Menafsir tembang " LIR ILIR " - Kidung AHLUL KISA untuk Indonesia















MENAFSIR TEMBANG "LIR-ILIR" MENAFSIR KIDUNG AHLUL KISA UNTUK NEGERI INDONESIA by Syiah Jawi on Friday, December 24, 2010 at 3:29pm


Tembang dolanan ”ilir-ilir ” adalah pesan abadi Sunan Ampel kepada bangsa ini
Untuk selalu meneladani ahlul Kisa (Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain)
Dengan Ilir-ilir internalisasi keindoneisaan dipompakan
Dengan ilir-ilir kesadaran pada licinya kehidupan disentakan
...
Agar
...
Reformasi Indonesia, Indonesia bisa dan Restorasi Indonesia tak hanya berhenti pada slogan belaka

Dengarkan kembali Kidung Ahlul Kisa...

Lir.... ilir

ilir.... ilir

tandure wus sumile

tak ijo royo-royo tak sengguh temanten anyar

Cah angon.... cah angon

penekno blimbing kui

lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodo iro

dodo iro... dodo iro

kumitr bedahing pinggir

dondomono jlumathono

kanggo sebo mengko sore

yo surako surak hio....

(bangunlah... kalian .... bangunlah

lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh

menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru

Hai para gembala

panjatlah pohon belimbing itu

meskipun licin tetaplah engkau panjat

untuk menyegarkan dahaga dalam dadamu

Lihatlah dadamu...

bila ia terkoyak berlubang dipinggirnya

jahitlah dan rawatlah

agar sore hari engkau bisa menghadap dengan gembira

dengan sorakan yang penuh suka dan cita)

LIR ILIR... LIR ... ILIR TENDURE WUS SUMILE TAK IJO ROYO-ROYO TAK SENGGUH TEMANTEN ANYAR

(bangunlah... kalian .... bangunlah lihatlah tanaman sudah mulai tumbuh menghijau melambai bagaikan lambaian gembira pengantin baru)

Bangunlah... wahai rakyat indonesia bangunlah.,bangunlah dari tidur panjangmu, bangunlah dari mipi burukmu

bacalah negerimu sebagaimana Muhammad membaca (Iqra)...

sadarlah bahwa negerimu ini adalah penggalan sorga, seakan sorga pernah bocor dan mencipratakan keindahanya

dan cipratan itu menjelma menjadi INDONESIA RAYA.....

engaku tidak akan temukan kesuburan sebagaimana tanahmu dikolong negeri manapun....

engaku tidak akan temukan keragaman sumber kekayaan mineral dan hayati di negeri manapun... selain di negerimu

bahkan engkau tidak akan menemukan keragaman suku, ras, budaya, keyakinan, dan golongan seperti yang kalian miliki... di belahan bumi manapun

dengan potensi negerimu kalian dapat menyelenggarakan temanten-temanten pembangunan

engkau bahkan setiap detik dapat mengawinkan ribuan perbedaan dalam negerimu untuk menghasilkan sintesisi baru

inilah negerimu....

inilah keragamanmu

dan inilah kekuatanmu...

CAH ANGON -CAH ANGON PENEKNO BLIMBING KUI LUNYU LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO(T) IRO

(anak gembala panjatlah pohon blimbing itu meskipun licin panjatlah agar sari pati air blimbing dapat dibasuhkan dalam dadamu)

Sunan Ampel menyebut CAH ANGON...(ANAK GEMBALA)....

Beliau tidak menyebut :

Pak RT...Pak Rw... Pak Carik... Pak Modin... Pak ulu-ulu ...Pak Jogoboyo, Pak Lurah...

Tidak pula menyebut

Pak Camat... Pak Bupati... Pak Walikota.... Pak Gubernur... Pak Presiden

Beliau tidak memanggil dalam tembangnya

Pak Kepala Dinas... Pak Dirjen.... Pak Menteri...

Tidak pula

Pak Kombes... Pak Anjun.... Pak Kopral... Pak Jendral

Beliau tidak pula menyebut

Pak Guru... Pak Dosen...Pak Dekan... Pak Purek.... Pak Rektor

Ataupun beliau tidak memanggil

Mas sinom... Mas pelajar.... Mas Mahasiswa

Mas buruh... mas Tani..tidak

Tetapi Bocah Angon... panggilan universal yang dipakai untuk manusia.

Karena hakekat manusia adalah bocah angon... sekurang-kurangnya mereka yang angon dirinya sendiri, hingga angon masyarakat, rakyat, negara dan dunia

Karena itu njeng Sunan memanggil dengan sebutan Cah Angon...

Apapun Predikat hebat yang menyebabkan manusia dipuja-puji

Yang setiap lebaran di tumpleki parcel (setiap lebaran dapat kiriman parcel)

Yang sugehnya mblegedu (kaya sekali)

Yang pinternya njumbul langit (pinter cerdas)

Dia hanyalah Bocah Angon

Bocah angon adalah pengkabulan do’a

Yang tatkala manusia marah pada kegagalan keturunanya

Manusia mengumpat...” nek bodo angon wedhus... po angon bebek wae” (kalau bodoh jadi penggembala kambik atau itik saja)

Tapi Tuhan mengankat prasangak kesal manusia itu dengan menjelmakan mereka tetap menjadi bocah angon yang terhormat

Angon rakyat

Angon murid

Angom duit

Angon sawah

Angon ternak

Angon Mahasiswa

Angon apa saja...

Bahkan sebelum seorang anak manusia diangkat sebagai nabi

Mereka harus lulus di Universitiy Para Penggembala dahulu...

PENEKNO BLIMBING KUI

(Panjatlah Pohon Belimbing Itu)

Sunan Ampel dalam tembangnya memilih belimbing...

Beliau bukan menyebut penekno sawo kui (bukan panjatlah sawo itu)

bukan penekno pelem kui (bukan panjatlah mangga itu)

bukan penekno duren kui (bukan panjatlan durian itu)

bukan penekno jemani kui (panjatlah jemani itu)

bukan penekno Jati kui (bukan panjatlah pohon jati itu)

tapi belimbing.... bergigir LIMA... (Terserah apa tafsir kalian tentang lima, terserah mau kalian othak athik apa saja monggo)

Tapi aku punya tafsir sendiri tentang LIMA yang bermakna Limo Janmo Suci (Lima Manusia Suci)

Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husian

Sunan Ampel seperti bertutur kepada kita...

