Menarik mendengar percakapan-percakapan di sekitar kita yang untuk dapat berkongkow-kongkow dengan teman-temannya menggunakan istilah bersilahturahmi, kan sudah lama tak ketemu dan ini dijadikan ajang reunian katanya...Tentunya untuk terlihat 'gaul' mereka harus hadir dengan alasan tadi, bersilahturahmi, menyambung tali persaudaraan katanya. Adapun hadist Rasulullah saww yang menguatkan tindakan mereka itu , untuk memperpanjang umur , kita dianjurkan untuk selalu terus bersilaturahmi. Tentu apapun yang dianjurkan kekasih Allah itu Sang nabi terakhir saww , pasti baik, tapi apa makna sesungguhnya.... terkadang kita terlalu terburu-buru untuk mendefinisikan sesuatu atau menyimpulkan sesuatu itu.. Semua anjuran dari Nabi Agung Muhammad saww dan para waliNYA pasti akan menghantarkan kita pada kebaikan yang hakiki. Apabila setelah anjuran itu kita ikuti dan berdampak buruk pada diri kita terutama jiwa kita, tentu ada kesalahan pada memaknainya serta menjalankannya. Sayangnya anjuran yang sebetulnya untuk kita saling mengingatkan akan 'kebesaran Allah' dan saling menasihati supaya berjalan di jalanNYA, sudah tak tampak lagi, yang ada hanyalah mereka saling memamerkan diri masing-masing dan lebih parah lagi memburuk-burukan orang-orang yang tidak mereka sukai dan merendahkan mereka yang dibawah mereka dengan alasan masing-masing. Apakah itu yang dianjurkan seorang utusan Allah?? Setiap diri ini yang merasa tinggal di bumiNYA, harus mengenal undang-undangNYA, ada hak dan kewajiban, ada 'rewards & punishment'. Apabila kita berkumpul sehingga menyebabkan kita lalai dari mengingatNYA, dan menjadikan diri kita sekutuNYA, apakah itu manfaat silahturahmi?? Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, apakah dengan berkumpul di caffee dengan teman-teman, makan-makan menu favorite, kita sedang ingat padaNYA, dan apakah obrolan yang kita bicarakan itu menyebut-nyebut namaNYA atau mengagung-agungkan diri kita karena sudah berbuat A-Z ??
(Katanya) Silaturahmi yg "murni" itu sulit. Dateng ke rumah sodara/teman karena di ajak, itu bukan silaturahmi.. Dateng ke rumah sodara/teman karena lebaran, itu bukan silaturahmi.. Apalagi dateng ke rumah sodara/teman karena mau nagih hutang, lebih ga silaturahmi..
ReplyDeleteSilaturahmi yg "murni" (masih katanya) ketika kita datang hanya untuk melihat wajah saudara kita sesama Muslim, tanpa alasan apapun kecuali lillahita'ala.. Wallahua'lam