Dialog FATIMAH Az Zahra as & Abu Bakar

Mengungkap kebohongan sebuah hadis politik by Saleh Lapadi on Saturday, February 19, 2011 at 11:38pm
Saleh Lapadi

Peristiwa Fadak banyak dianalisa oleh ahli sejarah. Beragam buku ditulis untuk menetapkan bahwa tanah Fadak milik Rasulullah saw dan telah diwariskan kepada anaknya Fathimah al-Zahra as. Dimulai dari analisa teks, sejarah, sosial, ekonomi sampai politik dapat ditemukan dalam buku-buku itu. Ini menunjukkan betapa pentingnya masalah Fadak bagi Syiah.

Namun, apakah sesungguhnya demikian?

Menilik khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as, ternyata dari keseluruhan khotbahnya tidak banyak menyinggung masalah Fadak. Terutama bila Abu Bakar, khalifah waktu itu, tidak menyela khotbah Sayyidah Fathimah as dan membawakan argumentasi mengapa ia mengambil Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as, maka khotbah tentang tanah Fadak semakin sedikit. Di samping itu, masalah Fadak dibawakan oleh Sayyidah Zahra pada bagian-bagian akhir dari khotbahnya.

Untuk lebih jelasnya apa sebenarnya yang terjadi dalam dialog keduanya, perlu untuk mengkaji kembali khotbah Sayyidah Fathimah al-Zahra as. Hal ini akan memperjelas apa sebenarnya yang terjadi antara keduanya.

Sanad khotbah

Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang dikenal oleh ulama Syiah dan Ahli Sunah. Mereka meriwayatkan khotbah Sayyidah Zahra as ini dengan sanad yang dapat dipercaya. Bagi Syiah, khotbah ini diriwayatkan dari berbagai sanad yang sampai kepada para Imam as atau dari Sayyidah Zainab as anak Imam Ali bin AbiThalib as. Sekalipun ini adalah khotbah, namun bagi Syiah menjadi sandaran dan dalil.

Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari dalam bukunya “Saqifah dan Fadak” menukil sanad-sanad khotbah Sayyidah Fathimah as. Ibnu Abi al-Hadid dalam Syarah Nahjul Balaghahnya menyebutkan empat jalur sanad yang diriwayatkan oleh al-Jauhari:

1. Al-Jauhari dari Muhammad bin Zakaria dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari HAsan bin Saleh bin Hayy dari dua orang Ahlul Bait Bani Hasyim dari Zainab binti ali bin Abi Thalib as dari ibunya Sayyidah Fathimah as.

2. Al-Jauhari dari Ja’far bin Muhammad bin Imarah dari ayahnya dari Ja’far bin Muhammad bin Ali bin al-Husein as.

3. Al-Jauhari dari Utsman bin Imran al-Faji’i dari Nail bin Najih dari Umar bin Syimr dari Kabir Ja’fi dari Abu Ja;far Muhammad bin Ali (Imam Baqir as).

4. Al-Jauhari dari Ahmad bin Muhammad bin Yazid dari Abdullah bin Hasan yang dikenal dengan sebutan Abdullah al-Mahdh bin Fathimah binti al-Husein dan ibnu al-Hasan al-Mutsanna.

Ali bin Isa al-Irbil salah seorang ulama Syiah menukil khotbah ini dari buku “Saqifah dan Fadak” milik Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Ia menyebutkan, “Saya menukil khotbah ini dari buku Saqifah dan Fadak karangan Ahmad bin Abdul Aziz al-Jauhari. Sebuah buku dari naskah kuno yang telah dibaca dan di tashih oleh penulis pada tahun 322 hijriah dengan sanad yang berbeda-beda”.[1]

Mas’udi dalam bukunya Muruj al-Dzahab[2] mengisyaratkan mengenai khotbah ini.

Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir (lahir 204 H) ulama yang hidup pada zaman Ma’mun khalifah Bani Abbas dalam bukunya Balaghat al-Nisa’ meriwayatkan khotbah ini dari beberapa jalur:

1. Perawi mengatakan, “Aku berada di sisi Abu al-Hasan Zaid bin Ali bin al-Husein as. Pada waktu itu aku sedang berdialog dengan Abu Bakar Mauqi’i tentang masalah Sayyidah Fathimah as dan bagaimana Fadak diambil darinya. Aku berkata, “Kebanyakan masyarakat punya pendapat tentang khotbah ini. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa khotbah ini milik Abu al-‘Anina dan bukan milik Sayyidah Fathimah as. Zaid menjawab, “Saya sendiri melihat tokoh-tokoh dari keluarga Abu Thalib yang menukil khotbah ini dari ayah-ayah mereka. Khotbah ini juga saya dapatkan dari ayah saya Ali bin al-Husein as. Lebih dari itu, tokoh-tokoh Syiah meriwayatkan khotbahini dan mengejarkannya sebelum kakek Abu al-‘Aina lahir ke dunia.

2. Khotbah ini dinukil oleh Hasan bin Alawan dari Athiyah al-Aufi dari Abdullah bin al-Hasan dari ayahnya.

3. Ja’far bin Muhammad berada di Mesir. Suatu hari aku melihatnya di Rafiqah dan berkata, “Ayah saya meriwayatkan hadis kepada saya dan berkata, “Musa bin Isa mengabarkan kepada kami dari Ubaidillah bin Yunus dari Ja’far al-Ahmar dari Zaid bin Ali bin al-Husein as dari bibinya Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib as meriwayatkan khotbah ini.

Abu al-Fadhl Ahmad bin Abi Thahir berkata, “Semua hadis ini saya lihat berada pada Abu Haffan.[3]

Tuntutan dan argumentasi Sayyidah Fathimah as
Untuk mengetahui secara detil apa sebenarnya yang terjadi dalam khotbah dan dialog antara Sayyidah Fathimah as dengan Abu Bakar sangat perlu untuk melihat langsung teks khotbah itu.[4]

Pada salah satu bagian dari khotbahnya Sayyidah Fathimah as menuntut haknya atas tanah Fadak:

Saat ini kalian menganggap bahwa kami tidak punya warisan!?

Apakah mereka menginginkan hukum jahiliah, padahal hukum mana yang lebih dari hukum Allah bagi mereka yang beriman.

Apakah mereka tidak tahu!?

Ya, kalian mengetahui bahwa aku adalah putri Nabi. Pengetahuan kalian bak sinar mentari, jelas.

Wahai kaum muslimin! Apakah pantas aku menjadi pecundang atas warisan ayahku!?

Wahai anak Abu Quhafah! Apakah ada dalam al-Quran ayat yang menyebutkan bahwa engkau mewarisi harta ayahmu, sementara aku tidak mewarisi harta ayahku!? Engkau telah membawa tuduhan yang aneh!

Apakah kalian secara sengaja meninggalkan al-Quran dan meletakkannya di punggung kalian ketika al-Quran mengatakan: “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud”[5].

Al-Quran menukil cerita Yahya bin Zakaria ketika berkata: “Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub”.[6]

Dan Allah berfirman: “orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat)di dalam Kitab Allah”.[7]

Dan allah berfirman: “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.[8]

Dan Allah berfirman: “berwasiat untuk ibu bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf, (Ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”.[9]

Dan kalian menganggap aku tidak mewarisi sesuatu dari harta ayahku?

Apakah ada ayat yang turun kepada kalian yang mengecualikan ayahku?

Ataukah kalian akan mengatakan bahwa keduanya (aku dan ayahku) menganut agama yang berbeda sehingga tidak mewarisi?

Bukankah aku dan ayahku berasal dari agama yang satu?

Ataukah kalian merasa lebih tahu tentang al-Quran dari ayahku dan anak pamanku (Imam Ali bin Abi Thalib)?

Bila memang kalian mengklaim demikian, maka ambil dan rampaslah warisanku yang terlihat bak kendaraan yang telah siap sedia!? Tapi, ketahuilah! Ia akan menghadapimu di hari kiamat.

Sesunguhnya, sebaik-baik hukum adalah hukum Allah, sebaik-baik pemimpin adalah Muhammad dan sebaik-baik pengingat adalah hari kiamat.

Ketika hari kiamat tiba, orang-orang yang batil akan mengalami kerugian. Pada waktu itu penyesalan tidak lagi bermanfaat.

Setiap berita ada tempatnya dan kalian akan tahu siapa yang diazab sehingga hina dan senantiasa ia mendapat siksaan yang pedih!

Jawaban Abu Bakar

Setelah Sayyidah Fathimah as mengajukan tuntutan dan mengargumentasikan haknya, beliau kemudian menatap orang-orang Anshar dan mengingatkan siapa mereka dan betapa pentingnya peran mereka dalam menjaga Islam. Namun, nilai dan kesempurnaan sesuatu akan dinilai pada akhirnya. Cinta terhadap kedudukan membuat mereka lupa menolong dan membantu putri Rasulullah saw. Dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan bahwa kalian punya potensi untuk menghadapi penguasa yang tidak sah dan zalim. Namun, ketika mereka tidak bangkit Sayyidah Zahra as tidak menerima alasan mereka. Upaya Sayyidah Zahra as untuk membangkitkan semangat kaum Anshar membela kebenaran kemudian diputus oleh Abu Bakar yang menjabat sebagai khalifah waktu itu dengan jawabannya.

Abu Bakar menjawab tuntutan dan argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as dengan ucapannya:

Wahai putri Rasulullah Saw! Ayahmu seorang yang lembut, pengasih dan dermawan atas orang-orang mukmin, sementara itu bila menghadapi orang-orang kafir ia sangat keras.

Bila dilihat dari sisi hubungan kekeluargaan, ia adalah ayahmu dan saudara ayahmu. Sementara tidak ada orang lain yang sepertimu.

Kami melihat bagaimana Nabi begitu memperhatikan suamimu lebih dari yang lain. Dalam setiap pekerjaan besar, suamimu pasti menjadi penolong Nabi. Hanya orang yang selamat saja yang mencintai kalian dan hanya orang celaka saja yang membenci kalian. Kalian adalah Itrah Rasulullah yang baik.

Kalian adalah penunjuk dan penuntun ke arah kebaikan dan surga.

Dan engkau adalah wanita terbaik dan putri terbaik dari para Nabi.