Engkau tidak dapat nggulowenthah (memelihara) Negerimu yang kaya ini, yang dalam proses perawatanya bakal menemukan kelicinan

Bila engkau tidak megguru kepada Limo Janmo suci itu...

Karena sari pati bilmbing Limo Janmo soci itulah yang akan mengajarkan menempuh jalan yang lurus

Muhammad itu adalah manusia yang sukses menjadi Nabi ... dan nabi yang sukses jadi manusia

Ali itu adalah manusia yang berhasil menjadi washi... dan seorang washi yang sukses menjadi manusia

Fatimah itu adalah anak manusia yang sukses menjadi anak Nabi... dan anak Nabi yang sukses menjadi anak Manusia

Hasan dan Husain itu adalah manusia yang sukses menjadi Imam .... dan Imam yang sukses menjadi manusia...

Agar orang jawa itu senantiasa mengguru kepada Limo Janmo Suci itu

sampai-sampai dalam menetapkan hari pun orang jawa hanya membuat dalam sepasar (lima hari) tidak tujuh hari seperti dalam masehi

Wiridan Sepasar Jawi terdiri dari Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.....(lima hari) dan hanya lima hari

Pon... menggambarkan Muhammad... yang pono alias sempurna

Orang-orang jawa kuno dahulu banyak menamakan anaknya dengan nama depan Pon. Pon itu adalah harinya kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam pasaran atau harinya orang jawa. Para orang tua berdoa kepada Gusti Allah, bahwa anaknya yang lahir pada hari PON itu kelak kalau sudah dewasa agar bisa PONO atau memeiliki kesempurnaan seperti Rasulullah Muhammad saw

Wage... menggambarkan Ali bin Abi Thalib yang wigig ... yang pemberani dan kuat

Pada saat konggres Pemuda II 28 Oktober 1928, Wage Rudolph Supratman dengan keberanianya menggesekan bolanya untuk memperdengarkan lagu INDONESIA RAYA yang kemudian menjadi lagu kebangsaan nasional Indonesia. Wage Rudolph Supratman itu lahir pada pasaran Wage, harinya Imam Ali, dengan spirit wagenya beliau tersemangati harinya Imam Ali bin Abi Tholib kw.

Kliwon .. dijawa padanan kliwon itu kasih, ia mengambarkan Fatimah yang penuh asih

Asihnya Fatimah itu bukan asih yang melenakan dan membutakan tetapi asihnya Fatimah itu adalah yang ndodoke perkororo nang panggonane (menempatkan sesuatu pada tempatnya” kalau salah yang di beritahu salahnya kalau dikasih tahu tidak juga nurut atau masih ngeyel ya diberi pelajaran. Bukan karena kasih salah bener di diamkan saja. Makanya Fatimah itu pernah memberitahu seorang tokoh hebat… dikasih tau juga tidak ndengerin maka beliau “ngenengke “ (mendiamkan) orang itu sampai beliau wafat.

Pengiring Gusti Retno Dumilah (istri Pangeran Diponegoro) itu ada yang namanya Kliwon dan Sipon, Kompeni Belanda sangat ketakutan dengan para Kliwon-Kliwon yang punya “daya Ngenengke” (daya mendiamkan) yang pernah dilakukan Fatimah yang ternyata sangat ngegirisi itu.

Di Blora ada satu suku anak Jawa yang bernama Masyarakat Samin mereka pernah membuat VOC pusing tujuh keliling, mereka melawan bukan dengan senjata tapi dengan perlawanan “Kliwon”

Kalau Belanda memerintahkan menanam Pisang kepada masyarakat Samin maka mereka rame-rame menanam Pisang bukan tunas pisangnya, sehingga ketika tiba masa panen pisang orang-orang VOC bukanya memperoleh Pisang tetapi kulit pisang yang membusuk, dan masyarakat samin dengan tenang menjawab” lha ndoro sinyo lak dhawuh tanem pisang to, langgeh meniko hasilipun” (Bukanya Tuan Sinyo memerintahkan kami untuk menanam pisang, kalau pisang ditanam ya hasilnya busuk tuan”…Akhirnya Belanda mengalah dan menjelaskan yang dimaksud adalah Wit Gedang…. “Maka rame-rame masyarat Samin kembali menanam bukan tunas Pisang Tetapi Gedebok Pisang (Batang Pisangnya) karena wit gedang (Pohon Pisang) itu adalah Gedebok Pisang bukan tunas Pisang” ketika Belanda datang yang ditemukan adalah Batang Pisang Yang Busuk, masyarakat samin kembali menjawab “Bukanya tuan sinyo memerintahkan kami menanam Pohon Pisang, lha Pohon Pisang itu lak gedebok pisang to ndoro sinyo lha ini hasilnya” begitus seterusnya.. Dengan Gaya Kliwonan ini Masyarakat Samin susah ditundukan dengan mesiu dan meriam… ini adalah gaya perlawananya Kanjeng Ibu Fatimah…

Kliwon telah membuat penjajah pusing… untuk mengatasinya dibuatlah cerita Palsu tentang Kliwon yang identik dengan momedi jawa (hantu jawa) setan, dhemit, tetekan, gendruwo, kunti, banas pati. Pocongan, glundung pringis, thuyul dan lain-lain yang fungsinya untuk mengkonotasikan Kliwon itu menakutkan jelek… dan tidak baik yang tujuanya menjauhkan semangat perlawanan Fatimah dari dada orang-orang jawa…. Untuk itu… kembalilah kepada esensi dan semangat Kliwon yang asli…kliwonanya kaum syiah jawa… bukan kliwon bid’ah hasil racikanya kafir belanda…

Legi ... menggambarkan Imam Hasan yang lembut, pendamai tapi tetap berkarakter dan berkepribadian

