Leader's letter to Hamas



Leader's letter to Hamas Fri, 16 Jan 2009 18:54:23 GMT

Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei'The following is the Leader of the Islamic Revolution Ayatollah Seyyed Ali Khamenei's letter to Hamas leader Ismail Haniya in which the Leader praises the bravery of resistance fighters in the Gaza Strip. In the Name of God the Compassionate and the Merciful To the Hamas leader Ismail Haniya "Peace be unto you and so may the mercy of Allah and His blessings" The 20-day perseverance of you, the courageous resistance fighters and the people of Gaza against one of the most atrocious war crimes in the history of the world has hoisted the flag of glory overhead the Islamic Ummah. You have proven that Muslim hearts filled with confidence in God and the Day of Judgment, which will not bow to oppression, can create such heroism that will bring the arrogant powers of the world and their well-equipped armies to their knees. The army, which you have managed with your perseverance to keep outside Gaza City for the past 20 days, is the same army that took large portions of three Arab states in just six days. You must be proud of your unshakable faith in God almighty and his promises, of your courage, patience and sacrifices, as today, the whole of the Muslim world is proud of it. Your resistance has brought shame on the US, the Zionist regime and their supporters in the United Nations and in certain Islamic countries. Today, not only Muslim nations, but also many European and American nations have acknowledged your righteousness. In our eyes, you are victorious today and with the continuation of your resistance, you will further bring shame to the enemy. You must remember that "Your Lord has not forsaken you, nor has He become displeased," and that "Soon your Lord will give you so that you shall be well pleased," God willing. But even so the atrocities committed in Gaza and the death of innocent Palestinians, especially the children, has deeply saddened us. Our entire nation is in mourning because of the crimes committed by the occupiers of Palestine which are broadcast from our television channels everyday. I pray to God for a speedy victory. As God almighty never goes back on his promises and has said "And surely Allah will help him who helps His cause; most surely Allah is Strong, Mighty" and "Those who strive, strive for their own good"รข€¦. Those among the Arab world who have committed treachery must know that a fate no better than that of the Jewish people involved in the battle of the clans will befall them, as God almighty has said "He also brought down their allies among the people of the scripture from their secure positions." The nations of the world stand beside the people and resistance fighters of Gaza. Any government that goes against the will of its nation will further distance itself from its people and the fate of such government is obvious. They must remember that the Commander of the Faithful Ali ibn Abi Talib has said "Living a life of defeat is death and a death with dignity is life." I salute you and the resistance fighters of Gaza and the oppressed and resistant people of Gaza. Aside from the Islamic Republic of Iran's efforts to aid you, which we have viewed it as our duty, I pray for you day and night. I wish you patience and victory from God almighty. "Peace be unto you and unto every pious person and so may be the mercy of Allah and His blessings" Seyyed Ali Khamenei HN/HGH

Hidup Palestina!!!



Kemenangan selalu berada pada pihakNYA......Kebenaran selalu akan terlihat walaupun setan terus berusaha untuk menenggelamkannya....Tersenyumlah wahai HUSAIN ku.....Engkaupun tahu Islam pasti menang, sekarang umat kakekmu di Gaza , Palestina sana telah membuktikan pada dunia, bahwa bendera kebenaran ada di tangan agama Muhammad saww...
klik here :

Nasihat Imam Khomeini untuk membentuk kepribadian Muslim



1. Usahakanlah untuk dapat berpuasa setiap hari Senin & Kamis
2. Shalatlah lima waktu tepat pada waktunya dan berusahalah untuk mengerjakan
shalat Tahajud
3. Kurangilah waktu tidur dan perbanyaklah membaca Al-Qur'an
4. Perhatikan dan tepatilah sungguh-sungguh janji Anda
5. Berinfaklah kepada fakir miskin
6. Berpakaianlah secara sederhana
7. Hindarilah tempat-tempat maksiat
8. Hindarilah tempat-tempat pesta pora dan janganlah mengadakannya
9. Janganlah banyak bicara dan seringlah berdoa ; khususnya hari Selasa
10. Pandanglah fakir miskin dari segi material dan Ulama dari segi spiritual
11. Lupakanlah pekerjaan baik Anda dan ingatlah dosa-dosa Anda yang lalu
12. Berolah raga lah ( senam, marathon, dll )
13. Banyak-banyaklah menelaah berbagai buku ( agama, sosial, politik, sains, filsafat
, sejarah dll )
14. Pelajarilah ilmu-ilmu teknik yang diperlukan oleh negara Islam
15. Pelajarilah ilmu tajwid dan bahasa Arab
16. Perdalamlah dan IKUTI perkembangan umat Islam

