<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150</id><updated>2012-02-06T13:45:15.821+07:00</updated><title type='text'>The Awaited One</title><subtitle type='html'>The Last Luminary is the Hope of Humanity</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>239</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-2123462599885276316</id><published>2012-02-02T00:28:00.003+07:00</published><updated>2012-02-02T01:56:49.123+07:00</updated><title type='text'>Global March to Jerusalem 30 March 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-luwtdV8qmeA/Tyl3WUG7QLI/AAAAAAAABMI/BXswvHHxPHQ/s1600/Galloway%2BJakarta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-luwtdV8qmeA/Tyl3WUG7QLI/AAAAAAAABMI/BXswvHHxPHQ/s200/Galloway%2BJakarta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5704221628280029362" /&gt;&lt;/a&gt; Dengan semangat yang berapi-api menjelaskan bagaimana keadaan sesungguhnya yang terjadi di Palestina, George Galloway - mantan anggota parlemen Inggris yang hampir sebagian masa hidupnya hingga saat ini terus berjuang membela rakyat Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan beliau kali ini untuk membuka VIVA PALESTINA INDONESIA yang tujuan utamanya untuk membangkitkan kepedulian masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina yang hingga kini terjajah dan teraniaya. Dan mengembalikan ingatan kita akan sejarah yang telah di ukir ketika Indonesia akan memerdekakan diri dari penjajahan Belanda selama 3.5 abad, rakyat Palestina banyak andil dalam membantu proses kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malulah sebagai bangsa yang pernah di hutang budikan oleh bangsa Palestina dan kini kita tidak lagi terjajah secara fisik oleh Belanda, lalu rakyat Indonesia lupa akan siapa yang pernah menolong negerinya terbebas dari penjajah. ( dalam kaca mata spiritual mungkin dapat dilihat bahwa bangsa kita lah yang sesungguhnya terjajah oleh banyaknya masukan2 asing ke negeri ini hingga secara ekonomi dan mental kita masih terjajah dan disisi lain bangsa Palestina yang secara fisik masih terjajah dengan di rampasnya tanah dan rumah2 mereka serta di bunuhnya sanak keluarga mereka yang sama sekali tdk berdosa, dan mereka terus melawan si penjajah itu hingga rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan tanah airnya )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikuasainya media oleh regim zionis membuat terputusnya akses kita dengan bangsa Palestina. Bangsa ini dibuat asyik tertidur dengan mimpi2 omong kosong yang sengaja disuguhkan untuk menina bobokan kita agar hanya hidup dalam khayalan, ketidak pedulian pada sesama, pembunuhan karakter dan kehilangan agama yang telah diwarisi oleh nenek moyang kita yang sangat taat dan saleh, melenyapkan budaya bangsa dan adat istiadat yang telah diajarkan para leluluhur kita. Sehingga kita bagaikan mayat2 hidup yang seperti robot, di tekan tombol baru bereaksi dan sangat monoton dan penuh daya tipu muslihat serta malas untuk berproses dalam menjalankan hak dan kewajibannya  inginnya seba cepat , instant dan cepat bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di belah bumi sana, ada sebuah negeri indah di pinggiran laut Mediterania yang hingga detik ini masih terus menerus dalam keadaan terjajah . Tanah2 dan rumah2 mereka serta harta benda juga sumber mata pencaharian mereka di rampas, di curi dan sekaligus di hancurkan dan dibuat sebuah negara fiktif yang bernama Israel Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat Palestina di bantai dan di hinakan dengan perlakuan2 tak bermoral, negeri indah nan berkah ini menjadi penjara terbesar di dunia. Dunia pun diam. Hanya segelintir orang2 yang berakal saja yang bangkit dan menolong mereka. Dalam hal ini Ayatullah Ruhullah Khomeini r.a dari sejak dahulu beliau telah menyerukan pada umat Islam di seluruh dunia mengingatkan bahwa ada bangsa yang terdzalimi hingga saat ini dan kita wajib menolong kaum2 mustadafin. Beliau r.a menyerukan untuk kita berdemonstrasi di depan kedutaan Amerika dan turun ke jalan2 pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Alhamdulillah hingga kini, hari itupun dikenal dengan nama ' Al Quds International Day' . Subhanallah pada zaman beliau r.a hidup keadaan Palestina masih lebih baik dibanding sekarang yang kian hari kian horor. Penjajah terlaknat Isral dengan dukungan Amerika dan sekutunya ( EU, NATO, dan Raja2 Arab ) telah terus menerus menyerang bangsa Palestina yang sama sekali tak berdosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang selalu menolong hamba2NYA dengan memunculkan orang2 yang telah mewakafkan diri2nya untuk berjuang menegakkan ketidakadilan di bumiNYA.&lt;br /&gt;Seorang George Galloway sebagai pendiri VIVA PALESTINA yang bermula di Inggris, kini membuka lagi di negeri kita yang masih berhutang pada bangsa Palestina dan Ummat Nabi Mulia kita Muhammad saw, VIVA PALESTINA INDONESIA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Palestina adalah isu kemanusiaan jadi bukan semata isu kaum muslimin. Berarti sebagai yang mengaku muslim sungguh ironis sekali apabila tidak mempedulikan tentang isu Palestina ini. Penjajahan di Palestina adalah sebuah kejahatan yang di rencakan untuk merebut tanah Palestina dan membantai rakyat2nya agar, mereka yang mengaku beragama Yahudi dapat tinggal di Palestina sesui janji Tuhan katanya. Tuhan yang mana yang membolehkan kita berbuat kejahatan agar janjiNYA tergenapi. Cara berpikir yang sakit ini telah dijangkiti oleh mereka yang mengaku beradab dan berpendidikan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik pernyataan GG yang menyinggung tentang negeri kita yang tdk mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel tetapi di setiap sudut kota Jakarta bahkan di tempat2 kaum terpelajar disini,ada STAR BUCK, kedai kopi yang sangat mahal dan ternyata, kopinya pun diambil dari negeri kita dan di bawa ke negeri mereka di olah dan dijual mahal. Bukan hanya itu saja, setiap tegukan kopi yang di minum itu ada andil kita yang meminum kopi tsb untuk membunuh rakyat Palestina, dan pembangun rumah2 orang2 Yahudi di tanah rampasan Palestina. Menurut GG, apabila kita tidak ingin berhubungan dengan Israel kita seharusnya menunjukkan sikap dengan aksi tidak mengkonsumsi apapun produk2 Israel yang sengaja di buat untuk mendanai proyek2 kotor tak berperikemanusiaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boycott produk2 Israel adalah langkah awal komitment kita akan terlepasnya diri kita dari musuh2NYA, musuh2 kemanusiaan. Langkah boycott ini terkesan 'kecil' namun dampak dari konsisten melaksanakannya ( dengan TIDAK pernah membeli nya) sangat luar biasa membantu melemahkan perekonomian mereka sehingga mereka terhambat untuk melakukan kejahatan2 terencana mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun langkah2 selanjutnya , barangsiapa yang mampu dan ingin berpartisipasi dan menerjunkan diri secara langsung, bergabunglah bersama GLOBAL MARCH TO JERUSALEM , dimana kita akan kepung Israel dengan bertemu para pecinta &amp; oenolong kemanusiaan di Amman - Yordania, dan kita akan melakukan aksi jalan bersama menuju Jerusalem tanggal 30 Maret 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Barang siapa yang tidak mendengar panggilan kaum Muslimin yang tertindas, maka dia bukanlah seorang Musllim"&lt;/span&gt; ( Nabi Muhammad saww) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum. ADRIKNA YA MAHDI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-2123462599885276316?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/2123462599885276316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/02/global-march-to-jerusalem-30-march-2012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2123462599885276316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2123462599885276316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/02/global-march-to-jerusalem-30-march-2012.html' title='Global March to Jerusalem 30 March 2012'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-luwtdV8qmeA/Tyl3WUG7QLI/AAAAAAAABMI/BXswvHHxPHQ/s72-c/Galloway%2BJakarta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-787211838954994829</id><published>2012-01-23T23:38:00.003+07:00</published><updated>2012-01-24T00:00:39.812+07:00</updated><title type='text'>All in the Intention, Right?</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-DBNKIV_1pw8/Tx2NkOIVixI/AAAAAAAABL8/PdF61K2gVNo/s1600/cium%2Bal%2BQuran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DBNKIV_1pw8/Tx2NkOIVixI/AAAAAAAABL8/PdF61K2gVNo/s200/cium%2Bal%2BQuran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700868356728785682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;How often do we hear people justifying the sins they commit in the name of their ‘intention’? ‘Oh, I know I"m a good person, I don"t mean any harm.’ ‘Islam is all about intention.’ ‘I don"t have bad intentions, so it"s ok.’&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Have we forgotten the meaning of Islam, or worse yet, the very purpose of our existence?&lt;br /&gt;Islam means to submit. We live to submit to the will of Allah. And not just to the degree we choose to, we are talking complete submission to His every decree in every aspect of our lives.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet all too often, we get ahead of our religion and feel capable enough to draw the line ourselves – the line that defines sin, the one we must not cross. Time and again, this line is based entirely on whether our ‘intention’ for a particular action is good or bad. Rather than following the laws prescribed to us by our Creator, we effectively allow our unqualified selves to decide what is acceptable and what isn"t. Escaping the laws of Islam by justifying wrongdoings in this way has almost become an art.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are Muslims today of all ages attending gatherings of the unlawful kind, whether this consists of an atmosphere of music and dancing or simply a corporate dinner where alcohol is being served and consumed. They feel it is ok as long as they themselves do not drink or dance. Those who shake hands with the opposite gender feel they can because they have no evil intentions in doing so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some may deem it acceptable to purchase products from companies who support Israel, as they are simply interested in the product and do not intend to ‘get involved in politics’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In any case, intentions are ‘good’ or ‘pure’, and that is all that seems to matter.&lt;br /&gt;What needs to be reinforced here is the concept of Fiqh (jurisprudence) and the absolutely critical role it plays in the religion of Islam. Take the example of a wife who donated all her husband"s property and wealth to the poor after he had died. Despite all the good she had intended in doing so, she ultimately earned hellfire because she lacked the knowledge of Fiqh – that her husband"s belongings must be distributed to his heirs according to the laws of inheritance. Lacking proper knowledge of Fiqh and/or failing to adhere to its laws can lead to terrible consequences, even when performing a good deed with the very best of intentions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As Imam Muhammad al-Baqir (peace be upon him) said, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Learn the laws of Haram and Halal, unless you are of the ignorant ones.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lacking knowledge of Islamic laws does not exempt us from our obligation to follow them. We learn this from the story of the man who sold fish without scales in the marketplace of Kufa. When Imam Ali (peace be upon him) was punishing him for breaking the law (since only fish that have scales are considered lawful in Islam), the man pleaded that he had no idea about this ruling and begged to be forgiven. But instead of excusing the fishmonger for his ignorance, the Imam actually doubled the punishment – the first one for breaking the law, the second one for not bothering to learn the law!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ali has also said, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;‘Surely, the completion of religion is due to the obtaining of knowledge and acting on it (accordingly), and beware that the obtaining of knowledge is more obligatory for you than earning wealth.’&lt;/span&gt; (Al-Kafi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, in order to ensure that we remain within the bounds of Islam, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"it is imperative that we improve our knowledge of Fiqh and make every effort to apply it regularly in our lives ". Some may feel that such strict adherence to each and every Islamic ruling is extreme or is asking for too much. However, these laws have been laid down for us for a reason. If we have complete faith in Allah, we will soon appreciate the fact that abiding by His decree will only benefit us and disobedience will only bring us harm – in ways we may not even be aware of.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A practicing and God-fearing Muslim will consequently act in accordance with Islam"s rules, and when (s) he promises to submit to the will of Allah, (s) he will do exactly that. We see such conviction beautifully displayed by Lady Zainab (peace be upon him) on the day of Ashura. When the tents of the Ahl-ul-Bayt were burned and the holy ladies were stripped of their Hijabs, she approached Imam Zainul Abideen (peace be upon him) and asked if the women should stay inside the tents and get burned or go outside with their heads uncovered.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even in a life-and-death situation, she made sure to be acting upon the laws of Islam rather than basing the decision on her ‘good intention’ to save their lives. Such unreserved submission shows that we really have no excuse in violating the rules prescribed to us, not even the excuse of intending to do no bad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*source tebyan.net; Author: Farah Masood&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-787211838954994829?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/787211838954994829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/all-in-intention-right.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/787211838954994829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/787211838954994829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/all-in-intention-right.html' title='All in the Intention, Right?'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DBNKIV_1pw8/Tx2NkOIVixI/AAAAAAAABL8/PdF61K2gVNo/s72-c/cium%2Bal%2BQuran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4372473175224695358</id><published>2012-01-23T20:08:00.003+07:00</published><updated>2012-01-23T20:16:09.400+07:00</updated><title type='text'>Consequences of Unlawful Money in One's Life</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-5lhBAiYySQk/Tx1cx6Uh1VI/AAAAAAAABLw/v1FmzatP3f8/s1600/uang%2Bharam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-5lhBAiYySQk/Tx1cx6Uh1VI/AAAAAAAABLw/v1FmzatP3f8/s200/uang%2Bharam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700814715859621202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lavishness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;One who accepts unlawful money can neither reach a good spiritual position, nor could he have firm beliefs. Unlawful money has many negative consequences, one of which is lavishness. Many people have been afflicted with lavish lifestyle; so, they cannot get the answer to their prayers.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Difficulty of Happiness&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;One, whose prayers are not heard, because of his lavish lifestyle, cannot easily gain happiness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Consequences for Next Generations&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;People, who accept unlawful money, make their lives and raise their children with it, cannot raise good children either. Such children are born and raised with unlawful money and food, and there is no place for them but the Hell.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inability to Reach to a High Spiritual Position&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;One can never reach a good spiritual position if he accepts unlawful money.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inability to Fight&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;They say when Martyr Kharrazi saw a few soldiers who had lied to get more food he punished them and shouted that people could not fight after eating unlawful food.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Taking away the Beauty of Religious Practitioners&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saying one’s prayers can lead him towards the heights of spirituality. But if one accepts unlawful money, his prayers have no meaning anymore. It even becomes harder for such a person to say prayers and to go on fasting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Regression&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;According to Qur'an, one should always move forward; “O thou man! Verily thou art ever toiling on towards thy Lord- painfully toiling,- but thou shalt meet Him.”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some move forward and some move backward. Each step backward gets one closer to the Hell. Both ways are getting people closer to God; one via Heaven, and the other one via Hell. One who accepts unlawful money is deviated from the path of God, thus, he is moving backward.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another point to be mentioned is that it does not matter how much unlawful money people use in their lives. According to Prophet Muhammad, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Even one bite of unlawful food affects one.”‌&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Unlawful money, no matter how little it is, belongs to someone else and not us. Therefore, the use of it is not acceptable.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* source tebyan.net &lt;br /&gt;Translated by: Sadroddin Musawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4372473175224695358?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4372473175224695358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/consequences-of-unlawful-money-in-ones.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4372473175224695358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4372473175224695358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/consequences-of-unlawful-money-in-ones.html' title='Consequences of Unlawful Money in One&apos;s Life'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-5lhBAiYySQk/Tx1cx6Uh1VI/AAAAAAAABLw/v1FmzatP3f8/s72-c/uang%2Bharam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-5475280902332748467</id><published>2012-01-23T18:23:00.003+07:00</published><updated>2012-01-23T18:29:46.877+07:00</updated><title type='text'>Seven Tips for improving your relationship with the Qur'an</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-cC8i5np98_I/Tx1Ejohk43I/AAAAAAAABLk/EqvyLd7e-xk/s1600/holy%2Bquran.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-cC8i5np98_I/Tx1Ejohk43I/AAAAAAAABLk/EqvyLd7e-xk/s200/holy%2Bquran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700788082285273970" /&gt;&lt;/a&gt; Study the Noble Quran Word-for-Word&lt;br /&gt;Are you one of those people who rarely touches the Quran? Or do you read daily, but don't find it is having the impact on you that it should? Whatever the case may be, these are some simple tips that can help you connect with the Quran.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Before you touch it, check your heart&lt;br /&gt;The key to really benefiting from the Quran is to check your heart first, before you even touch Allah's book. Ask yourself, honestly, why you are reading it. Is it to just get some information and to let it drift away from you later? Remember that the Prophet Muhammad (peace and blessings be upon him) was described by his wife as a "walking Quran": in other words, he didn't just read and recite the Quran, he lived it.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Do your Wudu (ablution)&lt;br /&gt;Doing your Wudu is good physical and mental preparation to remind you you're not reading just another book. You are about to interact with God, so being clean should be a priority when communicating with Him.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Read only 5 minutes everyday&lt;br /&gt;Too often, we think we should read Quran for at least one whole hour. If you aren't in the habit of reading regularly, this is too much. Start off with just five minutes daily. If you took care of step one, Insha Allah (God willing), you will notice that those five minutes will become ten, then half an hour, then an hour, and maybe even more!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Make sure you understand what you've read&lt;br /&gt;Five minutes of reading the Quran in Arabic is good, but you need to understand what you're reading. Make sure you have a good translation of the Quran in the language you understand best. Always try to read the translation of what you've read that day .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Remember, the Quran is more interactive than a CD&lt;br /&gt;In an age of "interactive" CD-Roms and computer programs, a number of people think books are passive and boring. But the Quran is not like that. Remember that when you read Quran, you are interacting with Allah. He is talking to you, so pay attention.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. Don't just read, listen too&lt;br /&gt;There are now many audio cassettes and CDs of the Quran, a number of them with translations as well. This is great to put on your walkman or your car's CD or stereo as you drive to and from work. Use this in addition to your daily Quran reading, not as a replacement for it.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Make Dua (supplication)&lt;br /&gt;Ask Allah to guide you when you read the Quran. Your aim is to sincerely, for the love of Allah, interact with Him by reading, understanding and applying His blessed words. Making Dua to Allah for help and guidance will be your best tool for doing this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* source : tebyan.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-5475280902332748467?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/5475280902332748467/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/seven-tips-for-improving-your.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5475280902332748467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5475280902332748467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/seven-tips-for-improving-your.html' title='Seven Tips for improving your relationship with the Qur&apos;an'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-cC8i5np98_I/Tx1Ejohk43I/AAAAAAAABLk/EqvyLd7e-xk/s72-c/holy%2Bquran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4553561450135014891</id><published>2012-01-18T22:04:00.001+07:00</published><updated>2012-01-18T22:10:09.959+07:00</updated><title type='text'>Sayyed Nasrallah on Arbaeen: Resistance to Remain Our Choice</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-B1bTmYbGzHE/Txbgw1lezSI/AAAAAAAABKc/O-OCjdNqqXk/s1600/syd%2BHN%2Barbain%2BBelback.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-B1bTmYbGzHE/Txbgw1lezSI/AAAAAAAABKc/O-OCjdNqqXk/s200/syd%2BHN%2Barbain%2BBelback.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698989508106571042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://en.moqawama.org/essaydetails.php?eid=16412&amp;amp;cid=258#.TxbfVJvj6yg.blogger"&gt;Sayyed Nasrallah on Arbaeen: Resistance to Remain Our Choice&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4553561450135014891?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://en.moqawama.org/essaydetails.php?eid=16412&amp;cid=258#.TxbfVJvj6yg.blogger' title='Sayyed Nasrallah on Arbaeen: Resistance to Remain Our Choice'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4553561450135014891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/sayyed-nasrallah-on-arbaeen-resistance.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4553561450135014891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4553561450135014891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/sayyed-nasrallah-on-arbaeen-resistance.html' title='Sayyed Nasrallah on Arbaeen: Resistance to Remain Our Choice'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-B1bTmYbGzHE/Txbgw1lezSI/AAAAAAAABKc/O-OCjdNqqXk/s72-c/syd%2BHN%2Barbain%2BBelback.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-9185885460164468420</id><published>2012-01-18T09:59:00.002+07:00</published><updated>2012-01-18T10:07:48.714+07:00</updated><title type='text'>Renungan Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-hq7vv3HeRsE/TxY3WZoFvtI/AAAAAAAABKQ/XTlaE1uuHps/s1600/mirror%2Bimortal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hq7vv3HeRsE/TxY3WZoFvtI/AAAAAAAABKQ/XTlaE1uuHps/s200/mirror%2Bimortal.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5698803236459626194" /&gt;&lt;/a&gt; Perubahan waktu adalah kemestian dalam kehidupan kita di dunia ini, karena hal tersebut merupakan hukum yang Allah ciptakan sebagai hasil dari gerakan yang terjadi pada alam semesta. Tidak satupun di antara manusia yang mampu menghentikan perjalanan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu demi waktu kita lewati dalam kehidupan kita sebagai sebuah lintasan perjalanan yang kelak akan mengantarkan kita pada lembah kematian sebagai batas akhir kehidupan kita di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun waktu adalah hal alamiah namun bagi kehidupan seorang anak manusia, waktu memiliki arti besar karena di dalam waktu banyak peristiwa terjadi dan menghasilkan sejarah kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak imperium yang jatuh dan bangun, banyak rezim yang datang silih berganti, banyak tokoh yang menghiasi sejarah mulai dari yang sangat baik hingga yang sangat zalim, Mulai dari Habil dan Qabil hingga Muhammad Saw dan Abu Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mencoba melakukan refleksi terhadapan kehidupan kita pribadi, ada banyak catatan yang telah kita tuliskan dalam lembar kehidupan kita, ada catatan yang baik dan ada pula catatan yang buruk, ada catatan yang mengharukan dan membuat kita bahagia adapula catatan luka yang membuat kita bersedih. Perjalanan kehidupan kita ibarat lukisan di sebuah kanvas kehidupan ada warna-warna yang indah bak pelangi sehingga membuat kagum yang memandangnya ada pula warna-warna kelabu membuat sedih orang yang melihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kehidupan kita di dunia ini seringkali kita sebut sebagai UMUR, kata umur mengindikasikan lamanya kehidupan kita di dunia ini, yang tentu satu sama lain memiliki umur tersendiri, ada yang sebentar namun adapula yang Allah SWT biarkan hingga berusia lanjut sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;“Dan di antara kamu ada yang Kami tangguhkan hingga berusia lanjut sehingga tidak mengetahui lagi apa yg telah diketahui sebelumnya” (QS ; al-Hajj : 5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian kata Umur sendiri jika kita lacak di dalam al-Qur’an tidak semata hanya bermakna “Idamah al-Hayah fi al-Dunya wa Istimraruha” (Keberlangsungan hidup di dunia dan kontinyuitasnya) ada makna lain yang dijelaskan al-Qur’an terkait dengan kata Umur dan bahkan menggunakan kata ini pada beragam objek, di antara ayat-ayat tersebut misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...Orang-orang itu lebih kuat dari mereka sendiri dan telah mengolah bumi tersebut lebih banyak dari apa yang mereka olah sebelumnya...” (QS Ar-Ruum : 9)&lt;br /&gt;Dalam ayat ini kata umur dimaknai sebagai mengolah bumi dan apa yang ada pada bumi tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kecuali kepada Allah semata, maka sesungguhnya merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS 9 : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah menyebut salah satu ibadah dengan menggunakan kata umur ini dan mengistilahkannya dengan sebutan “Umrah”. Sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 158 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah Hajji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha mengetahui” (QS 2 : 158)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir al-Mizan dinyatakan bahwa hakikat dari Umrah adalah menegakkan syi’ar-syi’ar Allah SWT.&lt;br /&gt;Bahkan dalam bahasa Arab kata Ta’mir, yang bermakna memperbaiki atau menegakkan diambil dari kata Umur juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beragam makna di atas kita mengetahui bahwa Allah SWT melihat Umur tidak semata lamanya seseorang hidup di dunia akan tetapi lebih kepada kualitas hidup seseorang, prestasi apa yang telah ia cetak dalam  kehidupannya, berapa besar usaha yang telah ia lakukan untuk memperbaiki kehidupan di muka bumi ini dan beragam usaha yang telah dikerjakan untuk menegakkan syi’ar Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penggalian makna ini kita dapat bertanya pada diri kita, berapa sebenarnya umur kita ? sulit tentu bagi kita untuk memberikan jawaban atas hal tersebut.&lt;br /&gt;Ketika seorang sufi perempuan Rabi’ah al-Adawiyah di tanya dengan pertanyaan yang sama dia menjawab “Umurku baru lima tahun”, orang yang bertanya tersebut merasa ragu dengan apa yang didengarnya, dan ia melanjutkan pertanyaan “Apa yang engkau maksud wahai Rabi’ah ?”Rabi’ah menjawab “Karena baru lima tahun aku betul-betul menundukkan diriku dihadapan Allah SWT”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergantian tahun ini sebenarnya memberikan renungan kembali tentang umur kita tersebut, lamanya hidup kita di dunia ini tidak banyak memiliki makna akan tetapi panjang tidaknya umur kita lebih bergantung kepada kualitas kehidupan yang kita jalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Surah Hud ayat ke 7 Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan Arsyinya berada di atas air, Sesungguhnya Dia hendak menguji di antara kamu yang terbaik amalnya”.&lt;br /&gt;Semoga tahun yg akan datang kita mampu memberikan makna yang lebih baik bagi kehidupan kita. Ada sebuah do’a yang diajarkan oleh orang-orang shaleh menarik untuk kita baca di akhir tahun ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai yang membolak-balikkan hati dan pandangan, wahai yang mempergilirkan malam dan siang, wahai yang merubah-rubah keadaan, rubahlah keadaan kami menjadi sebaik-baik keadaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun baru 2012.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-9185885460164468420?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/9185885460164468420/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/renungan-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9185885460164468420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9185885460164468420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2012/01/renungan-akhir-tahun.html' title='Renungan Akhir Tahun'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hq7vv3HeRsE/TxY3WZoFvtI/AAAAAAAABKQ/XTlaE1uuHps/s72-c/mirror%2Bimortal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-2451336576780591585</id><published>2011-12-11T19:52:00.002+07:00</published><updated>2011-12-11T21:08:15.290+07:00</updated><title type='text'>Sayyed Nasrallah on Ashura: We Are Power that Enemy Still Does not Know</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-7B6c8So-Jfc/TuS472OiMRI/AAAAAAAABJ4/cDGpZrAw95k/s1600/sayyedspeechstage.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-7B6c8So-Jfc/TuS472OiMRI/AAAAAAAABJ4/cDGpZrAw95k/s200/sayyedspeechstage.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5684871967956676882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sayyed Nasrallah on Ashura: We Are Power that Enemy Still Does not Know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tens of thousands of Imam Hussein lovers joined the unified march organized by Hezbollah in the Southern Suburbs of Beirut to mourn Imam Hussein, renew their vows and pledges to stay on his path, and express support for the Islamic Resistance and renunciation of the “Great Satan” America and the occupying entity Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the march, people headed to Al-Raya Stadium where Hezbollah Secretary General Sayyed Hasan Nasrallah was scheduled to deliver a speech after the commemoration.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, unlike always, and as he was expected to deliver his speech via video link for the usual security reasons, Sayyed Nasrallah surprised the crowds by appearing among them on ground and saluting them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyed Nasrallah hasn’t appeared in public since the swap deal that took place in July 2008, when Samir Qintar and the four resistance fighters were released from the Israeli prisons.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;His Eminence greeted the people and went on stage where he delivered a short statement saying: “I loved to be with you for a few minutes, even though I love to be with you always… On the 10th day of Muharram I wanted to join you so that we reiterate together and let the world hear our firm stance and vow to Imam Hussein who stood alone on this day confronting 30,000 people, and corroborated his father Imam Ali bin Abi Taleb (as) who used to say: “By Allah, if I confront them while they are of large numbers and I’m alone, I would neither care nor repel.” When Hussein was put before two choices either fight or humiliation, and how far, how impossible, that we be humiliated…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forever, and no matter how much the challenges and dangers were, we tell all those who wager on scaring us or threatening us, that we are the friends of Abi Abdullah Al-Hussein (as) who says “How impossible that we be humiliated”.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“My brothers and sisters, on the 10th day of Muharram, we renew our vow to Hussein (as) and tell him like his friends told him on the eve of the 10th of Muharram: “How could we stay after you… how unpleasant is life after you Hussein. By Allah if I was killed, then burned, then scattered into the air, then brought back to life, then I fight, get killed, then get burned again, and scattered into the air again, and the same thing gets done to me a 1000 times, I would not leave you o Hussein!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyed Nasrallah concluded his word on stage to appear via video link after a few minutes and deliver the whole speech:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the name of Allah, the most Gracious, most Merciful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praise be to Allah, Lord of the Worlds, and peace be upon our Master and Prophet Mohammad Bin Abdullah, his virtuous household, and good friends, and upon all the prophets and messengers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peace be upon you my Master Imam Hussein the son of Allah’s prophet, and upon all the souls, that were martyred along with you…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First of all, I thank you all for this mass, for loyalty, pledge, commitment, and patience… and I ask Allah that he accepts all your efforts.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I join you on the 10th day of Muharram, the martyrdom day of Abi Abdullah Al-Hussein, his household, friends, to console the Prophet and his household (PBUT), our Imams, Imam Mahdi the grandson of Imam Hussein (may Allah hasten his appearance) and his deputy the leader Imam Khamenei, as well as all our scholars and all the Muslims who follow the prophet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We yearly commemorate this day to renew our path, commitment, faith, vow, firmness, insistence, and strong desire to continue on this path that was taken by the all the prophets, messengers, guardians, and good ones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Millions were martyred on this track, and Karabala is a major point in this good, historic path that will stay remembered until the Judgment day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My brothers and sisters I will tackle some political issues on this day, as we have to warn and remind that the real threat to this nation, with all its countries, people, and governments, is the American, Israel project. It is the American administration no matter who its president was, and the enemy that is occupying Palestine violating the sanctities, assaulting the Palestinian people and the people of this nation. The greatest robber of our nation’s wealth is the American and Israeli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our peoples should always be aware of this truth and should not be deceived by this new American fraud. The Americans tried throughout this year to present themselves and defenders of human rights and democracy in the Arab world, those hypocrites and deceivers, who we all know and are aware of their history in supporting dictatorships, as all those dictatorships that were toppled were supported by the US Administration on the political, media, intelligence, military and every level.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even when the people revolted and America found that its followers were toppling one after the other, it abandoned them. Do you know my brothers and sisters that these are the manners of Satan based on the Holy Quran? Satan does this on the Judgment day, when his followers reach a dead end; he abandons them, and acts like he does not have anything to do with it. What assures the American Administration’s satanic manners is that it deserts its followers, allies, and tools at the first crossroad, and looks for its own benefits and on ways to reduce its losses. Our people in the Arab and Muslim world should know that this US administration is the enemy and the threat. Didn’t we listen to (US) President (Barack) Obama a few days ago addressing the Jewish Lobby and organizations in America and telling them that “the help that my administration has given to Israel’s security was not given by any preceding administration,” and this is true. Even more, in Obama’s period, the CIA transferred from a major American intelligence organization into an intelligencer that works in Lebanon for the Mossad and the Israeli security apparatuses, and gives information about the mujahedeen who seek to find storage for their arms, and about locations and homes of officials. The American security apparatuses transferred to small agents that serve the security of Israel and defend Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O people and political forces, don’t be deluded by the American Administration as it is the one occupying your Palestine, violating your Al-Quds, threatening your Holy mosque, and it is the one responsible, even before the enemy, of holding thousands of Palestinians in prisons, and of displacing, torturing, and besieging them in Gaza and the West Bank. This is America, so we should remember on the 10th of Muharram, not to err the enemy and not to err the friend. Only that with a blind insight errs the enemy and the friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The enemy is this American Administration and its “tool” not “ally” in the region, Israel, which it uses as a spearhead to humiliate and oppress the Arabs and the Muslims, and to impose the American desire on the Arabs and the Muslims in order to guarantee a market for its arms and steal their oil, and this should stay in mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second, also in this context we should all be aware that after the failure of the American Administration’s former project of “the new Middle East”, which was defeated by the resistance in Lebanon, Palestine, and Iraq, and by the awareness of the people of this region and the resisting countries at the head of which is Iran and Syria; it awakened with the rising of the Arab people and revolutions, and revived the Middle East project again, but this time from another gate, the gate of internal conflicts and sectarian incitements, because this is the only remaining choice for America and Israel to return its control over the region.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this context, we have assured, and we reassure that we should avoid any sectarian or inciting speech, because it serves Israel and America, and the enemy of this nation. We are all supposed to respect each others’ sanctities, and here I emphasize Imam Khamenei’s Fatwa which requires us to respect all the sanctities and all the symbols of every sect.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Third, in this context, I speak about Al-Quds, which is the central cause and center of conflict in this region, and I warn on this day of the Judification taking place there. Every day, steps are being taken to entirely Judify Al-Quds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday, homes were demolished East Al-Quds, and every day, they take decisions to build thousands of settlements, and now there are parts of Al-Aqsa mosque that are under threat because of the destructions taking place there.What we fear and we should fear is that while the Arab people are busy with their internal problems, Israel will take advantage of this opportunity and strike Al-Quds with a decisive blow. But anyway, this would be the greatest stupidity that Israel does since the entity’s establishment, yet the peoples should be aware and present because of these threats on the sanctities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestine should always remain the first central cause no matter how much the situation worsens, and the conflicts increase. This is what we believe in and work for.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regarding the Arab peoples’ options, we wager on these peoples’ awareness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today in Tunisia, the people triumphed over their tyrant, conducted elections, and hopefully, the political forces will meet the expectations of the honorable, dear Tunisian people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The people in Libya triumphed over their tyrant, and the political forces there are also responsible of meeting the expectations of the people that presented thousands of martyrs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Yemen, the challenge is ongoing, and there are parts that are trying to divide Yemen and restore the sectarian atmosphere there, in order to end the revolution and its aspirations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Bahrain, the people are still going on with their peaceful movements, despite all the oppression, deception and hypocrisy. They are insisting on attaining their national, legitimate goals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Egypt, major changes that shook Israel and urged Barak to have worries about them took place. We all have hope in Egypt, because any real transformation in Egypt for the sake of the nation and Palestine, will change Israel’s strategic atmosphere in the region, would limit Israel’s options in the region, and put it in front of a critical situation that threatens its existence. This is the great challenge for the Egyptian political forces that will win in the elections and form the new authority. The challenge of Palestine, Al-Quds, Gaza, Camp David, and the country's stance from this entity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our hope is that the Arab peoples would not be deceived or deluded by all the American hypocrisy, and when they get over their internal problems, they will go back to their normal position which is confronting this central cause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Those Americans have failed, and are failing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And from here I will talk about Iraq, then Syria and after that Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Iraq, today and in the coming few days, the American withdrawal from Iraq is supposed to be completed. There is a real American defeat in Iraq as the Americans did not go into Iraq to later leave it. Their aim was to stay in Iraq, control it, and establish military bases secured for tens of years in Iraq; but the courageous Iraqi resistance, the firmness of the Iraqi people as well as the political powers, and the high cost of the American occupation in Iraq forced it to take another choice which is withdrawal.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I would also like to point out that the Iraqi resistance’s operations did not receive any Arab or international media coverage, and that many of the resistance factions used to send videos or DVDs about their strong operations to Arab and international satellites, but they used to ignore them. A big part of the Iraqi resistances’ operations were concealed in favor of the American army and Administration’s morale, and this reveals the nature of these satellites that are controlling media in the Arab and Islamic world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, what happened and is happening in Iraq is a real defeat that the resistance forces as well as the sacrificing Iraqi people should celebrate. Even if there are some remarks on the conclusion, but in general, there is a great historic victory that was attained by Iraqi people and resistance, and this should be revealed and presented to all the people in the region.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Israel is defeated in Lebanon and in Gaza, this means Israel is beatable, and when America is defeated in Iraq, this means America is beatable. Just like it was beaten in Iraq, it could be beaten in any other country, but the Americans want to conceal this defeat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this context, what is happening in our region, the events in Syria, threats to Iran, story about the Saudi Ambassador in Washington, and all these issues are to occupy the people in the region away from recognizing that the American that presented himself as a sole superpower in the world was defeated by the youth and the Mujahedeen of Iraq.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, I say that the Americans have succeeded in that. If you open the Arab and international satellites you will not find any news about the withdrawal from Iraq, no picture about the tanks’ or the army’s pullout, knowing that yesterday I read in a newspaper the number of American soldiers who are still present in Iraq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How did 150,000 soldiers pullout from Iraq without anyone recognizing or even knowing about the issue? They did succeed in that.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All the satellites today speak about Syria first, then Egypt, then Libya, then Tunisia, then Yemen, etc… and sometimes, a very small news about the withdrawal from Iraq is reported. This is not an accident, it is intentional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, the responsibility of the resisting forces in the Arab and Islamic world today, especially in Iraq, as well as the Iraqi people, and the Iraqi and Arab media is to reveal this truth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the 10th day of Muharram, we ask God to bless a historic occurrence in which blood triumphed over sword. The Iraqi people that were fighting with a rifle, an RPG, and a Katyusha were able to defeat the most powerful army in the world. If the Israeli army is the most powerful army in the region, then the American army is the most powerful army in the world, yet it was defeated in a few years. It was defeated by blood, Jihad, resistance, insistence, and firmness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today what is important is that we be aware of the phase that comes after the American pullout from Iraq, and of America’s satanic mind as well as the sectarian project it is working on in the region. This also depends on the awareness and dialogue of our brothers in Iraq, as well as their concern over their country.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here, we reach the part on Syria. Our stance has been clear since the beginning.We support reforms in Syria, and support a regime that resisted and opposed, and supported the resistance movements in the region. We say yes for treating all the causes of corruption, and yes for all the reforms that where approved by the Syrian leadership and demanded by the people, but there are some who neither want reforms, nor security, stability, civil peace, and dialogue in Syria, and rather want to destroy Syria.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They want to substitute their defeat in Iraq, knowing that Syria had a role in defeating them, as well as their possible strategic loss in Egypt, by changing the situation in Syria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The so-called National Syrian Council that was formed in Istanbul, and that some Western countries consider legitimate, has a chief who is Burhan Ghalyoun. Two days ago Ghalyoun said that “if we change the regime and gain power in Syria we will cut our ties with Iran and with the resistance movements in Lebanon and Palestine,” naming Hezbollah and Hamas. These are all credits for the America and Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And when he was asked about the Golan Heights, he said he will refer to the international community. After 20 to 30 years of failed efforts by the UN, these come out today aiming at ending Syria’s relation with the resistance movements and returning to the international community.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What is worse is that one of the leaders who is related to an Islamic organization in Syria, said that when we change the situation in Syria, we well cross the borders into Lebanon and punish Hezbollah. All these are credits to America and Israel, because Hezbollah is their enemy, it is the one that defeated Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I state this before the Syrian people, and before the Lebanese people who say that we are misreading the situation in Syria. The past two days have assured to us that we have been reading the situation correctly and that the main target is the resistance movements in the region. What is demanded in Syria is not the reforms but rather a betraying Arab regime that is submissiveto America and Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We say that we call for peace, stability, and dialogue in Syria, and we condemn all the sanctions that were imposed on Syria, and all types of sectarian incitements.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And of course, I remind all those who threaten of using arms, that your ships were destroyed on the coasts of Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;About Lebanon, amid regional developments, we always insist that we don’t deal with the Lebanese situation on the basis that it is separate from the region. This is basic, and it’s not right for anyone to deal with the Lebanese situation by separating it from the region, for it is deeply connected to it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We stress on civil peace, rejecting any kind of incitements, and stay patient despite all the accusations and blames that Hezbollah is constantly targeted with, knowing that this is an indication to their fear of Hezbollah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are some parts who are trying to stir up incitements in Lebanon, but we reject that, and we should confront it by being aware, wise, and patient….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We call for activating the governmental work and reassure the importance of responding to the rightful demands of the Free Patriotic movement…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We emphasize that the false witnesses file should be dealt with and justice should be attained, because those have not just falsely accused a few people; they also damaged the internal Lebanese situation as well as the Lebanese-Syrian relations, and caused the death of tens of innocent Syrians.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most importantly is the constant Israeli threat to Lebanon, through the Israeli and CIA agents in Lebanon, the spying devices that are being uncovered gradually by the resistance and the army, and the Israeli violations and assaults.&lt;br /&gt;In this context, we stress on the tripartite axis of power to Lebanon that is the army, people, and resistance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover, on the 10th of Muharram, I would like to send a new clear message to all those who conspire and wager.&lt;br /&gt;This resistance in Lebanon, with its arms, formation, mujahedeen, mind, culture, and presence will remain, and will not be affected by your conspiracies, collusions, and media, psychological, political and intelligence wars.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will hold on to our resistance, to the resistance arms, and today I tell you that day after day our number is increasing, our training is improving, and our trust in the future and armament are increasing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the arms issue, there is a real fallacy. Some say that the resistance arms are behind the disturbance and instability in Lebanon, but this is a fraud as the arms used in internal conflicts are the Kalashnikov guns, the M-16, and the guns… and these are in the hands of all the Lebanese. Rockets and heavy arms are not used in such incidents. The fact that all the Lebanese parties, families, tribes, individuals have these light weapons is the security problem in Lebanon and not the resistance arms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyone who wants security in Lebanon should make efforts to solve this problem, as for those who want or even think of withdrawing the rockets and defensive weapons, they are actually presenting a favor to Israel, meaning that what Israel failed to achieve in 33 days with the help of the entire world, they are trying to achieve through a dialogue or political talks or media; and I tell you, this will not happen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the 10th day of Muharram, the day of decisive and historic choices, I would like to tell the world that we in Lebanon have taken the initiative since 1980. We did not wait for the international community, Arab League, Islamic Conference Organization, or anyone in this world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With our firm will, desire, youth, men, women, and modest potentials, we resisted, fought, and were martyred, and we returned our land, captives, dignity, and with our resistance, we will preserve our land, dignity, honor, and country, and will defend it against anyone in the world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dangers, threats, facts, and changes will not prevent us from performing this duty and this responsibility. We belong to the Imam who stood alone on this day against 30,000 men, and each one of us is not alone in front of these. We are tens of thousands of armed and trained fighters and mujahedeen who are ready to get martyred and are the lovers of Abi Abdullah Al-Hussein (as).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are a power that the enemy does not know yet, and will never know. It will surprise every enemy with its strong and creative presence in every field it is in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Therefore, on the 10th day of Muharram we say that the time when we compromise on our dignity, pride, presence, country, land and sanctities is over, and the situation have changed. Therefore, we conclude by renewing our pledge to Imam Hussein (as) and we tell him: O Master and Imam, just as u sacrificed for your great goals, and preferred to be killed along with your household and friends for their sake, we will preserve this path, but we will also triumph by your blood, your mind, and your culture.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our call and pledge will always be to you on the 10th of Muharram, after everyone was martyred and Imam Hussein stayed alone, yet firm and strong, he did not address the army against him, he rather addressed all the people that have passed and will pass throughout the history asking: “Is there anyone to support me?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The answer will stay forever with our blood, tears, soul, stance, mind, Jihad, and resistance:  “Here I am, at your service o Imam Hussein!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-2451336576780591585?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/2451336576780591585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/12/sayyed-nasrallah-on-ashura-we-are-power.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2451336576780591585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2451336576780591585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/12/sayyed-nasrallah-on-ashura-we-are-power.html' title='Sayyed Nasrallah on Ashura: We Are Power that Enemy Still Does not Know'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-7B6c8So-Jfc/TuS472OiMRI/AAAAAAAABJ4/cDGpZrAw95k/s72-c/sayyedspeechstage.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-7016493751167035947</id><published>2011-12-02T20:13:00.002+07:00</published><updated>2011-12-02T20:19:51.791+07:00</updated><title type='text'>Mourning the Imam a.s</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-PjkW7YYmj-U/TtjPRc8mS3I/AAAAAAAABJI/IVQSr4FOL8g/s1600/mourning%2Bof%2BImam%2BHusain%2Ba.s"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-PjkW7YYmj-U/TtjPRc8mS3I/AAAAAAAABJI/IVQSr4FOL8g/s200/mourning%2Bof%2BImam%2BHusain%2Ba.s" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5681518828662967154" /&gt;&lt;/a&gt; On the occasion of the first of Muharram (the Muslim New Year and the beginning of 10 days of mourning for the grandson of the Prophet (s.a.), slain at Karbala):&lt;br /&gt;A new year signifies renewal, birth, new beginnings. While the 1st of Muharram marks the new year celebration for many Muslims - for others it marks a time of mourning and contemplation. But this is not an inappropriate activity for a new beginning.&lt;br /&gt;It is a time of looking back at what has passed with the intention of setting right that which has gone astray within ourselves and our society. This is a serious task and a weighty duty, but one which, if approached with the correct intention and attitude, is a deeply satisfying and rewarding activity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A new year is a new beginning and a beginning is a time for taking great care that one's aims are correct, one's intentions are pure, and that one's energies are correctly directed and not wastefully spent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What better forum is there than the majlis held to commemorate the martyrdom of Imam Husayn (a.s.) for such an activity. Here, we gather as a community for a common cause, all of us in a state of mind receptive to the lessons to be learned from from this incident that we come here to commemorate - an incident that serves all the purposes that a new year is truly meant to serve - to renew us - to provide fresh purpose and a new beginnning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbala is a microcosm. In the events of 10 days, in that one spot on earth, all the great lessons of the Qur'an were brought to life in front of the witness of history - and all those who were (or are today) in doubt that the highest ideals of the Qur'an could be lived up to - all those who felt that the highest Qur'anic ideals were beyond the reach of humans - were in that place on Earth, that Karbala, proved wrong. Doubts were shattered, and the jewels of Qur'anic truth were brought out and displayed in the desert of Karbala, shining with such a light that even today, so many centuries later, our vision is dazzled by those human gems.