Renungan di awal Tahun
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, semua bagaikan angin kencang yang sulit untuk di tahan. Kejadian demi kejadian datang dan pergi silih berganti menghiasi setiap kehidupan manusia. Pahit dan manis kejadian bagaikan pelajaran-pelajaran berharga yang di turunkan Tuhan pada setiap makhluk ciptaaanNYA tanpa kecuali.
Pelajaran kehidupan yang begitu kaya dan mendidik jiwa-jiwa rapuh agar dapat tegar terus bejalan menyempurna agar menjadi manusia seperti yang telah di design olehNYA, menjadi manifestasiNYA di muka bumi ini dengan mengejawantah sifat-sifatNYA , nama-namaNYA sebanyak mungkin agar lebih menyerupaiNYA.
Tuhan telah memberikan contoh-contoh manusia teladan yang suci karena telah berhasil lulus mengejawantah seluruh sifat-sifat , nama-namaNYA sehingga kedudukan mulia dan suci disandang mereka karenanya. Mereka lah yang kita jadikan tolok ukur untuk kita dapat meneladani dan mencontohnya.
Apabila tidak ada mereka , bagaimana kita dapat mempunyai parameter tentang manusia yang seharusnya kita menjadi. Tuhan menciptakan kita dan alam semesta dengan tujuan yang mulia dengan sistim yang sangat tertata rapih. Semua tercipta dengan maksud dan tujuan sempurna nan suci demi keharmonisan bumiNYA yang di ciptakanNYA untuk mereka.
Bukan suatu yang kebetulan para Nabi yang lebih dari 124.000 orang diturunkan ke muka bumi ini untuk membimbing manusia agar tetap selalu berada di rel jalan Tuhan. Mereka di tugaskan untuk sabar dan tulus membimbing dan membina manusia agar selalu berjalan di jalanNYA. Tugas berat membimbing berbagai macam sifat dan karakter manusia perlu keahlian khusus yang hingga kini , para utusan-utusan Tuhan itu malah di musuhi dan di bunuh secara teraniaya oleh sifat-sifat setaniyah yang ada di setiap diri manusia .
Melawan kehendak-kehendak hewaniyah dan setaniyah manusia adalah sebuah upaya besar dan perlu ketekunan serta kesabaran khusus. Para utusan-utusan Tuhan itu dengan hukum kausalitas Tuhan ( sebab akibat ) walau telah berupaya sedemikian rupa dengan mengajari mendidik dan membina manusia-manusia di jaman nya , tetap menjadi sasaran keji manusia-manusia yang jiwanya kalah dan tunduk pada keinginan-keinginan sementara yang mendominasi dirinya, sehingga dengan tanpa berpikir panjang malah berusaha membinasakan para utusan Tuhan tersebut.
Manusia yang berjiwa, Alam Semesta dan Tuhan adalah satuan unsur kehidupan yang satu sama lain terhubung mengikuti dan patuh pada hukum alam - hukum kausalitas (sebab akibat) yang telah di tetapkanNYA. Adapun pelanggaran penentangan pada ketentuan hukum yang telah di tetapkannya tentu akan menimbulkan kekacauan dan kejadian seperti musibah dan bencana yang ada di alam semesta ini.
Menjaga kepatuhan pada setiap hukum yang telah ditetapkanNYA dan memahami visi misi di ciptakanNYA kita di bumi NYA adalah sebuah upaya keselamatan manusia agar dapat bahagia nantinya .
Sayangnya ini semua masih sebagai sebuah utopia yang masih belum dan harus terus di raih dan diupayakan.
Dalam setiap ajaran agama apapun terutama ajaran Islam Muhammadi , kepercayaan akan sebuah masyarakat yang aman, tentram dan sejahtera itu adalah sebuah harapan yang harus terus menerus di upayakan serta diyakini dengan teguh sesuai janji Tuhan akan dapat terlaksana. Dengan keyakinan tersebut , harapan kita terus membara dengan terus mengupayakan merealisasikan janji Tuhan yang akan di sempurnakan oleh utusanNYA yang terakhir dari keturunan nabiNYA yang terakhir , keturunan Nabi Muhammad SAW , yang namanya sama dengan nama Nabi terakhirNYA , yaitu Muhammad dengan gelar al Mahdi ( atfs ).
Sebagian manusia ada yang tidak mengetahui akan hal penting ini, bahkan menyangkalnya. Inilah penyimpangan yang mengakibatkan kekacauan di bumi ini.
Adapun yang mengetahui pun tidak sedikit yang abai dan lalai sehingga memperlambat datangnya ' Harapan ' setiap orang-orang yang mengimaninya.
Tuhan telah berjanji akan menurunkan HujjahNYA yang terakhir ( baca :argumen, bukti ) untuk menyelamatkan bumi ini dari kerusakan dan kekacauan yang telah di buat oleh makhluk-makhlukNYA yang abai, lemah jiwa dan ingkar pada ketentuan-ketentuanNYA.
Para jejiwa suci dan para pengikut juga pecintanya telah berguguran sejak dulu hingga kini untuk menjaga dan mempertahankan ajaran suci & wahyu Tuhan yang telah di amanahkan pada para utusanNYA demi tergenapi janjiNYA yang telah jelas dan benderang di rekam di kitab suciNYA yang terakhir Al Quran Nur Karim.
Penantian datangnya janji Tuhan yang sudah pasti ini memang tidak serta merta kita menunggu duduk manis dan menonton setiap kejadian lalu hanya mengamati dan menilai.
Yang mempunyai kesadaran diri dan tahu diri tentu kita akan sibuk dan siap mencari jalan bagaimana dapat terlibat dalam mempersiapkan penantian ini dengan berusaha sekuat tenaga dapat turut andil berkontribusi untuk mewujudkan datangnya satu-satunya harapan kita agar dapat hidup dalam keadilan damai sejahtera saling berbagi kebahagiaan diantara sesama makhluk Tuhan seperti janjiNYA.
Semoga kesadaran akan pentingnya membenahi diri dan lingkungan sekitar kita saling berbagi dengan sesama menyatukan langkah dan tujuan bersama demi janji Tuhan yang satu itu, kita diberikan kekuatan dan keikhlasan serta fokus pada setiap langkah kebaikan yang kita niatkan untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat Dunia utusanNYA dari keturunan Nabi terakhirNYA .
Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajum.
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...

