Siapakah para pencinta?


Sering kita mendengar ucapan seorang yang sedang jatuh cinta, kalimat I LOVE YOU....kebanyakan dari mereka menyatakan kalimat tersebut berdasarkan 'keinginan sesaat, pada saat itu, saya merasakan kasih sayang dari dia dan kita secara spontan ingin mengucapkan apa yang kita rasakan , tetapi pada beberapa saat setelah itu terjadilah konflik diantara mereka karena adanya ketidak sepakatan dalam mengambil keputusan atau ketidak samaan dalam berpendapat, dan kemudian kalimat sebelumnya hanyalah 'history'atau hanya 'lip service' semata atau klaim2 spontan yang tidak bermakna dan setelah itu kita akan berbalik membencinya .Hal ini dapat kita am bil kesimpulannya sbb; Saya cinta dia apabila dia mengikuti keinginan saya, saya cinta dia apabila dia sedang memberikan saya sesuatu yang saya senangi, saya cinta dia bila dia berkelakakuan seperti yang saya mau,(atau dapat juga seperti); karena saya cinta dia , saya akan melakukan sesuatu yang paling dia suka, karena saya cinta dia , saya tidak akan pernah mengecewakan dia, karena saya cinta dia, saya akan melakukan apapun sesuai dengan keinginannya walaupun itu sesuatu yang saya tidak begitu suka, karena saya cinta dia, saya akan berkorban untuk dia apapun itu, tidak peduli apa kata orang, karena saya cinta dia, saya akan membenci apa yang dia tidak suka, karena saya cinta dia, saya akan membela dia mati-matian, karena saya cinta dia ,saya akan marah apabila ada yang menghina dia, karena saya cinta dia , saya akan mencintai sesuatu yang dia cintai dan karena saya cinta dia, saya percaya akan segala keputusannya , walau terkadang tidak sesuai dengan keinginan saya, saya akan tetap mencintai dia

Klaim yang pertama, tentunya adalah mereka yang hanya mencintai dirinya sendiri, tanpa ingin berkorban untuk orang yang dia klaim sebagai yang dicintainya, dia akan marah apabila keinginanan dirinya tidak terpenuhi..Cinta yang demikian adalah cinta posesif.. you are mine & I am yours , you have to do what I said . Sayangnya kebanyakan dari kita menganut cinta yang posesif seperti itu . Segala sesuatunya hanya di dominasi dengan faktor kecemburuan ('coz you are mine'). Lain halnya dengan yang kedua, kita hanya mencintai dia sebagaimana dia apa adanya, apapun itu baik yang saya sukai maupun yang tidak disukai saya, itu tidak akan merubah cinta saya kepadanya, karena saya telah menerima dia apa adanya.

Begitu pula klaim cinta kita pada Sang Maha Pencipta ,Yang telah mengkaruniakan kita berbagai hal yang tidak terbilang, Yang denganNYA kita dapat menghirup udara sesuatu yang sangat esential untuk kita dapat hidup di bumiNYA, yang dengan mudahnya DIA dapat mematikan dengan hanya mengirimkan malaikat Israil pada kita, baik kita yang masih muda, bayi, sudah tua atapun kita yang berpengaruh di dunia ini dan memiliki banyak harta benda, apabila perintahNYA telah tersebut...kun fa ya kun...kita pun sungguh tidak berdaya.

Siapapun dari kita yang mengklaim kecintaan padaNYA, sudahkah mengikuti segala perintahNYA dan menjauhi segala yang dilarangNYA??? Kebanyakan dari kita sangat mencintai sesuatu yang seharusnya kita benci, karena tidak sesuai dengan keinginanNYa. Pertanyaan ini harus selalu kita aplikasikan pada setiap diri kita, apakah kita memang seorang pencinta??
Sudahkah kita membenci apa yang di benciNYA dan mengikuti apa yang di perintahkanNYA walaupun itu sesuatu yang kita cintai??

Intinya adalah apapun yang kita cintai harus sesuai dengan keinginanNYA dan sesuatu yang kita benci harus sesuai dengan apa yang di benciNYA.

2 comments:

  1. Cinta mengajarkan kepada kita pengorbanan, rasa cinta kita pada seorang hamba Allah adalah bagian dari pelajaran kita mencintai-Nya. Konflik kita dengan orang yang kita cintai adalah keterbatasan cinta kita kepadanya karena pecinta sejati merasakan kemanisan dalam derita kerinduannya.

    Wassalam
    Kholid

    ReplyDelete
  2. iya sungguh semoga kita dapat menjadi seorang pencinta sejati...Adrikna ya Mahdi

    ReplyDelete