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbala is the Qur'an in action - at Kerbala is to be found a most profound tafsir of the Qur'anic ayats (verses).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And Karbala came at a time when the islam of the Muslim state had deviated dramatically from the Islam of the Prophet (s.a.). It came at a time when the very foundations of the religion were under attack, when the government of that time had become so emboldened, so full of spite for the truth, so drunk with their worldly power and so blind to their own faults and limitations, that they aimed their spears at the hearts of the dearest members of the Prophet's family. The Prophet was gone so they would vent their hatred at his family and at any who stood with them - this while they claimed the Prophet's Islamic heritage for themselves and declared the Prophet's closest family members and companions to be disobedient rebels.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This was a time of great despair for believers. The beauty, justice, and mercy of Islam had been cast aside, the dazzling societal structures created by the first generation of Muslims seemed to be in ruins - the Prophet's former enemies, the Umayyads were kings over the Muslim empire - their self-declared caliphate a mockery of what that office was meant to be and of what it had once been. They were at the summit of their power so they did what they willed, while the Prophet's family were made strangers in their grandfather's own home, disinherited and removed from all worldly power while their spiritual authority was falsely challenged and called into question.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But the Qur'an says: "And we wished to show favour unto those who were oppressed in the land, and to make them Imams, and to make them the inheritors." (Qur'an 28:5)&lt;br /&gt;And at the beginning of the Muslim New Year in the year 61 AH, the greatest act of renewal was begun. The events of the first 10 days of Muharram marked the point of a new beginning for Islam - when what was deviated was set right - when what was wrong was exposed in such a way that the shame of the wrongdoers has been manifested to every succeeding generation - and a weakened Islam was revived, restored, and reconnected with its spiritual and intellectual roots.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Good is not that your possessions, wealth (and power)...increase, but good is that your knowledge increases and your insight grows more powerful, and that the people are proud to serve God. For when you do good, you praise God...." (Imam Ali)&lt;br /&gt;For us too, this New Year, this Muharram, should be a time of renewal, for setting right what has deviated in us, for strengthening the bonds of community, for looking closely at the deep and profound spiritual and intellectual roots of Islam - and a new beginning with a pure intention for the year to come.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"The Imam asked of the name of this place. Zuhayr said, "It is known as Taff." - Taff means 'bank of a river.' - The Imam asked, "Does it have another name?" The reply was, "It is called Sahil al-Furat." - Sahil al-Furat means 'the bank of the Euphrates.' Again the Imam asked, "Is it known by any other name?" Zuhayr answered, "Yes, it is called Karbala'." On hearing the name of Karbala', the Imam descended from his mount as he said, "O Allah! We seek refuge with you from karb (sorrow) and bala' (tribulation)." (from "Kitab-al-Irshad" by Sheik Mufid)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Denial of access to water&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Burayr ibn Hudayr, a companion of the Imam, sought permission to go and speak with 'Umar ibn Sa'd regarding the blockade to prevent the Imam and his companions from obtaining water. On being granted permission Burayr walked straight to 'Umar's tent and sat down in front of him without offering salutations. Umar... said, "Am I not a Muslim and yet you did not greet me as one?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burayr replied, "If you had been a Muslim, you would not have raised your sword against the family of the Prophet.... Even the wild dogs consume the water of the Euphrates. Yet you prevent the son of Fatimah and his family from having access to it.... What right do you have after this to assume that you are a Muslim?" 'Umar lowered his head and paused for thought. Then raising his head, he said "O Burayr!... how can I abandon the governorship of Rayy? (this was offered to him as a reward for moving against Husayn) Should I leave Rayy for others to take? By God! My heart will not accept that!" (from "Kitab-al-Irshad" by Shaik Mufid)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Supplication of the Imam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"O' God, You are my trust in every sorrow and my hope in every hardship. How many a heavy burden which weakens the heart and baffles the mind I brought before You with my complaint and You did relieve me of it thereof. You are truly the bestower of every bounty, the source of every blessing and the goal of every desire. You have guided me and shown me the significance of all matters which I face."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*source: tebyan.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-7016493751167035947?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/7016493751167035947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/12/mourning-imam-as.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7016493751167035947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7016493751167035947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/12/mourning-imam-as.html' title='Mourning the Imam a.s'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-PjkW7YYmj-U/TtjPRc8mS3I/AAAAAAAABJI/IVQSr4FOL8g/s72-c/mourning%2Bof%2BImam%2BHusain%2Ba.s' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-8459830303116106591</id><published>2011-11-25T19:12:00.010+07:00</published><updated>2011-11-26T03:41:38.889+07:00</updated><title type='text'>Bisakah kita menjadi seorang Karbalai?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-qcKP07d9QaA/Ts_wvoR35rI/AAAAAAAABHE/1tw4gcHmDRY/s1600/muharam%2Bagha%2BBaqiatullah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-qcKP07d9QaA/Ts_wvoR35rI/AAAAAAAABHE/1tw4gcHmDRY/s200/muharam%2Bagha%2BBaqiatullah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679022356194387634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhitungan beberapa jam lagi, kita akan memasuki tahun baru Islam 1433 Hijriyah yang jatuh pada tanggal 1 Muharram 1433 H.  Kebanyakan kita tidak terbiasa dengan hitungan tahun Hijriyah, karena kita telah membiasakan diri dengan perhitungan tahun Masehi yang dibawa oleh kaum pejajah dahulu negeri kita yang dengan sengaja ingin menghilangkan unsur-unsur ke Islaman di dunia ini terutama di negeri ini yang termasuk negeri muslim terbesar di dunia.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mungkin untuk sebagian besar muslimin pun tidak begitu penting, apalagi ingin menggali maknanya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi yang terbiasa dengan melihat kalendar Islam tentu tahu, bahwa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Muharam, setelah bulan sebelumnya Dzulhijjah dan Dzulqadah.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam ajaran Islam, setiap bulan dalam kalendar tahunannya,  itu pasti ada peristiwa-peristiwa yang kita peringati untuk mengingat kejadian-kejadian bersejarah para Nabi &amp;amp; Wali Allah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mengingat dan memperingati peristiwa bersejarah dalam ajaran Islam sangatlah penting untuk dapat mengambil hikmah &amp;amp; ibrah (pelajaran)  dari peristiwa-peristiwa yang telah dialami oleh para Nabi &amp;amp; Wali Allah, sehingga menjadikan kita lebih dekat kepada Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam ajaran Ibrahimik, sangatlah popular untuk dapat memenuhi 'keinginan' ( lebih mendekatkan diri pada-NYA ), oleh karena itu,  kita di haruskan untuk membersihkan diri kita ( tazkia al nafs) selama 40 hari sebelumnya. Sama seperti ketika kita memasuki bulan suci Ramadan , para ahli suluk terbiasa  melakukan berbagai amalan tertentu selama 40 hari terhitung dari bulan suci Rajab -Sya'ban, hingga bulan suci Ramadan .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebentar lagi, kita memasuki bulan Muharam, yang mana di bulan tersebut ada peristiwa sangat besar bagi yang mengetahui sejarah Islam tentunya, dimana pada tanggal 10 Muharam cucu tersayang nabi besar nan mulia kekasih Allah Muhammad saww dibantai , di cincang oleh yang mengaku muslim di tanah Karbala- Irak sekarang.  Husain bin Ali bin Abi Thalib a.s telah syahid demi mensucikan ajaran Tuhannya setelah ajaran suci yang di risalahkan kepada kakek tercintanya di nistakan oleh kaum munafikun yang haus akan kekuasaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagi yang telah mengetahui sejarah Islam, peristiwa pembantaian cucunda Nabi Muhammad saww ini selalu diperingati dari mulai awal Muharam yaitu dari tanggal 1 Muharam hingga 10 Muharam dengan mengingat dan mempelajari peristiwa besar bersejarah ini. Dan setelahnya pun  40 hari dari peristiwa tsb di peringati lagi dan terus dikenang hingga akhir zaman. Sebagaimana termaktub dalam perkataan Imam Ja'far Shadiq a.s ( Imam ke 6 mazhab Ja'fari) yang sangat terkenal dan selalu akan terus menyemangati &amp;amp; hidup di dada para pengikut mazhab Jafari :&lt;b&gt;&lt;i&gt; " Kullu Yaumin Ashura wa Kullu Ardhin Karbala " ( Setiap hari adalah Ashura dan setiap tempat adalah Karbala ) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ketika penguasa tyran dan zalim pada saat itu Yazid bin Muawiyah bin Abu Sofyan telah menyuruh pasukannya untuk menangkap dan membunuh Husain bin Ali a.s . apabila beliau a.s tidak mau berbaiat dan mengakui kepemimpin Yazid yang terkenal sangat fasik, hidupnya hanya untuk berfoya-foya dan berbuat maksiat, mabuk-mabukan dan perbuatan tercela lainnya. Bagaimana mungkin seorang cucu Nabi mulia Muhammad saww akan berbaiat pada penguasa tyran sebejat Yazid. Pada saat itu Islam hanyalah sebagai simbol semata dan sudah sedemikian parahnya, hingga Imam Husain a.s harus meninggalkan kota Madinah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah berziarah ke makam kakek tercinta dan mengadukan semua kejadian yang menimpa umat Muhammad saww pada saat itu, beliau dan rombongan berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Tetapi sesampainya disana, beliau a.s melihat niat jahat pasukan Yazid yang berpura-pura berpakaian ihram tetapi membawa pedang. Karena beliau a.s tidak ingin pembunuhannya terjadi di kota suci Mekah, maka beliau a.s dan para pecintanya beranjak meninggalkan Mekah menuju Kufah. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dari sinilah awal perjalanan Imam Husain a.s menuju prahara kesyahidannya, perjalanan dari Mekah menuju Kufah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ada penafsiran dari para Urafa yang menyatakan bahwa bulan Muharam adalah bulan manifestasi Al Quran, manifestasi Insan Kamil dan juga manifestasi Asmaul Husna.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesungguhnya, mengingat dan meratapi Al Husain a.s bukan hanya sekedar menangis sedih mengingat peristiwa masa lalu saja ketika beliau a.s dan keluarga serta sahabat tercintanya di bantai. Tetapi lebih pada penekanan 'refleksi diri' pada setiap kejahatan yang ada di dunia ini haruslah dilawan dengan kebaikan di jalan al Haq ( Kebenaran itu sendiri ). Bahwa di dalam diri-diri kita juga ada potensi-potensi Yazid yang harus kita lawan dengan 'jihad diri' atau jihad akbar. Dan Imam Husain a.s telah mencontohkan bahwa jalan menuju al Haq ( Kebenaran sejati )  itu harus dengan perjuang walau dengan mengorbankan darah suci beliau a.s. Sebagaimana perkataan beliau a.s yang sangat monumental :&lt;b&gt; &lt;i&gt;" lebih baik mati terhormat dari pada hidup terhina " atau 'pantang hina' ( hayhat mina dzilah ).&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bukan itu saja, pernyataan para wali Allah ini tentu tidak sekedar berlaku untuk masa itu saja, tetapi berlaku hingga sekarang, karena ini masalah prinsip 'akidah' seseorang.  Refleksi dari peristiwa Karbala yang sudah sejak 61 H itu, ternyata masih terus berlangsung hingga kini. Sebab ini menyangkut masalah prinsip tentang Hak v.v Batil bukan manusia-manusianya. Yazid telah mati tetapi kejahatan yang dilakukan Yazid masih akan terus ada hingga akhir zaman, dan terlihat di setiap pelosok belahan bumi ini yang kita sekarang sering saksikan sendiri. Juga ada di dalam diri kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di awal tahun baru Islam, kaum muslimin di seru untuk mengingat peristiwa Karbala, membuat majelis-majelis Aza ( duka ) untuk merenung dan meratap akan apa yang sesungguhnya terjadi secara fisik di sana, tetapi lebih dari itu dari suduh pandang batin kita pun harus meratapi akan segala potensi kejahatan yang ada di dalam diri dan berusaha untuk dapat membersihkan diri dari segala hawa nafsu rendah untuk mencapai tujuan yang sejati dari semuanya adalah Tauhid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Pertanyaannya kenapa hanya di bulan Muharam saja adanya istilah 'Tashua' ( hari ke 9 ) dan Ashura ( hari ke 10 ), sedangkan di bulan-bulan lain tidak pernah ada istilah 'Tashua' &amp;amp; 'Ashura' di tanggal 9 dan 10 nya. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;'Tashua' berasal dari kata i'thusa yang artinya 'mengembang' ( expanded ), jadi tashua adalah tempat ( suasana) dimana pengembangan 'wujud' dapat terjadi. Pada hari tsb wujud-wujud para kerabat Imam Husain a.s berkembang ke level yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sedangkan 'Ashura' berasal dari kata ishra - muashura yang berarti interaksi. Hari dimana para kerabat Imam Husain berinteraksi dengan wujudnya yang lebih tinggi yaitu wujud Imam Husain a.s dan Wujud Imam Husain a.s sendiri berinteraksi dengan Wajib al Wujud ( Allah SWT) kembali menjadi hakikat Muhammadiyah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Bagaimana kita dapat menjadi seorang Karbalai?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertama , kita harus dapat menjadi 'Tashuai' ( meng-expand- wujud kita ke level yang lebih tinggi ) , lalu baru dapat menjadi  ' Ashurai' ( dapat berinteraksi dengan wujud yang levelnya lebih tinggi ) , baru setelah itu kita dapat menjadi Karbalai, seorang yang dapat melawan ketidak adilan yang ada di muka bumi ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, ini semua bukan asal mengklaim, tetapi perjalanan ini baru dapat dilakukan bila telah melewati tahapan-tahapannya. Jadi dari perjalanan internal ( Tashuai &amp;amp; Ashurai ) ke perjalanan eksternal ( Karbalai ).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Himbauan untuk kita selalu berada di posisi&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; " Setiap hari adalah Ashura ,setiap tempat adalah Karbala " &lt;/span&gt;adalah ketika kita telah melakukan perjalanan internal ( mengembangkan wujud kita dan telah dapat berinteraksi dengan wujud yang lebih tinggi - wujud al Hujjah atfs ), baru setelah itu setiap tempat adalah Karbala, bumi ini ( dunia ) dimana kita dapat melawan terus setiap ketidak adilan " .  Maka dari itu level yang dapat menegakan ketidak adilan di bumi ini dengan sempurna hanyalah wujud yang paling sempurna yaitu wujud Al Imam Mahdi a.s ( Semoga Allah mempercepat kemendatangan beliau a.s)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga di tahun baru ini , wujud kita dapat terus berkembang naik ke atas, hingga kita dapat layak menjadi  penolong Cahaya Terakhir-NYA yang akan mensucikan bumi ini dengan keadilan sebagaimana yang telah dijanjikan-NYA.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salawat ala Muhammad wa aali Muhammad ........ wa ajil farajahum.....ADRIKNA YA MAHDI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;span style="font-style:italic;"&gt;sumber dari lecture di Imam Ali Knowledge Foundation- NZ (Br. Saead Bassam-lecturer at tebyan.net)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-8459830303116106591?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/8459830303116106591/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/bisakah-kita-menjadi-seorang-karbalai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8459830303116106591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8459830303116106591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/bisakah-kita-menjadi-seorang-karbalai.html' title='Bisakah kita menjadi seorang Karbalai?'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-qcKP07d9QaA/Ts_wvoR35rI/AAAAAAAABHE/1tw4gcHmDRY/s72-c/muharam%2Bagha%2BBaqiatullah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1832425364149905799</id><published>2011-11-24T17:41:00.003+07:00</published><updated>2011-11-24T17:46:10.976+07:00</updated><title type='text'>Global March to Jerusalem 30 March 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Y8pEu45Y13o/Ts4f9n3t2oI/AAAAAAAABGg/BNVlEKcnygc/s1600/al%2Bquds%2Bimam%2BK.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 171px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Y8pEu45Y13o/Ts4f9n3t2oI/AAAAAAAABGg/BNVlEKcnygc/s200/al%2Bquds%2Bimam%2BK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678511323695929986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;http://www.youtube.com/watch?v=8VZFSsAhy6U&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1832425364149905799?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.youtube.com/gm2j' title='Global March to Jerusalem 30 March 2012'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1832425364149905799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/global-march-to-jerusalem-30-march-2012.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1832425364149905799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1832425364149905799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/global-march-to-jerusalem-30-march-2012.html' title='Global March to Jerusalem 30 March 2012'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-Y8pEu45Y13o/Ts4f9n3t2oI/AAAAAAAABGg/BNVlEKcnygc/s72-c/al%2Bquds%2Bimam%2BK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-8668353540303013605</id><published>2011-11-23T07:24:00.001+07:00</published><updated>2011-11-23T07:26:00.836+07:00</updated><title type='text'>The Challenge Against Indifference</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-5UWqtBiDW1k/Tsw9ig1A9eI/AAAAAAAABGU/anlWPiEX80s/s1600/karbala.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5UWqtBiDW1k/Tsw9ig1A9eI/AAAAAAAABGU/anlWPiEX80s/s200/karbala.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677980893344495074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.aimislam.com/2011/11/21/the-challenge-against-indifference"&gt;The Challenge Against Indifference&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-8668353540303013605?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.aimislam.com/2011/11/21/the-challenge-against-indifference' title='The Challenge Against Indifference'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/8668353540303013605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/challenge-against-indifference.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8668353540303013605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8668353540303013605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/challenge-against-indifference.html' title='The Challenge Against Indifference'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-5UWqtBiDW1k/Tsw9ig1A9eI/AAAAAAAABGU/anlWPiEX80s/s72-c/karbala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-6041641588446553983</id><published>2011-11-22T20:03:00.001+07:00</published><updated>2011-11-22T20:05:22.055+07:00</updated><title type='text'>the challenge on American dual policies</title><content type='html'>&lt;img src="http://vidube.com/uploads/thumbs/vidube-o3hmh4ulp2v.jpg" alt="the challenge on American dual policies" /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://vidube.com/videos/1045/the-challenge-on-american-dual-policies"&gt;the challenge on American dual policies&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-6041641588446553983?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://vidube.com/videos/1045/the-challenge-on-american-dual-policies' title='the challenge on American dual policies'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/6041641588446553983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/challenge-on-american-dual-policies.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6041641588446553983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6041641588446553983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/challenge-on-american-dual-policies.html' title='the challenge on American dual policies'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4602813492057844940</id><published>2011-11-19T10:52:00.001+07:00</published><updated>2011-11-28T10:28:06.735+07:00</updated><title type='text'>Communique No. 1 of “The Global March to Jerusalem”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ob7hin588N0/TtL_Y2C13xI/AAAAAAAABHQ/ggDWdQkn2is/s1600/palestine.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ob7hin588N0/TtL_Y2C13xI/AAAAAAAABHQ/ggDWdQkn2is/s200/palestine.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5679882882356993810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.almanar.com.lb/english/adetails.php?fromval=1&amp;amp;cid=23&amp;amp;frid=23&amp;amp;eid=33356#.Tscn4nUAcSc.blogger"&gt;Communique No. 1 of “The Global March to Jerusalem”&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4602813492057844940?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.almanar.com.lb/english/adetails.php?fromval=1&amp;cid=23&amp;frid=23&amp;eid=33356#.Tscn4nUAcSc.blogger' title='Communique No. 1 of “The Global March to Jerusalem”'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4602813492057844940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/communique-no-1-of-global-march-to.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4602813492057844940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4602813492057844940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/communique-no-1-of-global-march-to.html' title='Communique No. 1 of “The Global March to Jerusalem”'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ob7hin588N0/TtL_Y2C13xI/AAAAAAAABHQ/ggDWdQkn2is/s72-c/palestine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-144296165928644855</id><published>2011-11-16T13:53:00.001+07:00</published><updated>2011-11-25T14:25:43.708+07:00</updated><title type='text'>Sayyed Nasrallah on Martyr’s Day: Resistance Axis Stronger and Better than Any Other Time</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QPZMrVObbYE/Ts9C5cJ-jhI/AAAAAAAABGs/c3Ws1iB0TP4/s1600/Syd%2BHasan%2BNashrallah%2Bziarah%2BImam%2BRidha%2Bas.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QPZMrVObbYE/Ts9C5cJ-jhI/AAAAAAAABGs/c3Ws1iB0TP4/s200/Syd%2BHasan%2BNashrallah%2Bziarah%2BImam%2BRidha%2Bas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678831209715502610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://en.moqawama.org/essaydetails.php?eid=15711&amp;amp;cid=258#.TsNd-bIP8eE.blogger"&gt;Sayyed Nasrallah on Martyr’s Day: Resistance Axis Stronger and Better than Any Other Time&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-144296165928644855?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://en.moqawama.org/essaydetails.php?eid=15711&amp;cid=258#.TsNd-bIP8eE.blogger' title='Sayyed Nasrallah on Martyr’s Day: Resistance Axis Stronger and Better than Any Other Time'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/144296165928644855/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/sayyed-nasrallah-on-martyrs-day.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/144296165928644855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/144296165928644855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/sayyed-nasrallah-on-martyrs-day.html' title='Sayyed Nasrallah on Martyr’s Day: Resistance Axis Stronger and Better than Any Other Time'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QPZMrVObbYE/Ts9C5cJ-jhI/AAAAAAAABGs/c3Ws1iB0TP4/s72-c/Syd%2BHasan%2BNashrallah%2Bziarah%2BImam%2BRidha%2Bas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-9044318946855344177</id><published>2011-11-16T11:46:00.004+07:00</published><updated>2011-11-16T14:06:22.934+07:00</updated><title type='text'>Interview for women net magazine</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-9AW4sFCs9j8/TsNBL1AQ6NI/AAAAAAAABGI/b7L2deErpMM/s1600/hakima%2Babyaneh%2Boct%2B2011.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-9AW4sFCs9j8/TsNBL1AQ6NI/AAAAAAAABGI/b7L2deErpMM/s200/hakima%2Babyaneh%2Boct%2B2011.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675451626879510738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://charghad.ir/3412/we-should-be-so-proud-to-be-a-woman-in-islam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-9044318946855344177?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://charghad.ir/3412/we-should-be-so-proud-to-be-a-woman-in-islam' title='Interview for women net magazine'/><link rel='enclosure' type='' href='http://charghad.ir/3412/we-should-be-so-proud-to-be-a-woman-in-islam' length='0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/9044318946855344177/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/interview-for-women-net-magazine.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9044318946855344177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9044318946855344177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/interview-for-women-net-magazine.html' title='Interview for women net magazine'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-9AW4sFCs9j8/TsNBL1AQ6NI/AAAAAAAABGI/b7L2deErpMM/s72-c/hakima%2Babyaneh%2Boct%2B2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-8024358572764244377</id><published>2011-11-15T20:16:00.003+07:00</published><updated>2011-11-15T20:24:29.687+07:00</updated><title type='text'>Scholastic Study of Imamate (Definition of Imamate)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-_ZbEzPRP7Jk/TsJnkDrryII/AAAAAAAABF8/AAN6dPzXalU/s1600/pond%2Bof%2BGhadeer.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_ZbEzPRP7Jk/TsJnkDrryII/AAAAAAAABF8/AAN6dPzXalU/s200/pond%2Bof%2BGhadeer.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675212349601728642" /&gt;&lt;/a&gt; This article explains some of the important reasons of the Shi’ah scholars in support of their conception of Imamate and it is divided into two basic parts and the second part is also Divided into three parts:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Scholastic Study of Imamate (Definition of Imamate)&lt;br /&gt;B. Rational Argument of the Shi’ah: Imamate is the Basis of Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Imam Means an Expert in Religious Matters &amp; Infallibility&lt;br /&gt;2. Divine Designation&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With a view to make clear the basis of the arguments which the Shi’ah scholars advance in support of their conception of Imamate and to show what others say in this respect, we deem it fit to reproduce with some explanatory remarks a passage written by Khwaja Nasiruddin Tusi. This passage is very precise and the Shi’ah and the Sunni scholars alike have been commenting on it since it was written.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajrid is a book written by Khwaja Nasiruddin. A part of this book deals with logic and is called the logic of Tajrid. Another part of it deals with scholastic theology and discusses such questions as Monotheism, Prophethood, Imamate, and the Hereafter etc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tone of that section which discusses Monotheism is rather philosophical for in this section Khwaja Nasiruddin has followed the style of the philosophers. A commentary on both the parts of this book has been written by Allama Hilli, whose name also must be familiar to most people. He was not only one of the greatest Shi’ah jurists but also one of the greatest jurists of Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In logic, scholastic theology, philosophy, mathematics etc, he was a pupil of Khwaja Nasiruddin. He learned jurisprudence from Muhaqqiq Hilli, the author of Sharaya, who was also one of the most distinguished Shi’ah jurists. Allama Hilli and Khwaja Nasiruddin are counted among the most talented scholars. Khwaja Nasiruddin is considered to be one of the world class mathematicians also.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Recently newspapers have announced that some parts of the moon have been named after certain Iranian mathematicians, such as Umar Khayyam, Ibn Sina and Khwaja Nasiruddin, who centuries ago advanced some very sound theories about the moon. There is no doubt that Allama Hilli is a genius in his own field that is jurisprudence. He is the author of many books, including one in two volumes named Tazkiratul Fuqaha. When one studies this book, one marvels at the mastery of its author.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Qazwini says that when he was in Tehran he used to attend the lectures of Mirza Ashtiyani. Later when he went to Europe, and had a chance to meet several European scholars who were specialists in their subjects, he felt that Mirza Ashtiyani was a specialist in the real sense of the word.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Tazkiratul Fuqaha is a book that deals not only with Shi’ ah jurisprudence, but in regard to every rule of law it also mentions the opinion of the Sunni schools founded by the four Sunni Imams, namely Abu Hanifah, Shafi’i, Malik and Ahmad bin Hambal, as well as the verdicts of the most prominent jurists preceding the formation of these four Sunni schools. Dealing with every question, it says that Abu Hanifah says so, Shafi’i says so and we the Shi’ ites hold such and such opinion. Sometimes he refutes an opinion. Sometimes, for example, he says that Shafi’i first said so and then changed his opinion and said so.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shaykh Muhammad Taqi Qummi used to say that when it was decided to publish the Tazkirah, an expert of every Sunni school was called. These experts were astonished to find that Allama Hilli knew more than what they knew about the teachings of their schools. Such an extraordinary man Allama Hilli was!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He compiled a commentary on the Tajrid. That part of it which deals with logic is known as al Jawharun Nazid. It is one of the best books on logic. The scholastic part of the book is named Kashful Murad and is now known by the name of Sharhut Tajrid. Both the parts of Allama Hilli’s commentary on the Tajrid are quite brief in expression. That is why they have again been commented upon subsequently and explanatory notes written on them. Perhaps no book in the Muslim world ever attracted so much attention of the scholars as the Tajrid. This book has been refuted by some and supported by others. No other book has been furnished with so many commentaries and annotations as this book. The reason is that when Khwaja Nasiruddin wants to describe a question from the Shi’ah point of view, he touches it only briefly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In most cases he hurriedly refers to it and then passes away. In the concluding part of the book he has described the question of Imamate in a manner that has been approved by all Shi’ah scholars, and hence from his description of the question it is easy to understand how the Shi’ah scholars think about this subject.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The book which I have at my disposal at present is Mulla Ali Qushchi’s commentary on the Tajrid. Mulla Ali Qushchi is an eminent Sunni scholar. Naturally he puts forward the Sunni point of view and in most cases refutes that of Khwaja Nasiruddin. Thus in this book the Sunni view has been reflected side by side with the view of Khwaja which of course is the Shi’ah view.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Definition of Imamate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first thing to be mentioned about Imamate is its definition, about which there is no difference of opinion. It is said that Imamate is the general charge of the religious as well as the secular affairs.&lt;br /&gt;Khwaja Nasiruddin uses a scholastic expression and says that the Imam is a Divine favour (Lutf). What he means is that like Prophethood the question of Imamate is also beyond human control. Hence an Imam cannot be selected by a human decision. Like a Prophet he is to be appointed by Divine ordinance. The only difference is that the Prophet has a direct contact with Allah, whereas an Imam is appointed by the Prophet on receiving Divine instructions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;From the book : Imamate and Khilafat&lt;br /&gt;Author: Sheikh Murtada Mutaharri&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-8024358572764244377?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/8024358572764244377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/scholastic-study-of-imamate-definition.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8024358572764244377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8024358572764244377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/scholastic-study-of-imamate-definition.html' title='Scholastic Study of Imamate (Definition of Imamate)'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_ZbEzPRP7Jk/TsJnkDrryII/AAAAAAAABF8/AAN6dPzXalU/s72-c/pond%2Bof%2BGhadeer.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1722960543289496407</id><published>2011-11-13T13:30:00.005+07:00</published><updated>2011-11-13T13:45:49.563+07:00</updated><title type='text'>Islamic Government According to Imam Ali a.s</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ClqyLTKbta4/Tr9lVZ-ezjI/AAAAAAAABFk/fi9MODySuPg/s1600/Najaf%2BImam%2BAli%2Bas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 71px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ClqyLTKbta4/Tr9lVZ-ezjI/AAAAAAAABFk/fi9MODySuPg/s200/Najaf%2BImam%2BAli%2Bas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674365473934724658" /&gt;&lt;/a&gt; Upon appointing Malik Al-Ashtar as the governor of Eygpt, Imam Ali ibn Abi Talib [a] sent a letter advising Malik in his post. This letter is an invaluable document highlighting the Imam’s outlook towards government, societal needs and the value and rights of a human being in society. It is a message of significant importance and a reminder to Muslims today of the Islamic viewpoint towards Islamic government.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Richest Treasure&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be it known to you, O, Malik, that I am sending you as Governor to a country which in the past has experienced both just and unjust rule. Men will scrutinize your actions with a searching eye, even as you used to scrutinize the actions of those before you, and speak of you even as you did speak of them. The fact is that the public speak well of only those who do good. It is they who furnish the proof of your actions. Hence the richest treasure that you may covet would be the treasure of good deeds. Keep your desires under control and deny yourself that which you have been prohibited from, for, by such abstinence alone, you will be able to distinguish between what is good to them and what is not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Develop in your heart the feeling of love for your people and let it be the source of kindliness and blessing to them. Do not behave with them like a barbarian, and do not appropriate to yourself that which belongs to them. Remember that the citizens of the state are of two categories. They are either your brethren in religion or your brethren in kind. They are subject to infirmities and liable to commit mistakes. Some indeed do commit mistakes. But forgive them even as you would like God to forgive you. Bear in mind that you are placed over them, even as I am placed over you. And then there is God even above him who has given you the position of a Governor in order that you may look after those under you and to be sufficient unto them. And you will be judged by what you do for them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not set yourself against God, for neither do you possess the strength to shield yourself against His displeasure, nor can you place yourself outside the pale of His mercy and forgiveness. Do not feel sorry over any act of forgiveness, nor rejoice over any punishment that you may mete out to any one. Do not rouse yourself to anger, for no good will come out of it.&lt;br /&gt;Do not say: “I am your overlord and dictator, and that you should, therefore, bow to my commands”, as that will corrupt your heart, weaken your faith in religion and create disorder in the state. Should you be elated by power, ever feel in your mind the slightest symptoms of pride and arrogance, then look at the power and majesty of the Divine governance of the Universe over which you have absolutely no control. It will restore the sense of balance to your wayward intelligence and give you the sense of calmness and affability. Beware! Never put yourself against the majesty and grandeur of God and never imitate His omnipotence; for God has brought low every rebel of God and every tyrant of man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let your mind respect through your actions the rights of God and the rights of man, and likewise, persuade your companions and relations to do likewise. For, otherwise, you will be doing injustice to yourself and injustice to humanity. Thus both man and God will turn unto your enemies. There is no hearing anywhere for one who makes an enemy of God himself. He will be regarded as one at war with God until he feels contrition and seeks forgiveness. Nothing deprives man of divine blessings or excites divine wrath against him more easily than cruelty. Hence it is, that God listens to the voice of the oppressed and waylays the oppressor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Common Man&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maintain justice in administration and impose it on your own self and seek the consent of the people, for, the discontent of the masses sterilizes the contentment of the privileged few and the discontent of the few looses itself in the contentment of the many. Remember the privileged few will not rally round you in moments of difficulty: they will try to side-track justice, they will ask for more than what they deserve and will show no gratitude for favors done to them. They will feel restive in the face of trials and will offer no regret for their shortcomings. It is the common man who is the strength of the State and Religion. It is he who fights the enemy. So live in close contact with the masses and be mindful of their welfare.&lt;br /&gt;Keep at a distance him who peers into the weaknesses of others. After all, the masses are not free from weaknesses. It is the duty of the ruler to shield them. Do not bring to light that which is hidden, but try to remove those weaknesses which have been brought to light. God is watchful of everything that is hidden from you, and He alone will deal with it. To the best of your ability cover the weaknesses of the public, and God will cover the weaknesses in you which you are anxious to keep away from their eye. Unloose the tangle of mutual hatred between the public and the administration and remove all those causes which may give rise to strained relations between them. Protect yourself from every such act as may not be quite correct for you. Do not make haste in seeking confirmation of tale-telling, for, the tale-teller is a deceitful person appearing in the garb of a friend.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Counselors&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Never take counsel of a miser, for he will vitiate your magnanimity and frighten you of poverty. Do not take counsel of a coward also, for, he will cheat you of your resolves. Do not take counsel of the greedy too: for he will instill greed in you and turn you into a tyrant. Miserliness, cowardice and greed deprive man of his trust in God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The worst of counselors is he who has served as a counselor to unjust rulers and shared their crimes. So, never let men who have been companions of tyrants or shared their crimes be your counselors. You can get better men than these, men gifted with intelligence and foresight, but unpolluted by sin, men who have never aided a tyrant in his tyranny or a criminal in his crime. Such men will never be a burden on you. On the other hand, they will be a source of help and strength to you at all times. They will be friends to you and strangers to your enemies. Choose such men alone for companionship both in privacy and in the public. Even among these, show preference to them who have a habitual regard for truth however trying to you at times their truth may prove to be, and who offer you no encouragement in the display of tendencies which God does not like his friends to develop.&lt;br /&gt;Keep close to you the upright, and the God fearing, and make clear to them that they are never to flatter you and never to give you credit for any good that you may not have done: for, the tolerance of flattery and unhealthy praise stimulates pride in man makes him arrogant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not treat the good and the bad alike. That will deter the good from doing good, and encourage the bad in their bad pursuits. Recompense every one according one’s deserts. Remember that mutual trust and good will between the ruler and the ruled are bred only through benevolence, justice and service. So, cultivate good-will amongst the people; for their good-will alone will save you from troubles. Your benevolence to them will be repaid by their trust in you, and your ill-treatment by their ill-will.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not disregard the noble traditions set by our forbearers which have promoted harmony and progress among the people; and do not initiate anything which might minimize their usefulness. The men who had established these noble traditions have had their reward; but responsibility will be yours if they are disturbed. Try always to learn something from the experience of the learned and the wise, and frequently consult them in state matters so that you might maintain the peace and good-will which your predecessors had established in the land.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Different Classes of People&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Remember that the people are composed of different classes. The progress of one is dependent on the progress of every other; and none can afford to be independent of the other. We have the Army formed of the soldiers of God, we have our civil officers and their establishments, our judiciary, our revenue collectors and our public relation officers. The general public itself consists of Muslims and Zimmis and among them of merchants and craftsmen, the unemployed and the indigent. God has prescribed for them their several rights, duties and obligations. They are all defined and preserved in the Book of God and in the traditions of his Prophet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The army, by the grace of God, is like a fortress to the people and lends dignity to the state. It upholds the prestige of the Faith and maintains the peace of the country. Without it the state cannot stand. In its turn, it cannot stand without the support of the state. Our soldiers have proved strong before the enemy because of the privilege God has given them to fight for Him; but they have their material needs to fulfil and have therefore to depend upon the income provided for them from the state revenue. The military and civil population who pay revenue, both need the co-operation of others -the judiciary, civil officers and their establishment. The Qazi administers civil and criminal law; the civil officers collect revenue and attend to civil administration with the assistance of their establishment. And then there are the tradesmen and the merchants who add to the revenue of the state. It is they who run the markets and are in a better position than others to discharge social obligations. And then there is the class of the poor and the needy, whose maintenance is an obligation on the other classes. God has given appropriate opportunity of service to one and all; and then there are the rights of all these classes over the administration which the administrator has to meet with an eye on the good of the entire population, a duty which he cannot fulfill properly unless he takes personal interest in its execution and seeks help from God. Indeed it is obligatory on him to impose this duty on himself and to bear with patience the inconveniences and difficulties incidental to his task.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Army&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be particularly mindful of the welfare of those in the army who in your opinion, are staunchly faithful to their God and Prophet and loyal to their chief, and who in the hour of passion can restrain themselves and listen coolly to sensible remonstrance, and who can succor the weak and smite the strong, whom violent provocation will not throw into violent temper and who will not falter at any stage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep yourself in close contact with the families of established reputation and integrity with a glorious past, and draw to yourself men brave and upright in character, generous and benevolent in disposition; for such are the salt of society.&lt;br /&gt;Care for them with the tenderness with which you care for your children, and do not talk before them of any good that you might have done to them, nor disregard any expression of affection which they show in return; for, such conduct inspires loyalty, devotion and goodwill. Attend to every little of their wants not resting content with what general help that you might have given to them, for sometimes, timely attention to a little want of theirs brings them immense relief. Surely these people will not forget you in your own hour of need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It behooves you to select for your Commander-in-chief one who imposes on himself as a duty, the task of rendering help to his men, and who can excel in kindness every other officer who has to attend to the needs of the men under him, and look after their families when they are away from their homes; so much so, that the entire army should feel united in their joys and in their sorrows. The unity of purpose will give them added strength against the enemy. Continue to maintain a kindly attitude towards them so that they might feel attached to you. The fact is that the real happiness of the administrators and their most pleasant comfort lies in establishing justice in the state and maintaining affectionate relations with the people. Their sincerity of feeling is expressed in the love and regard they show to you, on which alone depends the safety of the administrators.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your advices to the army will be of no avail, unless and until you show affection to both men and officers, in order that they might not regard the Government as an oppressive burden or contribute to its downfall.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Continue to satisfy their needs and praise them over and over again for what services they have rendered. Such an attitude, God willing will inspire the brave to braver actions and induce the timid to deeds of bravery.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Try to enter into the feelings of others and do not foist the mistake of one over another and do not grudge dispensing appropriate rewards. See to it you do not show favors to one who has done nothing but merely counts on his family position; and do not withhold proper rewards from one who has done great deeds simply because he holds a low position in life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Real Guidance&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Turn to God and to His prophet for guidance whenever you feel uncertain as to what you have to do. There is the commandment of God delivered to those people who He wishes to guide aright: “O people of the Faith! Obey God and obey His prophet and those from among you who hold authority over you. And refer to God and His prophet whenever there is difference of opinion among you. To turn to God is in reality to consult the Book of God; and to turn to the prophet is t follow his universally accepted traditions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Chief Judge&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Select for your chief judge one from the people who is by far the best among them -one who is not obsessed with domestic worries, one who cannot be intimidated, one who does not err to often, one who does not turn back from a right path once he finds it, one who is not self-centered or avaricious, one who will not decide before knowing full facts, one who will weigh wit care every attendant doubt and pronounce a clear verdict after taking everything into full consideration, one who will not grow restive over the arguments of advocates and who will examine with patience every new disclosure of fact and who will be strictly impartial in his decision, one who flattery cannot mislead or one who does not exult over his position. But it is not easy to find such men.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Once you have selected the right man for the office, pay him handsomely enough, to let him live in comfort and in keeping with his position, enough to keep him above temptations. Give him a position in your court so high none can even dream of coveting it and so high that neither back-biting nor intrigue can touch him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Subordinate Judiciary&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beware! The utmost carefulness is to be exercised in his selection: for it is this high office which adventurous self-seekers aspire to secure and exploit in their selfish interests. After the selection of your chief judge, give careful consideration to the selection of other officers. Confirm them in their appointments after approved apprenticeship and probation. Never select men for responsible posts either out of any regard for personal connections or under any influence, for, that might lead to injustice and corruption.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Of these select for higher posts men of experience, men firm in faith and belonging to good families. Such men will not fall an easy prey to temptations and will discharge their duties with an eye on the abiding good of others. Increase their salaries to give them a contented life. A contented living is a help to self-purification. They will not feel the urge to tax the earnings of their subordinates for their own upkeep. They will then have no excuse either to go against your instructions or misappropriate state funds. Keep to watch over them without their knowledge, loyal and upright men. Perchance they may develop true honesty and true concern for the public welfare. But whenever any of them is accused of dishonesty and the guilt is confirmed by the report of your secret service, then regard this as a sufficient to convict him. Let the punishment be corporal and let that be dealt in the public at an appointed place of degradation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Revenue Administration&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great care is to be exercised in revenue administration, to ensure the prosperity of those who pay the revenue to the state; for it is on their prosperity depends the prosperity of others, particularly the prosperity of the masses. Indeed, the state exists on its revenue. You should regard the proper upkeep of the land in cultivation as of greater importance than the collection of revenue, for revenue cannot be derived except by making the land productive. He who demands revenue without helping the cultivator to improve his land, inflicts unmerited hardship on the cultivator and ruins the State. The rule of such a person does not last long. If the cultivators ask for reduction of their land cess for having suffered from epidemics or drought or excess of rains or the barrenness of the soil or floods damaging to their barrenness of the soil or foods damaging to their crops, then, reduce the cess accordingly, so that their condition might improve. Do not mind the loss of revenue on that account for that will return to you one day manifold in the hour of greater prosperity of the land and enable you to improve the condition of your towns and to raise the prestige of your state. You will be the object of universal praise. The people will believe in your sense of justice. The confidence which they will place in you in consequence will prove your strength, as they will be found ready to share your burdens.&lt;br /&gt;You may settle down on the land any number of people, but discontent will overtake them if the land is not improved. The cause of the cultivator’s ruin is the rulers who are bent feverishly on accumulating wealth at all costs, out of the fear that their rule might not last long. Such are the people who do not learn from examples or precedents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Clerical Establishment&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep an eye on your establishment and your scribes; and select the best among them for your confidential correspondence such among these as possess high character and deserve your full confidence, men who may not exploit their privileged position to go against you and who may not grow neglectful of their duties and who in the drafting of treaties may not succumb to external temptation and harm your interests, or fail to render you proper assistance and to save you from trouble, and who in carrying out their duties can realize their serious responsibilities, for he who does not realize his own responsibilities can hardly appraise the reprehensibilities of others. Do not select men for such work merely on the strength of your first impressions of your affection or good faith; for as a matter of fact; the pretensions of a good many who are really devoid of honesty and good breeding may cheat even the intelligence of rulers. Selection should be made after due probation which should be the test of righteousness. In making direct appointments from people, see to it that those selected possess influence with the people and who enjoy the reputation of being honest; for such selection is agreeable to God and the ruler. For every department of administration, let there be a head, whom no trying task might cause worry and no pressure of work annoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And remember that every weakness of any one among your establishment and scribe which you may overlook will be written down against you in your scroll of deeds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trade and Industry&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adopt useful schemes placed before those engaged in trade and industry and help them with wise counsels. Some of them live in towns, and some move from place to place with their wares and tools and earn their living by manual labor. Trade and Industry are sources of profit to the State. While the general public is not inclined to bear the strain, those engaged in these professions take the trouble to collect commodities from far and near, from land and from across the sea, and from mountains and forests and naturally derive benefits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is this class of peace loving people from whom no disturbance need be feared. They love peace and order; indeed they are incapable of creating disorder. Visit every part of the country and establish personal contact with this class, and inquire into their condition. But bear in mind that a good many of them are intensely greedy and are inured to bad dealings. They hoard grain and try to sell it at a high price; and this is most harmful to the public. It is a blot on the name of the ruler not to fight this evil. Prevent them from hoarding; for the Prophet of God -Peace be upon him – had prohibited it. And see to it that trade is carried on with the utmost ease, that the scales are evenly held and that prices are so fixed that neither the seller nor the buyer is put to a loss. And if inspite of your warning, should anyone go against your commands and commit the crime of hoarding, then deal him appropriately with severe punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;The Poor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beware! Fear God when dealing with the problem of the poor who have non to patronize, who are forlorn, indigent and helpless and are greatly torn in mind -victims of the vicissitudes of Time. Among them there are some who do not question their lot in life not withstanding their misery, do not go about abegging. For God’s sake, safeguard their rights; for on you rests the responsibility of protection. Assign for their uplift a portion of the state exchequer (Baitul-mal), wherever they may be, whether close at hand or far away from you. The rights of the two should be equal in your eye. Do not let any preoccupation slip them from your mind; for no excuse whatsoever for the disregard of their rights will be acceptable to God. Do not treat their interests as of less importance than your own, and never keep them outside the purview of your important considerations, and mark the persons who look down upon them and of whose conditions they keep you in ignorance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Select from among your officers such men as are meek and God fearing who can keep you properly informed of the condition of the poor. Make such provision for these poor people as shall not oblige you to offer an excuse before God on the Day of Judgment; for, it is this section of the people more than any other which deserves benevolent treatment. Seek your reward from God by giving to each of them what is due to him and enjoin on yourself as a sacred duty the task of meting the needs of such aged among them as have no independent means of livelihood and are averse to seek alms. And it is the discharge of this duty that usually proves very trying for ruler, but is very welcome to societies which are gifted with foresight. It is only such societies or nations who truly carry out with equanimity their covenant with God to discharge their duty to the poor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Open Conferences&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meet the oppressed and the lowly periodically in an open conference and, conscious of the divine presence there, have a heart-to-heart talk with them, and let none from your armed guard or civil officers or members of the police or the Intelligence Department be by your side, so that the representatives of the poor might state their grievances fearlessly and without reserve. For I have the Prophet of God saying that no nation or society will occupy a high position in which the strong do not discharge their duty to the weak. Bear with composure any strong language which they may use, and do not get annoyed if they cannot state their case lucidly, even so, God will open you his door of blessings and rewards. Whatever you can give to them, give it ungrudgingly, and whatever you cannot afford to give, make that clear to them in utmost sincerity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are certain things which call for prompt action. Accept the recommendations made by your officers for the redress of the grievances of the clerical staff. See to it that petitions or applications that are submitted for your consideration are brought to your notice the very day they are submitted, however much your officers might try to intercede them. Dispose off the day’s work that very day, for the coming day will bring with it its own tasks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Communion with God&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And do not forget to set apart the best of your time for communion with God, although every moment of yours is for Him only, provided it is spend sincerely in the service of your people. The special time that you give to prayer in the strict religious sense is to be devoted to the performances of the prescribed daily prayers. Keep yourself engaged in these prayers both in the day and in the night, and to gain perfect communion, do not as far as possible, let your prayers grow tiresome. And when you lead in congregational prayer, do not let your prayer be so lengthy as to cause discomfort to the congregation or raise in them the feeling of dislike for it or liquidate its effect: for in the congregation there may be invalids and also those who have to attend pressing affairs of their own.