Siapapun dapat menjadi penolong Fatimah Az-Zahra as


" Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat tidak pula keliru, dan tiadalah yang di ucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya " ( QS. Al-Najm 1-4)

Ayat diatas merupakan kesaksian dari Allah, bahwa DIA telah mengajarkan RasulNYA, dan menyuruh untuk berbicara; yang mengandung berbagai wasiat, hukum-hukum dan konsep-konsep ibadah. Hadis-hadis Rasul yang menyangkut Ahul Baytnya yang suci, tidak muncul karena pemihakan ayah pada anaknya, atau karena usaha seorang untuk mengistimewakan keluarganya dan kerabatnya, atau untuk menjamin masa depan mereka.

Nabi Muhammad saw : " Fatimah adalah belahan jiwaku, barang siapa yang menyenangkannya berarti dia telah menyenangkanku, dan barang siapa yang menyakitinya berarati dia telah menyakitiku ". Dan kita semua mengetahui menyenangkan dan menyakiti Rasulullah saw berarti menyenangkan dan menyakiti Allah SWT.

Siapapun kita yang ingin menyenangkan Allah, kita harus menyenangkan Rasulullah saw dan sebagaimana hadis Rasulullah saw Nabi Allah terakhir termaktub dalam AlQuran surat Asy Syuara ayat 23: " Aku tidak minta upah kepadamu atas seruan itu kecuali kecintaan kepada keluargaku ( AhlulBayt as) "

Jadi pesan Nabi Muhammad saw sangatlah jelas, bahwa Rasulullah saw tidak menginginkan upah apapun dari umatnya, kecuali umatnya mencintai keluarga beliau saw yang disucikan ( sebagimana termaktub pada QS 33:33, tentang siapa AhlulBayt Nabi saw yang disucikan )

Nabi Muhammad saw adalah utusan Tuhan Semesta Alam untuk semua makhluk, jin dan manusia. Sifat ini adalah  universal.

Kembali kepada sejarah, dimana banyak sekali peristiwa-peristiwa yang dapat kita jadikan pelajaran untuk dapat terus semangat berjuang di jalanNYA dengan cara yang pernah di contohkan para orang-orang terdahulu.

Dalam peristiwa Karbala, ingatkah Anda bahwa ada seorang Nasrani yang bernama Wahab. Wahab baru saja menikah dan belum sampai 3 minggu menikah, pengantin baru tersebut telah menjawab panggilan cucu Nabi Allah Muhammad saw, al Husain ibn Ali as yang sedang di serang oleh pasukan Umar ibn Saat ibn Abiwaqash. Wahab tahu persis bahwa pasukan al Husain itu tak sebanding dengan pasukan musuh dan tak mungkin dapat berhasil mengalahkan musuh. Tetapi berkat kesadaran Wahab yang luar biasa, seorang Nasrani yang sangat menghormati utusan Tuhan dan mengetahui apa yang akan di dapatkannya apabila menolong seorang putra Nabi. Beliau rela meninggalkan apa saja yang di miliki demi meraih kemuliaan Tuhan. Di lain pihak pasukan musuh yang mengklaim sebagai pasukan muslimin berperang melawan putra Nabi Allah yang beragama sama dengan mereka.

Perbedaan yang nyata itu yang harus kita amati dan telusuri...

Wahab pun tak mungkin dapat menjadi demikian apabila tidak mempunyai seorang ibu yang yang sangat taat dan memahami tentang agama yang diyakininya. Ibunyalah yang mendidik dan mendorong Wahab untuk mempersembahkan putra satu-satunya itu (yang pada saat itu baru saja menikah) untuk menjadi penolong putra Fatimah binti Muhammad.
Ibu Wahab itu sangat bahagia dapat mempersembahkan putranya untuk menolong putra Fatimah binti Muhammad, dia menyebutnya kasih sayang Tuhan pada keluarga mereka dan suatu kehormatan diberikan pada mereka. Ibu Wahab merasa bangga bahwa Al Husain as sendiri yang memanggil mereka. Diapun terus menerus menyemangati putranya itu dan memuji-muji putranya yang akan bergabung dengan pasukan Al Husain ibn Ali di Nainawa. 

Ibu Wahab itu sadar , sesadar-sadarnya bahwa menolong Al Husain dalam peperangan tersebut berarti akan kehilangan putranya. Tetapi karena pengetahuan keluarga Wahab yang mumpuni dan mengerti akan makna 'pengorbanan untuk Tuhan' , mereka melakukannya dengan penuh kecintaan. Wahab pun berkata : " Di dalam peperang seperti ini seorang ksatria perang pun akan terlihat seperti amatir ( karena lawan yang tak sebanding), tetapi hanya karena CINTA lah dia akan dapat berperang seperti ksatria". Bayangkan seorang Nasrani secara lahir telah mengamalkan ayat Al Quran surat 42:23 .

Pada saati itupun, sang ibu Wahab agak cemas terhadap istri yang baru di nikahi Wahab. Dia takut apabila sang istri mempengaruhi tekad putranya yang telah dia didik dan besarkan untuk menjadi 'pecinta' itu, berubah pikiran....tetapi subhanallah istri pilihan Wahab pun adalah seorang pecinta sejati. Mereka semua akhirnya syahid untuk membela cucu Nabi Muhammad saw , sang putra Az Zahra - Al Husain ibn Ali di padang Karbala.

Sekarang, saatnya kita merenung, yang mengaku mencintai Al Husain as, dan Fatimah Az Zahra as dan nabi kita Muhammad saw. Apakah benar kita telah mencintai mereka - manusia-manusia suci itu sebagaimana Wahab dan keluarganya yang notabene beragama Nasrani itu telah mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk para kekasih Allah????

Ya Zahra...didiklah kami untuk dapat menjadi pecinta kalian yang sejati, yang jujur dengan apa yang kami klaim....Bi haqi Fatimah wa abiha wa baliha wa baniha semoga kami semua dapat menjadi penolong al Mahdi atfs yang akan membersihkan bumiNYA ini dengan KEADILAN .

Wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum........ADRIKNA YA MAHDI

Peradaban & Moderenisasi

Di zaman sekarang ini, manusia memasuki era yang istilahnya meraka adopsi dari Barat yaitu era moderenisasi. Dimana makna modern disini ingin mengacu pada suatu peradaban Barat yang serba dilengkapi dengan alat-alat elektronik. Manusia abad ini dipaksa sepakat bahwa bangsa yang beradab adalah bangsa yang di dalam kehidupan kesehariannya sudah menggunakan alat-alat canggih elektronik buatan Barat. Karena kebanyakan bangsa di Timur tidak pernah di beri kesempatan untuk membuat alat-alat canggih, dan karena masih selalu taat menjalankan ritual-ritual 'mistik' dalam kesehariannya, maka bangsa di Timur oleh bangsa Barat dianggap tidak atau belum beradab ASALKAN mereka mau mengkonsumsi apa yang di ditawarkan Barat baik itu budaya, maupun alat-alat elektronik yang canggih, maka dia baru dianggap beradab dan modern.

Pemaksaan akan 'istilah' ini telah di lakukan Barat sejak zaman nenek moyang mereka ketika mereka menjajah negeri-negeri di Timur ini yang kaya raya akan sumber daya alamnya. Setelah mereka menjajah dan menguasai sumber daya alam disana , mereka 'mempekerjakan' pendudukan asli hanya sebagai buruh pekerja, karena mereka enggan untuk mentransfer teknologi yang mereka punyai ( ini salah satu strategi penjajah agar penduduk jajahan terus dapat mereka kuasai dan terus bergantung pada mereka). Sesekali mereka men'training' penduduk pribumi yang mereka perkiraan akan setia dan tidak akan menuntut lebih dari yang telah mereka dapatkan dengan selalu mengingatkan mereka agar terus 'loyal' pada si penjajah Barat dengan mencukupi segala kebutuhan mereka. Tetapi posisi puncak dan ilmu teknologi tak akan turun langsung begitu saja di transfer kepada penduduk pribumi, dengan alasan yang sangat jelas. Bangsa Timur hanya sebagai maksimalnya akan dapat menjadi'pembantu-pembantu'ahli yang tidak akan pernah akan bisa melebihi bangsa Barat.

Transfer kebudayaan, dimana bangsa Timur dipaksa untuk mengkonsumsi produk-produk buatan Barat yang notabene lebih modern dari pada buatan bangsanya sendiri yang sangat sederhana dan alami itu. Gaya hidup Barat di paksa diterapkan pada bangsa Timur untuk dapat selalu menjadi budak-budak pengkonsumsi produk-produk buatan Barat yang mana bangsa Barat mendapatkan keuntungan yang sangat besar dan dari situlah mereka dapat bertahan hidup. Terkadang mereka sendiri tidak mampu dan tidak pernah menggunakan produk mereka , karena mereka tahu betul apa isi dari produk tersebut. Bangsa Timur yang telah menjadi konsumtif dan haus akan segala yang datang dari negeri Barat, adalah sasaran empuk produsen Barat untuk dapat berimaginasi dan explore kreatifitas untuk memenuhi pangsa pasar Timur yang tak pernah habis. Mereka telah ketagihan dengan segala sesuatu yang datang dari negeri Barat. Apabila ada dari negeri Timur yang mulai berproduksi maka mereka akan melirik hanya dengan sebelah mata.

Sikap menganggap kecil dan remeh bangsa sendiri dan bangsa Timur adalah buah dari 'strategi bangsa Barat' untuk dapat terus mendominisi dunia. Mereka telah sukses mem'brain-washed' bangsa di Timur untuk tidak percaya diri dan merasa lebih rendah dari bangsa Barat. Rencana besar bangsa Barat ini juga telah mencerabut 'diri' dan jiwa hampir setiap bangsa di TImur untuk menjadikan diri mereka jauh diri-diri mereka sendiri. Bahkan mereka rela untuk melepas segala identitas diri mereka demi ingin dilihat menjadi seperti bangsa Barat yang selalu memproduksi barang-barang yang dipandang modern itu.

Kepercayaan yang dianut oleh bangsa Timur lama-lama ditinggalkan karena merasa sudah kadaluarsa dan tidak dibutuhkan lagi. Seorang lebih baik duduk asyik dengan FB dari pada duduk asyik menghadap Sang Maha Pencipta Alam Semesta yang dulu dan nenek moyang mereka sangat mensakralkan . Sekarang yang mereka sakralkan hanya barang-barang elektronik yang terkadang sangat tidak dapat diandalkan. Produk-produk itu hanya dapat menghantarkan diri-diri kita pada sesuatu yang tidak abadi dan sementara, tetapi entah kenapa ketergantungan manusia abad kini akan suatu produk begitu tingginya hingga rela untuk berbuat 'apapun' demi meraihnya'. Sikap tersebut tentu mengalahkan sikapnya ketika dia harus mengingat pada Sang Pencipta Alam Semesta ini yang dimatanya seolah tidak mempunyai peran apa-apa, karena tidak 'terlihat' dan tidak akan langsung memberikan segala keinginannya.