Legi itu watak gula, saat ia bersenyawa dengan unsur apapun, meski wujudnya hilang tapi rasanya dominan, ia memberi karakter, memberi watak, memberi kepribadian... begitulah Imam Hasan. Orang-orang Islam (syiah) harus berterimakasih pada Imam Hasan, beliau ini berkorban dengan mengabaikan haknya dengan cara memilih berdamai dengan musuhnya... beliau sangat waskito, bahwa para pengikut sejati Muhammad itu tinggal nyimit (sedikit) kalau dipaksa berperang bisa tumpes kelor (musnah) para pengikut sejati Muhammad sudah banyak yang syahid dipertempuran-pertempuran sebelumnya dan banyak yang gugur akibat diburu oleh musuh-musuh Islam, maka lebih baik beliau berdamai saja. Agar bisa ngesuhi (merawat secara lebih serius) sisa-sisa pengikut peninggalan kakek dan ayahnya ini. Orang-orang ini mesti di didik agar berkarakter dan berkepribadian...

Legi... adalah gula, tetapi tidak semua gula memberikan cita rasa dan karakter manis yang khas, coba kalau sesekali main ke jogja atau solo... mampirlah ke warung coboy, di jogja dinamai angkringan atau warung hik... tanyakan ke penjualnya bagaimana gula yang baik itu.... mereka pasti menjawab bahwa gula yang baik itu adalah gula yang dirubung tawon gulo (di kerumuni dan dihinggapi lebah madu)... Lebah.. makhluk yang disebut dalam Al Qur’an mendapat wahyu selain manusia.... simbolisasi dari jiwa seorang Mukmin.... Imam Hasan dengan perdamaian itu ingin lebih berkonsentrasi mendidik pengikut kakek dan ayahnya ini menjadi gula yang akan diburu oleh makhluk-makluk pencari kebenaran sejati.... bukan makhluk picisan yang... Perhatikan hasil strategi Imam Hasan menjadikan gula-gula bermutu tinggi ini... meski empat belas abad para pengikut kakek dan ayah Imam Hasan, dipisuh-pisuhi (dihujat) orang sejagad... gula itu tetap manis berkarakter dan diburu orang (yang berkarakter pula).... sekarang di negeri inipun butiran-butiran gula bertaburan .... banyak orang merindukan manisnya ilmunya... Pak Jalaludin Rahmat.... Pak Haidar Baqir.... Pak Dimitry Mahayana.... Pak Muhsin Labib... Pak Muasa al kadzim... Pak Hasan Abu Ammar... Pak Hasan Musawa... Pak Umar Ibrahim... Pak Ahmad Barabach...dan lainya... itu semua berkat Imam Hasan....

Terkadang... wujud Gula itu tak terlihat sebegaiamana tidak terlihatnya Imam Hasan... tetapi yang terlihat adalah rasa gula itu... wujud Imam Hasan nyaris tidak dikenali tetapi yang tampak jelas adalah hasil didikan Imam Hasan...

Bangsa ini pernah punya tokoh yang menggunakan cara dan startegi seperti imam Hasan... yang lebih mengedepankan rasa bukan warna... yang memilih garam ketimbang gincu...Beliau adalah Muhammad Hatta... yang terkenal dengan kebijakan rasa... beliau membuat kebijakan dengan ukuran apa yang dirasakan masyarakat... bukan apa yang yang tampak untuk masyarakat... sehingga Hatta sendiri nyaris tenggelam... sementara kebijakanya mengabadi...

Pahing... menggambarkan Husain Pahing itu gabungan dua suku kata Pait dan Hing, Pait aritinya Pahit... gambaran Imam Husain yang menempuh kepahitan untuk menciptakan Hing... yang serba mulia... Oleh karena itu kata Hing selalu digunakan menyertai untuk sebuah julukan kemuliaan misalnya Hingkang sinuwun..

Siti jenar pernah berujar.... ”kalian ini HIDUP tapi sesungguhnya MATI....

Itu adalah tafsir siti jenar atas perjuangan Husain ”Yang KEMATIANYA adalah MENGHIDUPKAN” sedangkan musuhnya ”KEHIDUPANYA adalah KEMATIAN”

Ada gugon tuhon (desas-desus) orang jawa itu kalau dipangku matilah dia (Kalau di berikan fasilitas hilang keberanianya)

Pernyataan itu tidak salah... bahkan itu benar

Maka Siti Jenar memberikan pertingatan pada orang jawa... ”bahwa kalau kalian Ini menjadi orang yang senang dipangku... dan menyangka bahwa Pangkuan itu menghidupkan kalian... memulyakan kalian ... sesungguhnya sangkaanmu itu salah karena sesungguhnya kehidupanmu itu adalah Kematianmu”

Lebih baik pilihlah pahing... yang pahit... untuk mendapatkan hing... yang mematikan... tetapi menghidupkan...”


Jadi orang-orang tua di jawa dahulu... mengharapkan... jika anak-anak dan cucu mereka komitmen dengan mengikuti Limo Janmo Suci Itu insya Allah kelak mereka mendapatkan gelar Hingkang Sinuwun Panderek Sejati Muhammad Saking Jawi...

Di Dunia Pewayangan, Sunan Kalijogo mencipta tokoh kebaikan hanya LIMA yang diberi nama PANDAWA yang watak dan kepribadiannya merujuk pada

LIMA Ahlul Kisa

Yudistiro yang berdarah putih bersenjatakan Jamus Kalimo sodo... adalah manifestasi Muhammad karena Jamus Kalimo sodo adalah pribumisasi dari dua kalimat syahadat...

Werkudoro yang gagah berani adalah manifestasi Ali bin Abi Tholib... werkudoro itu punya senjata namanya Godo Rujak Polo dan Kuku Panca Naka...

Godo artinya Gada.. pemukul dari besi

Rujak.... artinya rujak... salad jawa yang dibuat dari campuran bermacam-macam buah-buahan yang dibumbui pedas manis

Polo... artinya otak.. lebih tepatnya pikiran

Maka Godo Rujak Polo adalah alat pemukul yang akan melumerkan pikiran-pikiran yang beku...

