Jalan Lurus

Untuk dapat selalu berada di jalan kebenaran di perlukan hati yang tulus dan keyakinan yang kuat.Bagaimana tidak, pembangkang nomor wahid, setan tak akan pernah lengah menyerang tanpa pandang bulu, entah itu seorang yang lalai bahkan si alim yang shaleh sekalipun.
Rasulullah saw yang mulia oleh karenanya tidak luput mengajarkan pada umatnya agar selalu berpegang teguh pada tali Allah yang masih selalu dapat kita gapai dengan dua pusaka wasiat beliau saw yang paling handal, yaitu al Quran Nur Karim dan Ahlul Bayt Rasulullah yang tlah disucikanNYA.

Dalam setiap taqib salat pun kita selalu dianjurkan untuk selalu berdoa dengan doa-doa pilihan yang biasa di baca oleh lidah & mulut suci Rasul saw & AhlulBayt as. Taqib salat subuh misalnya jelas di awal kedatangan menyambut hari yang akan kita jalani, kita di anjurkan membaca :

" Ya Allah, limpahkan salawat atas Muhammad dan keluarganya, berilah aku petunjuk dengan izinMU ketika kebenaran sudah di pertentangkan karena Engkau akan memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus "

Jalan yang lurus yang kita inginkan dan kita memang di haruskan untuk berjalan disana....apabila kita menghendaki jalan yang di tunjukiNYA. Sudah barangtentu, jalan ini sangat sangat sulit, hanya mereka yang serius ingin menapakinya saja yang akan terus bertahan disitu.

Terlintas seperti mudah, apabila kita bicara dan menyebut keinginan itu. Tetapi bukankah setiap keinginan harus ada kemauan keras untuk dapat mewujudkannya. Ingin tidak hanya di ucap dengan kata-kata, tetapi lebih pada perwujudan dari keinginan itu sendiri...dan usaha perwujudan itulah yang menjadi nilai dari diri seseorang. Keinginan kuat ( azam ) nya dan konsistensi usahanya untuk berada terus di jalan kebenaran apapun tantangannya akan dan di dijalaninya dengan keikhlasan adalah menunjukan kualitas diri seseorang.

Hal ini lah yang membedakan diri seseorang dengan diri yang lainnya. Tentunya hanya usaha dari diri kita tak mungkinlah terwujud usaha kita itu. Hanya Allah, Rasul saw dan tali-tali Allah lah yang dapat menghantarkan kita pada 'mereka' ( 'DIRI' yang sesungguhnya ) . Karena setiap diri ( jiwa ) ini hanya tergantung padaNYA, tentunya dengan menapaki jalan yang telah di tunjukan oleh para Nabi & Aulia Allah lah jalan yang benar. Dengan terus menerus memohonkan rahmat & karunia serta taufik hidayahNYA lah kita dapat berada terus di jalanNYA. Dan dengan izinNYA lah kita dapat terus berada di jalanNYA.

Menggapai magfirah & ridha Allah tidaklah semudah yang kita duga, Allah SWT pun melihat langkah-langkah kita dan keseriusan kita dalam melangkah menujuNYA. Terlepas dari Allah Maha Pengasih & Penyayang, DIA Sang Maha Pengatur Alam Semesta ini, sangat melihat pada apa yang di niatkan dan yang ada di kalbu seseorang serta usaha & tekad kuatnya untuk dapat menggapai magfirah & ridhaNYA.

Kadang kita masih menganggap enteng ampunan Allah, dengan hanya mengucap astagfirullah kita menyangka semua urusan dan kesalahan kita telah selesai dan terampuni, sambil kita masih terus berbuat sesuatu yang masih bukan di jalanNYA ( nauzubillah..)

Semoga kita termasuk yang serius dan bertekad kuat untuk menggapai magfirah & ridhaNYA serta berbuat sesuai dengan kehendakNYA sehingga dapat istiqamah selalu berada di jalanNYA

Wallahualam bishawab....Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...ADRIKNA YA MAHDI




No comments:

Post a Comment