Dari hari ke hari minggu ke minggu bulan ke bulan tahun ke tahun....terus hingga sekarang, kemanakah arah kita melangkah...apakah sudah menuju jalan yang telah di tunjukanNYA atau selama ini kita hanya berbuat sesuatu yang pada kenyataannya tidak ada manfaat untuk diri kita dan sekitarnya. Waktu yang sesungguhnya di berikan pada kita agar kita mendapatkan manfaat untuk kehidupan kita disini juga di akhir nanti, jangan-jangan hanyalah kita jadikan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan rendah dunia kita yang mungkin ada manfaatnya hanya untuk diri kita dan segelintir manusia yang dalam waktu sekejap tak mengandung arti lagi dan berujung pada penyesalan. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.....Semoga kita semua terlindung dari hal semacam itu." Demi masa. Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran " ( QS 103 : 1-3)
Ternyata jawaban nya terdapat di ayat al Quran diatas. Surat al Asr, singkat tetapi sangat padat dan sungguh cukup untuk menjadi pegangan untuk kita semua yang mau merenungi dan benar-benar mentadaburi makna ayat diatas tsb.
Sang Maha Pencipta diri kita sendiri telah tegaskan , bahwa manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali bagi orang-orang yang beriman lalu saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Terkesan sangat sederhana dan biasa, tetapi apabila kita merenung.....sungguh ini adalah obat penyadar diri, yang mana kita diharuskan untuk mengukur diri kita apakah kita masih termasuk yang tergerus dengan waktu hingga kita membuang-buang waktu dengan percuma tanpa makna yang berarti, masih ego sentris dan hanya menyibukan segala sesuatunya hanya untuk diri kita saja tanpa ada keinginan untuk berbagi dengan sesama, sekitar kita . Karena seperti di negara Barat yang kebanyakan manusianya asyik terus membuat dirinya 'bahagia', tetapi tidak mempedulikan masyarakat sekitarnya. Apabila, mereka melihat sesuatu yang tidak benar dan tidak baik, mereka lebih bersikap masa bodoh, selama itu tidak mengganggu diri mereka.
Dalam keluarga pun, orang tua tidak akan menasihati anaknya lagi setelah 18 tahun keatas, dan anak tersebut bebas dapat berbuat apa saja , karena orang tua sudah merasa tidak ada tanggung jawab lagi baik itu dalam hal finansial maupun yang lainnya. Walaupun orang tua terkadang masih mensuport keuangan anaknya, tetapi tetap urusan akhlak dan perilaku bukan tanggung jawab orang tuanya lagi. Inilah yang menyebabkan hancurnya moral di negara-negara Barat. Mereka menganggap kehidupan itu hanya di dunia saja, dan setelah kematian hancur titik.
Bahayanya, banyak negara-negara yang banyak memeluk suatu agama pun telah latah mengadop nilai-nilai tsb, hingga mereka rela melepaskan jati diri mereka.
Sungguh dekadensi moral kian menjamur di seluruh pelosok negeri. Mengamati dan menilai sesuatu dari segi fisik sungguh suatu tipuan yang nyata dan berakibat fatal. Bagaimana tidak kita dapat melihat para penjahat dunia sekaliber Netanyahu dan Obama berpenampilan sangat 'modern' dengan modal rhetorika yang dapat memutar balikan kenyataan dan menuduh pihak lain sebagai pelaku sementara mereka sendirilah di balik semua tuduhan tersebut. Untuk dapat di nilai demikian berbagai upaya pun dikerjakan dengan cara membuat lembaga-lembaga International seperti PBB dan semacamnya untuk dapat melegalisasi kejahatan mereka agar tampak samar dan bebas hukum; menguasai hampir seluruh media masa dunia, sehingga dengan mudahnya seluruh berita dapat di kontrol atas kehendak mereka. Mensponsori hampir seluruh lembaga-lembaga kemanusiaan di seluruh dunia sehingga terlihat mereka lah yang paling menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Semua itu sebagai alat untuk dapat menguasai dunia dengan mengatas namakan demokrasi.
Alhamdulillah , sekarang ini kita telah banyak membuka mata-mata kita dan mencoba dapat bangkit dari segala kelelapan tidur yang terlalu lama. Di negeri-negeri Islam yang di jadikan target mereka untuk dapat mengucilkan nilai-nilai suci Islam hingga tiada. Tetapi Allah Ya Hayyu Ya Qayum , tidak pernah tidur dan diam dan telah menjanjikan kita hamba-hambaNYA bahwa kemenangan akan berada di atas para kaum tertindas yang bangkit melawan segala kejahatan yang ada di muka bumi ini tanpa henti.
Setiap diri kita terpanggil untuk bangkit dan berdiri tegak melawan setiap ketidak adilan dan kejahatan yang nyata maupun yang tersembunyi dan saling mengingatkan untuk selalu berada dan berjalan di jalanNYA , jalan yang telah di tunjukan para Kekasih Allah SWT- para Nabi Allah yang tak seorang pun dari mereka mencontohkan kita untuk hidup bersenang-senang di dunia ini. Dunia ini adalah ladang kita untuk dapat meraih kehidupan yang sesungguhnya di akhirat. Sebagaimana Nabi Muhammad saww : " Kita di uji di dunia ini, karena sesungguhnya kita diciptakn untuk di alam akhirat "
Wallahualam bishawab
Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum
No comments:
Post a Comment