Coba disimak yang termuat dalam Nahjul Balaghah yang memuat pikiran Imam Ali bin Abi Thalib.... maka pikiran si pembaca yang semula beku mendadak lumer cair... dan cerdas.. itu karena si pembaca baru saja digodo... di lumerkan pikiranya....

Kuku Pancanaka

Kuku... artinya kuku pada jari

Panca ... artinya lima

Naka... artinya kuku juga

Maka kuku panca naka artinya kuku-kuku yang terlihat...

Coba diutak utik bagaimana supaya kuku terlihat

Apakah ditegakan .... yang melihat kuku hanya sebelah samping...

Apakah di tengadahkan... kuku tidak terlihat... karena hanya dari bawah bisa melihat

Apakah di telungkupkan...ya... ditelungkupkan karena semua sudut akan melihat

Itu artinya Imam Ali dengan kuku panca nakaknya itu adalah simbol imam Ali adalah suka memberi... menolong...

bahkan menolongnga bukan mban cindhe mab ciladan (pilih kasih) hanya orang samping-samping saja yang diberi...

bukan itu bukan kuku panca naka... tapi kuku panca iring naka

Maka... jadilah tangan-tangan itu taberi (suka memberi dan menolong sesama tanpa pilih kasih) karena denganya tembayatan (persaudaraan) dapat dirajut (di dondomi)

Arjuna yang sebagai pengejawantahan Fatimah Arjuno bersenjatakan Pasopati... panah yang memiliki alat pengendali... Fatimah itu memiliki senjata berupa pidato-pidato yang akan memanah siapapun yang mengacak-acak tatanan Al Qur’an yang sudah di ajarkan ayahandanya... dan Pidatonya itu fasih... terkendali... dan pasopati-pasopati.. menghunjam ke sanubari....

Mutahari pernah berkata... dakwah yang baik itu adalah dakwah yang mampu menembus pikiran dan melembutkan hati seperti dua mata gunting yang bekerja sekaligus... itulah Godo Rujak Polo dan Pasopati...

TNI AL RI pernah memiliki kapal selam yang dinamai Pasopati... senjatanya Fatimah... yang lesatanya menciutkan nyali musuh...

Dan dua anak kembar Nagkula dan Sadewa ... ia manifestasi Hasan dan Husain

Berhari-hari para founding Father’s negeri ini bersidang dalam forum BPUPKI untuk merumuskan idiologi dasar negara Indonesia

Pikiran para cendikia dan ulama diperas habis-habisasan untuk menggali kepribadian luhur bangsa indonesia

Dan

Ketemunya juga hanya LIMA

Dan kemudian dinamakan dengan PANCASILA

Idiologi dasar Negara Indonesia

Ketuhanan... adalah lambang Muhammad yang memperjuangkan ketahuidan

Kemanusiaaa... adalah sanepan dari Ali bin Abi Thalib yang sepanjang hidupnya berjuang agar manusia tetap menjadi manusia

Persatuan... adalah Fatimah karena fatimahlah yang menyatukan kembali tinggalan ayahnya yang akan diceraiberaikan

Kerakyatan... adalah Hasan... karena perdamaian Hasan itu bervisi kerakyatan

Keadilan... adalah Husain... karena perjuangan Husain adalah untuk keadilan... karena perjuangan Husain untuk hidupnya keadilan

Jika bangsa ini bertanya SIAPA CONTOH KONKRIT MANUSIA PANCASILAIS SEJATI ITU ? Jawabnya adalah Ahlul Kisa...

Maka jadilah seperti mereka maka engkau menjadi manusia yang BERPANCASILA....

LUNYU-LUNYU PENEKNO KANGGO MBASUH DODO IRO

(Panjatlah meski licin.. agar engkau dapat mengambil sari patinya untuk melegakan dadamu)

Sunan Ampel sepertinya memahami kesulitan kita saat ini ...beliau bertutur

Wahai kalian... memang kalian akan menemui kesulitan untuk mencerap sari pati mata air kecemerlangan Lima Manusia Suci itu

Akan dicaci...

Akan dihujat...

Akan disemati dengan gelaran-gelaran yang tidak mengenakan

Akan dituduh-tuduh

Akan..

Dan

Akan

Tapi tetaplah memanjat... dan panjatlah... lunyu.. lunyuk penekno.. raihlah belimbing itu

Karena dadamu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan lima manusia suci itu...

Karena negaramu membutuhkan sari pati mata air kecemerlangan kalian yang dibasuh

Karena rakyat membutuhkan perasan belimbing yang tertampung dalam dada kalian...

Panjatlah... dan terus panjatlah

Agar dadamu yang rindu redam itu... dapat engkau basuh dengan nira sari pati belimbing Ahlul Kisa...

DODO IRO DODO IRO KUMITER BEDAHING PINGGIR

(Dadamu berlubang sobek pinggirnya)

Adalah kewajaran bila dalam perjalanan yang licin itu... dada kalian sesak

Itu hanyalah luka kecil...

Dan ketahuilah bahwa ilmu iku kalakone kanti laku... (Ilmu itu diperoleh dengan upaya yang sungguh-sungguh)

Apapun sakitnya tahanlah

Lebih baik merasakan pahitnya meraih ilmu

Daripada menikmati manisnya kebodohan


DONDOMONO JLUMATANA KANGGO SEBO MENGKO SORE

(Jahitlah dam rawatlah untuk menghadap sore nanti)


Sunan Ampel menyebut Dondomono (jahitlah) bukan Tambakno (Berobatlah)

Dondomono berarti kemandirian…

Tambakno berarti keterlibatan atau kecampur tanganan…


Dondomono itu menyatukan secara mandiri...

Seperti Lima Manusia itu menyatukan...

Maka seorang bocah angon yang akan merawat negeri cipratan sorga ini

Harus menyatukan potensi-potensi… bukan semuanya di pasrahke secara bongkoan (diserahkan secara total) kepada asing


Seperti Imam Husain

Beliau ini menyatukan secara mandiri...

Beliau ini bukan hanya milik orang Islam

Imam Husain itu milik semua agama... milik semua bangsa...