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I had asked of the Prophet of God on receiving an order to proceed to Yaman, how I should lead the people there in prayer, he said -perform your prayers even as the weakest among you would do; and set an example of consideration to the faithful.&lt;br /&gt;Aloofness not desirable&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alongside of the observance of all that I have said above bear one thing in mind. Never for any length of time keep yourself aloof from the people, for to do so is to keep oneself ignorant of their affairs. It develops in the ruler a wrong perspective and renders him unable to distinguish between what is important and what is not, between right and wrong, and between truth and falsehood. The ruler is after all human; and he cannot form a correct view of anything which is out of sight. There is no distinctive sign attached to truth which may enable one to distinguish between the different varieties of truth and falsehood. The fact is that you must be one of two things. Either you are just or unjust. If you are just, then you will not keep yourself away from the people, but will listen to them and meet their requirements. On the other hand, it you are unjust, the people themselves will keep way from you. What virtue is there in your keeping aloof? At all events aloofness is not desirable especially when it is your duty to attend to the needs of the people. Complaints of oppression by your officers or petitions for justice should not prove irksome to you.&lt;br /&gt;Make this clear to yourself that those immediately about and around you will like to exploit their position to covet what belongs to others and commit acts of injustice. Suppress such a tendency in them. Make a rule of your conduct never to give even a small piece of land to any of your relations. That will prevent them from causing harm to the interests of others and save you from courting the disapprobation of God and Man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deal justice squarely regardless of the fact whether one is a relation or not. If any of your relations or companions violates the law, mete out the punishment prescribed by law however painful it might be to you personally; for it will be all to the good of the State. If at any time people suspect, that you have been unjust to them in any respect disclose your mind to them and remove their suspicions. In this way, your mind will get attuned to the sense of justice and people will begin to love you. It will also fulfill your wish that you should enjoy their confidence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Peace and Treaties&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bear in mind that you do not throw away the offer of peace which your enemy may himself make. Accept it, for, that will please God. Peace is a source of comfort to the army; it reduces your worries and promotes order in the State. But Beware! Be on your guard when the peace is signed; for, certain types of enemies propose terms of peace just to lull you into a sense of security only to attack you again when you are off your guard. So you should exercise the utmost vigilance on your part, and place no undue faith in their protestations. But, if under the peace treaty you have accepted any obligations, discharge those obligations scrupulously. It is a trust and must be faithfully upheld and whenever you have promised anything, keep it with all the strength that you command, for whatever differences of opinion might exist on other matters, there is nothing so noble as the fulfillment of a promise. This is recognized even among non-Muslims, for they know the dire consequences which follow from the breaking of covenants. So never make excuses in discharging your responsibilities and never break a promise, nor cheat your enemy. For, breach of promise is an act against God, and none except the positively wicked acts against God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeed divine promises are a blessing spread over all mankind. The promise of God is a refuge sought after even by the most powerful on earth; for there is no risk of being cheated. So, do not make any promise from which you may afterwards offer excuses to retract; nor do you go back upon what you have confirmed to abide by; nor do you break it, however galling it may at first prove to be. For, it is far better to wait in patience for wholesome results to follow than to break it out of any apprehensions.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beware! Abstain from shedding blood without a valid cause. There is nothing more harmful than this which brings about one’s ruin. The blood that is willfully shed shortens the life of a state. On the Day of Judgment it is this crime for which one will have to answer first. So, beware! Do not wish to build the strength of your state on blood; for, it is this blood which ultimately weakens the state and passes it on to other hands. Before me and my God no excuse for willful killing can be entertained.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murder is a crime which is punishable by death. If on any accord the corporal punishment dealt by the state for any lesser crime results in the death of the guilty, let not the prestige of the stage stand in any way of the deceased relations claiming blood money.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Last Instructions&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do not make haste to do a thing before its time, nor put it off when the right moment arrives. Do not insist on doing a wrong thing, nor show slackness in rectifying a wrong thing. Perform everything in its proper time, and let everything occupy its proper place. When the people as a whole agree upon a thing, do not impose your own view on them and do not neglect to discharge the responsibility that rests on you in consequence. For, the eyes of the people will be on you and you are answerable for whatever you do to them. The slightest dereliction of duty will bring its own retribution. Keep your anger under control and keep your hands and tongue in check whenever you fall into anger, try to restrain yourself or else you will simply increase your worries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is imperative on you to study carefully the principles which have inspired just and good rulers who have gone before you. Give close thought to the example of our prophet (peace be upon him), his traditions, and the commandments of the Book of God and whatever you might have assimilated from my own way of dealing with things. Endeavor to the best of your ability to carry out the instructions which I have given you here and which you have solemnly undertaken to follow. By means of this order, I enjoin on you not to succumb to the prompting of your own heart or to turn away from the discharge of duties entrusted to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I seek the refuge of the might of the Almighty and of His limitless sphere of blessings, and invite you to pray with me that He may give us together the grace willingly to surrender our will to His will, and to enable us to acquit ourselves before Him and His creation; so that mankind might cherish our memory and our work survive. I seek of God the culmination of his blessings and pray that He may grant you and me His grace and the honor of martyrdom in His cause. Verily, we have to return to Him. I invoke His blessings on the Prophet of God and his pure progeny.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*source : aimislam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1722960543289496407?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1722960543289496407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/islamic-government-according-to-imam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1722960543289496407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1722960543289496407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/islamic-government-according-to-imam.html' title='Islamic Government According to Imam Ali a.s'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ClqyLTKbta4/Tr9lVZ-ezjI/AAAAAAAABFk/fi9MODySuPg/s72-c/Najaf%2BImam%2BAli%2Bas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-3281711537172621696</id><published>2011-11-13T09:21:00.003+07:00</published><updated>2011-11-13T09:40:02.186+07:00</updated><title type='text'>The Closing Sermon of God's Prophet on the pond of Khome</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-hmwWZOfGPqg/Tr8t0jRRZuI/AAAAAAAABFY/Xc2CSnYwATM/s1600/closing%2BALI.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-hmwWZOfGPqg/Tr8t0jRRZuI/AAAAAAAABFY/Xc2CSnYwATM/s200/closing%2BALI.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674304436354246370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hnHYqvGTxyE/Tr8qhFHK8jI/AAAAAAAABFM/AH9cZcuOa7I/s1600/Ali%2BGhadir.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hnHYqvGTxyE/Tr8qhFHK8jI/AAAAAAAABFM/AH9cZcuOa7I/s200/Ali%2BGhadir.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674300803306418738" /&gt;&lt;/a&gt; 1. “Praise belongs to Allah, Who is Sublime in His Oneness, and He is with all beings in His Loneliness. Glorious is He in His Domination, and He is great in His Foundations! His Knowledge encircles all beings without taking a move or having a dwelling; He subdues everything with His Power and Reasoning! He has eternally been praised, and so will be praised forever! There is no end to His Greatness, Dignity and Grandness; He is the Originator, Resurrector, and to Him all things return.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. He is the Maker of the heavens, as well the expander of the Earth, and He is Ruler over them; He is [beyond all beings], and He is Glorified and Sanctified. So is He the Lord of the Angels, and the Spirit! He favors all creatures that He has created! His Grace is expanded to all that He has created. He perceives the eyes [of all beings], while no eyes can see Him; He is the most Generous, Patient and Calm. His Mercy cuddles the whole entity; He favors them with His Bounty. He is Serene in His revenge, and is Patient to the pain-deserved!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. He is Aware of the secrets, and is discerned of thoughts, the covered are discovered to Him, and the hidden manifest. It is His to hold everything, and dominate it. The Source of strength is He, and is Powerful over everything. There is no comparable unto Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is He Who has created things out of absolute 'Nil'. He is Immortal, Alive, and is the Spreader of Justice; there is no deity but Him, the Wise Almighty.&lt;br /&gt;4. No eyes can see Him but he perceives all eyes; He is aware of the secrets [of men], and is informed of all things. No one can attribute Him by means of seeing, and no one can appreciate His Being by His concealment or manifestation, but only what the 'Glorified' wills us to know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. I testify that He is Alone ‘God’, the One Whose Sanctity has filled up the whole world; and His Light has prevailed the Eternity! Without any counselor He enacts His proper Command, and has no ally in His Providence; and without aid, He does His plans and measures.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Without an initial plan for creation, He has shaped and fashioned all beings with help of no one – with no effort, not thinking about, and without having had recourse, He has brought the world to being from ‘Nil’, His will has brought them to existence.&lt;br /&gt;Thus, He is God, the Almighty; there is none as a deity but Him! It is He Whose Artistry is solid and firm, and [the Structure of His] Work is fair! He is Just; He does not commit oppression, and He is so generous that to Him return all things.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. And I testify that He is God that all beings humble before His Dignity, and all are debased before His Glory; everything bows as submission before His Power, and all things are in state of humility before His tremendous and impressive Majesty!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. He is the King of all beings, and the roller of the encircling heavens, He submits the sun and the moon to His bid to move just according to a time limit. He rolls up the night in the day; moreover, He wraps up the day into night which each goes rapidly: one after other, (The Heights: 7/54). He is the destroyer of any oppressive tyrant, and the eliminator of the rebellious, insurgent demon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. There is neither an opponent for Him, nor is anyone equal to Him. He is the One Who needs none! He is not born, and He has not given birth to anyone, there is nothing comparable unto Him; (The Sincerity: 112). He is the Unique God, and the Glorious Lord. He wills, and carries out! He intends, and ordains, He is All-Knowing, and thus, He calculates [things]. He gives life and sends death. He impoverishes [one] and enriches [another], He sends mirth or makes one cry; He draws closer or moves away; He forbids [one] then grants! To Him belongs the Sovereignty, and to Him go all praises and lauds! And He is Capable of [doing] everything.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. He merges the night into the daylight, and the daylight into the nigh. There is no God but Him, Who is Glorious and Forgiving. He answers the appeals and fulfills prayers, grants abundantly and counts the numbers of breaths; He is the Lord of Jinn and Mankind, nothing is baffling to Him.&lt;br /&gt;The cries of the criers do not distress Him, nor does the insistence of those who insist, bother Him! He is the Guardian of the pious, and the Assistant of the righteous; the Guardian of the believers, and the Lord of the universe! He deserves to be praised and glorified by all those have been created.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. I greatly thank, and eternally praise Him: not only in tranquility or in hardship, nor in extreme difficulty, but also in peace and serenity. I believe in Him and His Angels, in His Scriptures, and His Messengers! I heed His Commands and obey Him. I hasten to do whatever pleases Him, and I submit myself to His Command for I am inclined to obey Him, and I fear His chastisement. For indeed: He is such a God that no one remains safe from His Astuteness; and no one fears His Injustice – (for there comes no injustice from Him)!”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. “And now, I confess to my servitude to Him, so do I confess to the Divinity of His: and I carry out my duty concerning the Revelation has announced to me, in fear that if I were not to execute it, such a torment might befall on me that no one could eliminate it – even though having a great astuteness, and his friendship be sincere [to me]! There is no God but Him, for He has announced to me that if I do not proclaim to you [the Fact] that concerning Ali, (peace be upon him) has been stated to me, I have not fulfilled my mission as a Messenger of God. And God has guaranteed me of His protection against the people's corruption, for God is Generous, all-Sufficient.&lt;br /&gt; So, God has revealed to me thus:&lt;br /&gt;‘In the name of Allah (Who's) the most Merciful Bountiful&lt;br /&gt;(O Messenger of Us)!&lt;br /&gt;Announce this Message that; to you&lt;br /&gt;Being sent from your Great Lofty Lord:&lt;br /&gt;[Regarding Ali and Command of Ali]&lt;br /&gt;Or else, then you have not carried&lt;br /&gt;Your own task as a right Messenger of His;&lt;br /&gt;‘DEFENDER’, from reproach of men, God is.’ (The Table: 5/67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. “O people! I have not been neglectful about publicizing what has been delivered to me by God. Now, I am to explain to you the cause of the Revelation of this Verse: Gabriel, bearing His Command, came down to me thrice from ‘Peace’, the Creator – for only He is [the source of] Peace – he brought it to me that to stand amid this vast mass and deliver God's Command.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now, I announce you the colored or white that: Ali, the son of Talib, is [A.S] a brother to me, and he is my executor, and successor to lead my people as an Imam after me! His relation to me is as Aaron to Moses is, except for no other messengers will follow me. After God and His Messenger, Ali is going to be your Conserver, and God has sent down a Verse saying: ‘Verily, your Guardian is Only God, His Messenger and the believers who pray and pay alms while are bowing down,’ (The Table: 5/55). Surely it is Ali who did set up prayer, and while bowing [down to pray], paid out alms, and always sought the Will of Almighty God.”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. “And I asked Gabriel to beseech Almighty God so that He may discharge me from this duty of mine, because I well knew the scarcity of the virtuous, but the excess of the deceivers; and the vices of the blamers, as well who scald, and the deceit of those who insult Islam – those whom God has defined in His Book that: ‘They say what does not exist in their hearts, and they take it of very little importance, while it is of the utmost importance to God,’ (The Light: 24/25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Also because the frauds have always annoyed me, and have called me: ‘He is all ears, listening to every word!’ [It was] just because of Ali's following me, and because of my deep attachment to him, and my fond attention toward him, and because of my approval of him. It was until then God sent this Verse down saying: ‘And of those some annoy Messenger and say, "He is only an ear.’" [But o Messenger] say: "An ear, yes, but it is good for you; for he [listens but to the Revelations of God], which is of your benefit. [He] believes [in God], and trusts [the believers] – taking them all the serious righteous. Surely for them is a painful chastisement …”‌ (The Repentance: 9/61).&lt;br /&gt;Had I wished, I could name those who use these words, or I could point them out to you one by one; and had I wished, I could lead you to them but I swear to God that I have behaved gracefully and generously towards them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. But, despite this, God may not be pleased with me if I do not let you know what has been revealed to me, about Ali, [then he recited God's Words]: ‘…&lt;br /&gt;O Messenger! Announce what has been sent down to you from Your Lord [about Ali, (peace be upon him). And if you do not then, you would not have fulfilled your duty as the Messenger of God. Surely God protects you from the annoyance of the mischievous people;’”‌ (The Table: 5/67).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. “O People! Know that this Verse is about him: so perceive it thoroughly and know that God has picked him as your Defender, and appointed him as your 'Leader'. His obedience is bound to the Immigrants, the Allies, and those who obey them in fairness; so is for the villagers and the citizens, the non-Arabs as well the Arab clans, and for the free men and the servants; for all – young, old, black and white, and for every Monotheist whosoever!&lt;br /&gt;You are bound to achieve his decision and word, and to obey his instruction! Whosoever opposes him is damned; and whosoever obeys him and regards, receives the Grace of God. God delivers and forgives whosoever gives ear and obeys him!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. O people! It is my final rising in such a [huge] gathering. Thus, listen, and then obey well [the Words of] God! And submit yourselves to His Command! For God Almighty is your Master and your Lord; and after God, your Master is the Messenger of God, the Prophet, who is at present calling out to you. And after me, according to the Divine Command, Ali is your Master, and your Leader, [Imam]. Then after him, the Leadership will be preserved, and perpetuated in my progeny, by his lineage, until the Day of Judgment when you come to encounter your God and His Messenger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Nothing is lawful but whatever God and His Messenger, and the Imams permit; and nothing is forbidden to you, unless God, and His Messenger, as well as Ali, and the next Imams forbid it. God, glory to Him in the highest, has stated to me all about permissible and the forbidden, and whatever lawful and unlawful that God has taught me in His Book, I have put it all in Ali’s disposal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. “O people! Prefer [the superiority of] Ali to others, for there is no knowledge that God has offered me, and then, I have offered it to Ali, the Leader of the believers – all knowledge of mine has been transferred to him. He is the ‘The clarifying Leader (Imam-e-Moabin)’; so doubtless that it is said in (Yaasin: 36/12), ‘Thus We have accounted, the knowledge of all things in the Exposing Book of Guidance!’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. O people! Never forget him, and do not deviate from his Leadership, and do not violate his guardianship. He is one, who guides you to path of Truth, and he himself does all what he discloses; he ruins lies, deceits, and he bars artifice. Never can the reproaches of who blame [annoy and bother, or] cease him in his way!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. He is the first man to believe in God, and to His right Messenger who believed was Ali; no one has ever beaten him ‘In His Doctrine’!&lt;br /&gt;It was he who put his soul in danger for the sake of Messenger, and he adored him. It was he who was always next to the Messenger of Almighty God, and prayed God along with Him – it was no one but Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. “Ali is the first man to establish prayer with me. I informed him of God’s Command that to lie on my bed, [on the Night of Immigration], so did he accepted to sacrifice his soul for me.&lt;br /&gt;‘Bid him I, to lie in bed of mine, the Night&lt;br /&gt;Threatened hazard me – he did with delight,&lt;br /&gt;He did sacrifice soul of his for me, and&lt;br /&gt;Away journeyed I, dim within, off the Land.’”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. “O people! Honor him greatly; for God Almighty has honored him – do accept the ‘Bid’, for the Almighty God has chosen him as the ‘Imam’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. O people! He has been picked as Imam by God; therefore, He does not accept the repentance of the deniers. It is the absolute God’s will on those opposing Truth. Beware of opposing him in ill-will, or you will be caught up by the Fire whose fuel is stones and stone-men that have been prepared for all faith-rejecters!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. O people! I swear to Almighty God that the bygone messengers have announced ‘Fact’, about my coming: now here, I am proof for the whole world – on the earth, and in the heavens. Accordingly who doubts about my rightfulness, he will be among the early ignorance. And one who doubts about my today’s percept, will doubt the entire ‘REVELATIONS’, and one who doubts about one of the Imams, he doubts not one of them but all! And the denier: i.e. those who doubt Us, will be dwelt within the Fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. O people! God has extremely honored me, and bestowed His immense favors upon me, and know that, ‘There is no deity but Him! And know that all praise, through all Eternity, and in all occasions belongs to Him only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. O people! Honor Ali, for he is indeed the best of men next to me among you, men and women! This will continue until the creatures exist on land and until God sends His provision to man! May one be damned, may damned thus! May one be buried in Wrath, in Divine Wrath: who refuses [listening to] my say, or agrees not with what I have just said.&lt;br /&gt;Know that Gabriel brought me this news of God, [saying]: "One who rises against Ali, and does not accept his Leadership, then, let My wrath, and My course fall upon that type. It is just for a man to see what [good or bad] he has forwarded for his tomorrow – Next Day. Thus, fear God, for by opposing Ali, lest your foot may slip after it is planted and found root! For indeed God is Aware of everything you do!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. O people! He is indeed the one next to God, and God has remarked about whom, in His Lofty Book, and He has stated about those who oppose him: ‘Alas! How negligence I was at neighborhood of Allah!’”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. “O people! Do deeply reflect on the Holy Qur'an, and try to catch the Verses’ sense and comprehend, then try to observe the even Verses of its, but do not dazzle at resembled Verses. By God! Whatever is deeply rooted in it, and the true meaning and the sense of its cannot be well explained to man, except by this man that I am holding his hand high; now I announce that: ‘Whomsoever I am master to, so is this Ali to him master!’&lt;br /&gt;And he is none but Ali, the son of Talib, my brother, my successor and my help, whose Leadership’s Decree, has been sent to me from God, Almighty:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. O people! It is obvious that Ali and my pure descendants born in this family represent the minor benefit, and the Qur'an represents major. Either of these two heralds, and relates to another, or they are in harmony with one another: they will not separate from each other until they come to me at ‘Koathar’, (on that Certain Day)! Let it be known that: they are the Trustees of God among His creatures, and are rulers by His Command on the earth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Thus, know that I have done my duty, and let it be known that I have conveyed the communiqué, and made you hear the truth, and brightened you about. Let it be known that it was God Word and I repeated it on His behalf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Thus, let it be known that except this brother of mine, no one can be called the ‘Lord of the Believers’, who is here [as] a brother with me. And let it be known that: after I am gone, the title of, ‘The Lord of the Believers’ is not allowed to be used by any one except for him!”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Then he added: “O people! Who is to you, in most privilege than you yourselves?”‌ They said, ‘It is God, and His prophet – you.’ So he said, “Now let it be known that, “Whosoever I am a master to, so is Ali his master.”‌ Then he added: “O Lord: please love those who love his Authority, and be the enemy to one who is his enemy. And assist one who helps him, but do not support one who holds him apart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. O people! This is Ali, [as] my brother, executor and so is he my [aide and] Knowledge keeper! And he is my successor for my people who, believe in me, and he is my successor who aided me in the interpretation of the Book of God, and he is the one who will invite people to that. He puts into practice whatever pleases God, and he makes war against the enemies of His. And he befriends those who believe in Him, and forbids the things outlawed by Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. It is he, who is the successor of the Messenger of God; the Lord of the Believers, and the Imam who guides [people] by the Command of God; and by His Command, he destroys those wicked who break their oaths, the vicious who turn away from goodness and righteousness – and those heretic who ran away from the religion!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. God Almighty States: ‘My Word of Promise never displaces.’”‌&lt;br /&gt;“O Lord! Thus I say according to Your Command: ‘O Lord! Love those who love this Ali, and be foe to them, who are the foes of Ali, assist those who enjoy assisting Ali and abase him who declines to help this Ali. Do curse whosoever disavows him, and send Your Wrath upon them!’”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. “O Lord! When You Yourself appointed Ali as the Guardian, You sent down this Verse about him and announced: ‘Today, I have perfected your religion for you, and I have completed my Blessing upon you, and I have approved Islam as Religion for you; (The Table: 5/3). And also You stated: “In fact, religion in sight of God is Islam, (The Family of Imran: 3/9); You also stated: “And whoever chooses any religion other than Islam, it will not be accepted from him, and in the Hereafter, he will be among the losers,’”‌ (The Family of Imran 3/85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. “O Lord! I take You as a Witness that I uttered people Your Command.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. “O people! God, glory to Him in the highest, has completed Religion with the Leadership of Ali. Thus, those who do not show their submission to him, and his successors, who are my progeny, and born from his lineage and are going to continue until the Day of Resurrection, their actions will become useless in this world and in the world to come. And they shall remain in the Eternal Flame, so that not a single torment will be reduced from them, and no delay is granted to them. (The Cow: 2/161)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. O people! This Ali is the most useful, and deserving, and the closest, as well is the dearest one to me! God Almighty and I are most pleased with him. Not a Verse of God's Satisfaction yet has been revealed, unless ‘he’ is the subject of it, and He did called out to the believers, unless ‘he’ was the first among to be called out! And there has been no Verse of praise unless Ali was meant. And in Chapter “(Man: 76/1), Hæl ætæ Illæl Ensؤپn, Has a period of time not come over man …)”‌ God has mentioned ‘heaven’ only for him; He has not revealed it or praised anyone but him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. ‘O people! He is the helper of the Religion of God,&lt;br /&gt;So is he the defender of the Messenger of God;&lt;br /&gt;He is the most pious, pure, and a sincere guide&lt;br /&gt;To the Straight Path, to God he will guide.&lt;br /&gt;Your Messenger is the best Messenger,&lt;br /&gt;And his executor is the best executor,&lt;br /&gt;So are his descendants the best executors!’”‌&lt;br /&gt;“O people! The descendants of every prophet continue with his discordance, but my breed yet will be perpetuated with Ali's descendants, who are the believers’ Leader [and Attendant]!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. O people! Indeed, with his jealousy, Satan chased away Adam from Paradise, thus, for God's sake, be not jealous of Ali, lest your deeds are rejected, and your steps slip. Adam was sent down to the earth for a single fault, while he was, in fact, the chosen one, by God; thus, how will it come to you? While you are no other than yourselves; and the enemies of God are also among you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Know that no one becomes Ali's enemy, but who is cruel, and no one accepts his Leadership but one who is prospers and pious, and no one, but a virtuous believes him. I swear to God that the Chapter of (wæl-æsr: 103/1-2) has been sent down in regard with Ali, [which goes as]: ‘In the name of Allah (Who’s) the most Merciful Bountiful!&lt;br /&gt;By the Era, (i.e.wæl-æsr), that man is indeed at a loss. Except for those, as Ali, who believes, and is first class.’”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. “O people! I took God as my Witness that I have delivered His Message to you, and “The duty and the mission of a Messenger is but to make known God's Messages and to proclaim them the things crystal clear! (The Spider: 29/18, The Light: 24/54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. O, people! Be heedful of God in such a way that He deserves, and try to be honorable Muslims and then die.”‌ (The Family of Imran: 3/102).&lt;br /&gt;47. “O people! Believe in God and believe in His Messenger and in the Glorious [Book] which has been sent down with him, (Haggling: 64/8), before We blot out the faces and turn them backwards; or curse them as We cursed the People of the Sabbath – [The Jews who were to act wittingly against God] (The Woman: 4/47).&lt;br /&gt;I swear to God that the true sense of this Verse is referred to a group of my companions whose names I know, but it is pity, I have been asked not to reveal their identity. Thus, behave you according to your hearts’ pleasure – whatever you feel: of love or hatred towards Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. O people! The Light, by God Almighty, is put inside me, and then inside Ali, and then inside his lineage, until Mahdi, the Upright, who shall demand the Divine Right as well our right. For God has put us as an irrefutable Proof, before those who are careless, and disprove us; who are throughout the world as: traitors, usurpers, sinners, tyrants, and oppressors!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. O people! I announce that I am God’s Messenger and before me, there were also other messengers. So, what if I should pass away, or be killed? Will you return backwards – turn on your heels? For one who turns backward, will not harm God, and God will reward those who are thankful and patient! (The Family of Imran: 3/144).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. And know that indeed Ali, and after him my progeny, all from his linage, are perfect and deserve being praised.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. O people! Do stop, and do not impress me the Islam you have embraced for your own, (The Chambers: 49/17), such action will indeed damage all your acts; and Almighty God will be annoyed with you. Then He will involve you in the Flame of Fire and the melted bronze, (The Mercy giving: 55/35), that is kept in store for you. For indeed God is on the look-out for you! (The Daybreak: 89/14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. O people! Soon after me, there will come to you some leaders, who will call you enter the Fire, then, on that Day of Judgment, there is no assistant to rise for their aid! (The Narration: 28/41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. O people! Know that both God and I detest such crowd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. O people! These men along with their disciples, and their companions and their followers, will be thrown in the lowest part of the Fire; see how horrible is the place of such proud! (The Bees: 16/29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Know that they are the followers of ‘Manuscript’, thus, now each of you should look at his own manuscript.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. O people! Now, I leave to you, [as documentation], the issue of the Leadership, and the succession, and its perpetuation in my lineage until the Day of Resurrection; I have passed on to you what I have been said to disclose, so that it becomes as a clear argument for those who are present and those who are absent; for those-who are here or not here-and those who are born, or even not born. Thus, those present today, should make this news known to those who are absent, that is, fathers [should tell it to] their sons, until the Day the Resurrection rises!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. But soon after I am gone, there will be some who shall unfairly take the Leadership by force, then replace it with Monarchy. May God damn the usurpers and those who take [the trusteeships] by force, but, of course, when, at that moment, God unleashes the infernal Fire, and melted bronze on you, the jinn and Mankind, you will not have a helper to be kind to you! (The Mercy giving; 55 / 31-35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. O people! God will not leave you on your own, except He has separated the pure from the impure; and God will not let you know of the ‘Unseen’, (The Family of Imran: 3/179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. O people! There shall remain not a single land, which has not been destroyed by God’s Will before the coming of the Resurrection Day, it is for the abjurations and the denials that their inhabitants will have pronounced, and their places will be under the government of his holiness Mahdi, and God Almighty fulfills His Promise!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. O people! Before your era, the most people of the older times went astray, and it was God’s will to destroy them all, and again it will be He Who will eliminate the on-coming generations. God Almighty, in His Book, has stated: ‘Did We not destroy the despots of the old? So shall We do with the later generations after them. Thus We deal with the men of errors. Ah! Woe that Day, to the Rejecters!’”‌ (The Emissaries: 77/19).&lt;br /&gt;61. “O people! God has stated me His exemption and restriction of certain things, and I also, by Divine Command, have ordained Ali the knowledge of it, and forbidden him [some things]. And [thus] the knowledge of ordaining and forbidding, remains with him; therefore, listen to his commands, so that to be safe, and obey him so as you may get on the course. Accept his Warning, so that to find the right direction, and walk on towards his ultimate destination! [Thus, beware] so as not to draw away from His Path into the diverted paths!”‌ (Livestock: 6/153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. “O people! I am the Straight Path of God, whom He has ordained you to follow; and after me, it is Ali, and then my discordance, who shall be the Leaders of the Guidance and will guide you to the righteousness and beauty.”‌&lt;br /&gt;Then the Messenger of God announced:&lt;br /&gt;‘In the name of Allah, (Who's) the most Merciful Bountiful&lt;br /&gt;Praise be to God only Lord of the worlds,&lt;br /&gt;The Source of Grace, Mercy, Fair, and the Force,&lt;br /&gt;Ruler of the Day when Repayments begin,&lt;br /&gt;Owner of the Day when the Decree’s given!&lt;br /&gt;Alone You we worship, You only the Wise,&lt;br /&gt;From You the Sublime we ask for the rise,&lt;br /&gt;Lead us into Direct Path of all the roads,&lt;br /&gt;The Path of the Right, for repayment, You chose,&lt;br /&gt;Not of those who were dishonored, neither those&lt;br /&gt;Disowned by Your anger; thrown off the course!’ (The Opening: 1-7).&lt;br /&gt;And then he continued:&lt;br /&gt;‘This Verse has been sent down regarding me, and the Imams are appointed and included in it. They are God’s Friends, and indeed they do not fear nor will they grieve! (Jonah: 10/62).&lt;br /&gt;Ah, of course the party of God is victorious! (The Heavenly Food: 5/56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Know that the enemies of the Imams are nothing but ignorant, who have been led astray from the Direct Path; they are the Demons’ allies, who bring nothing to people but bothering, insignificant and useless things, (Livestock: 6/112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. Know that God, in His Book, has expressed about the friends of the Imam, thus: ‘(O Prophet,) you find not a people believing in God, and the Last Day, yet showing love for those who oppose God, and His Messenger– even if they are their own fathers, sons, their brothers or anyone from their family connection. With such [people], God has engraved faith on their hearts. Assisted them with the spirit of His Own, and He will admit them into the gardens where streams flow by their trees, to live in [forever]. God will be pleased with them, and they are pleased with Him. They are the lovers of God. Ah! Victorious are the lovers of God!’ (The Pleading Woman: 58/22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Know that the friends of the Imams are those believers who have been described in the Qur’an, as: ‘Those who have believed and not cloaked their faith in transgressing will feel more secure and will be guided.’ (Livestock: 6/82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. “Know that their friends are those who have achieved firm faith, and they have never doubted. (The Chambers: 49/15).&lt;br /&gt;67. Know that the Imam’s friends are these who shall enter Paradise in peace, in great security, and the Angels will move humbly to their encounter to greet them thus: ‘Peace upon you! You are purified, so then enter forever into Paradise!’ (The Rocky Tract: 15/46).&lt;br /&gt;68. Know that Paradise is the reward of their friends, where they shall receive extra provision. (The Believer: 40/40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Know that their enemies will enter the Fire, (The Woman: 4/10),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. and will hear the moaning and groaning flames, while the infernal Flames roars and blazes; they will hear afflicting horrible cries. (The Kingdom: 67/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. Know that God has stated about their enemies, ‘Every time, when a nation enters the Fire, it will curse its own kind,’ as the Qur’an says, ‘Until when they have all caught up with one another, the last ones will say about the first ones: Lord, these (people) have misled us, so give them double chastisement from the Fire!’ [O Prophet,] say: ‘Each will have double, but you do not realize it.’ (The Heights: 7/38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Know that the enemies of the Imams are those about whom God has stated as this: ‘When a group of them is cast into Fire, the Hell keepers, will ask them: "Did a Warner not come to you?" They will reply: ‘yes indeed, a Warner came to us, but we denied any of them, saying: “God has not revealed you anything and you are in a gross error.’”‌ Then they say: ‘Had we listened to their advice and used our reason, we would have not been among the inhabitants of this Hell!’&lt;br /&gt;After confessing their sins, it will be said to them: ‘So away with the abiders of the blazing Fire!’ (The Kingdom: 67/8-11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. Know that their friends fear their Lord in secret, thus, there will be immense reward for them. (The Kingdom: 67/12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. O people! How great is the gap between the Fire, and the great reward!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. O people! God has damned and degraded our enemies but, He loves and praises our [close] friends.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. O people! Know that I am here to warn you, and Ali is the man who will guide you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;77. Know that, I am a Warner and Ali is a Guide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. O people! Know that I am a Messenger, and Ali is my immediate successor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. O people! Know that I am the Messenger, and Ali is, after I am gone, my successor, and the holy Imams following him, his descendants are all of them.&lt;br /&gt;And let it be known that I am their father, and they are Ali’s lineage, one after another!”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. “Know that the last Imam, Mahdi, the Upright, is from us,&lt;br /&gt;He shall dominate over the entire religions.&lt;br /&gt;Lo! As he shall take revenge from the oppressors, therefore,&lt;br /&gt;he is the victorious destroyer of the castles!&lt;br /&gt;Lo! He is the conqueror of all the-lack-of-religion, and their Guide!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. Lo! He takes revenge for blood shed from the men of God!&lt;br /&gt;Lo! He will assist the religion of God!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. Know that, upon great measure, he shall seize [the Divine Knowledge] from the deep sea!&lt;br /&gt;Know that! He shall reward every well-informed, by measure of his knowledge, and does so with the uninformed, by the measure of his ignorance!&lt;br /&gt;Lo! He is great, and has been chosen by God!&lt;br /&gt;Lo! He is the heir of all Knowledge, and he seizes upon all comprehension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. Know that he breaks the news from His God, and elevates the Divine Verses [in proud]!&lt;br /&gt;Know that he is upright and pride.&lt;br /&gt;Lo! It is he that the entire authorities have been given to.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84. Lo! All ‘bygones’ had foretold of his "Revelation".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. Lo! It is he who shall remain as an irrefutable Proof, for there will be, after him, not any proof. Faith and honesty, and light and glint are with him only.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86. Know that no one could defeat him, and those who are facing him, won’t be assisted.&lt;br /&gt;Know that! He is the representative of God on Earth, so is he the Judge among His creatures, and he is the Honest Trustee of His over the hidden and manifest.”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87. “O people! I have illuminated you of God’s Meaning, and made you comprehend everything, and after I am gone, it is Ali’s duty to make you know [how to do your duty].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88. Now, after my sermon is ended, I shall invite you, as a sign of your faithfulness, to shake my hand, then Ali’s hand, as a sign of surrendering to him and accepting his ‘Leadership’!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89. Know that I have sworn with God an allegiance and Ali has sworn with me an allegiance; and now, on behalf of God the Mighty, Majestic [Himself], I shall ask for your allegiance with Ali: “[O Messenger!] For sure, those who swear allegiance with you, in fact, they swear allegiance with God: God's Hand is above their hands; for any person, who breaks his oath, he does harm to his own soul; and anyone who fulfills his oath with God, he will be bestowed a great reward by God.’"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90. “O people! Pilgrimage to the House or visiting it is among God's religious rites; so let the pilgrims to Hajj or Umreh go round about them more. Anyone who voluntarily does some more good and decent deeds, God is indeed All-aware Appreciative. (The Cow: 2/158).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. O people! Set out for the Pilgrimage in the House of God! For no one would enter the God’s House, without becoming free of needs, and rejoicing; and no one would turn away from It, without becoming poor and abolished!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. O people! No believer shall stop at the Regions [of Arrafat-Mash'ar and Mina to fulfill the rites], unless God forgives his previous sins, but fate is that when his Pilgrimage, [Hajj], is completed, he makes a new start.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93. O people! Upon the Hajj pilgrims, the pilgrims are bestowed help, and they are compensated whatever they spend, for indeed, God does not waste away the reward of the virtuous!&lt;br /&gt;O people! Journey to visit the House of God as pilgrims, with a perfect faith, and with a great grasp and knowledge! And do not ever come back from such holy Land, unless feeling quite repentance [in heart], and promising to stop committing sins:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;94. O people! Perform prayer, and pay the due welfare tax, as God Almighty has ordained you to act; but if a long time has passed, and you have neglected or forgotten [them], then, Ali is your master, and he shall explain to you what to do. He is the very man that God Almighty has set up as His certain trustee after I am gone. He is from me, so am I from him.&lt;br /&gt;He, as well as all those who will come to the world from my lineage, will answer to all your needs, and will let you know whatever you do not know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95. Know that ‘the count of permissible and forbidden things’ is much more than I could reckon, and to present them to you in one single session: [but only know that] the permissible things are ordained to you, and the prohibited things are forbidden.&lt;br /&gt;Therefore, I have been commanded to take your allegiance, and that you swear it with me, and shake hands with me, so that what I have declared you about Ali, the Lord of the believers, on God's behalf, and his successors who will follow him. The ones who shall be coming from my lineage, but also from the ‘Leadership’ and his lineage; this Leadership is designated alone for them; and the last ‘Leader’ will be ‘His Holiness Mahdi’, until the Day he shall meet the Lord of the Providence and Fate!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96. O people! In regard with all permissible things I have guided you to follow, and the forbidden things that I have prohibited you, there is no change at all, nor have I ever transformed them to other detail. Remember it well, keep it in your mind, and talk about this subject, and give councils to one another about it and try not to change, nor transform it!&lt;br /&gt;I repeat what I have just told you: perform your prayer, and do pay the due welfare tax, encourage one another to do deeds which are good, and forbid whatever is forbidden and not good.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97. But let it be known that the greatest act of goodness is to understand deeply what I have just expressed, and to relay this to those who have not been present here today, and to invite them to accept this from me, and to forbid them to oppose or object to me! For, this is a Command coming from God Almighty, and from me; and no invitation to do good, nor any prohibition of unlawful deeds will be accomplished or done, unless with the presence of an innocent Imam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98. O people! The Holy Qur’an makes it known to you that the Imams, who shall come after Ali, will be his progeny descendants, as I told you before, they are Ali’s or my dependants – all are from him and I. For He has put it in His Book thus: ‘He assigned the creed of Leadership among those who will follow him,’ (The Ornament: 43/28). I have also said that as long as you seize these two, ‘the Imams and the Qur’an’ you shall you go astray!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. O people! Take care of your piety, [again] piety! And beware of the Hour of the Resurrection Day, as God Himself has said: ‘The Shaking of that awful Hour is a terrible thing’… (Pilgrimage: 22/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. Do remember the Death, and the Divine Balances, and ‘Reckoning’ in the presence of the Lord of the Reward, and Punishment! Whosoever brings good deeds with him, shall receive his share of Reward, and whosoever with him brings his sins, will not have any share [to enjoy] in Paradise.”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101. “O people! You are too many to shake hands with me now! On the other hand, my Lord has commanded me to receive your oath and "word”‌ regarding with Ali, Lord of believers, that I have declared; and about the Imams who shall come after him, as well those from my lineage and his lineage then – as I already defined it to you: they are my descendants, and are his lineage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102. Therefore, say it altogether: ‘We did indeed hear your word and obey thus, and we are quite pleased, and shall submit us to what you have made known to us, with respect from our Lord, and from your part, about this subject of Ali, the Lord of the believers, and the Imams who will be born from his ‘Breed’. We swear allegiance with you, with our hearts, souls, tongues and our hands that we will live with this belief, and leave this world with this belief, and so will we rise on the Day of Judgment!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And we will not change it, nor will we transform it; we will not have any doubt, nor will we deny it; we will not let doubts or hesitations enter our heart, nor will we turn away from this oath, or break our covenant regarding what you have advised us with the Divine Preaching, Ali, Lord of the believers, and the Imams who will come after him; Hassan and Hussein; and the ones whom God has appointed to come after them.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, a pledge and a covenant have been taken from us, and we have done it with our hearts, souls, tongues, minds and hands. Then, one who was able, pledged by shaking hands, but if not, with his tongue. And never shall we change this oath, or God may not Witness any transformation from us...! We shall make this news from you known to all those who are [either] close to us, or far from us: to our kids and relatives; and we shall take God as our Witness! And God is Sufficient in this evidence, and you are, in this oath, our witness.’”‌&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103. “O people, what do you say now? God indeed hears every single call, and is aware of any hidden thought going on in your minds! Thus, whosoever receives guidance, it is for his benefit, and whosoever goes astray, it is only to his deficit. (The Throngs: 39/41).&lt;br /&gt;And those who swear allegiance to you, they swear allegiance to God, for God's hand rests above their hands, (The Victory: 48/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104. O people, now, swear allegiance with God, and swear so with me; and swear allegiance with Ali, the Lord of the believers, and do swear allegiance with Hassan and Hussein, as well with the Imams who will surely follow them – those who hold ceaseless commands in this world and the world to come.&lt;br /&gt;God certainly destroys those who tread on their oath, but He bestows His Grace upon those who are loyal and true. Therefore, one who breaks his oath, he abuses his soul, but one who fulfills his oath with God, God bestows on him a great Reward [of His]! (The Victory: 48/10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105. O people! Repeat what I have told you to do, and greet Ali, as a great man who is ‘The Lord of the believers’, and confess: ‘We heard and obeyed! O our Lord, so, we beg Your Forgiveness, and our return is toward You!’ (The Cow: a part of 285).&lt;br /&gt;And say: “All praise is to God Who led us to this; or else, we would never have been guided if God had not led us on. Surely the messengers brought (us) the Truth.”‌… (The Heights: 7/43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106. O people! The virtues of Ali, the Son of Talib, with God Almighty, Who has counted in the Holy Qur’an, are in certainly too many for me to cite them to you in this gathering! So, you should approve and confirm those who ground you of these qualities, and have the grasp of them!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;107. O people! Whoever obeys God and His Messenger, and Ali, and the Imams, whom I have mentioned to you earlier, will achieve the greatest salvation! (The Coalition: 33/71).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108. O people! Those who anticipate, [being the first candidate], to swear him allegiance and to accept his Guardianship, and to greet him as the ‘Lord of the Believers’, will attain Salvation, and will dwell in the Gardens of Blessings!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109. O people! Say such a word that it satisfies God, for even if you, and all dwellers on the Earth, become unbelievers, no harm approaches God.&lt;br /&gt;110. O God! Forgive those believers who believe in what I have commanded them to! And be wrathful against all those who deny, and the heretic sinners and:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praise belongs to the Lord of all beings!”‌&lt;br /&gt;In the quarter of the Masculine Proper,&lt;br /&gt;Amid the rain of affection and favor,&lt;br /&gt;There is no way to the immoral,&lt;br /&gt;But only to the Reverent and Moral!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Source: khetabeghadir.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-3281711537172621696?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/3281711537172621696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/closing-sermon-of-gods-prophet-on-pond.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3281711537172621696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3281711537172621696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/closing-sermon-of-gods-prophet-on-pond.html' title='The Closing Sermon of God&apos;s Prophet on the pond of Khome'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-hmwWZOfGPqg/Tr8t0jRRZuI/AAAAAAAABFY/Xc2CSnYwATM/s72-c/closing%2BALI.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-5267816749605387845</id><published>2011-11-10T13:04:00.002+07:00</published><updated>2011-11-10T14:23:20.362+07:00</updated><title type='text'>PALESTINA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3W_ou7BuRV4/Trtp9GWpZvI/AAAAAAAABFA/m3K8i6Rr4Zs/s1600/Photo0089.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3W_ou7BuRV4/Trtp9GWpZvI/AAAAAAAABFA/m3K8i6Rr4Zs/s200/Photo0089.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5673244654001809138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berita tentang mu, tak kunjung berhenti...kian hari kian men dahsyat..