Engkau benar dalam ucapanmu dan akal dan pemahamanmu lebih cerdas dari yang lain.

Tidak ada yang dapat menghalangi hak Anda dan kebenaranmu tidak bisa ditutup-tutupi.

Demi allah! Aku tidak melanggar pendapat Rasulullah saw dan aku tidak berbuat kecuali dengan seizinnya. Seorang pemimpin tidak akan membohongi rakyatnya.

Dalam masalah ini aku menjadikan Allah sebagai saksi dan cukuplah Allah sebagai saksi.

Aku mendengar sendiri dari Rasulullah saw bersabda: “Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam. Kami hanya mewariskan al-Quran, al-Hikmah, al-Ilmu dan al-Nubuwah. Apa saja yang tertinggal dari kami, maka itu menjadi hak milik pemimpin setelah kami. Dan apa yang menjadi maslahat itu yang bakal diputuskan olehnya.

Apa yang engkau tuntut dari tanah Fadak, itu akan kami pakai untuk menyiapkan kuda dan senjata bagi para pejuang Islam untuk menghadapi orang-orang kafir dan orang-orang jahat.

Masalah ini tidak aku putuskan sendiri, tetapi lewat kesepakatan seluruh kaum muslimin aku melakukan itu.

Ini kondisi dan apa yang saya miliki menjadi milik engkau.

Apa yang bisa saya lakukan akan saya lakukan dan saya tidak menyimpan apapun di hadapan engkau.

Engkau adalah panutan umat ayahmu dan pohon yang memiliki akar yang baik bagi keturunanmu.

Keutamaan yang engkau miliki tidak dapat dipungkiri oleh seorang pun.

Hak-hak engkau tidak akan dicampakkan begitu saja; baik masalah penting atau tidak.

Apa yang engkau perintahkan terkait dengan diri saya akan saya lakukan.

Apakah engkau merasa layak bahwa dalam masalah ini saya menentang aturan ayahmu?


Jawaban balik Sayyidah Fathimah as

Setelah mendengar jawaban dari Abu Bakar mengenai tuntutannya atas tanah Fadak, Sayyidah Fathimah as menjawab:

Subhanallah! Rasulullah Saw tidak pernah memalingkan wajahnya dari al-Quran dan tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada di dalamnya.

Nabi senantiasa mengikuti al-Quran dan surat-suratnya.

Apakah engkau mulai mengeluarkan tipu dayamu dengan berbohong atas namanya mencoba mencari alasan atas perbuatanmu?

Tipu daya ini sama persis seperti yang dilakukan terhadapnya ketika Nabi masih hidup.

Ini adalah al-Quran, Kitab Allah yang menjadi juru adil, pemutus perkara dan berbicara atas nama kebenaran. Al-Quran mengatakan: “seorang putra yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub” dan “Dan Sulaiman telah mewarisi Daud.

Allah telah membagi bagian para ahli waris sesuai dengan bagiannya secara gamblang sehingga tidak ada orang mencari-cari alasan di kemudian hari. Semestinya engkau mengamalkan yang seperti ini.

Namun engkau melakukan sesuatu yang lain karena hawa nafsu dan bisikan setan.

Dalam kondisi yang demikian, pilihan terbaik adalah bersabar karena kesabaran itu indah dan Allah adalah penolong dari apa yang kalian gambarkan.

Penjelasan terakhir Abu Bakar

Sanggahan terakhir Sayyidah Fathimah as membuat Abu Bakar tidak lagi menyangkal perbuatannya dengan hadis yang dipakai sebelumnya setelah dengan cerdik Sayyidah Fathimah as menjelaskan premis mayor bahwa Nabi Muhammad Saw tidak pernah menentang hukum-hukum yang ada dalam al-Quran. Setelah dihadapkan dengan ayat-ayat yang disebut itu, Abu Bakar menjawab:

Maha benar Allah, benar apa yang disabdakan Rasulullah dan benar juga apa yang diucapkan oleh putri Rasulullah Saw.

Engkau adalah tambang kebijakan, pusat hidayah dan rahmat, tiang agama dan sumber kebenaran.

Aku tidak mengatakan apa yang engkau katakan adalah salah dan tidak mengingkari khotbahmu, namun mereka kaum muslimin sebagai juri yang menilai antara saya dengan engkau. Mereka memilih saya sebagai khalifah dan apa yang saya raih ini berkat kesepakatan mereka tanpa ada paksaan dan kesombongan dari diriku. Dalam hal ini mereka semua menjadi saksi.

Analisa argumentasi Abu Bakar

Bila dilihat secara teliti, sebenarnya Abu Bakar telah mengetahui bahwa bagaimana sebelumnya Sayyidah Fathimah as telah membawakan ayat-ayat yang menunjukkan bagaimana para Nabi mewariskan hartanya kepada anaknya. Jadi, hal ini sudah dipahami secara baik oleh Abu Bakar. Namun, untuk menjustifikasi perbuatannya ia perlu sebuah landasan berpijak yang kokoh. Tidak cukup hanya dengan alasan sebagai penguasa waktu itu, sebagai khalifah pengganti Rasulullah Saw, ia akan memanfaatkan tanah milik Rasulullah Saw yang diwariskan kepada anaknya untuk mendanai angkatan perang. Artinya, menyita tanah Fadak milik putri Rasulullah Saw tidak cukup dengan menyampaikan alasan kebijakan politik, tapi harus dengan bersandar pada ayat al-Quran atau sabda Nabi.

Sebagaimana telah disebutkan dalam khotbahnya, Sayyidah Fathimah as menyebutkan bahwa yang paling mengetahui al-Quran adalah Nabi Muhammad saw dan Imam Ali bin Abi Thalib as. Selain itu, Sayyidah Fatahimah as membacakan beberapa ayat al-Quran untuk memenangkan tuntutannya. Di sini Abu Bakar terpaksa memakai hadis yang disebutnya berasal dari Rasulullah Saw. Hadis ini dipakainya untuk mematahkan klaim Sayyidah Fathimah as dan setelah itu baru ia menyebutkan alasan sebenarnya mengapa ia menyita tanah itu. Abu Bakar melihat bahwa tanah sebesar itu dapat mendanai angkatan perang untuk menghadapi musuh-musuh Islam.

Sebenarnya, alasan itu juga yang dipakai untuk menyita paksa tanah Fadak dari tangan Sayyidah Fathimah as. Bila tanah itu tidak disita, maka kemungkinan besar pengikut Imam Ali bin Abi Thalib as dapat melakukan perlawanan fisik bahkan bersenjata melawannya. Bila tanah itu dapat dipakai untuk mendanai angkatan bersenjatanya, maka hal yang sama dapat dipergunakan oleh Imam Ali bin Abi Thalib as. Itulah mengapa ketika Sayyidah Zahra as tengah berbicara mengenai masalah Fadak, Abu Bakar tidak melakukan protes dengan menjawab argumentasi yang disampaikan oleh Sayyidah Fathimah as. Tapi, ketika pembicaraan telah berpindah mengenai kaum Anshar, di mana Sayyidah Zahra as menjelaskan dengan terperinci posisi dan peran mereka dalam Islam dan setelah itu mengingatkan mereka dengan pesan-pesan Rasulullah Saw mengenai Ahlul Baitnya serta apa akibatnya orang yang tahu kebenaran tapi tidak membela kebenaran, Abu Bakar lantas menjawab mengenai masalah Fadak yang telah disebutkan sebelumnya. Jelas, bila hal ini dibiarkan berlangsung, maka kemungkinan besar kaum Anshar akan terpengaruh dengan ucapan anak semata wayang Rasulullah Saw ini.

Dari sini jelas, jawaban Abu Bakar menjadi terlihat terburu-buru. Karena yang harus dilakukannya adalah membawa argumentasi yang lebih kuat lagi setelah mendengar Sayyidah Zahra as menyebutkan bagaimana para Nabi saling mewarisi. Ketika mendapat jawaban dari Sayyidah Zahra as yang terlebih dahulu menyebutkan bagaimana Rasulullah Saw tidak pernah menentang hukum-hukum al-Quran, beliau kemudian mengulangi lagi dua ayat yang telah disebutkan sebelumnya. Sayyidah Fathimah as tidak saja mengulangi ayat-ayat tersebut, tapi juga menjelaskan bagaimana caranya menggabungkan ayat-ayat tersebut dengan ayat-ayat yang menjelaskan bagian-bagian yang didapatkan oleh ahli waris. Pada akhirnya, Sayyidah Fathimah as menjelaskan filsafat hukumnya mengapa bagian-bagian ahli waris disebutkan secara terperinci, karena dikemudikan hari tidak ada lagi kerancuan dan kebingungan dalam masalah ini.

Pesan dialog

Melihat porsi pembahasan tanah Fadak dalam khotbah Sayyidah Fathimah as bila dibandingkan dengan keseluruhan khotbah yang cukup panjang itu, dapat diamati bahwa tujuan Sayyidah Fathimah as lebih mulia dari sekedar yang dibayangkan oleh sebagian orang. Mereka menganggap Sayyidah Fathimah as menuntut tanah Fadak karena tidak beliau berbeda dengan orang lain yang juga begitu menitikberatkan masalah materi. Bila tujuan Sayyidah Zahra as adalah sekadar memenuhi kebutuhan materi sekalipun dari jalan halal karena itu adalah miliknya, maka masalah Fadak akan menyita sebagian besar dari khotbah itu.

Bila dalam peristiwa Saqifah, Sayyidah Fathimah as datang ke sana dan menegaskan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw telah menetapkan Ali bin Abi Thalib as sebagai khalifah sepeninggalnya. Mereka akan menjawab bahwa ini hanya masalah keluarga. Ia menginginkan agar suaminya menjadi pemimpin dan yang berkuasa.

Bila sejak awal, Sayyidah Zahra as menekankan masalah Fadak dan itu adalah miliknya, ia akan dituduh sebagai mata duitan dan kekuasaan. Karena ia ingin segalanya berada di tangannya dan tangan keluarga Nabi as. Pada akhirnya, mereka akan dituduh sebagai rasialis, karena tidak senang melihat pos-pos yang basah menjadi milik orang lain.