Disini jelas Imam Khomeini selalu menekankan bahwa untuk menjadi 'a good muslim' , salah satunya kita harus peduli dan ikuti perkembangan umat Islam. So, GAZA adalah contoh nyata bahwa nilai-nilai luhur dan suci Islam telah diinjak-injak. Ikutilah perkembangan di GAZA dan perkembangan umat Islam dimanapun di dunia ini. Karena bagaimana kita akan mengimani agama Islam ini bila hanya tahu secuil dari agama itu sendiri dan hanya mengikuti yang sesuai dengan keinginan kita saja... Be a good follower of Muhammad wa aali Muhammad...

Menanti Sang Juru Selamat



Di dalam segala keraguan, ketidak pastian dan kekacauan yang ada di seputar kita, siapa pun akan mendambakan sesuatu yang dapat menghantarkannya pada sesuatu yang jelas, pasti dan aman. 

Pertanyaannya apakah itu ada? Dan apakah harapan itu akan terobati? 

Sudah banyak diantara kita yang hampir putus asa dengan kejadian-kejadian yang ada di sekeliling kita, lihatlah di Media-media yang disajikan setiap hari dan telah menjadi makanan keseharian kita bagaimana peristiwa-peristiwa yang sungguh diluar dugaan dan akal sehat telah terus menurus terjadi sehingga pada titik tertentu pikiran kita sudah tidak sanggup lagi mencernanya. 

Tragedi Gaza sungguh mencerminkan banyak sisi-sisi kelam kehidupan di dunia ini, berbagai peristiwa horor terus membayang-bayangi setiap jiwa , belum lagi yang langsung terkena bencana.

Disatu sisi terlihatlah sifat-sifat yang sesungguhnya dari setiap diri, reaksi mereka terhadap bencana dapat mengukur sampai dimana keimanan seseorang...Ada yang marah, kesal, benci, simpati, bahkan acuh sekalipun...Ketakutan, kemarahan, kebohongan, kebencian,kehinaan, ketidakadilan, kematian semua mewarnai hari-hari yang harus terus dijalani. 

Inilah ujian-ujian Tuhan untuk mengetahui siapa diantara hamba-hambaNYA yang benar-benar beriman, karena hanya dengan klaim atau pengakuan semata tidaklah bermakna dan masing-masing diri akan mengetahui sudah sejauh mana keimanan mereka. Karena memang di dunia ini bukanlah tempat balasan pahala untuk mereka yang beriman dan bukanlah balasan azab untuk mereka yang dzalim, tetapi mereka semua akan diadili sesuai dengan apa yang akan dikerjakannya di dunia ini. 

Keimanan yang utuh dan benar akan menghantarkan diri pada suatu keyakinan yang tinggi dimana mereka tidak akan berkeluh kesah,atau merasa ketakutan pada yang telah terjadi pada dirinya, mereka sudah dapat menyaksikan kebesaran Tuhannya. 

Harapan akan keadilan Tuhan dapat menenangkan mereka yang yakin, dengan semangat berjuang yang tinggi dan pantang hina akan ketundukan pada kecurangan dan ketidakadilan mereka terus berjuang hingga titik darah yang penghabisan.

Penantian yang aktif dan penuh dengan keyakinan akan kemenangan pada kebenaran adalah puncak dari keimanan yang Insha Allah akan mempercepat pertemuaan kita pada Sang Juru Selamat...... 

Al ajal Al ajal Al ajal Ya Mahdi ya Shabib al Zaman...