Imam Husain itu bukan hanya ditangisi sedikit orang Islam

Tapi ditangisi

Orang Kristen

Orang Katolik

Orang Hindu

Orang Budha

Orang Kong Huchu

Orang dari manapun


Dondomono adalah meneladani Husain

Tak perduli dari keyakinan manapun...

Karaena semua keyakinan, aliran, suku, agama bersatu karena penderitaan Husain...

dan Husain adalah pereket yang diciptakan Tuhan untuk menyatukan perbedaan...


Beruntunglah kepada umat Islam karena Ahlul Kisa itu mewariskan taqiyah

Karena taqiyah bermakna keselarasan...

Karena taqiyah bermakna menghormati perbedaan

Dengan membiarkan keyakian kita disimpan dalam lokus pribadi

Dan mengikuti apa yang lazim di lingkungan


Saking kagumnya sama konsepsi taqiyah

Orang jawa perlu membuat topi bernama Blangkon

Sesuatu yang menghias kepala

Agar dia selalu ingat konsep agung taqiyah

Blankon itu simbolisasi Taqiyah

Karena manusia yang arif dan bijaksana itu harus menggumpalkan pandangannya di belakang

Manakala disekitarnya belum siap menerima perbedaan

Dan membiarkan dirinya menyelaraskan dengan sekitarnya

Karena Taqiyah maka orang jawa harus

Biso o rumoangsa (bisalah membaca sekelilingmu)

Bukan

Rumongso biso ( bukan merasa lebih pintar, lebih sholeh, lebih islami, lebih...)

Maka ketika orang jawa memakai belangkon

Maka ia dingintakan untuk selalu bertaqiyah

Selalu untuk bisa rumangso....



Karena dengan bisa rumongso

Maka ndodomi bedahing dodo itu lebih mudah

Bahkan jarum-jarum perbedaan itu akan

Membentuk jahitan yang satu dan yang lain menjadi kuat dan sentausa...

KANGGO SEBO MENGKO SORE YO SURAKO SURAK HIO

(Untuk menghadap sore nanti dengan sorakan penuh suka Cita)

Jika bangsa ini telah sukses mencerap sari pati Lima Manusia Suci Itu

Maka suka cita akan diperoleh

Suka cita di dunia

Dengan terciptanya tatanan yang toto tentre maka gemah ripah lohjinawi dan kertoraharjo dapat tercapai...

Kanjeng Nabi pernah bersabda ”jika bangsanya Salmanlah kelak yang akan membawa Islam menjadi mendunia”

Njeng sunan Ampel ingin agar bangsa indonesia ini juga menjadi harum namanya seperti bangsanya salman

Dan kelak usai umur semesta berakhir...

Kesuksesan bangsa ini dalam mengambil sari pati Limo Janmo Suci itu

Justru akan di umumkan oleh Tuhan sendiri

Bila bangsa ini serius meneladani Lmo Janmo Suci itu


”Hai Manusia...

Bahwa.. saat alam semesta belum berakhir..

Ada sebuah bangsa yang hebat karena kecintaanya dan kemauannya meneladani

Makhluk yang paling Aku Cintai ... Muhammad... Ali... Fatimah... Hasan... dan Husain

Bangsa itu adalah

I N D O N E S I A

------------------------------------------------------------------------------
Sagan Ngayogyokarto ... Syiah jawi



Ummu Yusuf Srikandi Gaza

Atas kehendakNYA, saya di beri kesempatan untuk dapat bergabung dengan rombongan Asian Caravan to Gaza. Bayangkan bagaimana perasaan saya pada saat itu. Sebuah perjalanan yang sangat berharga yang tak dapat di tukar dengan apapun. Perjalanan ini bukan sembarang perjalanan, tidak dapat disamakan dengan hanya berkunjung ke suatu tempat , menikmati pemandangan indah , dan pulang membawa suvenir2 kecil untuk di bagikan di tanah air. Terlihat tak ada bedanya dengan ber 'vakansi', tetapi ini sangat tergantung bagaimana kita menyikapi makna dari perjalanan itu untuk diri kita. Sebagaimana telah diajarkan dalam agama kita, apapun yang kita lakukan tergantung pada 'NIAT' yang kita ikrarkan. Karena setiap yang kita kerjakan semua akan kembali kepada diri kita.

Banyak sekali pengalaman-pengalaman yang sangat berkesan selama dalam perjalanan itu, tetapi pada kesempatan ini saya akan ceritakan ketika saya bertemu dengan seorang ibu berumur 43 tahun berparas cantik , kalem, dan tenang, tak ada satu polesan make up pada wajahnya ( menurut saya itulah kecantikan yang sesungguhnya ) , karena keindahan dari dalam lah yang terpancar dalam diri ibu tersebut, beliau tidak banyak bicara, hanya bicara apabila di tanya, dan itupun sangat singkat dan padat. Nama beliau, sampai saya tidak sempat menanyakan namanya, karena semua orang memanggilnya 'ibunya Yusuf' - Ummul Yusuf. Kenapa beliau hingga di kenal sebagai 'ibunya Yusuf'. Karena Yusuf anak yang sekarang berusia 6 tahun itu lahir di penjara Israel.

Pertemuan dengan beliau terjadi ketika kami di undang oleh kelompok Harikat Jihad Islamiyah, dimana kami para 'akhwat' (wanita) ditempatkan di rumah seorang janda yang mempunyai 8 anak dan setengah dari anak-anaknya adalah syahid ketika berperang 2 tahun lalu melawan penjajah Israel juga dalam perjuangan harian mereka .

Ummul Yusuf ketika ditanya mengaku sebagai , seorang ibu rumah tangga dengan 8 orang anak dengan suami yang sangat baik. Beliau sangat mencintai mereka dan sangat mencintai kehidupannya.