Masalah warisan dalam krisis tanah Fadak waktu itu dipergunakan dengan baik oleh Sayyidah Zahra as untuk menunjukkan bahwa mereka yang memerintah tidak memiliki kelayakan. Contoh yang akan ditampilkan adalah masalah tanah Fadak. Isu tanah Fadak dijadikan sarana oleh Sayyidah Fathimah as. Beliau ingin menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa pengganti Rasulullah Saw yang disebut sebagai khalifah Rasulullah saw tidak mengerti masalah peradilan. Khalifah yang tidak mengetahui bagaimana cara mengadili orang lain berdasarkan ajaran Islam tidak layak menjadi khalifah.

Sayyidah Zahra as ingin mengatakan bahwa khalifah yang dipilih ini tidak punya kelayakan karena dalam masalah warisan yang mudah saja ia tidak mampu menyelesaikannya. Permasalahan sebenarnya bisa terhenti di sini, tapi karena Abu Bakar bangkit dan menjawab khotbah Sayyidah Zahra as, masalah menjadi lebih menguntungkan Sayyidah Zahra as dan merugikan Abu Bakar. Ketika Abu Bakar menjawab tuntutan Sayyidah Zahra as dengan hadis yang berbunyi: “Kami para Nabi tidak mewariskan emas dan perak tidak juga rumah dan tanah untuk bercocok tanam”, Sayyidah Zahra as kemudian mengadu hadis itu dengan al-Quran. Namun, sebelum itu beliau memberikan tolok ukur bahwa ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad Saw tidak pernah bertentangan dengan hukum-hukum al-Quran.

Pada kondisi yang seperti ini, Abu Bakar tidak dapat berbuat apa-apa, karena hadis yang dibawakannya bertentangan dengan ayat-ayat al-Quran. Semua tentu masih ingat bagaimana Rasulullah Saw bersabda bahwa setiap hadis yang bertentangan dengan al-Quran harus dilemparkan ke tembok. Artinya, tidak dipakai. Hadis itu bukan hadis Nabi. Lebih berat lagi, hadis itu adalah hadis palsu. Di sini, kasus tanah Fadak bukan saja menyingkap masalah ketidaklayakan seorang khalifah menyelesaikan sebuah masalah ringan tentang warisan, tapi telah dihadapkan pada penggunaan hadis palsu; sengaja atau tidak. Untuk menjatuhkan argumentasi Sayyidah Zahra as, Abu Bakar terpaksa mempergunakan hadis palsu. Namun, dengan membawakan dua ayat terbongkar juga masalah ini.

Tidak ada jalan lain, Abu Bakar terpaksa mengakui kelihaian Sayyidah Zahra as dan keluasan pengetahuannya. Abu Bakar akhirnya hanya dapat berargumentasi bahwa ia dipilih secara aklamasi oleh seluruh para sahabat tanpa paksaan dan kebijakan yang diambilnya adalah demikian. Lagi-lagi Abu Bakar terjerumus dengan menjadikan orang-orang sebagai tolok ukur dan bukan al-Quran.

Penutup

Khotbah Sayyidah Fathimah as merupakan salah satu khotbah yang masyhur. Khotbah yang menunjukkan kefasihan, keberanian dan keluasan pengetahuan putri Rasulullah Saw. Salah satu data sejarah paling autentik mengenai kondisi umat Islam generasi awal. Selain kajian sosial, hukum dan politik tidak lupa juga membahas masalah isu-isu keislaman seperti tauhid, keadilan ilahi, kenabian, imamah, hari akhir, filsafat hukum dan lain-lain.

Salah satu kajian yang menarik dari khotbah Sayyidah Zahra as adalah dialognya dengan Abu Bakar yang menjadi khalifah setelah terpilih di Saqifah. Dialog-dialog ini dapat memberikan nuansa baru untuk memahami polemik yang terjadi antara keduanya dalam masalah tanah Fadak.

Qom, 18 Juni 2007

[1] . Kasyf al-Ghummah, jilid 2, hal 304. Menukil dari buku Syarhe Khutbeye Hazrate Zahra as, Ayatullah Sayyid Izzuddin Huseini Zanjani, Qom, 1375, cet 5, hal 17.

[2] . Cetakan Najaf, hal 12. Ibid.

[3] . Dinukil dari Syarhe Khutbeye Hazrate Zahra as, ibid.

[4] . Lihat http://islamalternatif.net/iph/index.php?option=com_content&task=view&id=87&Itemid=1

[5] . Al-Naml: 16.

[6] . Maryam: 5-6.

[7] . Al-Anfal:75.

[8] . Al-Nisa’: 11.

[9] . Al-Baqarah: 180

Kebangkitan umat Muhammad saww


Sekarang, kita lihat kebangkitan umat hampir di pelosok negeri di jazirah Arab. Dari mulai Tunisia merambat ke Mesir, Yemen, Jordania, Bahrain, Lybia dan inshaAllah akan terus menyambung ke seluruh dunia dimana para penguasa Tiran yang korup dan mengabdi pada regim zionis akan tumbang dan memang sudah saatnya. Rakyat yang selama ini tertindas dan hak-haknya selalu di rampas sehingga menjadikan mereka tidak hanya miskin secara finansial, tetapi mereka menjadikan rakyatnya sesat jauh dari fitrah yang diberikan pada setiap diri manusia. Hakikat kemanusiaan mereka telah di ambil dengan paksa sehingga mereka begitu menderita baik lahir maupun batin.

Puji Tuhan yang setinggi-tingginya telah menolong rakyat di muka bumi ini untuk melawan, menuntut akan haknya yang selama ini dengan kejinya di rampas oleh segilintir manusia rakus yang selalu mengatas namakan rakyat , agama ataupun demokrasi. Padahal sebagaimana yang semua ketahui bahwa, pemimpin yang seharusnya melayani rakyat malah sebaliknya, harus melayani kebutuhan pemimpin dan bukan untuk kesejahteraan rakyatnya melainkan untuk dirinya dan keluarganya. Oleh karenanya, berlomba-lombalah manusia untuk dapat menjadi pemimpin suatu negeri, karena dengan paradigma- seorang pemimpin akan dapat menguasai asset negara dan menjadi kaya dan dihormati rakyat - telah menjadi pendorong mereka untuk menduduki jabatan. Dan mereka tahu apabila jadi rakyat biasa, mereka akan di perah harus bekerja dan tidak akan mendapatkan apa- apa.

Tentu paradigma yang sesat ini yang sayangnya itulah yang biasa di anut oleh kebanyakan pemimpin akan melahirkan kesenjangan sosial, dekadensi moral karena hanya wujud materi sajalah yang mereka kejar. Inilah buah hasil dari kekejian Barat yang telah sangat menTuhankan materi dan meniadakan kepercayaan pada Tuhan Sang Maha Pencipta. Rencana besar dan konspirasi Dajal telah lama mereka ciptakan dengan menguasai tanah-tanah kosong di planet bumi ini, mereka kuasai, dan mengeruk seluruh kekayaang negeri tsb, membunuh penduduk asli yang melawan akan kekuasaan mereka dan mereka mendirikan suatu negera atas nama mereka. Penduduk asli akan mereka jadikan hamba sahaya yang harus bekerja keras dengan imbalan seadanya untuk memenuhi rencana dan kebutuhan mereka.

Dahulu dan sekarang sama saja, hanya model penjajahannya di buat berbeda agar tidak terlihat. Mereka menjajah dengan mengembangkan kebudayaan mereka yang liar dan tak bermoral agar diterapkan di setiap negeri yang mereka taklukan. Tidak melulu harus dengan militer, seperti negeri ini misalnya, hanya perlu diberikan iming-iming keindahan, kemewahan, sehingga secara tak sadar rakyat pun tergiur dan meninggalkan apa yang telah mereka biasa lakukan. Penjajahan akan penghancuran kebudayaan negeri terjajah adalah alat yang sangat ampuh dan efisien buat negeri-negeri seperti Indonesia, yang kebanyakan rakyatnya masih tertidur, dan mendambakan kesuksesan lewat jalan pintas. Kemalasan juga adalah salah satu faktor penunjang keberhasilan penjajahan lewat penghancuran budaya rakyat.

Tetapi apa yang kita lihat di Palestina sekarang, masih mereka praktekan, secara terang-terang dan untuk menutupi kebrutalan mereka mereka menguasai hampir 99% media masa dan didirikannya suatu lembaga-lembaga resmi International yang mengatasnamakan rakyat , demokrasi, kedamaian. Lihatlah PBB, mereka adalah salah satu alat untuk menutupi segala kejahatan yang mereka lakukkan terhadap negeri-negeri kaya akan sumber daya alam yang mereka butuhkan. Dengan mengeruk seluruh kekayaan negeri itu, memerintahkan seorang utusannya untuk memerintah negeri itu dengan di janjika akan di berikan bagian ( persenan) atas legalisasi perampokan negeri tersebut dan diberikan jabatan tertinggi di negeri tersebut sehingga mereka dapat terus berkuasa hingga mereka mati, dan keluarganyapun akan menggantikannya apabila dia telah mati. Itulah yang mereka janjikan pada para pemimpin-pemimpin setiap negeri jajahannya agar tunduk dan terus mengabdi pada mereka.

Maha suci Allah Tuhan Semesta Alam yang selalu ingin memperlihatkan pada makhlukNYA akan apa yang sesungguhnya terjadi. Sebagaimana yang terdapat dalam peribahasa kita bahwa sedalam-dalamnya kita menyembunyikan sesuatu maka suatu waktu pasti akan tercium baunya. PALESTINA adalah cerminan dari apa yang telah mereka lakukan di negeri2 jajahannya, hanya bentuknya saja yang berbeda-beda....Harga diri kemanusiaan telah mereka bantai habis-habisan, sehingga barangsiapa yang mempunyai harga diri kemanusiaan akan marah dan bangkit, apabila melihat seluruh kejadian yang telah mereka lakukan kepada kita.

Mereka telah berusaha untuk menghancurkan harga diri kita , dari mulai kebiasaan-kebiasaan tradisional leluhur kita, hingga agama kepercayaan yang kita anut. Kita dipaksa untuk menjadi seperti mereka , liar, tak beraturan dan itu yang mereka katakan 'freedom'. Freedom disebelah mananya, apabila kita di paksa untuk menjadi seperti mereka. Freedom adalah kita bebas memilih untuk menjadi diri kita sendiri dan diri kita itu ( fitrah ) yang Allah SWT tentukan . Karena apabila kita mengeksplor seluruh hawa nafsu kita , apa bedanya kita dengan seekor binatang. Yang hanya makan, minum, syahwat,& tidur .