Tuhan, Sang Pencipta Alam ini yang selalu ingin memperkenalkan DIRINYA pada makhluk-makhlukNYA sampai bisa terkalahkan oleh suatu bangsa yang telah mendominasi bumiNYA dengan hal-hal yang buatNYA dan orang-orang yang taat padaNYA adalah hal yang remeh. Mereka mendominasi dunia ini dengan mengeksplor hawa nafsu semaksimal mungkin. Apapun , model apapun akan tersedia untuk memenuhi wahm2 para pencari dunia itu. Dan memang mereka lah pemenangnya. Tuhan Sang Pencipta Alam semesta hanya menyediakan potensi-potensi diri yang ada di dalam setiap diri untuk di aktualisasikan pada atribut-atibut DIRINYA, sehingga kehidupan abadinya di alam setelah ini akan indah dan jauh lebih indah dari apa yang telah di perlihatkan oleh para pecinta dunia. Diri-diri yang dapat memanifestasikanNYA akan menjadi penghias bumi ini bagi yang dapat melihatnya dengan ilmu pengetahuan langit yang tidak dimiliki oleh para pecinta dunia yang ilmunya hanya sebatas 'wahm' dan tidak abadi.


Apabila kita dapat memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh manusia yang sesuai dengan fitrah dirinya dan tunduk pada peraturan-peraturan Sang Pencipta Alam Semesta, maka sungguh akan menimbulkan kemaslahatan dari pada kehancuran dunia ini. Penjagaan akan bumiNYA dengan mentaati segala peraturanNYA dan menghindari segala yang merusak diri dan lingkungan akan membawa kita semua dalam kelanggengan hidup dan peradaban yang sangat tinggi dan jauh lebih modern.
Apakah dapat disamakan manusia yang tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dirinya dan Tuhannya sehingga dapat menghasilkan kemaslahatan umat dan saling menolong dan menghargai dengan yang kita lihat sekarang manusia yang keblinger dengan ilmu pengetahuan yang mereka gunakan hanya untuk saling merusak dan menguasai sesama manusia??

Semoga dengan kesadaran manusia sekarang akan kesalahan yang mereka adopsi akan menjadikan mereka bertaubat dan menjadi produsen-produsen yang bertanggung jawab untuk kehidupan dunianya maupun akhiratnya....wallahualam bishawab

Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Ketika Awan Tebal itu tak sanggup lagi menghalang


"Aku bagaikan mentari yang berada di balik awan"
(Imam Zaman atfs)


Apabila kita yang sedang mengamati segala yang sedang terjadi di sekitar kita, segala macam perubahan yang ada di sekeliling kita, dengan cermat maka kita akan melihat adanya suatu pergerakan yang sangat dahsyat yang sedang terjadi di alam semesta ini. Perubahan baik itu yang terjadi pada makhluk hidup, manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda mati lainnya ( yang konon benda mati itupun mempunyai gerakan dan bersenyawa ).

Berbagai bencana alam dari gempa bumi hingga banjir bandang, belum lagi kebakaran hutan besar-besaran yang terjadi di berbagai belahan bumiNYA, terus bergantian seolah tak akan berhenti. Hanya dengan selang beberapa bulan atau minggu kejadian itu terjadi silih berganti dengan corak dan bentuk yang berbeda. Tidak pandang bulu, baik itu di negara berkembang maupun di negara maju sekalipun.Negara-negara yang dahulunya hampir tidak pernah mengalami bencana sekarang dengan berturut berubah menjadi katastrope alam. Negara-negara maju yang biasa telah mempersiapkan bencana2 tsb, kali 'gagal' menanganinya. Murni bencana alam maupun buatan manusia....semuanya komplit terjadi dan tak terduga.

Umat Islam di belahan bumi Timur perlahan tetapi pasti satu demi satu bangkit dari tidur nyenyaknya setalah puluhan tahun ditindas oleh penguasa zalim negerinya. Mereka kompak satu sama lain, dan saling meneriakan hak-hak mereka yang selama ini di rampok semena-mena oleh regim terkutuk zionis dan antek-anteknya.

Suara rakyat meneriakan tuntutan KEADILAN yang selama ini terus menerus di injak-injak. Para penguasa itu pun terkaget-kaget melihat rakyatnya bangun dan bangkit dari tidur lelapnya, mereka hampir tak percaya bahwa akan ada gugatan terhadap diri mereka yang sekian lama asyik memperdaya rakyatnya dengan segala kebohongan masal serta menutupi fakta-fakta. Peran media masa yang mereka kuasai menyebabkan kebohongan dan kejahatan mereka tak terexpose dan sangat terlindungi dari pembicaraan publik.

Tetapi, siapa yang menyangka kebangkitan umat Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara akan sedahsyat sekarang. Para penguasa zalim pun tentu tak suka di usik-usik kursi kerajaannya dan dituntut kembali kewajiban2nya terhadap rakyat2nya. Oleh karenanya mereka para penguasa negeri tsb berusaha semaksimal mungkin untuk tetap duduk di kursi2 mereka dan siapapun yang mengusiknya akan dilawan bahkan darah-darah rakyatnys sendiri menjadi halalan toyiban. Dan, karena mereka tidak mempunyai penolong selain regim zionis, maka kesempatan emaslah untuk regim-regim terkutuk ini untuk mengambil kesempatan ini untuk merampok negeri2 yang sangat tergantung pada mereka ini dan di hadapan masyarakat dunia mereka berlagak mengusung membela rakyat-rakyat yang dizalimi oleh para pengacau negeri....padahal jelas sekali hampir seluruh dan mayoritas rakyatnya yang protes,adalah mereka yang haknya sudah lama terinjak-injak, adapun yang minoritas adalah para antek yang setia pada tuannya, dan mereka lah yang beroperasi di lapangan sebagai pembantai sesama bangsanya, mereka lebih memilih harta dan kedudukan tinggi dan iming-iming jabatan dan bayaran mahal ketimbang harus berdemo berdingin2 dan berdesak2 serta berteriak2 , resiko nyawa hilang, di culik atau dibunuh...Si minoritas inilah yang regim zionist bela seolah-olah...

Sebagaian manusia enggan berkorban untuk kepentingan masyarakat umum dan selalu mendahulukan kepentingan dan keuntungan diri-diri mereka dan keluarga nya saja.

Puji Tuhan yang Maha Agung, akhirnya pada suatu titik tertentu rakyat2 dunia akan menyerukan satu kata dan menuntut satu hal yang sama yaitu KEADILAN . Apabila diri-diri umat Islam telah dapat bersatu dengan tujuan yang satu, hati-hati mereka bersatu untuk SATU tuntutan.....insha Allah, Penguasa alam semesta ini akan mengutus utusanNYA yang terakhir ke muka bumi ini sebagaimana bumi ini telah di lumuri dengan ketidak adilan dan kejahatan yang puncak dari manusia yang jahil dan tak beriman.

Apabila, setiap umat Islam di seluruh bumi ini telah sadar , siap dan bangkit melawan kejahatan yang SATU untuk tujuan yang SATU inshaAllah kehadiran Sang Ratu Adil akan segera muncul...oleh karena itu sadarlah wahai kaum muslimin...bersatulah bersatulah...SATUKAN HATI-HATI KALIAN DAN RAPATKAN BARISAN ..LAWAN MUSUH KITA YANG SATU REGIM ZIONIS ISRAEL, AMERIKA DAN SEKUTUNYA...Mohonlah pada Penguasa alam semesta ini agar segala kejahatan dimuka bumi ini & ketidak adilan di muka bumi ini akan segera tergantikan sesuai dengan JANJI TUHAN yang PASTI...

Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Khotbah 17 - Nahjul Balaghah (kumpulan khotbah Ali ibn Abi Thalib as)


" MENGENAI ORANG-ORANG YANG MENEMPATI POSISI PENEGAK KEADILAN, NAMUN MEREKA TIDAK KOMPETEN UNTUK ITU "

Diantara umat manusia, ada dua orang yang paling di benci oleh Allah.

Yang Pertama adalah orang yang sangat mencintai dirinya. Maka dari itu orang seperti ini menyimpang dari jalan kebenaran, dan suka bicara tentang bid'ah yang keji dan mengajak orang kepada jalan kesesatan. Karena itu dia mengganggu orang-orang yang tertarik pada dirinya, dia jauh dari petunjuk orang-orang sebelum dirinya, menyesatkan orang-orang yang mengikutinya baik semasa hidupnya maupun sepeninggalannya, memikul beban dosa orang lain dan terjerat perbuatan sesatnya sendiri.

Yang Kedua adalah orang yang mendorong kebodohan. Dia berkeliaran di kalangan orang bodoh, dia tidak dapat berpikir sehat karena banyaknya kerusakan yang dilakukannya, dan dia tidak dapat melihat berbagai manfaat damai. Orang-orang yang menyerupai 'manusia' menyebut dia pakar padahal dia bukan. Pagi-pagi sekali dia keluar rumah untuk mengumpulkan berbagai barang yang kekurangannya lebih dari banyak, sampai saat dia mengatasi dahaganya dengan air tercemar dan mendapatkan barang-barang yang tak ada artinya. Di kalangan 'manusia' dia duduk sebagai hakim yang bertugas memecahkan apa pun yang membingungkan atau sulit di mengerti orang lain. Jika problem dihadapkan kepadanya, dia pun beragumen dengan argumen yang lemah, dan memberikan putusan berdasarkan argumen yang lemah ini. Dengan demikian dia terjerat dalam keraguan laksana terjerat sarang laba-laba, dia tidak tahu apakah dirinya benar atau salah. Jika dia benar, dia takut jangan-jangan dirinya salah, sedangkan kalau dia salah dia berharap dirinya benar. Dia bodoh, tersesat dalam kebodohannya dan berjalan dalam kegelapan tanpa tujuan yang jelas. Dia tidak berupaya menemukan realitas pengetahuan. Dia menebar hadis seperti angin menerbangkan dedaunan kering.

Demi Allah, dia tidak mampu memcahkan problem yang di hadapkan kepadanya, juga tidak kompeten untuk memegang posisi yang diserahkan kepadanya. Apa saja yang tidak diketahuinya, dia anggap tidak patuh diketahui. Dia tidak sadar bahwa apa yang tidak dijangkaunya, orang lain menjangkaunya.Jika dia tidak jelas dengan sesuatu, dia diam saja tentang sesuatu itu, karena dia tahu dirinya tidak tahu. Orang-orang yang telah melayang jiwanya, mereka memprotes putusannya yang tidak adil, harta pun ( yg dikuasainya dengan jalan dzalim) menggerutu tentang dia.

Aku adukan kepada Allah orang-orang yang hidup bodoh dan mati tersesat. Bagi mereka, tak ada yang lebih tidak bernilai dari pada Al-Quran, jika Al-Quran dibaca dengan pembacaan yang semestinya, juga tak ada yang lebih bernilai selain Al-Quran jika ayat-ayatnya dipindahkan dari tempatnya, juga tak ada yang lebih buruk selain kebajikan, juga tak ada yang lebih baik selain perbuatan jahat.