Semua orang bertanya, bagaimana ibu sampai bisa ada di penjara Israel, apa kesalahan ibu? Lalu beliau menjawab bahwa keitka dia membawa bom untuk diledakkan di depan tentara Israel, dia tidak berhasil karena tentara Israel berhasil menangkapnya. Dan beliau di jebloskan ke penjara dengan hukuman 12 tahun penjara. Kami semua bertanya lagi, bagaimana tentara Israel itu memperlakukan anda ketika di dalam penjara? Ibu itu hanya menjawab sambil sedikit tersenyum, " ya tentunya tidak seindah hidup di dalam rumah yang nyaman". Kami pun makin penasaran, iya tentu ,tapi bagaimana perlakuan mereka? Baru ibu itu mulai sedikit bercerita, beliau dimasukan kedalam sel bawah tanah, yang hanya ada sedikit lubang unutk bernafas...menurut beliau, binatang pun tak akan dapat hidup di dalam sel tersebut. Beliau berhenti bicara lagi. lalu kami semua berkata...lalu...bagaimana tentara itu bersikap terhadap ibu? Hampir setiap hari ibu itu ditendang , dipukul , pokoknya diperlakukan yang tidak seharusnya diperlakuan terhadap seorang wanita ataupun manusia.

Ya Allah...airmata pun mulai mengalir tak di duga...sisanya kita sudah tahu bagaimana tentara Israel itu dengan tabiat2 monsternya yang selalu mengganggu rakyat Palestina 'on the daily basis' itu memperlakukan ibu itu pada saat beliau hamil hingga melahirkan di penjara. Ibu itupun diam dan tak melanjutkan ceritanya, matanya sedikit berkaca-kaca, tetapi dia langsung dapat mengendalikan lagi dirnya . Kami pun berdiam sejenak....

Kebanyakan dari kami bukan muslim- rombongan kami mayoritas berasal dari India, tentu untuk mereka ide membawa bom untuk menjadi syahid , tak masuk di dalam alam pikiran mereka, terutama oleh seorang ibu rumah tangga yang kehidupannya sangat tidak bermasalah. Lalu kawan-kawan dari India itu bertanya, apakah ibu sebelumnya pernah latihan untuk membawa bom ( seperti di dalam latihan militer?)..OMG..saya hampir ingin ketawa dan tidak percaya..akan pertanyaan seperti itu..ibu nya Yusuf pun menjawab dengan santainya...iya ..saya latihan sendiri saja dengan tawakal pada Allah dan karena kecintaan saya pada Allah, jadi saya langsung lakukan...mereka tambah 'bengong' dan tambah ga paham...

Itulah keindahan... hanya segelintir manusia saja yang dapat menangkap hakikat kehidupan yang sesungguhnya ..mereka telah melatih diri mereka dengan keadaan yang Allah berikan pada mereka untuk dapat mereka syukuri dengan berkhidmat padaNYA sebaik mungkin. Yang telah di serukan dan di perintahkan dalam kitabNYA, mereka lakukan dengan ikhlas dan ridha...Menurut saya orang-orang Palestina itu , bukan hanya jago teori tentang agama, tetapi mereka mempraktekan terus menerus apa yang ada di dalam kitab suci Al Quran. Hampir semua orang yang saya temui, mereka siap syahid. Bayangkan kalimat : " Innallah ma'a syabirin"' itu keluar dari anak berumur 7 tahun.

Pelajaran yang saya petik pada kejadian tersebut adalah orang -orang yang sudah dekat sekali dengan Tuhannya...ingin melanjutkan kehidupannya ke kehidupan yang lebih tinggi lagi nilainya. Mereka terus berusaha hidup di dunia ini dengan semaksimal mungkin.Dan begitu mensyukuri apapun yang diberikan Allah pada mereka tanpa mengeluhkan keadaan mereka pada orang-orang yang ada di sekitar mereka. Tidak banyak berbicara apabila tidak penting. Kalimat-kalimat: " Hasbunallah wa ni'mal wakil ", sudah menjadi bagian dari ucapan keseharian mereka . Walaupun keadaan mereka yang serba kekurangan, mereka selalu ingin memberi , bahkan apabila kita memberi kan sesuatu pada mereka . mereka harus memberi lagi yang lebih berharga , atau lebih baik lagi. Mereka sungguh manusia-manusia pilihan Tuhan. Cobaan demi cobaan pada mereka membuat mereka selalu mendapatkan kesempatan mengaktualisasikan potensi-potensi diri yang ada di dalam diri- diri mereka.

Bukankah ini adalah kasih sayang Tuhan?

Era Imam Mahdi atfs adalah era dimulainya kehidupan sejati manusia

Rasulullah saw diutus adalah untuk mendidik dan menyucikan umat sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'ran :

" Mengajarkan kepada mereka al- Kitab dan hikmah dan menyucikan mereka " (QS 2:129)
" Menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka al-Kitab dan hikmah " (QS 2:151)


Umat manusia bukan hanya harus dididik, tetapi juga harus di sucikan agar mereka bisa berjalan bersama bagaikan rangkaian satu keluarga menuju kesempurnaan serta dapat menikmati segala kebaikan yang ada di alam semesta ini. Inilah misi kenabian dan pengutusan para nabi dan rasul. Setiap nabi yang di utus melaksanakan misi besar pendidikan dan tarbiyah ini sejauh kemungkinan yang tersedia pada kondisi zaman saat itu, Dan gerakan agung Ilahiah ini dilestarikan oleh ajaran nabi terakhir, Muhammad saw, karena Allah SWT tidak mengutus nabi lagi agar umat manusia dapat mendekati dan merasakan hidup damai , tentra, adil dan sejahtera sebagaimana yang di impkannya.

Manusia akan dapat menghampiri cita-cita ini selagi tarbiyah itu terus berjalan. Pendidikan dan tarbiyah harus terus memancar dari pemerintahan manusa-manusia maksum (suci) penerus Nabi agar secara bertahap umat manusia dapat bergerak maju, semua kendala yang ada dapat ditekan, dan akhirnya mencapai titik yang mengawali kehidupan sejati era yang kita sebut sebagai era Hazrat Wali Ashr. Periode Hazrat Wali Ashr bukan akhir kehidupan tetapi awal dari kehidupan manusia. Dari titik itu kehidupan dan kebahagian sejati keluarga besar umat manusia akan bermula, dan semua anugerah Ilahi yang terkandung di bumi dan langit akan dapat dinikmati oleh semua orang tanpa ada lagi bahaya, kesengsaraan, kehancuran dan pencemaran.

