Muntazhir....aren't you?



Dalam setiap fase kehidupan kita, pasti kita akan mengalami fase 'penantian' , siapapun dia tidak terkecuali. Bahkan biji dari pohon tomat pun mengharapkan untuk segera tumbuh menjadi sebuah pohon tomat...seorang ibu yang sedang hamil, menanti kelahiran bayinya....seorang istri menanti suami pulang kerumahnya...seorang guru atau karyawan menanti akhir bulan penerimaan gaji bulanannya....seorang anak yang baru masuk sekolah, menanti tak sabar ingin berangkat ke sekolah....begitulah seterusnya...secara alami atau fitrah kita, kita adalah 'penanti' atau 'muntazhir'.... 

Apabila kita merenungkan lebih dalam lagi, tanyakan pada diri kita...apakah yang kita nanti-nanti kan dalam hidup kita ini.... pada dasarnya semua menanti 'sesuatu yang terbaik', keteraturan, kenyamanan, kedamaian, segala yang membuat diri ini terpuaskan secara hakiki... jadi penantian ini adalah sesuatu yang sangat 'UNIVERSAL'...tidak di khususkan untuk suatu kelompok saja...seperti di terangkan diatas seluruh makhlukNYA selalu dalam penantian.... Harapan setiap diri untuk dapat hidup tenang, damai, nyaman dengan saling berkasih sayang adalah dambaan setiap makhluk yang sangat natural...Penantian pun mempunyai tingkatan-tingkatan, dari yang hanya pemenuhan kebutuhan material hingga kebutuhan spritual... 

Puncak dari segala penantian adalah 'MENANTI KEDATANGAN SANG RATU ADIL' , setiap manusia yang beriman sangat meyakini bahwa dunia ini akan di menangkan oleh orang-orang yang shaleh , sabar dan beriman....Tuhan Pencipta Alam semesta ini telah memperlihatkan orang-orang yang dapat bertahan terhadap tekanan kejahatan musuh-musuhnya tanpa mundur terhina...mereka maju terus pantang mundur..demi memperjuangkan hak-haknya.... para pecundang dengan banyak ciri-ciri dari mereka, yang hanya dapat dibayar dengan harga rendah dan murah , karena tidak ingin menderita, mereka rela menjual harga dirinya, bahkan negaranya, tidak dapat bertahan dengan kesusahan, tak dapat menerima cobaan, dari pada menderita mereka lebih baik menghinakan diri-diri mereka, mereka malu bila di hina tetapi tidak pernah malu dengan menjual diri mereka dengan harga yang murah....ukuran mereka hanya sebatas materi (yang untuk para urafa materi itu suatu yang tidak lebih dari najis, yang kecil dan hina, bukan berarti mereka tidak membutuhkan materi, tetapi diri mereka jauh lebih berharga dari materi-materi yang hanya pemenuhan kebutuhan sesaat saja ) 

...Oleh karenanya penantian Sang Ratu Adil, tidak mungkin terjadi pada diri yang masih berkutat di alam materi.... seorang yang mengaku pencinta apalagi merasa pengikut Ahlul Bayt as sesungguhnya wajib hukumnya mempunyai rasa penantian pada Imam Zaman atfs...apabila tidak 'bohong' lah pengakuannya itu.... Penanti Sang Imam atfs, harus ada pada diri-diri yang mengaku pengikut Rasulullah saww....penanti akan selalu menanti dengan sibuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan Sang Ratu Adil....setiap hari akan sibuk mencari tahu apa yang di inginkanNYA untuk layak disebut penanti...konon...penantian ini adalah sesuatu yang 'prestige' dari sejak zaman nabi Adam as...mereka pun menanti datangnya Sang Ratu Adil....Rasulullah saww : " barangsiapa yang meninggal tanpa mengenal Imam Zamannya akan meninggal dalam keadaan jahiliah ".... Ma'rifah tentang Imam Zaman atfs adalah suatu hal yang mutlak di cari, dipelajari ( bukan hanya tahu beliau atfs itu putra siapa , lahir tahun berapa??? ) .

....Renungkanlah apakah kita sudah mengenal beliau atfs, karena bagaimana akan menanti apabila kita tidak mengenal siapa yang kita nantikan??? Merasa pengikut Ahlul Bayt as??? apa kah sudah mengenal mereka??? apakah kita sedang menanti akan kemendatangan beliau atfs??? Apabila iya, apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut kemendatangan beliau atfs?? It's very easy to claim something.... unfortunetely, THEY need the PROOF not only lip service...remember the unseen which counts !! be always ponder upon about Him...eager to know Him...keep moving...learning...seek knowledge to get MA'RIFAH of HIM.... Insha Allah we could be able to be a MUNTAZHIR...

shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

No comments:

Post a Comment