Note : Amiril Mukminin Ali ibn Abi Thalib as melihat dua golongan manusia sebagai golongan yang paling di benci oleh Allah & sejahat-jahatnya manusia.
Pertama : orang-orang yang bahkan keliru pandangannya dalam masalah ajaran dasar, dan yang sibuk menebarkan kejahatan.
Kedua : orang-orang yang meninggalkan Al-Quran dan sunah dan mempermaklumkan perintah berdasarkan imajinasi mereka sendiri. Mereka menciptakan lingkaran pengikut dan pendukung mereka. dan memasyarakatkan hukum agama buatan mereka sendiri. Kekeliruan dan kesesatan orang-orang seperti itu tidak hanya milik mereka sendiri, melainkan benih kesesatan yang ditebarkan oleh mereka menghasilkan buah, dan ketika berkembang menjadi pohon besar maka dapat menjadi tempat berlindung atau oasis bagi orang-orang yang tesesat, dan ketersesatan ini pun terus saja meluas. Karena orang-orang inilah penebar kesesatan yang sesungguhnya, maka beban dosa orang lain juga dipikul mereka, serta dikatakan Al-Quran :
" Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka sendirim dan beban (lain) bersama mereka sendiri..." ( QS Al-Ankabut : 13)

*sumber altenatif khotbah ini :
- Al-Kulani, Ushul al-Kafi, I, 55
- Abu Thalib al-Makki, Qut, I, 290
- Al-Harawi, al-Jam, lihat 4,
- Ibn al- Atsir, an-Nihayah ( di bawah kh-b-t)

Dialog FATIMAH Az Zahra as & Abu Bakar

Mengungkap kebohongan sebuah hadis politik by Saleh Lapadi on Saturday, February 19, 2011 at 11:38pm
Saleh Lapadi

Peristiwa Fadak banyak dianalisa oleh ahli sejarah. Beragam buku ditulis untuk menetapkan bahwa tanah Fadak milik Rasulullah saw dan telah diwariskan kepada anaknya Fathimah al-Zahra as. Dimulai dari analisa teks, sejarah, sosial, ekonomi sampai politik dapat ditemukan dalam buku-buku itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah Fadak bagi Syiah.

Namun, apakah sesungguhnya demikian?

Menilik khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as, ternyata dari keseluruhan khotbahnya tidak banyak menyinggung masalah Fadak. Terutama bila Abu Bakar, khalifah waktu itu, tidak menyela khotbah Sayyidah Fathimah as dan membawakan argumentasi mengapa ia mengambil Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as, maka khotbah tentang tanah Fadak semakin sedikit. Di samping itu, masalah Fadak dibawakan oleh Sayyidah Zahra pada bagian-bagian akhir dari khotbahnya.

Untuk lebih jelasnya apa sebenarnya yang terjadi dalam dialog keduanya, perlu untuk mengkaji kembali khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as. Hal ini akan memperjelas apa sebenarnya yang terjadi antara keduanya.

Sanad khotbah

Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang dikenal oleh ulama Syiah dan Ahli Sunah. Mereka meriwayatkan khotbah Sayyidah Zahra as ini dengan sanad yang dapat dipercaya. Bagi Syiah, khotbah ini diriwayatkan dari berbagai sanad yang sampai kepada para Imam as atau dari Sayyidah Zainab as anak Imam Ali bin AbiThalib as. Sekalipun ini adalah khotbah, namun bagi Syiah menjadi sandaran dan dalil.

Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari dalam bukunya “Saqifah dan Fadak” menukil sanad-sanad khotbah Sayyidah Fathimah as. Ibnu Abi al-Hadid dalam Syarah Nahjul Balaghahnya menyebutkan empat jalur sanad yang diriwayatkan oleh al-Jauhari:

1. Al-Jauhari dari Muhammad bin Zakaria dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari HAsan bin Saleh bin Hayy dari dua orang Ahlul Bait Bani Hasyim dari Zainab binti ali bin Abi Thalib as dari ibunya Sayyidah Fathimah as.

2. Al-Jauhari dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husein as.

3. Al-Jauhari dari Utsman bin Imran al-Faji’i dari Nail bin Najih dari Umar bin Syimr dari Kabir Ja’fi dari Abu Ja;far Muhammad bin Ali (Imam Baqir as).

4. Al-Jauhari dari Ahmad bin Muhammad bin Yazid dari Abdullah bin Hasan yang dikenal dengan sebutan Abdullah al-Mahdh bin Fathimah binti al-Husein dan ibnu al-Hasan al-Mutsanna.

Ali bin Isa al-Irbil salah seorang ulama Syiah menukil khotbah ini dari buku “Saqifah dan Fadak” milik Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Ia menyebutkan, “Saya menukil khotbah ini dari buku Saqifah dan Fadak karangan Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Sebuah buku dari naskah kuno yang telah dibaca dan di tashih oleh penulis pada tahun 322 hijriah dengan sanad yang berbeda-beda”.[1]

Mas’udi dalam bukunya Muruj al-Dzahab[2] mengisyaratkan mengenai khotbah ini.

Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir (lahir 204 H) ulama yang hidup pada zaman Ma’mun khalifah Bani Abbas dalam bukunya Balaghat al-Nisa’ meriwayatkan khotbah ini dari beberapa jalur:

1. Perawi mengatakan, “Aku berada di sisi Abu al-Hasan Zaid bin Ali bin al-Husein as. Pada waktu itu aku sedang berdialog dengan Abu Bakar Mauqi’i tentang masalah Sayyidah Fathimah as dan bagaimana Fadak diambil darinya. Aku berkata, “Kebanyakan masyarakat punya pendapat tentang khotbah ini. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa khotbah ini milik Abu al-‘Anina dan bukan milik Sayyidah Fathimah as. Zaid menjawab, “Saya sendiri melihat tokoh-tokoh dari keluarga Abu Thalib yang menukil khotbah ini dari ayah-ayah mereka. Khotbah ini juga saya dapatkan dari ayah saya Ali bin al-Husein as. Lebih dari itu, tokoh-tokoh Syiah meriwayatkan khotbahini dan mengejarkannya sebelum kakek Abu al-‘Aina lahir ke dunia.

2. Khotbah ini dinukil oleh Hasan bin Alawan dari Athiyah al-Aufi dari Abdullah bin al-Hasan dari ayahnya.

3. Ja’far bin Muhammad berada di Mesir. Suatu hari aku melihatnya di Rafiqah dan berkata, “Ayah saya meriwayatkan hadis kepada saya dan berkata, “Musa bin Isa mengabarkan kepada kami dari Ubaidillah bin Yunus dari Ja’far al-Ahmar dari Zaid bin Ali bin al-Husein as dari bibinya Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib as meriwayatkan khotbah ini.

Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir berkata, “Semua hadis ini saya lihat berada pada Abu Haffan.[3]

Tuntutan dan argumentasi Sayyidah Fathimah as
Untuk mengetahui secara detil apa sebenarnya yang terjadi dalam khotbah dan dialog antara Sayyidah Fathimah as dengan Abu Bakar sangat perlu untuk melihat langsung teks khotbah itu.[4]

Pada salah satu bagian dari khotbahnya Sayyidah Fathimah as menuntut haknya atas tanah Fadak:

Saat ini kalian menganggap bahwa kami tidak punya warisan!?

Apakah mereka menginginkan hukum jahiliah, padahal hukum mana yang lebih dari hukum Allah bagi mereka yang beriman.

Apakah mereka tidak tahu!?

Ya, kalian mengetahui bahwa aku adalah putri Nabi. Pengetahuan kalian bak sinar mentari, jelas.

Wahai kaum muslimin! Apakah pantas aku menjadi pecundang atas warisan ayahku!?

Wahai anak Abu Quhafah! Apakah ada dalam al-Quran ayat yang menyebutkan bahwa engkau mewarisi harta ayahmu, sementara aku tidak mewarisi harta ayahku!? Engkau telah membawa tuduhan yang aneh!

Apakah kalian secara sengaja meninggalkan al-Quran dan meletakkannya di punggung kalian ketika al-Quran mengatakan: “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud”[5].

Al-Quran menukil cerita Yahya bin Zakaria ketika berkata: “Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub”.[6]

Dan Allah berfirman: “orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat)di dalam Kitab Allah”.[7]

Dan allah berfirman: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.[8]

Dan Allah berfirman: “berwasiat untuk ibu bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”.[9]

Dan kalian menganggap aku tidak mewarisi sesuatu dari harta ayahku?

Apakah ada ayat yang turun kepada kalian yang mengecualikan ayahku?

Ataukah kalian akan mengatakan bahwa keduanya (aku dan ayahku) menganut agama yang berbeda sehingga tidak mewarisi?

Bukankah aku dan ayahku berasal dari agama yang satu?

Ataukah kalian merasa lebih tahu tentang al-Quran dari ayahku dan anak pamanku (Imam Ali bin Abi Thalib)?

Bila memang kalian mengklaim demikian, maka ambil dan rampaslah warisanku yang terlihat bak kendaraan yang telah siap sedia!? Tapi, ketahuilah! Ia akan menghadapimu di hari kiamat.

Sesunguhnya, sebaik-baik hukum adalah hukum Allah, sebaik-baik pemimpin adalah Muhammad dan sebaik-baik pengingat adalah hari kiamat.

Ketika hari kiamat tiba, orang-orang yang batil akan mengalami kerugian. Pada waktu itu penyesalan tidak lagi bermanfaat.

Setiap berita ada tempatnya dan kalian akan tahu siapa yang diazab sehingga hina dan senantiasa ia mendapat siksaan yang pedih!

Jawaban Abu Bakar

Setelah Sayyidah Fathimah as mengajukan tuntutan dan mengargumentasikan haknya, beliau kemudian menatap orang-orang Anshar dan mengingatkan siapa mereka dan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga Islam. Namun, nilai dan kesempurnaan sesuatu akan dinilai pada akhirnya. Cinta terhadap kedudukan membuat mereka lupa menolong dan membantu putri Rasulullah saw. Dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan bahwa kalian punya potensi untuk menghadapi penguasa yang tidak sah dan zalim. Namun, ketika mereka tidak bangkit Sayyidah Zahra as tidak menerima alasan mereka. Upaya Sayyidah Zahra as untuk membangkitkan semangat kaum Anshar membela kebenaran kemudian diputus oleh Abu Bakar yang menjabat sebagai khalifah waktu itu dengan jawabannya.

Abu Bakar menjawab tuntutan dan argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as dengan ucapannya:

Wahai putri Rasulullah Saw! Ayahmu seorang yang lembut, pengasih dan dermawan atas orang-orang mukmin, sementara itu bila menghadapi orang-orang kafir ia sangat keras.

Bila dilihat dari sisi hubungan kekeluargaan, ia adalah ayahmu dan saudara ayahmu. Sementara tidak ada orang lain yang sepertimu.

Kami melihat bagaimana Nabi begitu memperhatikan suamimu lebih dari yang lain. Dalam setiap pekerjaan besar, suamimu pasti menjadi penolong Nabi. Hanya orang yang selamat saja yang mencintai kalian dan hanya orang celaka saja yang membenci kalian. Kalian adalah Itrah Rasulullah yang baik.

Kalian adalah penunjuk dan penuntun ke arah kebaikan dan surga.

Dan engkau adalah wanita terbaik dan putri terbaik dari para Nabi.

Engkau benar dalam ucapanmu dan akal dan pemahamanmu lebih cerdas dari yang lain.

Tidak ada yang dapat menghalangi hak Anda dan kebenaranmu tidak bisa ditutup-tutupi.

Demi allah! Aku tidak melanggar pendapat Rasulullah saw dan aku tidak berbuat kecuali dengan seizinnya. Seorang pemimpin tidak akan membohongi rakyatnya.