Memang, sekaranpun manusia juga dapat memanfaatkan banyak hal, tapi di saat yang sama berdampak buruk pada yang lain. Manusia berhasil mengungkap energi nuklir, tapi energi ini ternyata juga digunakan untuk membasmi manusia. Manusia memompa minyak dan perut bumi, tapi penggunaan minyak menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup manusia. Kondisi seperti ini terjadi dalam satu abad terakhir ini. Manusia berhasil mengungkap berbagai sumber energi yang semula tersembunyi, tetapi di saat yang sama manusia juga di dera oleh berbagai penderitaan fisik yang diakibatkan oleh pola hidup materialistik yang diciptakan oelh dirinya sendirinya. Hasil-hasil temuan manusia telah menyuguhkan kecepatan dan fasilitas kepada manusia, tapi di saat yang sama banyak hal yang harus dirampas darinya. Dalam konteks ini pula, manusia sekarang terdera oleh kerusakan nilai-nilai moral.

Ini jauh berbeda dengan kondisi di era Imam Mahdi atfs nanti . Saat itu manusia dapat menikmati semua anugerah dan sumber daya yang tersembunyi di alam ini tanpa menimbulkan dampak yang menyengsarakan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam akan benar-benar berjalan untuk menunjang kemajuan dan kesejahteraan manusia. Para nabi datang adalah untuk membawa kita kepada titik dimana manusia akan membuka lembaran kehidupan baru.

* petikan pidato Rahbar- Sayyed Ali Khamanei pada perayaan hari raya Ghadir Khum 14.03.2001)

  Israel’s Right Wing Future   :      Information Clearing House: ICH

  Israel’s Right Wing Future   :      Information Clearing House: ICH

My Journey to the Holy Land (part 2)

Arif said : " Life is creative, and so is spirit. Each clue meant for you is tailored to your level of awareness. Be grateful that spirit remains out of sight, just around the next bend. Rejoice that you can be a seeker all your life, for if spirit delivered its secrets once and for all, you would be left with pleasant memories but a listless and dull future".... so I just tried and be always trying to rip the veil away at every second to make life rich & meaningful.

There is no coincidence in life...it's just what you are longing for and you keep trying to realizing that..wheather you are aware of it or not. For years, I involved to particapate the International Al Quds demonstration every last Friday of Ramadhan yearly as well as any injustice occured in the other part of the worlds which are always caused by the zionist regims- here in the Embassy of USA & UN's office .

So, one day I got received the phonecall that offering me to participate to have a meeting in Malaysia for preparing the Asian marching caravan to Gaza- Palestine is the one step to approach witnessing of what happened in Gaza. Those opportunity is become my priority and had informed my hubby about that and with the Greatness & kindness of The Lord Almighty he completely understood, agreed and encourage me for that. Yes, why not, as he said, these calling will be only heard by people who has very strong faith , especially to answer the calling of the Sayyidul Syuhada Al Husain ibn Ali (pbuh) the grandson of our beloved prophet Muhammad saww who's killed brutally by the Tyran of that time - Yazid ibn Muawiyah. The most important things also the moment of the journey is in the month of Muharram, which is the month of mourning for the prince of martyr the beloved Husain ibn Ali (pbuh)- the month that we are told even not to laugh..it's a mourning month as Imam Husain (pbuh) and his family & his faithful accompanion got masacared in Karbala for showing the TRUTH and keep stand fast for the Din al HAQ- Al ISLAM. At that Islam is only the name and the holy teaching of Islam has been tainted by Umayad dinasty with so many deviations and people went astray not any more abiding to the Devine Lord but only to their own will. Every forbidden act they just did it without ashame. That's kind of act could not be any more tolerated by the holy Imam of that time - Husain ibn Ali (pbuh), so he was forced to do revolution in order to awaken people to return to the orginal teaching of Islam . These action costed the bloodsheed of holy soul of Imam Husain (pbuh )& his families as well as his faitfull accompanions. The real incident of Imam Husain ( pbuh) is always inspiring and still valid til today, as nowadays we are facing the same crime agains the humanity done by the oppressor- the zionist regim. Yazid, Syimir these day are still alive and keep murdering the innocent soul...that's why it's very crucial to commemorate the prince of martyrdom in the month of Muharam, as the awaken to people & to every humanbeing who claims themselves a human, who still care of the human justice where until now it has been bleeding.. Your body feel it when you see the war is still going on, the apartheid is still going on in this what so called 'modern world'- the technology era...you named it...but those who claimed to be care of human justice, democracy - they are the one who are doing against it- they are the oppressor of those oppressed people in these world- the zionist regims.

Gaza- Palestine is the symbol of the war against the humanity. So, this Palestinian issue is very fundamental- humanitarian issue and need to be highlighted. Every basic of the human needs are being abandoned there. Day by day the calling are so loud.... It is imposible for you just to ignore it.... that was my journey begin with and it will be always a calling for me till they liberate from the injustice system.

Can O’Keefe lick the Palestinian campaign into shape? > Palestine > Redress Information & Analysis

Can O’Keefe lick the Palestinian campaign into shape? > Palestine > Redress Information & Analysis

My Journey to the Holy Land (part 1)

Since we have got the parabola trasmition at home in 2007, one of our activities especially me, is to watch the International news, in order to fulfill my knowledges of what's going on in these world. As am so feed up with the local TV stations where almost nothing to be consumes for our minds & thought.

PressTV, the Iranian English TV news is my alternative choices to watch. So, it started here...one of the program was about Palestine, as well as George Galoway's program, and documentary file which make people who see it could open their eyes, mind & horizon about who actually the oppressed & the oppressor. Sometimes, we must blame our selves for our ignorance for others and all the happening in this worlds as we have no knowledges of who is the oppressed & who is the oppressor. Nowadays, the corrupted media made by western propaganda are made everything up side down. They speak as if others are to blame but they are actually the one who's doing it. They use excellent rethoric languages to deceive the real happening in this worlds and deliberately make 'Muslim'world looks filthy and marginalized. So, the public opinion will tend to what their saying or according to their will & opinions and so far they are controlling all the news around the world. For sure, most people still believe what they said.... Thanks GOD, as now there is english news like presstv, which it could open people minds and think differently.

