's flesh..


Whenever the Shaikh or Maulana touches on the topic of Gheebat (backbiting) from the pulpit, many of us display so many new and never before seen facial expressions, it's as though we are all innocent and being wrongfully found guilty of a heinous crime! This is usually followed by the audience giggling, people's faces turning bright red, and then a mini-gossip fest at the Islamic center where we all take turns retelling a story of how so-and-so is known for committing Gheebat and is a big trouble creator in the community – by the way, that was just more Gheebat.

This problem of Gheebat/backbiting/back-stabbing/black-mouthing/whatever-we-want-to-name-it is not new. When the Holy Qur'an was revealed, verses were also dedicated towards warning the believers against any and all forms of Gheebat. For example, Allah says, "Nor let some of you backbite others. Does one of you like to eat the flesh of his dead brother? But you abhor it." (49:12) This verse isn't unfamiliar to most of us, yet we continue to talk about others in an ill way behind their backs. But the question is: why?

The only logical explanation as to why so many Muslims openly partake in Gheebat (despite it being so strongly forbidden) is that a) we may not know what Gheebat is and when we commit it; b) we fail to even partially comprehend the negative effects that Gheebat has on our lives; c) we underestimate or forget the promised punishment of willingly committing Gheebat; or d) we want to avoid Gheebat, but simply don't know how. So, let's talk some Gheebat!

What Is Gheebat?
Although for some of us identifying Gheebat is perhaps as difficult as rocket science, our Prophet (peace be upon him and his progeny) has given us a simple definition: "Gheebat is remembering your brother in a way he dislikes." (Makasib Muhrima) In his book Greater Sins, Martyr Ayatollah Dastghaib Shirazi talks about different types of Gheebat in light of the traditions of the Ahlul Bayt (peace be upon them).

Absolute Gheebat

"For crying out loud! Everyone thinks Sukaina is soooo smart, but my mum works at her school and she told me that Sukaina failed three subjects last year!" If we know the deep dark secret or defect of someone we dislike or are jealous of, the urge to reveal this secret to intentionally defame the person is at times overpowering. For some of us, Shaitan guides us to feel an unsolicited degree of satisfaction when others know that someone is less than perfect in one way or another. Regarding this type of Gheebat, Imam Ja'far as-Sadiq (peace be upon him) has said, "Gheebat is exposing that aspect of your brother which Allah had concealed." (Al-Kafi)

Apparent Gheebat

"We should never have migrated here! First Brother Ahmed's teenage son started dating Brother Haider's daughter. Yesterday I looked over the backyard fence and saw that twenty-year-old boy Najeeb with a non-Muslim girl in the house! Next it will be our kids! Let's go back to Pakistan!" This type of Gheebat is not done to intentionally expose the shortcomings and secrets of others, but rather to prove a point, express concern, or to cite an example. Regardless of the intent, publicizing such private facts is still classified as Gheebat.

Implied Gheebat

"Remember how we found out Hajj Malik doesn't pray and listens to music? I still can't believe he managed to become the head of our Islamic center!" Although not agreed upon by all Religious Authorities (but we will err on the side of caution), this type of Gheebat is when we repeat, remind, mention or discuss a defect to a person who is already previously aware of it. Although all parties have previously acquired the knowledge of the concerned person's defects, it is considered backbiting since it is classified as "causing grief and humiliation to a fellow believer."

Non-Verbal Gheebat

As though there aren't enough classifications of backbiting already, say hello to the non-verbal type of Gheebat! A sister who is suffering from bulimia walks by, and as soon as she is gone, the other sisters standing there all stick their fingers in their mouths and pretend to throw up. Little did we know that expressing a private defect or fact by way of hand gestures or physical notions which is understood by others (makes an allusion) is also Gheebat!

Listening to Gheebat

In our communities, we often find people believing that it's quite halal to listen to someone defaming another in their absence, as long as we don't take part. Technically, we are not the ones talking ill about that person...right? But according to the Holy Prophet of Islam, "The one who listens to Gheebat is one of those who do Gheebat." (Mustadrak al-Wasail)

Permissible Gheebat

Please note there are certain situations in which Gheebat is permitted. In his book Al-Makasib, Shaikh Murtadha Ansari mentions four instances: 1) when a person openly indulges in sin, 2) when there is an inquiry about the person for legitimate marriage and/or business partnership purposes (of course, only to the extent that is necessary and relevant), 3) when complaining about an oppressor, provided that the complaint is directed to someone who is in a position to redress the oppression. and 4) to discourage the person from engaging in that evil activity, provided that we have certainty that telling others about a person's sin would stop him/her from committing it. For a more detailed discussion on each of these, please click here.