Manusia ciptaan Tuhan itu dalam setiap dirinya pasti ada kepatuhan akan Tuhannya - YAng telah Menciptakan dirinya.
Manusia tak perlu belajar mendalami suatu agama , apabila dia telanjang di depan umum pasti dia akan malu dan berusaha untuk menutupi auratnya. Apabila dia memukul tiba-tiba orang yang di depannya tanpa alasan , sudah pasti dia tahu dia telah melakukan suatu kesalahan dan kejahatan karena melukai orang yang tak berdosa.
Kepekaan akan hal-hal tersebut telah di hapuskan dengan kegemerlapan barang-barang mewah dan jabatan-jabatan impian yang sesungguhnya semua hanyalah sementara dan menjadikan diri-diri mereka rendah , bahkan hina dan lebih rendah dari binatang.

Tetapi entah bagaimana, jalan tersebut banyak di pilih oleh sebagian orang yang tidak merdeka, yang ingin di jajah oleh hawa nafsunya dan angan-angannya. Seperti telah banyak pelajaran dari sejarah2, mereka yang tergila-gila dan berambisi untuk menjadi penguasa adalah santapan empuk para penjajah atau penguasa Tiran. Di suruhnya lah untuk menumpas para 'perusuh' yang untuk mereka akan mengganggu segala rencana busuk mereka dan setelah itu di janjikan lah jabatan tempat2 'basah'. Sayangnya, mereka selalu di tipu oleh majikan mereka sendiri dan anehnya tidak merasa kapok dan terus mengerjar....( seperti Umar ibn Saad yang di janjikan Yazid ibn Muawiyah yang di iming2i jabatan Gubernur Rey apabila berhasil membunuh Imam Husain as, tapi apa yang terjadi Umar ibn Saad tak pernah mendapatkan jabatan tersebut tetapi rencana jahat Yazid telah tergenapi dengan membunuh manusia suci putra Nabi saww ).

Yang sekarang terjadi di Timur Tengah jelas telah memperlihatkan pada kita semua bahwa para penyembah kenikmatan sesat itu berakhir dengan di permalukan harga dirinya serendah-rendahnya oleh orang-orang terdekatnya sendiri- rakyatnya.
Maha Suci Allah yang selalu memperlihatkan sesuatu pada kita untuk terus berfikir dan bertafakur agar kita selalu memperbaiki diri kita jangan sampai kita termasuk orang-orang yang dimurkaiNYA dan dikutuk karena kekalahan kita dalam menguasai hawa nafsu & ego kita.

Semoga kita semua dapat selalu mengambil pelajaran dari itu semua dan selalu waspada akan apa yang kita sedang kerjakan dan apa yang ada di sekitar kita... Janganlah kita merasa aman dari perbuatan2 orang-orang yang tengah berbuat demikian...karena siapa tahu sifat-sifat para diktator atau penjilat2 itu ada pada diri kita. Berusahalah terus menerus untuk berintrospeksi, dan berusah untuk terus menerus memperbaiki diri dan memohonlah hanya pada Allah SWT TUhan Pencipta Alam Semesta ini untuk menjaga kita dari setiap perbuatan yang sangat di murkaiNYA.

Wallahu alam bishawab.. Allahumma shali ala MUhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum

Menafsir tembang " LIR ILIR " - Kidung AHLUL KISA untuk Indonesia















MENAFSIR TEMBANG "LIR-ILIR" MENAFSIR KIDUNG AHLUL KISA UNTUK NEGERI INDONESIA by Syiah Jawi on Friday, December 24, 2010 at 3:29pm


Tembang dolanan ”ilir-ilir ” adalah pesan abadi Sunan Ampel kepada bangsa ini
Untuk selalu meneladani ahlul Kisa (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain)
Dengan Ilir-ilir internalisasi keindoneisaan dipompakan
Dengan ilir-ilir kesadaran pada licinya kehidupan disentakan
...
Agar
...
Reformasi Indonesia, Indonesia bisa dan Restorasi Indonesia tak hanya berhenti pada slogan belaka

Dengarkan kembali Kidung Ahlul Kisa...

Lir.... ilir

ilir.... ilir

tandure wus sumile

tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar

Cah angon.... cah angon

penekno blimbing kui

lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro

dodo iro... dodo iro

kumitr bedahing pinggir

dondomono jlumathono

kanggo sebo mengko sore

yo surako surak hio....

(bangunlah... kalian .... bangunlah

lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh

menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru

Hai para gembala

panjatlah pohon belimbing itu

meskipun licin tetaplah engkau panjat

untuk menyegarkan dahaga dalam dadamu

Lihatlah dadamu...

bila ia terkoyak berlubang dipinggirnya

jahitlah dan rawatlah

agar sore hari engkau bisa menghadap dengan gembira

dengan sorakan yang penuh suka dan cita)

LIR ILIR... LIR ... ILIR TENDURE WUS SUMILE TAK IJO ROYO-ROYO TAK SENGGUH TEMANTEN ANYAR

(bangunlah... kalian .... bangunlah lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru)

Bangunlah... wahai rakyat indonesia bangunlah.,bangunlah dari tidur panjangmu, bangunlah dari mipi burukmu

bacalah negerimu sebagaimana Muhammad membaca (Iqra)...

sadarlah bahwa negerimu ini adalah penggalan sorga, seakan sorga pernah bocor dan mencipratakan keindahanya

dan cipratan itu menjelma menjadi INDONESIA RAYA.....

engaku tidak akan temukan kesuburan sebagaimana tanahmu dikolong negeri manapun....

engaku tidak akan temukan keragaman sumber kekayaan mineral dan hayati di negeri manapun... selain di negerimu

bahkan engkau tidak akan menemukan keragaman suku, ras, budaya, keyakinan, dan golongan seperti yang kalian miliki... di belahan bumi manapun

dengan potensi negerimu kalian dapat menyelenggarakan temanten-temanten pembangunan

engkau bahkan setiap detik dapat mengawinkan ribuan perbedaan dalam negerimu untuk menghasilkan sintesisi baru

inilah negerimu....

inilah keragamanmu

dan inilah kekuatanmu...

CAH ANGON -CAH ANGON PENEKNO BLIMBING KUI LUNYU LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO(T) IRO

(anak gembala panjatlah pohon blimbing itu meskipun licin panjatlah agar sari pati air blimbing dapat dibasuhkan dalam dadamu)

Sunan Ampel menyebut CAH ANGON...(ANAK GEMBALA)....

Beliau tidak menyebut :

Pak RT...Pak Rw... Pak Carik... Pak Modin... Pak ulu-ulu ...Pak Jogoboyo, Pak Lurah...

Tidak pula menyebut

Pak Camat... Pak Bupati... Pak Walikota.... Pak Gubernur... Pak Presiden

Beliau tidak memanggil dalam tembangnya

Pak Kepala Dinas... Pak Dirjen.... Pak Menteri...

Tidak pula

Pak Kombes... Pak Anjun.... Pak Kopral... Pak Jendral

Beliau tidak pula menyebut

Pak Guru... Pak Dosen...Pak Dekan... Pak Purek.... Pak Rektor

Ataupun beliau tidak memanggil

Mas sinom... Mas pelajar.... Mas Mahasiswa

Mas buruh... mas Tani..tidak

Tetapi Bocah Angon... panggilan universal yang dipakai untuk manusia.

Karena hakekat manusia adalah bocah angon... sekurang-kurangnya mereka yang angon dirinya sendiri, hingga angon masyarakat, rakyat, negara dan dunia

Karena itu njeng Sunan memanggil dengan sebutan Cah Angon...

Apapun Predikat hebat yang menyebabkan manusia dipuja-puji

Yang setiap lebaran di tumpleki parcel (setiap lebaran dapat kiriman parcel)

Yang sugehnya mblegedu (kaya sekali)

Yang pinternya njumbul langit (pinter cerdas)

Dia hanyalah Bocah Angon

Bocah angon adalah pengkabulan do’a

Yang tatkala manusia marah pada kegagalan keturunanya

Manusia mengumpat...” nek bodo angon wedhus... po angon bebek wae” (kalau bodoh jadi penggembala kambik atau itik saja)

Tapi Tuhan mengankat prasangak kesal manusia itu dengan menjelmakan mereka tetap menjadi bocah angon yang terhormat

Angon rakyat

Angon murid

Angom duit

Angon sawah

Angon ternak

Angon Mahasiswa

Angon apa saja...

Bahkan sebelum seorang anak manusia diangkat sebagai nabi

Mereka harus lulus di Universitiy Para Penggembala dahulu...

PENEKNO BLIMBING KUI

(Panjatlah Pohon Belimbing Itu)

Sunan Ampel dalam tembangnya memilih belimbing...

Beliau bukan menyebut penekno sawo kui (bukan panjatlah sawo itu)

bukan penekno pelem kui (bukan panjatlah mangga itu)

bukan penekno duren kui (bukan panjatlan durian itu)

bukan penekno jemani kui (panjatlah jemani itu)

bukan penekno Jati kui (bukan panjatlah pohon jati itu)

tapi belimbing.... bergigir LIMA... (Terserah apa tafsir kalian tentang lima, terserah mau kalian othak athik apa saja monggo)

Tapi aku punya tafsir sendiri tentang LIMA yang bermakna Limo Janmo Suci (Lima Manusia Suci)

Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husian

Sunan Ampel seperti bertutur kepada kita...

Engkau tidak dapat nggulowenthah (memelihara) Negerimu yang kaya ini, yang dalam proses perawatanya bakal menemukan kelicinan

Bila engkau tidak megguru kepada Limo Janmo suci itu...

Karena sari pati bilmbing Limo Janmo soci itulah yang akan mengajarkan menempuh jalan yang lurus

Muhammad itu adalah manusia yang sukses menjadi Nabi ... dan nabi yang sukses jadi manusia

Ali itu adalah manusia yang berhasil menjadi washi... dan seorang washi yang sukses menjadi manusia

Fatimah itu adalah anak manusia yang sukses menjadi anak Nabi... dan anak Nabi yang sukses menjadi anak Manusia

Hasan dan Husain itu adalah manusia yang sukses menjadi Imam .... dan Imam yang sukses menjadi manusia...