&lt;br /&gt;Zionist propaganda media tak membiarkannya tersiar...&lt;br /&gt;Seperti kau tahu, hampir seluruh media di penjuru bumi di kuasai musuh..&lt;br /&gt;Sungguh tak mudah untuk mendengar jeritan saudara-saudara ku disana...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di negeri yang tlah di klaim musuh adalah tanah warisan nenek moyangnya...&lt;br /&gt;Di negeri yang para utusan-NYA pernah menginjakan kaki-kaki suci mereka...&lt;br /&gt;Di negeri yang agama Ibrahimik terukir dalam sejarah dan mewariskan tempat-tempat suci...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Monopoli musuh atas klaim tak berdasar atas tanah Palestina, jelas tunjukan kurangnya akal mereka&lt;br /&gt;Politik apartheid , rasisme, dan pembersihan etnik bangsa Palestina adalah suatu kejahatan besar dan terencana&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dunia dibuat diam oleh taktik musuh ...&lt;br /&gt;Media di kuasainya agar dunia tak mendengar...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya segelintir manusia yang terus menerus berusaha untuk terus mendengar....&lt;br /&gt;Walau harus menerjang segala badai halangan dan tantangan....&lt;br /&gt;Seorang wali-NYA keturunan nabi-NYA tlah berani menentang tantangan...&lt;br /&gt;Menyuarakan suara yang tak terdengar.....suara kaum mustadafin....menyuruh kaum muslim untuk bersatu..&lt;br /&gt;Suarakan jeritan derita saudara-saudara mu di Palestina....pada hari terakhir Jumat bulan suci Ramadhan...&lt;br /&gt;Bersatulah kaum muslimin....rapatkan barisan.....bersatu kita teguh...melawan hegemoni kejahatan kaum minoritas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masihkah kau tuli untuk mendengar?...&lt;br /&gt;Masihkah kau berlagak tak peduli akan saudaramu disana?....&lt;br /&gt;Masihkah kau mencibir orang-orang yang kau sebut tak beriman akan kepedulian mereka pada bangsa &amp; tanah Palestina?....&lt;br /&gt;Tak malukah kau hanya duduk dan berdiam dan tak berbuat apa-apa untuk mereka?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oh Tuhan Alam Semesta...jangan biarakan kami terus bebal akan seruan-MU&lt;br /&gt;Oh Tuhan Muhammad...jangan biarkan anggota tubuh kami tak bergerak sementara panggilan-MU begitu keras&lt;br /&gt;Oh Tuhan Kaum Tertindas...sampaikan salam kami pada kekasih-MU Muhammad &amp; keluarga sucinya ..dan berikan kami kekuatan untuk bangkit &amp; peduli akan kaum tertindas dan berbuat .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tolong Ya Rabb al alamin....jangan KAU siksa kami karena kelalaian kami akan ke tak peduli derita saudara-saudara kami disana...&lt;br /&gt;Tolonglah wahai anak-anak tak berdosa Palestina....jangan adukan kami pada-NYA ketika kami nanti di bangkitkan, ketika kekasih-NYA Muhammad &amp; keluarga suci nya akan bersaksi untuk kami....tolonglah...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya...jertian-NYA terus memanggil....kami datang....kami datang....saudaraku...bangsa terhormat PALESTINA&lt;br /&gt;kami akan datang......dengan izin-NYA kami akan datang....&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;* hakima rachman for Palestine&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-5267816749605387845?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/5267816749605387845/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/jeritan-nya-terus-memanggil.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5267816749605387845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5267816749605387845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/jeritan-nya-terus-memanggil.html' title='PALESTINA'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3W_ou7BuRV4/Trtp9GWpZvI/AAAAAAAABFA/m3K8i6Rr4Zs/s72-c/Photo0089.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-5659804701737804384</id><published>2011-11-08T13:30:00.001+07:00</published><updated>2011-11-08T14:00:08.889+07:00</updated><title type='text'>Hajj: A Time for Unity of Muslims</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-rmi7sUWtUkk/TrjTT6E4-CI/AAAAAAAABE0/RwRjgCSq8QY/s1600/islamic%2Bunity.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-rmi7sUWtUkk/TrjTT6E4-CI/AAAAAAAABE0/RwRjgCSq8QY/s200/islamic%2Bunity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672516069633882146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 22px; background-color: rgb(255, 255, 255); "  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;It is the season of the Hajj pilgrimage and masses of Muslims have gathered around in Mecca. Hundreds of thousands of pilgrims to the symbolic House of God, whether men or women, white, black, yellow, and, rich or poor and from different races and holding various nationalities have come to the Holy Ka’ba to perform the obligation of Hajj.Allahomma Labbaik is being chanted by the faithful. It means “Here I am O God.” This is a magnificent display of the solidarity of the Islamic Ummah. But have the followers of Prophet Mohammad (blessings of Allah upon him and his progeny) succeeded in benefiting from this politico-religious rituals in resolving the problems of the Islamic world, as emphasized by God Almighty in the Holy Qur’an in Ayah 97 of Surah Maidah :“Allah has made the Ka’ba, the Sacred House, a maintenance for the people, and the sacred month and the offerings and the sacrificial animals with garlands; this is that you may know that Allah knows whatever is in the heavens and whatever is in the earth, and that Allah is the Knower of all things.”Today the Islamic world is facing increasing problems the resolving of which requires unity of Muslims. Parallel to the growth of Islam in the world and a rise in the awareness of Muslims in the recent years, the western governments have increased their attacks against Muslims. These governments blame Muslims for every incident such as the suspicious events that rocked New York and Washington on September 11, 2001. The US and the British have attacked and occupied Afghanistan and Iraq under various pretexts. By occupying Iraq the White House attempts to loot the national resources of this country, the oil in particular. Of course, America has not sufficed to the occupation of Iraq and it pressures and threatens the other Islamic states that are not in line with the expansionist policies of Washington. Meanwhile, the White House officials by citing the plan of the Great Middle East are seeking to mould the Middle East states in political, cultural and economic terms according to their interests and as they desire. The Leader of the Islamic Revolution, Ayatollah Seyed Ali Khamenei regarding the so called Greater Middle East Plan of the US, says: "Actually this plan is aimed at totalizing all the profits existing in the Middle East for the power-seeking arrogance of America." They are not content with the influence and the hegemony they have but they want an absolute one. The Great Middle East Plan can be considered part of the western globalization under which the western governments intend to impose their decadent values on the third world in the name of democracy.Among the other threats against the Islamic world is the spectacular rise in the anti-Islamic propaganda by the western media. The propaganda is presented in the form of films, books, news reports and even games through the TV, radio, newspaper, video and the Internet. Thus, in the recent few years, the unfounded charges against Islam and Muslims have increased intentionally. On the other hand, the Muslims in western countries are pressured and harassed to give up their beliefs. The example of these measures can be seen clearly  in America, France and Germany. The problem of occupation of Palestine is a deep and heart-rending wound. The Zionists backed by the west, America in particular, are engaged in killing Palestinians. Every day a number of Palestinians are martyred and wounded and their homes are razed to the ground.In view of these problems and hardships, the Muslim world ought to properly recognize and fulfill its responsibilities. Actually, one of the causes why the western colonialists dominated over the Islamic states is the discord among Muslims. If the Muslims unite they can drive the domineering enemies out of the Islamic lands.Certainly, the unity of Muslims will be materialized once they comprehend its need. Unity is possible only through awareness, Islamic vigilance and recognition of the enemy. Muslims should properly understand the tricks of the enemies and should have precise information of their own facilities to counter them. According to experts most of the present day problems of Muslims stem from their distance from the life-inspiring teachings of Islam. Hence, the Islamic Ummah should become conscious of the useful solutions of Islam for the progress of the society and turn to the meaningful and justice-seeking values of Islam and shape its unity around this axis. If such an auspicious unity is shaped in the Islamic world, the Islamic states in view of the plentiful resources, the strategic location and the massive population will appear as a great power on the international scene. In this way the great Hajj pilgrimage is an appropriate opportunity for embarking on the issues of the Islamic world. The least effect of this great gathering is the awareness of Muslim thinkers and observers of the real situation of the Islamic states. During the Hajj, the Muslims can hear the real news of their countries from their Palestinian, Iraqi, Iranian, Turkish and Indonesian Muslims and embark on exchanging views. The pilgrims to the House of God can also benefit from the millions-strong presence of Muslims in Hajj and talk about countering the dangers threatening the Islamic world. We conclude today’s edition with a statement from Ayatollah Khamenei regarding deliverance from unbelievers. He says:"The holy Qur’an invites all Muslims to express disavowal of the idols and the infidels. Undoubtedly, today the arrogant powers especially Satanic power of America and the corruption it imposes on Muslim states, is the biggest idol and should be properly confronted.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 22px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: Tahoma; font-size: 11px; margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; line-height: 22px; text-align: justify; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt; &lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-5659804701737804384?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/5659804701737804384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/hajj-time-for-unity-of-muslims.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5659804701737804384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/5659804701737804384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/11/hajj-time-for-unity-of-muslims.html' title='Hajj: A Time for Unity of Muslims'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-rmi7sUWtUkk/TrjTT6E4-CI/AAAAAAAABE0/RwRjgCSq8QY/s72-c/islamic%2Bunity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-3910652890783088963</id><published>2011-10-31T01:22:00.000+07:00</published><updated>2011-10-31T01:22:37.678+07:00</updated><title type='text'>Global March to Jerusalem supported by Association of free cyber activists</title><content type='html'>&lt;a href="http://unified-ummah.com/?a=content.id&amp;amp;id=3040#.Tq2V4BWxSCA.blogger"&gt;Global March to Jerusalem supported by Association of free cyber activists&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-3910652890783088963?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://unified-ummah.com/?a=content.id&amp;id=3040#.Tq2V4BWxSCA.blogger' title='Global March to Jerusalem supported by Association of free cyber activists'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/3910652890783088963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/global-march-to-jerusalem-supported-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3910652890783088963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3910652890783088963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/global-march-to-jerusalem-supported-by.html' title='Global March to Jerusalem supported by Association of free cyber activists'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1681839267127800807</id><published>2011-10-28T19:43:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T19:43:52.771+07:00</updated><title type='text'>Islam Times - The End of the American Era</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdciy3azqt1auq2.ilct.html"&gt;Islam Times - The End of the American Era&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1681839267127800807?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamtimes.org/vdciy3azqt1auq2.ilct.html' title='Islam Times - The End of the American Era'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1681839267127800807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/islam-times-end-of-american-era.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1681839267127800807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1681839267127800807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/islam-times-end-of-american-era.html' title='Islam Times - The End of the American Era'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-6615504202044805731</id><published>2011-10-26T00:06:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T00:06:03.499+07:00</updated><title type='text'>Islam Times - Kedutaan Amerika dan 17.000 Orang Antek Berbakat di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdccp4qs02bqxi8.5fa2.html"&gt;Islam Times - Kedutaan Amerika dan 17.000 Orang Antek Berbakat di Indonesia&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-6615504202044805731?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamtimes.org/vdccp4qs02bqxi8.5fa2.html' title='Islam Times - Kedutaan Amerika dan 17.000 Orang Antek Berbakat di Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/6615504202044805731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/islam-times-kedutaan-amerika-dan-17000.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6615504202044805731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6615504202044805731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/islam-times-kedutaan-amerika-dan-17000.html' title='Islam Times - Kedutaan Amerika dan 17.000 Orang Antek Berbakat di Indonesia'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4925941099122910249</id><published>2011-10-23T20:09:00.006+07:00</published><updated>2011-10-23T20:55:02.584+07:00</updated><title type='text'>Free Cyber Activists to support global march to Jerusalem</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-H4iIXXiSbbY/TqQT4a76A7I/AAAAAAAABEc/3RcTdCRn8_A/s1600/cyber%2Bladies.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-H4iIXXiSbbY/TqQT4a76A7I/AAAAAAAABEc/3RcTdCRn8_A/s200/cyber%2Bladies.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666676091163116466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: Tahoma; font-size: 11px; line-height: 14px; background-color: rgb(242, 242, 242); "&gt;&lt;table style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; width: 1000px; margin-top: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); direction: rtl; "&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 24px; "&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; background-color: rgb(242, 242, 242); "&gt;&lt;table style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; width: 1000px; margin-top: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); direction: rtl; "&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;td style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" align="right" style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; width: 760px; direction: ltr; "&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;td style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;table align="right" style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; text-align: right; direction: ltr; "&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; background-color: rgb(242, 242, 242); "&gt;&lt;table style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; width: 1000px; margin-top: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); direction: rtl; "&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(3, 56, 93); font-weight: bold; line-height: 20px; background-color: rgb(255, 255, 255); "  &gt;Tehran, Oct 22, IRNA - The Global March to Jerusalem (GMJ) planned for March next year got boost a few days before, when newly formed “International Association of free cyber activists” declared full support for the march&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: arial; font-size: x-small; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 51, 51); line-height: 14px; background-color: rgb(242, 242, 242); "&gt;&lt;table style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; width: 1000px; margin-top: 0px; background-color: rgb(255, 255, 255); direction: rtl; "&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;td style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; "&gt;&lt;td style="vertical-align: top; margin-right: 0px; color: rgb(0, 0, 0); margin-bottom: 0px; text-align: right; direction: ltr; "&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;The group vowed to mobilise its members and their networks to make the march a success.&lt;br /&gt;The association was formed at the end of a summit held on the sideline of International Digital Media Fair, Tehran 9th to 15th Oct 2011. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;More than 50 cyber activists from Italy, France, Australia, Chili, Cuba, India, Pakistan, Indonesia, Norway, Turkey, Palestine, Lebanon, UAE,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; Bosnia and UK participated in the work of the summit.&lt;br /&gt;The summit, which was organized by International Union of Unified Ummah, concluded work by adopting a decison to form the association &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;to coordinate activities of free cyber activists around the world in resisting opression, marginalisation and socio-economic injusticies.&lt;br /&gt;“The asssociaiton members declared their full support for the Global March to Jerusalem (GMJ)” Said Jamal Daoud, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;the interim Secretary of the association. “The founding members expressed their deep concerns about the situation in the holy city and&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; the Israeli authorities actions to change its demography”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The association members disscused in the last day of the summit ways to raise awareness about the situation in the occupied Palestine&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; and explored ways to support the Palestinians in their struggle for freedom and independence. They also discussed ways to actively &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;participate in the GMJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The members discussed the best practical ways to actively participate in the march. These could include mobilising cyber networks, produce films&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; and clips about the issue and post them on internet and organising forums and exhibitions to encourage people to participate”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The march is already attracting the support of many organisations and activists’ groups. While expecting many obstacles in achieving the goals,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; the groups are highly enthusiastic to expose the brutal nature of Israeli occupation of Palestine and the international community’s hypocrisy &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;on this issue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The group members noted that the Israeli occupation and brutality were going on for more than 63 years without any menaingful measures &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;to end them.The members believe that it is the time that international activists and freedom-loving people unite to condemn Israeli&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 28px; text-align: left; color: rgb(51, 51, 51); margin-top: 0px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; atrocities and demand these atrocities end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The founding committe is due to meet in two months time to finalise detailed documents and steps to achieve declared objectives.&lt;br /&gt;**1424&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-weight: bold; line-height: 18px; text-align: left; color: rgb(128, 0, 0); margin-top: 20px; margin-right: 15px; margin-bottom: 0px; margin-left: 2px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;Islamic Republic News Agency/IRNA NewsCode: 30624514&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4925941099122910249?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4925941099122910249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/free-cyber-activists-to-support-global.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4925941099122910249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4925941099122910249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/free-cyber-activists-to-support-global.html' title='Free Cyber Activists to support global march to Jerusalem'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-H4iIXXiSbbY/TqQT4a76A7I/AAAAAAAABEc/3RcTdCRn8_A/s72-c/cyber%2Bladies.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-8926893975105215376</id><published>2011-10-04T07:37:00.005+07:00</published><updated>2011-10-04T07:56:49.006+07:00</updated><title type='text'>Pidato lengkap pemimpin tertinggi Republik Islam Iran pada pembukaan Konfrensi International ke 5 Palestina Intifada</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-I2mIHAbSBlQ/TopX5YyGWtI/AAAAAAAABEU/dhmzt-R35o4/s1600/supremeleader.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-I2mIHAbSBlQ/TopX5YyGWtI/AAAAAAAABEU/dhmzt-R35o4/s200/supremeleader.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659432525161192146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 16px; background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 5px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; word-wrap: break-word; "&gt;&lt;span class="messageBody translationEligibleUserMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;div id="id_4e8a515066bf04201451260" class="text_exposed_root text_exposed" style="display: inline; "&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_show" style="display: inline; "&gt;Assalamu'alaikum wa rahmatullah&lt;br /&gt;الحمدلله رب‌ العالمين و الصلاة و السلام علي سيدنا محمد و آله الطاهرين و صحبه المنتجبين و علی من تبعهم باحسانٍ الي يوم الدين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الله الحكيم: أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُون َبِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ الله عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ. الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللهِ كَثِيرًا وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar kecuali karena mereka berkata, ‘Tuhan kami hanyalah Allah' dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-geraja rumah ibadah Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (Q.S. al-Hajj: 39-40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ucapkan selamat datang kepada para tamu undangan dan hadirin yang terhormat. Di antara isu-isu yang layak disorot dan dibahas oleh para tokoh agama dan politik dari seluruh penjuru Dunia Islam adalah isu Palestina yang punya keistimewaan menonjol. Palestina adalah tema paling utama di antara sekian permasalahan yang dihadapi secara bersama oleh negara-negara Islam. Ada beberapa keistimewaan pada masalah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, permasalahan ini menyangkut sebuah negeri Islam yang telah dirampas dari para pemiliknya dan diberikan kepada orang-orang asing yang didatangkan ke sana untuk membentuk sebuah masyarakat yang ilegal dan palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ini terus menerus diwarnai dengan pembantaian, kejahatan, kezaliman dan pelecehan yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kiblat pertama umat Islam dan banyak situs agama yang dihormati di negeri itu menjadi sasaran ancaman penghancuran, penistaan dan pelenyapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, rezim dan masyarakat palsu yang dibentuk di wilayah Dunia Islam yang paling vital ini sejak awal hingga kini memainkan peran sebagai pangkalan militer, keamanan dan politik untuk kepentingan negara-negara arogan dan imperialis Barat -yang dengan berbagai alasan- memusuhi persatuan, kehormatan dan kemajuan negara-negara Islam yang menggunakannya sebagai belati untuk menikam umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, zionisme yang merupakan ancaman besar bagi etika, politik, dan ekonomi masyarakat manusia menjadikan negeri ini sebagai pijakan kaki dan alat untuk memperluas pengaruh dan hegemoninya di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin-poin lain yang bisa ditambahkannya di sini adalah, kerugian besar baik secara finansial maupun jiwa yang harus ditanggung oleh negara-negara Islam sampai saat ini, terusiknya perhatian negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim, derita yang dipikul oleh jutaan pengungsi Palestina yang sebagian besar masih tinggal di kamp-kamp pengungsian setelah berlalunya enam dekade, terputusnya sejarah satu kutub peradaban yang penting bagi Dunia Islam, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, seiring dengan faktor-faktor tadi, terjadi sebuah fenomena yang krusial yaitu gerakan kebangkitan Islam yang menyelimuti seluruh kawasan dan membuka lembaran baru yang menentukan bagi nasib umat Islam. Tak syak, gerakan agung ini akan berujung pada terbentuknya sebuah komunitas Islami yang kuat, maju dan kompak di kawasan yang vital di dunia ini. Berkat inayah Allah dan tekad kuat mereka yang terlibat dalam gerakan ini, fenomena yang akan mengakhiri masa ketertinggalan, kelemahan dan kehinaan bangsa-bangsa Muslim ini akan mencurahkan sebagian besar energi dan semangatnya untuk menindaklanjuti isu Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari satu sisi, kezaliman dan arogansi rezim Zionis Israel yang terus meningkat serta sikap sejumlah penguasa despotik, korup dan antek Amerika dengannya, dan di sisi lain, munculnya geliat perlawanan gigih Palestina dan Lebanon bersama kemenangan bak mukjizat yang berhasil diraih oleh para pemuda mukmin dalam perang 33 hari di Lebanon dan 22 hari di Gaza, merupakan bagian dari faktor-faktor penting yang memicu munculnya gelombang arus di tengah samudera bangsa Mesir, Tunisia, Libya dan negara-negara regional lainnya yang sepintas nampak tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah satu realita bahwa rezim Zionis yang bersenjata lengkap dan mengklaim diri sebagai kekuatan yang tak terkalahkan ternyata menelan kekalahan telak dan menyakitkan saat menghadapi para pejuang Mukmin dan pemberani dalam perang Lebanon yang tak seimbang. Setelah itu, rezim yang sama unjuk kekuatan dan kembali gagal ketika berhadapan dengan perlawanan Gaza yang gigih dan mazlum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta tadi sudah semestinya diperhatikan dengan baik dalam menganalisa kondisi kawasan saat ini, sekaligus menjadi parameter dalam setiap pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, sangat tepat jika dikatakan bahwa isu Palestina saat ini merupakan isu yang sangat penting dan prioritas. Dengan kondisi kawasan ini, rakyat Palestina tentunya berhak untuk berharap banyak dari negara-negara Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita tengok masa lalu dan masa kini untuk menyusun peta jalan bagi masa depan. Di sini saya akan memaparkan beberapa poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lebih dari enam dekade berlalu sejak terjadinya peristiwa tragis perampasan Palestina. Faktor-faktor utama yang melahirkan tragedi berdarah ini sudah diketahui. Faktor paling utamanya adalah pemerintahan imperialis Inggris yang dengan politik, senjata, personil militer, keamanan, ekonomi dan budaya, lalu negara-negara imperialis lainnya dari Barat dan Timur ikut membantu terjadinya kezaliman besar ini. Rakyat Palestina yang tak berdaya dibantai oleh para penjajah yang tak berperasaan dan diusir dari rumah dan kampung halaman mereka. Hingga saat ini, gambar seni media dan visualisasi dari tragedi kemanusiaan dan peradaban ini yang dilakukan oleh para pengklaim peradaban dan etika di zaman itu tak lebih dari satu persen dari fakta yang sebenarnya, karena memang tidak diinginkan dan diizinkan oleh para pemilik utama seni visual, cinema, dan televisi serta mafia perfilman Barat. Satu bangsa dibantai secara massal, diasingkan dan diusir dari rumah mereka dalam keheningan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan yang ada di masa-masa itu ditumpas besar-besaran dan dengan cara sadis. Dari luar wilayah Palestina, para pejuang yang umumnya datang dari Mesir telah melakukan banyak usaha dengan dorongan semangat keislaman. Namun usaha mereka tak banyak membuahkan hasil karena tidak mendapat dukungan yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba masa perang terbuka dan klasik antara sejumlah negara Arab melawan tentara Zionis. Mesir, Suriah dan Jordania mengerahkan pasukan masing-masing. Namun, bantuan militer, logistik dan finansial dari AS, Inggris dan Prancis yang mengalir semakin deras kepada rezim pendudukan telah melumpuhkan pasukan Arab. Mereka tak hanya gagal membantu rakyat Palestina tapi bahkan kehilangan sebagian wilayah dalam perang-perang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kian nampaknya kelemahan negara-negara Arab yang bertetangga dengan Palestina, regu-regu perlawanan bersenjata Palestina menemukan bentuknya yang terorganisir. Beberapa waktu setelah itu lahirlah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pijaran fenomena ini memunculkan harapan. Namun tak berapa lama harapan itupun luntur. Bisa dikata bahwa kegagalan ini terjadi karena banyak faktor. Hanya saja, faktor paling utama adalah karena gerakan itu telah menjauh dari masyarakat, kepercayaan dan keimanan rakyat kepada Islam. Ideologi kiri atau nasionalisme murni bukanlah isu yang mendesak bagi masalah Palestina yang pelik ini. Yang dapat mendorong satu bangsa untuk terjun ke medan perjuangan dan memberi mereka kekuatan yang tak terkalahkan hanyalah Islam, jihad dan kesyahidan. Mereka tak memahami masalah ini dengan baik. Beberapa bulan setelah kemenangan revolusi Islam, ketika para pemimpin PLO menemukan semangat baru dan sering berkunjung ke Tehran, kepada salah seorang tokoh organisasi ini saya bertanya, "Mengapa kalian tidak mengusung bendera Islam dalam perjuangan kalian yang sah ini?" Dia menjawab, "Di antara kita ada yang beragama Kristen." Di kemudian hari, orang tersebut tewas dalam insiden teror yang dilakukan orang-orang Zionis di salah satu negara Arab. Insya Allah dia memperoleh ampunan dari Allah. Tetapi argumentasi yang dia sampaikan tidak sempurna dan tidak benar. Menurut hemat saya, seorang pejuang Kristen yang beriman akan merasa lebih tenang berperang di sisi komunitas pejuang yang tulus, beriman kepada Allah dan hari kiamat dan berharap pertolongan Ilahi serta didukung secara materi dan spiritual oleh masyarakat, ketimbang berjuang bersama kelompok yang tidak beriman dan hanya mengandalkan emosi yang tak menentu serta jauh dari dukungan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak adanya keimanan agama yang kuat dan keterjauhan dari rakyat secara perlahan telah melemahkan mereka. Memang, di antara mereka ada sekelompok orang yang terhormat, penuh semangat dan peduli. Tapi komunitas dan organisasi berjalan ke arah yang lain. Penyimpangan mereka telah menjadi pukulan bagi masalah Palestina dan pukulan itu masih terus berlangsung. Sama seperti sejumlah rezim Arab pengkhianat, mereka juga telah mencampakkan cita-cita perjuangan muqawamah yang merupakan satu-satunya jalan keselamatan bagi Palestina. Tentunya bukan hanya terhadap Palestina, mereka juga telah memukul diri sendiri dengan pukulan telak. Seperti yang dikatakan oleh penyair Kristen Arab;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لئن اضعتم فلسطيناً فعيشكم&lt;br /&gt;طول الحياة مضاضات و آلامٌ&lt;br /&gt;"Jika mencampakkan Palestina, maka sepanjang hidup kalian akan menderita kepedihan dan rasa sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah 32 tahun berlalu seperti ini sejak terjadinya peristiwa Nakbah... Tapi mendadak tangan Ilahi yang Maha Kuat membalik lembaran. Kemenangan revolusi Islam di Iran tahun 1979 telah mengubah kondisi di kawasan dan membuka lembaran baru. Di antara pengaruh besar revolusi Islam ini di dunia dan tamparan kerasnya terhadap kebijakan arogansi adalah pukulan telak yang dilayangkannya lebih cepat dan lebih nampak menyasar ke arah rezim Zionis. Pernyataan para pemimpin Zionis saat itu sangat menarik dan menunjukkan kondisi, kekelaman dan kegalauan mereka. Di pekan-pekan pertama kemenangan revolusi, Kedutaan Besar Israel di Tehran ditutup dan seluruh pegawainya diusir. Secara resmi, kedutaan itu diserahkan kepada perwakilan PLO dan sampai sekarang masih mereka gunakan. Imam Khomeini mengumumkan bahwa salah satu cita-cita revolusi ini adalah pembebasan Palestina dan pelenyapan kanker ganas Israel. Gelombang kuat revolusi ini yang saat itu memenuhi seluruh penjuru dunia membawa pesan, ‘Palestina harus bebas'. Kesulitan bertubi dan besar yang ditimpakan musuh-musuh revolusi terhadap pemerintahan Republik Islam Iran yang salah satunya adalah perang yang dipaksakan rezim Saddam Hossein selama delapan tahun dengan provokasi AS dan Inggris serta dukungan rezim-rezim reaksionir Arab tak mampu memadamkan tekad Republik Islam Iran untuk membela Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian darah segar kembali mengaliri urat-urat Palestina. Kelompok-kelompok pejuang Muslim Palestina pun bermunculan. Di Lebanon, muqawamah membuka front yang kuat dan baru melawan musuh dan para pendukungnya. Palestina pun tak lagi menumpukan harap kepada negara-negara Arab dan lembaga-lembaga dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang notabene ikut andil dalam kejahatan negara-negara arogan, akan tetapi mengandalkan potensi diri sendiri, para pemudanya, keimanan mendalam kepada Islam dan pria maupun wanitanya yang siap berkorban. Inilah kunci dari semua keberhasilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga puluh tahun proses ini terus berkembang dan meningkat. Kekalahan pahit rezim Zionis Israel di Lebanon tahun 2006 lalu kegagalan pasukan Zionis yang congkak di Gaza tahun 2008, larinya Zionis dari Lebanon selatan dan mundurnya mereka dari Gaza, terbentuknya pemerintahan muqawamah di Gaza, dan secara singkat, berubahnya bangsa Palestina dari komunitas manusia-manusia yang lemah dan pesimis menjadi bangsa yang penuh harap, pejuang dan percaya diri adalah fenomena yang menonjol dalam tiga puluh tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran umum dan sepintas ini akan sempurna jika gerakan damai dan pengkhinatan yang bertujuan memadamkan muqawamah dan meraih pengakuan dari kelompok-kelompok Palestina dan rezim-rezim Arab terhadap legalitas eksistensi Israel dilihat dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan ini yang pertama kali dilakukan oleh seorang pengkhianat dan bejat yang duduk di posisi penerus Gamal Abdel Nasser dengan menandatangani perjanjian Camp David yang memalukan, selalu berusaha menggembosi tekad kuat muqawamah. Melalui perjanjian Camp David untuk pertama kalinya satu rezim Arab secara resmi mengakui negeri Islam bernama Palestina sebagai tanah air bagi orang-orang Zionis. Dalam perjanjian itu, ditandatangani suatu pernyataan yang menyebutkan bahwa "Israel adalah negeri bagi bangsa Yahudi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu sampai ditandatanganinya perjanjian Oslo tahun 1993 dan setelahnya, dibuat agenda-agenda penyempurna yang dikendalikan oleh AS bersama sejumlah negara imperialis Eropa dan dipikulkan ke pundak kubu Palestina yang pro damai dan tak penting itu. Semua agenda itu ditujukan oleh pihak musuh untuk memalingkan rakyat dan faksi-faksi Palestina dari muqawamah lewat cara iming-iming janji yang menipu dan nonsen serta menyibukkan mereka dengan permainan politik amatiran. Dengan cepat ketidakakuratan semua perjanjian itu terungkap. Orang-orang Zionis dan para pendukung mereka berulang kali telah membuktikan bahwa semua surat perjanjian itu di mata mereka tak lebih dari kertas yang tak bernilai. Tujuan dari agenda ini adalah melahirkan keraguan di tengah bangsa Palestina dan merayu orang-orang yang tak beriman dan cinta dunia serta melumpuhkan gerakan muqawamah Islam, tidak lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang, obat penawar untuk meredam permainan beraroma pengkhianatan ini tetaplah semangat muqawamah pada kelompok-kelompok Islam dan bangsa Palestina. Dengan izin Allah mereka gigih melawan musuh. Mereka akan memperoleh bantuan dan pertolongan Ilahi seperti yang dijanjikan Allah dalam firmannya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ، إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resistensi Gaza yang diblokade secara penuh adalah pertolongan Allah. Tumbangnya kekuasaan rezim pengkhianat dan korup Husni Mubarak adalah pertolongan Allah. Munculnya gelombang besar kebangkitan Islam di kawasan, juga merupakan pertolongan Allah. Tercabiknya tirai kemunafikan dan kebohongan wajah AS, Inggris dan Prancis serta kebencian bangsa-bangsa di kawasan yang semakin mengkristal kepadanya, adalah pertolongan Allah. Tenggelamnya Rezim Zionis dalam kesulitan bertubi dan tak terkira dari kesulitan politik, ekonomi, dan sosial di dalam sampai keterkucilan dan kebencian umum dunia kepadanya bahkan di lingkungan kampus di Eropa, semua itu adalah pertolongan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Rezim Zionis lebih dibenci, lebih lemah dan lebih terkucilkan sementara para pendukung utamanya, yaitu Amerika Serikat semakin tenggelam dalam kesulitan dan kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, gambaran umum Palestina dalam rentang waktu 60 lebih sekian tahun ada di depan mata kita. Masa depan mesti dibentuk dengan memerhatikan masalah ini dan mengambil pelajaran darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua masalah yang harus dijelaskan terlebih dahulu;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tuntutan kita adalah pembebasan Palestina, bukan pembebasan sebagian wilayah Palestina. Setiap prakarsa yang ingin memecah belah Palestina harus ditolak mentah-mentah. Prakarsa dua negara yang menjadi anggota PBB yang seakan benar, tak lain adalah pengakuan akan kemauan orang-orang Zionis, yaitu pengakuan akan eksistensi pemerintahan Zionis di negeri Palestina. Ini berarti penistaan hak bangsa Palestina, menutup mata dari hak bersejarah para pengungsi Palestina, dan bahkan ancaman terhadap hak warga Palestina yang hidup di dalam wilayah pendudukan tahun 1948. Ini berarti membiarkan kanker ganas dan bahaya yang selalu mengancam tubuh umat Islam, khususnya bangsa-bangsa di kawasan. Ini berarti mengulangi penderitaan puluhan tahun dan penistaan darah para syuhada.&lt;br /&gt;Setiap prakarsa operasional harus dibuat berdasarkan prinsip ‘Seluruh Palestina untuk semua rakyat Palestina'. Palestina adalah negeri Palestina dari sungai sampai laut, tanpa kurang sejengkalpun. Tentunya, masalah ini jangan sampai diabaikan bahwa rakyat Palestina mesti melakukan apa yang sudah dilakukan di Gaza, yaitu memegang kendali wilayah manapun dari tanah Paslestina yang berhasil dibebaskan lewat sebuah pemerintahan yang dipilih berdasar pilihan rakyat. Tapi, jangan sampai tujuan akhir dilupakan.&lt;br /&gt;Kedua, untuk mewujudkan cita-cita luhur ini diperlukan kerja keras, bukan kata-kata. Perlu keseriusan bukan tindakan basa-basi. Diperlukan kesabaran dan kearifan, bukan langkah yang tergesa-gesa. Harus ada pandangan yang jauh dan gerakan langkah demi langkah yang disertai tawakkal dan optimisme. Negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim, kelompok-kelompok muqawamah di Palestina, Lebanon dan negara-negara lain harus mengenal peran dan tugas masing-masing dalam perjuangan kolektif ini. Dan dengan izin Allah, mereka akan memenuhi semua lini perjuangan muqawamah.&lt;br /&gt;Prakarsa Republik Islam untuk menyelesaikan masalah Palestina dan menyembuhkan luka menahun ini, adalah prakarsa yang jelas, logis dan sesuai dengan aturan politik yang diterima oleh opini umum dunia. Prakarsa ini sudah dipaparkan dengan rinci. Kami tidak mengusulkan perang klasik yang menyertakan pasukan dari negara-negara Islam, tidak mengusulkan untuk membuang para imigran Yahudi ke laut, dan tidak pula mengusulkan untuk menjadikan PBB atau lembaga-lembaga internasional lainnya sebagai penentu. Kami mengusulkan referendum yang menyertakan semua rakyat Palestina. Sama seperti bangsa-bangsa lain, bangsa Palestina juga berhak menentukan sendiri nasib dan sistem pemerintahan di negeri mereka. Seluruh rakyat Palestina baik yang Muslim, Kristen atau Yahudi -bukan para imigran asing- di manapun mereka berada, baik yang berada di dalam negeri Palestina, di kamp-kamp pengungsi maupun yang berada di tempat lain, disertakan dalam referendum yang digelar secara umum dan tertib untuk menentukan sistem pemerintahan masa depan di Palestina. Setelah terbentuk, pemerintahan hasil referendum ini akan mengambil keputusan terhadap nasib para imigran yang datang ke negeri ini bertahun-tahun yang lalu. Ini adalah prakarsa yang adil dan logis, bisa diterima oleh opini umum dunia dan bisa didukung oleh bangsa-bangsa dan negara-negara independen. Tentunya kita tidak berharap para penjajah Zionis akan mudah menerimanya. Di sinilah saatnya negara-negara, bangsa-bangsa dan organisasi-organisasi muqawamah memainkan peran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelaan kepada rakyat Palestina yang paling penting adalah dengan memutuskan bantuan kepada musuh penjajah, dan ini adalah tugas besar yang dipikul oleh negara-negara Islam. Sekarang, setelah rakyat terjun ke tengah medan dengan mengangkat slogan-slogan anti Zionis, dengan alasan apalagi pemerintahan di negara-negara Muslim mempertahankan hubungan mereka dengan rezim penjajah? Kejujuran pemerintah di negara-negara Islam ditentukan oleh dukungan mereka kepada bangsa Palestina, serta memutuskan hubungan resmi dan rahasia baik politik maupun ekonomi dengan rezim ini. Negara-negara yang menjamu Kedutaan Besar atau kantor kepentingan ekonomi untuk Rezim Zionis tak dapat lagi mengaku sebagai pendukung Palestina. Slogan anti Zionis yang mereka angkat tak akan dipandang penting dan tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faksi-faksi muqawamah Islam yang sejak lama memikul beban jihad kini juga mengemban tugas besar yang sama. Muqawamah mereka yang terorganisir dengan baik adalah kekuatan aktif yang bisa membantu rakyat Palestina mencapai tujuan akhir ini. Perjuangan gagah berani yang dilakukan rakyat di sebuah negeri yang dijajah diakui secara resmi sebagai hak dalam piagam-piagam internasional dan dipuji. Tuduhan terorisme yang dilontarkan oleh jaringan politik dan media milik Zionisme adalah omong kosong yang tak bernilai. Terorisme yang nyata adalah rezim Zionis Israel dan para pendukungnya di Barat. Sementara, muqawamah Palestina adalah gerakan anti terorisme keji dan gerakan insani dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, negara-negara Barat hendaknya memandang medan dengan pandangan yang realistis. Barat saat ini berada di persimpangan dua jalan; mengakhiri arogansinya yang berkepanjangan, mengakui hak bangsa Palestina dan tidak mengikuti lebih jauh agenda Zionis yang arogan dan anti kemanusiaan, atau menantikan pukulan telak mendatang yang tak lama lagi bakal bersarang. Pukulan yang mematikan ini tak hanya berupa tumbangnya satu persatu rezim-rezim yang patuh kepada mereka di kawasan Dunia Islam. Kelak suatu hari bangsa-bangsa Eropa dan Amerika akan menyadari bahwa sebagian besar masalah ekonomi, sosial dan moral mereka dipicu oleh hegemoni zionisme internasional yang menguasai pemerintahan mereka layaknya gurita, sementara para pejabat negara hanya memikirkan kepentingan pribadi dan partainya sehingga siap untuk tunduk dan patuh kepada kartel-kartel jahat Zionis di Amerika dan Eropa. Saat itu, rakyat akan menghukum mereka dengan neraka yang tak membiarkan celah bagi mereka untuk selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden AS mengatakan bahwa keamanan Israel adalah garis merahnya. Faktor apa yang telah menciptakan garis merah ini? Apakah itu kepentingan rakyat AS ataukah kebutuhan pribadi Obama kepada dana dan dukungan kompeni-kompeni Zionis untuk meraih kursi kepresidenan periode kedua? Sampai kapan Anda bisa terus membohongi rakyat sendiri? Apa yang bakal dilakukan oleh rakyat AS terhadapmu ketika mereka menyadari bahwa engkau siap melakukan kehinaan, serta mengekor dan tunduk kepada orang-orang Zionis yang memiliki kekayaan dan rela mengobankan kepentingan rakyat hanya untuk mempertahankan kekuasaan beberapa hari lebih lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara dan saudari yang mulia! Ketahuilah bahwa garis merah Obama dan semisal dia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa Muslim yang sudah bangkit. Yang menjadi ancaman Rezim Zionis sebenarnya bukan rudal-rudal Iran atau kelompok-kelompok muqawamah sehingga harus memasang perisai anti rudal di sana sini. Ancaman sebenarnya yang tak dapat dibendung adalah tekad kuat laki-laki, perempuan dan para pemuda di negara-negara Islam yang bakal tak sudi lagi menerima kekuasaan dan hegemoni AS, Eropa dan kaki tangannya atas mereka dan akan menghinakannya. Tentunya ketika dirasa ada ancaman dari musuh, rudal-rudal itu akan melaksanakan tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فاصبر ان وعد الله حق ولا يستخفنّك الذين لا يوقنون&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka bersabarlah. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) menggelisahkanmu." (Q.S. Rum: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. (Khamenei.ir)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="mvm uiStreamAttachments clearfix fbMainStreamAttachment" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:10}" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px; zoom: 1; "&gt;&lt;div&gt;&lt;a class="uiPhotoThumb largePhoto" href="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2525828551373&amp;amp;set=a.1274674113294.2042835.1423179677&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf" rel="theater" ajaxify="http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2525828551373&amp;amp;set=a.1274674113294.2042835.1423179677&amp;amp;type=1&amp;amp;ref=nf&amp;amp;src=http%3A%2F%2Fa8.sphotos.ak.fbcdn.net%2Fhphotos-ak-ash4%2F308741_2525828551373_1423179677_32926649_1579230744_n.jpg&amp;amp;theater&amp;amp;size=512%2C341" title="&amp;quot;Hari ini, Rezim Zionis lebih dibenci, lebih lemah dan lebih terkucilkan sementara para pendukung utamanya, yaitu Amerika Serikat semakin tenggelam dalam kesulitan dan kebingungan.&amp;quot; (Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayyid Ali Khamenei)  Pidato Lengkap Pemimpin Besar Revolusi Iran di Konferensi Palestina  Bismillahirrahmanirrahim Assalamu'alaikum wa rahmatullah الحمدلله رب‌ العالمين و الصلاة و السلام علي سيدنا محمد و آله الطاهرين و صحبه المنتجبين و علی من تبعهم باحسانٍ الي يوم الدين  قال الله الحكيم: أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُون َبِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ الله عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ. الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَن يَقُولُوا رَبُّنَا اللهُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللهِ كَثِيرًا وَلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ   &amp;quot;Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. (Yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar kecuali karena mereka berkata, ‘Tuhan kami hanyalah Allah' dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-geraja rumah ibadah Yahudi dan masjid-masjid yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.&amp;quot; (Q.S. al-Hajj: 39-40)  Saya ucapkan selamat datang kepada para tamu undangan dan hadirin yang terhormat. Di antara isu-isu yang layak disorot dan dibahas oleh para tokoh agama dan politik dari seluruh penjuru Dunia Islam adalah isu Palestina yang punya keistimewaan menonjol. Palestina adalah tema paling utama di antara sekian permasalahan yang dihadapi secara bersama oleh negara-negara Islam. Ada beberapa keistimewaan pada masalah ini:  Pertama, permasalahan ini menyangkut sebuah negeri Islam yang telah dirampas dari para pemiliknya dan diberikan kepada orang-orang asing yang didatangkan ke sana untuk membentuk sebuah masyarakat yang ilegal dan palsu.  Kedua, peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ini terus menerus diwarnai dengan pembantaian, kejahatan, kezaliman dan pelecehan yang berkesinambungan.  Ketiga, kiblat pertama umat Islam dan banyak situs agama yang dihormati di negeri itu menjadi sasaran ancaman penghancuran, penistaan dan pelenyapan.  Keempat, rezim dan masyarakat palsu yang dibentuk di wilayah Dunia Islam yang paling vital ini sejak awal hingga kini memainkan peran sebagai pangkalan militer, keamanan dan politik untuk kepentingan negara-negara arogan dan imperialis Barat -yang dengan berbagai alasan- memusuhi persatuan, kehormatan dan kemajuan negara-negara Islam yang menggunakannya sebagai belati untuk menikam umat Islam.  Kelima, zionisme yang merupakan ancaman besar bagi etika, politik, dan ekonomi masyarakat manusia menjadikan negeri ini sebagai pijakan kaki dan alat untuk memperluas pengaruh dan hegemoninya di dunia.  Poin-poin lain yang bisa ditambahkannya di sini adalah, kerugian besar baik secara finansial maupun jiwa yang harus ditanggung oleh negara-negara Islam sampai saat ini, terusiknya perhatian negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim, derita yang dipikul oleh jutaan pengungsi Palestina yang sebagian besar masih tinggal di kamp-kamp pengungsian setelah berlalunya enam dekade, terputusnya sejarah satu kutub peradaban yang penting bagi Dunia Islam, dan lain sebagainya.  Sekarang, seiring dengan faktor-faktor tadi, terjadi sebuah fenomena yang krusial yaitu gerakan kebangkitan Islam yang menyelimuti seluruh kawasan dan membuka lembaran baru yang menentukan bagi nasib umat Islam. Tak syak, gerakan agung ini akan berujung pada terbentuknya sebuah komunitas Islami yang kuat, maju dan kompak di kawasan yang vital di dunia ini. Berkat inayah Allah dan tekad kuat mereka yang terlibat dalam gerakan ini, fenomena yang akan mengakhiri masa ketertinggalan, kelemahan dan kehinaan bangsa-bangsa Muslim ini akan mencurahkan sebagian besar energi dan semangatnya untuk menindaklanjuti isu Palestina.  Dari satu sisi, kezaliman dan arogansi rezim Zionis Israel yang terus meningkat serta sikap sejumlah penguasa despotik, korup dan antek Amerika dengannya, dan di sisi lain, munculnya geliat perlawanan gigih Palestina dan Lebanon bersama kemenangan bak mukjizat yang berhasil diraih oleh para pemuda mukmin dalam perang 33 hari di Lebanon dan 22 hari di Gaza, merupakan bagian dari faktor-faktor penting yang memicu munculnya gelombang arus di tengah samudera bangsa Mesir, Tunisia, Libya dan negara-negara regional lainnya yang sepintas nampak tenang.  Adalah satu realita bahwa rezim Zionis yang bersenjata lengkap dan mengklaim diri sebagai kekuatan yang tak terkalahkan ternyata menelan kekalahan telak dan menyakitkan saat menghadapi para pejuang Mukmin dan pemberani dalam perang Lebanon yang tak seimbang. Setelah itu, rezim yang sama unjuk kekuatan dan kembali gagal ketika berhadapan dengan perlawanan Gaza yang gigih dan mazlum.  Fakta tadi sudah semestinya diperhatikan dengan baik dalam menganalisa kondisi kawasan saat ini, sekaligus menjadi parameter dalam setiap pengambilan keputusan.  Karenanya, sangat tepat jika dikatakan bahwa isu Palestina saat ini merupakan isu yang sangat penting dan prioritas. Dengan kondisi kawasan ini, rakyat Palestina tentunya berhak untuk berharap banyak dari negara-negara Muslim.  Mari kita tengok masa lalu dan masa kini untuk menyusun peta jalan bagi masa depan. Di sini saya akan memaparkan beberapa poin.  Sudah lebih dari enam dekade berlalu sejak terjadinya peristiwa tragis perampasan Palestina. Faktor-faktor utama yang melahirkan tragedi berdarah ini sudah diketahui. Faktor paling utamanya adalah pemerintahan imperialis Inggris yang dengan politik, senjata, personil militer, keamanan, ekonomi dan budaya, lalu negara-negara imperialis lainnya dari Barat dan Timur ikut membantu terjadinya kezaliman besar ini. Rakyat Palestina yang tak berdaya dibantai oleh para penjajah yang tak berperasaan dan diusir dari rumah dan kampung halaman mereka. Hingga saat ini, gambar seni media dan visualisasi dari tragedi kemanusiaan dan peradaban ini yang dilakukan oleh para pengklaim peradaban dan etika di zaman itu tak lebih dari satu persen dari fakta yang sebenarnya, karena memang tidak diinginkan dan diizinkan oleh para pemilik utama seni visual, cinema, dan televisi serta mafia perfilman Barat. Satu bangsa dibantai secara massal, diasingkan dan diusir dari rumah mereka dalam keheningan.  Perlawanan yang ada di masa-masa itu ditumpas besar-besaran dan dengan cara sadis. Dari luar wilayah Palestina, para pejuang yang umumnya datang dari Mesir telah melakukan banyak usaha dengan dorongan semangat keislaman. Namun usaha mereka tak banyak membuahkan hasil karena tidak mendapat dukungan yang semestinya.  Lalu tiba masa perang terbuka dan klasik antara sejumlah negara Arab melawan tentara Zionis. Mesir, Suriah dan Jordania mengerahkan pasukan masing-masing. Namun, bantuan militer, logistik dan finansial dari AS, Inggris dan Prancis yang mengalir semakin deras kepada rezim pendudukan telah melumpuhkan pasukan Arab. Mereka tak hanya gagal membantu rakyat Palestina tapi bahkan kehilangan sebagian wilayah dalam perang-perang ini.  Dengan kian nampaknya kelemahan negara-negara Arab yang bertetangga dengan Palestina, regu-regu perlawanan bersenjata Palestina menemukan bentuknya yang terorganisir. Beberapa waktu setelah itu lahirlah Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Pijaran fenomena ini memunculkan harapan. Namun tak berapa lama harapan itupun luntur. Bisa dikata bahwa kegagalan ini terjadi karena banyak faktor. Hanya saja, faktor paling utama adalah karena gerakan itu telah menjauh dari masyarakat, kepercayaan dan keimanan rakyat kepada Islam. Ideologi kiri atau nasionalisme murni bukanlah isu yang mendesak bagi masalah Palestina yang pelik ini. Yang dapat mendorong satu bangsa untuk terjun ke medan perjuangan dan memberi mereka kekuatan yang tak terkalahkan hanyalah Islam, jihad dan kesyahidan. Mereka tak memahami masalah ini dengan baik. Beberapa bulan setelah kemenangan revolusi Islam, ketika para pemimpin PLO menemukan semangat baru dan sering berkunjung ke Tehran, kepada salah seorang tokoh organisasi ini saya bertanya, &amp;quot;Mengapa kalian tidak mengusung bendera Islam dalam perjuangan kalian yang sah ini?&amp;quot; Dia menjawab, &amp;quot;Di antara kita ada yang beragama Kristen.&amp;quot; Di kemudian hari, orang tersebut tewas dalam insiden teror yang dilakukan orang-orang Zionis di salah satu negara Arab. Insya Allah dia memperoleh ampunan dari Allah. Tetapi argumentasi yang dia sampaikan tidak sempurna dan tidak benar. Menurut hemat saya, seorang pejuang Kristen yang beriman akan merasa lebih tenang berperang di sisi komunitas pejuang yang tulus, beriman kepada Allah dan hari kiamat dan berharap pertolongan Ilahi serta didukung secara materi dan spiritual oleh masyarakat, ketimbang berjuang bersama kelompok yang tidak beriman dan hanya mengandalkan emosi yang tak menentu serta jauh dari dukungan rakyat.  Tidak adanya keimanan agama yang kuat dan keterjauhan dari rakyat secara perlahan telah melemahkan mereka. Memang, di antara mereka ada sekelompok orang yang terhormat, penuh semangat dan peduli. Tapi komunitas dan organisasi berjalan ke arah yang lain. Penyimpangan mereka telah menjadi pukulan bagi masalah Palestina dan pukulan itu masih terus berlangsung. Sama seperti sejumlah rezim Arab pengkhianat, mereka juga telah mencampakkan cita-cita perjuangan muqawamah yang merupakan satu-satunya jalan keselamatan bagi Palestina. Tentunya bukan hanya terhadap Palestina, mereka juga telah memukul diri sendiri dengan pukulan telak. Seperti yang dikatakan oleh penyair Kristen Arab;  لئن اضعتم فلسطيناً فعيشكم طول الحياة مضاضات و آلامٌ &amp;quot;Jika mencampakkan Palestina, maka sepanjang hidup kalian akan menderita kepedihan dan rasa sakit.&amp;quot;  Demikianlah 32 tahun berlalu seperti ini sejak terjadinya peristiwa Nakbah... Tapi mendadak tangan Ilahi yang Maha Kuat membalik lembaran. Kemenangan revolusi Islam di Iran tahun 1979 telah mengubah kondisi di kawasan dan membuka lembaran baru. Di antara pengaruh besar revolusi Islam ini di dunia dan tamparan kerasnya terhadap kebijakan arogansi adalah pukulan telak yang dilayangkannya lebih cepat dan lebih nampak menyasar ke arah rezim Zionis. Pernyataan para pemimpin Zionis saat itu sangat menarik dan menunjukkan kondisi, kekelaman dan kegalauan mereka. Di pekan-pekan pertama kemenangan revolusi, Kedutaan Besar Israel di Tehran ditutup dan seluruh pegawainya diusir. Secara resmi, kedutaan itu diserahkan kepada perwakilan PLO dan sampai sekarang masih mereka gunakan. Imam Khomeini mengumumkan bahwa salah satu cita-cita revolusi ini adalah pembebasan Palestina dan pelenyapan kanker ganas Israel. Gelombang kuat revolusi ini yang saat itu memenuhi seluruh penjuru dunia membawa pesan, ‘Palestina harus bebas'. Kesulitan bertubi dan besar yang ditimpakan musuh-musuh revolusi terhadap pemerintahan Republik Islam Iran yang salah satunya adalah perang yang dipaksakan rezim Saddam Hossein selama delapan tahun dengan provokasi AS dan Inggris serta dukungan rezim-rezim reaksionir Arab tak mampu memadamkan tekad Republik Islam Iran untuk membela Palestina.  Dengan demikian darah segar kembali mengaliri urat-urat Palestina. Kelompok-kelompok pejuang Muslim Palestina pun bermunculan. Di Lebanon, muqawamah membuka front yang kuat dan baru melawan musuh dan para pendukungnya. Palestina pun tak lagi menumpukan harap kepada negara-negara Arab dan lembaga-lembaga dunia seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang notabene ikut andil dalam kejahatan negara-negara arogan, akan tetapi mengandalkan potensi diri sendiri, para pemudanya, keimanan mendalam kepada Islam dan pria maupun wanitanya yang siap berkorban. Inilah kunci dari semua keberhasilan.  Selama tiga puluh tahun proses ini terus berkembang dan meningkat. Kekalahan pahit rezim Zionis Israel di Lebanon tahun 2006 lalu kegagalan pasukan Zionis yang congkak di Gaza tahun 2008, larinya Zionis dari Lebanon selatan dan mundurnya mereka dari Gaza, terbentuknya pemerintahan muqawamah di Gaza, dan secara singkat, berubahnya bangsa Palestina dari komunitas manusia-manusia yang lemah dan pesimis menjadi bangsa yang penuh harap, pejuang dan percaya diri adalah fenomena yang menonjol dalam tiga puluh tahun terakhir.  Gambaran umum dan sepintas ini akan sempurna jika gerakan damai dan pengkhinatan yang bertujuan memadamkan muqawamah dan meraih pengakuan dari kelompok-kelompok Palestina dan rezim-rezim Arab terhadap legalitas eksistensi Israel dilihat dengan benar.  