Dalam masalah ini aku menjadikan Allah sebagai saksi dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Aku mendengar sendiri dari Rasulullah saw bersabda: “Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam. Kami hanya mewariskan al-Quran, al-Hikmah, al-Ilmu dan al-Nubuwah. Apa saja yang tertinggal dari kami, maka itu menjadi hak milik pemimpin setelah kami. Dan apa yang menjadi maslahat itu yang bakal diputuskan olehnya.

Apa yang engkau tuntut dari tanah Fadak, itu akan kami pakai untuk menyiapkan kuda dan senjata bagi para pejuang Islam untuk menghadapi orang-orang kafir dan orang-orang jahat.

Masalah ini tidak aku putuskan sendiri, tetapi lewat kesepakatan seluruh kaum muslimin aku melakukan itu.

Ini kondisi dan apa yang saya miliki menjadi milik engkau.

Apa yang bisa saya lakukan akan saya lakukan dan saya tidak menyimpan apapun di hadapan engkau.

Engkau adalah panutan umat ayahmu dan pohon yang memiliki akar yang baik bagi keturunanmu.

Keutamaan yang engkau miliki tidak dapat dipungkiri oleh seorang pun.

Hak-hak engkau tidak akan dicampakkan begitu saja; baik masalah penting atau tidak.

Apa yang engkau perintahkan terkait dengan diri saya akan saya lakukan.

Apakah engkau merasa layak bahwa dalam masalah ini saya menentang aturan ayahmu?


Jawaban balik Sayyidah Fathimah as

Setelah mendengar jawaban dari Abu Bakar mengenai tuntutannya atas tanah Fadak, Sayyidah Fathimah as menjawab:

Subhanallah! Rasulullah Saw tidak pernah memalingkan wajahnya dari al-Quran dan tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada di dalamnya.

Nabi senantiasa mengikuti al-Quran dan surat-suratnya.

Apakah engkau mulai mengeluarkan tipu dayamu dengan berbohong atas namanya mencoba mencari alasan atas perbuatanmu?

Tipu daya ini sama persis seperti yang dilakukan terhadapnya ketika Nabi masih hidup.

Ini adalah al-Quran, Kitab Allah yang menjadi juru adil, pemutus perkara dan berbicara atas nama kebenaran. Al-Quran mengatakan: “seorang putra yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub” dan “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.

Allah telah membagi bagian para ahli waris sesuai dengan bagiannya secara gamblang sehingga tidak ada orang mencari-cari alasan di kemudian hari. Semestinya engkau mengamalkan yang seperti ini.

Namun engkau melakukan sesuatu yang lain karena hawa nafsu dan bisikan setan.

Dalam kondisi yang demikian, pilihan terbaik adalah bersabar karena kesabaran itu indah dan Allah adalah penolong dari apa yang kalian gambarkan.

Penjelasan terakhir Abu Bakar

Sanggahan terakhir Sayyidah Fathimah as membuat Abu Bakar tidak lagi menyangkal perbuatannya dengan hadis yang dipakai sebelumnya setelah dengan cerdik Sayyidah Fathimah as menjelaskan premis mayor bahwa Nabi Muhammad Saw tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada dalam al-Quran. Setelah dihadapkan dengan ayat-ayat yang disebut itu, Abu Bakar menjawab:

Maha benar Allah, benar apa yang disabdakan Rasulullah dan benar juga apa yang diucapkan oleh putri Rasulullah Saw.

Engkau adalah tambang kebijakan, pusat hidayah dan rahmat, tiang agama dan sumber kebenaran.

Aku tidak mengatakan apa yang engkau katakan adalah salah dan tidak mengingkari khotbahmu, namun mereka kaum muslimin sebagai juri yang menilai antara saya dengan engkau. Mereka memilih saya sebagai khalifah dan apa yang saya raih ini berkat kesepakatan mereka tanpa ada paksaan dan kesombongan dari diriku. Dalam hal ini mereka semua menjadi saksi.

Analisa argumentasi Abu Bakar

Bila dilihat secara teliti, sebenarnya Abu Bakar telah mengetahui bahwa bagaimana sebelumnya Sayyidah Fathimah as telah membawakan ayat-ayat yang menunjukkan bagaimana para Nabi mewariskan hartanya kepada anaknya. Jadi, hal ini sudah dipahami secara baik oleh Abu Bakar. Namun, untuk menjustifikasi perbuatannya ia perlu sebuah landasan berpijak yang kokoh. Tidak cukup hanya dengan alasan sebagai penguasa waktu itu, sebagai khalifah pengganti Rasulullah Saw, ia akan memanfaatkan tanah milik Rasulullah Saw yang diwariskan kepada anaknya untuk mendanai angkatan perang. Artinya, menyita tanah Fadak milik putri Rasulullah Saw tidak cukup dengan menyampaikan alasan kebijakan politik, tapi harus dengan bersandar pada ayat al-Quran atau sabda Nabi.

Sebagaimana telah disebutkan dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan bahwa yang paling mengetahui al-Quran adalah Nabi Muhammad saw dan Imam Ali bin Abi Thalib as. Selain itu, Sayyidah Fatahimah as membacakan beberapa ayat al-Quran untuk memenangkan tuntutannya. Di sini Abu Bakar terpaksa memakai hadis yang disebutnya berasal dari Rasulullah Saw. Hadis ini dipakainya untuk mematahkan klaim Sayyidah Fathimah as dan setelah itu baru ia menyebutkan alasan sebenarnya mengapa ia menyita tanah itu. Abu Bakar melihat bahwa tanah sebesar itu dapat mendanai angkatan perang untuk menghadapi musuh-musuh Islam.

Sebenarnya, alasan itu juga yang dipakai untuk menyita paksa tanah Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as. Bila tanah itu tidak disita, maka kemungkinan besar pengikut Imam Ali bin Abi Thalib as dapat melakukan perlawanan fisik bahkan bersenjata melawannya. Bila tanah itu dapat dipakai untuk mendanai angkatan bersenjatanya, maka hal yang sama dapat dipergunakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib as. Itulah mengapa ketika Sayyidah Zahra as tengah berbicara mengenai masalah Fadak, Abu Bakar tidak melakukan protes dengan menjawab argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as. Tapi, ketika pembicaraan telah berpindah mengenai kaum Anshar, di mana Sayyidah Zahra as menjelaskan dengan terperinci posisi dan peran mereka dalam Islam dan setelah itu mengingatkan mereka dengan pesan-pesan Rasulullah Saw mengenai Ahlul Baitnya serta apa akibatnya orang yang tahu kebenaran tapi tidak membela kebenaran, Abu Bakar lantas menjawab mengenai masalah Fadak yang telah disebutkan sebelumnya. Jelas, bila hal ini dibiarkan berlangsung, maka kemungkinan besar kaum Anshar akan terpengaruh dengan ucapan anak semata wayang Rasulullah Saw ini.

Dari sini jelas, jawaban Abu Bakar menjadi terlihat terburu-buru. Karena yang harus dilakukannya adalah membawa argumentasi yang lebih kuat lagi setelah mendengar Sayyidah Zahra as menyebutkan bagaimana para Nabi saling mewarisi. Ketika mendapat jawaban dari Sayyidah Zahra as yang terlebih dahulu menyebutkan bagaimana Rasulullah Saw tidak pernah menentang hukum-hukum al-Quran, beliau kemudian mengulangi lagi dua ayat yang telah disebutkan sebelumnya. Sayyidah Fathimah as tidak saja mengulangi ayat-ayat tersebut, tapi juga menjelaskan bagaimana caranya menggabungkan ayat-ayat tersebut dengan ayat-ayat yang menjelaskan bagian-bagian yang didapatkan oleh ahli waris. Pada akhirnya, Sayyidah Fathimah as menjelaskan filsafat hukumnya mengapa bagian-bagian ahli waris disebutkan secara terperinci, karena dikemudikan hari tidak ada lagi kerancuan dan kebingungan dalam masalah ini.

Pesan dialog

Melihat porsi pembahasan tanah Fadak dalam khotbah Sayyidah Fathimah as bila dibandingkan dengan keseluruhan khotbah yang cukup panjang itu, dapat diamati bahwa tujuan Sayyidah Fathimah as lebih mulia dari sekedar yang dibayangkan oleh sebagian orang. Mereka menganggap Sayyidah Fathimah as menuntut tanah Fadak karena tidak beliau berbeda dengan orang lain yang juga begitu menitikberatkan masalah materi. Bila tujuan Sayyidah Zahra as adalah sekadar memenuhi kebutuhan materi sekalipun dari jalan halal karena itu adalah miliknya, maka masalah Fadak akan menyita sebagian besar dari khotbah itu.

Bila dalam peristiwa Saqifah, Sayyidah Fathimah as datang ke sana dan menegaskan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw telah menetapkan Ali bin Abi Thalib as sebagai khalifah sepeninggalnya. Mereka akan menjawab bahwa ini hanya masalah keluarga. Ia menginginkan agar suaminya menjadi pemimpin dan yang berkuasa.

Bila sejak awal, Sayyidah Zahra as menekankan masalah Fadak dan itu adalah miliknya, ia akan dituduh sebagai mata duitan dan kekuasaan. Karena ia ingin segalanya berada di tangannya dan tangan keluarga Nabi as. Pada akhirnya, mereka akan dituduh sebagai rasialis, karena tidak senang melihat pos-pos yang basah menjadi milik orang lain.

Masalah warisan dalam krisis tanah Fadak waktu itu dipergunakan dengan baik oleh Sayyidah Zahra as untuk menunjukkan bahwa mereka yang memerintah tidak memiliki kelayakan. Contoh yang akan ditampilkan adalah masalah tanah Fadak. Isu tanah Fadak dijadikan sarana oleh Sayyidah Fathimah as. Beliau ingin menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa pengganti Rasulullah Saw yang disebut sebagai khalifah Rasulullah saw tidak mengerti masalah peradilan. Khalifah yang tidak mengetahui bagaimana cara mengadili orang lain berdasarkan ajaran Islam tidak layak menjadi khalifah.

Sayyidah Zahra as ingin mengatakan bahwa khalifah yang dipilih ini tidak punya kelayakan karena dalam masalah warisan yang mudah saja ia tidak mampu menyelesaikannya. Permasalahan sebenarnya bisa terhenti di sini, tapi karena Abu Bakar bangkit dan menjawab khotbah Sayyidah Zahra as, masalah menjadi lebih menguntungkan Sayyidah Zahra as dan merugikan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menjawab tuntutan Sayyidah Zahra as dengan hadis yang berbunyi: “Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam”, Sayyidah Zahra as kemudian mengadu hadis itu dengan al-Quran. Namun, sebelum itu beliau memberikan tolok ukur bahwa ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad Saw tidak pernah bertentangan dengan hukum-hukum al-Quran.

Pada kondisi yang seperti ini, Abu Bakar tidak dapat berbuat apa-apa, karena hadis yang dibawakannya bertentangan dengan ayat-ayat al-Quran. Semua tentu masih ingat bagaimana Rasulullah Saw bersabda bahwa setiap hadis yang bertentangan dengan al-Quran harus dilemparkan ke tembok. Artinya, tidak dipakai. Hadis itu bukan hadis Nabi. Lebih berat lagi, hadis itu adalah hadis palsu. Di sini, kasus tanah Fadak bukan saja menyingkap masalah ketidaklayakan seorang khalifah menyelesaikan sebuah masalah ringan tentang warisan, tapi telah dihadapkan pada penggunaan hadis palsu; sengaja atau tidak. Untuk menjatuhkan argumentasi Sayyidah Zahra as, Abu Bakar terpaksa mempergunakan hadis palsu. Namun, dengan membawakan dua ayat terbongkar juga masalah ini.