Agar orang jawa itu senantiasa mengguru kepada Limo Janmo Suci itu

sampai-sampai dalam menetapkan hari pun orang jawa hanya membuat dalam sepasar (lima hari) tidak tujuh hari seperti dalam masehi

Wiridan Sepasar Jawi terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.....(lima hari) dan hanya lima hari

Pon... menggambarkan Muhammad... yang pono alias sempurna

Orang-orang jawa kuno dahulu banyak menamakan anaknya dengan nama depan Pon. Pon itu adalah harinya kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam pasaran atau harinya orang jawa. Para orang tua berdoa kepada Gusti Allah, bahwa anaknya yang lahir pada hari PON itu kelak kalau sudah dewasa agar bisa PONO atau memeiliki kesempurnaan seperti Rasulullah Muhammad saw

Wage... menggambarkan Ali bin Abi Thalib yang wigig ... yang pemberani dan kuat

Pada saat konggres Pemuda II 28 Oktober 1928, Wage Rudolph Supratman dengan keberanianya menggesekan bolanya untuk memperdengarkan lagu INDONESIA RAYA yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional Indonesia. Wage Rudolph Supratman itu lahir pada pasaran Wage, harinya Imam Ali, dengan spirit wagenya beliau tersemangati harinya Imam Ali bin Abi Tholib kw.

Kliwon .. dijawa padanan kliwon itu kasih, ia mengambarkan Fatimah yang penuh asih

Asihnya Fatimah itu bukan asih yang melenakan dan membutakan tetapi asihnya Fatimah itu adalah yang ndodoke perkororo nang panggonane (menempatkan sesuatu pada tempatnya” kalau salah yang di beritahu salahnya kalau dikasih tahu tidak juga nurut atau masih ngeyel ya diberi pelajaran. Bukan karena kasih salah bener di diamkan saja. Makanya Fatimah itu pernah memberitahu seorang tokoh hebat… dikasih tau juga tidak ndengerin maka beliau “ngenengke “ (mendiamkan) orang itu sampai beliau wafat.

Pengiring Gusti Retno Dumilah (istri Pangeran Diponegoro) itu ada yang namanya Kliwon dan Sipon, Kompeni Belanda sangat ketakutan dengan para Kliwon-Kliwon yang punya “daya Ngenengke” (daya mendiamkan) yang pernah dilakukan Fatimah yang ternyata sangat ngegirisi itu.

Di Blora ada satu suku anak Jawa yang bernama Masyarakat Samin mereka pernah membuat VOC pusing tujuh keliling, mereka melawan bukan dengan senjata tapi dengan perlawanan “Kliwon”

Kalau Belanda memerintahkan menanam Pisang kepada masyarakat Samin maka mereka rame-rame menanam Pisang bukan tunas pisangnya, sehingga ketika tiba masa panen pisang orang-orang VOC bukanya memperoleh Pisang tetapi kulit pisang yang membusuk, dan masyarakat samin dengan tenang menjawab” lha ndoro sinyo lak dhawuh tanem pisang to, langgeh meniko hasilipun” (Bukanya Tuan Sinyo memerintahkan kami untuk menanam pisang, kalau pisang ditanam ya hasilnya busuk tuan”…Akhirnya Belanda mengalah dan menjelaskan yang dimaksud adalah Wit Gedang…. “Maka rame-rame masyarat Samin kembali menanam bukan tunas Pisang Tetapi Gedebok Pisang (Batang Pisangnya) karena wit gedang (Pohon Pisang) itu adalah Gedebok Pisang bukan tunas Pisang” ketika Belanda datang yang ditemukan adalah Batang Pisang Yang Busuk, masyarakat samin kembali menjawab “Bukanya tuan sinyo memerintahkan kami menanam Pohon Pisang, lha Pohon Pisang itu lak gedebok pisang to ndoro sinyo lha ini hasilnya” begitus seterusnya.. Dengan Gaya Kliwonan ini Masyarakat Samin susah ditundukan dengan mesiu dan meriam… ini adalah gaya perlawananya Kanjeng Ibu Fatimah…

Kliwon telah membuat penjajah pusing… untuk mengatasinya dibuatlah cerita Palsu tentang Kliwon yang identik dengan momedi jawa (hantu jawa) setan, dhemit, tetekan, gendruwo, kunti, banas pati. Pocongan, glundung pringis, thuyul dan lain-lain yang fungsinya untuk mengkonotasikan Kliwon itu menakutkan jelek… dan tidak baik yang tujuanya menjauhkan semangat perlawanan Fatimah dari dada orang-orang jawa…. Untuk itu… kembalilah kepada esensi dan semangat Kliwon yang asli…kliwonanya kaum syiah jawa… bukan kliwon bid’ah hasil racikanya kafir belanda…

Legi ... menggambarkan Imam Hasan yang lembut, pendamai tapi tetap berkarakter dan berkepribadian

Legi itu watak gula, saat ia bersenyawa dengan unsur apapun, meski wujudnya hilang tapi rasanya dominan, ia memberi karakter, memberi watak, memberi kepribadian... begitulah Imam Hasan. Orang-orang Islam (syiah) harus berterimakasih pada Imam Hasan, beliau ini berkorban dengan mengabaikan haknya dengan cara memilih berdamai dengan musuhnya... beliau sangat waskito, bahwa para pengikut sejati Muhammad itu tinggal nyimit (sedikit) kalau dipaksa berperang bisa tumpes kelor (musnah) para pengikut sejati Muhammad sudah banyak yang syahid dipertempuran-pertempuran sebelumnya dan banyak yang gugur akibat diburu oleh musuh-musuh Islam, maka lebih baik beliau berdamai saja. Agar bisa ngesuhi (merawat secara lebih serius) sisa-sisa pengikut peninggalan kakek dan ayahnya ini. Orang-orang ini mesti di didik agar berkarakter dan berkepribadian...

Legi... adalah gula, tetapi tidak semua gula memberikan cita rasa dan karakter manis yang khas, coba kalau sesekali main ke jogja atau solo... mampirlah ke warung coboy, di jogja dinamai angkringan atau warung hik... tanyakan ke penjualnya bagaimana gula yang baik itu.... mereka pasti menjawab bahwa gula yang baik itu adalah gula yang dirubung tawon gulo (di kerumuni dan dihinggapi lebah madu)... Lebah.. makhluk yang disebut dalam Al Qur’an mendapat wahyu selain manusia.... simbolisasi dari jiwa seorang Mukmin.... Imam Hasan dengan perdamaian itu ingin lebih berkonsentrasi mendidik pengikut kakek dan ayahnya ini menjadi gula yang akan diburu oleh makhluk-makluk pencari kebenaran sejati.... bukan makhluk picisan yang... Perhatikan hasil strategi Imam Hasan menjadikan gula-gula bermutu tinggi ini... meski empat belas abad para pengikut kakek dan ayah Imam Hasan, dipisuh-pisuhi (dihujat) orang sejagad... gula itu tetap manis berkarakter dan diburu orang (yang berkarakter pula).... sekarang di negeri inipun butiran-butiran gula bertaburan .... banyak orang merindukan manisnya ilmunya... Pak Jalaludin Rahmat.... Pak Haidar Baqir.... Pak Dimitry Mahayana.... Pak Muhsin Labib... Pak Muasa al kadzim... Pak Hasan Abu Ammar... Pak Hasan Musawa... Pak Umar Ibrahim... Pak Ahmad Barabach...dan lainya... itu semua berkat Imam Hasan....

Terkadang... wujud Gula itu tak terlihat sebegaiamana tidak terlihatnya Imam Hasan... tetapi yang terlihat adalah rasa gula itu... wujud Imam Hasan nyaris tidak dikenali tetapi yang tampak jelas adalah hasil didikan Imam Hasan...

Bangsa ini pernah punya tokoh yang menggunakan cara dan startegi seperti imam Hasan... yang lebih mengedepankan rasa bukan warna... yang memilih garam ketimbang gincu...Beliau adalah Muhammad Hatta... yang terkenal dengan kebijakan rasa... beliau membuat kebijakan dengan ukuran apa yang dirasakan masyarakat... bukan apa yang yang tampak untuk masyarakat... sehingga Hatta sendiri nyaris tenggelam... sementara kebijakanya mengabadi...

Pahing... menggambarkan Husain Pahing itu gabungan dua suku kata Pait dan Hing, Pait aritinya Pahit... gambaran Imam Husain yang menempuh kepahitan untuk menciptakan Hing... yang serba mulia... Oleh karena itu kata Hing selalu digunakan menyertai untuk sebuah julukan kemuliaan misalnya Hingkang sinuwun..

Siti jenar pernah berujar.... ”kalian ini HIDUP tapi sesungguhnya MATI....

Itu adalah tafsir siti jenar atas perjuangan Husain ”Yang KEMATIANYA adalah MENGHIDUPKAN” sedangkan musuhnya ”KEHIDUPANYA adalah KEMATIAN”

Ada gugon tuhon (desas-desus) orang jawa itu kalau dipangku matilah dia (Kalau di berikan fasilitas hilang keberanianya)

Pernyataan itu tidak salah... bahkan itu benar

Maka Siti Jenar memberikan pertingatan pada orang jawa... ”bahwa kalau kalian Ini menjadi orang yang senang dipangku... dan menyangka bahwa Pangkuan itu menghidupkan kalian... memulyakan kalian ... sesungguhnya sangkaanmu itu salah karena sesungguhnya kehidupanmu itu adalah Kematianmu”

Lebih baik pilihlah pahing... yang pahit... untuk mendapatkan hing... yang mematikan... tetapi menghidupkan...”


Jadi orang-orang tua di jawa dahulu... mengharapkan... jika anak-anak dan cucu mereka komitmen dengan mengikuti Limo Janmo Suci Itu insya Allah kelak mereka mendapatkan gelar Hingkang Sinuwun Panderek Sejati Muhammad Saking Jawi...