The Negative Effects of Gheebat
The minute we feel as though we may have some serious or life-threatening illness or disease, there's only one thing on our mind: survival. Our Holy Prophet has said: "Slander acts quicker against the faith of a Muslim believer than leprosy does against his body." (Al-Kafi) It makes us wonder, does that instinct wanting "survival" of the faith even exist in the gossiping believers, or are we perfectly fine with our faith being eaten away every time we backbite?

An accountant's worst nightmare is to issue a transaction which allows for the exchange of a profit for a loss. But what's worse is when we do this while dealing with the treasures which will benefit us in the afterlife. Backbiting indeed annihilates good deeds! Imam Sadiq has said, "Gheebat is prohibited for all Muslims, and there is no doubt that Gheebat destroys good deeds like fire destroys wood." (Ibid)

To top things off, Gheebat not only increases our sins, but it also invalidates our previously fulfilled religious duties. Our Prophet has said "Whoever backbites a Muslim spoils his fasts and breaks his Wudhu." (Wasail al-Shia) It is stated in other traditions that the good deeds of the backbiter are transferred to the victim of his backbiting, and the victim's sins are transferred to the scroll of deeds of the backbiter!

The Promised Punishment for Gheebat
Let's give all brothers and sisters who are keen on Gheebat the benefit of the doubt. The Holy Qur'an says, "Surely (as for) those who love that scandal should circulate about the believers, they shall have a grievous chastisement in this world and the hereafter; and Allah knows, while you do not know." (24:19) Perhaps our fellow Muslims are simply unaware of the promised punishment for defaming and backbiting others.

Unless those whom we have slandered and committed Gheebat against are our best friends and are extremely kind and forgiving to us, we are in big trouble. Backbiting is such a dangerous sin that only the person who we have defamed has the authority to forgive us. The Prophet once said to his companion Abu Dharr: "O Abu Dharr! Beware of backbiting, for backbiting is graver than adultery." Abu Dharr said: "Why is that so, O Messenger of Allah?" The Prophet replied: "That is because when a man commits adultery and then repents to God, God accepts his repentance. However, backbiting is not forgiven until forgiven by its victim." (Wasail al-Shia)

If we are guilty of having committed Gheebat of a person, it is imperative for us to repent and seek the forgiveness of the victim if this is possible without any chance of severe reaction; otherwise, we must pray for the person and ask Allah to make him/her happy with us, as is outlined in the Du'a for Monday.

Regardless of our level of piety, we all love sporting fresh breath at all times. But for those of us who backbite, unless there's an unlimited supply of free Mentos on the Day of Judgment, we will be in big trouble. The Noble Messenger of Islam has said: "Whoever backbites a Muslim shall come on the Day of Resurrection with his mouth's stench more putrid than a carcass, and it shall irk those who are with him in his station. If he dies before repenting, his death is like that of one who dies while considering permissible that which is prohibited by God, the Exalted and the Glorious." (Ibid)

To those backbiters who remain silent when others speak ill of a fellow brother or sister, our Prophet once said to Imam Ali: "O Ali! When someone hears the backbiting of his Muslim brother committed in his presence, yet he does not rally to his assistance despite being capable of doing so, God shall humiliate him in the world and in the Hereafter." (Ibid)

Practical Tips on How to Avoid Gheebat
If someone brings up a person you dislike or are not exactly on best terms with, change the topic to ensure that you do not feel the urge to blurt a defect about them or end up humiliating them in some other way. If you know a person always backbites others while socializing, then try explaining how you do not appreciate what they are doing, and if they persist, leave or kick that person out of your social circle! (Insha'Allah soon they will realize why you no longer enjoy their company!) If you are unexpectedly caught up in a Gheebat-fest (as often is the case), then do something to make it known that you do not feel comfortable with anybody tainting the reputation of a fellow Muslim.

According to Islam, the first and foremost preferred response to a Gheebat scenario is to refute the backbiting and defend the victim. Prophet Muhammad has said about such a person, "God shall save him from a thousand kinds of evils in this world and in the Hereafter. And if he does not do so despite his ability to refute it, on him shall be the burden of one who commits his backbiting seventy times." (Ibid) If we cannot refute, we must speak up and stop the Gheebat. If we cannot do this, then we should signal the backbiter perhaps by way of a hand gesture to stop. If we can't do this either, than as a last resort we should leave the gossiping group, for listening to gossiping is considered just the same!

If you're suffering from Severe Gheebat Syndrome, and despite reading the numerous abovementioned traditions of the holy personalities and the divine words of the Quran still feel as though you need that extra bit of motivation, please spend a few minutes pondering upon the precious words of the Prophet: "The abandoning of backbiting is more valuable to Allah, Almighty and Glorious, than the performance of ten thousand units of recommended prayers." (Bihar al-Anwar)

*sources Islamic Insight

Beautify your self...