Tidak ada jalan lain, Abu Bakar terpaksa mengakui kelihaian Sayyidah Zahra as dan keluasan pengetahuannya. Abu Bakar akhirnya hanya dapat berargumentasi bahwa ia dipilih secara aklamasi oleh seluruh para sahabat tanpa paksaan dan kebijakan yang diambilnya adalah demikian. Lagi-lagi Abu Bakar terjerumus dengan menjadikan orang-orang sebagai tolok ukur dan bukan al-Quran.

Penutup

Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang masyhur. Khotbah yang menunjukkan kefasihan, keberanian dan keluasan pengetahuan putri Rasulullah Saw. Salah satu data sejarah paling autentik mengenai kondisi umat Islam generasi awal. Selain kajian sosial, hukum dan politik tidak lupa juga membahas masalah isu-isu keislaman seperti tauhid, keadilan ilahi, kenabian, imamah, hari akhir, filsafat hukum dan lain-lain.

Salah satu kajian yang menarik dari khotbah Sayyidah Zahra as adalah dialognya dengan Abu Bakar yang menjadi khalifah setelah terpilih di Saqifah. Dialog-dialog ini dapat memberikan nuansa baru untuk memahami polemik yang terjadi antara keduanya dalam masalah tanah Fadak.

Qom, 18 Juni 2007

[1] . Kasyf al-Ghummah, jilid 2, hal 304. Menukil dari buku Syarhe Khutbeye Hazrate Zahra as, Ayatullah Sayyid Izzuddin Huseini Zanjani, Qom, 1375, cet 5, hal 17.

[2] . Cetakan Najaf, hal 12. Ibid.

[3] . Dinukil dari Syarhe Khutbeye Hazrate Zahra as, ibid.

[4] . Lihat http://islamalternatif.net/iph/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=1

[5] . Al-Naml: 16.

[6] . Maryam: 5-6.

[7] . Al-Anfal:75.

[8] . Al-Nisa’: 11.

[9] . Al-Baqarah: 180

Kebangkitan umat Muhammad saww


Sekarang, kita lihat kebangkitan umat hampir di pelosok negeri di jazirah Arab. Dari mulai Tunisia merambat ke Mesir, Yemen, Jordania, Bahrain, Lybia dan inshaAllah akan terus menyambung ke seluruh dunia dimana para penguasa Tiran yang korup dan mengabdi pada regim zionis akan tumbang dan memang sudah saatnya. Rakyat yang selama ini tertindas dan hak-haknya selalu di rampas sehingga menjadikan mereka tidak hanya miskin secara finansial, tetapi mereka menjadikan rakyatnya sesat jauh dari fitrah yang diberikan pada setiap diri manusia. Hakikat kemanusiaan mereka telah di ambil dengan paksa sehingga mereka begitu menderita baik lahir maupun batin.

Puji Tuhan yang setinggi-tingginya telah menolong rakyat di muka bumi ini untuk melawan, menuntut akan haknya yang selama ini dengan kejinya di rampas oleh segilintir manusia rakus yang selalu mengatas namakan rakyat , agama ataupun demokrasi. Padahal sebagaimana yang semua ketahui bahwa, pemimpin yang seharusnya melayani rakyat malah sebaliknya, harus melayani kebutuhan pemimpin dan bukan untuk kesejahteraan rakyatnya melainkan untuk dirinya dan keluarganya. Oleh karenanya, berlomba-lombalah manusia untuk dapat menjadi pemimpin suatu negeri, karena dengan paradigma- seorang pemimpin akan dapat menguasai asset negara dan menjadi kaya dan dihormati rakyat - telah menjadi pendorong mereka untuk menduduki jabatan. Dan mereka tahu apabila jadi rakyat biasa, mereka akan di perah harus bekerja dan tidak akan mendapatkan apa- apa.

Tentu paradigma yang sesat ini yang sayangnya itulah yang biasa di anut oleh kebanyakan pemimpin akan melahirkan kesenjangan sosial, dekadensi moral karena hanya wujud materi sajalah yang mereka kejar. Inilah buah hasil dari kekejian Barat yang telah sangat menTuhankan materi dan meniadakan kepercayaan pada Tuhan Sang Maha Pencipta. Rencana besar dan konspirasi Dajal telah lama mereka ciptakan dengan menguasai tanah-tanah kosong di planet bumi ini, mereka kuasai, dan mengeruk seluruh kekayaang negeri tsb, membunuh penduduk asli yang melawan akan kekuasaan mereka dan mereka mendirikan suatu negera atas nama mereka. Penduduk asli akan mereka jadikan hamba sahaya yang harus bekerja keras dengan imbalan seadanya untuk memenuhi rencana dan kebutuhan mereka.

Dahulu dan sekarang sama saja, hanya model penjajahannya di buat berbeda agar tidak terlihat. Mereka menjajah dengan mengembangkan kebudayaan mereka yang liar dan tak bermoral agar diterapkan di setiap negeri yang mereka taklukan. Tidak melulu harus dengan militer, seperti negeri ini misalnya, hanya perlu diberikan iming-iming keindahan, kemewahan, sehingga secara tak sadar rakyat pun tergiur dan meninggalkan apa yang telah mereka biasa lakukan. Penjajahan akan penghancuran kebudayaan negeri terjajah adalah alat yang sangat ampuh dan efisien buat negeri-negeri seperti Indonesia, yang kebanyakan rakyatnya masih tertidur, dan mendambakan kesuksesan lewat jalan pintas. Kemalasan juga adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan penjajahan lewat penghancuran budaya rakyat.

Tetapi apa yang kita lihat di Palestina sekarang, masih mereka praktekan, secara terang-terang dan untuk menutupi kebrutalan mereka mereka menguasai hampir 99% media masa dan didirikannya suatu lembaga-lembaga resmi International yang mengatasnamakan rakyat , demokrasi, kedamaian. Lihatlah PBB, mereka adalah salah satu alat untuk menutupi segala kejahatan yang mereka lakukkan terhadap negeri-negeri kaya akan sumber daya alam yang mereka butuhkan. Dengan mengeruk seluruh kekayaan negeri itu, memerintahkan seorang utusannya untuk memerintah negeri itu dengan di janjika akan di berikan bagian ( persenan) atas legalisasi perampokan negeri tersebut dan diberikan jabatan tertinggi di negeri tersebut sehingga mereka dapat terus berkuasa hingga mereka mati, dan keluarganyapun akan menggantikannya apabila dia telah mati. Itulah yang mereka janjikan pada para pemimpin-pemimpin setiap negeri jajahannya agar tunduk dan terus mengabdi pada mereka.

Maha suci Allah Tuhan Semesta Alam yang selalu ingin memperlihatkan pada makhlukNYA akan apa yang sesungguhnya terjadi. Sebagaimana yang terdapat dalam peribahasa kita bahwa sedalam-dalamnya kita menyembunyikan sesuatu maka suatu waktu pasti akan tercium baunya. PALESTINA adalah cerminan dari apa yang telah mereka lakukan di negeri2 jajahannya, hanya bentuknya saja yang berbeda-beda....Harga diri kemanusiaan telah mereka bantai habis-habisan, sehingga barangsiapa yang mempunyai harga diri kemanusiaan akan marah dan bangkit, apabila melihat seluruh kejadian yang telah mereka lakukan kepada kita.

Mereka telah berusaha untuk menghancurkan harga diri kita , dari mulai kebiasaan-kebiasaan tradisional leluhur kita, hingga agama kepercayaan yang kita anut. Kita dipaksa untuk menjadi seperti mereka , liar, tak beraturan dan itu yang mereka katakan 'freedom'. Freedom disebelah mananya, apabila kita di paksa untuk menjadi seperti mereka. Freedom adalah kita bebas memilih untuk menjadi diri kita sendiri dan diri kita itu ( fitrah ) yang Allah SWT tentukan . Karena apabila kita mengeksplor seluruh hawa nafsu kita , apa bedanya kita dengan seekor binatang. Yang hanya makan, minum, syahwat,& tidur .

Manusia ciptaan Tuhan itu dalam setiap dirinya pasti ada kepatuhan akan Tuhannya - YAng telah Menciptakan dirinya.
Manusia tak perlu belajar mendalami suatu agama , apabila dia telanjang di depan umum pasti dia akan malu dan berusaha untuk menutupi auratnya. Apabila dia memukul tiba-tiba orang yang di depannya tanpa alasan , sudah pasti dia tahu dia telah melakukan suatu kesalahan dan kejahatan karena melukai orang yang tak berdosa.
Kepekaan akan hal-hal tersebut telah di hapuskan dengan kegemerlapan barang-barang mewah dan jabatan-jabatan impian yang sesungguhnya semua hanyalah sementara dan menjadikan diri-diri mereka rendah , bahkan hina dan lebih rendah dari binatang.

Tetapi entah bagaimana, jalan tersebut banyak di pilih oleh sebagian orang yang tidak merdeka, yang ingin di jajah oleh hawa nafsunya dan angan-angannya. Seperti telah banyak pelajaran dari sejarah2, mereka yang tergila-gila dan berambisi untuk menjadi penguasa adalah santapan empuk para penjajah atau penguasa Tiran. Di suruhnya lah untuk menumpas para 'perusuh' yang untuk mereka akan mengganggu segala rencana busuk mereka dan setelah itu di janjikan lah jabatan tempat2 'basah'. Sayangnya, mereka selalu di tipu oleh majikan mereka sendiri dan anehnya tidak merasa kapok dan terus mengerjar....( seperti Umar ibn Saad yang di janjikan Yazid ibn Muawiyah yang di iming2i jabatan Gubernur Rey apabila berhasil membunuh Imam Husain as, tapi apa yang terjadi Umar ibn Saad tak pernah mendapatkan jabatan tersebut tetapi rencana jahat Yazid telah tergenapi dengan membunuh manusia suci putra Nabi saww ).

Yang sekarang terjadi di Timur Tengah jelas telah memperlihatkan pada kita semua bahwa para penyembah kenikmatan sesat itu berakhir dengan di permalukan harga dirinya serendah-rendahnya oleh orang-orang terdekatnya sendiri- rakyatnya.
Maha Suci Allah yang selalu memperlihatkan sesuatu pada kita untuk terus berfikir dan bertafakur agar kita selalu memperbaiki diri kita jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dimurkaiNYA dan dikutuk karena kekalahan kita dalam menguasai hawa nafsu & ego kita.

Semoga kita semua dapat selalu mengambil pelajaran dari itu semua dan selalu waspada akan apa yang kita sedang kerjakan dan apa yang ada di sekitar kita... Janganlah kita merasa aman dari perbuatan2 orang-orang yang tengah berbuat demikian...karena siapa tahu sifat-sifat para diktator atau penjilat2 itu ada pada diri kita. Berusahalah terus menerus untuk berintrospeksi, dan berusah untuk terus menerus memperbaiki diri dan memohonlah hanya pada Allah SWT TUhan Pencipta Alam Semesta ini untuk menjaga kita dari setiap perbuatan yang sangat di murkaiNYA.