Adrikna Ya Mahdi...
shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad

Know your Enemy


Sudah kenalkah kita pada musuh-musuh kita? Untuk dapat mengenal sesuatu kita harus dapat mengidentifikasikan sesuatu itu, apabila dalam mengidentifikasikannya itu kita tidak mampu, bagaimana kita dapat mengenalnya dan sangatlah sulit untuk dapat menanggulanginya. Musuh adalah sesuatu yang harus kita jauhi karena akan selalu merusak , apapun dan siapapun dia. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mengetahui serta mengenalnya dengan baik siapa dia sebenarnya. Ada 2 tipe musuh manusia, yang pertama yang ada di dalam diri manusia ( seperti hawa nafsu yang tidak sesuai dengan keinginan Sang Pencipta sehingga dapat merusak diri kita dan membawa jauh kita dari perlindungan Allah SWT), tipe ke dua adalah yang ada di luar diri manusia ( seperti orang yang membawa kerusakan diri yang selalu mengajak kita ke jalan yang tidak di ridhai Sang Pencipta yaitu jalan setan )
Tipe pertama, melawan hawa nafsu yang ada di dalam diri mungkin terlihat mudah , tapi ini justru yang paling menjerumuskan manusia, karena tidak terlihat oleh orang lain dan yang harus tahu dan kenal akan itu adalah diri kita sendiri. Disini manusia yang ingin berjalan menuju cahaya Tuhan harus dapat mengenal kecenderungan hawa nafsunya dengan baik agar dapat selamat menuju Tuhannya. Oleh karenanya sangatlah penting untuk selalu mengenal diri kita sendiri. Rasul saww selalu mengingatkan agar kita sadar akan musuh dalam diri kita , sehingga Beliau saww menamakannya jihad akbar untuk dapat melawan musuh terdekat kita itu.
Tipe yang kedua mempunyai dua dimensi, dimensi pertama adalah yang langsung pada diri kita (e.g: kita membenci seseorang yang kita anggap telah menggangu diri kita ini sifatnya pribadi, orang lain belum tentu menganggap orang itu musuhnya ) dan dimensi yang kedua adalah yang tidak secara langsung pada diri kita tetapi berpengaruh pada masyarakat sekitar kita , dengan kata lain diri kita pun akan terpengaruh(e.g : kita membenci musuh-musuh Allah yang dengan sengaja mengajak masyarakat kita kedalam ketersesatan sehingga lupa akan Sang Maha Pencipta ).
Dalam tipe kedua ini, kebanyakan dari kita sering salah mengidentifikasikan musuh-musuh tersebut, terkadang yang seharusnya kita benci dan musuhi malah yang kita jadikan teman. Ini dikarenakan kita tidak pernah membiasakan diri kita untuk mengidentifikasikan siapa musuh kita sebenarnya, kita hanya berpikir yang berbuat baik pada kita adalah teman dan yang berbuat tidak sesuai dengan keinginan kita adalah musuh. Sungguh sangat keliru pendapat yang seperti itu, ini jelas-jelas suatu penipuan. Karena dari sejak zaman dahulu kala hingga kini musuh-musuh jahat, selalu ingin menipu kita dengan membungkus sedemikian indahnya tujuan-tujuan jahat mereka kedalam bentuk yang menggiurkan dan mempesonakan setiap yang diajaknya dengan dalih-dalih kebenaran, kemanusiaan, kedamaian, demokrasi, kesetaraan gender, agama dan banyak lagi yang apabila ditilik sekilas memang terlihat indah & benar. Itulah kecerdasan musuh-musuh Allah yang ingin menjauhkan umat-umat Muhammad saww kejalan setan. Mereka memerangi kita bukan hanya dengan senjata saja, tetapi dengan taktik halus lain seperti pembunuhan karakter dengan seringnya diperlihatkan figur-figur sesat mereka ( seleb-seleb murahan ) sebagai idola, keterikatan anak-anak muda kita pada obat-obatan terlarang, film-film dan lagu-lagu yang menyesatkan sehingga kita akan lalai dengan tugas kita terutama dalam menjalankan ibadah-ibadah seperti bekerja, sekolah dan tentunya mengingat Allah SWT, gaya hidup yang hedonis, yang harus terus bermimpi agar dapat hidup nyaman tanpa peduli yang lain, jadi mereka bekerja hanya untuk kesenangan-kesenangan sesaat yang mereka pikir akan membawa mereka pada kebahagiaan yang dijanjikan . Orang-orang yang membawa kita kedalam kesenangan-kesenangan sesaat itu adalah sesungguhnya musuh-musuh kita yang sebenarnya. Apabila mereka benar-benar menginginkan kita bahagia , tentunya mereka akan membawa kita pada ketenangan hidup yang sejati, bukan hanya sesaat. Musuh yang tak nyata ini sangat sukses dalam mejalankan visinya , buktinya banyak dari kita yang secara tidak sadar terlena dan terperangkap hingga menjadi seorang yang addicted. Sesuatu yang abadi tentunya datangnya hanya dari Sumber Alam Semesta - Tuhan Sang Maha Pencipta.
Kenapa kita tidak dapat menolak sesuatu yang datangnya dari musuh kita??? apabila kita disuguhkan secangkir racun, apakah kita karena tidak enak pada yang memberi lalu kita paksakan minum???yang kita secara sadar tahu bahwa racun itu lambat laun akan mematikan diri kita!!! Coba renungkan!!! banyak yang ada disekitar kita yang seharusnya kita tahu untuk menolaknya, tetapi masih kita ambil juga!!! Orang yang jelas-jelas menawarkan racun pada kita , masih kita berteman dan bahkan bersahabat dengannya??? Kenalilah musuh-musuh Tuhan & Nabimu, karena itulah musuh-musuhmu!!!....
Sekarang dalam masalah Palestina, coba kenalilah musuhmu!!! jelas terlihat sudah, dalam setiap kesulitan atau bencana kita dapat dengan mudah mengenali siapa musuh!!! siapa teman!!! Be smart and sensitif....asah fitrah diri dengan banyak 'melihat'kedalam diri kita..Berhati-hatilah dengan apa yang kita 'lihat' & 'dengar' karena itu akan mempengaruhi sikap kita. Dengar & lihatlah apa yang di ridhaiNYA..Insya Allah, Allah SWT akan membantu kita untuk dapat mengenali musuh-musuhNYA dan mendukung siapa yang mendukungNYA... Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad....Ya Mahdi adrikna!!!

