
Dengan semangat yang berapi-api menjelaskan bagaimana keadaan sesungguhnya yang terjadi di Palestina, George Galloway - mantan anggota parlemen Inggris yang hampir sebagian masa hidupnya hingga saat ini terus berjuang membela rakyat Palestina.
Kedatangan beliau kali ini untuk membuka VIVA PALESTINA INDONESIA yang tujuan utamanya untuk membangkitkan kepedulian masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina yang hingga kini terjajah dan teraniaya. Dan mengembalikan ingatan kita akan sejarah yang telah di ukir ketika Indonesia akan memerdekakan diri dari penjajahan Belanda selama 3.5 abad, rakyat Palestina banyak andil dalam membantu proses kemerdekaan bangsa ini dari penjajahan.
Malulah sebagai bangsa yang pernah di hutang budikan oleh bangsa Palestina dan kini kita tidak lagi terjajah secara fisik oleh Belanda, lalu rakyat Indonesia lupa akan siapa yang pernah menolong negerinya terbebas dari penjajah. ( dalam kaca mata spiritual mungkin dapat dilihat bahwa bangsa kita lah yang sesungguhnya terjajah oleh banyaknya masukan2 asing ke negeri ini hingga secara ekonomi dan mental kita masih terjajah dan disisi lain bangsa Palestina yang secara fisik masih terjajah dengan di rampasnya tanah dan rumah2 mereka serta di bunuhnya sanak keluarga mereka yang sama sekali tdk berdosa, dan mereka terus melawan si penjajah itu hingga rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan tanah airnya )
Dikuasainya media oleh regim zionis membuat terputusnya akses kita dengan bangsa Palestina. Bangsa ini dibuat asyik tertidur dengan mimpi2 omong kosong yang sengaja disuguhkan untuk menina bobokan kita agar hanya hidup dalam khayalan, ketidak pedulian pada sesama, pembunuhan karakter dan kehilangan agama yang telah diwarisi oleh nenek moyang kita yang sangat taat dan saleh, melenyapkan budaya bangsa dan adat istiadat yang telah diajarkan para leluluhur kita. Sehingga kita bagaikan mayat2 hidup yang seperti robot, di tekan tombol baru bereaksi dan sangat monoton dan penuh daya tipu muslihat serta malas untuk berproses dalam menjalankan hak dan kewajibannya inginnya seba cepat , instant dan cepat bosan.
Sementara di belah bumi sana, ada sebuah negeri indah di pinggiran laut Mediterania yang hingga detik ini masih terus menerus dalam keadaan terjajah . Tanah2 dan rumah2 mereka serta harta benda juga sumber mata pencaharian mereka di rampas, di curi dan sekaligus di hancurkan dan dibuat sebuah negara fiktif yang bernama Israel Raya.
Rakyat Palestina di bantai dan di hinakan dengan perlakuan2 tak bermoral, negeri indah nan berkah ini menjadi penjara terbesar di dunia. Dunia pun diam. Hanya segelintir orang2 yang berakal saja yang bangkit dan menolong mereka. Dalam hal ini Ayatullah Ruhullah Khomeini r.a dari sejak dahulu beliau telah menyerukan pada umat Islam di seluruh dunia mengingatkan bahwa ada bangsa yang terdzalimi hingga saat ini dan kita wajib menolong kaum2 mustadafin. Beliau r.a menyerukan untuk kita berdemonstrasi di depan kedutaan Amerika dan turun ke jalan2 pada hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan. Alhamdulillah hingga kini, hari itupun dikenal dengan nama
' Al Quds International Day' . Subhanallah pada zaman beliau r.a hidup keadaan Palestina masih lebih baik dibanding sekarang yang kian hari kian horor. Penjajah terlaknat Israel dengan dukungan Amerika dan sekutunya ( EU, NATO, dan Raja2 Arab ) telah terus menerus menyerang bangsa Palestina yang sama sekali tak berdosa.
Maha suci Allah yang selalu menolong hamba2NYA dengan memunculkan orang2 yang telah mewakafkan diri2nya untuk berjuang menegakkan ketidakadilan di bumiNYA.
Seorang George Galloway sebagai pendiri VIVA PALESTINA yang bermula di Inggris, kini membuka lagi di negeri kita yang masih berhutang pada bangsa Palestina dan Ummat Nabi Mulia kita Muhammad saw, VIVA PALESTINA INDONESIA.
Sebenarnya Palestina adalah isu kemanusiaan jadi bukan semata isu kaum muslimin. Berarti sebagai yang mengaku muslim sungguh ironis sekali apabila tidak mempedulikan tentang isu Palestina ini. Penjajahan di Palestina adalah sebuah kejahatan yang di rencanakan untuk merebut tanah Palestina dan membantai rakyat2nya agar, mereka yang mengaku beragama Yahudi dapat tinggal di Palestina sesuai janji Tuhan katanya. Tuhan yang mana yang membolehkan kita berbuat kejahatan agar janjiNYA tergenapi. Cara berpikir yang sakit ini telah dijangkiti oleh mereka yang mengaku beradab dan berpendidikan??
Menarik pernyataan GG yang menyinggung tentang negeri kita yang tdk mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel tetapi di setiap sudut kota Jakarta bahkan di tempat2 kaum terpelajar disini,ada STAR BUCK, kedai kopi yang sangat mahal dan ternyata, kopinya pun diambil dari negeri kita dan di bawa ke negeri mereka di olah dan dijual mahal. Bukan hanya itu saja, setiap tegukan kopi yang di minum itu ada andil kita yang meminum kopi tsb untuk membunuh rakyat Palestina, dan pembangun rumah2 orang2 Yahudi di tanah rampasan Palestina. Menurut GG, apabila kita tidak ingin berhubungan dengan Israel kita seharusnya menunjukkan sikap dengan aksi tidak mengkonsumsi apapun produk2 Israel yang sengaja di buat untuk mendanai proyek2 kotor tak berperikemanusiaan mereka.
Boycott produk2 Israel adalah langkah awal komitment kita akan terlepasnya diri kita dari musuh2NYA, musuh2 kemanusiaan. Langkah boycott ini terkesan 'kecil' namun dampak dari konsisten melaksanakannya ( dengan TIDAK pernah membeli nya) sangat luar biasa membantu melemahkan perekonomian mereka sehingga mereka terhambat untuk melakukan kejahatan2 terencana mereka.
Adapun langkah2 selanjutnya , barangsiapa yang mampu dan ingin berpartisipasi dan menerjunkan diri secara langsung, bergabunglah bersama GLOBAL MARCH TO JERUSALEM , dimana kita akan kepung Israel dengan bertemu para pecinta & penolong kemanusiaan di Amman - Yordania, dan kita akan melakukan aksi jalan bersama menuju Jerusalem tanggal 30 Maret 2012.
"Barang siapa yang tidak mendengar panggilan kaum Muslimin yang tertindas, maka dia bukanlah seorang Musllim" ( Nabi Muhammad saww)
Allahumma shali ala Muhammad wa aali Muhammad wa ajil farajahum. ADRIKNA YA MAHDI