Gerakan ini yang pertama kali dilakukan oleh seorang pengkhianat dan bejat yang duduk di posisi penerus Gamal Abdel Nasser dengan menandatangani perjanjian Camp David yang memalukan, selalu berusaha menggembosi tekad kuat muqawamah. Melalui perjanjian Camp David untuk pertama kalinya satu rezim Arab secara resmi mengakui negeri Islam bernama Palestina sebagai tanah air bagi orang-orang Zionis. Dalam perjanjian itu, ditandatangani suatu pernyataan yang menyebutkan bahwa &amp;quot;Israel adalah negeri bagi bangsa Yahudi'.  Sejak saat itu sampai ditandatanganinya perjanjian Oslo tahun 1993 dan setelahnya, dibuat agenda-agenda penyempurna yang dikendalikan oleh AS bersama sejumlah negara imperialis Eropa dan dipikulkan ke pundak kubu Palestina yang pro damai dan tak penting itu. Semua agenda itu ditujukan oleh pihak musuh untuk memalingkan rakyat dan faksi-faksi Palestina dari muqawamah lewat cara iming-iming janji yang menipu dan nonsen serta menyibukkan mereka dengan permainan politik amatiran. Dengan cepat ketidakakuratan semua perjanjian itu terungkap. Orang-orang Zionis dan para pendukung mereka berulang kali telah membuktikan bahwa semua surat perjanjian itu di mata mereka tak lebih dari kertas yang tak bernilai. Tujuan dari agenda ini adalah melahirkan keraguan di tengah bangsa Palestina dan merayu orang-orang yang tak beriman dan cinta dunia serta melumpuhkan gerakan muqawamah Islam, tidak lebih.  Sampai sekarang, obat penawar untuk meredam permainan beraroma pengkhianatan ini tetaplah semangat muqawamah pada kelompok-kelompok Islam dan bangsa Palestina. Dengan izin Allah mereka gigih melawan musuh. Mereka akan memperoleh bantuan dan pertolongan Ilahi seperti yang dijanjikan Allah dalam firmannya;  َلَيَنصُرَنَّ اللهُ مَن يَنصُرُهُ، إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ &amp;quot;Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamaNya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.&amp;quot;  Resistensi Gaza yang diblokade secara penuh adalah pertolongan Allah. Tumbangnya kekuasaan rezim pengkhianat dan korup Husni Mubarak adalah pertolongan Allah. Munculnya gelombang besar kebangkitan Islam di kawasan, juga merupakan pertolongan Allah. Tercabiknya tirai kemunafikan dan kebohongan wajah AS, Inggris dan Prancis serta kebencian bangsa-bangsa di kawasan yang semakin mengkristal kepadanya, adalah pertolongan Allah. Tenggelamnya Rezim Zionis dalam kesulitan bertubi dan tak terkira dari kesulitan politik, ekonomi, dan sosial di dalam sampai keterkucilan dan kebencian umum dunia kepadanya bahkan di lingkungan kampus di Eropa, semua itu adalah pertolongan dari Allah.  Hari ini, Rezim Zionis lebih dibenci, lebih lemah dan lebih terkucilkan sementara para pendukung utamanya, yaitu Amerika Serikat semakin tenggelam dalam kesulitan dan kebingungan.  Kini, gambaran umum Palestina dalam rentang waktu 60 lebih sekian tahun ada di depan mata kita. Masa depan mesti dibentuk dengan memerhatikan masalah ini dan mengambil pelajaran darinya.  Ada dua masalah yang harus dijelaskan terlebih dahulu;  Pertama, tuntutan kita adalah pembebasan Palestina, bukan pembebasan sebagian wilayah Palestina. Setiap prakarsa yang ingin memecah belah Palestina harus ditolak mentah-mentah. Prakarsa dua negara yang menjadi anggota PBB yang seakan benar, tak lain adalah pengakuan akan kemauan orang-orang Zionis, yaitu pengakuan akan eksistensi pemerintahan Zionis di negeri Palestina. Ini berarti penistaan hak bangsa Palestina, menutup mata dari hak bersejarah para pengungsi Palestina, dan bahkan ancaman terhadap hak warga Palestina yang hidup di dalam wilayah pendudukan tahun 1948. Ini berarti membiarkan kanker ganas dan bahaya yang selalu mengancam tubuh umat Islam, khususnya bangsa-bangsa di kawasan. Ini berarti mengulangi penderitaan puluhan tahun dan penistaan darah para syuhada. Setiap prakarsa operasional harus dibuat berdasarkan prinsip ‘Seluruh Palestina untuk semua rakyat Palestina'. Palestina adalah negeri Palestina dari sungai sampai laut, tanpa kurang sejengkalpun. Tentunya, masalah ini jangan sampai diabaikan bahwa rakyat Palestina mesti melakukan apa yang sudah dilakukan di Gaza, yaitu memegang kendali wilayah manapun dari tanah Paslestina yang berhasil dibebaskan lewat sebuah pemerintahan yang dipilih berdasar pilihan rakyat. Tapi, jangan sampai tujuan akhir dilupakan. Kedua, untuk mewujudkan cita-cita luhur ini diperlukan kerja keras, bukan kata-kata. Perlu keseriusan bukan tindakan basa-basi. Diperlukan kesabaran dan kearifan, bukan langkah yang tergesa-gesa. Harus ada pandangan yang jauh dan gerakan langkah demi langkah yang disertai tawakkal dan optimisme. Negara-negara dan bangsa-bangsa Muslim, kelompok-kelompok muqawamah di Palestina, Lebanon dan negara-negara lain harus mengenal peran dan tugas masing-masing dalam perjuangan kolektif ini. Dan dengan izin Allah, mereka akan memenuhi semua lini perjuangan muqawamah. Prakarsa Republik Islam untuk menyelesaikan masalah Palestina dan menyembuhkan luka menahun ini, adalah prakarsa yang jelas, logis dan sesuai dengan aturan politik yang diterima oleh opini umum dunia. Prakarsa ini sudah dipaparkan dengan rinci. Kami tidak mengusulkan perang klasik yang menyertakan pasukan dari negara-negara Islam, tidak mengusulkan untuk membuang para imigran Yahudi ke laut, dan tidak pula mengusulkan untuk menjadikan PBB atau lembaga-lembaga internasional lainnya sebagai penentu. Kami mengusulkan referendum yang menyertakan semua rakyat Palestina. Sama seperti bangsa-bangsa lain, bangsa Palestina juga berhak menentukan sendiri nasib dan sistem pemerintahan di negeri mereka. Seluruh rakyat Palestina baik yang Muslim, Kristen atau Yahudi -bukan para imigran asing- di manapun mereka berada, baik yang berada di dalam negeri Palestina, di kamp-kamp pengungsi maupun yang berada di tempat lain, disertakan dalam referendum yang digelar secara umum dan tertib untuk menentukan sistem pemerintahan masa depan di Palestina. Setelah terbentuk, pemerintahan hasil referendum ini akan mengambil keputusan terhadap nasib para imigran yang datang ke negeri ini bertahun-tahun yang lalu. Ini adalah prakarsa yang adil dan logis, bisa diterima oleh opini umum dunia dan bisa didukung oleh bangsa-bangsa dan negara-negara independen. Tentunya kita tidak berharap para penjajah Zionis akan mudah menerimanya. Di sinilah saatnya negara-negara, bangsa-bangsa dan organisasi-organisasi muqawamah memainkan peran.  Pembelaan kepada rakyat Palestina yang paling penting adalah dengan memutuskan bantuan kepada musuh penjajah, dan ini adalah tugas besar yang dipikul oleh negara-negara Islam. Sekarang, setelah rakyat terjun ke tengah medan dengan mengangkat slogan-slogan anti Zionis, dengan alasan apalagi pemerintahan di negara-negara Muslim mempertahankan hubungan mereka dengan rezim penjajah? Kejujuran pemerintah di negara-negara Islam ditentukan oleh dukungan mereka kepada bangsa Palestina, serta memutuskan hubungan resmi dan rahasia baik politik maupun ekonomi dengan rezim ini. Negara-negara yang menjamu Kedutaan Besar atau kantor kepentingan ekonomi untuk Rezim Zionis tak dapat lagi mengaku sebagai pendukung Palestina. Slogan anti Zionis yang mereka angkat tak akan dipandang penting dan tulus.  Faksi-faksi muqawamah Islam yang sejak lama memikul beban jihad kini juga mengemban tugas besar yang sama. Muqawamah mereka yang terorganisir dengan baik adalah kekuatan aktif yang bisa membantu rakyat Palestina mencapai tujuan akhir ini. Perjuangan gagah berani yang dilakukan rakyat di sebuah negeri yang dijajah diakui secara resmi sebagai hak dalam piagam-piagam internasional dan dipuji. Tuduhan terorisme yang dilontarkan oleh jaringan politik dan media milik Zionisme adalah omong kosong yang tak bernilai. Terorisme yang nyata adalah rezim Zionis Israel dan para pendukungnya di Barat. Sementara, muqawamah Palestina adalah gerakan anti terorisme keji dan gerakan insani dan suci.  Dalam kaitan ini, negara-negara Barat hendaknya memandang medan dengan pandangan yang realistis. Barat saat ini berada di persimpangan dua jalan; mengakhiri arogansinya yang berkepanjangan, mengakui hak bangsa Palestina dan tidak mengikuti lebih jauh agenda Zionis yang arogan dan anti kemanusiaan, atau menantikan pukulan telak mendatang yang tak lama lagi bakal bersarang. Pukulan yang mematikan ini tak hanya berupa tumbangnya satu persatu rezim-rezim yang patuh kepada mereka di kawasan Dunia Islam. Kelak suatu hari bangsa-bangsa Eropa dan Amerika akan menyadari bahwa sebagian besar masalah ekonomi, sosial dan moral mereka dipicu oleh hegemoni zionisme internasional yang menguasai pemerintahan mereka layaknya gurita, sementara para pejabat negara hanya memikirkan kepentingan pribadi dan partainya sehingga siap untuk tunduk dan patuh kepada kartel-kartel jahat Zionis di Amerika dan Eropa. Saat itu, rakyat akan menghukum mereka dengan neraka yang tak membiarkan celah bagi mereka untuk selamat.  Presiden AS mengatakan bahwa keamanan Israel adalah garis merahnya. Faktor apa yang telah menciptakan garis merah ini? Apakah itu kepentingan rakyat AS ataukah kebutuhan pribadi Obama kepada dana dan dukungan kompeni-kompeni Zionis untuk meraih kursi kepresidenan periode kedua? Sampai kapan Anda bisa terus membohongi rakyat sendiri? Apa yang bakal dilakukan oleh rakyat AS terhadapmu ketika mereka menyadari bahwa engkau siap melakukan kehinaan, serta mengekor dan tunduk kepada orang-orang Zionis yang memiliki kekayaan dan rela mengobankan kepentingan rakyat hanya untuk mempertahankan kekuasaan beberapa hari lebih lama?  Saudara dan saudari yang mulia! Ketahuilah bahwa garis merah Obama dan semisal dia akan dikalahkan oleh bangsa-bangsa Muslim yang sudah bangkit. Yang menjadi ancaman Rezim Zionis sebenarnya bukan rudal-rudal Iran atau kelompok-kelompok muqawamah sehingga harus memasang perisai anti rudal di sana sini. Ancaman sebenarnya yang tak dapat dibendung adalah tekad kuat laki-laki, perempuan dan para pemuda di negara-negara Islam yang bakal tak sudi lagi menerima kekuasaan dan hegemoni AS, Eropa dan kaki tangannya atas mereka dan akan menghinakannya. Tentunya ketika dirasa ada ancaman dari musuh, rudal-rudal itu akan melaksanakan tugasnya.  فاصبر ان وعد الله حق ولا يستخفنّك الذين لا يوقنون  &amp;quot;Maka bersabarlah. Sesungguhnya janji Allah adalah benar dan jangan sampai orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) menggelisahkanmu.&amp;quot; (Q.S. Rum: 60)  Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. (Khamenei.ir)" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:41}" style="cursor: pointer; text-decoration: none; border-top-width: 1px; border-right-width: 1px; border-bottom-width: 1px; border-left-width: 1px; border-top-style: solid; border-right-style: solid; border-bottom-style: solid; border-left-style: solid; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-right-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-left-color: rgb(204, 204, 204); display: inline-block; "&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-8926893975105215376?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/8926893975105215376/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/pidato-lengkap-pemimpin-tertinggi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8926893975105215376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8926893975105215376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/pidato-lengkap-pemimpin-tertinggi.html' title='Pidato lengkap pemimpin tertinggi Republik Islam Iran pada pembukaan Konfrensi International ke 5 Palestina Intifada'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-I2mIHAbSBlQ/TopX5YyGWtI/AAAAAAAABEU/dhmzt-R35o4/s72-c/supremeleader.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-7111966507128127620</id><published>2011-10-03T22:43:00.005+07:00</published><updated>2011-10-03T23:03:36.522+07:00</updated><title type='text'>Pengkhianatan Raja Saudi Atas Bangsa Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-IannC_iM_tU/ToncU_V-VTI/AAAAAAAABEM/n3VybFOujb0/s1600/raja%2Babdul%2Baziz.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-IannC_iM_tU/ToncU_V-VTI/AAAAAAAABEM/n3VybFOujb0/s200/raja%2Babdul%2Baziz.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659296659926832434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6cxWkq-rIyk/Tonb_9iD2gI/AAAAAAAABEE/_G43FEpqWaI/s1600/tulisan%2Braja%2Bsaudi.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6cxWkq-rIyk/Tonb_9iD2gI/AAAAAAAABEE/_G43FEpqWaI/s320/tulisan%2Braja%2Bsaudi.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659296298663401986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini Dia Bukti Pengkhianatan Raja Saudi Atas Bangsa Palestna  Sebuah dokumen rahasia terungkap mengenai hubungan pendiri kerajaan Arab Saudi dengan Inggris dan pendapat mereka tentnag pembentukan negara Israel&lt;/span&gt;.&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Fars News hari ini (Rabu, 28/9) melaporkan, beberapa waktu lalu, terkuak dokumen rahasia bersejarah yang mencantumkan pengkhidmatan Raja Abdul Aziz, pendiri kerajaan Arab Saudi, terhadap pemerintah Inggris dan pengkhianatannya terhadap bangsa Palestina.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Dalam dokumen yang untuk pertama kalinya dipublikasikan oleh majalah al-Arabi terbitan Kuwait pada bulan Shawal 1329 Hijriah atau bertepatan pada tahun 1972, Raja Abdul Aziz dengan tulisan tangannya menyatakan, "Saya Sultan Abdul Aziz bin Abdul Rahman al-Faisal al-Saud, beribu-ribu kali menyatakan kepada perwakilan Britania, Sir Percy Cox, bahwa saya tidak ada masalah dengan pemberian [wilayah] Palestina kepada kaum Yahudi yang terlantar atau bahkan kepada non-Yahudi dan dalam hal ini saya tidak akan melanggar persetujuan saya sampai hari kiamat." &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; line-height: 1.5em; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;(IRIB/MZ)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-7111966507128127620?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/7111966507128127620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/pengkhianatan-raja-saudi-atas-bangsa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7111966507128127620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7111966507128127620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/pengkhianatan-raja-saudi-atas-bangsa.html' title='Pengkhianatan Raja Saudi Atas Bangsa Palestina'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-IannC_iM_tU/ToncU_V-VTI/AAAAAAAABEM/n3VybFOujb0/s72-c/raja%2Babdul%2Baziz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4543723222513895380</id><published>2011-10-03T22:29:00.004+07:00</published><updated>2011-10-03T22:41:43.277+07:00</updated><title type='text'>Leader urges liberation of Palestinian lands</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-21198OXFeGs/TonVo5Jd_GI/AAAAAAAABDs/OnSU2sLwxUM/s1600/rahbar%2B-%2Bgaza.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-21198OXFeGs/TonVo5Jd_GI/AAAAAAAABDs/OnSU2sLwxUM/s320/rahbar%2B-%2Bgaza.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659289305279757410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: rgb(255, 255, 255); "&gt;&lt;table dir="ltr" border="0" width="530" cellspacing="0" cellpadding="0" id="yui_3_2_0_1_1317623590858250" style="color: rgb(69, 69, 69); padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; display: table; border-collapse: separate; font-family: Tahoma; font-size: 10pt; "&gt;&lt;tbody id="yui_3_2_0_1_1317623590858249" style="width: 530px; "&gt;&lt;tr id="yui_3_2_0_1_1317623590858248" style="display: table-row; vertical-align: inherit; "&gt;&lt;td id="yui_3_2_0_1_1317623590858247" style="display: table-cell; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; padding-top: 5px; padding-right: 5px; padding-bottom: 5px; padding-left: 5px; direction: ltr; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align="left" style="display: table-cell; -webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; "&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;hr style="color: rgb(69, 69, 69); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; border-right-width: 0px; border-right-style: initial; border-right-color: initial; border-left-width: 0px; border-left-style: initial; border-left-color: initial; "&gt;&lt;span style="color: rgb(69, 69, 69); font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 11px; "&gt;&lt;div style="float: right; margin-right: 5px; "&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;img class="yiv775911459newsThumb" border="0" style="border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; " src="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2569161423769026150" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.leader.ir/langs/fa/index.php?p=photo&amp;amp;albumId=968" class="yiv775911459news_attachs" style="text-decoration: underline; color: rgb(35, 71, 134); outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="yiv775911459bllCell"&gt;□&lt;/span&gt; Photo&lt;/a&gt;  &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.leader.ir/langs/fa/print.php?sec=content&amp;amp;id=8625" class="yiv775911459news_attachs" style="text-decoration: underline; color: rgb(35, 71, 134); outline-style: none; outline-width: initial; outline-color: initial; "&gt;&lt;span class="yiv775911459bllCell"&gt;□&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div id="yui_3_2_0_1_1317623590858263"&gt;&lt;span id="yui_3_2_0_1_1317623590858260" &gt;&lt;p id="yui_3_2_0_1_1317623590858257" style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; display: block; line-height: normal; text-align: justify; "&gt;&lt;b&gt;“The US president says that Israel's security is his red line. What has drawn this red line? The interests of the American nation or Obama's need for the money and support of Zionist companies to secure his second term as the US president?” the Leader said Saturday at the fifth International Conference on Palestinian Intifada in Tehran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“This red line drawn by Obama and people like him will be crossed by Muslim nations that have risen up,” Ayatollah Khamenei added.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Leader said that the real threat to the Zionist regime was the resolve of Muslim countries that did not want America, Europe or their stooges to rule over their countries.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayatollah Khamenei said that Western countries had to stop their support for the Zionist regime and recognize Palestinians' rights or face heavy blows in a not very distant future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He also urged Muslim countries to cut off diplomatic and economic relations w ith the Zionist regime to prove their sincerity in supporting Palestinians, saying: "The most important pillar in supporting the Palestinian nation is cutting support for the usurper enemy."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Leader rejected any solution seeking to split Palestine and called for the liberation of all Palestinian lands.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayatollah Khamenei said that a solution suggesting the existence of a Palestinian state along with an Israeli one amounted to the renouncement of Palestinians' rights, adding that any plan needed to be based on the principle of “the whole Palestine for all Palestinians.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Leader reiterated Iran's proposal of staging referendum for all Palestinians, saying: "Today, the Zionist regime is hated and America is confused more than ever."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fifth International Conference on Palestinian Intifada opened at the Summit Conference Hall in Tehran on Saturday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conference focuses on the restoration of Palestinians' rights, including their rights t o return to their homeland and determine their own fate, and on the liberation of Palestinian territories occupied by the Zionist regime.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4543723222513895380?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4543723222513895380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/leader-urges-liberation-of-palestinian_03.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4543723222513895380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4543723222513895380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/10/leader-urges-liberation-of-palestinian_03.html' title='Leader urges liberation of Palestinian lands'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-21198OXFeGs/TonVo5Jd_GI/AAAAAAAABDs/OnSU2sLwxUM/s72-c/rahbar%2B-%2Bgaza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-2797842068845343980</id><published>2011-09-23T20:06:00.000+07:00</published><updated>2011-09-23T20:06:24.490+07:00</updated><title type='text'>Bardawil: Langkah ke PBB Perangkap untuk Melikuidasi Isu Palestina</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2BcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2Bi1s7q7EczG11V7SW%2F9LH107gFljWR6DiyeB%2BITArbtpYMDWiENNU8T6X%2BdzyC3SHf%2BqokE2ceSa1iGRJbS5luGod0gYjkhhs5lw5G0i9GckMXVQ%3D#.TnyERdDEbZ8.blogger"&gt;Bardawil: Langkah ke PBB Perangkap untuk Melikuidasi Isu Palestina&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-2797842068845343980?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2BcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2Bi1s7q7EczG11V7SW%2F9LH107gFljWR6DiyeB%2BITArbtpYMDWiENNU8T6X%2BdzyC3SHf%2BqokE2ceSa1iGRJbS5luGod0gYjkhhs5lw5G0i9GckMXVQ%3D#.TnyERdDEbZ8.blogger' title='Bardawil: Langkah ke PBB Perangkap untuk Melikuidasi Isu Palestina'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/2797842068845343980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/bardawil-langkah-ke-pbb-perangkap-untuk.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2797842068845343980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/2797842068845343980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/bardawil-langkah-ke-pbb-perangkap-untuk.html' title='Bardawil: Langkah ke PBB Perangkap untuk Melikuidasi Isu Palestina'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-4718118940799884002</id><published>2011-09-22T07:44:00.004+07:00</published><updated>2011-09-28T07:22:20.776+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke Fitrah</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L40U0VO1Awo/Tn6nU4ddopI/AAAAAAAABDk/7F8ne4GqkaE/s1600/bunga%2Bku.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-L40U0VO1Awo/Tn6nU4ddopI/AAAAAAAABDk/7F8ne4GqkaE/s320/bunga%2Bku.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656142159219106450" /&gt;&lt;/a&gt;Di negeri tercinta ini setiap selesai bulan mulia Ramadhan, masyarakat di sibukkan dengan acara ritual yang di kenal dengan nama Halal bi Halal. Sudah menjadi sebuah tradisi bangsa ini yang ternyata tidak di temukan di negara-negara Islam lainnya. Hampir di setiap instansi baik itu di pengajian2 rutin mingguan hingga ke instansi partai-partai di pemerintahan bahkan pada reunian sekolah2 pun memanfaatkan acara 'saling memaafkan ' ini dalam rangka ber 'halal bi halal'.  Banyak yang beranggapan dengan menjabat tangan dan mengucapkan 'mohon maaf lahir &amp;amp; batin', kita merasa sudah dapat melepas beban2 dosa yang telah ada di pundak2 kita selama ini terlebih pada orang-orang yang pernah kita cenderai hatinya baik sengaja maupun tak di sengaja. Adapun terkadang hanya berbasa basi dalam rangka program 'silahturahmi', berkumpul,  mempererat &amp;amp; memperbaharui hubungan yang telah lama tak ter jaga atau terlupakan.&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;" Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir &amp;amp; batin " , ini yang sangat umum di ucapkan ketika bertemu dengan rekan-rekan, saudara-saudara pada acara Halal Bi Halal tersebut, keluar otomatis tanpa harus banyak berfikir , 'just say it' than you feel better  dan tidak merasa berhutang ucap lagi setelahnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Fitri berasal dari kata fitrah; dimana di artikan juga' bersih' 'suci', karena segala yang berasal dariNYA adalah murni, suci , tak ternodai. Manusia sebagai makhluk yang diciptakanNYA itu lahir ke dunia ini dalam keadaan bersih suci. Dalam perjalanan kehidupannya, manusia anak cucu Nabi Allah Adam as ini, yang berkecenderungan menyukai sesuatu yang dapat melenakan dirinya dari sesuatu yang terlarang, terus menerus menumpuk kotoran-kotoran dosanya hingga Allah SWT memberikan kesempatan emas itu pada makhluk yg bernama manusia untuk selalu membersihkannya pada bulan muliaNYA Ramadhan untuk berpuasa.  Dan puasa ini memang panggilan untuk orang-orang yang beriman saja agar kelak diharapkan menjadi manusia yang bertakwa ( QS 2 : 183 ). Dengan berpuasa kita di wajibkan untuk memperhatikan segala perintahNYA , dimana hidangan-hidangan Ilahiah dapat kita cicipi selezat mungkin  seperti dengan membaca kitabNYA &amp;amp; doa-doa pelebur dosa dari manusia pilihanNYA, juga salat-salat sunah &amp;amp; qadha .   Tentu semua ini dibutuhkan  kedisiplinan diri , agar makhlukNYA yg berwujud manusia ini dapat terlatih di bulan-bulan selanjutnya untuk terbiasa dengan menjadikan dirinya sesuai dengan kehendakNYA, menjadi seorang 'manusia' . HarapanNYA tentu untuk dapat tampak seperti wujudnya semula.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menarik di bulan nan suciNYA itu , kita di 'training' untuk dapat berada di alamNYA dengan mencoba 'menyerupaiNYA' - dengan TIDAK -makan, minum, berhubungan dengan pasangan hingga waktu yang telah ditentukan syariat.  Sesungguhnya seruan ini harus terus di praktekan hingga akhir kehidupannya. Tetapi Allah Sang Maha tentu telah mengetahui betapa lemahnya manusia untuk dapat terus bertahan pada keadaan nya seperti di  bulan Ramadhan, oleh karenanya dengan segala Maha Kasih SayangNYA yang berlimpah dan tak terhingga, Allah SWT memberikan terus menerus kesempatan untuk para hamba-hambaNYA yang berakal &amp;amp; beriman tentunya untuk terus melatih 'diri'nya minimal setahun sekali untuk terus memperbaiki nasib dirinya agar menjadi seorang yang bertakwa .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam ceramah awal bulan Syawal, kita sering mendengar para ustad dalam mengawali ceramahnya selalu berbicara tentang kembali fitri bagaikan bayi yang baru terlahir dari  rahim ibunya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sesungguhnya ini lah harapan Sang Kholik pada makhlukNYA yang bernama 'manusia '. Harapan  Sang Rabb al alamin  yang ingin menyaksikan terus menerus kita sebagai makhlukNYA untuk menjadi 'manusia' dengan berhasil menguasai alam kebinatangannya hingga dapat menjadi 'khalifahNYA'  ( dapat memanifestasikan nama-nama agungNYA pada diri kita ) di bumiNYA. Semoga kita dapat terus memenuhi harapanNYA untuk selalu dalam keadaan bertakwa hingga kembali kepadaNYA.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wallahualam bi shawab....Salawat ala  Muhammad wa aali Muhammad......wa ajil farajahum. ADRIKNA YA MAHDI&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-4718118940799884002?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/4718118940799884002/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/kembali-ke-fitrah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4718118940799884002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/4718118940799884002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/kembali-ke-fitrah.html' title='Kembali ke Fitrah'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-L40U0VO1Awo/Tn6nU4ddopI/AAAAAAAABDk/7F8ne4GqkaE/s72-c/bunga%2Bku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-9172330471967706351</id><published>2011-09-18T14:04:00.000+07:00</published><updated>2011-09-18T14:04:54.152+07:00</updated><title type='text'>Islam Times - Islamic Awakening Conference in Tehran</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.islamtimes.org/vdcfxjd1.w6d10a7riw.html"&gt;Islam Times - Islamic Awakening Conference in Tehran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-9172330471967706351?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.islamtimes.org/vdcfxjd1.w6d10a7riw.html' title='Islam Times - Islamic Awakening Conference in Tehran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/9172330471967706351/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/islam-times-islamic-awakening.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9172330471967706351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9172330471967706351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/islam-times-islamic-awakening.html' title='Islam Times - Islamic Awakening Conference in Tehran'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-575371406248211075</id><published>2011-09-08T13:37:00.001+07:00</published><updated>2011-09-08T13:40:24.878+07:00</updated><title type='text'>The Selection of a Reasonable Worldview by Ayatullah Misbah Yazdi</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.aimislam.com/resources/14-philosophy/1739-the-selection-of-a-reasonable-worldview.html"&gt;http://www.aimislam.com/resources/14-philosophy/1739-the-selection-of-a-reasonable-worldview.html&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-575371406248211075?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/575371406248211075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/selection-of-reasonable-worldview-by.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/575371406248211075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/575371406248211075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/selection-of-reasonable-worldview-by.html' title='The Selection of a Reasonable Worldview by Ayatullah Misbah Yazdi'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-3163246120589763694</id><published>2011-09-07T15:32:00.002+07:00</published><updated>2011-09-07T15:45:00.866+07:00</updated><title type='text'>Jalan Lurus</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-r2ZZ4odLYUA/Tmcs2uuX9II/AAAAAAAABDM/X9zvb_OMszs/s1600/tangga%2Blangit.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-r2ZZ4odLYUA/Tmcs2uuX9II/AAAAAAAABDM/X9zvb_OMszs/s320/tangga%2Blangit.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5649533576326673538" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk dapat selalu berada di jalan kebenaran di perlukan hati yang tulus dan keyakinan yang kuat.Bagaimana tidak, pembangkang nomor wahid, setan tak akan pernah lengah menyerang tanpa pandang bulu, entah itu seorang yang lalai bahkan si alim yang shaleh sekalipun. &lt;div&gt;Rasulullah saw yang mulia oleh karenanya tidak luput mengajarkan pada umatnya agar selalu berpegang teguh pada tali Allah yang masih selalu dapat kita gapai dengan dua pusaka wasiat beliau saw yang paling handal, yaitu al Quran Nur Karim dan Ahlul Bayt Rasulullah yang tlah disucikanNYA. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam setiap taqib salat pun kita selalu dianjurkan untuk selalu berdoa dengan doa-doa pilihan yang biasa di baca oleh lidah &amp;amp; mulut suci Rasul saw &amp;amp; AhlulBayt as. Taqib salat subuh misalnya jelas di awal kedatangan menyambut hari yang akan kita jalani, kita  di anjurkan membaca : &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;" &lt;i&gt;&lt;b&gt;Ya Allah, limpahkan salawat atas Muhammad dan keluarganya, berilah aku petunjuk dengan izinMU ketika kebenaran sudah di pertentangkan karena Engkau akan memberi petunjuk kepada orang yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jalan yang lurus yang kita inginkan dan kita memang di haruskan untuk berjalan disana....apabila kita menghendaki jalan yang di tunjukiNYA. Sudah barangtentu, jalan ini sangat sangat sulit, hanya mereka yang serius ingin menapakinya saja yang akan terus bertahan disitu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Terlintas seperti mudah, apabila kita bicara dan menyebut keinginan itu. Tetapi bukankah setiap keinginan harus ada kemauan keras untuk dapat mewujudkannya. Ingin tidak hanya di ucap dengan kata-kata, tetapi lebih pada perwujudan dari keinginan itu sendiri...dan usaha perwujudan itulah yang menjadi nilai dari diri seseorang. Keinginan kuat ( azam ) nya dan konsistensi usahanya untuk berada terus di jalan kebenaran apapun tantangannya akan dan di dijalaninya dengan keikhlasan adalah menunjukan kualitas diri seseorang. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Hal ini lah yang membedakan diri seseorang dengan diri yang lainnya.  Tentunya hanya usaha dari diri kita tak mungkinlah terwujud usaha kita itu. Hanya Allah, Rasul saw dan tali-tali Allah lah yang dapat menghantarkan kita pada 'mereka' ( 'DIRI' yang sesungguhnya ) . Karena setiap diri ( jiwa ) ini hanya tergantung padaNYA, tentunya dengan menapaki jalan yang telah di tunjukan oleh para Nabi &amp;amp; Aulia Allah lah jalan yang benar. Dengan terus menerus memohonkan rahmat &amp;amp; karunia serta taufik hidayahNYA lah kita dapat berada terus di jalanNYA.  Dan dengan izinNYA lah kita dapat terus berada di jalanNYA.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menggapai magfirah &amp;amp; ridha Allah tidaklah semudah yang kita duga, Allah SWT pun melihat langkah-langkah kita dan keseriusan kita dalam melangkah menujuNYA. Terlepas dari Allah Maha Pengasih &amp;amp; Penyayang, DIA Sang Maha Pengatur Alam Semesta ini, sangat melihat pada apa yang di niatkan dan yang ada di kalbu seseorang serta usaha &amp;amp; tekad kuatnya untuk dapat menggapai magfirah &amp;amp; ridhaNYA. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kadang kita masih menganggap enteng ampunan Allah, dengan hanya mengucap astagfirullah kita menyangka semua urusan dan kesalahan kita telah selesai dan terampuni, sambil kita masih terus berbuat sesuatu yang masih bukan di jalanNYA ( nauzubillah..) &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga kita termasuk yang serius dan bertekad kuat untuk menggapai magfirah &amp;amp; ridhaNYA serta berbuat sesuai dengan kehendakNYA sehingga dapat istiqamah selalu berada di jalanNYA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wallahualam bishawab....Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...ADRIKNA YA MAHDI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-3163246120589763694?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/3163246120589763694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/jalan-lurus.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3163246120589763694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3163246120589763694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/09/jalan-lurus.html' title='Jalan Lurus'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-r2ZZ4odLYUA/Tmcs2uuX9II/AAAAAAAABDM/X9zvb_OMszs/s72-c/tangga%2Blangit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-7520863176227068858</id><published>2011-08-03T09:43:00.000+07:00</published><updated>2011-08-03T09:45:04.297+07:00</updated><title type='text'>The Month of Ramadan - Ayatullah Wahid Khurasani</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-7520863176227068858?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.youtube.com/watch?v=woZ37yEqnOk&amp;feature=player_embedded' title='The Month of Ramadan - Ayatullah Wahid Khurasani'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/7520863176227068858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/month-of-ramadan-ayatullah-wahid.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7520863176227068858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/7520863176227068858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/month-of-ramadan-ayatullah-wahid.html' title='The Month of Ramadan - Ayatullah Wahid Khurasani'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-6911649336066749528</id><published>2011-08-03T07:36:00.003+07:00</published><updated>2011-08-03T08:31:16.781+07:00</updated><title type='text'>Pertanyaan di bulan suci Ramadan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-6d3-5f01gkI/TjikxRwwhSI/AAAAAAAABDE/OT9EYZ6adYM/s1600/ciri%2Bmuslim.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6d3-5f01gkI/TjikxRwwhSI/AAAAAAAABDE/OT9EYZ6adYM/s320/ciri%2Bmuslim.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636436100142630178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar kita termasuk orang yang beriman?&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pertanyaan ini seharusnya terus ditanyakan pada diri kita, untuk mengetahui apakah selama ini kita benar-benar seorang yang beriman. Karena apabila kita ingin jujur pada diri kita sendiri, sebaiknya kita me review lagi apa yang selalu kita lakukan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Iman yang kita pahami adalah sebuah keyakinan kita pada sesuatu yang 'ghaib'. Apabila kita mengimani pada yg ghaib seperti Allah, Malaikat, Akhirat &amp;amp; Hari Kebangkitan dan konsep kenabian, konsep kepemimpinan, maka akan tercermin dalam segala tindak perbuatan kita.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seperti , jika kita sedang berada di suatu negara atau kota dimana kita sangat lapar pada saat itu, dan masuk ke sebuah restoran dan memesan makanan, tetapi ternyata menu makanan itu adalah makanan yang mengandung minyak babi, maka seorang yang beriman walau dia sangatlah lapar, dia akan pergi dan mencari lagi restauran yang bebas dari segala yang di haramkan oleh agama. Dan , dia akan mengorbankan diri nya untuk menahan rasa laparnya karena tidak ingin melanggar peraturanNYA.  Dalam kasus ini, mungkin kita lulus sebagai seorang mukmin. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi di banyak kasus, kita terkadang menganggap enteng dan tidak merasa takut sama sekali, akan perbuatan terlarang kita , padahal jelas-jelas telah di beritahukan , di yakini secara zahir, tetapi karena kita merasa senang melakukannya , maka tiba-tiba dalam hal tersebut kita berlagak tidak tahu dan terus melakukannya dan dianggapnya sebagai kebiasaannya , seperti , bersalaman dengan non mahram, berhijab dengan masih menonjolkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi di depan non mahram, mengghibah, melakukan fitnah dsb&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Apakah pada saat itu kita masih seorang mukmin.? Padahal kita tahu persis ALLAH SWT jelas melihat dan mengetahui apapun yang kita kerjakan, tetapi kenapa kita terus-menerus melakukannya seolah Allah tak melihat . Berbohong pada manusia saja kita dilarang ini bukan saja berbohong DIA melihat kita, dan  menyaksikan. Apakah disini, manusia lebih mulia dari Tuhan ( nauzubillah ) , mengapa di depan manusia kita berusaha ingin menyenangkan mereka tetapi mengabaikan menyenangkanNYA?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wow...tanyakan terus apa yang sedang dan pernah selalu kita lakukan pada Allah Sang Maha Pencipta, Maha Melihat? Tetapi kita terus menerus menyakitiNYA dan mengaku beriman?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tentu berbeda apabila orang itu TIDAK meyakini atau mengimani yang disebut diatas tsb dan belum mengetahui segala pengetahuan tentangnya. Tetapi bagi yang mengaku mengimani dan telah mengetahui dengan jelas tentang semua itu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Disini tentu, yang tidak mengetahui tidak mendapatkan konsekuensi dari perbuatannya dari pada yang jelas telah mengetahuinya dan melanggarnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Oleh karenanya seorang yang beriman pasti mempunyai sifat jujur pada dirinya, dia akan terus istiqamah pada apa yang di yakininya, dan memohon ampunanNYA apabila dia lupa dan merasa telah membangkang dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.  Merekalah yang di panggil Tuhannya untuk memohon ampunanNYA di bulan nan suci mulia Ramadan ini. Bersyukurlah , apabila kita masih termasuk yang selalu dapat menyadari kesalahan-kesalahan kita dan segera memohon ampunanNYA. Dan terus membersihkan diri agar dapat meraih ampunanNYA karena telah dengan sengaja melakukan perbuatan-perbuatan yang telah di larangNYA.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Ya Allah, semoga di bulan suci Ramadan ini, kita semua dapat lebih meningkatkan kesadaran diri kita agar dapat bersegera memohon ampunan dan bertaubat nashuha sehingga kita menjadi benar seorang yang beriman , bukan sekedar mengaku beriman. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Al afwu Ya KARIM.. Salawat ala Muhammad wa aali Muhammad ....wa ajil farajahum. ADRIKNA YA MAHDI&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-6911649336066749528?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/6911649336066749528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/pertanyaan-di-bulan-suci-ramadan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6911649336066749528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6911649336066749528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/pertanyaan-di-bulan-suci-ramadan.html' title='Pertanyaan di bulan suci Ramadan'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-6d3-5f01gkI/TjikxRwwhSI/AAAAAAAABDE/OT9EYZ6adYM/s72-c/ciri%2Bmuslim.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-6490569979062860102</id><published>2011-08-02T21:37:00.000+07:00</published><updated>2011-08-02T21:37:53.130+07:00</updated><title type='text'>Umat Islam Tidak Boleh Lalai dari Konspirasi Musuh</title><content type='html'>&lt;a href="http://abna.ir/data.asp?lang=12&amp;amp;id=256429"&gt;Umat Islam Tidak Boleh Lalai dari Konspirasi Musuh&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-6490569979062860102?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://abna.ir/data.asp?lang=12&amp;id=256429' title='Umat Islam Tidak Boleh Lalai dari Konspirasi Musuh'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/6490569979062860102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/umat-islam-tidak-boleh-lalai-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6490569979062860102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/6490569979062860102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/08/umat-islam-tidak-boleh-lalai-dari.html' title='Umat Islam Tidak Boleh Lalai dari Konspirasi Musuh'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-3198668073364347104</id><published>2011-07-31T19:18:00.004+07:00</published><updated>2011-08-03T15:20:15.651+07:00</updated><title type='text'>Ber TAUHID secara smart ( II )</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_eloXpMzoRM/TjiTJHR9kQI/AAAAAAAABC8/G_0uTXn8H-4/s1600/daun%2Bramadhan.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-_eloXpMzoRM/TjiTJHR9kQI/AAAAAAAABC8/G_0uTXn8H-4/s400/daun%2Bramadhan.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636416718436667650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Hai orang-orang yang beriman, di wajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana yang telah di wajibkan atas orang-orang yang terdahulu dari kamu agar kamu berTAKWA "&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt; ( QS 2 : 183 )&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebuah panggilan Sang Maha Pencipta pada hamba-hambaNYA yang benar-benar mengimaniNYA untuk berpuasa agar dapat menjadi hamba-hambaNYA yang di ciptakan sesuai dengan maksud utama penciptaan diri-dirinya, sebagai khalifahNYA di muka bumi ini, yang berarti dirinya dapat menjadi manifestasi atribut-atributNYA - memakai nama-namaNYA, inilah gambaran seorang yang ber TAKWA.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Menyandang dirinya agar dapat merekflesikan nama-namaNYA adalah upaya seseorang yang dapat mengelola hawa nafsu sesuai dengan kehendakNYA, sehingga dirinya layak meraih derajat Muwahid- seorang yang berTauhid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Takwa adalah buah dari seorang Muwahid. Seorang Muwahid sudah pasti berTakwa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di bulan suci Ramadan inilah manusia di beri kesempatan oleh Allah untuk dapat meraih kedekatan dirinya dengan Sang Penciptanya, dengan mencoba 'menyerupai' DIRINYA. Sebuah pertanyaan 'menyerupai' Tuhan? &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perhatikanlah bahwa puasa adalah sebuah ibadah dimana seorang hamba TIDAK melakukan sesuatu yang biasanya di lakukannya dalam waktu yang ditentukan. Tidak makan, tidak minum, tidak berhubungan badan dengan pasangan dll yang semua ini TIDAK  ( nauzubillah ) dilakukan Sang Pencipta Alam Semesta ini.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Jadi, apabila kita menyamakan diri kita dengan kondisi NYA, berada di alamNYA, kita di harapkan dapat menyandang sifat-sifatNYA. Kita dapat menjadi pengasih dan penyayang, kita dapat menjadi pemaaf, kita dapat menjadi penyabar, dst... Menyadang predikat-predikatNYA hingga telah menyatu di dalam diri-diri kita. Bukan hanya kita mengetahui sifat-sifatNYA tetapi sifat2 tsb ada di dalam diri kita dan menjadi bagian dari diri kita. Untuk itulah puasa di wajibkan untuk orang-orang yang telah beriman sebagaimana telah di lakukan oleh orang-orang terdahulu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Inilah hidangan Allah untuk para mukminin di bulan suci Ramadan, dengan melatih diri-diri mereka agar dapat terus menggali potensi-potensi diri mereka untuk dapat teraktualisai sesuai dengan yang seharusnya manusia di ciptakan- menjadi seorang 'manusia' .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Subhanallah, bulan suci ini adalah madrasah untuk mukminin agar dapat terus meningkatkan kemampuannya untuk dapat terus mengaktualisasikan potensi-potensi dirinya yang asli yang berasal dari Rabbnya...sehingga di harapkan makhluk yang bernama manusia ini dapat kembali seperti yang original yang Rabbal alamin ciptakan semula seorang makhluk mulia yang bermarifah padaNYA, seorang muwahid sejati. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Manusia apabila dapat lulus dan berhasil meraih gelar takwa lah yang patut merayakan hari kemenangannya pada 1 Syawal di hari nan fitri ( berhasil kembali ke fitrah semula - back to the orginal Allah's plan ), sehingga dia akan dapat terlahir kembali seperti bayi yang baru lahir.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga kita semua dapat meraih tujuan mulia yang Allah SWT telah rencanakan untuk makhluk termulianya, agar kembali menjadi 'manusia'.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Selamat menikmati hidangan jamuanNYA, dan menjadi tamu-tamuNYA yang 'tahu diri' agar di ridhaiNYA. Amin &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wallahualam bishawab. Salawat ala Muhammad wa aali Muhamad.....wa ajil farajahum. ADRIKNA YA MAHDI&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-3198668073364347104?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/3198668073364347104/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/07/ber-tauhid-secara-smart-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3198668073364347104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/3198668073364347104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/07/ber-tauhid-secara-smart-ii.html' title='Ber TAUHID secara smart ( II )'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_eloXpMzoRM/TjiTJHR9kQI/AAAAAAAABC8/G_0uTXn8H-4/s72-c/daun%2Bramadhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-9057928973042298374</id><published>2011-07-03T15:44:00.006+07:00</published><updated>2011-07-31T19:18:42.522+07:00</updated><title type='text'>Ber TAUHID secara smart ( I )</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-4K5Pkp33eHU/ThA7igQAmVI/AAAAAAAABC0/WXnOIlDw5PE/s1600/flower%2Bof%2BZaenab%2Bas.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 140px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4K5Pkp33eHU/ThA7igQAmVI/AAAAAAAABC0/WXnOIlDw5PE/s400/flower%2Bof%2BZaenab%2Bas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625061398544423250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;" Sungguh Kami menciptakan manusia  dalam sebaik-baik bentuk. Kemudian Kami mengembalikan kepada yang serendah-rendahnya. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya " (&lt;b&gt; &lt;/b&gt;QS 95 : 4-6 )&lt;/i&gt;&lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam keadaaan yang sangat genting, manusia dapat melihat dirinya yang sesungguhnya atau terlihat seperti apa dirinya. Analoginya seperti air di kolam, apabila dilihat dari permukaan air terlihat sangat tenang , tetapi apabila kita mengkorek dengan tongkat ke dasar paling bawah kolam tsb, apabila terdapat kerak-kerak kotoran, maka kotoran-kotoran itu akan tampak muncul di permukaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sungguh tidak mudah untuk dapat menyandang predikat 'manusia' ( insan ) . Untuk berada di antara malaikat dan hewan atau lebih rendah lagi dari hewan adalah suatu pilihan, bagaiman dia dapat mengelola hawa nafsunya sesuai dengan kehendakNYA. Oleh karenanya menjadi manusia yang sesungguhnya akan menghantarkan dirinya pada tingkatan 'muwahid' - yang berTAUHID dan inilah yang di kehendakiNYA pada makhlukNYA yang ingin menyandang predikat manusia.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Perjuangan seorang makhluk yang ingin menyandang predikat mulia itu, tentunya harus di sertai dengan ilmu untuk dapat mencapainya. Di tambah lagi dengan mempunyai keyakinan pada Sang Pencipta Alam Semesta ini sebagai  Penguasa Mutlak dirinya dan dirinya sangatlah tergantung padaNYA .&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sekedar menjalankan syariat-syariat agama tanpa pengetahuan yang dalam tidak akan menghantarkan diri kita pada tujuan utama penciptaan . Penyembahan yang membutuhkan adanya pengenalan pada Sang Kholik tidak dapat di lakukan hanya sekedar gerakan-gerakan fisik belaka. Dibutuhkan lebih pada batiniyah nya, penggerak jiwa nya agar dapat mengenal lebih dalam Tuhannya. Dengan mengenal Tuhannya, akan tumbuh rasa cinta yang luar biasa, ingin selalu memujiNYA , dan berdekatan denganNYA, dan segala yang dilakukannya bukan sekedar memenuhi kewajban tetapi lebih karena kebutuhan .  Sudah barang tentu ketaatan ini akan terjadi apabila kita mecintai dan mengenalNYA. Pengenalan yang dalam ( Ma'rifah ) ini lah yang akan menghantarkan manusia ke posisinya yang sebenarnya untuk menjadi seorang muwahid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dalam berbagai tindakan apapun , selalu dibutuhkan kemampuan untuk dapat me'manage things' , dengan cara yang 'smart'. Begitu pula dengan cara kita ber Tauhid. Syari'at tanpa ma'rifah akan menjadi hambar, bagaimana tidak ketika kita mengucapkan ' Allahu Akbar' tanpa mengenalNYA, kita cenderung berbuat 'syirik'. Mengucap tanpa mengetahui apa itu yang di ucapkan akan menjad bumerang.  Karena sesungguhnya, bila kita telah mengetahui bahwa DIA lah satu-satunya yang disembah, kita tidak akan tergantung pada apapun selainNYA. Dan otomatis akan mempengaruhi pada setiap sikap dan tindakan kita dalam menjalani hidup ini.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tidak heran sejarah mencatat, banyak kelompok-kelompok yang menjalankan syariat agama secara fisik seperti yang diperintahkanNYA (ie. : Khawarij ), tetapi pada saat yang sama mereka memerangi orang-orang suci yang dipilih oleh NYA, atau bahkan sebagai individual pun banyak yang menentang kebjakan para utusan Allah dan membunuhnya untuk kepentingan hawa nafsu dunianya, menginginkan kedudukan dan jabatan. Zaman sekarang pun demikian, agama hanyalah sekedar simbol belaka untuk meraup keinginan dunianya. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Keadaan demikian tidak mungkin terjadi apabila seseorang benar-benar mengenal Tuhannya dan para utusanNYA. Kitapun, harus terus bertanya dan menilai pada diri ini apakah kita betul-betul telah mengenalNYA dan para utusanNYA. Kesadaran yang tinggi dan terus menerus membersihkan diri dari nafsu- nafsu kotor penghambat kedekatan kita padaNYa, yang menghijab diri kita dengan DIA harus lah selalu menjadi perhatian bagi para penempuh jalan menujuNYA. Tak dapat di sangkal semua orang siapapun dia akan kembali kepadaNYA. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Beribadah dengan smart tidak semua orang dapat melakukannya. Hanya dengan keinginan yang kuat untuk mengenalNYA dan kesadaran yang tinggi akan apa tujuan kita di ciptakanNYA dan akan kemana kita setelahnya akan mempermudah kita untuk menjadi Muwahid.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Liku-liku kehidupan yang kita jalani sesungguhnya akan menguji diri kita terus menerus untuk mempraktekan apa yang kita telah pelajari. Apakah kita lulus dalam setiap ujian yang di berikanNYA, sungguh tergantung pada pengetahuan kita akan Ma'rifah. Karena semakin tinggi Ma'rifah seseorang semakin sulit ujian dalam kehidupannya, dan dirinya ( jiwanya ) akan terus menyempurna. Ujian demi ujian akan menjadi terbiasa dan mengangkat derajatnya ke derajat yang lebih tinggi. Bayangkan , apabila seseorang selalu dalam keadaan baik dan tidak pernah mengalami cobaan? Apa jadinya, jiwanya menjadi tidak berkembang dan biasanya orang yang demikian tidak tahan akan sedikit saja cobaan hidup. Sehingga menjadikan dirinya tidak pernah menyandang predikat yang di muliakan Tuhannya - manusia, dia akan terus menerus memperturutkan hawa nafsunya, jiwanya hanya berkutat di seputar kehewanan, dan tidak pernah naik ketingkat yang seharusnya.  Inilah bencana yang sesungguhnya. Nauzubillah, semoga kita semua terlindung dari kebuntuan jiwa yang diakibatkan cepat menyerah dan tidak mau berusaha dan tidak berilmu pengetahuan. Merugilah mereka yang hanya membuang waktunya hanya untuk memperturutkan kenginan dirinya saja dan mengesampingkan keinginan mulia Rabb nya. Railah jiwa yang tenang agar kita termasuk hamba-hambaNYA yang beruntung.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;"&lt;i&gt; Sungguh beruntung orang-orang yang menjaga kesucian dirinya. Dan sungguh merugi orang yang mengotorinya &lt;/i&gt;" ( &lt;i&gt;QS 91 : 9-10&lt;/i&gt; )&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;" &lt;i&gt;Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha &amp;amp; di ridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambaKU dan masuklah ke dalam surgaKU&lt;/i&gt; " &lt;/div&gt;&lt;div&gt;( &lt;i&gt;QS 89:27-30&lt;/i&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Wallahu alam bishawab&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum...ADRIKNA YA MAHDI&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;( bersambung... )&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-9057928973042298374?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/9057928973042298374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/07/ber-tauhid-secara-smart.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9057928973042298374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/9057928973042298374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/07/ber-tauhid-secara-smart.html' title='Ber TAUHID secara smart ( I )'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4K5Pkp33eHU/ThA7igQAmVI/AAAAAAAABC0/WXnOIlDw5PE/s72-c/flower%2Bof%2BZaenab%2Bas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-8807231413504445195</id><published>2011-06-07T22:23:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T23:25:49.583+07:00</updated><title type='text'>Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-G47omI1Xc4k/Te5Q74L5I-I/AAAAAAAABCk/zNBuFcr_bzg/s1600/Khomeini%2Bra%2Best%2BImam.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-G47omI1Xc4k/Te5Q74L5I-I/AAAAAAAABCk/zNBuFcr_bzg/s400/Khomeini%2Bra%2Best%2BImam.bmp" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615514775002358754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://abna.ir/data.asp?lang=12&amp;amp;Id=245747"&gt;Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-8807231413504445195?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://abna.ir/data.asp?lang=12&amp;Id=245747' title='Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/8807231413504445195/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/06/imam-khomeini-islam-anti-kediktatoran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8807231413504445195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/8807231413504445195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/06/imam-khomeini-islam-anti-kediktatoran.html' title='Imam Khomeini: Islam Anti Kediktatoran'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-G47omI1Xc4k/Te5Q74L5I-I/AAAAAAAABCk/zNBuFcr_bzg/s72-c/Khomeini%2Bra%2Best%2BImam.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1774575438596296714</id><published>2011-06-01T07:36:00.001+07:00</published><updated>2011-06-07T23:30:52.745+07:00</updated><title type='text'>Israeli: Islam is not a threat. Israel is. | MPACUK – Empowerment through political participation</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-QiuE98xGR28/Te5SGbsPSxI/AAAAAAAABCs/2g0dC33iwNc/s1600/women-of-karbala.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QiuE98xGR28/Te5SGbsPSxI/AAAAAAAABCs/2g0dC33iwNc/s400/women-of-karbala.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5615516055843588882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.mpacuk.org/story/010710/israeli-islam-not-threat-israel.html"&gt;Israeli: Islam is not a threat. Israel is. | MPACUK – Empowerment through political participation&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1774575438596296714?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.mpacuk.org/story/010710/israeli-islam-not-threat-israel.html' title='Israeli: Islam is not a threat. Israel is. | MPACUK – Empowerment through political participation'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1774575438596296714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/06/israeli-islam-is-not-threat-israel-is.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1774575438596296714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1774575438596296714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/06/israeli-islam-is-not-threat-israel-is.html' title='Israeli: Islam is not a threat. Israel is. | MPACUK – Empowerment through political participation'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QiuE98xGR28/Te5SGbsPSxI/AAAAAAAABCs/2g0dC33iwNc/s72-c/women-of-karbala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1132732300715427293</id><published>2011-05-30T15:03:00.003+07:00</published><updated>2011-05-30T15:09:25.313+07:00</updated><title type='text'>The Laylatul Qadar &amp; Lady Fatimah Az-Zahra as</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-px0wqHdyHag/TeNQfQKZS8I/AAAAAAAABCY/S_uCuJ3tk60/s1600/Saydh%2BFatimah%2BZahra.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-px0wqHdyHag/TeNQfQKZS8I/AAAAAAAABCY/S_uCuJ3tk60/s400/Saydh%2BFatimah%2BZahra.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612418058478504898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://islamicinsights.com/religion/clergy-corner/lady-fatima-and-the-night-of-divine-decrees.html"&gt;http://islamicinsights.com/religion/clergy-corner/lady-fatima-and-the-night-of-divine-decrees.html&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1132732300715427293?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1132732300715427293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/05/laylatul-qadar-lady-fatimah-az-zahra-as.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1132732300715427293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1132732300715427293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/05/laylatul-qadar-lady-fatimah-az-zahra-as.html' title='The Laylatul Qadar &amp; Lady Fatimah Az-Zahra as'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-px0wqHdyHag/TeNQfQKZS8I/AAAAAAAABCY/S_uCuJ3tk60/s72-c/Saydh%2BFatimah%2BZahra.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-1126759105354787546</id><published>2011-05-27T20:07:00.007+07:00</published><updated>2011-05-27T20:28:22.232+07:00</updated><title type='text'>Understanding &amp; Developing Walayah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HuMIbmyD8HM/Td-iuNdDTcI/AAAAAAAABCQ/BBSnt1AwByQ/s1600/dimensions_of_wilayat_raza.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 260px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HuMIbmyD8HM/Td-iuNdDTcI/AAAAAAAABCQ/BBSnt1AwByQ/s400/dimensions_of_wilayat_raza.