The COMMITMENT




Dalam setiap tindak tanduk keseharian kita apabila kita memutuskan sesuatu, apapun itu dengan sendirinya pasti harus ada kommitmen serta tanggung jawab yang harus dipikul... Apalagi tindakan ini ada hubungannya dengan sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang 'suci' dan 'sakral', seperti memilih pasangan hidup dan yang paling tinggi lagi adalah memilih sebuah KEYAKINAN. 

Sebagai seorang yang beragama dan mempunyai keyakinan tentu kita harus sadar bahwa pilihan yang kita tentukan itu adalah perJANJIan kita dengan TUHAN YANG MAHA PENCIPTA , MAHA SUCI, MAHA TAHU dan MAHA segalaNYA.

DIA telah menentukan ketentuan-ketentuan yang harus kita terima dengan bertanggung jawab atas apa yang sudah ditentukanNYA. Salah satunya adalah TAAT pada RasulNYA & WashiNYA di muka bumiNYA ini. Seperti kita yang sering membaca doa ziarah, sungguh sangat jelas pesannya yaitu salah satunya tentang hak dan kewajiban kita, serta janji kita pada Rasul dan Washi yang sekaligus kekasih-kekasihNYA itu, bahwa kita akan mencintai apa yang Rasul saww dan A'imah as cintai dan akan membenci dan memusuhi apa apa yang mereka benci dan musuhi. 

Kita berjanji pada mereka agar segala keseharian kita juga harus sesuai dengan yang mereka cintai dan benci serta memusuhi yang mereka benci & musuhi. Itu adalah kommitmen kita pada Tuhan juga pada para kekasihNYA. Sadarkah kita, bahwa dengan mengunjungi majalis Aza Muharram menangisi kesyahidan Imam Husain as dan keluarga tercintanya kita juga dituntut untuk berbuat sesuai dengan tujuan Imam Husain as yang telah berkorban di Karbala??? 

Tujuan beliau as adalah menyadarkan umat kakeknya yang sudah jauh menyimpang dari ajaran Tuhannya!!! Dan Imam as memulai semua itu dari dirinya sendiri dan keluarganya dengan darah-darah suci mereka!!!! Kebangkitan Imam Husain as di Karbala adalah refleksi dari revolusi nilai-nilai tinggi Islam yang telah diinjak-injak oleh mereka yang mengaku umat Muhammad saww, sang kakek tercintanya. Sadarkah bahwa yang membantai keluarga Rasulullah saww adalah umatnya sendiri yang bershalawat dan bertasyahud pada Muhammad wa aali Muhammad??? 

Jangan-jangan kita seperti mereka...nauzubillah!!!Sudahkah kita bercermin?? Apa yang sudah kita lakukan untuk Imam Husain yang telah berkorban demi tegaknya agama Muhammad saww. 

Mulailah dari diri kita , kita tidak hanya harus berjuang dalam arti ke medan perang (karena itu adalah jihad kecil), tetapi dari hal-hal yang ada di sekitar diri kita seperti, apakah keseharian kita telah sesuai dengan ajaran Islam yang diajarkan kakeknya, ayahnya, ibunya Az-Zahra as, bagaimana cara kita bergaul dengan suami, istri, anak, teman , saudara, apakah sesuai dengan Islam??atau musuh Islam??