Wallahu alam bishawab.. Allahumma shali ala MUhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Menafsir tembang " LIR ILIR " - Kidung AHLUL KISA untuk Indonesia















MENAFSIR TEMBANG "LIR-ILIR" MENAFSIR KIDUNG AHLUL KISA UNTUK NEGERI INDONESIA by Syiah Jawi on Friday, December 24, 2010 at 3:29pm


Tembang dolanan ”ilir-ilir ” adalah pesan abadi Sunan Ampel kepada bangsa ini
Untuk selalu meneladani ahlul Kisa (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain)
Dengan Ilir-ilir internalisasi keindoneisaan dipompakan
Dengan ilir-ilir kesadaran pada licinya kehidupan disentakan
...
Agar
...
Reformasi Indonesia, Indonesia bisa dan Restorasi Indonesia tak hanya berhenti pada slogan belaka

Dengarkan kembali Kidung Ahlul Kisa...

Lir.... ilir

ilir.... ilir

tandure wus sumile

tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar

Cah angon.... cah angon

penekno blimbing kui

lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro

dodo iro... dodo iro

kumitr bedahing pinggir

dondomono jlumathono

kanggo sebo mengko sore

yo surako surak hio....

(bangunlah... kalian .... bangunlah

lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh

menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru

Hai para gembala

panjatlah pohon belimbing itu

meskipun licin tetaplah engkau panjat

untuk menyegarkan dahaga dalam dadamu

Lihatlah dadamu...

bila ia terkoyak berlubang dipinggirnya

jahitlah dan rawatlah

agar sore hari engkau bisa menghadap dengan gembira

dengan sorakan yang penuh suka dan cita)

LIR ILIR... LIR ... ILIR TENDURE WUS SUMILE TAK IJO ROYO-ROYO TAK SENGGUH TEMANTEN ANYAR

(bangunlah... kalian .... bangunlah lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru)

Bangunlah... wahai rakyat indonesia bangunlah.,bangunlah dari tidur panjangmu, bangunlah dari mipi burukmu

bacalah negerimu sebagaimana Muhammad membaca (Iqra)...

sadarlah bahwa negerimu ini adalah penggalan sorga, seakan sorga pernah bocor dan mencipratakan keindahanya

dan cipratan itu menjelma menjadi INDONESIA RAYA.....

engaku tidak akan temukan kesuburan sebagaimana tanahmu dikolong negeri manapun....

engaku tidak akan temukan keragaman sumber kekayaan mineral dan hayati di negeri manapun... selain di negerimu

bahkan engkau tidak akan menemukan keragaman suku, ras, budaya, keyakinan, dan golongan seperti yang kalian miliki... di belahan bumi manapun

dengan potensi negerimu kalian dapat menyelenggarakan temanten-temanten pembangunan

engkau bahkan setiap detik dapat mengawinkan ribuan perbedaan dalam negerimu untuk menghasilkan sintesisi baru

inilah negerimu....

inilah keragamanmu

dan inilah kekuatanmu...

CAH ANGON -CAH ANGON PENEKNO BLIMBING KUI LUNYU LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO(T) IRO

(anak gembala panjatlah pohon blimbing itu meskipun licin panjatlah agar sari pati air blimbing dapat dibasuhkan dalam dadamu)

Sunan Ampel menyebut CAH ANGON...(ANAK GEMBALA)....

Beliau tidak menyebut :

Pak RT...Pak Rw... Pak Carik... Pak Modin... Pak ulu-ulu ...Pak Jogoboyo, Pak Lurah...

Tidak pula menyebut

Pak Camat... Pak Bupati... Pak Walikota.... Pak Gubernur... Pak Presiden

Beliau tidak memanggil dalam tembangnya

Pak Kepala Dinas... Pak Dirjen.... Pak Menteri...

Tidak pula

Pak Kombes... Pak Anjun.... Pak Kopral... Pak Jendral

Beliau tidak pula menyebut

Pak Guru... Pak Dosen...Pak Dekan... Pak Purek.... Pak Rektor

Ataupun beliau tidak memanggil

Mas sinom... Mas pelajar.... Mas Mahasiswa

Mas buruh... mas Tani..tidak

Tetapi Bocah Angon... panggilan universal yang dipakai untuk manusia.

Karena hakekat manusia adalah bocah angon... sekurang-kurangnya mereka yang angon dirinya sendiri, hingga angon masyarakat, rakyat, negara dan dunia

Karena itu njeng Sunan memanggil dengan sebutan Cah Angon...

Apapun Predikat hebat yang menyebabkan manusia dipuja-puji

Yang setiap lebaran di tumpleki parcel (setiap lebaran dapat kiriman parcel)

Yang sugehnya mblegedu (kaya sekali)

Yang pinternya njumbul langit (pinter cerdas)

Dia hanyalah Bocah Angon

Bocah angon adalah pengkabulan do’a

Yang tatkala manusia marah pada kegagalan keturunanya

Manusia mengumpat...” nek bodo angon wedhus... po angon bebek wae” (kalau bodoh jadi penggembala kambik atau itik saja)

Tapi Tuhan mengankat prasangak kesal manusia itu dengan menjelmakan mereka tetap menjadi bocah angon yang terhormat

Angon rakyat

Angon murid

Angom duit

Angon sawah

Angon ternak

Angon Mahasiswa

Angon apa saja...

Bahkan sebelum seorang anak manusia diangkat sebagai nabi

Mereka harus lulus di Universitiy Para Penggembala dahulu...

PENEKNO BLIMBING KUI

(Panjatlah Pohon Belimbing Itu)

Sunan Ampel dalam tembangnya memilih belimbing...

Beliau bukan menyebut penekno sawo kui (bukan panjatlah sawo itu)

bukan penekno pelem kui (bukan panjatlah mangga itu)

bukan penekno duren kui (bukan panjatlan durian itu)

bukan penekno jemani kui (panjatlah jemani itu)

bukan penekno Jati kui (bukan panjatlah pohon jati itu)

tapi belimbing.... bergigir LIMA... (Terserah apa tafsir kalian tentang lima, terserah mau kalian othak athik apa saja monggo)

Tapi aku punya tafsir sendiri tentang LIMA yang bermakna Limo Janmo Suci (Lima Manusia Suci)

Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husian

Sunan Ampel seperti bertutur kepada kita...

Engkau tidak dapat nggulowenthah (memelihara) Negerimu yang kaya ini, yang dalam proses perawatanya bakal menemukan kelicinan

Bila engkau tidak megguru kepada Limo Janmo suci itu...

Karena sari pati bilmbing Limo Janmo soci itulah yang akan mengajarkan menempuh jalan yang lurus

Muhammad itu adalah manusia yang sukses menjadi Nabi ... dan nabi yang sukses jadi manusia

Ali itu adalah manusia yang berhasil menjadi washi... dan seorang washi yang sukses menjadi manusia

Fatimah itu adalah anak manusia yang sukses menjadi anak Nabi... dan anak Nabi yang sukses menjadi anak Manusia

Hasan dan Husain itu adalah manusia yang sukses menjadi Imam .... dan Imam yang sukses menjadi manusia...

Agar orang jawa itu senantiasa mengguru kepada Limo Janmo Suci itu

sampai-sampai dalam menetapkan hari pun orang jawa hanya membuat dalam sepasar (lima hari) tidak tujuh hari seperti dalam masehi

Wiridan Sepasar Jawi terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.....(lima hari) dan hanya lima hari

Pon... menggambarkan Muhammad... yang pono alias sempurna

Orang-orang jawa kuno dahulu banyak menamakan anaknya dengan nama depan Pon. Pon itu adalah harinya kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam pasaran atau harinya orang jawa. Para orang tua berdoa kepada Gusti Allah, bahwa anaknya yang lahir pada hari PON itu kelak kalau sudah dewasa agar bisa PONO atau memeiliki kesempurnaan seperti Rasulullah Muhammad saw

Wage... menggambarkan Ali bin Abi Thalib yang wigig ... yang pemberani dan kuat

Pada saat konggres Pemuda II 28 Oktober 1928, Wage Rudolph Supratman dengan keberanianya menggesekan bolanya untuk memperdengarkan lagu INDONESIA RAYA yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional Indonesia. Wage Rudolph Supratman itu lahir pada pasaran Wage, harinya Imam Ali, dengan spirit wagenya beliau tersemangati harinya Imam Ali bin Abi Tholib kw.

Kliwon .. dijawa padanan kliwon itu kasih, ia mengambarkan Fatimah yang penuh asih

Asihnya Fatimah itu bukan asih yang melenakan dan membutakan tetapi asihnya Fatimah itu adalah yang ndodoke perkororo nang panggonane (menempatkan sesuatu pada tempatnya” kalau salah yang di beritahu salahnya kalau dikasih tahu tidak juga nurut atau masih ngeyel ya diberi pelajaran. Bukan karena kasih salah bener di diamkan saja. Makanya Fatimah itu pernah memberitahu seorang tokoh hebat… dikasih tau juga tidak ndengerin maka beliau “ngenengke “ (mendiamkan) orang itu sampai beliau wafat.

Pengiring Gusti Retno Dumilah (istri Pangeran Diponegoro) itu ada yang namanya Kliwon dan Sipon, Kompeni Belanda sangat ketakutan dengan para Kliwon-Kliwon yang punya “daya Ngenengke” (daya mendiamkan) yang pernah dilakukan Fatimah yang ternyata sangat ngegirisi itu.

Di Blora ada satu suku anak Jawa yang bernama Masyarakat Samin mereka pernah membuat VOC pusing tujuh keliling, mereka melawan bukan dengan senjata tapi dengan perlawanan “Kliwon”

Kalau Belanda memerintahkan menanam Pisang kepada masyarakat Samin maka mereka rame-rame menanam Pisang bukan tunas pisangnya, sehingga ketika tiba masa panen pisang orang-orang VOC bukanya memperoleh Pisang tetapi kulit pisang yang membusuk, dan masyarakat samin dengan tenang menjawab” lha ndoro sinyo lak dhawuh tanem pisang to, langgeh meniko hasilipun” (Bukanya Tuan Sinyo memerintahkan kami untuk menanam pisang, kalau pisang ditanam ya hasilnya busuk tuan”…Akhirnya Belanda mengalah dan menjelaskan yang dimaksud adalah Wit Gedang…. “Maka rame-rame masyarat Samin kembali menanam bukan tunas Pisang Tetapi Gedebok Pisang (Batang Pisangnya) karena wit gedang (Pohon Pisang) itu adalah Gedebok Pisang bukan tunas Pisang” ketika Belanda datang yang ditemukan adalah Batang Pisang Yang Busuk, masyarakat samin kembali menjawab “Bukanya tuan sinyo memerintahkan kami menanam Pohon Pisang, lha Pohon Pisang itu lak gedebok pisang to ndoro sinyo lha ini hasilnya” begitus seterusnya.. Dengan Gaya Kliwonan ini Masyarakat Samin susah ditundukan dengan mesiu dan meriam… ini adalah gaya perlawananya Kanjeng Ibu Fatimah…

Kliwon telah membuat penjajah pusing… untuk mengatasinya dibuatlah cerita Palsu tentang Kliwon yang identik dengan momedi jawa (hantu jawa) setan, dhemit, tetekan, gendruwo, kunti, banas pati. Pocongan, glundung pringis, thuyul dan lain-lain yang fungsinya untuk mengkonotasikan Kliwon itu menakutkan jelek… dan tidak baik yang tujuanya menjauhkan semangat perlawanan Fatimah dari dada orang-orang jawa…. Untuk itu… kembalilah kepada esensi dan semangat Kliwon yang asli…kliwonanya kaum syiah jawa… bukan kliwon bid’ah hasil racikanya kafir belanda…

Legi ... menggambarkan Imam Hasan yang lembut, pendamai tapi tetap berkarakter dan berkepribadian

Legi itu watak gula, saat ia bersenyawa dengan unsur apapun, meski wujudnya hilang tapi rasanya dominan, ia memberi karakter, memberi watak, memberi kepribadian... begitulah Imam Hasan. Orang-orang Islam (syiah) harus berterimakasih pada Imam Hasan, beliau ini berkorban dengan mengabaikan haknya dengan cara memilih berdamai dengan musuhnya... beliau sangat waskito, bahwa para pengikut sejati Muhammad itu tinggal nyimit (sedikit) kalau dipaksa berperang bisa tumpes kelor (musnah) para pengikut sejati Muhammad sudah banyak yang syahid dipertempuran-pertempuran sebelumnya dan banyak yang gugur akibat diburu oleh musuh-musuh Islam, maka lebih baik beliau berdamai saja. Agar bisa ngesuhi (merawat secara lebih serius) sisa-sisa pengikut peninggalan kakek dan ayahnya ini. Orang-orang ini mesti di didik agar berkarakter dan berkepribadian...