Di Dunia Pewayangan, Sunan Kalijogo mencipta tokoh kebaikan hanya LIMA yang diberi nama PANDAWA yang watak dan kepribadiannya merujuk pada

LIMA Ahlul Kisa

Yudistiro yang berdarah putih bersenjatakan Jamus Kalimo sodo... adalah manifestasi Muhammad karena Jamus Kalimo sodo adalah pribumisasi dari dua kalimat syahadat...

Werkudoro yang gagah berani adalah manifestasi Ali bin Abi Tholib... werkudoro itu punya senjata namanya Godo Rujak Polo dan Kuku Panca Naka...

Godo artinya Gada.. pemukul dari besi

Rujak.... artinya rujak... salad jawa yang dibuat dari campuran bermacam-macam buah-buahan yang dibumbui pedas manis

Polo... artinya otak.. lebih tepatnya pikiran

Maka Godo Rujak Polo adalah alat pemukul yang akan melumerkan pikiran-pikiran yang beku...

Coba disimak yang termuat dalam Nahjul Balaghah yang memuat pikiran Imam Ali bin Abi Thalib.... maka pikiran si pembaca yang semula beku mendadak lumer cair... dan cerdas.. itu karena si pembaca baru saja digodo... di lumerkan pikiranya....

Kuku Pancanaka

Kuku... artinya kuku pada jari

Panca ... artinya lima

Naka... artinya kuku juga

Maka kuku panca naka artinya kuku-kuku yang terlihat...

Coba diutak utik bagaimana supaya kuku terlihat

Apakah ditegakan .... yang melihat kuku hanya sebelah samping...

Apakah di tengadahkan... kuku tidak terlihat... karena hanya dari bawah bisa melihat

Apakah di telungkupkan...ya... ditelungkupkan karena semua sudut akan melihat

Itu artinya Imam Ali dengan kuku panca nakaknya itu adalah simbol imam Ali adalah suka memberi... menolong...

bahkan menolongnga bukan mban cindhe mab ciladan (pilih kasih) hanya orang samping-samping saja yang diberi...

bukan itu bukan kuku panca naka... tapi kuku panca iring naka

Maka... jadilah tangan-tangan itu taberi (suka memberi dan menolong sesama tanpa pilih kasih) karena denganya tembayatan (persaudaraan) dapat dirajut (di dondomi)

Arjuna yang sebagai pengejawantahan Fatimah Arjuno bersenjatakan Pasopati... panah yang memiliki alat pengendali... Fatimah itu memiliki senjata berupa pidato-pidato yang akan memanah siapapun yang mengacak-acak tatanan Al Qur’an yang sudah di ajarkan ayahandanya... dan Pidatonya itu fasih... terkendali... dan pasopati-pasopati.. menghunjam ke sanubari....

Mutahari pernah berkata... dakwah yang baik itu adalah dakwah yang mampu menembus pikiran dan melembutkan hati seperti dua mata gunting yang bekerja sekaligus... itulah Godo Rujak Polo dan Pasopati...

TNI AL RI pernah memiliki kapal selam yang dinamai Pasopati... senjatanya Fatimah... yang lesatanya menciutkan nyali musuh...

Dan dua anak kembar Nagkula dan Sadewa ... ia manifestasi Hasan dan Husain

Berhari-hari para founding Father’s negeri ini bersidang dalam forum BPUPKI untuk merumuskan idiologi dasar negara Indonesia

Pikiran para cendikia dan ulama diperas habis-habisasan untuk menggali kepribadian luhur bangsa indonesia

Dan

Ketemunya juga hanya LIMA

Dan kemudian dinamakan dengan PANCASILA

Idiologi dasar Negara Indonesia

Ketuhanan... adalah lambang Muhammad yang memperjuangkan ketahuidan

Kemanusiaaa... adalah sanepan dari Ali bin Abi Thalib yang sepanjang hidupnya berjuang agar manusia tetap menjadi manusia

Persatuan... adalah Fatimah karena fatimahlah yang menyatukan kembali tinggalan ayahnya yang akan diceraiberaikan

Kerakyatan... adalah Hasan... karena perdamaian Hasan itu bervisi kerakyatan

Keadilan... adalah Husain... karena perjuangan Husain adalah untuk keadilan... karena perjuangan Husain untuk hidupnya keadilan

Jika bangsa ini bertanya SIAPA CONTOH KONKRIT MANUSIA PANCASILAIS SEJATI ITU ? Jawabnya adalah Ahlul Kisa...

Maka jadilah seperti mereka maka engkau menjadi manusia yang BERPANCASILA....

LUNYU-LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO IRO

(Panjatlah meski licin.. agar engkau dapat mengambil sari patinya untuk melegakan dadamu)

Sunan Ampel sepertinya memahami kesulitan kita saat ini ...beliau bertutur

Wahai kalian... memang kalian akan menemui kesulitan untuk mencerap sari pati mata air kecemerlangan Lima Manusia Suci itu

Akan dicaci...

Akan dihujat...

Akan disemati dengan gelaran-gelaran yang tidak mengenakan

Akan dituduh-tuduh

Akan..

Dan

Akan

Tapi tetaplah memanjat... dan panjatlah... lunyu.. lunyuk penekno.. raihlah belimbing itu

Karena dadamu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan lima manusia suci itu...

Karena negaramu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan kalian yang dibasuh

Karena rakyat membutuhkan perasan belimbing yang tertampung dalam dada kalian...

Panjatlah... dan terus panjatlah

Agar dadamu yang rindu redam itu... dapat engkau basuh dengan nira sari pati belimbing Ahlul Kisa...

DODO IRO DODO IRO KUMITER BEDAHING PINGGIR

(Dadamu berlubang sobek pinggirnya)

Adalah kewajaran bila dalam perjalanan yang licin itu... dada kalian sesak

Itu hanyalah luka kecil...

Dan ketahuilah bahwa ilmu iku kalakone kanti laku... (Ilmu itu diperoleh dengan upaya yang sungguh-sungguh)

Apapun sakitnya tahanlah

Lebih baik merasakan pahitnya meraih ilmu

Daripada menikmati manisnya kebodohan


DONDOMONO JLUMATANA KANGGO SEBO MENGKO SORE

(Jahitlah dam rawatlah untuk menghadap sore nanti)


Sunan Ampel menyebut Dondomono (jahitlah) bukan Tambakno (Berobatlah)

Dondomono berarti kemandirian…

Tambakno berarti keterlibatan atau kecampur tanganan…


Dondomono itu menyatukan secara mandiri...

Seperti Lima Manusia itu menyatukan...

Maka seorang bocah angon yang akan merawat negeri cipratan sorga ini

Harus menyatukan potensi-potensi… bukan semuanya di pasrahke secara bongkoan (diserahkan secara total) kepada asing


Seperti Imam Husain

Beliau ini menyatukan secara mandiri...

Beliau ini bukan hanya milik orang Islam

Imam Husain itu milik semua agama... milik semua bangsa...

Imam Husain itu bukan hanya ditangisi sedikit orang Islam

Tapi ditangisi

Orang Kristen

Orang Katolik

Orang Hindu

Orang Budha

Orang Kong Huchu

Orang dari manapun


Dondomono adalah meneladani Husain

Tak perduli dari keyakinan manapun...

Karaena semua keyakinan, aliran, suku, agama bersatu karena penderitaan Husain...

dan Husain adalah pereket yang diciptakan Tuhan untuk menyatukan perbedaan...


Beruntunglah kepada umat Islam karena Ahlul Kisa itu mewariskan taqiyah

Karena taqiyah bermakna keselarasan...

Karena taqiyah bermakna menghormati perbedaan

Dengan membiarkan keyakian kita disimpan dalam lokus pribadi

Dan mengikuti apa yang lazim di lingkungan


Saking kagumnya sama konsepsi taqiyah

Orang jawa perlu membuat topi bernama Blangkon

Sesuatu yang menghias kepala

Agar dia selalu ingat konsep agung taqiyah

Blankon itu simbolisasi Taqiyah

Karena manusia yang arif dan bijaksana itu harus menggumpalkan pandangannya di belakang

Manakala disekitarnya belum siap menerima perbedaan

Dan membiarkan dirinya menyelaraskan dengan sekitarnya

Karena Taqiyah maka orang jawa harus

Biso o rumoangsa (bisalah membaca sekelilingmu)

Bukan

Rumongso biso ( bukan merasa lebih pintar, lebih sholeh, lebih islami, lebih...)

Maka ketika orang jawa memakai belangkon

Maka ia dingintakan untuk selalu bertaqiyah

Selalu untuk bisa rumangso....



Karena dengan bisa rumongso

Maka ndodomi bedahing dodo itu lebih mudah

Bahkan jarum-jarum perbedaan itu akan

Membentuk jahitan yang satu dan yang lain menjadi kuat dan sentausa...

KANGGO SEBO MENGKO SORE YO SURAKO SURAK HIO

(Untuk menghadap sore nanti dengan sorakan penuh suka Cita)

Jika bangsa ini telah sukses mencerap sari pati Lima Manusia Suci Itu

Maka suka cita akan diperoleh

Suka cita di dunia

Dengan terciptanya tatanan yang toto tentre maka gemah ripah lohjinawi dan kertoraharjo dapat tercapai...

Kanjeng Nabi pernah bersabda ”jika bangsanya Salmanlah kelak yang akan membawa Islam menjadi mendunia”

Njeng sunan Ampel ingin agar bangsa indonesia ini juga menjadi harum namanya seperti bangsanya salman

Dan kelak usai umur semesta berakhir...

Kesuksesan bangsa ini dalam mengambil sari pati Limo Janmo Suci itu

Justru akan di umumkan oleh Tuhan sendiri

Bila bangsa ini serius meneladani Lmo Janmo Suci itu


”Hai Manusia...

Bahwa.. saat alam semesta belum berakhir..