Manusia , yang Allah SWT ciptakan sebagai makhluk termulia di bumiNYA, terkadang menyia-menyiakan , bahkan dengan sengaja menghinakan dirinya, sehingga manusia jauh dari apa yang sesungguhnya, Rabb al alamin kehendaki...

" Segala yang baik itu datangnya dari Allah SWT dan yang buruk dari diri kita sendiri ", ungkapan yang selalu kita ucapakan tatkala kita mengakhiri suatu percakapan misalnya....sesungguhnya manusia telah mengetahui. Orang yang berakal dan beriman adalah orang yang mengaplikasikan apa yang di ketahuinya. Mengetahui disini tentu dengan makna yang sesungguhnya 'ma'arif', dengan keyakinan di lubuk hatinya. 

Kebanyakan orang dapat mengerjakan misalnya larangan yang bersifat materi , seperti makan daging babi adalah haram hukumnya...tetapi yang bermakna non materi, seperti berghibah - ngegosip - fitnah- walalu tahu bahwa itu berarti memakan bangkai ( ini saja sudah jijik ) lalu saudaranya sendiri ( how dare you are doing that!), masih saja dilakukan tanpa perasaan bersalah. Malah hal tersebut dilakukan di tempat-tempat ibadah dan setelah melakukan ritual agama.

Manusia sering sekali lupa, bahwa setiap desahan nafasnya yang keluar masuk , setiap gerakan anggota tubuhnya , setiap ucapan yang keluar dari lidahnya itu, di hitung dan tercatat dengan rapih oleh para malaikat pencatat sehingga, wujud - bentuk dari alam barzakhnya terbentuk sesuai dengan catatan tersebut. Belum lagi wujud dari alam akhiratnya - intelektualnya (aql ) apabila tidak mengkonsumsi sesuatu yang bermakna, atau di isi dengan ilmu-ilmu yang tidak dapat menolongnya di akhirat, dapat di bayangkan bentuk - wujud akhiratnya. Ilmu disini lebih pada 'ma'arif' - pengetahuan yang intens tentang Sang Kholik - Tuhannya, mengenal dengan seksama tentang Tuhannya dan apa yang di perintahkan untuk di kenalnya. 

Pengetahuan tentang Allah SWT, Kenabian, Kemaksuman, Kepemimpinan setelah Kenabian, Alam Akhirat, Hari Kebangkitan, serta Keadilan Tuhan adalah pengetahuan yang harus di pahami hingga aql kita mengetahuinya. Imam Khomeini ra selalu mencontohkan bahwa , semua orang mengetahui apabila orang yang mati tak dapat bergerak dan mengerjakan sesuatu lagi, tetapi banyak orang yang takut untuk tidur di sebelah orang yang sudah mati... Mengetahui dengan lahir saja apabila belum turun pada sebuah keyakinan adalah bukan suatu keimanan . Pengetahuan yang masih di permukaan saja belum menembus ke 'qalbu' memang akan menghasilkan suatu perilaku yang konyol ( seperti contoh mayat ).

Dan sangat jelas, seseorang itu akan berperilaku sesuai dengan pengetahuannya....Anehnya banyak orang meng'klaim' dirinya tahu tetapi bertindak tidak sesuai dengan yang di 'ketahui' nya...

Ini yang dimaksud oleh para 'urafa', bahwa bentuk - wujud akhirat kita sesuai dengan pengetahuan - ma'rifat dari apa yang kita ketahui.

Perumpamaan ini seperti manusia ketika di dalam rahim ibunya, hanya mengetahui keadaannya yang sempit dan gelap dalam rahim ibunya. Bentuk dari janin yang ada di rahim ibu itu juga akan sesuai dengan nutrisi yang di konsumsi oleh ibunya. Begitu juga bentuk kita di alam barzah itu sesuai dengan perilaku yang kita kerjakan di alam dunia ini. Terus hingga bentuk akhirat kita akan menyempurna atau memburuk sesuai dengan 'ilmu pengetahuan - ma'rifat' yang kita di haruskan untuk mengenalinya.

Perjumpaan dengan Tuhan adalah di alam 'aql' - akhirat .. memperindah 'aql' kita adalah bekal yang sangat berharga untuk dapat berjumpa dengan Tuhan .

Oleh karenanya, kenapa kita melihat para 'urafa' lebih mengutamakan bentuk- wujud untuk alam barzah dan akhiratnya ketimbang bentuk fisik di alam dunia .

Alam dunia ini adalah sarana kita untuk memperindah bentuk barzahi dan akhirat kita..

Semoga kita dapat selalu menyempurnakan bentuk diri kita di alam berikutnya. Sungguh seorang mukmin sejati adalah seorang yang VISIONER...bukan 5 tahun kedepan atau 10 tahun kedepan tetapi untuk alam berikutnya....wallahualam bishawab

Shalawat ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum....Adrikna ya MAHDI