Love = Sacrifice


Ketika cinta diminta pembuktiannya.... tentu sekedar ucapan manis sangatlah tidak cukup. Cinta dalam berbagai bahasa pun mengandung arti pengorbanan; sacrifice adalah kata benda, sedangkan kata sifatnya adalah sacred yang berarti 'holy'

Pengorbanan itu bermakna 'holy' - 'suci' , jadi lebih ditekankan pada makna spiritualitasnya.... cinta yang sesungguhnya adalah sesuatu yang suci, dan harus mencapai makna yang sesungguhnya, ada pengorbanan yang suci di dalamnya, oleh karenanya sangat jauh dari makna yang biasa kita lihat di keseharian yang umum, yang diartikan sangat rendah yaitu seputar pemuas hawa nafsu semata. Cinta yang kita saksikan dalam kehidupan sehari-hari kita hanya berkutat di sekitar mengeksplor keinginan diri - sangat egosentris, bukan keinginan sang kekasih. 

Malah sering mereka saling menghitung apa yang telah diberikan, diusahakan untuk kekasihnya, dirinya tidak lebih seperti kalkulator dari pada 'lover'. Jauh dari kisah yang kita kenal seperti Laila dan Majnun...Majnun dalam setiap yang dia lakukan hanyalah untuk Laila, setiap yang dia lihat yang terlihat adalah wajah Laila, biarpun hanya memandang genteng rumah Laila, hati Majnun sudah sangat bahagia. Dalam kisah Laila & Majnun, ada yang sangat perlu di renungi...ketika Majnun akan bertemu Laila, ia berlari hingga tak sengaja menabrak orang yang sedang shalat, lalu orang yang sedang shalat marah dan berkata pada Majnun ketika bertemu kembali : apa kamu tidak melihat saya ketika itu saya sedang mengerjakan shalat, Majnun lalu menjawab: bagaimana bisa engkau sedang menghadapNYA lalu masih memperhatikan diriku yang melintas di situ, sedangkan aku tak memperhatikanmu yang ada di pikiran ku pada saat itu hanyalah Laila....

So, bagaimana dengan permintaan Rasulullah saww yang mulia ketika meminta umatnya untuk mencintai keluarganya yang disucikan Allah SWT?? ( QS 42:23 ).

Tentunya Rasul saww yang mulia tidak mungkin menyuruh sesuatu untuk kepentingan diri Beliau saww, dan dari keinginan dirinya....semua dari Sang Kekasih Allah Rabbul alamin... Masihkah kita berkalkulasi dengan para Kekasih ALLAH dalam hal CINTA....Sejarah telah membuktikan siapa-siapa yang sungguh2 mencintai Rasul saww & Keluarganya dan apa yang telah dapatkannya, dan apa keuntungannya...juga sebaliknya siapa yang dengan sengaja membangkang dan menunjukan permusuhannya pada mereka dan apa yang mereka dapatkan... kita dapat bercermin pada kisah-kisah Al Quran dan sejarah perkembangan Islam.... Selama di dunia ini, karena orang masih belum dapat melihat yang sesungguhnya, jadi yang sedang kita lihat sekarang orang2 pembangkang yang di puja-puja, dan orang yang setia di hinakan.... sebetulnya apabila kita mau berpikir sedikit, yang di puja-puja itu melakukan cinta tanpa pengorbanan, dan sebaliknya, tetapi lihatlah orang-orang yang di hinakan mereka sebenarnya adalah mereka yang banyak mengorbankan dirinya tetapi mereka seperti yang terhinakan..

Cinta pada para WALI ALLAH adalah cinta tingkat tinggi yang tidak dapat digapai oleh sembarang orang yang hanya mau berleha-leha tanpa mengorbankan apapun, cinta yang satu ini , sangatlah mahal harganya, sehingga dituntut dengan mengorbankan diri kita, harta kita, waktu kita, seluruh desah nafas kita...tak mungkin bisa kurang dari itu....tentunya cinta ini memerlukan KOMITMEN yang tidak dapat diketahui kecuali olehNYA. CINTA tanpa pengorbanan dan tanpa komitmen sepertinya hanya membuang waktu dan sia-sia....
 


Belajar dari kisah Nabi Allah Yusuf as, bagaimana Zulaika begitu mencintai Nabi Allah yang pada waktu itu Nabi yang harus di taati, dia begitu obses pada Nabi Allah Yusuf as hingga seluruh hidupnya segala langkah hidupnya hanya di dedikasikan untuk mencintai Yusuf as, dengan harga yang sangat tinggi - harta dan dirinya telah dia gadaikan untuk mendapatkan cinta Yusuf as, hingga ia menemukan dirinya. Selama waktu 30 tahun itu, ia mencari Yusuf as tetapi sesungguhnya ia mencari dirinya sendiri, dan setelah ia berhasil menemukan Sang Nabi Allah Yusuf as, tetapi ia tidak lagi seperti dulu, karena sejak itu dia telah menemukan Sang Kekasih yang sesungguhnya, yaitu Sang Pencipta Yusuf as. 

Melalui kecintaaan pada para WALINYA lah yang dapat menghantarkan kita pada TAUHID, mencintai pada Sang Hakikat yang sesungguhnya....Allah Azza Wajalla, Rabbul alamin.

Sudah saatnya setiap diri harus membuktikan cintanya pada Sang Kekasih yang NYATA. Dengan mencintai pada Al Hujjah al MAHDI wali Ashr Shabib al Zaman atfs, seperti yang diminta oleh Rasulullah saww...persiapkan diri untuk bertatap muka dengan beliau atfs , siapkah kita?? Apakah waktu kita, telah di dedikasikan untuk beliau atfs atau masih hanya untuk keluarga dan diri kita?? 

Ingatlah pesan Allah SWT yang menyuruh mencintai Rasul dan keluarganya lebih dari diri kita sendiri??

Teriakan itu akan terus menerus mendera para pengikut setianya, apabila belum terdengar jeritan suara seperti itu..siapapun kita, harus mempertanyakannya?? kenapa?...

Assalamualaika ya Shabib al Tadbir.... shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum....ADRIKNA YA MAHDI

1 comment:

  1. the only sacrifation is just for HIM..May Allah hasten His reapperance...Adrikna Ya MAHDI

    ReplyDelete