Ada sebuah bangsa yang hebat karena kecintaanya dan kemauannya meneladani

Makhluk yang paling Aku Cintai ... Muhammad... Ali... Fatimah... Hasan... dan Husain

Bangsa itu adalah

I N D O N E S I A

------------------------------------------------------------------------------
Sagan Ngayogyokarto ... Syiah jawi



Ummu Yusuf Srikandi Gaza

Atas kehendakNYA, saya di beri kesempatan untuk dapat bergabung dengan rombongan Asian Caravan to Gaza. Bayangkan bagaimana perasaan saya pada saat itu. Sebuah perjalanan yang sangat berharga yang tak dapat di tukar dengan apapun. Perjalanan ini bukan sembarang perjalanan, tidak dapat disamakan dengan hanya berkunjung ke suatu tempat , menikmati pemandangan indah , dan pulang membawa suvenir2 kecil untuk di bagikan di tanah air. Terlihat tak ada bedanya dengan ber 'vakansi', tetapi ini sangat tergantung bagaimana kita menyikapi makna dari perjalanan itu untuk diri kita. Sebagaimana telah diajarkan dalam agama kita, apapun yang kita lakukan tergantung pada 'NIAT' yang kita ikrarkan. Karena setiap yang kita kerjakan semua akan kembali kepada diri kita.

Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan selama dalam perjalanan itu, tetapi pada kesempatan ini saya akan ceritakan ketika saya bertemu dengan seorang ibu berumur 43 tahun berparas cantik , kalem, dan tenang, tak ada satu polesan make up pada wajahnya ( menurut saya itulah kecantikan yang sesungguhnya ) , karena keindahan dari dalam lah yang terpancar dalam diri ibu tersebut, beliau tidak banyak bicara, hanya bicara apabila di tanya, dan itupun sangat singkat dan padat. Nama beliau, sampai saya tidak sempat menanyakan namanya, karena semua orang memanggilnya 'ibunya Yusuf' - Ummul Yusuf. Kenapa beliau hingga di kenal sebagai 'ibunya Yusuf'. Karena Yusuf anak yang sekarang berusia 6 tahun itu lahir di penjara Israel.

Pertemuan dengan beliau terjadi ketika kami di undang oleh kelompok Harikat Jihad Islamiyah, dimana kami para 'akhwat' (wanita) ditempatkan di rumah seorang janda yang mempunyai 8 anak dan setengah dari anak-anaknya adalah syahid ketika berperang 2 tahun lalu melawan penjajah Israel juga dalam perjuangan harian mereka .

Ummul Yusuf ketika ditanya mengaku sebagai , seorang ibu rumah tangga dengan 8 orang anak dengan suami yang sangat baik. Beliau sangat mencintai mereka dan sangat mencintai kehidupannya.

Semua orang bertanya, bagaimana ibu sampai bisa ada di penjara Israel, apa kesalahan ibu? Lalu beliau menjawab bahwa keitka dia membawa bom untuk diledakkan di depan tentara Israel, dia tidak berhasil karena tentara Israel berhasil menangkapnya. Dan beliau di jebloskan ke penjara dengan hukuman 12 tahun penjara. Kami semua bertanya lagi, bagaimana tentara Israel itu memperlakukan anda ketika di dalam penjara? Ibu itu hanya menjawab sambil sedikit tersenyum, " ya tentunya tidak seindah hidup di dalam rumah yang nyaman". Kami pun makin penasaran, iya tentu ,tapi bagaimana perlakuan mereka? Baru ibu itu mulai sedikit bercerita, beliau dimasukan kedalam sel bawah tanah, yang hanya ada sedikit lubang unutk bernafas...menurut beliau, binatang pun tak akan dapat hidup di dalam sel tersebut. Beliau berhenti bicara lagi. lalu kami semua berkata...lalu...bagaimana tentara itu bersikap terhadap ibu? Hampir setiap hari ibu itu ditendang , dipukul , pokoknya diperlakukan yang tidak seharusnya diperlakuan terhadap seorang wanita ataupun manusia.

Ya Allah...airmata pun mulai mengalir tak di duga...sisanya kita sudah tahu bagaimana tentara Israel itu dengan tabiat2 monsternya yang selalu mengganggu rakyat Palestina 'on the daily basis' itu memperlakukan ibu itu pada saat beliau hamil hingga melahirkan di penjara. Ibu itupun diam dan tak melanjutkan ceritanya, matanya sedikit berkaca-kaca, tetapi dia langsung dapat mengendalikan lagi dirnya . Kami pun berdiam sejenak....

Kebanyakan dari kami bukan muslim- rombongan kami mayoritas berasal dari India, tentu untuk mereka ide membawa bom untuk menjadi syahid , tak masuk di dalam alam pikiran mereka, terutama oleh seorang ibu rumah tangga yang kehidupannya sangat tidak bermasalah. Lalu kawan-kawan dari India itu bertanya, apakah ibu sebelumnya pernah latihan untuk membawa bom ( seperti di dalam latihan militer?)..OMG..saya hampir ingin ketawa dan tidak percaya..akan pertanyaan seperti itu..ibu nya Yusuf pun menjawab dengan santainya...iya ..saya latihan sendiri saja dengan tawakal pada Allah dan karena kecintaan saya pada Allah, jadi saya langsung lakukan...mereka tambah 'bengong' dan tambah ga paham...

Itulah keindahan... hanya segelintir manusia saja yang dapat menangkap hakikat kehidupan yang sesungguhnya ..mereka telah melatih diri mereka dengan keadaan yang Allah berikan pada mereka untuk dapat mereka syukuri dengan berkhidmat padaNYA sebaik mungkin. Yang telah di serukan dan di perintahkan dalam kitabNYA, mereka lakukan dengan ikhlas dan ridha...Menurut saya orang-orang Palestina itu , bukan hanya jago teori tentang agama, tetapi mereka mempraktekan terus menerus apa yang ada di dalam kitab suci Al Quran. Hampir semua orang yang saya temui, mereka siap syahid. Bayangkan kalimat : " Innallah ma'a syabirin"' itu keluar dari anak berumur 7 tahun.

Pelajaran yang saya petik pada kejadian tersebut adalah orang -orang yang sudah dekat sekali dengan Tuhannya...ingin melanjutkan kehidupannya ke kehidupan yang lebih tinggi lagi nilainya. Mereka terus berusaha hidup di dunia ini dengan semaksimal mungkin.Dan begitu mensyukuri apapun yang diberikan Allah pada mereka tanpa mengeluhkan keadaan mereka pada orang-orang yang ada di sekitar mereka. Tidak banyak berbicara apabila tidak penting. Kalimat-kalimat: " Hasbunallah wa ni'mal wakil ", sudah menjadi bagian dari ucapan keseharian mereka . Walaupun keadaan mereka yang serba kekurangan, mereka selalu ingin memberi , bahkan apabila kita memberi kan sesuatu pada mereka . mereka harus memberi lagi yang lebih berharga , atau lebih baik lagi. Mereka sungguh manusia-manusia pilihan Tuhan. Cobaan demi cobaan pada mereka membuat mereka selalu mendapatkan kesempatan mengaktualisasikan potensi-potensi diri yang ada di dalam diri- diri mereka.

Bukankah ini adalah kasih sayang Tuhan?

Era Imam Mahdi atfs adalah era dimulainya kehidupan sejati manusia

Rasulullah saw diutus adalah untuk mendidik dan menyucikan umat sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'ran :

" Mengajarkan kepada mereka al- Kitab dan hikmah dan menyucikan mereka " (QS 2:129)
" Menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah " (QS 2:151)


Umat manusia bukan hanya harus dididik, tetapi juga harus di sucikan agar mereka bisa berjalan bersama bagaikan rangkaian satu keluarga menuju kesempurnaan serta dapat menikmati segala kebaikan yang ada di alam semesta ini. Inilah misi kenabian dan pengutusan para nabi dan rasul. Setiap nabi yang di utus melaksanakan misi besar pendidikan dan tarbiyah ini sejauh kemungkinan yang tersedia pada kondisi zaman saat itu, Dan gerakan agung Ilahiah ini dilestarikan oleh ajaran nabi terakhir, Muhammad saw, karena Allah SWT tidak mengutus nabi lagi agar umat manusia dapat mendekati dan merasakan hidup damai , tentra, adil dan sejahtera sebagaimana yang di impkannya.

Manusia akan dapat menghampiri cita-cita ini selagi tarbiyah itu terus berjalan. Pendidikan dan tarbiyah harus terus memancar dari pemerintahan manusa-manusia maksum (suci) penerus Nabi agar secara bertahap umat manusia dapat bergerak maju, semua kendala yang ada dapat ditekan, dan akhirnya mencapai titik yang mengawali kehidupan sejati era yang kita sebut sebagai era Hazrat Wali Ashr. Periode Hazrat Wali Ashr bukan akhir kehidupan tetapi awal dari kehidupan manusia. Dari titik itu kehidupan dan kebahagian sejati keluarga besar umat manusia akan bermula, dan semua anugerah Ilahi yang terkandung di bumi dan langit akan dapat dinikmati oleh semua orang tanpa ada lagi bahaya, kesengsaraan, kehancuran dan pencemaran.

Memang, sekaranpun manusia juga dapat memanfaatkan banyak hal, tapi di saat yang sama berdampak buruk pada yang lain. Manusia berhasil mengungkap energi nuklir, tapi energi ini ternyata juga digunakan untuk membasmi manusia. Manusia memompa minyak dan perut bumi, tapi penggunaan minyak menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup manusia. Kondisi seperti ini terjadi dalam satu abad terakhir ini. Manusia berhasil mengungkap berbagai sumber energi yang semula tersembunyi, tetapi di saat yang sama manusia juga di dera oleh berbagai penderitaan fisik yang diakibatkan oleh pola hidup materialistik yang diciptakan oelh dirinya sendirinya. Hasil-hasil temuan manusia telah menyuguhkan kecepatan dan fasilitas kepada manusia, tapi di saat yang sama banyak hal yang harus dirampas darinya. Dalam konteks ini pula, manusia sekarang terdera oleh kerusakan nilai-nilai moral.

Ini jauh berbeda dengan kondisi di era Imam Mahdi atfs nanti . Saat itu manusia dapat menikmati semua anugerah dan sumber daya yang tersembunyi di alam ini tanpa menimbulkan dampak yang menyengsarakan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam akan benar-benar berjalan untuk menunjang kemajuan dan kesejahteraan manusia. Para nabi datang adalah untuk membawa kita kepada titik dimana manusia akan membuka lembaran kehidupan baru.