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5611382575496121794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HuMIbmyD8HM/Td-iuNdDTcI/AAAAAAAABCQ/BBSnt1AwByQ/s1600/dimensions_of_wilayat_raza.jpg"&gt;One of the most central and important concepts of Islam and of our very existence is that of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;is one of the pillars or foundations of Islam and is in fact the most central of the foundations.  &lt;/a&gt;&lt;p&gt;Imam Muhammad al-Baqir (peace be upon him) described the foundations  of Islam as follows: "Islam is built upon five foundations: communion (&lt;em&gt;Salat&lt;/em&gt;), pruning of wealth (&lt;em&gt;Zakat&lt;/em&gt;), fasting (&lt;em&gt;Sawm&lt;/em&gt;), pilgrimage (&lt;em&gt;Hajj&lt;/em&gt;), and dynamic loving (&lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;). And nothing has been called to the way dynamic loving (&lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;) has been called to."&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Most people are more familiar with another tradition that relates the fifth foundation or pillar as the witnessing (&lt;em&gt;Shahadah&lt;/em&gt;) that there is no God but Allah, and that Muhammad (peace be upon him and his progeny) is His servant and messenger.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Of the five activities that form the foundation, &lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;is the first and foremost foundation. While the more often heard narration mentions the foremost as the &lt;em&gt;Shahadah&lt;/em&gt;, there is not really a conflict between these two traditions, but this shall be explained later.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;First, let us understand what &lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;is. &lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;denotes the activity of coming or working to be in the closest possible proximity to something. If one has &lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;with another, then the two things are so close as to be almost inseparable.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Walayah &lt;/em&gt;really denotes two activities that take place due to  this relationship of being so close. The first activity is that of pure  loving, affection, attachment, and intimacy. This kind of love can be  between two people, such as parent and child or husband and wife. The  second activity is that of comforting – providing aid, assistance,  guidance, and support. This activity can also between two people, but at  an uneven level. For example, a parent may provide comfort aid,  assistance, guardianship and guidance as love to a child, but the child  can respond lovingly, but not equally, and not with the same kind of  activity. Instead, the child who responds positively does so with  loyalty, allegiance, devotion and obedience.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;God gives &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; to those who would receive it. For example, He says in the Qu'ran, "Allah is the Comforter (doer or giver of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;) of those who are dynamically faithful (receivers and responders of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; – believers); He extracts them from all manner of darkness into light" (2:257).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Someone who does &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; is called a &lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Wali Allah&lt;/em&gt;  is a phrase that describes a devotee, intimate follower, and lover of  Allah. People who are such lovers of God are mentioned in the Qur'an  also: "Indeed! The devotees of Allah (&lt;em&gt;Wali Allah&lt;/em&gt;) will have no fear upon them nor will they grieve" (10:62).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;So, the reason why there is no real conflict between the two different forms of the tradition is that the &lt;em&gt;Shahadah &lt;/em&gt;is a manifestation and application of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;. When someone bears witness that God is their &lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt;, that person is acknowledging his or her role in the relationship to respond with allegiance and obedience. In the &lt;em&gt;Shahadah&lt;/em&gt;,  we witness that God is the ultimate source of love, comfort,  guardianship, and authority and is deserving of allegiance, service, and  adoration. He is the ultimate and true &lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt; of us all. At the  same time, one is pledging one's love, allegiance, loyalty, and  obedience to this ultimate source of true love. One also acknowledges  that Muhammad is the perfect &lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt; (adorer/servant) of God and is pledging love, allegiance, and loyalty to him as well due to his relationship with God.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;All love – all &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; – ultimately comes from and is due to God. The Qur'an says: "Say O Prophet: My Comforter (&lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt;) is Allah, who gradually sent down the Book; He receives the dynamic love (&lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;) of the righteous" (7:196). God both gives and receives &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;,  this dynamic love. God loves us, and we respond, either positively or  negatively. The positive response to the love of God, the &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  of God, is the fundamental activity of Islam and the distinguishing  characteristic of a believer. The positive response is the return of  love, obedience, loyalty, allegiance, etc. It is what Islam is all about  and what our lives are ultimately all about. The one who becomes a true  &lt;em&gt;Wali&lt;/em&gt; or devotee of Allah (&lt;em&gt;Wali Allah&lt;/em&gt;) achieves a  state of righteousness. Allah loves as the Comforter, then the righteous  person responds with love as the Devotee, and then Allah responds with a  deepening of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; toward the Devotee, and it can be an  ever-deepening cycle. So it all comes from Allah and continues to grow  and deepen as far as the recipient of God's love responds. It is only  the limit of our response to God's &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; that limits the depth of return of God's &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;, which is nevertheless ever-present.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;The means to achieving this ever-deepening cycle is also explained to  us in the Qur'an: "O you who are dynamically faithful (doers of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;)! Obey Allah and His Messenger. And do not let yourselves be oriented to a &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  other than this (or be turned away from him)" (8:20). "Whoever obeys  the Prophet has definitely obeyed Allah. And as for whoever lets himself  be oriented towards another &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;, then Allah has not made  you (the Prophet) their keeper" (4:80). Thus, the Qur'an tells us that  the method of obeying and doing &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; with Allah is through following and obeying His Prophet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;This is further explained in the traditions. Truly, Islam is the way  of love. Imam al-Baqir related a tradition as follows: A man was  traveling to visit the Imam, and the travel caused his legs and feet to  become blistered and chapped. He told the Imam, "Nothing brought me here  from whence I came, except the love of you, the Family of the Prophet."  Imam al-Baqir replied, "By Allah! Even if a stone were to love us, He  would gather it up with us (on the Judgment Day). Is the Deen (of Islam)  anything but loving? Surely Allah says, 'Say: If you have come to love  Allah, then follow me! He will love you'" (3:31). Then the Imam said,  "He loves whomsoever migrates to them (Ahlul Bayt). Is the Deen anything  but loving?" Thus, Islam is all about the giving and receiving &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  relationship between Allah and us, and we respond to His love by loving  those who are closest to Him, the Prophet and his Progeny, and in turn  Allah responds with even-deeper &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Further, a positive response to God's &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; for us is to  be just. "O you who are dynamically faithful! Be those who stand for  manifest justice, witnesses to Allah, even if it be against yourselves,  your parents, or those who are close to you; even if it be against  someone poor or rich, for Allah has more &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; than anyone  else with both of them (the poor and rich). And do not follow your  personal whims and desires and let them prevent you from being just. And  if you deviate or turn away from justice, then surely Allah is  well-informed of all that you do" (4:135).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;In the Qur'an, Muslims are not addressed directly, but believers who return &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  to God are, for the Qur'an and God make distinctions between Muslims  and Believers. Believers are the "dynamically faithful", the positive  responders of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;. Muslims are those who submit in body or  word but not necessarily in this dynamic loving with God. "The desert  Arabs say: We believe (are doers or positive receivers of &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  with God)! Say to them, You have not yet believed, but rather say, We  have submitted (become Muslims). For faith has not yet entered into your  hearts. And if you obey Allah and His Messenger, He will not let your  good deeds go to waste. Truly Allah is Ever Forgiving, Singularly  Compassionate. The true believers are only those who believe (and are  dynamically loving with) Allah and His Messenger, then do not doubt, but  strive with their wealth and their beings in the Way of Allah. Those  are the truthful ones" (49:14-15).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;God loves and is merciful to all of creation. The mercy He shows to all creation is denoted by His name &lt;em&gt;Rahman&lt;/em&gt;.  He cares for and provides for all. But there is a special mercy for  those who respond positively, and that special mercy is denoted in His  name &lt;em&gt;Raheem&lt;/em&gt;. When we turn to God, God turns to us. The means of  developing an ever-closer relationship with God is ultimately what  Islam is all about. Every aspect of Islam is to guide us as to how to  achieve greater closeness, to deepen our &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; with God. The  remaining four foundations of Islam – the prayer, the fasting, the  pilgrimage, and the alms, are all means of deepening &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt;  with God, as are all other aspects of Islam. But, as the Qur'an has  distinguished for us, it is possible to do all these things in word and  deed without the benefit of deepening relationship with God. That is, we  can be Muslims without yet being Believers. The keys to being Believers  are the acceptance of God's love and the response in heart with  devotion, obedience and love, not only to Allah but to those closest in &lt;em&gt;Walayah&lt;/em&gt; to Him – the Prophet and his Holy Progeny.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;From Islamic Insight by Masooma Beatty. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Reference: &lt;em&gt;Islam Dynamic: The Cosmology, Spirituality and Practice of Walayah&lt;/em&gt; by Dr. Idris Samawi Hamid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HuMIbmyD8HM/Td-iuNdDTcI/AAAAAAAABCQ/BBSnt1AwByQ/s1600/dimensions_of_wilayat_raza.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2569161423769026150-1126759105354787546?l=emarachman.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://emarachman.blogspot.com/feeds/1126759105354787546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/05/understanding-developing-walayah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1126759105354787546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2569161423769026150/posts/default/1126759105354787546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://emarachman.blogspot.com/2011/05/understanding-developing-walayah.html' title='Understanding &amp; Developing Walayah'/><author><name>The Awaited One - Hakima</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14981304199468536286</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='22' src='http://3.bp.blogspot.com/-RQg7U5f6cbk/TxoWH5ozwqI/AAAAAAAABKo/H6MUQYuld-E/s220/Tear%2Bfor%2BGaza.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HuMIbmyD8HM/Td-iuNdDTcI/AAAAAAAABCQ/BBSnt1AwByQ/s72-c/dimensions_of_wilayat_raza.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2569161423769026150.post-6494915410208842104</id><published>2011-05-25T18:21:00.003+07:00</published><updated>2011-05-25T19:37:51.854+07:00</updated><title type='text'>Surat Wasiat Imam Khomeini ra</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-Zo3QcRZh1m0/Tdz3rF7degI/AAAAAAAABCI/IrGOTZREVyg/s1600/imam%2Bkhomeini%2Bdoa.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 210px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-Zo3QcRZh1m0/Tdz3rF7degI/AAAAAAAABCI/IrGOTZREVyg/s400/imam%2Bkhomeini%2Bdoa.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610631555494803970" /&gt;&lt;/a&gt;Surat Wasiat Politik Ilahiah Imam Khomeini&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun sebelum wafat, Sayid Ahmad Khomeini, putera Imam Khomeini, menulis di salah satu bukunya sebagai berikut. "Lembar demi lembar dari tulisan ataupun kata-kata Imam mengingatkan saya kepada penderitaan panjang dan perjuangan keras yang telah dilakukan oleh beliau, dengan segala tantangan dan halangan yang dihadapinya. Adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri bahwa pada seluruh kata-kata ataupun tulisan Imam terekam berbagai peristiwa dan krisis yang menghiasi pelataran sejarah Revolusi Islam Iran. Karenanya, kata-kata atau tulisan beliau benar-benar bisa menjadi petunjuk bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh hendak menempuh jalan yang telah beliau rintis. Tulisan dan kata-kata Imam adalah piagam Revolusi Islam Iran sekaligus naskah sejarah otentik dari sebuah keberhasilan kebangkitan paling merakyat dan paling hakiki yang pernah kita saksikan di zaman kita ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman, buku yang ada di tangan Anda saat ini adalah sebuah naskah tertulis Revolusi Islam Iran yang paling akhir. Sudah sepantasnyalah generasi masa kini maupun masa mendatang mau memanfaatkannya karena merekalah sebenarnya yang menjadi audiens dari semua tulisan Imam ini. Kitab ini ditulis dengan ketulusan niat yang sangat tinggi, atau dengan ungkapan lainnya, lidah dan tangan Imam saat berkata-kata atau menuliskan surat wasiat ini telah menjadi lisanullah dan yadullah (lisan dan tangan Allah). Karenanya, tulisan Imam ini menjadi sangat padat, menyeluruh, dan kuat. Tulisan beliau ini menjadi penjelasan atas ajaran agama Islam yang murni, Islam yang Muhammadi, yang diungkapkan secara fasih sekaligus mengenai sasaran. Tulisan ini ditujukan kepada masyarakat yang merupakan representasi manusia masa mendatang.&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;Jalaluddin Rumi dalam kitab syairnya "Matsnawi" Jilid I menjelaskan makna dari risalah terakhir yang diemban Nabi Muhammad sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama "Ahmad" hakikatnya adalah rangkaian nama sejumlah nabi&lt;br /&gt;Ketika bilangan seratus tiba, sembilan puluh bilangannya ada di samping kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Khomeini adalah pembawa panji kelanjutan risalah Nabi Muhammad SAWW dan kepemimpinan para awshia. Karenanya, seperti Nabi Muhamad, Imam bagaikan Bapak Manusia, Nabi Adam a.s. Ia senantiasa mengingatkan manusia tentang kesalahan pertama manusia yang membuatnya menyadari keberadaan alam nasut dan alam mulk. Imam, sebagaimana Nabi Adam a.s., selalu mengingatkan manusia tentang keberadaan "tanah air keabadian" yang sudah lama ditinggalkannya. Imam mengingatkan manusia zaman sekarang bahwa kerinduan dan keterkaitan mereka dengan alam abadi bukanlah sebuah ilusi, khayalan, atau impian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Imam Khomeini juga menjadi representasi dari risalah yang diemban oleh Nabi Nuh a.s. Bagaikan Nuh, bertahun-tahun lamanya Imam menunggu dan menjalani berbagai penderitaan. Ia pertaruhkan nyawanya secara sabar. Ia ajak umatnya untuk menaiki bahtera keselamatan hingga umat ini bisa terselamatkan dari ganasnya banjir dan topan kezaliman. Imam adalah penjaga warisan kata-kata Rasul yang mulia bahwa Matsalu Ahli Baiti kamatsali safinati Nuh (Ahlul Baitku itu umpama bahtera Nabi Nuh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam juga bertindak seperti Ibrahim Khalilullah a.s., nabi penghancur berhala yang namanya terpatri abadi dalam sejarah. Imam telah berhasil menghancurkan berhala-berhala zaman ini yang bersemayam pada jiwa-jiwa manusia. Imam juga meneriakkan perlawanan terhadap Namrud-Namrud zaman ini, yaitu manusia-manusia yang tetap menjadi "tanah" akibat sikap egois yang terus mereka pelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam bagaikan Nabi Musa a.s. yang diusir oleh Firaun-Firaun zaman ini di tengah malam yang gelap. Akan tetapi, justru dalam kegelapan malam itulah Imam berhasil menemukan cahaya penerang dan tongkat yang membakar kezaliman. Dengan bermodalkan semua itu, Imam kemudian kembali kepada Firaun-Firaun itu untuk meneriakkan perlawanan. Beliau mengalahkan para pemilik istana itu. Kemudian, orang-orang tuli yang sepanjang sejarah selalu lalai dalam mengambil pelajaran atas berbagai peristiwa yang terjadi, beliau tenggelamkan dalam lautan revolusi Islam yang bergelora. Setelah itu, Imam tidak pernah berhenti mengingatkan umat manusia agar tidak tertipu oleh "sihir Samiri" atau silau dengan "kekayaan Qarun".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam juga berperan seperti Nabi Isa Al Masih a.s. Ia muncul di pentas sejarah bagaikan Nabi Isa yang datang menyambut penantian masyarakat akan datangnya seorang juru selamat. Imam juga datang sebagai penyembuh atas penyakit buta hati umat manusia, semuanya dengan izin Allah. Imam juga menjadi manifestasi atas peran kepemimpinan Al Masih di zaman ini. Dengan seruan "mari kita melangkah bersama", umat ini beserta para pemimpinnya diseru ke arah kemenangan hakiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, Allah telah menganugerahkan Khomeini sejumlah nikmat yang dulu dianugerahkan kepada para nabi. Sebagai Adam, Imam mendapatkan anugerah "Bapak Manusia"; sebagai Nuh, Imam adalah penyelamat umat; sebagai Ibrahim, Imam adalah pemimpin umat; sebagai Musa, Imam menjadi petunjuk umat; sebagai Isa, Imam adalah penyembuh umat; dan akhirnya, Imam juga mewarisi nikmat yang dulu dianugerahkan Allah kepada rasul terakhirnya Muhamad SAWW, yaitu seluruh nikmat yang pernah dianugerahkan kepada para nabi terdahulu: nikmat bapak pengayom umat, nikmat penyelamat, nikmat pemimpin, nikmat petunjuk, dan nikmat penyembuh. Hal-hal inilah yang membuat kita semakin yakin bahwa Imam datang sebagai pelanjut misi yang dulu dibawa oleh Nabi Muhamad SAWW. Ajaran Imam adalah "Islam Muhammadi", bukannya Islam yang tercemari dengan konsep Dajjal Amerika Serikat. Dengan inilah, Imam menunjukkan batas yang tegas antara hak dan batil hingga umat manusia ini tidak terlunta-lunta dalam kegelapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang kita ketahui, surat wasiat Imam Khomeini ini telah dijadikan salah satu mata kuliah di sejumlah perguruan tinggi di Iran. Ternyata, cukup banyak di antara para mahasiswa kita, para "putra Imam" ini, yang menemui kesulitan untuk memahami secara utuh beberapa bagian penting dari kalimat-kalimat yang dituliskan Imam dalam surat wasiatnya ini. Adalah sebuah fakta bahwa dalam beberapa bagiannya, isi surat wasiat Imam ini mengandung konsep filosofis yang sangat tinggi. Karenanya, beberapa orang cendekiawan kita yang cerdas secara khusus telah menyusun buku berisi penjelasan atas konsep-konsep filosofis yang berat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk menjelaskan berbagai makna yang terdapat pada sejumlah kalimat dari wasiat Imam ini memang sangat berat bagi saya, atau malah bisa dikatakan mustahil. Akan tetapi, saya berharap bahwa betapapun buruknya penjelasan saya atas sejumlah konsep pada kitab ini, semuanya bisa bermanfaat; bagaikan upaya berpayah-payah yang dilakukan oleh seekor semut, yang tetap dianggap sebagai karya seni berharga oleh Nabi Sulaiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat wasiat Imam Khomeini merupakan ringkasan atas semua wasiat yang ingin disampaikannya sepanjang hayatnya yang penuh berkah itu. Secara umum, isi surat wasiat ini merupakan seruan kepada umat manusia agar melanjutkan proses revolusi Islam yang telah berhasil beliau pimpin. Surat wasiat ini pertama kali dirampungkan oleh Imam pada tanggal 26 Bahman 1361 HS (Februari 1983). Selama sekitar lima bulan, surat itu beliau simpan. Kemudian, pada tanggal 22 Tir 1362 HS (Juli 1983), bersamaan dengan dimulainya masa kerja Dewan Ahli Periode I, surat wasiat itu diserahkan oleh Imam kepada Dewan Ahli untuk disimpan. Kemudian, pada tanggal 19 Azar 1366 HS (Desember 1987), Imam menyelesaikan sejumlah perubahan atas surat wasiatnya itu. Kemudian, naskah surat yang telah diubah itu digandakan oleh Imam. Naskah asli kembali diberikan kepada Dewan Ahli, sedangkan naskah kedua diberikan oleh Imam kepada Pengurus Pusara Imam Ridha a.s. Akhirnya, pada tanggal 15 Khordad 1368 (5 Juni 1989), sehari setelah Imam wafat, surat wasiat tersebut untuk pertama kalinya dibuka dan dibacakan oleh Ayatullah Khamenei di depan sidang Dewan Ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat wasiat Imam Khomeini ini diawali dengan sebuah pemaparan singkat tentang dasar-dasar kebenaran madzhab Syiah. Setelah itu, Imam memaparkan hakikat dari ajaran Rasulullah SAWW sambil menunjukkan sejumlah contoh. Imam lalu menjelaskan kebatilan orang-orang yang mengklaim diri sebagai pembela agama Islam, padahal di balik semua itu, mereka adalah sahabat dari negara musuh Islam bernama Amerika Serikat. Hal itu diungkapkan dalam bagian pembukaan dari surat wasiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, di bagian selanjutnya, Imam mengajak generasi saat itu dan generasi mendatang agar menjaga sekaligus melanjutkan revolusi Islam. Imam menjelaskan secara gamblang potensi yang dimiliki agama Islam dalam membimbing manusia ke arah kebahagiaan hakiki. Seruan dan ajakan Imam itu ditujukan kepada berbagai lapisan masyarakat, seperti para pejabat dan politisi pada pemerintahan Islam Iran, para pemimpin negara-negara muslim, serta kaum muslimin dan orang-orang tertindas di seluruh dunia. Seruan-seruan Imam tersebut beliau bagi ke dalam 18 butir. Selamat membaca!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Reza Esmaili (penyusun buku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naskah Lengkap Wasiat Politik Ilahiah Imam Khomeini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال رسول الله (ص): اني تارك فيكم الثقلين كتاب الله و عترتي اهل بيتي فانهما لن يفترقا حتي يردا علي الحوض&lt;br /&gt;الحمد لله و سبحنك اللهم صلي علي محمد و آله مظاهرجمالك و جلالك و جزائن اسراركتابك تجلي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa pada tempatnyalah untuk menyampaikan risalah singkat dan pendek mengenai tsaqalain atau dua hal yang penting ini; bukan dari sisi kedudukan gaib, maknawiah, dan irfani keduanya, karena pena saya tidak sanggup untuk menuliskannya. Derajat irfani keduanya lebih tinggi dari malak hingga malakut yang tertinggi serta dari sana hingga alam lahut. Derajat irfani keduanya lebih besar dari apa yang bisa saya dan Anda fahami, sehingga untuk memahami ketinggian derajat mereka adalah sesuatu hal yang berat, bila tidak saya katakan tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Saya merasa perlu untuk menyampaikan risalah ini) bukan karena segala sesuatu yang telah terjadi pada umat manusia, meskipun sangat banyak dari mereka yang telah memisahkan diri dari hakikat kedudukan tsiql akbar dan tsiql kabir , yang keduanya memiliki superioritas keagungan dibandingkan segala apapaun yang ada di alam ini, dan bahkan, tsiql akbar memiliki kebesaran yang mutlak; bukan pula dari apa yang telah ditimpakan para musuh Allah dan para penguasa yang zalim terhadap kedua tsiql itu. Menghitung semua kejadian itu tidak mungkin bagi saya karena terbatasnya informasi dan waktu yang saya miliki. Namun, tetap saja saya melihat sangat tepat dalam kesempatan ini untuk meninjau secara singkat apa yang telah terjadi terhadap kedua tsiql ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalimat "Lan yaftariqa hatta yarida ‘alayya al-Haudh" mengisyaratkan pada hakikat bahwa setelah kepergian Rasulullah Nabi Muhammad SAWW , apa yang terjadi pada salah satu dari tsaqalain ini akan menimpa pula terhadap yang lain. Artinya, tindakan umat Islam untuk memisahkan diri dari salah satunya berarti memisahkan diri dari keduanya, sampai kelak ketika kedua wasiat Rasul itu menemui Rasulullah di Telaga Haudh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah Haudh merupakan tempat bertemunya sesuatu yang jamak dengan sesuatu yang tunggal , dan tempat melesapnya tetesan ke dalam lautan, ataukah itu memiliki makna yang lain yang tidak mampu dicerna oleh akal dan irfan manusia? Yang pasti, harus dikatakan bahwa kekejaman yang dilakukan terhadap kedua wasiat Rasulullah SAWW itu berarti kekejaman yang tidak hanya dilakukan terhadap kaum muslimin, melainkan kekejaman terhadap seluruh umat manusia, yang (besarnya kekejaman itu) tidak bisa dituliskan oleh pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu poin penting yang harus disebutkan, yaitu bahwa hadis tsaqalain ini bernilai mutawatir di antara kaum muslimin. Hadits ini tercantum dalam kitab-kitab Ahlus-sunnah yang biasa disebut sebagai Kutub Al Sittah , serta kitab-kitab lainnya dengan redaksi yang berbeda-beda , dan dalam pembahasan yang berbeda-beda, yang dikutip dari ucapan Rasulullah SAWW secara mutawatir. Hadis yang mulia ini merupakan hujjah (argumen) yang tegas bagi umat manusia, terutama kaum muslimin dari berbagai madzhab. Adalah menjadi kewajiban kaum muslimin yang telah mendengar hujjah yang sempurna mengenai hadits ini untuk mempertanggungjawabkan pengamalan mereka atas hadits tersebut. Hanya orang-orang yang tidak mengetahui masalah ini saja yang bisa dimaafkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, marilah kita melihat apa yang telah terjadi bagi Kitabullah yang telah diwariskan oleh Rasulullah untuk kita, kaum muslimin. Masalah yang sangat disayangkan dan harus kita tangisi dengan air mata darah adalah kejadian yang dimulai setelah gugurnya Imam Ali. Orang-orang yang egois dan para penguasa yang zalim telah menjadikan Al Quran hanya sebagai alat untuk mendirikan pemerintahan yang tidak Qurani. Sementara itu, para mufasir Al Quran dan orang-orang yang mengetahui kebenaran Al Quran secara paripurna sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAWW disingkirkan dengan alasan yang berbeda-beda dan dengan konspirasi yang telah dirancang sebelumnya. Padahal, para mufassir inilah yang mendengarkan seruan Rasul "Inni taaraktu fiikumuts-tsaqalain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang selalu bersama dengan Al Quran, yang di dalamnya terdapat petunjuk terbesar kehidupan duniawi dan maknawiah bagi manusia hingga kelak memasuki Telaga Haudh, justru malah disingkiran dari medan oleh orang-orang zalim. Mereka (orang-orang zalim itu)lah yang telah menggantikan kebenaran pemerintahan Ilahi yang adil, yang merupakan salah satu idealisme kitab suci ini, dengan pemerintahan yang batil. Mereka telah meletakkan dasar dan prinsip penyelewengan terhadap agama Allah, Kitabullah, serta sunnah-Nya hingga terjadilah hal-hal memalukan yang tidak mampu dituliskan oleh pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali bangunan (pemerintahan) yang miring ini terus berjalan ke depan, semakin miring dan semakin besarlah penyelewengan yang terjadi. Hingga, akhirnya Kitab Suci ini dijadikan oleh para penguasa zalim untuk menyingkirkan para manusia suci. Akibatnya, terjadilah situasi ketika Al Quran dijadikan alat untuk mendirikan kesesatan dan kerusakan sekaligus alat untuk menjustifikasi para pezalim dan orang-orang yang ingkar dari kebenaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, Al Quran Al-Karim yang diturunkan secara gradual dari derajat tauhid yang tinggi ke derajat kesempurnaan Muhammadi ini , dibuat untuk membebaskan para putera "'allamahul-asma" dari cengkeraman setan dan para penguasa zalim. Al Quran diturunkan untuk mengantarkan manusia kepada keadilan dan keseimbangan. Sayang sekali, di tangan para musuh Allah dan orang-orang yang bodoh, Kitab Suci yang merupakan penentu nasib manusia ini tidak memiliki peran selain di kuburan dan majelis-majelis kematian. Al Quran yang seharusnya menjadi alat pemersatu kaum muslimin dan manusia, serta menjadi petunjuk kehidupan bagi mereka, malah menjadi alat untuk memecah-belah dan sumber perseteruan, atau bahkan sama sekali disingkirkan dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat bahwa jika ada orang yang mengambil langkah untuk mendirikan pemerintahan Islam dan membicarakan politik-sesuatu yang sesungguhnya merupakan peran besar Islam dan Rasulullah SAWW, serta merupakan isi dari Al Quran dan sunnah-mereka akan menyatakan bahwa hal itu adalah kesalahan besar dan mereka akan menjulukinya sebaga "ulama politis" , sekaligus menganggapnya sebagai ulama yang tidak beragama. Hal ini masih terus terjadi hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, kekuatan Setan Besar dengan menggunakan pemerintahan-pemerintahan yang menyeleweng dari ajaran Islam, yang selalu berbohong atas nama Islam, terus-menerus berupaya untuk menyingkirkan Al Quran. Untuk mengokohkan tujuan-tujuan syaitaniah ini, negara adidaya dunia turut membantu mencetak Al Quran dengan indah dan mengirimkannya ke bebagai penjuru dunia. Dengan tipuan seperti ini, mereka telah melemparkan Al Quran keluar dari kehidupan. Kita semua melihat betapa Al Quran yang dicetak oleh Muhammad Reza Pahlevi telah menipu sebagian orang. Sebagian ulama yang tidak memahami maksud Pahlevi itu bahkan memuji-mujinya. Kita juga melihat bahwa Raja Fahd setiap tahun menggunakan dana besar yang tak terbatas, yang diambil dari rakyatnya, untuk mencetak Al Quran dalam rangka mendirikan pusat-pusat propaganda madzhab yang anti Al Quran, sekaligus menyebarluaskan faham Wahabi , yaitu sebuah madzhab yang tidak memiliki asas kuat sekaligus penuh dengan pandangan khurafat. Al Quran yang mulia ini malah dijadikan alat untuk mendorong masyarakat yang lalai dari berbagai bangsa untuk berpihak kepada adidaya. Orang-orang inilah yang menggunakan Islam yang mulia dan Al Quran Al Karim justru untuk menghancurkan Islam dan Al Quran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga, dan bangsa kita yang mulia juga merasa bangga, karena bangsa ini bersama keseluruhan wujudnya, bersatu dengan Islam dan Al Quran. Kita bangga karena menjadi pengikut madzhab yang ingin membebaskan Al Quran-yang menyerukan persatuan kaum muslimin, bahkan seluruh manusia-dari kuburan- kuburan, sekaligus menjadikan kitab ini sebagai buku petunjuk untuk membebaskan manusia dari berbagi ikatan yang membelenggu kaki, tangan, hati, dan akal mereka; ikatan yang membawa manusia ke arah kefanaan, kenisbian, perbudakan, dan penghambaan pada penguasa zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa kita adalah pengikut madzhab yang didirikan oleh Rasulullah atas perintah langsung dari Allah, dan madzhab ini juga ditumbuhkembangkan oleh Imam Ali a.s., hamba yang telah membebaskan diri dari segala ikatan sekaligus menjadi petugas bagi pembebasan umat manusia dari segala rantai besi dan perbudakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa kitab Nahjul Balaghah , yang setelah Al Quran, merupakan kitab teragung yang berisi aturan kehidupan duniawi dan maknawi, kitab tertinggi yang membebaskan manusia, serta kitab yang memuat aturan-aturan maknawi dan pemerintahan, yang merupakan jalan pembebasan terbesar; ternyata berasal dari Imam suci kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa para Imam Maksum kita, mulai dari Imam Ali a.s. hingga Imam Mahdi a.s., (seribu salam dan shalawat bagi mereka) semua adalah imam kita. Imam Mahdi a.s. adalah penyelamat manusia dan pemilik zaman, yang dengan kekuasaan Allah yang Maha Kuasa, masih hidup di tengah-tengah kita dan menjadi pengawas segala urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga memiliki berbagai kitab bernilai tiada tara, yang berasal dari para Imam Maksum kita, seperti doa-doa yang memberikan kehidupan yang disebut sebagai Quran Sha'id. Kita juga punya Munajat Sya'baniah para imam, Doa Arafah dari Husain bin Ali as., Shahifah Sajjadiah dari Imam Ali bin Husain dan Shahifah Fathimiah yang merupakan kitab yang diilhamkan Allah SWT kepada Fathimah Az-Zahra s.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa kita memiliki seorang Baqirul Ulum , sebagai pribadi yang tertinggi dalam sejarah, dan tidak ada yang bisa memahami ketinggian posisinya itu selain Allah, Rasulullah SAWW dan para Imam Maksum a.s..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa madzhab kita adalah madzhab Ja'fari, yang meletakkan dasar-dasar sistematika fiqih kita; yang keilmuan beliau bagaikan sebuah lautan tanpa batas. Fiqih kita merupakan hasil karya beliau dan kita merasa bangga telah menjadi pengikut seluruh Imam Maksum a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa para Imam Maksum kita adalah pejuang di di jalan Allah dan Islam. Mereka juga adalah pejuang di jalan penegakan Al Quran yang menyuruh umat manusia untuk mendirikan sebuah pemerintahan yang adil. Kita bangga karena dalam usaha mereka untuk menentang pemerintahan yang zalim, mereka telah dipenjara, diasingkan, dan akhirnya gugur syahid. Dan kita hari ini merasa bangga bahwa kita ingin menegakkan tujuan-tujuan Al Quran dan sunnah. Kita juga bangga karena berbagai lapisan masyarakat dari bangsa kita telah menyatakan kesiapannya untuk berkorban, baik jiwa maupun raga, di jalan yang besar dan menentukan nasib ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita merasa bangga bahwa kaum perempuan, baik tua maupun muda, kecil maupun besar, selalu siap hadir di kancah kebudayaan, ekonomi, dan militer. Mereka semua bahu-membahu bersama para lelaki, dan dalam beberapa hal, kaum perempuan itu mampu mengerjakannya secara lebih baik dari para lelaki itu. Kita bangga karena kaum perempuan kita sanggup beraktivitas di jalan Allah, Islam, dan Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang mampu berperang, telah bergabung dalam pendidikan militer, karena membela Islam dan negara Islam merupakan kewajiban penting. Kaum perempuan kita juga dengan gagah berani mampu melepaskan diri dari kepungan konspirasi musuh-musuh Islam, yaitu mereka yang tidak mengenal hukum-hukum Islam dan Quran; mereka yang terikat pada khurafat yang dibawa oleh musuh kepada orang-orang yang tidak bijaksana, serta sebagian ulama yang tidak mengetahui apa yang baik bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, kaum perempuan kita yang tidak memiliki kemampuan berperang telah membaktikan diri mereka di belakang medan perang dengan memberikan bantuan yang sangat bernilai, bantuan yang membuat hati bangsa bergetar karena senang dan gembira, sementara hati para musuh, dan orang-orang bodoh yang lebih berbahaya dari musuh, bergetar karena marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga berkali-kali melihat, betapa kaum perempuan kita bagaikan Zainab a.s. yang berseru bangga karena mereka telah mengorbankan anak-anak mereka serta segala sesuatu yang dimiliki di jalan Allah SWT dan Islam. Kaum perempuan itu bangga atas hal ini karena mereka mengetahui bahwa yang akan mereka dapatkan lebih tinggi dari surga na'im , yang tidak ada bandingannya dengan kenikmatan dunia yang sama sekali tidak bernilai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa kita, bahkan jutaan bangsa-bangsa muslim dan kaum tertindas di dunia, merasa bangga karena musuh mereka adalah juga musuh Allah yang Mahabesar, musuh Al Quran Al-Karim, dan musuh Islam yang mulia. Kita bangga karena musuh mereka adalah hewan-hewan yang tidak pernah berhenti dalam melakukan kejahatan dan pengkhinatan demi mencapai tujuan-tujuan jahat mereka. Untuk mencapai posisi kepemimpinan dan keserakahan , orang-orang jahat itu tidak mengenal kawan atau lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, bahwa panglima tertinggi mereka adalah Amerika Serikat, sebuah negara yang esensinya adalah terorisme yang telah membakar seluruh penjuru dunia. Sementara itu, sekutu AS adalah gerakan Zionisme Internasional yang selalu melakukan kejahatan dalam mencapai tujuan-tujuan tamaknya. Inilah rezim yang wataknya sangat memalukan, bahkan bila esensinya itu hanya diungkapkan lewat tulisan pena atau ucapan lidah sekalipun. Demi mencapai impian bodoh mereka, yaitu Israel Raya , mereka telah melakukan segala bentuk kejahatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Islam dan kaum tertindas dunia merasa bangga bahwa musuh-musuh mereka adalah Husein dari Yordania , Hasan dari Maroko , dan Husni Mubarak dari Mesir , yang bekerja sama dengan Isarel dalam berbagai kejahatan demi mengabdi kepada AS dan Israel. Mereka adalah musuh-musuh Islam yang tidak segan-segan melakukan kejahatan, bahkan kepada bangsa mereka sendiri. Dan kita merasa bangga bahwa musuh kita adalah Saddam yang mengabdi kepada paham Aflack. Ialah diktator yang oleh kawan ataupun lawannya, dikenal sebagai pelaku kejahatan dan pelanggar hak-hak internasional, sekaligus pelanggar hak-hak asasi manusia. Semua mengetahui bahwa kejahatan yang dia lakukan kepada bangsa tertindas Irak dan negara-negara Syeikh di Teluk, tidak kurang dari kejahatan yang dia lakukan terhadap Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dan negara-negara tertindas di dunia juga merasa bangga bahwa setiap tuduhan kejahatan dan pengkhianatan yang ditimpakan kepada kita dan semua kaum tertindas dunia, selalu datang dari media massa dan badan-badan propaganda dunia, yang melakukan semua itu atas perintah negara-negara adidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah hal yang lebih membanggakan dari kenyataan bahwa AS ternyata tidak berkutik menghadapi bangsa Iran dan negeri Imam Mahdi ini? Padahal, AS selama ini merasa menjadi penguasa dunia karena memiliki klaim, fasilitas militer, serta kekuasaan atas sejumlah pemerintahan bonekanya dan juga kekuasaan atas kekayaan milik bangsa-bangsa tertindas; padahal, negeri adidaya ini memiliki segala jaringan media massa. Akan tetapi, kini AS terus dipermalukan dan terjebak untuk terus melakukan berbagai skandal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah hal lain yang lebih membanggakan kita dibandingkan dengan fakta bahwa AS sampai tidak tahu kepada siapa harus melobi; ketika wajahnya dipalingkan ke berbagai arah, ia menerima jawaban penolakan? Hal ini semua bisa terjadi tidak lain karena adanya pertolongan gaib dari Allah SWT yang telah membangunkan bangsa-bangsa, terutama bangsa Iran ini, sekaligus membimbingnya keluar dari kegelapan akibat pemerintahan yang keji, ke arah cahaya Islam.&lt;br /&gt;Kini, kepada bangsa Iran yang mulia, bangsa yang telah mengalami ketertindasan ini, saya menganjurkan agar mereka istiqamah di jalan yang lurus milik Allah, jangan sampai condong ke Timur yang atheis , dan jangan pula ke Barat yang kafir dan kejam. Tetaplah berpegang teguh di jalan yang telah ditetapkan Allah sebagai jalan yang kuat dan kokoh. Kita jangan sampai lupa, walaupun hanya sedetik, untuk bersyukur atas nikmat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan antek-antek para adidaya, baik itu di luar negeri, maupun yang lebih buruk lagi di dalam negeri, menggoncangkan niat tulus dan semangat baja kita. Ketahuilah bahwa semakin besar jaringan media massa dunia dan kekuatan setan di Barat dan Timur melakukan kejahatan , semakin besarlah bukti bahwa kekuatan Ilahiah-lah yang kita miliki. Allah Yang Mahabesar akan menghukum mereka, baik di dunia maupun di alam akhirat. Innahu waliyyun-ni'am wa biyadihi malakuutu kulli syai'in -Sesungguhnya, Dialah pemilik segala nikmat, dan di tangan-Nya lah segala sesuatu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kesungguhan, saya minta kepada bangsa-bangsa muslim agar mematuhi bimbingan para Imam Maksum dalam budaya politik, sosial, ekonomi, dan militer. Merekalah pembimbing besar umat manusia. Karena itu, patuhilah mereka dengan baik, dengan jiwa dan raga, serta dengan penuh pengorbanan. Di antara (masalah yang harus dipatuhi itu) adalah masalah fiqih tradisional , yang merupakan penjelasan atas risalah dan keimaman, sekaligus penjamin pertumbuhan dan kebesaran bangsa. Baik fiqih tradisional itu berupa hukum-hukum primer maupun sekunder , semuanya merupakan satu kesatuan dalam fiqih Islam. Janganlah menyeleweng darinya, meskipun hanya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menasehatkan agar umat Islam jangan mendengarkan was-was atau bisikan setan berbentuk manusia yang selalu menunjukkan penentangan atas kebenaran agama. Ketahuilah bahwa satu langkah penyelewengan merupakan pendahuluan dari kehancuran agama, hukum Islam, dan pemerintahan yang berkeadilan Ilahi. Jangan lupakan shalat Jumat dan juga shalat berjamaah, yang menujukkan sifat politik dari shalat. Shalat Jumat merupakan inayah terbesar dari Allah kepada Republik Islam Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga tidak boleh dilupakan adalah upacara duka cita mengenang kemazluman Imam Maksum, khususnya Imam Husain a.s., yang merupakan penghulu orang-orang tertindas dan panglima para syuhada (semoga shalawat dan salam dilimpahkan oleh Allah, para nabi, para malaikat Allah, dan oleh orang-orang yang salih, atas jiwa besar Imam Husein).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa perintah para Imam Maksum a.s. untuk mengenang kebesaran perjuangan dalam sejarah Islam ini, serta kebencian dan kutukan kepada para pelaku kezaliman terhadap Ahlul Bait, merupakan seruan perjuangan bangsa-bangsa dalam menghadapi penguasa zalim dalam sepanjang sejarah. Ketahuilah bahwa laknat dan kebencian dan teriakan atas ketidakadilan Bani Umayah , meskipun mereka telah jatuh dan dikirim ke neraka jahannam, sesungguhnya merupakan teriakan terhadap para pelaku kezaliman di dunia. Teriakan itu akan menghidupkan teriakan yang sangat kita perlukan untuk menghancurkan kezaliman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ratapan-ratapan duka cita dan syair-syair elegi, serta syair-syair pujian terhadap Imam Maksum a.s., secara tegas haruslah juga diingatkan tragedi dan kezaliman para penzalim di berbagai masa dan penjuru. Masa kini merupakan zaman kemazluman dunia Islam oleh AS, Uni Sovyet, dan negara-negara lain yang bergabung dengan mereka. Di antara para pengikut para penzalim adalah keluarga Saud, pengkhianat Baitullah (laknat Allah, malaikat, dan rasul-Nya bagi mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan-kejahatan mereka itu haruslah tetap diingat, diteriakkan, dan dikutuk. Semua harus mengetahui bahwa upacara politik, yaitu upacara haji, adalah sarana untuk mempersatukan kaum muslimin sekaligus sarana penjaga nasionalitas kaum muslimin, terutama para syiah (pengikut) Imam Dua Belas a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang juga perlu saya ingatkan adalah bahwa wasiat politik Ilahiah yang saya sampaikan ini tidaklah dikhususkan untuk bangsa Iran yang besar, melainkan juga merupakan nasehat bagi seluruh negara-negara muslim dan kaum tertindas di dunia, dari bangsa manapun dan agama apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya mengakui kelemahan yang saya miliki, saya memohon kepada Allah azza wa jalla, agar jangan sampai meninggalkan kita dan bangsa kita walaupun sedetik, dan jangan sampai Dia melepaskan perlindungan gaib-Nya kepada putera-putera Islam dan para pejuang yang mulia, meskipun hanya sedetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhullah Al-Musawi Al-Khomeini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai penting dari revolusi Islam yang agung ini - yang merupakan hasil perjuangan jutaan manusia yang mulia, ribuan syuhada yang abadi, dan orang-orang yang terluka- adalah keberadaan para ‘syuhada yang hidup' ini, hingga menjadi tumpuan harapan jutaan kaum muslimin dan kaum tertindas di seluruh dunia. Nilai revolusi ini sedemikian agung hingga penilaian atasnya jauh melebihi kemampuan pena dan lidah. Saya, Ruhullah Musawi Khomeini, yang tidak akan putus asa atas kemuliaan Allah, meskipun saya telah melakukan banyak kesalahan; saya yang terlahir di jalan yang penuh bahaya namun saya selalu terikat kepada kemuliaan Zat Yang Maha Mulia; dan saya seorang santri yang hina, yang sebagaimana semua saudara-saudara seiman, memiliki harapan kepada revolusi dan kekekalan hasil revolusi ini hingga mencapai hasil yang lebih besar, dalam kesempatan ini menyampaikan sebuah wasiat kepada generasi yang ada sekarang, dan generasi masa depan yang mulia. Saya menyampaikan hal-hal yang bisa jadi merupakan nasehat-nasehat pengulangan. Kepada Allah Yang Maha Pengasih, saya memohon agar dianugerahi keikhlasan niat dalam penyampaian wasiat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Kita mengetahui bahwa revolusi besar ini, yang telah memotong tangan para penguasa dunia dan para penzalim dari Iran yang besar ini, telah mencapai kemenangannya dengan bantuan gaib dari Allah. Jika bantuan dari Allah itu tidak ada, tidak akan mungkin masyarakat dengan jumlah sebanyak 36 juta ini, dengan segala kondisi faktualnya, mampu melakukan gerakan sedahsyat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua tahu bahwa revolusi ini bergelora dan berhasil mencapai tujuannya pada saat segala propaganda anti Islam dan anti ulama, khususnya dalam seratus tahun terakhir, sedang sangat gencar dilancarkan musuh-musuh Islam. Musuh tidak pernah berhenti melakukan segala usaha pemecah-belahan yang dilakukan para penulis dan orator bayaran dalam media massa, pidato-pidato, pertemuan-pertemuan, serta perkumpulan yang anti Islam dan anti bangsa dalam bentuk nasionalisme. Mereka sangat aktif menggelar pertunjukan lagu-lagu bernilai rendah serta mendirikan berbagai pusat hiburan (yang menyebarkan) maksiat, judi, mabuk-mabukan, dan narkoba, yang semuanya adalah untuk mengajak generasi muda ke arah kemaksiatan dan ketidakpedulian atas segala tindakan para pengkhianat. Padahal, energi para pemuda itu seharusnya disalurkan untuk beraktivitas di jalan kemajuan bangsanya. Inilah kemaksiatan yang dipaksakan oleh Shah yang keji dan ayahnya yang tidak berbudaya, agar dilakukan oleh bangsa kita, dan inilah yang digelar oleh pemerintah, parlemen-seremonial, dan kedubes-kedubes negara-negara adidaya agar ditiru oleh bangsa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih buruk dari semua itu adalah situasi universitas, sekolah menengah, dan pusat-pusat pendidikan yang seharusnya menjadi tulang punggung kemajuan bangsa. Pengurusan lembaga-lembaga itu malah diserahkan kepada guru-guru dan dosen-dosen yang berorientasi ke Barat atau Timur; yang seratus persen menentang Islam dan budaya Islam, dengan membawa nama nasionalisme. Meskipun memang ada di antara mereka para pengajar yang merupakan orang-orang yang setia dan empati kepada Islam, namun jumlah mereka sangat sedikit, dan mereka ditempatkan di tempat kerja yang sempit sehingga tidak bisa melakukan perbuatan positif apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semua masalah ini, dan puluhan masalah lainnya, tidaklah mungkin bangsa dengan kondisi seperti ini bisa sampai bersatu-padu melakukan revolusi. Tidak mungkin di seluruh penjuru negeri, bangsa ini dengan satu ide bersama-sama meneriakkan ‘Allahu Akbar'. Tidak mungkin bangsa ini secara menakjubkan mampu melawan semua kekuatan di dalam dan luar negeri sampai akhirnya mampu meraih pengurusan bangsa dalam genggaman tangan sendiri. Oleh karena itu, kita tidak boleh ragu lagi bahwa Revolusi Islam Iran berbeda dengan semua revolusi lainnya, baik dalam esensinya, kualitas perjuangannya, maupun dalam tujuannya. Tidak diragukan lagi, bahwa ini adalah sebuah hadiah yang jarang dianugerahkan oleh Ilahi kepada sembarang bangsa. Ini pastilah sebuah hadiah gaib yang diberikan Tuhan yang Maha Pemurah terhadap bangsa yang tertindas dan dirampok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Islam dan pemerintahan Islam merupakan fenomena Ilahiah; siapa saja yang melaksanakan Islam dan pemerintahan Islam, kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat akan terjamin dalam bentuknya yang paling tinggi. Islam dan pemerintahan Islam memiliki kekuatan yang dapat menorehkan tinta merah terhadap para penindas, perampok, pelaku kejahatan, dan para agresor. Islam akan mengantarkan manusia ke arah kesempurnaan yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dan pemerintahan Islam merupakan lembaga yang-berbeda dengan lembaga-lembaga lain yang tidak berasaskan ketauhidan-mencampuri dan memiliki konsep dalam setiap urusan individu maupun masyarakat. Islam dan pemerintahan Islam punya konsep terkait masalah-masalah material, spiritual, budaya, politik, militer, dan ekonomi. Ajaran ini sama sekali tidak mengabaikan, walau satu poinpun, perannya dalam mendidik manusia dan masyarakat ke arah kemajuan material dan spiritual, serta dalam upaya untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, atas taufik dan bantuan Allah pemilik Republik Islam ini, dan dengan perjuangan bangsa yang beriman, Republik Islam telah berdiri. Jelas sekali bahwa yang mengemuka dalam pemerintahan Islam ini adalah Islam dan hukum-hukum Islam. Karena itu, bangsa besar Iran harus berjuang untuk mengejawantahkan Islam dan hukum Islam itu dalam semua dimensi. Islam harus dijaga dan dilindungi oleh bangsa ini. Menjaga Islam adalah kewajiban terbesar yang harus dilaksanakan oleh kaum muslimin, sebagaimana yang dulu dilakukan oleh para nabi agung, mulai dari Adam a.s. hingga Khatamul Anbiyaa' Muhamamd SAWW, dengan mengorbankan jiwa raga mereka. Tidak ada penghalang apapun yang mampu menahan mereka dalam melaksanakan kewajiban besar ini. Begitu pula, setelah mereka, para sahabat Rasul yang beriman, dan para Imam Maksum a.s., dengan segala daya upaya, bahkan hingga mengorbankan jiwa raga, telah berjuang menjaga Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, bangsa Iran khususnya, dan seluruh kaum muslimin pada umumnya, wajib untuk menjaga amanah Ilahi ini dengan seluruh kekuatannya; sebuah amanah suci yang di Iran secara resmi telah dideklarasikan dan dalam jangka waktu singkat berhasil mencapai hasil yang besar. Bangsa Iran wajib berusaha untuk memenuhi berbagai tuntutan demi keabadian amanah ini sekaligus menyingkirkan berbagai halangan dan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap percikan cahaya Islam menyinari seluruh bangsa Islam. Kita semua tentu berharap semua pemerintahan dan bangsa Islam satu sama lain memiliki kesepahaman dalam masalah yang sangat vital ini dengan cara bersama-sama menyingkirkan untuk selama-lamanya tangan-tangan negara adidaya yang mengusai dunia, yaitu mereka yang selama ini menjadi pelaku kejahatan sejarah atas kaum tertindas dan terzalimi di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, yang kini tengah menghirup nafas-nafas terakhir dari umur saya, atas dasar kewajiban saya untuk menjaga dan mempertahankan sebagian amanah Ilahiah, dan mengingat adanya berbagai rintangan dan ancaman terhadap Islam, saya akan menyampaikan beberapa hal berikut ini untuk generasi saat ini dan generasi masa depan, dan untuk itu, saya meminta pertolongan dari Allah Penguasa Alam bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Tidak diragukan lagi, kunci untuk mempertahankan revolusi Islam adalah kunci yang sama yang pernah digunakan untuk memenangkannya. Kunci kemenangan ini dikenali dengan baik oleh bangsa ini. Generasi yang akan datang akan membaca dalam sejarah bahwa ada dua prinsip utama dari kunci kemenangan itu. Pertama, tujuan Ilahiah dan maksud yang tinggi berupa pembentukan pemerintahan Islami yang mendasari gerakan bangsa ini, dan yang kedua, persatuan bangsa di seluruh penjuru negeri dengan persamaan kata untuk mencapai tujuan dan maksud itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua generasi saat ini dan generasi yang akan datang, saya berwasiat, jika mereka menginginkan agar Islam dan pemerintahan Islam berdiri tegak dan mereka terus mampu memotong tangan para kolonialis dan eksploitator di dalam dan luar negeri, janganlah mereka sampai melepaskan tujuan Ilahiah ini, tujuan yang sebenarnya telah diperintahkan Allah dalam Al Quran. Ada sejumlah hal penting yang bisa dikategorikan sebagai fenomena melawan tujuan Ilahiah ini, yaitu berpecah belah dan bercerai-berai. Oleh karena itu, tidaklah aneh bila serangan propaganda di seluruh dunia dan kaki tangan mereka yang ada di dalam negeri, senantiasa mengerahkan seluruh kemampuan untuk menciptakan isu-isu dan kebohongan yang bertujuan untuk memecah-belah, dan untuk itu, mereka mau menghabiskan dana milyaran dolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, bisa juga dipahami bahwa berbagai perjalanan dan kunjungan secara kontinyu dilakukan oleh para penentang Republik Islam ke kawasan Timur Tengah. Sayangnya, kita melihat bahwa ada di antara para penguasa dan pemerintahan negara-negara muslim yang mau bergabung dengan mereka. Mereka adalah para penguasa yang tidak memikirkan apapun kecuali kepentingan pribadi mereka sendiri dan dengan mata dan telinga tertutup, menyerah kepada AS. Sangat disayangkan juga ada sebagian orang yang menampilkan diri secara lahiriah sebagai ulama yang juga mau bergabung dengan para penentang Republik Islam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, dan di masa depan, hal yang harus dilakukan oleh bangsa Iran dan kaum muslimin dunia, dan hal tersebut harus diperhatikan, adalah menggagalkan propaganda yang bersifat memecah-belah itu. Nasehat saya kepada kaum muslimin, khususnya bangsa Iran, teristimewa kepada generasi masa kini, yang telah memberikan perlawanan kepada konspirasi ini, adalah meningkatkan perlawanan tersebut sehingga kaum kafir dan munafik menjadi putus asa. Peningkatan perlawanan itu harus dilakukan dengan kedisiplinan dan persatuan, serta dengan segala cara yang mungkin dilakukan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Di antara berbagai konspirasi penting yang terjadi dalam abad terakhir ini khususnya dalam dekade-dekade terakhir, dan khususnya pula setelah kemenangan revolusi Islam ini, adalah upaya menimbulkan rasa putus asa terhadap Islam di kalangan bangsa-bangsa, khususnya bangsa Iran yang telah banyak berkorban. Upaya dan propaganda dengan jelas dapat dilihat sebagai fenomena yang meluas dengan berbagai dimensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propaganda jenis pertama adalah propaganda yang bersifat amatir yang dengan terang-terangan menyatakan bahwa hukum Islam, yang diturunkan 1.400 yang lalu, tidak bisa digunakan untuk mengatur negara-negara pada zaman ini. Atau mereka menyatakan bahwa Islam adalah sebuah agama yang murni reaksioner. Agama ini dikatakan menentang semua penemuan baru dan manifestasi peradaban, padahal pada zaman kini, bangsa manapun tidak bisa mengasingkan diri dari peradaban dunia dan manifestasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propaganda jenis kedua adalah propaganda bodoh -dan pada saat yang sama, bersifat jahat-yang berupa dukungan kepada kesucian Islam dan menganggap Islam -dan agama-agama samawi lain-melulu berurusan dengan maknawiah, perbaikan jiwa, dan peringatan. Agama ini diturunkan agar manusia menjauh dari masalah duniawiah. Islam, menurut mereka, diturunkan agar manusia meninggalkan dunia dan sibuk dengan ibadah, zikir , dan doa-doa yang akan mendekatkan manusia kepada Tuhannya. Dalam propaganda seperti ini, pemerintahan, masalah politik, dan administrasi dianggap berlawanan dengan maksud dan tujuan besar dari agama, karena semua itu hanya untuk kepentingan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, propaganda seperti ini telah mempengaruhi sebagian ulama dan orang-orang saleh yang tidak memahami Islam, sehingga mereka bahkan berpendapat bahwa ikut campur dalam pemerintahan dan politik adalah sama dengan perbuatan dosa dan kefasikan. Pemahaman seperti ini merupakan bencana besar bagi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok yang mendukung propaganda jenis pertama, bisa disebut sebagai pihak yang bodoh -atau demi kepentingan pribadinya, bersikap tidak mau tahu-atas hakikat pemerintahan, hukum, dan politik. Sesungguhnya, pelaksanaan hukum itu berdasarkan standar keadilan dan dalam rangka mencegah berlangsungnya kezaliman dan pemerintahan yang despotik. Hukum dibuat agar tercipta keadilan bagi individu dan masyarakat. Hukum, politik, dan pemerintahan dibangun untuk mencegah kefasadan, kemungkaran, dan berbagai jenis penyimpangan. Dengan hukum, diharapkan akan terjamin kebebasan dengan standar akal, keadilan, kemerdekaan, dan independensi. Hukum dibuat agar imperialisme, kolonialisme, dan perbudakan bisa dicegah. Hukum adalah sarana bagi terealisasinya hudud , qishash , dan ta'dziraat. Semuanya dibangun di atas standar keadilan demi mencegah kefasadan dan kejahatan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kita melihat bahwa politik, hukum, atau pengaturan masyarakat atas dasar akal sehat, keadilan, dan keseimbangan, juga ratusan masalah semacam ini lainnya, bukanlah hal-hal yang akan menjadi usang seiring dengan berlalunya zaman. Klaim yang menyatakan bahwa prinsip-prinsip itu ketinggalan zaman ini sama saja dengan mengatakan bahwa kaidah-kaidah logika dan matematika pada abad ini harus diubah dan digantikan dengan kaidah-kaidah lainnya; sama saja dengan mengatakan bahwa pada asal mula penciptaan, keadilan memang harus ditegakkan, namun karena sekarang adalah zaman nuklir, konsep keadilan sudah ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, klaim bahwa Islam menentang penemuan baru, sebagaimana yang dulu dikatakan oleh Muhamad Reza Pahlevi yang mengatakan bahwa para penggagas kebangkitan Islam ini ingin menjadikan hewan berkaki empat sebagai alat transportasi pada zaman sekarang, jelas ini merupakan klaim yang tidak lebih dari sebuah tuduhan bodoh. Peradaban dan penemuan baru, juga industri maju yang bermanfaat bagi kemajuan umat manusia, tidak pernah sekalipun ditentang oleh Islam dan mazhab-mazhab tauhid manapun. Ilmu dan sains bahkan merupakan hal yang ditekankan oleh Islam dan Al Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, jika makna dari kemajuan dan peradaban adalah sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian "cendikiawan profesional", yaitu kebebasan dalam segala kemungkaran dan kemaksiatan, bahkan kebebasan terhadap homoseksualisme, dan sejenisnya, maka semua agama samawi, kaum cendekiawan, dan orang-orang yang berakal pasti akan menolaknya, meskipun orang-orang yang westernized atau easternized secara membabi buta mempropagandakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kelompok pendukung propaganda jenis kedua adalah mereka yang memiliki rencana untuk merusak (Islam) dan menganggap Islam terpisah dari pemerintahan dan politik. Kepada orang-orang yang tidak bijak ini, kita harus mengatakan bahwa Al Quran dan sunnah Rasulullah SAWW sedemikian banyak mengandung hukum-hukum mengenai pemerintahan dan politik. Bahkan, sebagian besar hukum-hukum ibadah dalam Islam adalah ibadah politik. Melalaikannya telah membawa bencana, seperti yang kita alami sekarang ini. Rasulullah SAWW membentuk pemerintahan, sebagaimana pemerintahan lainnya di dunia, dengan tujuan menegakkan keadilan dalam masyarakat. Khalifah-khalifah awal Islam juga memiliki pemerintahan yang luas. Pemerintahan Ali bin Abi Thalib a.s, juga memiliki tujuan yang sama, dengan cara yang lebih luas dan besar. Ini merupakan fakta sejarah. Setelah itu, secara bertahap pemerintahan yang dibentuk atas nama Islam telah berdiri. Sekarangpun banyak pemerintahan yang mengaku sebagai pemerintahn Islami dengan meneladani Islam dan Rasulullah SAWW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, dalam surat wasiat ini, hanya menyampaikan sekilas saja tentang masalah ini. Namun, saya berharap para penulis, sosiolog, dan sejarawan muslimin mampu keluar dari kesalahan pemahaman semacam ini. Islam menolak klaim yang sudah dikatakan -dan akan terus dikatakan-bahwa para nabi a.s. hanya berurusan dengan masalah spiritualitas serta menjauhkan diri dari pemerintahan dan administrasi. Kitapun harus melakukan penolakan ini karena semua ini merupakan kesalahan sangat besar, yang ujung-ujungnya akan menyeret bangsa-bangsa muslim kepada kejahatan, sekaligus membuka jalan bagi para imperialis yang haus darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan yang ditolak oleh Islam ialah pemerintahan setan yang diktatoris dan zalim; yang memiliki tujuan hanya untuk mencari kekuasaan serta tujuan-tujuan lainnya yang sesat dan terlarang. Mereka mengejar dunia, yaitu mengumpulkan kekayaan, harta, kekuasaan, dan berhala, atau dengan kata lain, dunia yang membuat manusia lalai dari kebenaran hakiki. Inilah yang ditolak oleh Islam. Sedangkan pemerintahan yang membela kaum tertindas, mencegah kezaliman, serta menegakan keadilan masyarakat, sebagaimana yang dulu diusahakan oleh Nabi Sulaiman bin Daud , dan para penerus agung beliau, adalah model pemerintahan yang penegakkannya merupakan kewajiban terbesar bagi kita. Mendirikan pemerintahan yang adil adalah bentuk ibadah yang tertinggi. Bangsa Iran yang telah bangkit dan sadar harus menghancurkan konspirasi ini dengan menggunakan pandangan Islam, serta dengan bantuan para orator dan penulis yang beriman. Mereka semua harus bangkit untuk menolong bangsa dan memotong tangan para pelaku konspirasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Bentuk konspirasi lainnya, yang mungkin malah lebih jahat, adalah isu-isu yang beredar secara umum di negara ini, lebih-lebih lagi di ibukota- ibukota provinsi, bahwa pemerintahan Islam tidak melakukan apa-apa untuk rakyat. Isu-isu itu mengatakan, "Betapa malangnya rakyat yang dengan penuh semangat dan antusias berkorban untuk melepaskan diri rezim yang zalim, kini malah terperangkap oleh rezim yang lebih buruk! Orang-orang yang kuat semakin kuat dan orang-orang tertindas semakin tertindas! Penjara-penjara penuh dengan para pemuda yang seharusnya menjadi harapan masa depan bangsa. Siksaan yang dilakukan rezim ini lebih kejam dan lebih tidak manusiawi dibandingkan dengan rezim sebelumnya. Setiap hari sejumlah orang dihukum mati atas nama Islam. Alangkah baiknya bila nama Islam tidak dilekatkan pada pemerintahan ini. Zaman sekarang lebih buruk daripada zaman Reza Khan dan anaknya. Rakyat tenggelam dalam kesulitan, kesusahan, dan harga-harga yang mencekik. Para pemimpin sedang mengarahkan rezim ini ke arah rezim komunis. Harta benda rakyat disita dan kebebasan bangsa dalam segala bentuk dipasung!