" Sungguh KAMI menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya bentuk " ( QS 95 : 4 )" Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan . DIA ciptakan dari air yang terpancar " ( QS 86 : 5-6 )
" Dan sesungguhnya KAMI telah muliakan keturunan Adam , dan KAMI angkut mereka di daratan dan di lautan dan KAMI beri mereka rezeki dari yang baik-baik, dan KAMI lebihkan mereka dari kebanyakan makhluk yang telah KAMI ciptakan dengan kelebihan yang sempurna " ( QS 17 : 70 )
Sang Maha Pencipta, sungguh telah memuliakan manusia dari makhluk-makhluk ciptaanNYA yang lain, tetapi jarang atau sedikit manusia yang menyadari hal tersebut apalagi bersyukur atas nikmat yang telah di berikan olehNYA.
Manusia secara fitrah sangat ingin meraih kesempurnaan ( sesuai dengan yang Tuhan kehendaki ). Dengan segala usahanya manusia ingin terlihat sempurna. Tetapi sayangnya, kebanyakan manusia ingin terlihat sempurna dari segi lahiriahnya saja, karena hanya itu yang dia ketahui. Padahal ada satu sisi lain lagi yang harus dia lebih perhatikan yaitu dari segi batiniahnya - sudut spiritualnya. Karena dengan dia telah memperhatikan sudut spiritualnya dia sedang mengarungi perjalanan menuju 'diri'NYA yang sesungguhnya. Sehingga dia akan mengenal dirinya yang 'pernah dia ketahui sebelumnya, di alam bawah sadarnya.
Sempurnanya manusia sesungguhnya ketika dia telah mendekati alamNYA, menyerupai diriNYA, berperilaku sesuai dengan kehendakNYA. Artinya, dirinya telah menyatu denganNYA, dengan keinginan Tuhannya, tidak ada lagi dirinya. Untuk meraihnya di butuhkan kesadaran akan diriNYA - Siapa Tuhannya, bagaimanakah DIA...
Alam dunia ini yang penuh dengan kerusakan , tentu ini sangat jauh dari alamNYA yang serba SUCI, BAIK & INDAH serta Terpelihara. Tak dapat lagi di tawar apabila kita ingin mendekatiNYA, kita harus tinggalkan alam kita ini, bukan berarti kita bunuh diri dan meninggal...tetapi jasad-tubuh kita boleh saja berada di alam dunia ini tetapi, ruh - batin kita terbangkan ke alamNYA yang tentu ini adalah sebuah perjalanan panjang yang sangat tidak mudah dan melelahkan...but again..you don't have any choices!!
Segala konflik yang ada di dunia ini bersumber dari ke 'AKU'an kita - egotism. Merasa diri kita lah yang berbuat ...merasa diri kita yang terbaik ...padahal Sang Maha Pencipta telah terangkan bahwa : apabila engkau melempar, AKU lah yang melempar...daun yang jatuh dari pohonnya adalah sebuah ketentuanNYA. Seluruh alam semesta ini tergerak, berjalan sesuai dengan kehendakNYA. Dengan memperhatikan ini manusia akan semakin menyadari bahwa dirinya bukanlah apa-apa, tanpa keberadaanNYA. Menumbuhkan kesadaran akan Sang Pencipta Alam Semesta ini secara kesinambungan akan menghantarkan manusia kepada pengetahuan yang sesungguhnya tentang siapa dirinya.
Ada 2 pendekatan untuk dapat meraih pengetahuan tentang diriNYA - Marifatullah :
1. Dengan mengenal segala perbuatanNYA yaitu dengan memperhatikan alam sekitar kita termasuk diri kita ( apa yang ada di dalam diri kita ; tubuh kita )- segala yang di ciptakanNYA
2. Dengan mensucikan diri kita - purification of the soul-nafs - jihad al Akbar - mastering the nafs- tazkiatul nafs
Menjalankan keduanya secara bersamaan, terus menerus menempa diri dengan mengelola hawa nafsu kita...insha Allah akan dapat menghantarkan diri kita pada 'syahadatain' yang kita sebut-sebut setiap hari dengan makna yang sebenar-benarnya. Tidak ada Tuhan selainNYA - TAUHID yang sejati - bukan hanya di bibir tetapi selaras dengan makna sesungguhnya. Menjadi seorang 'mukmin yang muwahid' adalah tujuan dari para penempuh jalan Tuhan. Disini, sudah tidak ada lagi 'aku' tetapi 'AKU' alias diri yang sesungguhnya, yaitu manifestasi Asmaul Husna.
Wallahualam bishawab...shalawat ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...ADRIKNA YA MAHDI
Salam padaMU ya Shahib al Ashr wal Zaman atfs atas MILAD kakek tercintaMU al HUSAIN ibn ALI as