To watch these world going in the side of the 'filthy mind' made by Zionist regim ( America, Israel, UK, and their allies ) will awaken to those who has a faith. You can not stay silent, and seat nicely in your house watching what's going on in these world. Your inner heart scream laoudly not agreed of the happening outside you...and followed by your body to move & search how to do to sattisfied your calling inside you. Your tear keep falling and your heart burning ...it's very frustrated if you could not do anything for the oppressed and angry termendously toward the oppressor who ever they are and what ever they cover their face as well as those who support them..

The Lord Almighty has sent at least some courages people in these world to start to move others for fulfilling the unsatisfied-wounded heart. I always call them the soldiers of Mahdi, and they are really encourage me to move forward. The people from Republic of Iran, the Hizbollah, the Resistance people in all nations and the west individual like George Galoway & his friends. These injustice scenario in this world so bothering as it is made & planned by certain group or entity names Zionist.
There is no otherway , if your heart still function and your faith to the Devine's Lord and hereafter still goes on, you need to do something, even just to shout or make yell yell that you do not agree of what you see or show your anger to those who made these world upside down.

To have a right world of view is very important and it will show you inshaAllah to the right path. That's what I feel when I am longing to visit the holy land of Palestine as it's till now the injustice is stil going on there and it happens on daily basis. The violance against the humanity is happening on and on...My heart and minds are always there..I could feel what they feel...it's imposible if you see them everyday and your heart is not feel what they feel..
Like the eminence poem from Sa'di said : " the human is like one body, if one part of your body hurt, the other parts of your body could feel it "

Any chances and opportunities which could depart me to Palestine will be my first priority.

The Lord Almighty has never asleep


" Allah, tidak ada Tuhan melainkan DIA, Yang HIDUP KEKAL lagi Berdiri Sendiri. DIA tidak mengantuk dan tidak TIDUR. KepunyaanNYA apa yang ada di langit dan di bumi.." (QS 2 : 255 )

Siapapun yang mengimani serta meyakini ayat di atas, sangat menyadari bahwa Sang Empunya Alam Semesta ini selalu hidup dan tidak pernah tidur. Ini adalah pengetahuan yang kita pelajari dan kita sering membacanya. Tetapi, apakah kita telah menghidupkan ayat diatas tersebut...wallahualam...

Kebanyakan kita hanya menjalankan dan mencoba mentaati apa yang tertera di dalam kitab suci Al Quran pada saat-saat yang sangat sesuai dengannya, seperti ketika berada di lingkungan pengajian, ketika berada di majelis taklim atau acara-acara ibadah yang sering diadakan. Itupun terkadang , masih terdengar dan terlihat banyak yang tidak menyadari akan keberadaan dirinya, karena ketika berada di majelis taklim atau mesjid-mesjid masih terdengar gosip dan ghibah dari mulut-mulut mereka. Apalagi di luar lingkungan itu, mereka lebih bebas lagi bukan lagi berbicara tetapi dengan sengaja melakukan perilaku yang jelas-jelas sangat tidak di bolehkan.

Para Wali Allah ( rahmat Allah tercurah untuk mereka semua) berkata : " seorang dapat di katakan benar-benar beriman ketika dia dalam keadaan sendirian tetap beriman " . Jadi, ketika kita di depan computer kita pun kita tetap istiqamah taat & menjalankan apa yang kita imani. Contoh mudahnya, apabila seorang yang mengaku beriman dan taat pada Rabb nya, akan senantiasa selalu menjaga seluruh panca inderanya dalam keadaan beriman dan teguh pada hukum-hukum yang berlaku ketika ia sedang bersama seseorang atau di khalayak ramai. Ia tak mungkin akan melihat gambar-gambar yang ia sangat tahu dengan jelas bahwa dia tidak patut dan dilarang untuk melihatnya, juga dalam menulis kata-katanya pasti akan sesuai dengan yang dia diharuskan sesuai dengan ketika ia bersama masyarakatnya dalam bertutur kata. Dalam Face Book, kita sering lihat, profile seorang yang mengaku beriman dan pemegang prinsip suatu aqidah , tetapi ketika melihat, TV yang dia tonton, atau musik yang dia gemari, sangat bertolak belakang dengan klaim tentang dirinya. Belum lagi ketika membuat status ataupun mengkomentari status...wah sungguh begitu samar klaim2 dalam profilenya...ini hanyalah sebuah contoh yang sangat jelas dari bagaimana orang mengklaim meyakini akan sesuatu dengan kenyataan kesehariannya.

Terus terang orang-orang yang tidak mengklaim sebagai pengkikut suatu agama lebih konsisten dengan yang di klaimnya, seperti pembela rakyat Palestina, dia akan terus menerus menyerukan hak dan kedaulatan rakyat Palestina dan membenci siapapun yang menzalimi rakyat Palestina dan menunjukan komitmennya dari segala tindakan dan tulisan-tulisannya. Mereka tidak pernah mendengar ayat-ayat Tuhan yang menyatakan Tuhan tidak pernah tidur...

Ironisnya memang kebanyakan yang mengaku beriman pada Al Quran Nur Karim dan selalu berada di tempat-tempat ibadah, sering tidak konsisten akan tindakan dan perilakunya dengan yang dia klaim...

Semoga Rabb al alamin membuka hijab-hijab para non agamis sehingga mereka dapat mengenal Rabb nya Sang Empunya Alam Semesta ini dan beriman pada penutup Nabi terakhir Muhammad saww dan keluarganya yang suci, dan juga buat kaum muslimin semoga hijab-hijab kesombongan dan kotoran hatinya di angkat hingga dapat selalu istiqamah dalam menjalankan perintahNYA dan taat akan peraturan & hukum-hukumNYA dimanapun dia berada sebagaiman Rabbal alamin selalu ada dimanapun hambaNYA berada.

wallahualam bishawab. Allahumma shali ala Muhammad wa ali Muhammad wa ajil farajahum
Adrikna Ya MAHDI