Apakah pakaian dan penampilan kita sesuai dengan yang ada di kitab suci yang diturunkan pada kakek Al Husain as?? atau sesuai dengan keinginan kita yang jauh dari Islam???, masih banyak hal-hal yang dapat dilakukan diri untuk berjihad melawan kebiasaan 'jahiliah' kita dan hawa nafsu kita (jihad al nafs = jihad akbar). 

Peristiwa Karbala sungguh sangat berdimensi luas, dari segala sisi kita dapat mengambil pelajaran dan sekaligus adalah cerminan bagi diri kita. 

Sesungguhnya setiap diri harus berkommitmen untuk terus melanjutkan MISI suci Al Husain bin Ali as serta keluarga-keluarganya yang mulia. Buatlah para kekasih Allah itu tersenyum dengan tindakan kita bukan malah sebaliknya, bantulah Al Mahdi atfs menjalankan tugas Allah dimuka bumi ini, bukan menjadikan mereka beban!!! Pedang-pedang yang telah merobek-robek tubuh Al Husain as jangan dilakukan lagi!!! dengan tingkah laku kita yang jauh dari nilai-nilai suci ajaran Islam yang telah beliau tegakkan!!! Itulah kommitmen, bila diri ini mengaku pencinta...jangan sakiti Husainku....( Teriakan Fatimah Az-Zahra as )...Ya MAHDI adrikna.....

HUSSAIN di mata para Cendekiawan Kemanusiaan


Charles Dickens
” Jika Hussain berperang untuk keinginan menguasai dunia, maka saya tidaklah mengerti mengapa adik dan kakaknya, istri-istri dan anak-anaknya menyertai dia. Penyebab alasan itu adalah, dia hanya murni berkorban untuk ISLAM.

Thomas Carlyle
” Pelajaran terbaik yang dapat diambil dalam peristiwa tragedi Karbala adalah bahwa Hussain dan keluarga serta pengikutnya adalah orang-orang yang sangat taat beragama. Mereka menggambarkan bahwa kekuasaan dan pasukan yang banyak tidaklah menjadi ukuran apabila itu dilihat dari sisi KEBENARAN vv KEJAHATAN. Kemenangan Hussain yang diraih hanya dengan segelintir pasukan sungguh sangat mengagumkan saya”

Muhammad Iqbal
” Imam Hussain mencerabut tyran untuk selamanya sampai hari Kebangkitan . Dia telah menyirami taman-taman yang kering dari kebebasan dengan darah sucinya, dan tentunya dia membangunkan kaum muslimin yang tertidur. Jika Imam Hussain ingin menargetkan untuk menguasai dunia, tentunya dia tidak mungkin menempuh perjalanan seperti yang dia lakukan ( perjalanan dari Madina ke Karbala) . Hussain menumpahkan darahnya untuk menggapai KEBENARAN yang diyakininya sehingga ia menjadi dasar kepercayaan untuk kaum Muslimin yaitu” La ilaha illa Allah”

Dia juga berkata : ” Bertahan dalam Kebenaran itu yang menyebabkan Kemenangan al Hussain. Kejahatan adalah nasib yang akan mempertemukan pada kekalahan dan kegetiran”

Mahatma Gandhi
” Saya ingin mengetahui kehidupan yang terbaik dari seseorang yang dapat bertahan hingga kini serta tak terbantahkan pada semua hati jutaan manusia.... Saya menjadi lebih yakin dari sebelumnya bahwa bukanlah pedang yang telah memenangkan Islam dalam kehidupan sekarang ini. Itu ada pada ketaatan yang tulus, pernyataan bai’at Hussain yang ikhlas , kesetiaan yang intens dari sahabat-sahabatnya dan pengikutnya, ketegasannya, ketidaktakutannya, keyakinannya yang total pada Tuhannya dan misi tujuannya dalam menyelamatkan Islam. Bukan dengan pedang mereka memecahkan persoalannya

Dia juga berkata : ” Saya belajar dari Hussain bagaimana yang tadinya tertuduh dan kemudian menjadi pemenang”