* petikan pidato Rahbar- Sayyed Ali Khamanei pada perayaan hari raya Ghadir Khum 14.03.2001)

  Israel’s Right Wing Future   :      Information Clearing House: ICH

  Israel’s Right Wing Future   :      Information Clearing House: ICH

My Journey to the Holy Land (part 2)

Arif said : " Life is creative, and so is spirit. Each clue meant for you is tailored to your level of awareness. Be grateful that spirit remains out of sight, just around the next bend. Rejoice that you can be a seeker all your life, for if spirit delivered its secrets once and for all, you would be left with pleasant memories but a listless and dull future".... so I just tried and be always trying to rip the veil away at every second to make life rich & meaningful.

There is no coincidence in life...it's just what you are longing for and you keep trying to realizing that..wheather you are aware of it or not. For years, I involved to particapate the International Al Quds demonstration every last Friday of Ramadhan yearly as well as any injustice occured in the other part of the worlds which are always caused by the zionist regims- here in the Embassy of USA & UN's office .

So, one day I got received the phonecall that offering me to participate to have a meeting in Malaysia for preparing the Asian marching caravan to Gaza- Palestine is the one step to approach witnessing of what happened in Gaza. Those opportunity is become my priority and had informed my hubby about that and with the Greatness & kindness of The Lord Almighty he completely understood, agreed and encourage me for that. Yes, why not, as he said, these calling will be only heard by people who has very strong faith , especially to answer the calling of the Sayyidul Syuhada Al Husain ibn Ali (pbuh) the grandson of our beloved prophet Muhammad saww who's killed brutally by the Tyran of that time - Yazid ibn Muawiyah. The most important things also the moment of the journey is in the month of Muharram, which is the month of mourning for the prince of martyr the beloved Husain ibn Ali (pbuh)- the month that we are told even not to laugh..it's a mourning month as Imam Husain (pbuh) and his family & his faithful accompanion got masacared in Karbala for showing the TRUTH and keep stand fast for the Din al HAQ- Al ISLAM. At that Islam is only the name and the holy teaching of Islam has been tainted by Umayad dinasty with so many deviations and people went astray not any more abiding to the Devine Lord but only to their own will. Every forbidden act they just did it without ashame. That's kind of act could not be any more tolerated by the holy Imam of that time - Husain ibn Ali (pbuh), so he was forced to do revolution in order to awaken people to return to the orginal teaching of Islam . These action costed the bloodsheed of holy soul of Imam Husain (pbuh )& his families as well as his faitfull accompanions. The real incident of Imam Husain ( pbuh) is always inspiring and still valid til today, as nowadays we are facing the same crime agains the humanity done by the oppressor- the zionist regim. Yazid, Syimir these day are still alive and keep murdering the innocent soul...that's why it's very crucial to commemorate the prince of martyrdom in the month of Muharam, as the awaken to people & to every humanbeing who claims themselves a human, who still care of the human justice where until now it has been bleeding.. Your body feel it when you see the war is still going on, the apartheid is still going on in this what so called 'modern world'- the technology era...you named it...but those who claimed to be care of human justice, democracy - they are the one who are doing against it- they are the oppressor of those oppressed people in these world- the zionist regims.

Gaza- Palestine is the symbol of the war against the humanity. So, this Palestinian issue is very fundamental- humanitarian issue and need to be highlighted. Every basic of the human needs are being abandoned there. Day by day the calling are so loud.... It is imposible for you just to ignore it.... that was my journey begin with and it will be always a calling for me till they liberate from the injustice system.

Can O’Keefe lick the Palestinian campaign into shape? > Palestine > Redress Information & Analysis

Can O’Keefe lick the Palestinian campaign into shape? > Palestine > Redress Information & Analysis

My Journey to the Holy Land (part 1)

Since we have got the parabola trasmition at home in 2007, one of our activities especially me, is to watch the International news, in order to fulfill my knowledges of what's going on in these world. As am so feed up with the local TV stations where almost nothing to be consumes for our minds & thought.

PressTV, the Iranian English TV news is my alternative choices to watch. So, it started here...one of the program was about Palestine, as well as George Galoway's program, and documentary file which make people who see it could open their eyes, mind & horizon about who actually the oppressed & the oppressor. Sometimes, we must blame our selves for our ignorance for others and all the happening in this worlds as we have no knowledges of who is the oppressed & who is the oppressor. Nowadays, the corrupted media made by western propaganda are made everything up side down. They speak as if others are to blame but they are actually the one who's doing it. They use excellent rethoric languages to deceive the real happening in this worlds and deliberately make 'Muslim'world looks filthy and marginalized. So, the public opinion will tend to what their saying or according to their will & opinions and so far they are controlling all the news around the world. For sure, most people still believe what they said.... Thanks GOD, as now there is english news like presstv, which it could open people minds and think differently.

To watch these world going in the side of the 'filthy mind' made by Zionist regim ( America, Israel, UK, and their allies ) will awaken to those who has a faith. You can not stay silent, and seat nicely in your house watching what's going on in these world. Your inner heart scream laoudly not agreed of the happening outside you...and followed by your body to move & search how to do to sattisfied your calling inside you. Your tear keep falling and your heart burning ...it's very frustrated if you could not do anything for the oppressed and angry termendously toward the oppressor who ever they are and what ever they cover their face as well as those who support them..

The Lord Almighty has sent at least some courages people in these world to start to move others for fulfilling the unsatisfied-wounded heart. I always call them the soldiers of Mahdi, and they are really encourage me to move forward. The people from Republic of Iran, the Hizbollah, the Resistance people in all nations and the west individual like George Galoway & his friends. These injustice scenario in this world so bothering as it is made & planned by certain group or entity names Zionist.
There is no otherway , if your heart still function and your faith to the Devine's Lord and hereafter still goes on, you need to do something, even just to shout or make yell yell that you do not agree of what you see or show your anger to those who made these world upside down.

To have a right world of view is very important and it will show you inshaAllah to the right path. That's what I feel when I am longing to visit the holy land of Palestine as it's till now the injustice is stil going on there and it happens on daily basis. The violance against the humanity is happening on and on...My heart and minds are always there..I could feel what they feel...it's imposible if you see them everyday and your heart is not feel what they feel..
Like the eminence poem from Sa'di said : " the human is like one body, if one part of your body hurt, the other parts of your body could feel it "

Any chances and opportunities which could depart me to Palestine will be my first priority.

The Lord Almighty has never asleep


" Allah, tidak ada Tuhan melainkan DIA, Yang HIDUP KEKAL lagi Berdiri Sendiri. DIA tidak mengantuk dan tidak TIDUR. KepunyaanNYA apa yang ada di langit dan di bumi.." (QS 2 : 255 )

Siapapun yang mengimani serta meyakini ayat di atas, sangat menyadari bahwa Sang Empunya Alam Semesta ini selalu hidup dan tidak pernah tidur. Ini adalah pengetahuan yang kita pelajari dan kita sering membacanya. Tetapi, apakah kita telah menghidupkan ayat diatas tersebut...wallahualam...

Kebanyakan kita hanya menjalankan dan mencoba mentaati apa yang tertera di dalam kitab suci Al Quran pada saat-saat yang sangat sesuai dengannya, seperti ketika berada di lingkungan pengajian, ketika berada di majelis taklim atau acara-acara ibadah yang sering diadakan. Itupun terkadang , masih terdengar dan terlihat banyak yang tidak menyadari akan keberadaan dirinya, karena ketika berada di majelis taklim atau mesjid-mesjid masih terdengar gosip dan ghibah dari mulut-mulut mereka. Apalagi di luar lingkungan itu, mereka lebih bebas lagi bukan lagi berbicara tetapi dengan sengaja melakukan perilaku yang jelas-jelas sangat tidak di bolehkan.

Para Wali Allah ( rahmat Allah tercurah untuk mereka semua) berkata : " seorang dapat di katakan benar-benar beriman ketika dia dalam keadaan sendirian tetap beriman " . Jadi, ketika kita di depan computer kita pun kita tetap istiqamah taat & menjalankan apa yang kita imani. Contoh mudahnya, apabila seorang yang mengaku beriman dan taat pada Rabb nya, akan senantiasa selalu menjaga seluruh panca inderanya dalam keadaan beriman dan teguh pada hukum-hukum yang berlaku ketika ia sedang bersama seseorang atau di khalayak ramai. Ia tak mungkin akan melihat gambar-gambar yang ia sangat tahu dengan jelas bahwa dia tidak patut dan dilarang untuk melihatnya, juga dalam menulis kata-katanya pasti akan sesuai dengan yang dia diharuskan sesuai dengan ketika ia bersama masyarakatnya dalam bertutur kata. Dalam Face Book, kita sering lihat, profile seorang yang mengaku beriman dan pemegang prinsip suatu aqidah , tetapi ketika melihat, TV yang dia tonton, atau musik yang dia gemari, sangat bertolak belakang dengan klaim tentang dirinya. Belum lagi ketika membuat status ataupun mengkomentari status...wah sungguh begitu samar klaim2 dalam profilenya...ini hanyalah sebuah contoh yang sangat jelas dari bagaimana orang mengklaim meyakini akan sesuatu dengan kenyataan kesehariannya.

Terus terang orang-orang yang tidak mengklaim sebagai pengkikut suatu agama lebih konsisten dengan yang di klaimnya, seperti pembela rakyat Palestina, dia akan terus menerus menyerukan hak dan kedaulatan rakyat Palestina dan membenci siapapun yang menzalimi rakyat Palestina dan menunjukan komitmennya dari segala tindakan dan tulisan-tulisannya. Mereka tidak pernah mendengar ayat-ayat Tuhan yang menyatakan Tuhan tidak pernah tidur...

Ironisnya memang kebanyakan yang mengaku beriman pada Al Quran Nur Karim dan selalu berada di tempat-tempat ibadah, sering tidak konsisten akan tindakan dan perilakunya dengan yang dia klaim...

Semoga Rabb al alamin membuka hijab-hijab para non agamis sehingga mereka dapat mengenal Rabb nya Sang Empunya Alam Semesta ini dan beriman pada penutup Nabi terakhir Muhammad saww dan keluarganya yang suci, dan juga buat kaum muslimin semoga hijab-hijab kesombongan dan kotoran hatinya di angkat hingga dapat selalu istiqamah dalam menjalankan perintahNYA dan taat akan peraturan & hukum-hukumNYA dimanapun dia berada sebagaiman Rabbal alamin selalu ada dimanapun hambaNYA berada.

wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum
Adrikna Ya MAHDI