Legi... adalah gula, tetapi tidak semua gula memberikan cita rasa dan karakter manis yang khas, coba kalau sesekali main ke jogja atau solo... mampirlah ke warung coboy, di jogja dinamai angkringan atau warung hik... tanyakan ke penjualnya bagaimana gula yang baik itu.... mereka pasti menjawab bahwa gula yang baik itu adalah gula yang dirubung tawon gulo (di kerumuni dan dihinggapi lebah madu)... Lebah.. makhluk yang disebut dalam Al Qur’an mendapat wahyu selain manusia.... simbolisasi dari jiwa seorang Mukmin.... Imam Hasan dengan perdamaian itu ingin lebih berkonsentrasi mendidik pengikut kakek dan ayahnya ini menjadi gula yang akan diburu oleh makhluk-makluk pencari kebenaran sejati.... bukan makhluk picisan yang... Perhatikan hasil strategi Imam Hasan menjadikan gula-gula bermutu tinggi ini... meski empat belas abad para pengikut kakek dan ayah Imam Hasan, dipisuh-pisuhi (dihujat) orang sejagad... gula itu tetap manis berkarakter dan diburu orang (yang berkarakter pula).... sekarang di negeri inipun butiran-butiran gula bertaburan .... banyak orang merindukan manisnya ilmunya... Pak Jalaludin Rahmat.... Pak Haidar Baqir.... Pak Dimitry Mahayana.... Pak Muhsin Labib... Pak Muasa al kadzim... Pak Hasan Abu Ammar... Pak Hasan Musawa... Pak Umar Ibrahim... Pak Ahmad Barabach...dan lainya... itu semua berkat Imam Hasan....

Terkadang... wujud Gula itu tak terlihat sebegaiamana tidak terlihatnya Imam Hasan... tetapi yang terlihat adalah rasa gula itu... wujud Imam Hasan nyaris tidak dikenali tetapi yang tampak jelas adalah hasil didikan Imam Hasan...

Bangsa ini pernah punya tokoh yang menggunakan cara dan startegi seperti imam Hasan... yang lebih mengedepankan rasa bukan warna... yang memilih garam ketimbang gincu...Beliau adalah Muhammad Hatta... yang terkenal dengan kebijakan rasa... beliau membuat kebijakan dengan ukuran apa yang dirasakan masyarakat... bukan apa yang yang tampak untuk masyarakat... sehingga Hatta sendiri nyaris tenggelam... sementara kebijakanya mengabadi...

Pahing... menggambarkan Husain Pahing itu gabungan dua suku kata Pait dan Hing, Pait aritinya Pahit... gambaran Imam Husain yang menempuh kepahitan untuk menciptakan Hing... yang serba mulia... Oleh karena itu kata Hing selalu digunakan menyertai untuk sebuah julukan kemuliaan misalnya Hingkang sinuwun..

Siti jenar pernah berujar.... ”kalian ini HIDUP tapi sesungguhnya MATI....

Itu adalah tafsir siti jenar atas perjuangan Husain ”Yang KEMATIANYA adalah MENGHIDUPKAN” sedangkan musuhnya ”KEHIDUPANYA adalah KEMATIAN”

Ada gugon tuhon (desas-desus) orang jawa itu kalau dipangku matilah dia (Kalau di berikan fasilitas hilang keberanianya)

Pernyataan itu tidak salah... bahkan itu benar

Maka Siti Jenar memberikan pertingatan pada orang jawa... ”bahwa kalau kalian Ini menjadi orang yang senang dipangku... dan menyangka bahwa Pangkuan itu menghidupkan kalian... memulyakan kalian ... sesungguhnya sangkaanmu itu salah karena sesungguhnya kehidupanmu itu adalah Kematianmu”

Lebih baik pilihlah pahing... yang pahit... untuk mendapatkan hing... yang mematikan... tetapi menghidupkan...”


Jadi orang-orang tua di jawa dahulu... mengharapkan... jika anak-anak dan cucu mereka komitmen dengan mengikuti Limo Janmo Suci Itu insya Allah kelak mereka mendapatkan gelar Hingkang Sinuwun Panderek Sejati Muhammad Saking Jawi...

Di Dunia Pewayangan, Sunan Kalijogo mencipta tokoh kebaikan hanya LIMA yang diberi nama PANDAWA yang watak dan kepribadiannya merujuk pada

LIMA Ahlul Kisa

Yudistiro yang berdarah putih bersenjatakan Jamus Kalimo sodo... adalah manifestasi Muhammad karena Jamus Kalimo sodo adalah pribumisasi dari dua kalimat syahadat...

Werkudoro yang gagah berani adalah manifestasi Ali bin Abi Tholib... werkudoro itu punya senjata namanya Godo Rujak Polo dan Kuku Panca Naka...

Godo artinya Gada.. pemukul dari besi

Rujak.... artinya rujak... salad jawa yang dibuat dari campuran bermacam-macam buah-buahan yang dibumbui pedas manis

Polo... artinya otak.. lebih tepatnya pikiran

Maka Godo Rujak Polo adalah alat pemukul yang akan melumerkan pikiran-pikiran yang beku...

Coba disimak yang termuat dalam Nahjul Balaghah yang memuat pikiran Imam Ali bin Abi Thalib.... maka pikiran si pembaca yang semula beku mendadak lumer cair... dan cerdas.. itu karena si pembaca baru saja digodo... di lumerkan pikiranya....

Kuku Pancanaka

Kuku... artinya kuku pada jari

Panca ... artinya lima

Naka... artinya kuku juga

Maka kuku panca naka artinya kuku-kuku yang terlihat...

Coba diutak utik bagaimana supaya kuku terlihat

Apakah ditegakan .... yang melihat kuku hanya sebelah samping...

Apakah di tengadahkan... kuku tidak terlihat... karena hanya dari bawah bisa melihat

Apakah di telungkupkan...ya... ditelungkupkan karena semua sudut akan melihat

Itu artinya Imam Ali dengan kuku panca nakaknya itu adalah simbol imam Ali adalah suka memberi... menolong...

bahkan menolongnga bukan mban cindhe mab ciladan (pilih kasih) hanya orang samping-samping saja yang diberi...

bukan itu bukan kuku panca naka... tapi kuku panca iring naka

Maka... jadilah tangan-tangan itu taberi (suka memberi dan menolong sesama tanpa pilih kasih) karena denganya tembayatan (persaudaraan) dapat dirajut (di dondomi)

Arjuna yang sebagai pengejawantahan Fatimah Arjuno bersenjatakan Pasopati... panah yang memiliki alat pengendali... Fatimah itu memiliki senjata berupa pidato-pidato yang akan memanah siapapun yang mengacak-acak tatanan Al Qur’an yang sudah di ajarkan ayahandanya... dan Pidatonya itu fasih... terkendali... dan pasopati-pasopati.. menghunjam ke sanubari....

Mutahari pernah berkata... dakwah yang baik itu adalah dakwah yang mampu menembus pikiran dan melembutkan hati seperti dua mata gunting yang bekerja sekaligus... itulah Godo Rujak Polo dan Pasopati...

TNI AL RI pernah memiliki kapal selam yang dinamai Pasopati... senjatanya Fatimah... yang lesatanya menciutkan nyali musuh...

Dan dua anak kembar Nagkula dan Sadewa ... ia manifestasi Hasan dan Husain

Berhari-hari para founding Father’s negeri ini bersidang dalam forum BPUPKI untuk merumuskan idiologi dasar negara Indonesia

Pikiran para cendikia dan ulama diperas habis-habisasan untuk menggali kepribadian luhur bangsa indonesia

Dan

Ketemunya juga hanya LIMA

Dan kemudian dinamakan dengan PANCASILA

Idiologi dasar Negara Indonesia

Ketuhanan... adalah lambang Muhammad yang memperjuangkan ketahuidan

Kemanusiaaa... adalah sanepan dari Ali bin Abi Thalib yang sepanjang hidupnya berjuang agar manusia tetap menjadi manusia

Persatuan... adalah Fatimah karena fatimahlah yang menyatukan kembali tinggalan ayahnya yang akan diceraiberaikan

Kerakyatan... adalah Hasan... karena perdamaian Hasan itu bervisi kerakyatan

Keadilan... adalah Husain... karena perjuangan Husain adalah untuk keadilan... karena perjuangan Husain untuk hidupnya keadilan

Jika bangsa ini bertanya SIAPA CONTOH KONKRIT MANUSIA PANCASILAIS SEJATI ITU ? Jawabnya adalah Ahlul Kisa...

Maka jadilah seperti mereka maka engkau menjadi manusia yang BERPANCASILA....

LUNYU-LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO IRO

(Panjatlah meski licin.. agar engkau dapat mengambil sari patinya untuk melegakan dadamu)

Sunan Ampel sepertinya memahami kesulitan kita saat ini ...beliau bertutur

Wahai kalian... memang kalian akan menemui kesulitan untuk mencerap sari pati mata air kecemerlangan Lima Manusia Suci itu

Akan dicaci...

Akan dihujat...

Akan disemati dengan gelaran-gelaran yang tidak mengenakan

Akan dituduh-tuduh

Akan..

Dan

Akan

Tapi tetaplah memanjat... dan panjatlah... lunyu.. lunyuk penekno.. raihlah belimbing itu

Karena dadamu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan lima manusia suci itu...

Karena negaramu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan kalian yang dibasuh

Karena rakyat membutuhkan perasan belimbing yang tertampung dalam dada kalian...

Panjatlah... dan terus panjatlah

Agar dadamu yang rindu redam itu... dapat engkau basuh dengan nira sari pati belimbing Ahlul Kisa...

DODO IRO DODO IRO KUMITER BEDAHING PINGGIR

(Dadamu berlubang sobek pinggirnya)

Adalah kewajaran bila dalam perjalanan yang licin itu... dada kalian sesak

Itu hanyalah luka kecil...

