Resolusi Tahun Baru


Sebentar lagi sudah akan pergantian tahun...biasanya sejak sekarang masing-masing diri sudah mempersiapkan diri dengan membuat daftar list resolusi, akan seperti apa kita hingga setahun mendatang. Tentunya semua demi untuk perbaikan diri, agar menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka akan merayakan datangnya tahun baru dengan berbagai cara sesuai dengan latar belakang kebudayaan dan pendidikan mereka masing-masing. Kebanyakan dari kita karena tinggal di negara yang sangat demokratis sekuler pastinya mengikuti ala Barat yang umum dengan meniup terompet dan bercengkrama riang gembira beserta teman dan keluarga, mereka ikut-ikutan dengan bersulang untuk menyatakan selamat pada tahun baru Masehi..Awal tahun diawali dengan melupakan Sang Pemberi Rahmat Alam Semesta dengan melanggar prinsip ajaran yang diyakininya, seolah ingin berkata... ini kan sedang tahun baru, boleh dong...Sang Maha Pencipta memang tak terlihat oleh 'mayat-mayat hidup'. Sudah membudaya,permisif akan nilai-nilai budaya 'yang mereka anggap lebih tinggi' itu. Sangatlah kontradiktif dengan awal niat mereka untuk beresolusi dalam rangka memperbaiki diri. Sebagai orang Islam yang menganggap tahun baru adalah awal bulan Muharam, mereka akan merenungkan jalan hidup yang diambil oleh cucunda Nabi Muhammad saww, Sayidina Husein bin Ali as yang terbunuh dengan tragis di Karbala- Irak. Datangnya bulan baru dan tahun baru itu dijadikan ajang untuk bertafakur mengenang seorang wali Allah SWT yang syahid demi mempertahankan prinsip-prinsip fundamental yang diajarkan kakeknya Rasulullah saww, menegakan amal ma'ruf & nahi munkar. Pergerakan Husein bin Ali as adalah pendobrak jiwa-jiwa yang tertidur lelap oleh kenikmatan dunia sehingga melupakan Sang Pemberi kenikmatan itu sendiri. Perenungan ini harus menghantarkan diri kita menjadi jiwa-jiwa yang bangkit melawan tiran, ketidak adilan dan segala macam bentuk kemaksiatan yang menodai nilai-nilai suci yang dibawa oleh para Nabi as. Sebuah Resolusi untuk yang meyakini Al Husein as putra Fatimah binti Muhammad saww adalah pertanyaan pada setiap diri, darah suci Al Husein as telah bersimbah begitu mengenaskan juga keluarga tercinta yang semuanya adalah keturunan Nabi suci Muhammad saww beserta para sahabatnya yang setia, apa yang akan kita lakukan untuk dapat membayar darah suci cucunda Rasulullah saww, at least, apakah keseharian kita telah membuat mereka tersenyum atau makin menderita??Itulah resolusi kita, buatlah mereka selalu tersenyum dengan terus menerus memperbaiki diri sesuai dengan ajaran yang dipertahankannya di Karbala. Al Husein as telah mengorbankan nyawa sucinya untuk kita sehingga hingga kini agama Islam yang kita yakini masih ada, lalu apa yang akan kita lakukan untuk Beliau as?? Apakah kita tega untuk membiarkan agama ini dalam keterpurukan dan membiarkan tangan-tangan kotor yang dengan sengaja ingin melenyapkannya???? Adrikna ya Husein

No comments:

Post a Comment