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi isu-isu semacam ini yang disebarluaskan secara konspiratif dan terencana. Dengan cara konspiratif dan terencana ini pula, kita saksikan setiap beberapa hari, satu isu dikemukakan di setiap sudut dan tempat. Di taksi-taksi, isu ini pula yang dibicarakan. Begitu pula di bis-bis dan dalam berbagai pertemuan. Jika satu isu telah usang, muncul lagi isu yang baru. Sayangnya, sebagian ulama yang tidak memahami tipu daya setan, hanya dengan berbicara dengan satu-dua orang pelaku konspirasi ini, mereka mengira bahwa isu itu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang mendengar dan mempercayai isu-isu ini, tidak memiliki pengetahuan tentang kondisi dunia, revolusi-revolusi di dunia, kejadian-kejadian pasca revolusi, serta kesulitan-kesulitan yang tidak bisa dihindari. Mereka tidak memiliki informasi yang benar tentang berbagai transformasi pasca Revolusi Islam Iran, yang semuanya menguntungkan Islam. Mereka dengan mata tertutup dan tanpa pengetahuan, mendengarkan isu-isu ini dan secara sengaja maupun tidak, telah terpengaruh oleh isu-isu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengajak Anda semua agar jangan dulu melontarkan kritikan destruktif terhadap kondisi yang ada, sebelum menelaah sejumlah hal yang membuat kondisi kita menjadi seperti sekarang ini. Bandingkanlah revolusi Islam dengan revolusi-revolusi lain di dunia. Kenalilah keadaan bangsa-bangsa yang sedang dalam masa revolusi dan apa yang terjadi pada mereka setelah revolusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah melemparkan kritikan sebelum memperhatikan kondisi bangsa kita yang telah ditindas oleh pemerintahan zalim Reza Khan dan lebih buruk lagi, Muhammad Reza, yang telah mewariskan kerusakan kepada bangsa ini. Kerusakan itu tampak pada dinasti Pahlevi sendiri, kementerian-kementerian, kantor-kantor, struktur perekonomian, militer, pusat-pusat hiburan, dan toko-toko penjual minuman keras, dengan cara memunculkan kebebasan tanpa batas dalam seluruh sektor kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah melemparkan kritikan sebelum memperhatikan kondisi pendidikan dan pengajaran, kondisi sekolah-sekolah dan universitas, kondisi sinema, tempat hiburan, serta kondisi para pemuda, perempuan, ulama, orang-orang saleh, pejuang kebebasan yang beriman, kaum perempuan bertakwa yang tertindas, dan mesjid-mesjid di zaman pemerintahan zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah melemparkan kritikan sebelum memperhatikan kasus-kasus orang-orang yang dihukum mati dan orang-orng yang dijatuhi hukuman penjara pada zaman itu. Perhatikanlah kondisi penjara dan kinerja para agen intelijen mereka. Telaahlah kondisi keuangan para investor dan pemakan lahan besar, juga para penimbun barang dan para pedagang yang menjual barang dengan harga mahal. Lihat juga kondisi kejaksaan dan pengadilan-pengadilan revolusi, kemudian bandingkan dengan kondisi kejaksaan dan pengadilan di masa lampau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah melemparkan kritikan sebelum memperhatikan kondisi para anggota Parlemen Islam, para anggota kabinet, pejabat pemerintahan, dan para petugas negara lainnya yang kini bertugas, serta membandingkannya dengan zaman sebelumnya. Perhatikan kinerja pemerintah dan lembaga "Jihad Pembangunan" yang giat membangun di desa-desa terpencil, kawasan yang tidak memiliki akses atas segala pelayanan kesejahteraan, bahkan air minum dan puskesmas. Bandingkanlah semua itu dengan apa yang dilakukan rezim yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa juga diabaikan kesulitan yang dialami selama perang Iran-Irak yang dipaksakan (oleh konspiror asing) selama delapan tahun, dan dampak-dampaknya, seperti jutaan pengungsi, keluarga syuhada, dan orang-orang yang mendapat akibat buruk selama perang. Fakta adanya jutaan pengungsi dari Afganistan dan Irak (yang mengungsi ke Iran) juga faktor yang tidak bisa begitu saja dilupakan. Apalagi embargo ekonomi, konspirasi terus-menerus yang dilancarkan AS dan para antek-anteknya, baik di luar maupun di dalam negeri, hingga kini masih berlangsung. Tambahkan pula faktor kurangnya tenaga mubalig yang memahami masalah, kurangnya tenaga hakim syar'i, dan puluhan masalah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meminta (Anda semua) agar sebelum mengenali masalahnya, janganlah menghambat pekerjaan pemerintah serta memberikan kritikan yang destruktif dan penuh caci-maki. Kasihanilah agama Islam yang terasing ini, yang setelah ratusan tahun tertindas dan dibodohi; agama yang hingga hari ini masih merupakan anak yang baru merangkak serta anak yang dikelilingi dan mendapatkan kesulitan dari musuh-musuh luar dan dalam. Kepada kalian yang telah sering menghambat pekerjaan pemerintah, marilah berpikir, bukankah lebih baik melakukan perbaikan dan berusaha menolong daripada menekan? Bukankah lebih baik memihak orang-orang yang terzalimi, tertindas, dan terasing daripada memihak para munafik, penindas, para investor dan penimbun yang tidak adil, yang tidak mengenal Tuhan? Bukankah lebih baik memperhatikan para korban teror, yang terdiri dari para ulama dan para pengabdi yang beriman dan terzalimi, daripada bergabung dengan kelompok-kelompok perusak dan teroris yang jahat, atau menjadi pendukung mereka secara tidak langsung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak pernah mengatakan dan tidak akan mengatakan bahwa hari ini, dalam pemerintahan ini, semua konsep Islam yang besar dengan segala dimensinya sudah bisa dilaksanakan. Saya juga tidak akan mengatakan bahwa saat ini, tidak ada lagi orang yang melakukan pelanggaran terhadap aturan Islam, baik karena kebodohan, keyakinan, atau ketidakdisiplinan. Namun, saya menjelaskan bahwa dewan legislatif, yudikatif, dan eksekutif tengah melakukan upaya sekuat tenaga dalam mengislamkan negara ini, dan bangsa ini -yang berjumlah jutaan orang-mendukung sekaligus membantu mereka. Jika kelompok minoritas yang selalu menghambat dan berusaha menghancurkan itu ikut juga menolong, realisasi dari cita-cita ini akan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ketahuilah bahwa Jika Allah tidak menghendaki, mereka para penentang itu, tidak akan berhasil mencapai tujuannya, karena jutaan rakyat telah bangun dan memahami masalah. Rakyat kini hadir dalam medan perjuangan dan akan merealisasikan cita-cita Islam sesuai yang dikehendaki Allah dengan cara yang menakjubkan. Sementara itu, orang-orang penentang dan pelaku kejahatan tidak akan mampu melawan arus semangat juang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berani menyatakan bahwa bangsa Iran saat ini lebih baik daripada bangsa Hijaz pada masa Rasulullah SAWW atau masyarakat Kufah pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dan Husain bin Ali a.s. Bangsa Hijaz pada masa Rasulullah SAWW, meskipun telah menjadi muslim, mereka tidak mematuhi Rasulullah. Dengan berbagai dalih, mereka menolak untuk maju ke medan perang, sehingga Allah menurunkan ayat-ayat dalam Surah Al Taubah yang mengecam mereka dan menurunkan azab bagi mereka. Mereka sangat suka berbohong sampai-sampai Rasulullah -sebagaimana disebutkan dalam riwayat-mengutuk mereka di atas mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula rakyat Irak dan Kufah pada zaman Imam Ali dan Imam Husein. Mereka sedemikian buruk berperilaku terhadap Amirul Mukminin dan tidak mau mematuhinya, sampai-sampai keluhan Amirul Mukminin terhadap mereka terkenal dalam catatan sejarah. Kaum Irak dan Kufah juga melakukan pengkhianatan terhadap Sayyidusy-Syuhada Husain bin Ali a.s. sehingga terjadilah apa yang telah terjadi, yaitu pembantaian terhadap Imam Husain dan keluarga beliau di Padang Karbala. Mereka yang tidak menodai tangan mereka dalam peristiwa pembantaian itu adalah mereka yang lari dari medan perang atau duduk berdiam diri sehingga kejahatan sejarah itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kini kita melihat bahwa bangsa Iran, mulai dari militer, kepolisian, garda revolusi, tentara rakyat, serta kekuatan rakyat, mulai dari pendekar suku-suku hingga para sukarelawan, telah melakukan pengorbanan dengan penuh semangat juang dan semangat rela berkorban. Betapa indahnya irama perjuangan yang mereka ciptakan. Kita juga melihat betapa besar bantuan yang diberikan oleh rakyat terhormat dari seluruh negeri ini. Kita juga melihat para keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada dan para korban perang, dengan wajah yang penuh kepahlawanan serta dengan tutur kata yang penuh semangat dan memberikan ketenangan, telah bertemu dengan saya dan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini berasal dari cinta dan iman yang besar dalam jiwa mereka terhadap Allah SWT, Islam, dan kehidupan yang abadi. Padahal, mereka tidak sezaman dengan Rasulullah SAWW dan tidak pula sezaman dengan para Imam Maksum a.s. Motivasi mereka adalah iman kepada Yang Gaib. Inilah rumus keberhasilan dan kemenangan dalam berbagai bidang. Islam harus berbangga karena telah mendidik anak-anak seperti ini dan kitapun berbangga karena berada pada zaman ini, serta berada di tengah-tengah bangsa seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dalam kesempatan ini berwasiat kepada mereka yang dengan berbagai motivasi, menentang Republik Islam serta kepada para pemuda yang telah dimanfaatkan oleh orang-orang munafik dan oportunis. Ambillah keputusan dengan adil dan pikiran yang bebas. Dengan cermat, pelajarilah propaganda dari pihak-pihak yang ingin menghancurkan Republik Islam. Bagaimana kualitas kerja mereka dan perilaku mereka terhadap rakyat kecil? Siapakah kelompok dan negara-negara asing yang menjadi pendukung mereka? Siapa pula kelompok-kelompok serta tokoh-tokoh di dalam negeri yang memayungi mereka? Bagaimana akhlak dan perilaku mereka di antara mereka sendiri dan di antara pendukung mereka? Bagaimana perubahan sikap mereka dalam menghadapi berbagai situasi? Perhatikanlah semua itu dengan cermat dan tanpa nawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajari pula bagaimana keadaan orang-orang di dalam tubuh Republik Islam yang telah gugur syahid di tangan para munafikin dan penyeleweng. Bandingkanlah antara mereka dengan musuh-musuh mereka. Perhatikanlah, siapakah di antara kedua kelompok itu yang lebih memiliki keberpihakan kepada orang-orang yang tertindas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudaraku, tulisan ini tidak akan kalian baca sebelum saya meninggal. Anda semua akan membacanya setelah saya pergi dari dunia ini, dan pada saat itu, saya tidak ada lagi di samping kalian. Dengan demikian, saya tidak bisa mengambil keuntungan bagi diri sendiri dari surat wasiat ini. Saya tidak mungkin menarik perhatian kalian semua untuk meraih kedudukan dan kekuasaan, serta mempermainkan jiwa muda kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian adalah para pemuda yang layak. Saya menginginkan agar masa muda kalian dimanfaatkan di jalan Allah, Islam, dan Republik Islam, agar kalian meraih kebahagiaan di dua alam (dunia dan akhirat). Kepada Allah Yang Maha Pengampun, saya memohon agar kalian dibimbing ke jalan kemanusiaan yang lurus. Semoga Dia memberi rahmat yang luas kepada masa lalu saya dan kalian. Selain itu, dalam kesendirian, kalian hendaknya juga meminta hal yang sama kepada Allah yang Maha Pemberi Petunjuk dan Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya, saya akan memberikan wasiat kepada bangsa Iran yang mulia serta kepada bangsa-bangsa lain yang berada di bawah pemerintahan yang korup dan dalam belenggu kekuatan-kekuatan besar. Kepada bangsa Iran, saya berpesan agar memahami betapa besar nikmat yang telah diraih melalui jihad akbar yang telah kalian lakukan. Pahamilah ini sebagai hal yang paling kalian sayangi. Jaga dan lindungilah nikmat yang besar ini serta berjuanglah di jalan yang merupakan nikmat besar Ilahi dan amanah besar dari-Nya ini. Janganlah gentar dalam menghadapi berbagai kesulitan yang muncul dalam jalan yang lurus ini karena "In tanshurul-lah, yanshurkum wa yutsabbit aqdamakum". Berusahalah untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh pemerintah Republik Islam dengan hati dan jiwa. Anggaplah pemerintah dan Parlemen sebagai bagian dari dirimu dan jagalah mereka sebagaimana engkau menjaga orang yang kalian cintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Parlemen dan Pemerintah serta para pejabat, saya mewasiatkan agar kalian memahami nilai bangsa ini. Janganlah lalai dari berkhidmat kepada rakyat, khususnya rakyat yang selama ini tertindas, terpinggirkan, dan terzalimi. Mereka semua adalah cahaya mata saya dan sumber kebahagiaan bagi kita semua. Pemerintahan Islam merupakan hasil perjuangan mereka dan terbentuk atas pengorbanan mereka. Karenanya, kelangsungannya pun membutuhkan dukungan mereka. Anggaplah diri kalian sebagai bagian dari rakyat dan rakyat sebagai bagian dari diri kalian. Tentanglah selalu pemerintahan zalim yang kejam dan perampok, tentu saja dengan cara-cara yang manusiawi dan yang memang pantas dilakukan oleh sebuah pemerintahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada bangsa-bangsa Islam, saya mewasiatkan agar mereka meneladani pemerintahan Republik Islam Iran dan bangsa Iran yang mujahid. Janganlah menyerah kalah di hadapan pemerintahan mereka yang zalim. Dengan sepenuh kekuatan, tunjukkanlah kepada pemerintahan mereka bahwa sumber kesengsaraan kaum muslimin adalah keterikatan kepada Barat dan Timur. Saya juga sangat mewasiatkan agar mereka jangan sampai mendengarkan propaganda para penentang Islam dan penentang pemerintahan Islam, karena jelas sekali bahwa para penentang itu berupaya untuk menyingkirkan Islam demi mengamankan kepentingan negara-negara adidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Ketahuilah bahwa rencana-rencana keji yang selama bertahun-tahun dilaksanakan oleh kekuatan-kekuatan besar imperialis dan kolonialis, yang di Iran semakin memuncak pada masa Reza Khan dan diikuti oleh anaknya, Muhammad Reza, adalah penyingkiran para ulama. Pada masa Reza Khan, para ulama disingkirkan dengan cara penekanan, represi, pelucutan baju ruhani (pakaian khusus para ulama-pen.), pemenjaraan, pengasingan, pelecehan, penghukuman mati, dan lain sebagainya. Pada masa Muhammad Reza, hal ini dilakukan dengan metode yang lain, di antaranya dengan menciptakan permusuhan antara kaum akademisi dengan para ulama. Propaganda meluas telah dilakukan dalam rangka ini, yang sayangnya, dijalankan oleh orang-orang dari kedua pihak, baik dari pihak ulama ataupun para akademisi, yang tidak memahami konspirasi keji kekuatan-kekuatan adidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu sisi, diusahakan agar lembaga-lembaga pendidikan, mulai sekolah dasar hingga universitas, berada di tangan para guru, dosen, dan rektor yang pro-Barat atau pro Timur (westernized atau easternized-pent.) serta yang menyeleweng dari ajaran Islam atau agama-agama lainnya. Sementara itu, orang-orang yang beriman disingkirkan menjadi minoritas. Mereka mengontrol lapisan masyarakat yang kelak berpengaruh dalam pemerintahan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga pemuda. Mereka dididik sedemikian rupa agar secara mutlak membenci agama-agama, khususnya Islam, dan membenci apa saja yang terkait dengan agama, khususnya ulama dan mubalig. Mereka inilah antek-antek Inggris pada zaman itu. Mereka kemudian menjadi pendukung para kapitalis, tuan tanah, dan kelompok reaksioner. Mereka menjadi penentang peradaban Islam yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, dengan berbagai propaganda busuk, para ulama, mubalig, dan orang-orang saleh malah dibuat takut terhadap universitas dan orang-orang kampus. Kampus dikesankan dengan pandangan buruk, bebas tanpa batas, sekaligus bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan agama-agama. Hasilnya, pemerintahan berada di tangan para penentang Islam, penentang ulama, dan anti orang-orang saleh. Sebaliknya, lapisan masyarakat kebanyakan yang terikat kepada agama dan ulama, menjadi penentang pemerintah dan segala sesuatu yang terkait dengannya. Pertentangan yang semakin dalam terjadi di antara pemerintah dan bangsa serta antara universitas dan ulama ini, telah membuka jalan bagi para perampok, sehingga seluruh aspek bangsa berada di bawah kontrol mereka. Semua cadangan kekayaan bangsa pun masuk ke kantong mereka. Inilah kenyataan yang telah kalian lihat terjadi pada bangsa yang mazlum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, atas kehendak Tuhan dan lewat perjuangan bangsa, mulai dari para ulama, kalangan universitas, para pedagang, buruh, petani, dan lapisan masyarakat lainnya, tali pengekangan itu telah dirobek dan kekuatan negara-negara adidaya pun dikalahkan. Negara kita telah terbebaskan dari kaki tangan dan antek-antek mereka. Saya mewasiatkan kepada generasi saat ini dan generasi yang akan datang agar mereka jangan sampai terlena. Para mahasiswa dan para pemuda saya minta agar sebanyak mungkin menjalin persahabatan dan memperkuat rasa saling pemahaman yang kuat dan kukuh dengan para ulama dan para pelajar ilmu-ilmu keislaman. Jangan terkecoh oleh rencana dan konspirasi musuh pengkhianat. Ketika kalian melihat oknum-oknum, baik mereka itu muncul secara perorangan maupun kelompok, yang dengan kata-kata atau perilaku mereka berencana untuk menanamkan benih-benih kemunafikan, berilah nasehat kepada mereka. Bila tidak berhasil, berpalinglah dari mereka, dan asingkanlah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan biarkan konspirasi mereka menjadi berakar dan memblokir arus mata air kebaikan. Bila di antara para dosen ditemukan orang-orang yang berniat untuk menciptakan penyelewengan, berilah dia petunjuk. Bila tidak berpengaruh, jauhilah dosen itu dan kelasnya. Wasiat ini sebenarnya lebih saya tujukan kepada para ulama dan mereka yang menuntut ilmu-ilmu agama. Konspirasi di universitas-universitas memiliki kedalaman yang khas. Semua kelompok yang merupakan para pemikir dalam masyarakat harus berhati-hati terhadap berbagai konspirasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(e) Di antara rencana konspirasi lainnya adalah pengasingan bangsa-bangsa terjajah dari identitas dirinya sendiri, dan membuat bangsa-bangsa itu menjadi kebarat-baratan atau ketimur-timuran (westernized atau easternized-pen.). Sayang sekali, rencana ini telah memberikan pengaruh yang besar terhadap berbagai negara, termasuk negara yang kita cintai ini, dan pengaruhnya hingga kini masih banyak terlihat. Bangsa-bangsa tertindas telah mengabaikan kebudayaan mereka sendiri dan menganggap dua kutub adidaya, Barat atau Timur, sebagai ras yang lebih unggul dan memiliki kebudayaan yang lebih tinggi. Kedua kekuatan adidaya itu mereka jadikan kiblat dunia. Persekutuan dengan salah satu dari kedua kutub itu dianggap sebagai sesuatu yang tidak bisa dihindari. Kisah dari masalah ini amatlah menyedihkan dan panjang, serta pukulan yang telah kita terima -dan sekarang pun masih kita terima-dari konspirasi seperti ini sangatlah mematikan dan menghancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang lebih menyedihkan adalah bahwa mereka (kekuatan-kekuatan adidaya dunia itu) telah membuat bangsa-bangsa tertindas yang mereka kuasai tetap tertinggal dalam berbagai bidang dan menjadi negara-negara konsumtif. Mereka menakuti-nakuti bangsa-bangsa itu dengan kemajuan dan kekuatan syaitaniah yang mereka miliki, sehingga bangsa-bangsa tertindas itu tidak memiliki keberanian untuk melakukan terobosan dan inovasi. Bangsa-bangsa itu akhirnya menyerahkan segala sesuatunya, termasuk nasib bangsa, kepada negara-negara adidaya itu. Lalu, dengan menutup mata dan telinga, negera-negara malang itu mematuhi negara-negara adidaya tersebut. Otak kosong buatan seperti ini membuat kita tidak menyandarkan diri pada pemikiran dan pengetahuan kita sendiri, dan secara membabi-buta mengikuti pemikiran Barat atau Timur. Kalaupun kita memiliki budaya, sastra, industri, dan penemuan, para penulis dan jurubicara yang westernized atupun easternized akan mengkritik dan menghina habis-habisan. Pemikiran dan kekuatan pribumi yang kita miliki akan ditekan dan kita dibuat putus asa. Kemudian, mereka akan mempropagandakan dan memuji-muji adat-istiadat asing, meskipun rendah dan hina, baik dengan perilaku maupun dengan kata-kata dan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, jika dalam buku, tulisan, atau perkataan, terdapat beberapa kata asing, tanpa mempedulikan isinya, biasanya kata-kata itu akan diterima dengan penuh ketakjuban, dan si pembicara atau penulisnya akan dipandang sebagai ilmuwan dan cendekiawan. Sejak lahir hingga kuburan, kepada apapun yang kita lihat, jika hal-hal itu diberi nama dengan kata-kata Barat atau Timur, maka hal itu akan diterima dengan antusias dan penuh perhatian, serta dianggap sebagai fenomena peradaban dan kemajuan. Akan tetapi, jika kata-kata pribumi yang digunakan, maka kata-kata itu akan ditolak dan dianggap ketinggalan zaman. Anak-anak kita, jika memiliki nama Barat, ia akan merasa bangga dan jika namanya adalah nama tradisional, ia akan merasa malu dan rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan, gang-gang, toko-toko, perusahaan, apotik, toko buku, toko kain, dan hasil-hasil produksi lainnya, meskipun diproduksi di dalam negeri, harus menggunakan nama asing agar rakyat senang dan menyambut barang itu. Sikap kebarat-baratan dalam sikap duduk atau berdiri, dalam pergaulan dan seluruh aspek kehidupan, memberikan kebanggaan akan kebudayaan dan kemajuan. Sebaliknya, adat istiadat tradisional akan disebut sebagai kuno dan ketinggalan zaman. Dalam setiap sakit, meskipun remeh dan bisa diobati di dalam negeri, orang-orang merasa harus pergi ke luar negeri. Para dokter serta ilmuwan kedokteran kita dikritik dan dibuat putus asa. Pergi ke Inggris, Perancis, AS, dan Moskow merupakan kebanggaan. Sedangkan pergi haji dan ke tempat-tempat penuh berkah lainnya merupakan sikap kuno dan ketinggalan zaman. Ketidakpedulian atas hal-hal yang berhubungan dengan agama dan spiritualitas dianggap sebagai salah satu ciri kecendekiawanan dan peradaban. Sebaliknya, keteguhan pada masalah agama dan spiritualitas adalah sikap kuno dan ketinggalan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengatakan bahwa kita memiliki segalanya. Sudah jelas bahwa sepanjang sejarah, khususnya abad-abad terakhir, kita dihalang-halangi dari semua kemajuan. Pemerintah, khususnya Dinasti Pahlevi dan pusat-pusat propaganda yang menentang hasil-hasil kemajuan pribumi, adalah pengkhianat. Mereka menanamkan keyakinan bahwa diri kita ini kecil dan rendah. Mereka telah menghalangi kita dari setiap aktivitas untuk mencapai kemajuan. Berbagai usaha dilakukan untuk menjaga agar negara-negara tertindas tetap terbelakang.&lt;br /&gt;Misalnya yang terkait dengan pakaian dan benda-benda penghibur pria dan wanita, khususnya para pemuda. Mereka mengimpor berbagai barang seperti alat kecantikan dan permainan yang kekanak-kanakan. Padahal, benda-benda inilah yang menyeret keluarga-keluarga ke dalam perlombaan konsumerisme, yang telah menciptakan berbagai kisah menyedihkan. Benda-benda itu menghibur kaum pemuda tetapi sekaligus menyeret mereka ke arah kejahatan. Mereka mendirikan pusat-pusat kemaksiatan dan minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan wasiat yang bersumber dari simpati dan pengabdian saya kepada bangsa yang mulia ini, bahwa kini, ketika sampai batas-batas tertentu kita telah terbebas dari sebagian besar jebakan-jebakan ini, generasi yang dulu terisolir kini telah beraktivitas dan berinovasi. Kini kita melihat bahwa sebagian besar pabrik dan peralatan canggih, seperti pesawat dan hal-hal lain, telah mampu kita buat. Padahal, sebelumnya kita tidak menyangka bahwa para ahli Iran akan mampu mengoperasikan pabrik-pabrik dan hal-hal seperti itu, karena sebelumnya tangan kita selalu diarahkan ke Barat atau Timur dan ahli-ahli merekalah yang dulu mengoperasikan pabrik-pabrik itu. Bahkan, dalam era embargo ekonomi dan perang yang dipaksakan, para pemuda kita mampu memproduksi berbagai peralatan yang diperlukan. Peralatan itu telah dipasarkan dengan harga yang murah dan memenuhi kebutuhan kita. Itu semua membuktikan bahwa bila kita berkehendak, kita pasti mampu melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian harus waspada, bangun, dan berhati-hati, agar jangan sampai tertarik menjadi para perampok internasional, sesuatu yang terus diupayakan oleh para oportunis politik yang bergabung dengan Barat atau Timur. Bangkitlah untuk menghilangkan segala ketergantungan dengan kehendak yang kuat, aktif, dan kerja keras. Ketahuilah bahwa ras Aria dan Arab tidak memiliki kekurangan dibandingkan ras Eropa dan Amerika. Jika kita menemukan diri kita sendiri dan mampu mengusir rasa putus asa; jika kita tidak bergantung selain kepada kita sendiri, dalam jangka panjang, kita akan memiliki kekuatan untuk melakukan segala pekerjaan dan pembangunan. Sebagaimana manusia lainnya, kalian pasti mampu mencapai tahap seperti itu. Kita pasti mampu mencapai kehidupan yang mulia dan keluar dari bawah penguasaan pihak asing, dengan syarat kita tetap bertawakal kepada Allah SWT, percaya kepada diri sendiri, melepaskan ketergantungan kepada orang lain, dan bekerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah kewajiban pemerintah dan para pejabat pemerintahan Islami, baik mereka yang bertugas di masa kini, maupun di masa yang akan datang, untuk menghargai kemampuan para teknokrat pribumi. Berilah mereka dukungan materi atau spiritual. Jangan biarkan masuk ke dalam negeri barang-barang yang sebenarnya mampu dibuat oleh tenaga ahli dalam negeri. Doronglah mereka untuk bekerja dan berproduksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kalian, wahai para pemuda dan pemudi, saya pesankan agar kalian menjaga kemerdekaan, kebebasan, dan nilai-nilai manusiawi, meskipun hal itu harus dijalani dengan menanggung susah-payah dan penderitaan. Janganlah kalian mengorbankan diri untuk keindahan dan kesenangan yang tanpa batas. Janganlah kalian datang ke tempat-tempat maksiat yang disebarluaskan oleh Barat dan antek-antek mereka. Mereka, sebagaimana telah ditunjukkan oleh pengalaman, tidak menginginkan apapun, kecuali agar kalian jatuh ke dalam kejahatan dan lalai atas nasib bangsa kalian sendiri. Mereka mempunyai tujuan merampok kekayaan alam kalian, untuk kemudian menarik kalian ke dalam rantai imperialisme dan ketergantungan yang memalukan. Mereka ingin mengeksploitasi bangsa dan negara kalian. Dengan cara ini, mereka ingin kalian tetap terbelakang atau, menurut istilah mereka, tetap setengah liar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(f) Bentuk konspirasi besar lain yang dilancarkan oleh kekuatan imperialis dan kolonialis itu, sebagaimana yang sudah saya sebutkan dan berulang-ulang saya peringatkan, adalah dengan menguasai pusat-pusat pendidikan, khususnya universitas, karena nasib berbagai bangsa umumnya berada di tangan para lulusan universitas itu. Metode konspirasi mereka di universitas dan sekolah menengah umum berbeda dengan metode konspirasi yang dilancarkan terhadap para ulama dan sekolah agama Islam. Terhadap para ulama, cara yang mereka tempuh adalah dengan menyingkirkan, mengasingkan, merepresi, dan melancarkan kekerasan. Itulah yang pernah dilakukan pada zaman Reza Khan, namun tidak mencapai hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lainnya adalah dengan propaganda, penghinaan, dan cara-cara keji lainnya terhadap para ulama. Tujuannya adalah agar para ulama terjauhkan dari kalangan kampus, atau yang diistilahkan sebagai kaum cendekiawan. Pada zaman Reza Khan, semua ini dilakukan dengan cara tekanan dan represi. Pada zaman Muhammad Reza, hal itu dilanjutkan tanpa kekerasan, namun dampaknya lebih merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di universitas-universitas, cara yang digunakan adalah dengan menjauhkan para pemuda dari budaya, adat, dan nilai-nilai bangsa, serta menarik mereka ke arah Barat atau Timur. Selanjutnya, para pejabat negara dipilih di antara orang-orang seperti ini, yaitu mereka yang condong ke Barat atau ke Timur. Orang-orang itulah yang kemudian memegang kendali pemerintahan negara dan melakukan apapun yang ingin dilakukan oleh kekuatan imperialis dan kolonialis itu. Mereka membuat negara-negara di dunia menjadi westernized atau easternized. Mereka lalu mengasingkan serta mengalahkan para ulama, atau menimbulkan kebencian terhadap ulama, sehingga para ulama tidak mampu melakukan usaha apapun untuk mencegah kejahatan tersebut. Hal ini merupakan cara terbaik untuk membuat negara-negara tetap berada di bawah imperialisme dan tetap terbelakang. Dengan cara itu, para kekuatan adidaya tanpa susah-payah, tanpa biaya, dan tanpa keributan, mampu mengeruk segala yang ada ke dalam kantong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kini di saat dilakukannya reformasi dan pembersihan di universitas-universitas dan pusat-pusat pendidikan, kita semua harus membantu mereka yang bertanggung jawab atas masalah ini, dengan sekuat tenaga. Kini, jangan biarkan universitas-universitas itu diselewengkan. Di manapun terlihat adanya penyelewengan, kita harus segera melakukan langkah-langkah dan upaya untuk menghilangkannya. Pekerjaan yang penting ini pada tahap awal harus dilakukan oleh para mahasiswa sendiri. Penyelamatan atas universitas adalah penyelamatan terhadap bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyampaikan wasiat, pertama kepada para pemuda, kedua kepada para orang tua, dan ketiga kepada para pejabat dan pemikir yang peduli kepada bangsa ini, berjuanglah dengan sepenuh hati untuk menjaga negara ini dari segala macam gangguan. Dalam kondisi keterjagaan dan kewaspadaan ini, serahkan tanggung jawab atas universitas-universitas kepada generasi berikutnya. Demikianlah seterusnya wasiat ini saya sampaikan kepada generasi-generasi mendatang. Selamatkanlah negeri yang mulia dan agama yang suci ini dengan cara menjaga universitas-universitas dari kekeliruan pemikiran yang westernized ataupun easternized. Dengan pekerjaan yang mulia ini, potonglah tangan-tangan musuh, yaitu kekuatan-kekuatan adidaya dunia, dari negeri ini, hingga mereka menjadi putus asa. Allah akan menjaga dan melindungi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(g) Di antara masalah yang cukup penting lainnya adalah sifat amanah yang harus dimiliki oleh para anggota parlemen kita. Selama ini, kita melihat betapa Islam dan negeri Iran mengalami kerusakan yang sangat hebat dan menyedihkan akibat keberadaan para anggota parlemen yang tidak punya kapabilitas dan menyeleweng. Hal ini kita saksikan sejak dimulainya masa Revolusi Konstitusional hingga zaman Rezim Pahlevi. (Sebelum revolusi Islam, pernah terjadi sebuah revolusi yang dipimpin para ulama dengan tujuan untuk menerapkan konstitusi dalam sistem monarkhi absolut Iran. Revolusi ini disebut Revolusi Konstitusional dan berhasil tegak dengan dibentuknya parlemen dan UUD. Namun karena penyelewengan sebagian unsur parlemen, akhirnya rakyat Iran kembali jatuh dalam sistem monarkhi absolut-pen).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat betapa besarnya musibah dan kerugian yang diderita oleh bangsa muslim ini. Selama lebih dari lima puluh tahun, kita melihat parlemen telah dihegemoni oleh orang-orang yang berhasil masuk ke parlemen dengan cara-cara curang. Sementara itu, hanya segelintir orang yang memiliki kapabilitas yang berhasil menjadi anggota parlemen dan mereka harus menghadapi kezaliman kelompok mayoritas iyu. Situasi inilah yang menyebabkan Inggris, Uni Soviet, dan pada akhirnya AS, dengan mudahnya melakukan intervensi terhadap parlemen Iran hingga segala urusan di negeri ini menjadi rusak. Setelah era Revolusi Konstitusional, bisa dikatakan bahwa tidak ada satupun butir undang-undang yang disahkan oleh parlemen yang bisa diimplementasikan. Pada zaman Reza Khan, semua urusan akhirnya diserahkan kepada orang-orang yang westernized atau para tuan tanah. Sementara itu, pada zaman Pahlevi, semua urusan diserahkan kepada rezim penumpah darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat pertolongan Allah SWT dan perjuangan tiada henti bangsa yang agung ini, kini segala urusan dipegang oleh rakyat Iran sendiri. Kini, rakyat dengan bebas mengirimkan para wakil mereka untuk duduk di parlemen tanpa adanya intervensi dari negara atau para pejabat. Saya berharap agar para wakil rakyat yang duduk di parlemen adalah orang-orang yang terpercaya serta menjaga amanah Islam dan kepentingan negara. Untuk itulah, kepada rakyat Iran, saya menyampaikan pesan agar mereka betul-betul teliti saat memilih para wakil rakyat dalam pemilu. Pilihlah mereka yang setia kepada Islam dan pemerintahan Islami ini. Orang-orang seperti ini biasanya berasal dari kalangan menengah atau bahkan dari kalangan miskin. Pilihlah mereka yang tidak menyeleweng dari jalan yang lurus, tidak ke Barat dan juga tidak ke Timur. Pilihlah juga mereka yang berpendidikan serta memiliki wawasan terhadap masalah-masalah terkini yang terkait dengan politik-politik Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga memiliki pesan untuk para ulama dan para ruhaniwan. Janganlah sekali-kali Anda menyingkir atau tidak peduli terhadap masalah-masalah politik, khususnya yang terkait dengan masalah pemilu kepresidenan atau pemilu parlemen. Anda semua tahu bahwa pada zaman dahulu, berbagai upaya telah dilakukan oleh orang-orang yang easternized atau westernized agar para ulama tersingkir dari urusan-urusan politik. Pada era Revolusi Konstitusional, para ulama sendiri bahkan sampai termakan oleh tipuan musuh-musuh Islam itu hingga mereka mengira bahwa berpolitik adalah suatu tindakan yang tidak sesuai dengan martabat seorang ulama atau ruhaniwan. Akhirnya, Anda sendiri tahu betapa besar kerusakan yang timbul, yang untuk menebusnya dibutuhkan waktu yang sangat lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, dengan mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT, berbagai halangan telah tersingkirkan dan atmosfir kebebasan bagi berperansertanya berbagai lapisan masyarakat dalam urusan mereka sendiri, telah terbuka. Kini, tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan urusan kaum muslimin. Pengabaian atas itu merupakan salah satu dosa besar. Setiap orang, menurut kemampuannya dan sejauh pengaruh yang dimilikinya, wajib untuk berkhidmat kepada Islam dan bangsa. Dengan penuh kesungguhan, setiap orang harus menyingkirkan infiltrasi antek-antek dua kutub imperialisme dan orang-orang yang westernized atau easternized. Pendeknya, para penyeleweng dari ajaran Islam yang agung ini harus disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa para penentang Islam dan negara-negara Islam adalah mereka yang saat ini merupakan kekuatan adidaya dan perampok internasional. Dengan cara bertahap dan cermat, mereka menyusup ke negara kita dan negara-negara Islam lainnya. Mereka menarik negara-negara Islam ke arah jebakan eskploitasi dengan memanfaatkan orang-orang pribumi. Kalian harus waspada dan berhati-hati. Ketika merasakan adanya langkah awal dari infiltrasi ini, bangkitlah untuk melawannya dan jangan beri kesempatan kepada mereka. Semoga Allah melindungi kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kalian, wahai para wakil rakyat di Parlemen Islam, baik di zaman sekarang maupun di zaman yang akan datang, jika -mudah-mudahan saja hal itu tidak terjadi-ada orang-orang yang menyeleweng, yang dengan intrik atau permainan politik berhasil terpilih sebagai wakil rakyat, parlemen harus menolak surat surat pengangkatan mereka. Jagalah agar jangan sampai ada satupun unsur perusak yang bisa masuk ke dalam parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Anda para penganut agama minoritas , secara resmi saya mewasiatkan agar kalian mengambil pelajaran dari periode Rezim Dinasti Pahlevi. Pilihlah wakil-wakil kalian dari orang-orang yang berpegang teguh kepada agama kalian atau kepada pemerintahan Islam, dan tidak terkait dengan kekuatan-kekuatan imperialis dunia. Pilihlah mereka yang tidak memiliki kecenderungan terhadap aliran-aliran atheis, sesat, dan distortif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua wakil rakyat, saya meminta agar kalian bergaul dengan niat yang sepenuhnya baik dan sikap persaudaraan. Semua harus berupaya agar jangan sampai ada hukum yang menyimpang dari Islam. Berpegangteguhlah kepada Islam dan hukum-hukum Ilahi ini agar tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Anda anggota Dewan Garda Konstitusi yang mulia, saya meminta dan memberi nasihat kepada Anda semua, baik generasi saat ini maupun generasi yang akan datang, agar melaksanakan kewajiban terhadap Islam dan bangsa dengan penuh kecermatan dan kekuatan. Janganlah terpengaruh oleh kekuatan apapun. Tolaklah segala UU yang bertentangan dengan hukum suci Ilahi dan UUD tanpa sedikitpun keragu-raguan. Saat mengesahkan suatu UU, perhatikanlah kepentingan mendesak negara, yang terkadang harus dilakukan baik atas dasar hukum sekunder maupun atas dasar kewenangan prorogatif wilayatul-faqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berwasiat kepada bangsa yang mulia ini agar ikut serta dalam seluruh pemilu, baik pemilu kepresidenan, maupun pemilu parlemen dan Dewan Ahli yang bertugas menentukan pemimpin tertinggi. Pilihlah orang-orang yang memenuhi standar yang valid. Misalnya, dalam pemilihan anggota Dewan Ahli untuk menentukan presidium pemimpin atau pemimpin tunggal (pemimpin yang dimaksud di sini adalah Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, yang saat ini dijabat oleh Ayatullah Khamenei-pen). Jika kita bersikap longgar dan para ahli tidak dipilih atas standar syar'i dan hukum, alangkah besarnya kerusakan yang akan ditimbulkan terhadap Islam dan negara; suatu kerusakan yang tidak akan bisa ditebus. Jika hal ini sampai terjadi, semua orang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT. Semua unsur, mulai dari marji' dan ulama besar, hingga pedagang, petani, karyawan, dan buruh, semuanya, baik generasi saat ini maupun generasi yang akan datang, bertanggung jawab atas nasib bangsa dan Islam. Bahkan, dalam beberapa hal, masalah ketidakhadiran atau tidak berperan serta dalam penentuan nasib bangsa, serta sikap acuh tak acuh, bisa jadi merupakan sebuah dosa besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mencegah bencana sebelum bencana itu terjadi. Jika tidak, akan terjadi bencana yang tidak mungkin lagi diatasi. Hal ini adalah kenyataan yang kita rasakan setelah berlangsungnya Revolusi Konstitusional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada cara untuk mencegah bencana seperti ini selain dengan partispasi seluruh unsur bangsa di seluruh pelosok negeri, untuk melaksanakan tugas-tugas yang diembannya sesuai dengan standar Islam dan UUD. Pakailah standar ini dalam penentuan presiden dan wakil-wakil rakyat anggota parlemen. Mereka harus dipilih di antara orang-orang yang berpendidikan agama dan memiliki wawasan luas atas berbagai urusan, sekaligus tidak terkait dengan negara-negara adidaya yang eksploitator. Mereka harus orang yang terkenal ketakwaan dan keimanannya terhadap Islam dan pemerintahan Islam. Bermusyawarahlah (dalam hal ini) dengan ulama dan ruhaniwan yang bertakwa serta setia terhadap pemerintahan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut pula diperhatikan bahwa presiden dan para anggota parlemen haruslah orang-orang yang mampu merasakan kemiskinan dan kesengsaraan kaum yang lemah dan orang-orang yang terpinggirkan dalam masyarakat. Para pejabat negara itu haruslah mereka yang selalu memikirkan cara untuk mensejahterakan orang yang terpinggirkan itu; bukannya mereka yang selalu memikirkan para pemodal, tuan tanah, orang-orang kaya, atau mereka yang tenggelam dalam kenikmatan dan syahwat; yang tidak bisa memahami kepahitan orang-orang miskin yang menderita kelaparan. Jika presiden dan anggota parlemen adalah orang-orang yang layak, setia kepada Islam, dan memiliki empati terhadap rakyat dan negara, sebagian besar masalah tidak akan datang menghadang perjalanan bangsa ini. Seandainyapun (masalah itu) datang, masalah itu akan bisa teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga harus diperhatikan saat rakyat ini memilih anggota Dewan Ahli yang nantinya bertugas menentukan Rahbar atau Presidium Rahbar. Jika para ahli yang dipilih oleh rakyat untuk menjadi anggota Dewan Ahli itu terpilih lewat proses yang penuh ketelitian dan lewat musyawarah antara rakyat dengan para ulama, maka sebagian besar pekerjaan-pekerjaan berat dan masalah-masalah yang mungkin timbul terkait penentuan Presidium Rahbar atau Rahbar tunggal, pasti tidak akan datang, atau kalaupun masalah itu datang, pasti dapat diselesaikan dengan baik. Karena itu, saya mewasiatkan kepada rakyat Iran agar dalam memilih anggota Dewan Ahli, mereka bermusyawarah dengan marji' agung di setiap zaman, ulama-ulama besar dari berbagai penjuru negeri, atau dengan orang-orang saleh dan cendekiawan yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pasal 109 dan 110 UUD , dijelaskan mengenai kewajiban berat bangsa dalam menentukan anggota Dewan Ahli dan Parlemen, sehingga sedikit saja ada sikap longgar dalam memilih, betapa besar dampak buruknya terhadap Islam dan pemerintahan Islam. Kewajiban ini bahkan bisa saja merupakan kewajiban agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Rahbar atau Presidium Rahbar di zaman ini maupun di zaman yang akan datang, saya mewasiatkan agar dalam mendukung Republik Islam, Anda semua harus mewakafkan diri Anda untuk berkhidmat kepada Islam, kaum tertindas, dan orang-orang miskin. Anda semua harus tetap ingat bahwa kita hidup di zaman penyerangan kekuatan-kekuatan adidaya dan antek-antek mereka di dalam dan luar negeri terhadap pemerintah Islam, yang pada hakikatnya adalah serangan kepada Islam itu sendiri. Janganlah menganggap bahwa posisi Rahbar adalah sebuah hadiah dan kedudukan yang tinggi. Anggaplah itu sebagai kewajiban yang berat dan berbahaya, yang jika Anda tergelincir, Anda akan terhina secara abadi di dunia dan kelak akan mendapatkan siksa api neraka di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada Allah yang Maha Pemberi dan Maha Pemberi Petunjuk dengan penuh kerendahan hati dan doa , agar Dia meluluskan sekaligus menyelamatkan kita semua dari ujian yang berbahaya ini. Bahaya ini dalam tingkat yang lebih rendah juga menghadang presiden di masa sekarang maupun di masa yang akan datang serta menghadang para pejabat dan pegawai pemerintahan menurut tingkat tanggung jawab mereka masing-masing. Karena itu, selalulah sadar bahwa Allah selalu hadir dan mengawasi kita semua. Semoga Allah melapangkan jalan bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(h) Di antara masalah yang sangat penting lainnya adalah masalah peradilan yang para pejabatnya bertanggung jawab atas nyawa, harta, dan pembelan terhadap rakyat. Saya mewasiatkan kepada Rahbar dan Presidium Rahbar yang bertanggung jawab dalam menentukan pejabat tertinggi di bidang pengadilan, berusahalah untuk memilih orang-orang yang terbukti keimanannya, serta sangat memahami urusan hukum, Islam, dan politik. Saya meminta kepada Dewan Tinggi Pengadilan, agar dengan penuh kesungguhan, melakukan perbaikan pada sistem peradilan, yang dalam rezim yang lalu ditempatkan dalam kondisi yang menyedihkan. Singkirkanlah orang-orang yang mempermainkan nyawa, harta, dan nasib masyarakat. Jangan angkat orang-orang yang tidak memahami keadilan Islam sebagai pejabat di posisi yang sangat penting ini. Dengan kerja keras dan kesungguh-sungguhan, secara bertahap, majukanlah sistem peradilan. Insya Allah, dengan kesungguhan hauzah ilmiah, khususnya hauzah ilmiah Qom, akan dididik para hakim yang menguasai hukum Islam untuk mengggantikn hakim-hakim yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Islam. Dengan demikian, insya Allah, pengadilan Islami akan segera diterapkan di seluruh negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada hakim-hakim yang mulia, baik di masa kini maupun di masa mendatang, saya mewasiatkan agar Anda sekalian menerima tanggung jawab atas urusan yang sangat penting ini dengan memperhatikan hadis-hadis dari Rasulullah SAWW dan Imam Maksum a.s. dalam memandang pentingnya pengadilan dan krusialnya posisi lembaga ini. Perhatikan juga berbagai kekeliruan yang pernah terjadi sebelumnya di lembaga peradilan Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksanakanlah tugas yang krusial ini dan jangan biarkan jabatan ini diserahkan kepada orang-orang yang bukan ahlinya. Orang-orang yang memang ahli dalam bidang ini, janganlah menolak untuk menerima tanggung jawab ini. Jangan serahkan bidang ini kepada orang yang bukan ahlinya. Ketahuilah bahwa sebagaimana krusialnya jabatan mulia ini, sedemikian besar pula pahala dan keutamaan yang akan diraih. Ketahuilah bahwa melaksanakan pengadilan bagi orang-orang yang ahli di bidang ini adalah sebuah kewajiban kifayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i) Wasiat saya kepada hauzah-hauzah ilmiah adalah sebagaimana yang telah berkali-kali saya sampaikan. Kepada lembaga tersebut saya ingatkan bahwa di zaman ini, para penentang Islam dan pemerintahan Islam telah bersiap-siap untuk menggulingkan Islam, dan berusaha untuk melakukan hal itu melalui setiap jalan yang mungkin ditempuh. Salah satu jalan yang terpenting untuk mencapai tujuan beracun dan berbahaya mereka bagi Islam serta hauzah-hauzah ilmiah adalah dengan memasukkan orang-orang yang sesat dan jahat ke dalam hauzah-hauzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya besar dalam jangka pendek dari hal ini adalah buruknya citra hauzah dengan perilaku, akhlak, dan metode mereka yang tidak layak dan sesat. Sementara itu, bahaya sangat besar dalam jangka panjang adalah ketika satu atau beberapa orang pembohong, dengan keilmuan Islam yang mereka miliki, mencapai kedudukan atau mendudukkan diri di berbagai lapisan masyarakat. Mereka berusaha menarik hati masyarakat kepada diri mereka dan pada saat yang tepat, mereka akan memberikan pukulan mematikan kepada hauzah ilmiah, Islam, dan negara. Kita mengetahui bahwa kekuatan-kekuatan besar perompak, memiliki cadangan orang-orang di tengah-tengah masyarakat dalam berbagai kedok, mulai dari orang-orang nasionalis, cendekiawan buatan, hingga mereka yang berlagak seperti ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ini, jika kesempatannya telah tiba, akan jauh lebih berbahaya dan lebih merusak. Terkadang, selama 30 sampai 40 tahun, mereka akan melangkah seolah-olah bersama Islam dan sumber suci (Para Imam Maksum-pen.) Atau, bisa jadi mereka menampakkan diri sebagai orang yang membawa paham Pan-Iranisme, nasionalisme, serta tipuan-tipuan lainnya. Mereka dengan sabar dan menunjukkan sikap persaudaraan, hidup di tengah-tengah bangsa. Kemudian di waktu yang tepat, mereka pun melaksanakan misinya. Bangsa kita dalam jangka pendek pasca kemenangan revolusi Islam, telah menyaksikan contoh-contohnya, seperti kelompok Mujahidin Khalq , Fedaye Khalq , Partai Rakyat , serta nama-nama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua harus berusaha menggagalkan konspirasi ini dengan penuh kesadaran. Yang lebih penting dari semuanya adalah upaya agar hauzah-hauzah ilmiah tetap dipimpin dan diisi oleh para pengajar yang terhormat dan mulia, yang memiliki pengalaman dalam penyusunan dan pemurnian hauzah. Mungkin mereka, musuh-musuh agama ini, akan mengaplikasikan cara-cara khas mereka yaitu membuat "keteraturan dalam ketidakteraturan" (menyebarkan paham-paham yang didasarkan pada ketidakteraturan berpikir, namun seolah-olah tampak ilmiah dan teratur-pen). Itu semua adalah racun yang diinstruksikan oleh para dalang dan konspirator upaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, wasiat saya adalah bahwa pada masa apapun, kebangkitan untuk mensistematiskan hauzah-hauzah adalah masalah yang mendesak dan harus dilakukan. Urgensinya semakin terasa khususnya pada zaman sekarang, yaitu di saat ketika berbagai rancangan dan konspirasi jahat dunia terjadi dengan cepat dan semakin menguat. Para ulama dan pengajar yang mulia hendaknya meluangkan sebagian besar waktunya untuk ini. Dengan program yang teliti dan benar, hauzah-hauzah, khususnya hauzah ilmiah Qum, harus dilindungi dari kerusakan pada zaman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dan pengajar yang terhormat, dalam mengajarkan pelajaran-pelajaran yang berhubungan dengan fiqih dan ushul, jangan pernah menyimpang dari metode yang telah ditunjukkan oleh para syeikh agung. Hanya inilah satu-satunya jalan untuk menjaga fiqih Islam. Hendaknya mereka berupaya agar tiap hari, dengan penuh ketelitan , meningkatkan pembahasan, penemuan, dan penelitian. Hendaknya mereka berupaya agar fiqih sunnah tetap terjaga. Ini adalah warisan para salafus-saleh (pendahulu yang saleh) dan penyimpangan dari fiqih sunnah ini akan menyebabkan lemahnya pilar-pilar penelitian dan ketelitian. Tentu saja, dalam bidang-bidang keilmuan lainnya, harus disusun program-program yang sesuai dengan kebutuhan bangsa dan Islam, dan untuk itu, harus dididik para ilmuwan di bidang-bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang pendidikan yang paling penting dan utama untuk diselenggarakan secara menyeluruh adalah bidang spiritualitas Islam, di antaranya ilmu akhlak, penyucian jiwa, dan ilmu "perjalanan menuju Tuhan" (semoga Allah mengaruniakan hal ini kepada saya dan Anda semua). Inilah bidang keilmuan yang menuntun kita menuju jihad yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(j) Di antara urusan yang memerlukan reformasi, pembersihan, dan penjagaan adalah lembaga eksekutif. Terkadang mungkin saja Parlemen mengeluarkan undang-undang yang progresif dan bermanfaat bagi masyarakat, dan Dewan Penjaga pun mengesahkannya, untuk kemudian disampaikan kepada menteri yang bersangkutan dalam masalah itu. Namun, di tangan para pelaksana yang tidak benar, UU itu bisa jadi mengalami penyelewengan, dan mereka melaksanakan UU itu secara berlawanan dengan peraturan yang telah ditetapkan. Para pejabat itu bisa saja menyelewengkan jabatannya dengan melakukan permainan "memo" dan kongkalingkong, yang sudah terbiasa mereka lakukan; atau secara sengaja mereka melakukan penyelewengan itu dengan tujuan untuk meresahkan masyarakat sehingga secara bertahap akan tercipta kerusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada menteri-menteri di zaman sekarang maupun di masa yang akan datang, saya meminta kalian agar menyadari bahwa kalian dan para pegawai kementerian dibiayai oleh uang negara. Untuk itu, kalian harus menjadi pelayan rakyat, khususnya rakyat yang lemah. Sadarilah bahwa menciptakan kesulitan bagi rakyat dan melakukan pekerjaan yang bertentangan dengan kewajiban adalah hal yang haram. Tindakan tersebut bahkan bisa saja -mudah-mudahan jangan sampai terjadi-akan menyebabkan kemurkaan Allah. Selain itu, kalian membutuhkan dukungan rakyat. Dengan dukungan rakyat, terutama rakyat tertindas, kemenangan telah dicapai dan kekuasaan Shah yang kejam terhadap negara dan kekayaan negara, dapat ditumbangkan. Jika suatu hari kalian kehilangan dukungan dari rakyat, kalian juga akan tersingkir, dan sebagaimana yang terjadi pada masa Rezim Shah yang kejam, posisi kalian sebagai aparat negara akan direbut oleh para penjahat yang kejam. Oleh karena itu, adalah keniscayaan bahwa kalian harus berusaha menarik dukungan bangsa. Jauhilah perilaku yang tidak Islami dan tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tujuan yang sama pula, kepada para menteri dalam negeri di sepanjang sejarah masa depan, saya mewasiatkan agar mereka bersikap teliti dalam memilih para gubernur. Pilihlah orang-orang yang layak, saleh, setia, pintar, dan mampu bekerja sama dengan rakyat, sehingga ketenangan dalam negeri bisa diciptakan seluas mungkin. Harus diketahui bahwa meskipun semua menteri dan kementerian bertanggung jawab dalam mengislamkan dan mengatur urusan di tempat tugasnya masing-masing, namun sebagian dari mereka memiliki kekhususan tersendiri. Misalnya, Kementerian Luar Negeri yang bertanggung jawab atas kedutaan-kedutaan besar di luar negeri. Sejak awal kemenangan revolusi, saya telah mewasiatkan kepada para menteri luar negeri mengenai kebobrokan yang terjadi di kedubes-kedubes dan upaya yang harus dilakukan agar terjadi transformasi pada kedubes-kedubes tersebut sehingga menjadi kedubes yang layak bagi Republik Islam Iran. Namun demikian, sebagian dari mereka tidak menginginkan atau tidak mampu menunjukkan kinerja yang baik. Kini, tiga tahun setelah kemenangan revolusi telah berlalu, menteri luar negeri saat ini telah mengambil langkah-langkah dalam masalah ini, dan diharapkan dengan kerja keras dan berlalunya waktu, masalah ini dapat terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mewasiatkan kepada menteri luar negeri pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, tanggung jawab Anda sangatlah besar, baik itu dalam usaha memperbaiki dan mentransformasi Kementerian Luar Negeri dan kedubes-kedubes, maupun dalam bidang politik luar negeri. Dalam bidang politik luar negeri, Anda bertugas untuk melindungi kemerdekaan dan kepentingan negara, menjalin hubungan dengan negara-negara yang tidak berniat untuk mencampuri urusan dalam negeri kita, serta secara tegas menunjukkan penentangan terhadap segala kekurangan yang bersifat ketergantungan terhadap pihak asing dengan segala dimensinya. Selain itu, harus diketahui bahwa ketergantungan dalam sebagian urusan, meskipun mungkin saja tampaknya baik, atau memiliki manfaat pada saat ini, namun pada akhirnya akan menyeret bangsa ke arah kehancuran. Berusahalah dalam memperbaiki hubungan dengan negara-negara Islam dan dalam membangunkan para negarawan di dunia. Ajaklah mereka untuk bersatu, semoga Allah bersama Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada bangsa-bangsa di negara-negara Islam, janganlah kalian memiliki harapan bahwa orang di luar akan menolong kalian dalam mencapai tujuan kalian, yaitu tegaknya Islam dan hukum Islam. Kalianlah yang harus bangkit dalam mencapai tujuan ini; tujuan yang akan menghasilkan kebebasan dan kemerdekaan. Para ulama dan para mubalig yang terhormat dari berbagai negara Islam, serulah pemerintah agar mau membebaskan diri dari kekuatan-kekuatan besar asing. Ajak pemerintah agar mau menjalin kesepahaman dengan rakyat. Dengan cara ini, kemenangan akan dapat dicapai. Serulah berbagai bangsa untuk bersatu dan menjauhkan diri dari rasialisme yang bertentangan dengan Islam. Jalinlah persaudaraan dengan saudara-saudara seiman dari semua negara dan semua ras karena Al Quran menyebut mereka sebagai saudara. Jika persaudaraan dalam keimanan ini dapat diwujudkan, dengan restu Allah SWT, kita akan menyaksikan bahwa kekuatan terbesar di muka bumi ini berada di tangan kaum muslimin. Semoga suatu hari, dengan kehendak Allah SWT, persaudaraan dan kesetaraan ini akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada Kementerian Bimbingan Keagamaan di segala masa, khususnya pada masa kini yang memiliki kekhasan, berusahalah secara keras dalam menyebarkan kebenaran melawan kebatilan. Tunjukkanlah wajah asli Republik Islam. Ketahuilah bahwa kita yang pada zaman ini telah berhasil melepaskan diri dari tangan-tangan kekuatan adidaya dunia, akan selalu menjadi sasaran propaganda semua jaringan media massa yang terkait dengan kekuatan adidaya. Kita melihat betapa banyak kebohongan dan hinaan yang telah dilemparkan terhadap Republik Islam yang baru berdiri ini, oleh para pembicara dan para penulis yang bekerjasama dengan kekuatan adidaya. Sayangnya, sebagian besar pemerintahan negara-negara Islam, yang berdasarkan hukum Islam seharusnya mereka bersaudara dengan kita, justru malah memusuhi kita dan Islam. Mereka lebih suka bekerja sama dengan kekuatan imperialis dunia untuk menyerang kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di sisi lain, kemampuan propaganda kita sangat lemah dan kurang memiliki kapabilitas. Kita mengetahui bahwa dunia hari ini berputar di atas propaganda. Benar-benar disayangkan bahwa para penulis yang disebut-sebut sebagai cendikiawan, yang lebih condong kepada salah satu kutub dunia, justru tidak memikirkan kemerdekaan serta kebebasan negara dan bangsanya sendiri. Sikap egois dan oportunis ternyata tidak memberikan kesempatan kepada mereka sedetikpun untuk berpikir dan memperhatikan kemaslahatan negara dan bangsanya sendiri. Mereka tidak mau membandingkan kebebasan dan kemerdekaan yang dipersembahkan oleh Republik Islam dengan kondisi di masa Rezim Shah yang zalim. Kaum cendekiawan itu hanya mau melihat bahwa kehidupan materi mereka agak sedikit menurun dibandingkan dengan yang mereka dapatkan pada zaman Shah. Padahal, kehidupan mereka sekarang ini seiring dengan naiknya harkat dan martabat. Sementara itu, dulu pada zaman Shah, kehidupan material yang sebenarnya tidak begitu makmur harus mereka lakoni sambil terpaksa kehilangan kehormatan diri. Mereka harus bergantung, menjilat, dan mengabdi kepada mikroba kerusakan dan sumber kezaliman. Kepada mereka, saya menghimbau agar mereka menghentikan segala fitnah dan tuduhan tidak benar kepada republik yang baru berdiri ini. Berdirilah tegak bersama bangsa dan pemerintah ini dalam menentang orang-orang yang zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, masalah tabligh bukan hanya tanggung jawab Kementerian Bimbingan Islami saja, melainkan kewajiban semua ilmuwan, jurubicara, penulis, serta seniman. Kementerian Luar Negeri juga bertanggung jawab dalam hal ini, yaitu dalam bentuk usaha agar kedutaan-kedutaan besar Iran memiliki penerbitan untuk menampilkan wajah Islam yang bercahaya kepada warga dunia. Jika wajah yang paling indah ini -yang Al Quran dan Sunnah menyeru manusia untuk datang ke arah wajah indah tersebut-dapat dibebaskan dari cengkeraman para penentang Islam dan para penyeleweng, Islam akan mendunia dan benderanya yang penuh kebanggaan akan berkibar di semua tempat. Sungguh merupakan sebuah musibah besar yang sangat menyedihkan bahwa kaum muslimin yang sebenarnya memiliki pusaka berharga yang tidak ada tandingannya ini, ternyata tidak mampu menyebarkannya agar manusia bisa mencapai fitrah kebebasannya. Lebih menyedihkan lagi bahwa kaum muslimin sendiri pun lalai atau tidak tahu atas mutiara yang dimilikinya itu, dan bahkan terkadang lari darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(k) Masalah lain yang sangat penting dan sangat menentukan nasib bangsa adalah masalah pusat-pusat pengajaran dan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Masalah ini sedemikian pentingnya sehingga saya harus mengulang-ulang pembahasannya. Bangsa yang sudah tertindas ini harus mengetahui bahwa dalam setengah abad terakhir ini, yang paling banyak memberikan pukulan mematikan kepada Iran dan Islam adalah universitas. Jika universitas dan pusat-pusat pendidikan lainnya dijalankan dengan program Islami dan bangsa ini mendidik, mengajar, dan memperbaiki moral anak-anak, remaja, dan pemuda di jalan yang bermanfaat bagi negara, bangsa kita tidak akan pernah berada di bawah cengkeraman Inggris, lalu kemudian Amerika dan Uni Soviet. Tidak akan pernah ada perjanjian yang merusak diri sendiri yang dipaksakan kepada bangsa tertindas ini. Tidak akan pernah para imperialis asing itu menginjakkan kakinya di Iran dan tidak akan pernah kekayaan alam Iran dan emas hitam bangsa ini mengalir ke saku-saku berbagai kekuatan setan dunia. Tidak akan pernah dinasti Pahlevi dan pihak-pihak yang terkait dengannya berhasil merampok harta kekayaan bangsa serta membangun vila dan taman di dalam dan luar negeri, di atas jenazah orang-orang yang tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak akan pernah dapat memenuhi bank-bank di luar negeri dengan uang yang dirampok dari orang-orang tertindas ini dan memanfaatkannya untuk bersenang-senang bagi diri dan keluarga mereka. Jika parlemen, pemerintah, mahkamah agung, dan unsur-unsur negara lainnya, menggunakan universitas yang Islami dan rakyat sebagai sumber mata air, bangsa kita hari ini tidak akan terjebak dalam kesulitan yang sedemikian besar. Jika pribadi-pribadi yang bertakwa dan condong kepada Islam dan bangsa dengan makna yang sesungguhnya -bukannya orang-orang yang hari ini berdiri menentang Islam-yang sejak awal menguasai universitas dan tiga lembaga tinggi negara, hari kita bukan lagi hari ini dan bangsa kita bukan lagi bangsa yang sekarang ini. Dipastikan bahwa sejak dulu, orang-orang tertindas terbebas dari ketertindasan; orang yang awam akan terbebas dari kezaliman dan kepemimpinan Shah yang kejam. Tidak ada lagi pusat-pusat aktivitas amoral, madat, dan pusat hiburan maksiat, yang masing-masingnya melakukan kegiatan untuk menyeret generasi muda ke arah kehancuran. Orang-orang yang menghambur-hamburkan kekayaan negara dan menyia-nyiakannya, tidak akan pernah berhasil menguasai bangsa ini. Jika universitas-universitas terdiri dari unsur-unsur yang Islami, manusiawi, dan berkebangsaan, lembaga ini niscaya akan mampu mempersembahkan ratusan atau ribuan pengajar sejati kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sayangnya universitas-universitas dan sekolah-sekolah dalam jangka waktu lama telah jatuh ke tangan orang-orang yang condong ke Barat atau ke Timur. Mereka berhasil mendapatkan jabatan di universitas. Mereka mendidik para pemuda kita dengan program dan rencana yang didiktekan oleh pihak asing. Akibatnya, para pemuda kita berada di dalam cengkeraman serigala-serigala yang terkait dengan kekuasaan adidaya. Kaum muda kita akhirnya menjadi orang-orang yang membeo dan mengikuti perintah dari pemerintah, Parlemen, dan mahkamah Rezim Shah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, segala puji bagi Allah SWT karena universitas-universitas kita telah terlepas dari cengkeraman para penjahat. Kepada bangsa dan pemerintahan Republik Islam Iran di semua zaman, saya mewasiatkan agar jangan membiarkan unsur-unsur fasad, yang memiliki ajaran menyeleweng atau kecondongan kepada Barat dan Timur, berhasil menanamkan pengaruhnya di pusat-pusat pendidikan dan universitas, serta lembaga pengajaran dan pendidikan lainnya. Langkah awal dalam hal ini adalah pencegahan, agar kesulitan tidak timbul dan kita tidak kehilangan kesempatan untuk mengontrol situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada para pemuda di lembaga-lembaga pendidikan, SMU, dan universitas, adalah agar mereka semua secara berani bangkit menentang segala penyelewengan agar kemerdekaan dan kebebasan pada diri mereka, negara, dan bangsa selalu terlindungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(l) Angkatan bersenjata, mulai dari tentara, garda revolusi, polisi militer, kepolisian, hingga komite-komite keamanan, tentara rakyat, dan lembaga pertahanan tradisional, mereka semua memiliki posisi yang khusus. Mereka adalah tulang punggung kekuatan Republik Islam. Mereka memiliki peran yang besar dalam menciptakan keamanan di jalan-jalan, kota-kota, dan desa-desa. Mereka adalah penjaga keamanan dan pemberi ketenteraman kepada bangsa ini. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan perhatian khusus dari bangsa, pemerintah, dan parlemen. Perlu pula diperhatikan bahwa di dunia ini, unsur yang paling banyak dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan besar dan kekuatan-kekuatan politik perusak adalah angkatan bersenjata. Angkatan bersenjata dengan permainan politik telah melakukan kudeta dan penggantian pemerintahan atau rezim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi fenomena umum bahwa di dunia ini, para oportunis penipu membeli sebagian pemimpin angkatan bersenjata. Melalui konspirasi para panglima yang mau diseret ke dalam permainan, para oportunis itu menanamkan pengaruh mereka di dalam berbagai urusan negara. Akibatnya, bangsa-bangsa tertindas berada di bawah kekuasaan mereka. Merekapun lalu mempraktekkan pemasungan kemerdekaan dan kebebasan di berbagai negara. Jika orang-orang yang ditugaskan menjadi panglima adalah orang-orang yang bertakwa, musuh-musuh di berbagai negara tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melakukan kudeta atau menduduki sebuah negara. Atau, jikapun kudeta itu terjadi, kudeta itu akan menghadapi kegagalan di tangan para panglima yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Iran pun, angkatan bersenjata yang setia serta para panglima yang bersih dan cinta negara memiliki peran dan kesetiaan yang sangat signifikan ini. Hal ini merupakan sebuah mukjizat zaman. Hari ini, ketika perang terkutuk yang dipaksakan oleh Saddam At-Tikriti, yang dilakukannya atas perintah dan bantuan dari AS dan kekuatan-kekuatan lainnya, telah berlangsung hampir dua tahun , Rezim agresor Ba'ats dan para pendukungnya berada di ambang kekalahan politik dan militer. Di sini, angkatan bersenjata, kepolisian, garda revolusi, dan kekuatan rakyat yang mendapatkan dukungan bangsa, telah menciptakan kebanggaan besar ini. Bangsa Iran merasa bangga atas kesetiaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai konspirasi di dalam negeri, yang bersatu dengan boneka-boneka Barat atau Timur untuk menggulingkan Republik Islam, kini menghadapi kekalahan di tangan para pemuda dari lembaga-lembaga pertahanan, garda revolusi, tentara rakyat, kepolisian, dan rakyat yang setia kepada bangsa. Para pemuda yang rela berkorban inilah yang senantiasa terjaga di malam-malam hari agar keluarga-keluarga dapat beristirahat dengan tenang. Semoga Allah selalu menjaga dan menolong mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, wasiat tulus saya, di saat-saat akhir umur saya ini, kepada angkatan bersenjata, secara umum adalah sebagai berikut. Wahai saudara-saudaraku, kalian adalah orang memiliki kecintaan kepada Islam. Dengan penuh kerinduan untuk bertemu Allah SWT dan dengan semangat rela berkorban, kalian senantiasa hadir di medan-medan pertempuran untuk melanjutkan pekerjaan mulia bagi bangsa dan negara. Bangunlah dan waspadalah, bahwa para aktor politik dan politikus profesional yang condong ke Barat dan Timur serta tangan-tangan tak terlihat dari penjahat di balik layar, lebih banyak mengarahkan sisi tajam dari senjata pengkhianatan dan kejahatan mereka kepada kalian. Mereka ingin memanfaatkan kalian-yang rela mengorbankan nyawa untuk memenangkan revolusi dan menghidupkan Islam-untuk menggulingkan Republik Islam. Mereka ingin memisahkan kalian dari Islam, dari nama Islam, serta dari berkhidmat kepada bangsa dan negara. Mereka ingin menyeret kalian ke dalam cengkeraman salah satu kutub kekuatan adidaya dunia. Dengan tipuan-tipuan politik serta dengan berkedok gerakan Islam dan kebangsaan, mereka juga ingin mencorengkan garis hitam di atas jerih payah dan pengorbanan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sangat mewasiatkan kepada angkatan bersenjata agar mereka melaksanakan peraturan militer, yaitu tidak masuknya militer ke dalam partai-partai, kelompok, atau faksi. Angkatan bersenjata, baik itu militer, kepolisian, garda revolusi, tentara rakyat, serta angkatan bersenjata lainnya, secara mutlak jangan sampai memasuki partai atau kelompok manapun. Mereka harus menjauhkan diri dari permainan-permainan politik. Dalam kondisi seperti ini, angkatan bersenjata akan mampu melindungi kekuatan militernya dari pertentangan internal kelompok-kelompok tersebut. Para panglima harus melarang orang-orang yang berada di bawah perintahnya untuk memasuki partai. Karena revolusi berasal dari seluruh rakyat, maka menjaganya adalah kewajiban bagi semua pihak, baik itu pemerintah, bangsa, dewan pertahanan, ataupun parlemen. Mereka semua memiliki kewajiban agama, yang juga merupakan kewajiban bangsa, untuk menentang angkatan bersenjata, baik itu panglima dan perwira tingkat atas maupun tingkat di bawahnya, jika orang-orang ini ingin mengambil langkah-langkah yang bertentangan dengan kemaslahatan Islam dan negara, atau jika mereka ingin memasuki partai-partai. Tidak diragukan lagi bahwa keinginan militer untuk memasuki dunia politik praktis atau masuk ke dalam permainan politik akan berujung kepada kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua unsur angkatan bersenjata, di akhir kehidupan yang fana ini, saya berwasiat agar kalian selalu setia, sebagaimana setianya kalian hari ini, kepada Islam. Inilah agama satu-satunya yang mengajarkan kemerdekaan dan kebebasan. Allah SWT, dengan cahaya hidayah-Nya, juga menyeru semua manusia ke posisi tinggi kemanusiaan melalui agama ini. Islamlah yang membebaskan kalian semua serta bangsa dan negara ini dari sikap ketergantungan yang memalukan dan keterikatan kepada kekuatan-kekuatan yang tidak menginginkan apapun dari Anda, selain menjadi budak-budak mereka. Kekuatan-kekuatan itulah yang ingin menjadikan bangsa kalian sebagai bangsa yang tertinggal dan pasar konsumsi. Mereka ingin menahan kalian agar tetap berada di bawah kezaliman. Pilihlah kehidupan sebagai manusia yang mulia meskipun dengan berbagai masalah, dibandingkan dengan kehidupan sebagai budak orang asing meskipun penuh kemakmuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa selama kalian mengulurkan tangan kepada orang lain untuk mendapatkan keperluan hasil industri maju, dan umur kalian dihabiskan sebagai pengemis, maka kemampuan dan kemajuan dalam bidang penelitian dan penemuan di dalam diri kalian tidak akan bernah berkembang. Dengan baik dan dengan mata kepala sendiri, kalian telah melihat bahwa dalam waktu yang singkat ini, setelah embargo ekonomi , orang-orang yang dulu menganggap diri mereka lemah dalam membuat segala sesuatu serta berputus asa dalam menjalankan pabrik-pabrik, kini telah membuka pikiran mereka. Kini, sebagian besar kebutuhan militer dan pabrik-pabrik telah berhasil dipenuhi sendiri. Perang dan embargo ekonomi ini, serta keluarnya para pakar asing merupakan hadiah Ilahi yang sebelumnya tidak kita sadari. Kini, jika pemerintah dan militer sendiri yang mengembargo barang-barang produk imperialis dunia dan berupaya keras di bidang penemuan, diharapkan negara akan berswasembada dan terbebas dari ketergantungan kepada musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini harus saya tambahkan bahwa setelah semua ketertinggalan yang direkayasa ini, kebutuhan kita terhadap industri-industri besar negara-negara asing adalah sebuah kenyataan yang memang tidak bisa diingkari. Namun, ini tidaklah bermakna bahwa untuk mencapai keilmuan yang canggih, kita harus bergantung kepada salah satu kutub. Pemerintah dan militer harus berusaha mengirimkan mahasiswa-mahasiswa yang setia ke negara-negara yang memiliki industri besar maju, yang bukan imperialis dan kolonialis. Pemerintah dan militer harus menghentikan pengiriman mahasiswa-mahasiswa ke AS dan Uni Soviet atau negara-negara lain yang sehaluan dengan dua kutub ini, kecuali bila-Insya Allah-kedua kekuatan adidaya ini menyadari kesalahannya dan berada di jalan kemanusiaan, persahabatan, dan penghormatan kepada hak-hak orang lain; atau kecuali bila kaum tertindas di dunia, bangsa-bangsa yang telah bangkit, dan kaum muslimin yang bersatu berhasil mengajak mereka (kekuatan-kekuatan adidaya itu) untuk bergabung. Semoga hari seperti itu akan segera terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(m) Radio, televisi, media cetak, sinema, dan teater adalah di antara alat-alat yang banyak digunakan untuk menyeret bangsa-bangsa, khususnya generasi muda, ke arah kejahatan. Dalam seratus tahun terakhir, khususnya setengah abad terakhir, kita melihat betapa besarnya peran alat-alat ini dalam menentang Islam dan ulama yang berkhidmat kepada Islam. Fasilitas ini berperan besar dalam mempropagandakan imperialisme Barat dan Timur. Alat-alat ini juga digunakan untuk menciptakan pasar berbagai produk. Melalui media ini, mereka menciptakan paham kemewahan, membangun bangunan dengan berbagai jenis hiasan dan keindahannya, serta membuat berbagai jenis minuman dan pakaian sebagai mode yang harus diikuti masyarakat. Umat Islam dicekoki dengan hal-hal yang melenakan. Dengan cara ini, terciptalah pemikiran bahwa merupakan kebanggaan besar bila bersikap kebarat-baratan dalam setiap sisi kehidupan, mulai dari perilaku, tutur kata, pakaian, dan lain-lain. Hal ini umumnya terjadi di kalangan kaum perempuan tingkat menengah ke atas. Di antara indikasi adanya sikap kebarat-baratan adalah dalam perilaku bersenang-senang dan cara berbicara. Kata-kata Barat dipakai dalam pembicaraan atau tulisan sedemikian rupa sehingga sebagian besar orang tidak mungkin memahaminya dan bahkan juga menciptakan kesulitan bagi orang-orang yang selevel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film-film televisi produk Barat atau Timur telah menyeret generasi muda, baik laki-laki maupun perempuan, dari jalur kehidupan normal, pekerjaan, industri, produksi, dan keilmuan, ke arah ketidaktahuan atas diri sendiri dan jati diri. Kaum muda kita jadi memandang buruk atau meragu-ragukan segala sesuatu pada diri dan negaranya, bahkan terhadap budaya, adat, dan peninggalan yang bernilai tinggi dan bermutu , yang sebagian besar darinya telah dipindahkan oleh tangan-tangan pengkhianat ke berbagai perpustakaan dan museum di Barat dan Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah-majalah dengan tulisan-tulisan serta foto-foto yang hina dan menyedihkan serta koran-koran yang berlomba-lomba menulis makalah anti kebudayaan pribumi dan anti Islam, telah membawa masyarakat, khususnya generasi muda, ke arah Barat atau Timur. Tambahkan pula bahwa media-media cetak itu pun mempropagandakan pusat-pusat kemaksiatan, tempat-tempat minuman keras, toko-toko penjualan barang-barang hiasan atau riasan, mainan, dan produk-produk lainnya, khususnya yang diimpor dari Barat. Hasil dari ekspor minyak, gas, dan kekayaan alam lainnya telah ditukar dengan impor boneka-boneka, mainan, dan barang-barang hiasan, serta berbagai benda sejenis itu yang saya tidak memiliki informasi tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja -semoga Allah tidak akan pernah membiarkannya- umur Rezim Pahlevi yang bobrok itu masih terus berlanjut, tidak diragukan lagi bahwa generasi muda kita, anak-anak Islam dan bangsa yang merupakan harapan negara, akan terampas dari tangan Islam dan bangsa disebabkan oleh berbagai program-program setan yang digelar oleh rezim kotor, jaringan media massa, dan cendekiawan yang berkiblat ke Barat dan Timur. Mereka pasti akan menyeret kaum muda kepada kejahatan di pusat-pusat kejahatan, atau menjadikan mereka sebagai pelayan kekuatan-kekuatan imperialis dan menyeret negara ke arah kehancuran. Allah Yang Maha Kuasa telah melindungi kita semua dan membebaskan kita dari para perampok dan pelaku kerusakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Parlemen Islam pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, kepada presiden saat ini dan di masa yang akan datang, kepada Dewan Penjaga, Dewan Mahkamah, dan pemerintah di setiap zaman, saya mewasiatkan, jangan biarkan fasilitas pemberitaan, surat kabar, dan majalah-majalah, menyeleweng dari Islam dan kemaslahatan negara. Kita semua harus mengetahui bahwa kebebasan ala Barat yang menyebabkan terseretnya kaum muda, remaja perempuan dan laki-laki kepada kejahatan, adalah kebebasan yang dikecam oleh konsep Islam dan akal. Propaganda, makalah, pidato, buku, dan majalah yang bertentangan dengan Islam atau bersifat merendahkan kepentingan umum serta kemaslahatan negara, adalah hal yang haram. Kita semua kaum muslimin wajib untuk mencegah semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan yang merusak haruslah dicegah. Ketahuilah bahwa jika hal-hal yang diharamkan syariat, bertentangan dengan haluan bangsa dan negara Islam, serta bertentangan dengan harga diri Republik Islam, tidak dicegah secara tegas, semua pihak akan dimintai pertanggungjawabannya. Rakyat dan para pemuda revolusioner ketika akan bertindak untuk menghadapi salah satu masalah yang disebutkan tadi, hendaknya mereka berkonsultasi dahulu dengan alat negara yang terkait. Jika alat-alat negara itu tidak memperhatikan, barulah mereka memiliki tanggung jawab untuk segera turun tangan. Semoga Allah menolong kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(n) Saya juga memiliki nasehat dan wasiat untuk kelompok-kelompok dan orang-orang yang beraktivitas dalam menentang bangsa, Republik Islam, dan Islam. Pertama, kepada para pemimpin mereka di dalam dan luar negeri, saya ingin mengingatkan bahwa kalian telah berpengalaman dalam bekerja di setiap jalan yang telah kalian tempuh. Kalian juga telah melakukan konspirasi dengan sejumlah negara dan pejabat. Kalian bahkan menganggap diri berilmu dan berakal. Dengan semua itu, harus saya ingatkan bahwa haluan sebuah bangsa yang rela berkorban tidak akan bisa diselewengkan hanya dengan teror, peledakan, bom, dan kebohongan yang dilakukan tanpa bentuk dan tanpa perhitungan. Tidak akan pernah ada pemerintahan dan negara seperti ini yang bisa dijatuhkan dengan cara-cara yang tidak manusiawi dan tidak logis, khususnya bangsa seperti Iran, yang mulai dari balita hingga lelaki dan perempuan tuanya mau mengorbankan nyawanya di jalan dan tujuan Republik Islam, Al Quran, dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian mengetahui-dan jika kalian tidak mengetahui, berarti kalian sangat dangkal dalam berpikir-bahwa bangsa ini tidak bersama kalian dan angkatan bersenjata bermusuhan dengan kalian. Seandainyapun kalian menganggap bahwa mereka pernah bersama kalian dan pernah menjadi teman kalian, ketahuilah bahwa tindakan kalian yang sangat buruk dan kejahatan yang kalian lakukan telah memisahkan mereka dari kalian. Selain hanya menciptakan permusuhan, kalian tidak mampu melakukan pekerjaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan niat baik, di akhir umur ini, saya mewasiatkan kepada kalian bahwa pertama, mundurlah dari perang dan permusuhan dengan bangsa yang telah tertindas dan sengsara ini, yang selama 2.500 tahun telah berada di bawah kekuasaan para shah yang zalim, dan kini berhasil membebaskan diri dari kekejaman para penjahat seperti Rezim Pahlevi dan imperialis Timur dan Barat, dengan mengorbankan putra-putra dan pemuda-pemuda terbaiknya. Bagaimanapun kotor dan rendahnya jiwa seseorang, adalah sesuatu yang sulit dipahami akal jika untuk sebuah kemungkinan mencapai kedudukan tertentu, ia akan tega berperilaku sedemikian kejam kepada tanah air dan bangsanya sendiri, serta tidak memiliki belas kasihan kepada saudara sebangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menasehatkan kepada kalian agar kalian melepaskan diri dari pekerjaan yang tidak berfaedah dan tidak logis ini. Jangan termakan tipuan para imperialis. Di manapun kalian berada, jika kalian tidak melakukan kejahatan, kembalilah ke tanah air dan ke pangkuan Islam. Bertaubatlah, karena Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Insya Allah, Republik Islam dan bangsa ini akan kembali menerima kalian. Jika kalian pernah melakukan kejahatan, hukum Ilahi telah menentukan tanggung jawab kalian, namun tetaplah kembali dan bertaubatlah. Jika kalian memiliki jiwa besar dan siap menerima hukuman, sikap itu akan menyelamatkan diri kalian sendiri dari azab yang besar dari Allah. Di manapun kalian berada, jangan sia-siakan lagi umur kalian. Sibukkanlah diri kalian dengan pekerjaan lain yang mengandung kemaslahatan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya juga mempunyai wasiat untuk para pendukung dari pemimpin kelompok-kelompok penentang Republik Islam, di dalam maupun di luar negeri. Sebelumnya saya ingin bertanya, dengan tujuan apakah masa muda kalian telah kalian sia-siakan untuk mereka yang kini telah terbukti sedang berkhidmat untuk kekuatan imperialis dunia? Dengan tujuan apa pula kalian mengikuti rencana-rencana mereka, padahal mereka sendiri tidak memahami bahwa diri mereka sesungguhnya telah terjebak dalam perangkap imperialisme dunia? Mengapa kalian mau mencelakakan bangsa kalian sendiri? Ketahuilah bahwa kalian adalah orang-orang yang telah terjebak ke dalam permainan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian berada di Iran, dengan jelas kalian akan menyaksikan bahwa jutaan rakyat siap berkorban bagi Republik Islam. Dengan mata kepala sendiri, kalian akan melihat bahwa pemerintahan ini berkhidmat dengan segenap jiwa raga kepada rakyat dan kaum miskin. Sementara itu, orang-orang yang kalian ikuti, dengan klaim-klaim bohong "sosialis", "mujahid" , atau "pengorbanan" berdiri menentang kekuatan rakyat yang religius. Mereka memanfaatkan kalian, anak-anak muda yang sederhana, untuk mencapai tujuan-tujuan salah satu dari dua kutub kekuatan imperialis. Mereka sendiri berada di luar negeri bersenang-senang di dalam pelukan salah satu dari kedua kutub kejahatan itu. Atau, jika berada di dalam negeri, mereka berada di dalam rumah-rumah besar dan kehidupan elit. Mereka hidup di rumah-rumah mewah itu sebagaimana layaknya kehidupan para penjahat celaka yang ingin melanjutkan kejahatan mereka. Sementara itu, kalian para remaja dan pemuda, mereka kirim kalian ke jurang kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tulus saya menasihati kalian, para remaja dan pemuda, di dalam dan luar negeri, kembalilah kalian dari jalan yang salah ini. Bergabunglah dengan kaum miskin pada masyarakat yang dengan sepenuh jiwa dan raga berkhidmat kepada Republik Islam. Beraktivitaslah bagi terciptanya Iran yang independen dan bebas, agar negara dan bangsa ini terbebaskan dari rongrongan para penentangnya dan kita semua dapat melanjutkan kehidupan dengan mulia. Hingga kapankah dan untuk apakah kalian masih mau mendengarkan perintah orang-orang yang tidak memikirkan apapun, selain kepentingan mereka sendiri? Tidakkah kalian sadar bahwa mereka yang kalian ikuti itu berada di dalam pelukan dan lindungan kekuatan adidaya dalam memusuhi bangsa mereka sendiri, sementara itu kalian dikorbankan untuk mencapai tujuan beracun dan memenuhi kehausan mereka atas kekuasaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian dalam tahun-tahun kemenangan revolusi Islam ini telah menyaksikan bahwa klaim-klaim mereka itu bertentangan dengan perilaku dan tindakan mereka sendiri. Klaim-klaim itu hanya untuk menipu para pemuda yang berhati polos. Ketahuilah bahwa kalian tidak memiliki kekuatan untuk melawan arus bangsa yang bergelora ini. Pekerjaan kalian tidak akan membuahkan hasil selain bahaya bagi kalian sendiri dan habisnya umur kalian dalam kejahatan. Saya dalam hal ini melaksanakan kewajiban saya, yaitu menyampaikan apa saya ketahui. Saya berharap agar nasehat ini, yang akan sampai kepada kalian setelah kematian saya, bisa kalian dengarkan. Ingatlah selalu bahwa pada saat ini, yaitu setelah saya mati, saya tidak memiliki sedikitpun ambisi untuk mencari kekuasaan. Semoga kalian mau mendengar nasehat saya ini. Bebaskankanlah diri kalian sendiri dari azab Ilahi. Semoga Allah Yang Maha Pemurah memberikan hidayah kepada kalian dan menunjukkan kepada kalian jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wasiat saya kepada orang-orang kiri, seperti kelompok komunis, kelompok "Gerilyawan Pengorbanan Sosialis", dan kelompok-kelompok lain yang condong ke kiri, adalah sebagai berikut. Pertama saya ingatkan bahwa kalian, tanpa meneliti secara benar terhadap berbagai ajaran, khususnya ajaran Islam, dan tanpa mempelajari langsung dari orang-orang yang memiliki pengetahuan yang benar dari ajaran tersebut, kalian telah lari dari ajaran Islam dan menunjukkan kecenderungan kepada paham kalian sekarang. Dengan tujuan apakah kalian menerima sebuah ajaran yang sebentar lagi akan mengalami kegagalan di dunia? Apakah sebabnya sehingga jiwa kalian senang kepada beberapa isme yang kandungannya sangat rapuh dalam pandangan para ahli? Apa tujuan yang memaksa kalian hingga kalian hendak menjadikan kekuasan Uni Soviet atau Cina merambah sampai ke tanah air kalian sendiri? Masih bisakah kalian menamakan kelompok kalian sebagai pecinta rakyat kecil, sedangkan yang kalian lakukan adalah mengobarkan kebencian dan peperangan melawan rakyat yang tertindas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian melihat bahwa sejak awal munculnya komunisme, para pemimpinnya telah dan masih menjadi pemerintah yang paling diktator, ambisius atas kekuasaan, dan paling monopolis di dunia. Alangkah banyaknya bangsa-bangsa yang menempatkan diri di bawah kaki Uni Soviet dan mengklaim diri sebagai pembela rakyat, yang kini malah hancur dan terampas jati dirinya. Bangsa Rusia, baik mereka yang muslim ataupun non muslim, hingga kini menderita di bawah tekanan diktator Partai Komunis. Bangsa itu terisolir dari segala bentuk kebebasan dan hidup dalam suasana yang mencekam, lebih mencekam dari kehidupan manapun di dunia. Stalin yang disebut-sebut sebagai salah satu wajah paling cemerlang dari Partai Komunis sudah kita lihat sendiri gaya hidupnya yang dipenuhi atribut penghormatan (diperlakukan seperti raja-pen.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini kalian, orang-orang yang termakan tipuan, mau dan rela menyerahkan nyawa kalian kepada rezim ini karena cinta kalian kepadanya, sementara rakyat Soviet yang tertindas beserta negara-negara satelitnya seperti Afganistan, telah menyerahkan nyawa mereka akibat kezaliman rezim ini. Selain itu, kalian mengklaim diri sebagai pendukung rakyat, namun betapa banyak kejahatan yang telah kalian lakukan terhadap rakyat Iran yang tertindas ini setiap kali ada kesempatan untuk itu. Kalian telah melakukan kekejaman terhadap rakyat Amul yang mulia, yang secara salah telah kalian klaim sebagai pendukung setia kalian. Kalian tipu mereka dengan janji-janji dan kalian ajak rakyat di kawasan itu untuk berperang melawan pemerintah. Pada hakikatnya, kalian telah membunuh mereka. Kejahatan apa lagi yang belum kalian lakukan? Kalian, yang mengaku sebagai pendukung rakyat tertindas, malah ingin agar rakyat Iran yang mazlum dan tertindas ini jatuh ke tangan Diktator Soviet. Pengkhianatan ini kalian lakukan dengan berkedok slogan "pengorbanan rakyat" dan mengklaim diri sebagai pembela kaum tertindas. Akhirnya, kalian dirikan Partai Rakyat dengan konspirasi dan kedok sebagai pendukung Republik Islam, akan tetapi dengan senjata, kalian membuat teror dan peledakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga menyampaikan wasiat kepada partai-partai dan kelompok-kelompok. Jumlah dan ragam mereka sangat banyak. Ada yang menyatakan diri sebagai kelompok kiri, meskipun sebagian bukti dan indikasi menunjukkan bahwa mereka ini adalah kaum komunis Amerika. Ada kelompok yang disuplai dan mendapatkan ilham dari Barat. Ada pula mereka yang menggunakan slogan "otonomi" untuk gerakan mereka. Kemudian ada juga kelompok yang mengaku memperjuangkan suku Kurdi dan Baluch. Mereka ini mengangkat senjata dan pada saat yang sama mereka merampas jati diri rakyat tertindas di Kurdistan dan di tempat-tempat lain, sehingga rakyat kawasan itu terhalang untuk mendapatkan layanan budaya, kesehatan, ekonomi, dan rekonstruksi dari pemerintah. Mereka ini antara lain tergabung dalam Partai Demokrat dan Kumule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kalian yang berada di dalam kelompok-kelompok itu, saya mewasiatkan agar kalian bergabung dengan rakyat. Hingga kini, kalian telah merasakan bahwa selain menyengsarakan rakyat di kawasan itu, tidak ada pekerjaan lain yang telah kalian lakukan dan mampu kalian lakukan. Oleh karena itu, yang terbaik bagi diri kalian, bangsa kalian, dan daerah kalian, adalah bergabung dengan pemerintah. Berhentilah dari aktivitas pembangkangan kepada pemerintahan yang sah. Berhentilah dari berkhidmat kepada pihak asing dan berkhianat terhadap tanah air. Bangunlah negara dan yakinlah bahwa Islam bagi kalian lebih baik daripada kutub kejahatan Barat dan kutub diktatoris Timur. Percayalah bahwa Islam akan merealisasikan harapan manusiawi rakyat secara lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga berwasiat kepada kelompok-kelompok muslim yang karena kesalahan pemahaman mereka, akhirnya menjadi condong atau bahkan menjadi pendukung Barat atau Timur. Ada juga mereka yang secara salah telah mendukung kelompok munafik, padahal pengkhianatan kelompok ini telah terbongkar; atau mereka yang karena ketidaktahuan, telah mendukung kelompok-kelompok penentang Islam. Wahai kalian yang berada di dalam kelompok-kelompok ini, janganlah kalian memaksakan diri untuk terus berbuat kesalahan seperti ini. Dengan ksatria, akuilah kesalahan kalian dan berjalanlah seiring sehaluan dengan pemerintah, parlemen, dan bangsa yang tertindas ini untuk mencari ridho Allah SWT. Selamatkanlah bangsa yang tertindas sepanjang sejarah ini dari cengkeraman kaum arogan. Ingatlah kata-kata almarhum Modarres , seorang ulama yang setia, bersih, dan berpikiran cemerlang, yang diucapkannya di parlemen, "Jika kita sekarang harus musnah, mengapa mesti musnah dengan tangan kita sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hari ini, sambil mengenang almarhum Modarres yang telah gugur syahid di jalan Allah, menyatakan kepada Anda sekalian, jika kita harus terhapus dari halaman kehidupan ini di tangan para penjahat Amerika dan Soviet dan dengan darah merah secara terhormat bertemu dengan Allah, itu lebih baik daripada hidup makmur di bawah bendera tentara merah Timur dan tentara hitam Barat. Ini adalah cara dan jalan yang ditempuh para nabi, para imam maksum, dan para pembesar agama. Kita harus mengikuti teladan mereka dan kita harus menumbuhkan kepercayaan dalam diri, bahwa jika sebuah bangsa menginginkan hidup tanpa ketergantungan, bangsa itu pasti akan mampu melakukannya. Kita harus percaya bahwa kekuatan adidaya dunia tidak akan mampu memaksakan ide mereka terhadap bangsa yang lepas dari ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengambil pelajaran dari Afghanistan. Meskipun pemerintahan ilegal dan partai-partai kiri bergabung dengan Soviet, namun hingga kini mereka tidak mampu menaklukkan rakyat. Lebih dari itu, kini bangsa-bangsa tertindas di dunia telah bangun dan tidak lama lagi, bangunnya mereka ini akan berubah menjadi kebangkitan dan revolusi. Mereka akan membebaskan diri dari kekuasaan para penguasa zalim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sekalian kaum muslimin yang setia kepada nilai-nilai Islami akan melihat bahwa keterpisahan dan pemutusan hubungan dengan Barat dan Timur sedang memperlihatkan berkahnya. Benak para pemikir pribumi telah bekerja dan maju ke arah kemandirian. Hal-hal yang selama ini dikesankan oleh para pakar pengkhianat Barat dan Timur sebagai hal yang tidak bisa dicapai, hari ini berhasil dicapai secara menakjubkan dengan tangan dan pikiran bangsa, dan Insya Allah, dalam jangka panjang, akan semakin banyak lagi yang dicapai. Sayang sekali bahwa revolusi ini terlambat terwujud dan tidak bisa terwujud pada masa pemerintahan pertama Dinasti Pahlevi yang otoriter dan kotor. Jika saja saat itu bisa terwujud, Iran saat ini bukanlah Iran yang terampok habis seperti sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada para penulis, pembicara, cendikiwan, kritikus, dan pengamat, adalah sebagai berikut. Banyak di antara kalian yang memiliki kemampuan, tetapi kemampuan itu digunakan untuk memandang buruk, menginginkan yang buruk, atau membicarakan yang buruk buat parlemen, pemerintah, dan para pelayan masyarakat lainnya. Dengan ini, kalian sebenarnya tengah menyeret negara kalian sendiri ke arah kekuasaan adidaya. Daripada waktu kalian dihabiskan di jalan yang bertentangan dengan haluan Republik Islam, cobalah menyepi dengan Tuhanmu satu malam saja. Jika terhadap-Nya kalian tidak memiliki keyakinan, maka menyepilah dengan jati dirimu dan telitilah tujuan batinmu, meskipun sebagian besar manusia tidak mengenali tujuan batin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, dengan parameter apa dan dengan keadilan apa, darah para pemuda yang telah menjadi tinta di medan-medan pertempuran di berbagai kota itu telah kalian abaikan. Kalian melancarkan perang urat syaraf, perpecahan, dan konspirasi pengkhianatan. Kalian buka jalan bagi kekuatan arogan. Kalian berikan kesempatan kepada mereka yang ingin menindas bangsa ini, yaitu bangsa yang ingin keluar dari cengkeraman para penindas dan perampok dari luar dan dalam negeri; bangsa yang ingin meraih kemerdekaan dan kebebasan dengan mengorbankan nyawa diri mereka dan anak-anak mereka dan dengan penuh pengorbanan, mereka ingin menjaga kemerdekaan itu. Tidakkah lebih baik bila pikiran, pena, dan penjelasan kalian digunakan untuk membimbing pemerintah, parlemen, dan bangsa dalam menjaga tanah air? Tidakkah sepantasnya bila kalian menolong bangsa yang miskin dan tertindas ini serta kalian membantu memperkuat pemerintahan Islam? Apakah kalian menganggap parlemen, presiden, pemerintah, dan pengadilan saat ini lebih buruk daripada di zaman rezim yang lalu? Apakah kalian sudah melupakan betapa merajalelanya kezaliman yang ditimpakan Rezim Shah atas bangsa yang tidak memiliki pelindung ini? Apakah kalian tidak mengetahui bahwa negara Islam ini pada zaman dulu pernah menjadi pangkalan militer Amerika dan dengannya, Amerika melakukan praktek imperialisme?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengingatkan bahwa pada masa itu, mulai dari Parlemen sampai pemerintah dan militer berada dalam cengkeraman mereka. Apa yang telah dilakukan para konsultan, industriawan, dan pakar asing itu terhadap bangsa ini dan sumber alamnya? Apakah fenomena saat itu, yaitu ketika maksiat tersebar di seluruh penjuru negeri, sudah kalian lupakan? Tidakkah kalian ingat betapa menyebarnya pusat-pusat maksiat, mulai dari tempat penjualan minuman keras, bar, toko-toko yang menjual minuman keras, bioskop dan lain-lain, yang masing-masingnya merupakan pelaku utama yang menyeret generasi muda kita ke jurang kejahatan? Apakah jaringan media massa dan majalah-majalah yang keseluruhannya memiliki tujuan busuk serta surat kabar-surat kabar rezim tersebut telah kalian lupakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ketika semua pasar-pasar yang merusak itu tidak ada lagi bekasnya, kalian malah berteriak-teriak dan bergabung dengan orang-orang yang jelas-jelas menentang Islam. Kalian mengatakan bahwa pengadilan telah menghukum sejumlah pemuda. Padahal mereka dihukum karena telah mempengaruhi sebagian besar kelompok-kelompok sesat, kelompok yang selalu berusaha memburuk-burukkan nama Islam dan Republik Islam. Mereka adalah para pelaku pekerjaan-pekerjaan yang menyimpang. Akan tetapi, dihukum atau terbunuhnya sejumlah perusak di muka bumi ini telah mendorong kalian untuk bangkit menentang Islam dan Republik Islam. Kalian bangkit dengan mengangkat senjata, atau dengan pena dan bahasa; sebuah bentuk perlawanan yang lebih memprihatinkan dibandingkan dengan perlawanan bersenjata. Kalian memandang orang-orang yang disebut Allah sebagai mahdurud-dam dengan penuh simpati. Kalian duduk di samping para aktor yang menciptakan tragedi 14 Isfand yaitu mereka yang melakukan represi atas generasi muda yang tidak berdosa dengan pukulan dan kezaliman. Kemudian terhadap semua kezaliman ini, kalian hanya bertindak sebagai penonton medan peperangan. Pekerjaan ini kemudian kalian sebut sebagai sebuah amal Islami dan bermoral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah aneh bahwa tindakan pemerintah dan mahkamah yang menghukum para penyeleweng dan pelaku kejahatan atas dasar perbuatan mereka sendiri, kalian sebut sebagai kezaliman. Kepada kalian saudara-saudaraku yang masa lalu kalian telah saya kenal dan saya menyukai sebagian dari Anda, saya harus mengatakan bahwa saya merasa kecewa dan sangat menyesalkan tindakan kalian. Kalian jelas bukan termasuk mereka yang menyembunyikan keburukan di balik kedok kebaikan dan serigala-serigala dalam pakaian penggembala. Kalian sebenarnya bukan aktor yang mempermainkan, menghina, dan berencana untuk menghancurkan negara dan bangsa. Kalian bukanlah pelayan salah satu kutub imperialis. Kalian juga bukan mereka yang dengan tangan hina telah menyebabkan para pemuda yang mulia dan para ulama pembimbing masyarakat gugur syahid; mereka yang tidak berbelas kasihan kepada anak-anak muslim yang mazlum. Kalian tahu bahwa mereka ini telah mempermalukan diri di depan masyarakat dan menghinakan diri di depan Allah Yang Qahhar. Mereka tidak memiliki jalan untuk kembali dan dikuasai oleh setan dan nafsu buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kalian saudara-saudaraku sesama mukmin, mengapa kalian tidak membantu, dan malah mengkritik pemerintah dan parlemen yang sedang berupaya untuk berkhidmat kepada kaum miskin dan tertindas; pemerintahan yang selalu berusaha menolong saudara-saudara kita yang fakir dan tidak memiliki akses atas segala fasilitas hidup? Sudahkah kalian membandingkan tingkat pelayanan pemerintah dan lembaga-lembaga pemerintah ini dengan berbagai masalah dan kesulitan yang ada? Bukankah kalian tahu bahwa kondisi yang sebenarnya tidak akan berlangsung lama ini, merupakan sebuah keniscayaan dari sebuah revolusi dan dari perang yang dipaksakan; perang yang telah meninggalkan segala kerusakan serta jutaan pengungsi di dalam dan luar negeri? Kalian sendiri mengetahui bahwa berbagai konspirasi yang melewati batas juga diarahkan untuk mengganggu pembangunan negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kalian mengetahui bahwa pembangunan pada zaman Shah umumnya dikhususkan pada kota-kota, itupun pada tempat-tempat yang makmur, sementara itu kaum fakir miskin hanya mendapatkan sedikit manfaat dari pembangunan itu atau bahkan tidak mendapatkannya sama sekali? Adapun sekarang, pemerintahan ini dan lembaga-lembaga Islami lainnya berkhidmat dengan jiwa dan raga kepada kelompok miskin ini. Anda sekalian kaum mukminin, hendaknya mendukung pemerintah ini agar pekerjaan-pekerjaan ini bisa cepat diselesaikan. Saya harap, di hadapan Tuhan nanti, yang mau tidak mau kalian akan kembali kepada-Nya, kalian dapat menghampiri-Nya sambil memberikan bukti bahwa selama ini, kalian telah berperan sebagai pelayan bagi hamba-hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(o) Salah satu poin yang harus dinasehatkan dan diingatkan adalah bahwa Islam menentang para pemilik modal yang bersikap zalim, tanpa perhitungan, dan yang memiskinkan rakyat di bawah kekejaman dan kezaliman. Islam bahkan secara tegas mengutuk sikap seperti itu dalam Kitab Suci dan Sunnah, dan menyebutnya sebagai tindakan menentang keadilan masyarakat. Memang ada sebagian orang yang berpaham menyeleweng yang tidak memahami tentang pemerintahan Islam dan berbagai masalah politik dalam Islam. Mereka ini dalam pembicaraan dan tulisan sedemikian rupa berusaha memperlihatkan-dan hingga kini masih terus melakukannya-bahwa Islam adalah pendukung tanpa batas dan tanpa ukuran terhadap penguasaan modal dan kepemilikan. Dengan menampilkan pemahaman sesat itu seolah-olah berasal dari Islam, mereka telah menutupi wajah Islam yang bercahaya. Dengan ini, terbukalah jalan bagi orang-orang yang berniat busuk dan musuh-musuh Islam. Mereka berikan kepada Islam pakaian liberalis, imperialis, dan eksploitatoris, seakan-akan Islam sama seperti Rezim AS dan Inggris yang serakah. Orang-orang yang mengandalkan kebodohannya itu, tanpa berkonsultasi dengan orang-orang yang benar-benar mengenal Islam, kemudian memprotes sistem Islami yang dipraktekkan oleh Iran.&lt;br /&gt;Semua yang saya katakan ini bukan berarti bahwa agama Islam menginginkan berdirinya rezim seperti Rezim komunis dan Marxisme-Leninisme yang menentang kepemilikan individu atau hanya memberikan hak pada kepemilikan bersama. Islam menentang ideologi seperti ini dengan segala variannya, sejak zaman dahulu hingga sekarang. Islam menentang kepemilikan bersama secara mutlak, yang bahkan merambah kepada prinsip kepemilikan bersama dalam masalah perempuan dan homoseksualisme. Islam menolak ideologi yang pada akhirnya melahirkan diktatorisme dan despotisme. Islam adalah agama yang moderat. Agama ini mengakui serta menghormati hak kepemilikan individu dengan batasan-batasan tertentu. Islam memberikan hak kepemilikan kepada individu manapun untuk meraih hak kepemilikan dan penggunaan, asal itu diperoleh dan difungsikan secara benar. Dengan konsep ini, roda perekonomian yang sehat akan berjalan dan keadilan sosial yang diperlukan oleh sebuah pemerintahan yang sehat akan terealisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, ada pula sekelompok orang yang memiliki pemahaman yang salah dan tidak memiliki informasi mengenai Islam dan sistem perekonomiannya yang sehat. Kelompok ini berseberangan dengan kelompok pertama tadi. Terkadang mereka mengutip sebagian ayat Al Quran atau kalimat-kalimat dalam Nahjul Balaghah, sambil mengatakan bahwa Islam setuju dengan ajaran-ajaran menyeleweng Marxisme dan sejenisnya. Mereka mengabaikan ayat-ayat Al Quran dan bagian-bagian lain dari Nahjul Balagah. Mereka membenamkan diri dalam pemahaman cacat mereka sendiri dan mengikuti "mazhab bersama". Mereka dukung kekufuran, kediktatoran, dan kezaliman, yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka membela mati-matian partai minoritas yang memperlakukan masyarakat bagaikan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wasiat saya kepada Parlemen, Dewan Penjaga, Pemerintah, Presiden, dan Dewan Pengadilan, adalah sebagai berikut. Tunduklah di hadapan hukum-hukum Allah. Jangan terbawa pengaruh propaganda penuh ilusi yang dilancarkan kutub kapitalis perampok yang zalim atau kutub atheis dan komunis. Hormatilah kepemilikan dan modal yang sesuai dengan hukum Islam. Kepada bangsa ini, saya juga berpesan, berilah keyakinan agar modal dan aktivitas pembangunan dapat berjalan. Antarkan pemerintah dan negara ke arah swasembada dan peraihan teknologi industri berat maupun ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang kaya yang memiliki uang secara legal, saya mewasiatkan agar kalian memanfaatkan kekayaan yang kalian peroleh secara benar itu dalam pekerjaan dan berbagai aktivitas pembangunan di bidang pertanian, pembangunan desa-desa, dan pabrik-pabrik. Hal ini merupakan sebuah ibadah yang sangat bernilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua pihak yang sedang berupaya untuk memakmurkan kelompok miskin, pesan saya adalah sebagai berikut. Ketahuilah bahwa kebaikan dunia dan akhirat kalian terletak pada kepedulian kalian dalam mengurus kaum miskin dalam masyarakat; mereka yang selama ini telah menjalani penderitaan dan kesusahan di sepanjang sejarah para Shah dan Khan yang zalim. Alangkah mulianya bila lapisan masyarakat yang mampu secara sukarela mau menyediakan rumah dan kesejahteraan bagi orang-orang yang tinggal di gubuk-gubuk. Hendaknya mereka meyakini bahwa imbalan dari perbuatan seperti itu adalah kebaikan di dunia dan akhirat. Demi keadilan, hendaknya jangan sampai ada orang yang tidak memiliki rumah, sementara ada orang lain yang memiliki beberapa apartemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(p) Saya juga memiliki wasiat untuk kaum agamawan dan orang-orang yang mengaku sebagai agamawan, yang dengan berbagai tujuan, melakukan penentangan terhadap Republik Islam serta menghabiskan waktu untuk menggulingkan sistem pemerintahan ini; mereka yang selama ini membantu para penentang, konspirator, dan aktor-aktor politik kotor. Bahkan terkadang, untuk mencapai maksud tersebut, mereka menerima bantuan finansial dalam jumlah mencengangkan, yang berasal dari para kapitalis yang tidak kenal Tuhan. Kepada kalian, saya berpesan sebagai berikut. Saya tahu bahwa hingga kini, kalian masih belum menutup pintu-pintu kesalahan kalian, dan sepertinya kalian tidak berniat untuk menutupnya. Jika kalian melakukan pekerjaan ini untuk tujuan-tujuan duniawi-dan Allah tidak akan membiarkan kalian mencapai maksud beracun kalian itu- ketahuilah bahwa pintu taubat hingga kini masih terbuka. Mintalah ampun kepada Allah dan bergabunglah dengan bangsa yang mazlum ini. Dukunglah Republik Islam yang diraih dengan pengorbanan bangsa, yang di dalamnya terkandung kebaikan dunia dan akhirat. Nasehat ini tetap saya berikan meskipun saya tidak yakin bahwa kalian akan mau bertaubat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga kelompok yang karena kesalahan atau kekhilafan, baik sengaja ataupun tidak sengaja, yang muncul dari berbagai orang atau kelompok, mereka mengambil langkah untuk menentang hukum Islam. Mereka dengan keras menentang prinsip Republik Islam dan pemerintahannya, dan mereka berjuang untuk menggulingkannya. Mereka mengira bahwa tindakannya itu dilakukan karena Allah. Menurut pemikiran mereka itu, Republik Islam ini sama saja dengan rezim sebelumnya, atau malah lebih buruk. Kepada mereka saya berwasiat, merenunglah di dalam kesendirian dengan niat yang tulus, dan secara adil, bandingkanlah antara Republik Islam dengan rezim yang lalu. Mereka juga hendaknya memperhatikan bahwa dalam berbagai revolusi di dunia, yang namanya kerusuhan, kekacuan, kesalahan, dan munculnya orang-orang yang oportunis adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian mau memperhatikan fakta-fakta secara cermat, kalian akan melihat bahwa Republik Islam Iran ini menghadapi banyak kesulitan, di antaranya konspirasi, propaganda bohong, dan serangan bersenjata baik di dalam maupun luar negeri. Kalian juga menyaksikan masuknya infiltrasi yang tidak bisa dihindari dari kelompok-kelompok perusak dan penentang Islam di semua organ pemerintah, yang bertujuan untuk menimbulkan ketidakpuasan rakyat terhadap Islam dan pemerintahan Islam. Fakta bahwa masih amatirnya sebagian besar para pemegang urusan pemerintahan juga merupakan hal yang tidak bisa kalian abaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian harus berhati-hati dalam menanggapi tersebarnya isu-isu bohong mengenai penggunaan besar-besaran secara illegal dana tunjangan keluarga veteran atau menyurutnya dana tersebut. Kalian juga kemungkinan besar telah mendengar berita tentang kurangnya jumlah hakim syar'i yang sangat mencolok, kesulitan ekonomi yang menyesakkan, kesulitan besar dalam membersihkan dan membenahi jutaan pegawai negeri, kurangnya orang-orang saleh, ahli, dan mahir dalam berbagai pekerjaan, serta puluhan kesulitan lainnya. Tentu saja, kalian harus tahu bahwa sebelum orang-orang menerjuni suatu masalah secara langsung, mereka tidak akan mengetahui seperti apa kesulitan yang ada di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di pihak lain, ada orang-orang yang memang bermaksud mencari kekuasaan dan kekayaan. Mereka mengejar keuntungan, melarikan devisa ke luar negeri, melakukan penimbunan hingga harga barang menjadi mahal sampai pada tahap yang memalukan, serta melakukan penyelundupan. Tindakan-tindakan seperti itu telah menempatkan kaum miskin dalam tekanan hidup yang berat sampai pada tahap mematikan. Mereka juga menyeret masyarakat kepada kefasadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudara-saudaraku, berhati-hatilah ketika mereka ini datang kepada kalian dengan tuntutan dan tipuan. Terkadang mereka menunjukkan bahwa diri mereka adalah kaum muslim yang baik dan tulus. Mereka datang sambil membawa sejumlah uang dan mengeluarkan air mata buaya. Mereka membuat kalian marah dan memotivasi kalian untuk menentang pemerintah Islam. Padahal, sebagian besar dari mereka telah menghisap darah rakyat secara ilegal dan menyeret perekonomian negara ke arah kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan serendah hati dan penuh persaudaraan, saya menasihatkan agar Anda sekalian, tuan-tuan terhormat, jangan terpengaruh oleh penyebaran isu-isu seperti ini. Perkuatlah Republik Islam ini demi Allah dan dalam rangka melindungi Islam. Hendaknya kalian mengetahui bahwa jika Republik Islam ini hancur, rezim yang akan menggantikannya pasti tidak berupa rezim Islami yang diinginkan oleh Imam Zaman a.f., atau rezim yang mematuhi perintah kalian, saudara-saudaraku. Rezim yang akan menggantikan itu adalah sebuah rezim yang sesuai keinginan salah satu dari dua kutub adidaya. Sementara itu, kaum tertindas dunia yang menggantungkan harapan dan jiwa mereka kepada Islam dan pemerintahan Islami akan putus asa. Islam untuk selamanya akan terasing. Suatu hari, kalian akan menyesali pekerjaan kalian, dan pada saat itu, tidak ada lagi yang bisa dilakukan karena penyesalan tidak ada lagi gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian juga tidak bisa berharap semua hal yang ada dalam kehidupan ini bisa sesuai dengan ajaran Islam hanya dalam waktu satu malam. Selain bertentangan dengan logika, sejarah juga meunjukkan bahwa mukjizat semacam ini tidak pernah terjadi, dan memang tidak akan pernah terjadi. Begitu juga saat "Sang Reformis Universal" muncul ke dunia dengan kehendak Allah. Jangan mengira bahwa lewat kemunculannya itu, semua problema akan tertanggulangi dalam waktu seketika. Pada saat itu, tetap banyak orang-orang yang zalim dan mereka itu akan tersingkir lewat perjuangan dan pengorbanan yang cukup berat. Kita semua tahu bahwa Imam Zaman akan muncul pada saat kezaliman merajalela. Akan tetapi, kalian juga jangan sampai memiliki pemahaman sebagaimana yang dimiliki oleh sejumlah orang bodoh yang mengatakan bahwa untuk mempercepat kemunculan Imam Mahdi, kita harus menyebarkan kezaliman di muka bumi ini. Jika hal seperti itu kalian yakini, maka sungguh ini merupakan sebuah musibah besar. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(q) Adapun wasiat saya kepada Anda sekalian kaum muslimin dan orang-orang yang tertindas di seluruh dunia, saya minta agar kalian jangan hanya duduk berpangku tangan serta menunggu pemimpin dan aparat negara meminta kekuatan-kekuatan asing untuk datang sambil membawakan hadiah berupa independensi dan kebebasan. Saya dan Anda semua minimalnya dalam seratus tahun terakhir ini menyaksikan bahwa ketika kekuatan asing datang ke sebuah negara muslim dan mereka berkuasa atau memiliki intervensi di sana, tidak pernah terjadi sekalipun ada penguasa di negara-negara muslim itu yang mau memikirkan independensi, kebebasan, atau kesejahteraan rakyatnya. Beginilah fakta yang dicatat oleh sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahkan mengatakan bahwa hampir semua pemerintahan dunia yang bergantung kepada kekuatan-kekuatan asing itu malah melakukan tindakan represif terhadap rakyatnya sendiri. Seandainyapun ada upaya pembangunan, maka yang lebih banyak menikmatinya adalah para penguasa sendiri, keluarganya, atau paling jauh adalah kelompok-kelompok minoritas oligarkis yang prosentasenya sangat sedikit dibandingkan dengan jumlah keseluruhan rakyat negara itu. Sedangkan rakyat kebanyakan hanyalah menjadi buruh kecil atau menjadi konsumen pembeli barang-barang yang diproduksi oleh negara-negara Barat atau Timur. Fenonema ini hingga sekarang masih sangat tampak di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kaum tertindas di seluruh dunia, wahai kaum muslimin, wahai negara-negara muslim, bangkitlah dan rebut kembali hak-hak kalian dengan gigi dan cakar kalian. Janganlah takut kepada hiruk-pikuk propaganda yang dilancarkan kekuatan-kekuatan adidaya dunia. Tumbangkan dan usirlah para penguasa yang telah menjual semua penderitaan kalian untuk kemudian dipersembahkan kepada para musuh agama Islam yang suci ini. Jalinlah kerja sama dengan para tokoh yang bisa dipercaya. Ikatlah persatuan di bawah panji-panji Islam yang membanggakan ini. Lawanlah musuh-musuh kalian. Bergeraklah ke arah diwujudkannya sebuah pemerintahan Islami, atau paling tidak, sebuah pemerintahan yang bebas, merdeka, dan independen. Pemerintahan-pemerintahan model inilah yang nantinya akan menjungkalkan aroganisme kekuatan adidaya, sekaligus menjadikan kaum tertindas sebagai pemimpin dan pewaris atas bumi ini. Mudah-mudahan, hari yang dijanjikan Allah itu bisa segera tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(r) Di akhir wasiat saya ini, saya ingin kembali menyampaikan pesan kepada bangsa Iran yang mulia ini. Kalian selama ini telah menanggung banyak kesusahan, penderitaan, pengorbanan, pemboikotan, dan sebagainya. Ketahuilah bahwa semua itu memang sangat sepadan dengan nilai dari tujuan yang sedang kalian capai. Kalian sudah bertekad untuk menjadi bangsa dan umat yang mulia. Untuk itu, telah kalian korbankan nyawa dan harta. Dengan itu, kalian sedang menggapai tujuan yang paling mulia di antara tujuan-tujuan lain yang dimiliki oleh makhluk Allah di seluruh alam semesta, mulai dari alam gaib, alam syuhud, hingga alam materi ini. Inilah tujuan mulia manusia yang hanya akan didapati pada mereka yang bernaung di bawah ideologi "Muhammadi" SAWW. Inilah tujuan yang dulu juga digapai oleh para nabi agung dan para wali yang terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gapailah terus tujuan mulia ini. Inilah satu-satunya jalan yang menuntun kalian ke arah kesempurnaan mutlak, baik dari sisi kekuatan ataupun keindahan wujud. Hanya dengan menggapai tujuan inilah "makhluk-makhluk tanah" ini mampu memberikan nilai kepada alam dan "makhluk-makhluk kegaiban". Di sisi lain, memang hanya "makhluk-makhluk tanahlah" yang memiliki potensi kesempurnaan seperti itu. Tidak ada satupun makhluk lain, baik di alam sirr ataupun di alam ‘alaniah yang akan mampu mencapai kesempurnaan mutlak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bangsa pejuang Iran, kalian saat ini sedang berdiri di bawah panji yang akan terus berkibar di seluruh dunia. Kalian sedang melangkah pada sebuah jalan yang dulu juga dilalui oleh para nabi ‘alaihimus-salam, satu-satunya jalan yang akan membimbing manusia ke arah kebahagiaan. Di jalan inilah para awlia menjadikan syahadah sebagai kebahagiaan dan kematian menjadi ahla minal ‘asal. Kalian juga telah mempersembahkan para pemuda kalian untuk maju ke medan perang. Para pemuda itu kemudian mereguk cawan kebahagiaan bernama syahadah, yang termanifestasikan pada ayah, ibu, dan saudara-saudara mereka. Di sini, kita seharusnya berkata, "Ya laytana kunna ma'akum fanafuzu fauzan azhima". Berbahagialah mereka yang telah menghirup semerbaknya angin penyegar jiwa dan pembangkit semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus kita ketahui juga bahwa mereka yang berjihad itu sebagiannya tidak berada di medan-medan perang. Ada yang berjihad dengan cara bercocok tanam di bawah sengat sinar mentari. Ada juga yang bekerja hingga kelelahan di pabrik-pabrik dan industri-industri. Mereka, para pejuang ini, bisa juga berada pusat-pusat riset, pasar-pasar, jalanan, di desa-desa, di kota-kota, dan di tempat-tempat lainnya. Pendeknya, siapa saja yang bekerja keras secara sungguh-sungguh untuk Islam, pemerintahan Islami, serta kemajuan dan independensi perekonomian negara ini, ia bisa dikategorikan sebagai seorang pejuang dan mujahid. Selama semangat kebersamaan, saling membantu, dan kesetiaan ini masih berada di tengah-tengah masyarakat kita, insya Allah, negara kita akan terjaga dari penyakit zaman. Puji syukur kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT karena hauzah ilmiah, perguruan tinggi, dan pusat-pusat pendidikan lainnya di negara kita memiliki hadiah yang harum ini. Pusat-pusat pendidikan tersebut kini sepenuhnya berada dalam kewenangan mereka untuk pengurusannya. Saya harap, tangan-tangan para penjahat dijauhkan dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, wasiat saya untuk Anda semua adalah sebagai berikut. Lanjutkanlah langkah kalian ke arah pengenalan diri, swasembada, dan independensi ini dengan terus mengingat Allah. Yakinlah bahwa selama kalian bersungguh-sungguh di jalan Allah dan melakukan pengkhidmatan kepada pemerintahan Islami ini, Allah akan tetap bersama kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, saya melihat bahwa bangsa yang mulia ini telah menunjukkan kewaspadaan, kesetiaan, pengorbanan, semangat berjuang, dan kelayakannya. Saya sepenuh hati berharap, semoga semua makna insaniah tadi betul-betul mewujud pada bangsa ini dan terus menguat ketika generasi ini berganti dengan generasi lain. Kini, dengan hati yang tenang, ruh yang bahagia, dan jiwa yang tetap berharap kepada Allah, saya minta izin untuk pergi dari hadapan Anda semua, saudara dan saudariku. Saya akan melakukan perjalanan ke sebuah tempat keabadian. Tak lupa, saya juga meminta doa dari Anda semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, hamba berharap semoga Dia memaafkan saya jika secara sengaja atau tidak, saya telah melakukan hal-hal yang kurang selama masa penghambaan saya kepada-Nya. Begitu juga kepada bangsa ini, saya meminta maaf atas segala kekurangan saya dalam pengabdian ini. Saya harap, dengan segala kekuatan dan kehendak yang dimiliki, bangsa ini tetap mengalami kemajuan. Saya juga berharap kepada bangsa ini agar mereka memahami bahwa kepergian seorang "pelayan' seperti saya ini sama sekali tidak akan menciptakan kekacauan pada bangunan sekuat besi seperti bangsa ini. Pada bangsa ini, masih sangat banyak para pengabdi lain yang lebih berkualitas dan lebih memiliki kemampuan dalam mengabdi. Semoga Allah menjaga bangsa ini dan kaum tertindas di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu ‘ala ‘ibadillahish-shalihin, warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Bahman 1361 HS - 1 Jumadil Ula 1402 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruhullah Al-Musawi Al-Khomeini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&