Dan ketahuilah bahwa ilmu iku kalakone kanti laku... (Ilmu itu diperoleh dengan upaya yang sungguh-sungguh)

Apapun sakitnya tahanlah

Lebih baik merasakan pahitnya meraih ilmu

Daripada menikmati manisnya kebodohan


DONDOMONO JLUMATANA KANGGO SEBO MENGKO SORE

(Jahitlah dam rawatlah untuk menghadap sore nanti)


Sunan Ampel menyebut Dondomono (jahitlah) bukan Tambakno (Berobatlah)

Dondomono berarti kemandirian…

Tambakno berarti keterlibatan atau kecampur tanganan…


Dondomono itu menyatukan secara mandiri...

Seperti Lima Manusia itu menyatukan...

Maka seorang bocah angon yang akan merawat negeri cipratan sorga ini

Harus menyatukan potensi-potensi… bukan semuanya di pasrahke secara bongkoan (diserahkan secara total) kepada asing


Seperti Imam Husain

Beliau ini menyatukan secara mandiri...

Beliau ini bukan hanya milik orang Islam

Imam Husain itu milik semua agama... milik semua bangsa...

Imam Husain itu bukan hanya ditangisi sedikit orang Islam

Tapi ditangisi

Orang Kristen

Orang Katolik

Orang Hindu

Orang Budha

Orang Kong Huchu

Orang dari manapun


Dondomono adalah meneladani Husain

Tak perduli dari keyakinan manapun...

Karaena semua keyakinan, aliran, suku, agama bersatu karena penderitaan Husain...

dan Husain adalah pereket yang diciptakan Tuhan untuk menyatukan perbedaan...


Beruntunglah kepada umat Islam karena Ahlul Kisa itu mewariskan taqiyah

Karena taqiyah bermakna keselarasan...

Karena taqiyah bermakna menghormati perbedaan

Dengan membiarkan keyakian kita disimpan dalam lokus pribadi

Dan mengikuti apa yang lazim di lingkungan


Saking kagumnya sama konsepsi taqiyah

Orang jawa perlu membuat topi bernama Blangkon

Sesuatu yang menghias kepala

Agar dia selalu ingat konsep agung taqiyah

Blankon itu simbolisasi Taqiyah

Karena manusia yang arif dan bijaksana itu harus menggumpalkan pandangannya di belakang

Manakala disekitarnya belum siap menerima perbedaan

Dan membiarkan dirinya menyelaraskan dengan sekitarnya

Karena Taqiyah maka orang jawa harus

Biso o rumoangsa (bisalah membaca sekelilingmu)

Bukan

Rumongso biso ( bukan merasa lebih pintar, lebih sholeh, lebih islami, lebih...)

Maka ketika orang jawa memakai belangkon

Maka ia dingintakan untuk selalu bertaqiyah

Selalu untuk bisa rumangso....



Karena dengan bisa rumongso

Maka ndodomi bedahing dodo itu lebih mudah

Bahkan jarum-jarum perbedaan itu akan

Membentuk jahitan yang satu dan yang lain menjadi kuat dan sentausa...

KANGGO SEBO MENGKO SORE YO SURAKO SURAK HIO

(Untuk menghadap sore nanti dengan sorakan penuh suka Cita)

Jika bangsa ini telah sukses mencerap sari pati Lima Manusia Suci Itu

Maka suka cita akan diperoleh

Suka cita di dunia

Dengan terciptanya tatanan yang toto tentre maka gemah ripah lohjinawi dan kertoraharjo dapat tercapai...

Kanjeng Nabi pernah bersabda ”jika bangsanya Salmanlah kelak yang akan membawa Islam menjadi mendunia”

Njeng sunan Ampel ingin agar bangsa indonesia ini juga menjadi harum namanya seperti bangsanya salman

Dan kelak usai umur semesta berakhir...

Kesuksesan bangsa ini dalam mengambil sari pati Limo Janmo Suci itu

Justru akan di umumkan oleh Tuhan sendiri

Bila bangsa ini serius meneladani Lmo Janmo Suci itu


”Hai Manusia...

Bahwa.. saat alam semesta belum berakhir..

Ada sebuah bangsa yang hebat karena kecintaanya dan kemauannya meneladani

Makhluk yang paling Aku Cintai ... Muhammad... Ali... Fatimah... Hasan... dan Husain

Bangsa itu adalah

I N D O N E S I A

------------------------------------------------------------------------------
Sagan Ngayogyokarto ... Syiah jawi



Ummu Yusuf Srikandi Gaza

Atas kehendakNYA, saya di beri kesempatan untuk dapat bergabung dengan rombongan Asian Caravan to Gaza. Bayangkan bagaimana perasaan saya pada saat itu. Sebuah perjalanan yang sangat berharga yang tak dapat di tukar dengan apapun. Perjalanan ini bukan sembarang perjalanan, tidak dapat disamakan dengan hanya berkunjung ke suatu tempat , menikmati pemandangan indah , dan pulang membawa suvenir2 kecil untuk di bagikan di tanah air. Terlihat tak ada bedanya dengan ber 'vakansi', tetapi ini sangat tergantung bagaimana kita menyikapi makna dari perjalanan itu untuk diri kita. Sebagaimana telah diajarkan dalam agama kita, apapun yang kita lakukan tergantung pada 'NIAT' yang kita ikrarkan. Karena setiap yang kita kerjakan semua akan kembali kepada diri kita.

Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan selama dalam perjalanan itu, tetapi pada kesempatan ini saya akan ceritakan ketika saya bertemu dengan seorang ibu berumur 43 tahun berparas cantik , kalem, dan tenang, tak ada satu polesan make up pada wajahnya ( menurut saya itulah kecantikan yang sesungguhnya ) , karena keindahan dari dalam lah yang terpancar dalam diri ibu tersebut, beliau tidak banyak bicara, hanya bicara apabila di tanya, dan itupun sangat singkat dan padat. Nama beliau, sampai saya tidak sempat menanyakan namanya, karena semua orang memanggilnya 'ibunya Yusuf' - Ummul Yusuf. Kenapa beliau hingga di kenal sebagai 'ibunya Yusuf'. Karena Yusuf anak yang sekarang berusia 6 tahun itu lahir di penjara Israel.

Pertemuan dengan beliau terjadi ketika kami di undang oleh kelompok Harikat Jihad Islamiyah, dimana kami para 'akhwat' (wanita) ditempatkan di rumah seorang janda yang mempunyai 8 anak dan setengah dari anak-anaknya adalah syahid ketika berperang 2 tahun lalu melawan penjajah Israel juga dalam perjuangan harian mereka .

Ummul Yusuf ketika ditanya mengaku sebagai , seorang ibu rumah tangga dengan 8 orang anak dengan suami yang sangat baik. Beliau sangat mencintai mereka dan sangat mencintai kehidupannya.

Semua orang bertanya, bagaimana ibu sampai bisa ada di penjara Israel, apa kesalahan ibu? Lalu beliau menjawab bahwa keitka dia membawa bom untuk diledakkan di depan tentara Israel, dia tidak berhasil karena tentara Israel berhasil menangkapnya. Dan beliau di jebloskan ke penjara dengan hukuman 12 tahun penjara. Kami semua bertanya lagi, bagaimana tentara Israel itu memperlakukan anda ketika di dalam penjara? Ibu itu hanya menjawab sambil sedikit tersenyum, " ya tentunya tidak seindah hidup di dalam rumah yang nyaman". Kami pun makin penasaran, iya tentu ,tapi bagaimana perlakuan mereka? Baru ibu itu mulai sedikit bercerita, beliau dimasukan kedalam sel bawah tanah, yang hanya ada sedikit lubang unutk bernafas...menurut beliau, binatang pun tak akan dapat hidup di dalam sel tersebut. Beliau berhenti bicara lagi. lalu kami semua berkata...lalu...bagaimana tentara itu bersikap terhadap ibu? Hampir setiap hari ibu itu ditendang , dipukul , pokoknya diperlakukan yang tidak seharusnya diperlakuan terhadap seorang wanita ataupun manusia.

Ya Allah...airmata pun mulai mengalir tak di duga...sisanya kita sudah tahu bagaimana tentara Israel itu dengan tabiat2 monsternya yang selalu mengganggu rakyat Palestina 'on the daily basis' itu memperlakukan ibu itu pada saat beliau hamil hingga melahirkan di penjara. Ibu itupun diam dan tak melanjutkan ceritanya, matanya sedikit berkaca-kaca, tetapi dia langsung dapat mengendalikan lagi dirnya . Kami pun berdiam sejenak....

Kebanyakan dari kami bukan muslim- rombongan kami mayoritas berasal dari India, tentu untuk mereka ide membawa bom untuk menjadi syahid , tak masuk di dalam alam pikiran mereka, terutama oleh seorang ibu rumah tangga yang kehidupannya sangat tidak bermasalah. Lalu kawan-kawan dari India itu bertanya, apakah ibu sebelumnya pernah latihan untuk membawa bom ( seperti di dalam latihan militer?)..OMG..saya hampir ingin ketawa dan tidak percaya..akan pertanyaan seperti itu..ibu nya Yusuf pun menjawab dengan santainya...iya ..saya latihan sendiri saja dengan tawakal pada Allah dan karena kecintaan saya pada Allah, jadi saya langsung lakukan...mereka tambah 'bengong' dan tambah ga paham...

Itulah keindahan... hanya segelintir manusia saja yang dapat menangkap hakikat kehidupan yang sesungguhnya ..mereka telah melatih diri mereka dengan keadaan yang Allah berikan pada mereka untuk dapat mereka syukuri dengan berkhidmat padaNYA sebaik mungkin. Yang telah di serukan dan di perintahkan dalam kitabNYA, mereka lakukan dengan ikhlas dan ridha...Menurut saya orang-orang Palestina itu , bukan hanya jago teori tentang agama, tetapi mereka mempraktekan terus menerus apa yang ada di dalam kitab suci Al Quran. Hampir semua orang yang saya temui, mereka siap syahid. Bayangkan kalimat : " Innallah ma'a syabirin"' itu keluar dari anak berumur 7 tahun.

Pelajaran yang saya petik pada kejadian tersebut adalah orang -orang yang sudah dekat sekali dengan Tuhannya...ingin melanjutkan kehidupannya ke kehidupan yang lebih tinggi lagi nilainya. Mereka terus berusaha hidup di dunia ini dengan semaksimal mungkin.Dan begitu mensyukuri apapun yang diberikan Allah pada mereka tanpa mengeluhkan keadaan mereka pada orang-orang yang ada di sekitar mereka. Tidak banyak berbicara apabila tidak penting. Kalimat-kalimat: " Hasbunallah wa ni'mal wakil ", sudah menjadi bagian dari ucapan keseharian mereka . Walaupun keadaan mereka yang serba kekurangan, mereka selalu ingin memberi , bahkan apabila kita memberi kan sesuatu pada mereka . mereka harus memberi lagi yang lebih berharga , atau lebih baik lagi. Mereka sungguh manusia-manusia pilihan Tuhan. Cobaan demi cobaan pada mereka membuat mereka selalu mendapatkan kesempatan mengaktualisasikan potensi-potensi diri yang ada di dalam diri- diri mereka.

Bukankah ini adalah kasih sayang Tuhan?