Dr. K. Sheldrake
” Hussain berjalan dengan sedikit pengikut bukan untuk kemenangan, bukan untuk kekuasaan atau kekayaan, tetapi untuk suatu pengorbanan yang hakiki dan setiap pengikutnya itu, baik laki-laki maupun perempuan, telah mengetahui bahwa musuh tidak akan menyerah, dan mereka tidak hanya siap untuk berperang tetapi juga siap untuk terbunuh. Musuh menolak untuk memberikan air minum bahkan untuk anak-anak, mereka kehausan di bawah sinar panas matahari, ditengah panasnya padang pasir juga tidak seorangpun yang mengeluh saat itu dari mereka dan dengan beraninya menghadapi kejanggalan terbesar tanpa menyerah. ”

Antoine Bara
” Tidak ada pada zaman modern dan dalam sejarah kehidupan manusia pertempuran yang telah berhasil meraih banyak simpati dan pengaguman juga yang memberikan banyak pelajaran dari pada kesyahidan al Hussain di medan Karbala”

Dia juga berkata : ” Saya sudah terbiasa merasakan kepribadian Hussain bin Ali as dua jam sehari. Tujuannya adalah untuk mengetahui terjadinya peristiwa Karbala. Pada saat itu juga, saya menemukan dimensi-dimensi kesucian dan kemanusiaan pada kepribadian orang yang mengorbankannya”.......”Oleh karena itu, saya bersyukur kepada Allah dan yakin bahwa saya dilimpahi keberkahan dari cucu Rasulullah , orang yang disembelih secara zalim, dan yang menyongsong kesyahidan dalam membela hak Allah di atas tanah Karbala”

Edward Gibbon
” Dalam keadaan yang jauh dari sekarang ini, tragedi peristiwa pembunuhan Hussain akan terus membangunkan simpati dari pembaca yang acuh sekalipun”

Khalil Gibran
”Kesyahidan yang dipersembahkan oleh al-Hussain as mengajarkan kepada manusia bagaimana dari keadaan teraniaya dapat meraih kemenangan”

Imam Husain terus memanggil..


Pada saat-saat Imam sendirian setelah hampir seluruh keluarga & pembelanya yang setia telah gugur sebagai syahid tinggal wanita-wanita bani Hasyim dan anak-anak yang berada di tenda, beliau berteriak : "Adakah yang akan datang menolong kami?" "Menolong Ahlul Bayt Muhammad saww??" Teriakan itu masih terus dan terus berlaku pada setiap zaman, setiap hari, setiap detik....Siapkah kita menjawab panggilan Imam as?? Ataukah kita seperti penduduk Kufah yang menyatakan kesiapannya pada Imam Husain as, tetapi sejarah telah membuktikan lain?? Apakah kita siap meninggalkan kenyamanan hidup kita, kebiasaan enak hidup kita, meninggalkan keluarga tercinta kita demi Imam kita??? Hendaknya tiap diri bertanya???? Apakah kita lebih mementingkan keinginan kita dari pada keinginan Imam??Apakah kita hanya mengaku cinta tetapi ketika harus meninggalkan 'our comfort zone' kita enggan dan pura-pura tidak tahu dan hanya duduk menangis di majelis-majelis aza Husainiyah?? Apakah kita lebih mencintai keluarga dan diri kita dari pada Imam as?? Apakah kita tidak takut sejarah selalu berulang, jangan2 kita seperti orang-orang Kufah yang kirim surat pada Imam Husain as?Apakah itu sikap kita pada Imam kita yang telah bersimbah darah suci untuk mempertahankan nilai suci agama kita? Apakah kita hanya beribadah untuk diri kita saja, dan hanya melakukan ritual-ritual saja tanpa adanya wujud nyata dari ibadah itu sendiri??
Tanyakan dan tanyakan pada setiap diri?? IMAM MEMANGGIL....GAZA adalah KARBALA apakah kita akan menjawab Labbaika ya Husain????

Setiap hari adalah ashura, dan setiap tempat adalah Karbala....dan Imam terus memanggil pencintanya yang setia !!!

Terimalah dukaku ya Rasulullah....


A'zhamallahu ujuuranna bi mushibatil Husain as bi Karbala.....

Inna lillahi wa inna lillahi rajiun...

Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Rasulullah
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Amirul Mukminin
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Fatimah Az Zahra
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Aba Muhammad Hasan ibn Ali
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Ali ibn Husain
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Muhammad ibn Ali
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Jafar ibn Muhammad
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Musa ibn Jafar
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Ali ibn Musa
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Muhammad ibn Ali
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Ali ibn Muhammad
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Hasan ibn Ali
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam padamu ya Muhammad ibn Hasan
Aku sampaikan duka yang sangat mendalam pada kalian keluarga Husain, sahabat Husain dan seluruh Bani Hasyim serta para pencinta Al Husain ibn Ali.......

Doakanlah kami agar dapat selalu menjawab panggilanmu ya Husain, dapat bangkit bersama Al Mahdi atfs untuk menjaga agama dan amanah Tuhanmu serta ajaran kakekmu Muhammad ibn Abdillah .
Bantulah kami agar selalu tetap dalam wilayahmu
Jadikanlah hari-hari kami selalu dalam kesadaran penuh menjalankan pengabdian padamu dan mendapatkan selalu keridhaanmu
Ingatkan kami ya Husain akan setiap tindakan kami yang tidak membuatmu ridha
Lindungi kami dari kelalaian dan tindakan yang membuatmu murka
Berikan segala rahasia yang tersimpan pada peristiwa Karbala pada kami agar kami dapat menyenangkanmu dalam setiap keadaan
Berikan kekuatan pada kami untuk dapat melawan keinginan diri yang sering mengalahkan keinginanmu
Tambahkanlah ilmu agara kami dapat mengenalmu lebih dekat lagi dan memahami sesuatu hingga pada hakikatnya
Tambahkanlah kecintaan kami padamu setiap saat sehingga kami dapat mengikutimu dan membenci apa yang engkau benci
Perlihatkanlah kami selalu bahwa kebenaran itulah yang benar dan kebatilan itulah yang salah dan janganlah jadikan keduanya itu sama sehingga kami mengikuti keinginan diri kami

Dari lubuk hati yang terdalam ya Aba Abdillah ....aku sangatlah berduka atas musibah yang terjadi padamu dan keluargamu.....kirimkan salam cintaku pada Rasulullah , ayahmu Ali as , ibumu Az Zahra, kakakmu al Hasan dan seluruh keluarga Bani Hasyim...

Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad.....LABBAIKA YA HUSAIN!!!!!

Palestine ohh Palestine


Bismillahirahmanirahim...Assalamualaika ya Aba Abdillah..Assalamualaika yabna Rasullullah... Assalamualaika yabna Amirul Mukminin Ali ibn Abi Thalib...Assalamualaika yabna Fathimata Zahra...

Karbala now is in Palestine...
The one who knows the story of the Karbala must know that the history is always repeated... Every single pieces of what happen in Gaza is reflected from what happen in the past.
Showing the evil v.v the truth...the traitor v.v the faithful...the silent v.v the outspoken....the opressor v.v the opress...the injustice v.v. the justice.....
lying v.v honesty.....

The person who have heart will choose.....the one who knows the meaning of freedom will have side....
WHO SIDE ARE YOU ON???????
Act & do something.....show your side...

Kullu yaummin Ashuro , kullu ardin Karbala!!!!! LABBAIKA YA HUSAIN !!!

The Lady of Bani Hasyim



Putri Ali as dan Fatimah Az Zahra as telah menggetarkan musuh-musuh pengecut, yang membuat hati musuh menjadi kecut dan tertampar dengan kalimat-kalimat tegas dan mematikan dan tepat sasaran pada setiap diri hina seperti Yazid bin Muawiyah. 

Namanya pun telah dikenal sebelum peristiwa Karbala sekalipun, dikarenakan kecerdasan sekaligus kecantikannya yang memukau, Zaenab binti Ali bin Abi Thalib as. Terdidik dengan madrasah kenabian, adik kandung dari Hasan dan Husein, cucunda Penghulu para Nabi, Muhammad saww ini dengan lantang dan tak henti-hentinya menyerukan tentang ketidak adilan serta kebobrokan Yazid, serta menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi di Karbala.Tanpa beliau, peristiwa Karbala akan terkubur bersama para syahidnya . 

Srikandi Karbala ini merupakan jubir2 Bani Hasyim yang utama, yang menceritakan peristiwa Karbala pada khalayak, terutama pada saat perjalanan beliau as ketika dalam tawanan menuju Damaskus juga setelahnya. Sayidah Zaenab as adalah figur wanita Bani Hasyim, yang kecantikannya bukan hanya terlihat dari fisiknya saja, tetapi terefleksi pada setiap tutur katanya yang terartikulasi dengan cerdas, serta mengandung makna sebagai cerminan dari Al Qur'an al Karim serta Hadist-hadist dari Kakek serta Ayah tercintanya. Putri Zahra as ini haruslah dijadikan model bagi setiap perempuan, yang mengaku pecinta Keluarga Nabi. 

