Newly Discovery Gold Coin from the era of Fatimiad
http://www.huffingtonpost.com/2015/02/19/gold-coins-israel-discovered-video-photos_n_6707540.html
Writen there : " Muhammad Rasulullah Aliyin Wallyallah :
The Art of Listening
" There is a voice that does not use words. Listen. " ~ Rumi
" One of the most sincere forms of respect is actually listening to what another has to say "
Mendengarkan lawan bicara, terdengar seperti hal yang biasa dan sudah menjadi sebuah keniscayaan, benarkah?
Perhatikanlah , apakah kita benar-benar pernah mendengarkan jawaban atau pernyataan lawan bicara kita?
Sungguh jarang kita benar2 mendengarkan apa yang di katakan lawan bicara kita ( ya tentu kita mendengar sebagai suara saja ), tetapi ketika lawan bicara hendak menanggapi jawaban kita, kebanyakan kita hanya sibuk mencari jawaban yang sesuai dengan konsep yang kita punya tanpa memahami apa yang di katakan lawan bicara, kita sibuk memikirkan dan berkecenderungan ingin memaksakan apa yang ada di pikiran kita untuk dipahami lawan bicara.
Ok, kita harus mempertahankan konsep yang kita punya, tetapi cobalah mencoba mendengarkan lawan bicara, karena siapa tahu tanpa kita harus lagi beragumen, kesepakatan itu sebenarnya sudah ada.
Sehingga ketegangan tidak akan terjadi . Yang harus kita selalu lakukan adalah mengkonfirmasi dengan pertanyaan apakah maksud dari pernyataannya. Mengulang dan mencoba memahami maksud pernyataan tsb, baru kita menyatakan pendapat kita.
Belajar memahami pendapat dan opini lawan bicara merupakan sebuah pembelajaraan khusus dan memerlukan banyak latihan2. Karena manusia pada dasarnya sangat mencintai dirinya, menganggap dirinya yang paling benar, senang memaksakan pendapatnya pada orang lain, tanpa melihat latar belakang lawan bicara.
Ingatkah kita, bagaimana Rasulullah sawa berbicara pada para sahabatnya, beliau sawa berbicara berbeda antara satu sahabat yang satu dengan yang lainnya, karena kapasitas mereka masing2 berbeda dan tidak pernah memaksakan pendapatnya walau sudah barang tentu beliau sawa bicaranya pasti benar. Bandingkan dengan kita yang belum tentu benar dengan pendapat2 kita tetapi selalu ingin memaksakan pendapat kita pada orang lain.
Menggunakan analogi dan logika adalah cara netral untuk dapat selalu menyatakan pendapat kita tanpa ada keinginan agar opini kita diterima lawan bicara. Pemaksaan dalam bentuk apapun bukan sebuah cara untuk dapat berkomunikasi. Berdialog dengan hikmah serta kebaikan yang dicontohkan Rasulullah dan di sarankan al Quran adalah cara terbaik untuk menghasilkan win win komunikasi.
Kunci dari sebuah dialog adalah mendengarkan dengan seksama serta penuh perhatian pada lawan bicara.
Sekali lagi ini adalah sebuah keahlian yang perlu di pelajari dan dilatih, Tuhan selalu menyediakan potensi2 tetapi untuk menjadi sebuah atribut, kita perlu menggali dan mengaktualisasikannya, serta melatihnya berulang-ulang.
Penghalang kita pada setiap aktualisasi potensi atribut2NYA hanyalah ego kita, yang tidak mudah untuk dapat disingkirkan begitu saja, tanpa adanya usaha keras ,tekad, kesabaran dan iman kita padaNYA.
Semoga kita semua dapat selalu menaklukan ego kita dalam setiap kesempatan menjalankan kehidupan ini, dan dapat menjadi 'insan' pengESA sejati, seorang muwahid yang pandai mendengar.
Wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum. Adrikna Ya MAHDI
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
The Impact of Islamic Revolution on my life (Shaban 1437H - Haul of Imam Khomeini (ra ) Bismilillahirahmanirrahim Allahumma s...