Keyakinannya pada Sang Kholik, yang tentunya sudah pada posisi puncak, membuatnya tegar dan tabah dalam menjalani perjalanan bersama kakak tercintanya di Karbala, menyaksikan langsung setiap kejadian yang terjadi di Karbala. Sayidah Zaenab as juga, telah mempersembahkan kedua putranya Muhammad dan Aun bin Abdullah di Karbala, dirinya pada saat itu adalah pelindung bagi para Bani Hasyim, karena pada saat itu Ali bin Husein Assajad as dalam keadaan sakit keras, beliaulah tumpuan Bani Hasyim dan beberapa sahabat keluarganya yang setia. Kekuatan jiwa dan batinnya sudah tak terbantahkan , tetapi beliau as juga mempunyai kekuatan fisik yang tangguh, beliau berserta putra dan putri al Husein as harus berjalan ribuan KM di padang pasir yang terik dan panas. 

 Adapun riwayat yang mengatakan pasukan Umayah menyediakan unta-unta tanpa pelana, tetapi bisakah kita bayangkan diri kita dalam posisi seperti beliau as, setelah melihat dan terus diperlihatkan pembantaian keluarganya, masihkah kita mempunyai kekuatan seperti Zaenab binti Ali bin Abi Thalib? 

Ketika kita berdiri diatas pasir panas, dan memakai atau memegang besi, kulit kita terbakar dan kita mengaduh kesakitan...Bayangkan keluarga suci Nabi Agung Muhammad saww diperlakukan tidak berperikemanusiaan dengan berjalan diatas pasir panas tanpa alas kaki, dikalungkan di kaki, tangan serta lehernya besi kerangkeng layaknya binatang, di giring sepanjang perjalanan dari Karbala- Irak menuju Damaskus - Syria, masih ditambah dengan menyaksikan kepala-kepala suci keluarganya tercinta tertancap di tombak-tombak musuh biadab. 

Dalam keadaan tertekan sedemikian kerasnya beliau as masih dapat mengartikulasikan kalimat-kalimat cerdas dengan penuh kesadaran dan tawakal pada Rabbnya, seperti : "Semua yang aku lihat adalah keindahan dari Tuhanku"," terimalah persembahan kami yang sedikit, ya Rabb ". 

Hanya dengan madrasah kenabian yang agung, kalima-kalimat tawakal penuh keridhaan kepada Tuhannya seperti itu, akan terlontar dari seorang putri Ali as, seorang wanita agung Bani Hasyim. 

Beliau as adalah seorang Hamasah sejati, lambang dari perempuan Islam. Ini adalah pesan beliau as untuk kita yang mengaku pencinta keluarga Muhammad saww, terutama bagi setiap perempuan, untuk dapat mengukur dirinya sudah sejauh mana perjuangannya membawa bendera Islam di muka bumi ini. 

Karena hijab yang kita kenakan adalah identitas Islam dan dengan hijab ini musuh-musuh Allah akan takut, sebagai mana mereka para musuh-musuh Islam itu sangat takut pada darah-darah para syuhada. 

Perhatikanlah, bahwa musuh-musuh Allah itu selalu ingin menghancurkan kaum wanitanya, karena itu adalah senjata mereka, untuk tidak takut pada Islam, oleh karenanya, janganlah kaum muslimah ini dengan mudah dapat di kelabui musuh ( Imam Khomeini ra semoga Allah merahmati jasad mulianya mengatakan kalimat diatas, yang menurut beliau itulah alasan, mengapa revolusi Islam dapat berhasil, ini dikarenakan hijab para mukminah ). 

Mari kita kibarkan bendera Islam, sebagaimana Zaenab binti Ali as telah lakukan, hancurkan musuh-musuh Allah yang nyata (zionist regime-Israel berserta antek-anteknya ). Teruskanlah perjuangan ZAENAB binti ALI bin ABI THALIB. Tunjukan cinta kita padanya dan keluarganya....

Bangkit dan berjuanglah untuk agama Muhammad saww, yang telah dibayar mahal oleh darah suci seorang putra nabi Agung, Husein bin Ali bin Abi Thalib. Shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad....LABBAIKA YA HUSEIN!!!!